Ada baiknya para pembaca memahami hal berikut sehingga
setiap pertanyaan yang berkaitan dengan Silsilah Yesus menurut Kitab
Matius dan Lukas, akan dapat dimengerti dengan tepat.
Daftar silsilah Yesus di Injil Yesus Kristus menurut Lukas
(seterusnya disebut Injil Lukas) tidak sama dengan di Injil Yesus
Kristus menurut Matius (seterusnya disebut Injil Matius); apalagi
keduanya mengurut dari garis yang berbeda. Lukas mengurut Silsilah
Yesus dari garis MARIA, ibu-Nya dan memulai silsilah Yesus naik
sampai dengan Adam, manusia pertama sedang Silsilah yang
ditulis oleh Matius, mengurut Silsilah Yesus dari garis YUSUF,
ayah angkat Yesus, Yusuf yaitu legal father bagi Yesus secara
hukum Yahudi. Matius menulis Silsilah secara menurun dari bapa
Abraham turun sampai Daud, lalu Salomo dan sampai kepada Yusuf
ayah Yesus secara legal. Baik Matius maupun Lukas mencantumkan
nama Yusuf (ayah Yesus secara hukum Yahudi). Ingat, Lukas
mencatat nama Yesus anak Yusuf dalam artian Yusuf suami Maria,
demikianlah hukum pencatatan genealogi yang berlaku dalam adat-
istiadat orang Yahudi.
Anda memiliki ayah dan ibu, bukan? Silsilah Anda tentu
saja bisa diurutkan dari ayah dan ibu Anda, dan keduanya pasti ada
perbedaan.
Benar, bahwa Matius (nama Yunani) atau disebut juga Lewi
yaitu pemungut cukai dan menjadi salah satu dari ke-12 murid
Yesus. Perlu kita ketahui bahwa setiap kitab Injil punya penekanan
yang berbeda tentang sosok Yesus sebab pada waktu ditulis ditujukan
untuk orang-orang yang berbeda pula (orang Yahudi atau Yunani),
cara mereka menulis pun tentu akan berbeda pula. Injil Matius
menekankan bahwa Yesus yaitu Raja, Kristus Allah yang
dinubuatkan dalam PL, yang membawa Kerajaan Surga ke bumi.
Injil Markus memberi tahu kita, bahwa Yesus yaitu Hamba
Allah, yang berjerih lelah bagi Allah dengan setia. Catatan dalam Injil
Markus paling sederhana, sebab seorang hamba tidak memerlukan
catatan yang rinci. Injil Lukas menyajikan gambaran penuh tentang
Yesus sebagai satu-satunya manusia yang tepat dan normal, yang
pernah hidup di bumi ini; sebagai manusia semacam itu, Yesus
yaitu Penyelamat manusia. Injil Yohanes mengungkapkan Yesus
sebagai Anak Allah, diri Allah sendiri yang berinkarnasi jadi Tuhan-
Manusia (satu pribadi dengan 2 Natur yaitu Tuhan sekaligus
Manusia).
Di antara keempat kitab Injil, Matius dan Lukas memiliki
catatan silsilah; Markus dan Yohanes tidak. Nah, untuk
mempersaksikan Yesus yaitu Raja, --yang dinubuatkan dalam PL
dalam 2 Samuel 7:16 yang akan digenapi pada diri Yesus pada waktu
kedatangannya yang kedua dalam Kerajaan Seribu Tahun kelak
(Wahyu 20:1-6, Yesus Kristus memerintah sebagai Raja). Ingat Yesus
sering disebut Raja orang Yahudi, kata INRI di kayu Salib = Iesous
Nazareth Rex Ioudikum = Yesus Nazaret Raja Orang Yahudi) dan
Matius 2:2, dll,-- Matius perlu menunjukkan nenek moyang dan
status Raja ini, untuk membuktikan bahwa Yesus yaitu
pengganti yang tepat dari Takhta Daud.
Untuk membuktikan bahwa Yesus yaitu manusia yang tepat
dan normal, Lukas perlu menunjukkan asal-usul manusia ini, untuk
berkata kata bahwa Yesus memenuhi syarat menjadi Penyelamat umat
manusia. Sebagai catatan seorang hamba, Markus tidak perlu
memberitahukan asal-usul Yesus. Untuk menyingkapkan bahwa
Yesus yaitu Allah yang Sejati, Yohanes juga tidak merasa perlu
memberi silsilah insani Yesus; sebaliknya, Yohanes berkata kata
bahwa Dia yaitu Allah yang Sejati sejak semula.
Kerajaan tempat Yesus Kristus menjadi Raja tersusun dari
keturunan Abraham, meliputi keturunannya dalam daging dan
keturunannya dalam iman. Jadi, silsilah Yesus Kristus dalam Injil
Matius dimulai dengan Abraham, bapa ras yang terpanggil, tidak
dimulai dengan Adam, bapa ras ciptaan. Kerajaan Allah tidak
dibangun dengan ras Adam yang tercipta, melainkan dengan ras
Abraham yang terpanggil, yang meliputi orang Israel sejati (Roma
9:6-8) dan kaum beriman dalam Kristus (Galatia 3:7,9,29). Jadi
silsilah Yesus dalam Matius tidak mencantumkan nama-nama dari
Adam sampai Abraham. Namun langsung ditekankan pada ayat 1
Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. sebab Daud yaitu Raja
Bangsa Israel.
sedang untuk membuktikan berdasar silsilah-Nya
bahwa Yesus yaitu manusia yang tepat, yang memenuhi syarat
menjadi Penyelamat umat manusia, Lukas menelusuri silsilah-
Nya sampai ke Adam, generasi pertama umat manusia.
Silsilah Yesus Kristus menurut kitab Matius yaitu
berdasar garis silsilah Yusuf, dan menurut kitab Lukas yaitu
berdasar garis silsilah Maria, dan dirunut ke atasnya lagi, maka
Yusuf berasal dari keturunan Salomo, sedang Maria dari
keturunan Natan, kedua-duanya yaitu putera Daud. Matius dan
Lukas berbeda dalam cara menuliskan silsilah Yesus sebab Matius
ingin menunjukkan bahwa Yesus yaitu anak (alias keturunan) Daud,
ingat, dalam Alkitab Yesus sering dijuluki Anak Daud, sedang
Lukas berusaha memperlihatkan asal-usul universal Yesus dari Adam.
Injil Matius mulai dengan daftar silsilah ini, yang merunut
garis keturunan Yesus melalui garis Yusuf sebagaimana kebiasaan
Yahudi saat itu. Walaupun Yusuf bukan merupakan ayah Yesus
secara biologis, ia tetap merupakan ayah Yesus secara hukum. sebab
Allah sudah berjanji bahwa Mesias akan menjadi keturunan Abraham
dan Daud, maka Matius merunut silsilah Yesus sampai kepada kedua
tokoh ini untuk membuktikan kepada orang Yahudi bahwa Yesus
memiliki silsilah yang tepat sehingga memenuhi syarat sebagai
Mesias.
Matius menetapkan bahwa Yesus yaitu keturunan Daud yang
sah dengan merunut garis keturunan Yusuf yang berasal dari keluarga
Daud. Walaupun Yesus dikandung oleh Roh Kudus, secara resmi Ia
tetap dicatat sebagai anak Yusuf dan menurut hukum yaitu anak
Daud.
Silsilah yang disajikan oleh Lukas merunut garis keturunan
Yesus melalui kaum pria dalam garis keturunan Maria (yang juga dari
keturunan Daud). Lukas menekankan bahwa Yesus yaitu anak
kandung Maria sehingga menjadi sama seperti kita. Dengan demikian
para penulis kitab Injil menegaskan bahwa Yesus berhak menjadi
Mesias baik secara hukum maupun secara biologis.
Menurut Talmud Yerusalem yaitu Kitab Hagigah 2:4, Maria
yaitu anak wanita Eli, sesuai dengan ayat di bawah ini:
Lukas 3:23-24,
"saat Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga
puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia yaitu anak Yusuf,
anak Eli (huios iôsêph tou hêli), anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi,
anak Yanai, anak Yusuf."
berdasar tradisi Ibrani, silsilah senantiasa ditulis menurut
anak laki-laki dan Lukas menulis silsilah dari pihak Maria. Jadi Eli
yaitu ayah kandung Maria. Jika seandainya silsilah ini ditelusuri
terus, ternyata Maria pun masih merupakan keturunan Daud.
Kata huios dari jenis maskulin bermakna anak laki-laki,
keturunan; jika dihubungkan dengan genitif seperti ayat diatas (huios
iôsêph) bermakna seseorang yang sangat akrab atau mirip dengan
orang lain atau dengan sesuatu, murid, pengikut. Setiap nama dalam
silsilah Lukas menurut teks Yunani – kecuali Yusuf - didahului oleh
kata tou yang identik dengan the dalam bahasa Inggris yaitu definite
article (kata sandang definitif) dan kasusnya genitif, berkata kata
sumber atau milik. Setiap orang Yunani atau yang membaca teks
Yunani menyadari bahwa silsilah ini ditulis berdasar garis
istri Yusuf yaitu Maria.
Dari mana Lukas mengetahui bahwa ayah Maria yaitu Eli?
Lukas menulis Kisah Para Rasul, jika ada berita dalam Kisah Para
Rasul dengan ungkapan kami berarti berasal dari Lukas. Ternyata
Lukas menyertai Paulus ke Yerusalem, bertemu dengan Maria, ibu
Yesus, dan menulis Injil Lukas berdasar penyelidikannya.
Kisah Para Rasul 21:17-18,
"saat kami tiba di Yerusalem, semua saudara menyambut kami
dengan suka hati. Pada keesokan harinya pergilah Paulus bersama-
sama dengan kami mengunjungi Yakobus; semua penatua telah hadir
di situ."
Lukas 1:3,
"sebab itu, sesudah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan
seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk
membukukannya dengan teratur bagimu."
Daftar dalam Lukas menyebutkan 20 atau 21 generasi antara
Daud dan pembuangan ke Babel, dan jumlah yang sama antara masa
Pembuangan dan Yesus, sementara daftar Matius hanya menyebutkan
14 generasi bagi masing-masing periode itu. Tapi beberapa generasi
dalam kurun waktu Daud ke Pembuangan jelas tidak dimasukkan
dalam daftar Matius, dan beberapa generasi lainnya tidak dimasukkan
dalam daftar pada kurun kedua. "Resa" dalam Lukas 3:27, aslinya
bukanlah nama orang, tapi meminjam bahasa Aram RESYA'
(pangeran) sebagai gelar Zerubabel (daftar Lukas berasal dari sebuah
dokumen Aram).
1) Siapakah leluhur Yesus dari Adam sampai dengan Abraham?
a. Lukas 3:34-38 menuliskan 21 nama dalam silsilah dari Adam
sampai dengan Abraham.
b. Matius pasal 1 tidak menuliskan satu nama pun dalam silsilah dari
Adam sampai dengan Abraham. Apakah Tuhan tidak memberi
inspirasi kepada Matius? Apakah Tuhan pilih kasih terhadap Lukas?
Padahal Matius termasuk dalam daftar murid Yesus di Injil Matius
10:2-4.
JAWAB : (Kategori : salah mengaitkan cerita yang satu dengan yang
lainnya)
Injil Lukas ingin menekankan Yesus yaitu Penyelamat
atau Juruselamat manusia. sedang untuk membuktikan
berdasar silsilah-Nya bahwa Yesus yaitu manusia yang
tepat, yang memenuhi syarat menjadi Penyelamat umat manusia,
Lukas menelusuri silsilah-Nya sampai ke Adam, generasi pertama
umat manusia. Jadi Allah tidak pilih kasih terhadap Lukas.
sedang Injil Matius menekankan bahwa Yesus yaitu
Raja. Nah, untuk mempersaksikan Yesus yaitu Raja, Matius
perlu menunjukkan nenek moyang dan status keturunan raja ini,
untuk membuktikan bahwa Yesus yaitu keturunan Raja dari
Takhta Daud.
Kerajaan tempat Yesus Kristus menjadi Raja tersusun dari
keturunan Abraham, meliputi keturunannya dalam daging dan
keturunannya dalam iman. Jadi, silsilah Yesus Kristus dalam Injil
Matius dimulai dengan Abraham, bapa ras yang terpanggil, tidak
dimulai dengan Adam, bapa ras ciptaan. Kerajaan Allah tidak
dibangun dengan ras Adam yang tercipta, melainkan dengan ras
Abraham yang terpanggil, yang meliputi orang Israel sejati (Roma
9:6-8) dan kaum beriman dalam Kristus (Galatia 3:7,9,29). Jadi
silsilah Yesus dalam Matius tidak mencantumkan nama-nama dari
Adam sampai Abraham. Namun langsung ditekankan pada ayat 1
Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. sebab Daud yaitu Raja
Bangsa Israel.
Jadi, tidak ada kontradiksi.
2) MATIUS 1:1-17 VS LUKAS 3:23-38.
Dalam Matius, silsilah Yesus TERTULIS: "Yesus yaitu anak Yusuf
anak Yakub anak Matan anak Eleazar anak Eliud anak Akhim anak
Zadok anak Azor anak Elyakim anak Abihud anak Zerubabel anak
Sealtiel...", namun dalam Lukas: "Yesus yaitu anak Yusuf anak Eli
anak Matat anak Lewi anak Malhi anak Yanai anak Yusuf anak
Matica anak Amos anak Nahum anak Hesli anak Nagai...". (hampir
semuanya berbeda nama orang).
JAWAB : (Kategori : salah mengaitkan cerita yang satu dengan yang
lainnya)
Matius menulis silsilah Yesus dari garis keturunan Yusuf
(legal father menurut hukum Yahudi), Lukas menulis silsilah Yesus
dari garis Maria, ibunya. Jadi tidak ada masalah jika berbeda daftar
nama-namanya.
Menurut hukum Yahudi, kedudukan menantu sama dengan
anak laki-laki. Silsilah sang ibu harus memakai nama suaminya,
menurut hukum Yahudi sebagaimana diuraikan dalam kitab mereka
di Yukhasin 55:2 menulis bahwa "keluarga dari ibu tidak disebut
keluarga". Jadi, Yusuf memang benar yaitu anak Eli dalam
pengertian "menantu". Sekedar tambahan, raja Saul memanggil Daud
dengan sapaan "anak" (1 Samuel 24:16), padahal Daud bukanlah anak
kandung raja Saul, melainkan menantunya. Maria memakai nama
suaminya, Yusuf, maka wajar, Lukas menulis ‖Yesus yaitu anak
Yusuf anak Eli‖
3) MATIUS 1:1-17 & LUKAS 3:23-38 VS MATIUS 1:18.
Dalam Matius dan Lukas, TERTULIS: "Inilah silsilah Yesus",
padahal yang dimaksud yaitu silsilah Yusuf, sebab berdasar
Matius 1:18 bahwa "Maria sudah mengandung Yesus sebelum
bersetubuh dengan Yusuf". Dengan demikian, maka "SILSILAH
YESUS" yang diuraikan dalam Matius 1:1-17 dan Lukas 3:23-38
yaitu SALAH KAPRAH!
JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks ayat)
"Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus
yang disebut Kristus." (Matius 1:16)
Sudah dijelaskan di atas bahwa baik Matius maupun Lukas
menulis silsilah Yesus dari garis silsilah kedua orang tuanya. Secara
hukum Yahudi -- bukan secara darah-daging -- Yusuf yaitu ayah dari
Yesus Kristus. Ayat di atas pun tidak menulis bahwa Yusuf
"memperanakkan" Yesus, namun menekankan bahwa Maria yang
melahirkan Yesus Kristus.
"saat Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga
puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia yaitu anak Yusuf,
anak Eli," (Lukas 3:23)
Nama Eli tidak muncul dalam silsilah Matius sebab Eli
bukanlah ayah Yusuf melainkan mertua. Eli yaitu ayah Maria dan
hal ini dicatat dalam kitab Agama Yahudi Misyna Khagigah 77:4.
Bangsa Yahudi menantikan kedatangan Sang Mesias dari keturunan
Daud sehingga silsilah baik Yusuf (dari keturunan Salomo) dan Maria
(dari keturunan Natan) tidak luput dari pengamatan mereka.
15
Silsilah menurut Matius yaitu silsilah Yusuf yang berasal dari
keturunan Salomo, putra Daud; sedang silsilah menurut Lukas
yaitu silsilah Maria yang berasal dari keturunan Natan, juga putra
Daud. Baik Yusuf maupun Maria sama-sama berasal dari keturunan
Daud.
Nama-nama dalam silsilah sesudah Natan dan Salomo tentu
saja berbeda sebab dari sinilah garis keturunan Daud terpisah dua.
Sebagian nama ada yang sama sebab pernikahan silang.
Apakah seseorang itu hanya punya "satu" silsilah? Apakah
seseorang itu hanya punya "satu" orang kakek dan "satu" orang
nenek? Bukankah seorang anak punya dua orang tua, yaitu "ayah" dan
"ibu"? Sang ayah tentu punya silsilah berbeda dengan silsilah ibu.
Jadi, tidak ada yang kontradiksi apalagi SALAH KAPRAH!
4) Berapa nama silsilah dari Abraham sampai dengan Daud ?
a. Lukas mencatat 15 nama dari Abraham sampai dengan Daud.
b. Matius hanya mencatat 14 nama dari Abraham sampai dengan
Daud.
JAWAB : (Kategori: salah mengambil sumber naskah acuan
terjemahan)
Alkitab LAI TB dalam Lukas 3: 31-33, mencatat 15 nama:
.....anak Daud (1), anak Isai (2), anak Obed (3), anak Boas (4), anak
Salmon (5), anak Nahason (6), anak Aminadab (7), anak Admin (8),
anak Arni (9), anak Hezron (10), anak Peres (11), anak Yehuda (12),
anak Yakub (13), anak Ishak (14), anak Abraham (15)...
16
Bandingkan dengan, Alkitab LAI TB dalam Matius 1: 2-6, mencatat
14 nama:
Abraham (1) memperanakkan Ishak, Ishak (2) memperanakkan
Yakub, Yakub (3) memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
Yehuda (4) memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres (5)
memperanakkan Hezron, Hezron (6) memperanakkan Ram, Ram (7)
memperanakkan Aminadab, Aminadab (8) memperanakkan Nahason,
Nahason (9) memperanakkan Salmon, Salmon (10) memperanakkan
Boas dari Rahab, Boas (11) memperanakkan Obed dari Rut, Obed
(12) memperanakkan Isai, Isai (13) memperanakkan raja Daud (14).
Alkitab LAI TB dalam hal ini mengacu pada sumber naskah lain
sehingga terjadi ketidakcocokan jumlah dalam hal ini. Jadi, kesalahan
pada Alkitab LAI.
Jika kita melihat dalam Naskah Ibrani Teks Masoretik yang juga
menjadi acuan Alkitab Inggris King James Version, maka
perbedaan ini tidak ada. Mari, kita lihat ayat-ayat ini dalam
Alkitab KJV sebagai berikut:
Lukas 3:31-34
....which was the son of David (1), Which was the son of Jesse (2),
which was the son of Obed (3), which was the son of Booz (4), which
was the son of Salmon (5), which was the son of Naasson (6), Which
was the son of Aminadab (7), which was the son of Aram (8), which
was the son of Esrom (9), which was the son of Phares (10), which
was the son of Juda (11), Which was the son of Jacob (12), which
was the son of Isaac (13), which was the son of Abraham (14),...
Bandingkan dengan Matius 1:2-6
Abraham (1) begat Isaac; and Isaac (2) begat Jacob; and Jacob (3)
begat Judas and his brethren; And Judas (4) begat Phares and Zara of
Thamar; and Phares (5) begat Esrom; and Esrom (6) begat Aram;
And Aram (7) begat Aminadab; and Aminadab (8) begat Naasson;
and Naasson (9) begat Salmon; And Salmon (10) begat Booz of
Rachab; and Booz (11) begat Obed of Ruth; and Obed (12) begat
Jesse; And Jesse (13) begat David (14) the king;
Jadi, baik Matius dan Lukas sudah tepat menulis ada 14 nama dari
Abraham sampai Daud. Kesalahan ada pada Alkitab LAI sebab
mengambil sumber lain. Seharusnya menurut pada Naskah Ibrani
Teks Masoretik. Alkitab berbahasa Indonesia lainnya, KS-ILT sama
dengan Alkitab KJV dan Naskah Ibrani Teks Masoretik yaitu sama-
sama menulis 14 nama.
Jika terjadi kebingungan dalam penerjemahan maka sangat disarankan
untuk selalu melihat ke naskah berbahasa asli yang tanpa salah yaitu
MT (Masoretic Text) untuk PL dan Textus Receptus (TR) untuk PB.
5) MATIUS 1:2-16 VS LUKAS 3:23-34.
Dalam silsilah Yesus menurut Matius, dari Abraham hingga Yesus
terdiri atas 40 keturunan, namun dalam silsilah Yesus menurut
Lukas, dari Abraham hingga Yesus terdiri atas 56 keturunan (selisih
16 keturunan). Yang benar yang mana ?
JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks ayat)
18
Matius menulis silsilah Yesus menurut garis leluhur Yusuf
(legal father) sedang Lukas menulis silsilah Yesus menurut garis
leluhur Maria (ibu Yesus). Sehingga yaitu wajar jika ada
perbedaan nama dan jumlah keturunan.
Lihat penjelasan dari pertanyaan-pertanyaan no 1-3.
6) Dalam silsilah dari Abraham sampai dengan Daud, siapakah anak
Hezron?
a. Anak Hezron yaitu Arni (Lukas 3: 33).
b. Anak Hezron yaitu Ram (Matius 1: 3).
JAWAB :
Matius 1:3,
"Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres
memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram (aram),"
Lukas 3:33,
"anak Aminadab, anak Admin, anak Arni, anak Hezron, anak Peres,
anak Yehuda,"
Naskah Yunani Textus Receptus: tou aminadab tou aram tou esrôm
tou phares tou iouda
Ternyata tidak ada perbedaan dalam salinan naskah asli Yunani
sebab kedua-duanya menulis anak Hezron yaitu Aram. Ram,
bermakna tinggi atau ditinggikan yaitu putra Hezron, ayah dari
Aminadab, leluhur Daud; silsilah dan kisahnya dapat dijumpai dalam
Rut 4:19 dan 1 Tawarikh 2:9-10.
Mengapa LAI menerjemahkannya dengan Arni?
LAI menerjemahkan Lukas 3:33 di atas dari naskah Nestle/K. Aland
yang menulis: tou admin tou arni tou esrôm tou phares tou iouda.
Jadi, yang benar yaitu Aram untuk kedua ayat di atas, sesuai dengan
naskah Yunani bahasa asli.
7) Berapa nama silsilah Daud sampai dengan Yesus ?
a. Lukas mencatat 43 nama dari Daud sampai dengan Yesus.
b. Matius hanya mencatat 28 nama dari Daud sampai dengan Yesus.
JAWAB : (Kategori: salah memahami konteks sejarah atau maksud
penulis)
Lihat tanggapan sebelumnya tentang silsilah dari Abraham
hingga Daud. Dari Abraham sampai Daud, kedua daftar itu identik;
garis dari Yehuda ke Daud didasarkan pada 1 Tawarikh 2:4-15
(bandingkan dengan Rut 4:18-22). Matius 1:5 menambahkan
keterangan bahwa ibu Boas yaitu Rahab (Rahab dari Yerikho, zaman
Yosua). Mulai dari Daud ke Yusuf, daftar itu bercabang, sebab
Matius menapak garis melalui putra Daud, Salomo, ke urutan raja-raja
Yehuda sampai kepada Yoyakhin (Yekhonya). sedang Lukas
menapak garis dari Natan, putra Daud dengan Batsyeba (1 Tawarikh
3:5 menyebutnya Batsyua), dan bukan melalui garis keturunan raja-
raja.
Jadi, wajar terjadi perbedaan dalam hal jumlah serta daftar
nama, sebab mulai dari Daud, garis keturunan ke Maria dan ke Yusuf
melalui dua anak Daud yang berbeda yaitu Salomo dan Natan. Hal ini
bukan kontradiksi.
8) Siapakah kakek Yesus ?
a. Yakub (Matius 1:6).
b. Eli (Lukas 3:31).
JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks ayat)
Manusia normal memiliki satu ayah kandung dan satu ibu
kandung. Masing-masing orang tua kandungnya pun memiliki satu
ayah kandung dan satu ibu kandung, tentu saja manusia itu memiliki
dua orang kakek yaitu kakek dari pihak ayah dan kakek dari pihak ibu.
Yakub yaitu orang tua Yusuf, ayah angkat Yesus Kristus sedang
Eli yaitu orang tua Maria, ibu Yesus. Jadi Yakub, kakek Yesus dari
Yusuf sedang Eli, kakek Yesus dari Maria.
9) Siapakah Ayahnya Yusuf, suami Maria? Apakah Yakub (Matius
1:16) Atau Eli? (Lukas 3:23)
JAWAB : (Kategori: salah memahami penggunaan bahasa Ibrani)
Jawaban pertanyaan ini mudah. Para ahli setuju bahwa Matius
memberi silsilah Yesus menurut garis keturunan Yusuf sedang
Lukas menuliskan dari garis Maria, dengan kata lain, Yakub yaitu
ayah dari Yusuf dan Eli yaitu ayah dari Maria.
Yesus anak Yusuf 'menurut anggapan orang' artinya
menurut hukum yang berlaku Yesus Kristus yaitu anak Yusuf
secara legal. Disamping itu pula orang menganggap Yesus yaitu
anak Yusuf, sebab mereka tidak percaya bahwa Yesus lahir dari
benih wanita tanpa dibuahi oleh benih manusia.
berdasar tradisi Ibrani, silsilah senantiasa ditulis menurut
anak laki-laki dan Lukas menulis silsilah dari pihak Maria. Jadi Eli
yaitu ayah kandung Maria. Jika seandainya silsilah ini ditelusuri
terus, ternyata Maria pun masih merupakan keturunan Daud.
Dari mana Lukas mengetahui bahwa ayah Maria yaitu Eli?
Lukas menulis Kisah Para Rasul, jika ada berita dalam Kisah Para
Rasul dengan ungkapan ―kami‖ berarti berasal dari Lukas. Ternyata
Lukas menyertai Paulus ke Yerusalem, bertemu dengan Maria, ibu
Yesus, dan menulis Injil Lukas berdasar penyelidikannya.
Kisah Para Rasul 21:17-18
"saat kami tiba di Yerusalem, semua saudara menyambut kami
dengan suka hati. Pada keesokan harinya pergilah Paulus bersama-
sama dengan kami mengunjungi Yakobus; semua penatua telah hadir
di situ."
Lukas 1:3
"sebab itu, sesudah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan
seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk
membukukannya dengan teratur bagimu."
10) Siapakah anak Daud yang menurunkan Yesus ?
a. Salomo (Matius 1:6).
b. Natan (Lukas 3:31).
JAWAB : (Kategori: salah memahami konteks historis)
Lihat tanggapan sebelumnya bahwa Yusuf, ayah angkat Yesus
berasal dari keturunan Salomo, sedang Maria, ibu Yesus Kristus
berasal dari Natan. Baik Yusuf maupun Maria berasal dari keturunan
Daud. Yesus disebut anak Yusuf menurut Hukum Yahudi, sebab
Yusuf yaitu "ayah" Yesus sebab perkawinannya dengan Maria.
Yusuf mengadopsi Yesus sebagai anaknya sendiri sehingga memberi-
Nya hak secara hukum meneruskan nama bapak-Nya.
"Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus
yang disebut Kristus." (Matius 1:16)
Secara hukum Yahudi -- bukan secara darah-daging -- Yusuf
yaitu ayah dari Yesus Kristus. Ayat di atas pun tidak menulis bahwa
Yusuf "memperanakkan" Yesus, namun menekankan bahwa Maria
yang melahirkan Yesus Kristus.
Jadi, jika dilihat dari garis keturunan Maria, anak Daud yang
menurunkan Yesus yaitu Natan, dan jika dilihat dari garis keturunan
Yusuf, maka anak Daud yang menurunkan Yesus yaitu Salomo.
Keduanya benar, tidak ada yang kontradiksi.
11) Yesus anak Yusuf, berarti darah daging Yusuf?
LUKAS 3:23-38 VS MATIUS 1:18.
Dalam Lukas, silsilah Yesus TERTULIS: "Yesus yaitu anak
Yusuf,...(berarti darah daging Yusuf)", namun dalam Matius: "Maria
mengandung Yesus sebelum bersetubuh dengan Yusuf (berarti Yesus
bukan darah daging Yusuf)". (bertentangan prinsip).
JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks ayat)
Yesus Kristus yaitu anak Yusuf secara legal (Matius 1:16,
Lukas 3:23), bahkan secara legal pula sebagai anak Daud, anak
Abraham (Matius 1:1). Di samping itu Yesus Kristus yaitu anak
Maria secara biologis yang melahirkan-Nya (Matius 1:16, 21, 25;
Lukas 2:7) dan berasal dari Roh Kudus berdasar Alkitab.
Matius 1:18,
"Kelahiran Yesus Kristus yaitu seperti berikut: Pada waktu Maria,
ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari
Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri."
Alkitab dengan tegas menulis bahwa Yesus Kristus dikandung
dari Roh Kudus berdasar ayat di atas, demikian pula sebagaimana
ditulis di dalam ayat 20 dan Lukas 1:35.
Jadi, Yesus bukan darah daging atau anak kandung Yusuf,
sebab Yesus yaitu anak Maria secara biologis.
12) Dalam Lukas 3:23 teks kuno (antara lain: KJV & DRB) TIDAK
ada kalimat "menurut anggapan orang"! Ini berbeda dengan
Lukas 3:23 dalam Alkitab LAI TB.
JAWAB : (Kategori: salah dalam penggunaan naskah acuan)
24
Lukas 3:23
LAI TB, saat Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira
tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia yaitu anak Yusuf,
anak Eli,
KJV, And Jesus himself began to be about thirty years of age, being
(as was supposed) the son of Joseph, which was the son of Heli,
DRB, And Jesus himself was beginning about the age of thirty years:
being (as it was supposed) the son of Joseph, who was of Heli, who
was of Mathat,
Naskah Yunani Textus Receptus (TR), θαη απηνο ελ ν ηεζνπο ωζεη
εηωλ ηξηαθνληα αξρνκελνο ωλ ως ενομιζετο πηνο ηωζεθ ηνπ ειη
TR Transliterasi, kai autos ên ho iêsous hôsei etôn triakonta
archomenos hôn hôs enomizeto huios iôsêph tou êli
Baik naskah DRB maupun KJV dan naskah lainnya seperti
dikutip di atas semuanya memuat ungkapan 'ωο ελνκηδεην - HÔS
ENOMIZETO', "seperti anggapan orang".
13) saat Yesus bertemu Yairus, apakah anak wanita Yairus
sudah mati?
a. Ya! Sudah mati! (Matius 9:18)
b. Belum mati! Masih sakit dan hampir! (Markus 5: 23).
JAWAB : (Kategori : salah memahami makna kata dalam bahasa asli)
Matius 9:18,
"Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah
seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata:
"Anakku wanita baru saja meninggal (Yunani: arti eteleutêsen),
namun datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan
hidup."
Markus 5:23,
"dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku wanita
sedang sakit, hampir mati (eskhathôs ekhei), datanglah kiranya dan
letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup."
Kedua ayat di atas tidak bertentangan hanya kurang tepat
penerjemahannya. Ungkapan Yunani arti eteleutêsan (Matius),
eskhathôs ekhei (Markus) dan apethnêsken (Lukas 8:42) yaitu
ungkapan bahwa kematian itu sudah di ambang pintu.
Kata saja dari kata Yunani arti (dalam Matius) menandakan
waktu yang akan datang (kemudian) dan dekat dengan saat berbicara,
berbeda dengan kata êdê, waktu sekarang yang subyektif (anggapan
atau pengharapan) dan dengan kata nun-nun yang benar-benar
merupakan titik definitif saat ini.
Perhatikan juga ayat-ayat berikut:
Galatia 4:20,
"Betapa rinduku untuk berada di antara kamu pada saat ini (arti) dan
dapat berbicara dengan suara yang lain, sebab aku telah habis akal
menghadapi kamu."
1 Petrus 1:6,
"Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang (arti) ini kamu
sesaat harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan."
Wahyu 12:10,
"Dan aku mendengar suara yang nyaring di surga berkata: ‘Sekarang
(arti) telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita,
26
dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, sebab telah dilemparkan ke
bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang
dan malam di hadapan Allah kita.'"
Kata arti dalam tiga contoh ayat di atas jelas tidak dapat
diterjemahkan dengan baru saja dan dapat menjelaskan makna kata
Yunani itu. Kemudian kata eteleutêsan dari kata teleutaô memang
secara literal bermakna mati namun secara kontekstual belum tentu
mati, misalnya:
"sebab iman maka Yusuf menjelang matinya memberitakan tentang
keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang-
belulangnya." (Ibrani 11:22)
Salinan naskah Yunani untuk kalimat pertama, 'pistei {iman}
iôsêph {Yusuf} teleutôn {mati} peri {tentang} tês exodou {keluar}
tôn huiôn {anak-anak} israêl {Israel} emnêmoneusen
{memberitakan}'.
Jelas Yusuf belum mati saat menyampaikan berita itu, kata
menjelang tidak ada dalam naskah Yunani namun orang Yunani yang
membaca ayat ini tahu bahwa secara konseptual makna teleutôn itu
yaitu menjelang kematian.
Lukas, sang tabib, lebih luwes memakai kata teleutaô itu
sebab dalam Lukas 7:2 ia menulis êmellen teleutan, akan mati (LAI
hampir mati) sedang Matius memakai kata teleutaô dengan
arti eteleutêsan yang membingungkan pembaca non-Yunani namun
tidak bagi orang Yunani.
Akhirnya, barangkali kita pernah mendengar cetusan perkataan
seperti ini, "Matilah aku kali ini!" yang disampaikan oleh mereka yang
stress. Apakah orang itu benar-benar mati? Jadi, tidak ada yang
komtradiksi.
14) Bolehkah membawa tongkat dan kasut dalam perjalanan ?
a. Ya, boleh ! (Markus 6: 7-9).
b. Tidak, tidak boleh!! (Matius 10: 9-10, Lukas 9:1-3).
JAWAB : (Kategori : salah memahami makna kata dalam bahasa asli)
Markus 6:8,
"dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam
perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan,
uang dalam ikat pinggangpun jangan, boleh memakai alas kaki, namun
jangan memakai dua baju"
Matius 10:9-10,
"Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat
pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan,
janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab
seorang pekerja patut mendapat upahnya."
Lukas 9:3,
"kata-Nya kepada mereka: 'Jangan membawa apa-apa dalam
perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau
dua helai baju."
Tidak ditemukan adanya varian tekstual dalam manuskrip-
manuskrip Yunaninya yang mungkin bisa mengakibatkan perbedaan
ini. Kata "membawa" dalam Markus 6:8 dan Lukas 9:3 yaitu "airo".
Dalam Matius 10:9, asal kata "membawa" yaitu "ktaomai".
Markus mencatat bahwa Yesus mengizinkan para murid untuk
membawa tongkat sedang Matius dan Lukas mengatakan Dia
melarangnya. Ini memicu golongan errantis (golongan yang
mengatakan Alkitab mengandung kesalahan) berkata, "Saya tidak tahu
caranya untuk mengharmoniskan ketidaksesuaian ini. Kesimpulan
yang wajar saya pikir ialah bahwa laporan-laporan itu tidak sesuai dan
sedikitnya satu dari Injil itu keliru."
Menyatukan laporan-laporan itu, Yesus mengizinkan para
murid membawa tongkat yang sudah mereka punyai (Markus). namun
mereka jangan mengambil tongkat jika mereka tidak memiliki nya
atau bisa berjalan baik tanpa tongkat (Lukas). Yang ditekankan ialah
jangan membeli atau mencari tongkat (Matius memakai kata kerja
ktêsêsthe dari ktaomai memiliki, menyediakan; berlainan dengan
Markus dan Lukas, airôsin dari kata airô artinya mendapatkan). Ide
pokoknya dari perintah Yesus sudah jelas: jangan menyediakan apa-
apa untuk misi ini.
Jadi Matius mengklarifikasikan perintah ini dengan
menuliskan bahwa para murid diperintahkan untuk tidak membawa
apa pun lagi selain apa yang sudah mereka miliki. Bagaimanapun, tiap
ayat berkata kata agar para murid pergi sebagaimana mereka adanya,
tanpa membawa perbekalan apa pun. Hanya bersandar kepada Allah.
15) Kesaksian Yesus tentang dirinya, benar atau tidak benar?
a. Tidak benar (Yohanes 5: 31).
b. Benar (Yohanes 8:14).
JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks historis )
Yohanes 5:31-32
jika Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu
tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu,
bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku yaitu benar.
Versus :
Yohanes 8:14-19
8:14 Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Biarpun Aku bersaksi
tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku
tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. namun kamu
tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi.
8:15 Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak
menghakimi seorang pun,
8:16 dan jijika Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar,
sebab Aku tidak seorang diri, namun Aku bersama dengan Dia yang
mengutus Aku.
8:17 Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua
orang yaitu sah;
8:18 Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa,
yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku."
8:19 Maka kata mereka kepada-Nya: "Di manakah Bapa-Mu?" Jawab
Yesus: "Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jijika
sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku.
Dalam Yohanes 5:31 Yesus menjawab tuduhan para lawan-
Nya yang menuntut, "Bukti apakah yang dapat Engkau ajukan, bahwa
pernyataan-Mu benar?" Yesus mengemukakan prinsip-prinsip
universal, yaitu bahwa bukti yang dikemukakan hanya oleh satu orang
dan tak didukung oleh apa-apa yang lain tidak dapat dianggap sebagai
bukti yang benar. Jadi harus ada paling sedikit dua saksi.
Bandingkan dengan ayat berikut ini:
HUKUM DWIGANDA SAKSI:
"Atas keterangan dua atau tiga orang saksi haruslah mati dibunuh
orang yang dihukum mati; atas keterangan satu orang saksi saja
janganlah ia dihukum mati." (Ulangan 17:6)
"Satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai
perkara kesalahan apapun atau dosa apapun yang mungkin
dilakukannya; baru atas keterangan dua atau tiga orang saksi
perkara itu tidak disangsikan." (Ulangan 19:15)
Paulus pernah pula mengemukakan hal ini dalam ayat di
bawah ini: 2 Korintus 13:1
"Ini yaitu untuk ketiga kalinya aku datang kepada kamu: Baru
dengan keterangan dua atau tiga orang saksi suatu perkara sah."
Yesus pun mengatakan bahwa jika orang Kristen mengajukan
tuduhan terhadap sesamanya, ia harus membawa beberapa orang
saksi.
"Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang
lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu
tidak disangsikan." (Matius 18:16)
Jawaban Yesus terhadap lawan-Nya sepenuhnya mengikuti
hukum Yahudi yang berkenaan dengan penguatan bukti atas tuduhan.
Jadi Yesus pun setuju bahwa kesaksian yang dibuat-Nya tentang diri-
Nya sendiri tidak perlu dibenarkan. Yesus menceritakan pekerjaan-
Nya itu bukan untuk menonjolkan diri-Nya sendiri melainkan untuk
menonjolkan kuasa Allah yang bekerja di dalam dan melalui diri-Nya.
Saksi agung Yesus yaitu Allah sendiri.
Berbeda - bukan bertentangan - dengan Yohanes 8:14,
Yesus menjawab jawaban Dia sendiri yaitu cukup. Dia menyadari
benar kuasa-Nya sendiri, sehingga tidak perlu ada saksi lain. Dan
sebenarnya Yesus memiliki saksi, saksi yang justru dipermasalahkan
oleh orang-orang Farisi : " Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku
sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku"
(Yohanes 8:18). Bukankah Sang Bapa sendiri telah bersaksi tentang
Anak-Nya dengan suara lantang dari langit sesaat sesudah Yesus
dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, : "Engkaulah Anak-Ku yang
Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan" (Lukas 3:22).
Bahwa Yesus menjawab mereka, "Biarpun Aku bersaksi
tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar". Ini dikatakan
sebab Dia tidak berbohong. Dia yaitu Mesias yang tidak berdosa
yang datang dari Allah. Dengan demikian semua perkataan-Nya
yaitu benar dan dapat dipercaya sepenuhnya.
Kesaksian Yesus tentang diri-Nya ini bukanlah kebanggaan
yang timbul dari kepercayaan atas diri sendiri. Suatu ilustrasi yang
dapat membantu misalnya seorang ahli bedah yang pintar yakin atas
ketetapannya sendiri; dia tidak membutuhkan orang lain untuk
mendukung dia, saksinya yaitu ketrampilannya sendiri. Seorang ahli
hukum atau hakim yang besar yakin atas interpretasi dan penerapan
hukum, bukan sebab dia bangga akan pengetahuannya, namun
disebabkan oleh dia tahu bahwa dia tahu. Demikian pula halnya
dengan Yesus, Dia tidak membutuhkan kuasa lain untuk mendukung
tuntutan-Nya kecuali hubungan-Nya dengan Allah.
Yesus berkata dalam kenyataan sesungguhnya bahwa Dia
telah memiliki saksi kedua, dan saksi kedua itu yaitu Allah
yang Ia sebut Bapa. Allah memberi kesaksian atas otoritas yang
tertinggi dari Yesus dapat dilihat dalam berbagai hal di bawah ini:
1. Kesaksian Allah ada dalam kata-kata Yesus. Tidak ada seorang
pun dapat berkata-kata dengan hikmat kecuali Allah memberi nya
pengetahuan.
2. Kesaksian Allah yaitu perbuatan-perbuatan Yesus. Tidak ada
seorang pun dapat berbuat perkara-perkara yang demikian, kecuali
Allah bertindak melalui dia.
3. Kesaksian Allah ada di dalam akibat tindakan Yesus pada
manusia. Dia mengerjakan perubahan dalam diri manusia yang jelas
tidak mungkin dapat dikerjakan oleh kuasa manusia.
4. Kesaksian Allah nampak dalam reaksi orang terhadap Yesus.
Jadi Yohanes 5:31 dapat diilustrasikan dengan kesaksian di
pengadilan yang memerlukan saksi lain, sedang Yohanes 8:14
dapat diilustrasikan dengan kesaksian seorang dokter mengobati
pasiennya, tanpa perlu didukung oleh saksi lain, dia dapat mengobati
dengan keahliannya.
16) Berapa jumlah orang buta yang bertemu Yesus di Yerikho?
a. Dua orang buta (Matius 20:29-30).
b. Hanya satu orang buta saja (Markus 10:46).
JAWAB : Kategori : salah mengaitkan cerita yang satu dengan yang
lainnya)
Matius 20:29-30
"Dan saat Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, orang
banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Ada dua orang buta (duo
tuphloi) yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat,
lalu mereka berseru: 'Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!'"
Markus 10:46,
"Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan saat
Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya
dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis
yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan."
Naskah Yunani TR: kai erkhontai eis hierikhô kai ekporeuomenou
autou apo hierikhô kai tôn mathêtôn autou kai okhlou hikanou huios
timaiou bartimaios ho tuphlos ekathêto para tên hodon prosaitôn.
Masih ada satu ayat lagi:
Lukas 18:35,
"Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta (tuphlos tis)
yang duduk di pinggir jalan dan mengemis."
Kisah di atas mencakup dua lokasi dan dua peristiwa berbeda
sebab ada dua kota Yerikho, yang pertama yaitu kota tua Yerikho
dan yang satu lagi yaitu kota Yerikho yang dibangun oleh raja
Herodes. Dua orang buta dalam Matius dijumpai oleh Yesus Kristus
saat Dia keluar dari kota tua Yerikho dan saat Dia mendekati kota
Yerikho yang satu lagi -- Lukas menulis eggizein dari eggizô,
menghampiri, meraih, menjangkau, saat itulah Yesus Kristus
menyembuhkan seorang lagi yang bernama Bartimeus.
Yerikho yaitu sebuah kota di lembah Yordan. Kira-kira 12
kilometer sebelah utara laut Mati. Kota Yerikho dari PL yang disebut
kota tua Yerikho ditempatkan pada bukit puing-puing Tell Es-Sultan.
Herodes Agung membangun sebuah Yerikho baru sebagai tempat
tinggalnya di musim dingin (sekarang Tulul Abu El-'alayik) di sebelah
barat-daya kota yang tua, pada tempat keluarnya wadi Kilt.
Tidak ada kontradiksi. Matius 20:29-30 menjelaskan masalah
ini; begitu Yesus meninggalkan Yerikho memang ada dua orang buta
yang duduk di pinggir jalan. Jika memang ada dua, maka paling tidak
memang ada satu yang bisa diceritakan. Satu yang paling difokuskan
oleh dua ayat lainnya yaitu yang bernama Bartimeus. Keduanya
berteriak (Matius 20:29-30). namun , Markus dan Lukas hanya
berfokus pada si Bartimeus, mungkin sebab dialah yang berteriak
paling kuat dan paling bertekad kuat untuk disembuhkan, tekad ini
sangat penting diperhatikan sebab Allah mau supaya kita gigih
menyampaikan kebutuhan kita kepada-Nya.
17) Di mana Yesus menemui orang kerasukan setan ?
a. Di Gadara (Matius 8:28)
b. Di Gerasa (Markus 5:1-2).
JAWAB : (Kategori : salah memahami makna kata dalam bahasa asli)
Matius 8:28,
Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari
pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka
sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui
jalan itu.
Markus 5:1-2
Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa.
Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan
roh jahat dari pekuburan menemui Dia
Apa perbedaan Gadara dan Gerasa?
Gerasa yaitu sebuah kota,
Gadara yaitu sebuah propinsi.
Maka, Gerasa ada di Propinsi Gadara. Jadi, keduanya benar.
18) Berapa jumlah orang kerasukan setan yang ditemui Yesus ?
a. Ada 2 orang (Matius 8:28)
b. Hanya 1 orang saja (Markus 5: 1-2).
JAWAB: (Kategori: salah memahami isi cerita atau maksud penulis)
Dua orang (Matius 8:28) - "Setibanya di seberang, yaitu di daerah
orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan
setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak
seorangpun yang berani melalui jalan itu."
Satu orang (Markus 5:1-2) - "Lalu sampailah mereka di seberang
danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu,
datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui
Dia."
Satu orang (Lukas 8:26-27) - "Lalu mendaratlah Yesus dan murid-
murid-Nya di tanah orang Gerasa yang terletak di seberang Galilea.
sesudah Yesus naik ke darat, datanglah seorang laki-laki dari kota itu
menemui Dia; orang itu dirasuki oleh setan-setan dan sudah lama ia
tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah, namun dalam
pekuburan."
Kontradiksi hanya terjadi jika suatu pernyataan mengakibatkan
pernyataan lain yang terkait menjadi mustahil. Jika Markus atau Lukas
mengatakan bahwa hanya ada satu orang yang kerasukan setan
yang menemui Yesus sementara Matius mengatakan bahwa ada dua
yang datang, maka terjadilah kontradiksi. namun , jika memang
ada dua orang kerasukan setan, maka berarti paling tidak memang
ada satu orang untuk diceritakan. sebab nya, tidak ada kontradiksi di
sini.
Faktanya sederhana saja yaitu Matius menyebutkan kedua-
duanya sementara Markus dan Lukas hanya menyebutkan salah satu
dari mereka. Mungkin sekali waktu itu memang ada 2 orang yang
kerasukan setan, namun yang satu lebih parah keadaannya yaitu
seorang yang dirasuki oleh "legion" (pasukan setan) sehingga Markus
dan Lukas hanya menyoroti yang satu itu.
19) Apa yang diucapkan Yudas di hadapan Yesus ?
a. Salam Rabi (Matius 26: 49).
b. Rabi (Markus 14: 45),
c. Yudas tidak mengucapkan apa-apa atau diam (Lukas 22:47).
JAWAB : (Kategori: salah memahami isi cerita atau maksud penulis)
"Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: 'Salam Rabi
(Yunani: khaire rhabbi),' lalu mencium Dia." (Matius 26:49)
"Dan saat ia sampai di situ ia segera maju mendapatkan Yesus dan
berkata: 'Rabi (rhabbi rhabbi),' lalu mencium Dia." (Markus 14:45)
"Waktu Yesus masih berbicara datanglah serombongan orang, sedang
murid-Nya yang bernama Yudas, seorang dari kedua belas murid itu,
berjalan di depan mereka. Yudas mendekati Yesus untuk mencium-
Nya." (Lukas 22:47)
Ketiga ayat ini sama sekali tidak bertentangan sebab ketiga-
tiganya menceritakan bahwa Yudas Iskariot pergi kepada Yesus
Kristus dan mencium-Nya. Lukas 22:47 tidak menulis bahwa Yudas
tidak mengucapkan apa-apa sebab yang mendengar perkataan Yudas
saat itu tentulah Yesus Kristus. Suatu peristiwa yang diceritakan oleh
tiga penulis, jika cerita itu persis sama, tentu tidak diperlukan tiga
tulisan berbeda. Berbeda tidak harus berarti bertentangan, masing-
masing penulis memiliki tujuan tersendiri dalam mengungkapkan isi
tulisannya.
20) saat Yesus berjalan di atas air, bagaimana respon para murid-
Nya ?
a. Mereka menyembah Yesus (Matius 14:33).
b. Mereka tercengang dan bingung (Markus 6:51-52).
JAWAB : (Kategori: salah memahami isi cerita atau maksud penulis)
"Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya:
'Sesungguhnya Engkau Anak Allah.'"
TR Transliterasi: hoi de en tô ploiô elthontes prosekunêsan autô
legontes alêthhôs theou huios ei (Matius 14:33)
"Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah.
Mereka sangat tercengang dan bingung (ethaumazon), sebab sesudah
peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap
degil." (Markus 6:51-52)
Tidak ada nya penyembahan dan pengakuan bahwa
"Engkau Anak Allah" dalam Matius tidak berarti bahwa peristiwa itu
tidak terjadi. Ungkapan bingung dalam Markus itu tidak tepat sebab
kata Yunani ethaumazon dari thaumazô lebih bermakna heran (Matius
8:27, 9:23, 15:31, dan lain-lain). Penyembahan dan pengakuan itu
justru terjadi sebab para murid merasa heran dan takjub.
Bandingkan dengan pengakuan para murid dalam Matius 8:27,
"Dan heranlah (ethaumasan dari thaumazô) orang-orang itu, katanya:
'Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-
Nya?'"
Suatu peristiwa yang diceritakan oleh beberapa penulis, jika
cerita itu persis sama, tentu tidak diperlukan tulisan berbeda. Berbeda
tidak harus berarti bertentangan, masing-masing penulis memiliki
tujuan tersendiri dalam mengungkapkan isi tulisannya.
21) Jam berapa Yesus disalibkan ?
a. Jam sembilan (Markus 15:25).
b. Jam 12 Yesus belum disalibkan (Yohanes 19:14).
JAWAB : (Kategori: salah memahami isi cerita atau maksud penulis)
"Hari jam sembilan saat Ia disalibkan."
TR Transliterasi: ên de hôra tritê kai estaurôsan auton (Markus
15:25)
"Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata
Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: 'Inilah rajamu!'"
TR Transliterasi: ên de paraskeuê tou paskha hôra de hôsei hektê kai
legei tois ioudaiois ide ho basileus humôn (Yohanes 19:14)
Jam, Yunani hôra, yaitu pembagian hari atas satuan-satuan
waktu; jumlahnya dua belas dari terbitnya sampai terbenamnya
matahari, namun lamanya berubah-ubah sesuai dengan musim, dan
dapat diperpendek atau diperpanjang sekitar 11 menit.
Orang Yahudi kuno membagi malam menjadi tiga bagian yang
masing-masing terdiri atas empat jam. Jam pertama (ROSY
'ASYMURÕT, jam-kepala, Ratapan 2:19), jam kedua (ROSY
HA'ASYMURÕT HATIKÕNAH, jam-tengah, Hakim-hakim 7:19),
dan jam ketiga (BA'ASYMURÕT HAVOQER, jam-pagi, Keluaran
14:24).
Di era Yesus Kristus, mereka membagi malam menjadi empat
bagian yang masing-masing terdiri atas tiga jam :
- Jam pertama disebut malam mulai dari jam 18:00 hingga jam 21:00.
- Jam kedua disebut tengah malam mulai dari jam 21:00 hingga jam
24:00.
- Jam ketiga disebut kokok ayam mulai jam 00:00 hingga jam 03:00.
- Jam keempat disebut pagi mulai jam 03:00 hingga jam 06:00.
Demikian kita baca dalam Matius 14:25, "Kira-kira jam tiga
malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air." Teks
Yunani menulis tetartê phulakê tês nuktos, "jam (ronda) keempat
malam" yakni antara jam 03:00 dini hari hingga jam 06:00 pagi.
Pembagian waktu siang pun tidak berbeda.
Jam pertama mulai dari jam 06:00 hingga jam 09:00,
jam kedua mulai jam 09:00 hingga jam 12:00,
jam ketiga mulai jam 12:00 hingga jam 15:00 dan
jam keempat mulai jam 15:00 hingga jam 18:00.
Ada berbagai perhitungan, ada yang dimulai dari pagi hari.
Jam pertama, pagi-pagi, jatuh pada pukul 06:00, lalu dihitung jam
ketiga (atau pukul 09:00), jam keenam (atau tengah hari), jam
kesembilan (atau pukul 15:00), akhirnya petang. Dalam PB masih
disebut juga jam ketujuh (atau jam 13:00), jam kesepuluh (atau jam
16:00) dan jam kesebelas (atau jam 17:00).
Contoh yang paling jelas yaitu perumpamaan tentang orang-
orang upahan di kebun anggur (Matius 20:1-16). Jam sembilan pagi
(Yunani: tritên hôran, jam ketiga) ia mencari pekerja, jam dua belas
(Yunani: hektên, jam keenam) dan jam tiga petang (Yunani: hennatên
hôran, jam kesembilan) ia keluar lagi. Jam lima petang (Yunani:
hendekatên hôran, jam kesebelas) ia keluar untuk terakhir kalinya.
Matius, Markus, dan Lukas memakai perhitungan
Yahudi ini sedang Yohanes memakai perhitungan yang
berbeda (cara Romawi).
Ada beberapa ayat dalam Injil Yohanes yang mencatat jam:
murid-murid-Nya datang dan melihat di mana Dia tinggal, jam
kesepuluh (hôra ên hôs dekatê, Yohanes 1:39), Yesus duduk di sumur
Yakub saat bertemu dengan wanita Samaria, kira-kira jam keenam
(hôra ên hôsei hektê, Yohanes 4:6); kesembuhan anak pegawai di
Kapernaum, jam ketujuh (hôran hebdomên, Yohanes 4:52) dan jam
keenam seperti dalam Yohanes 19:14 di atas.
Kebiasaan menimba air di tanah Palestina dilakukan pada pagi
dan sore hari, tidak pernah dilakukan tengah hari, jam dua belas
seperti kisah wanita Samaria. Jelas bahwa Yesus Kristus duduk di
sumur Yakub pada jam enam sore waktu Romawi, bukan jam dua
belas seperti yang diterjemahkan Alkitab LAI.
Alkitab KJV Yohanes 4:6
Now Jacob's well was there. Jesus therefore, being wearied with his
journey, sat thus on the well: and it was about the sixth hour.
Dengan demikian akan kita peroleh bahwa murid-murid Yesus
datang dan melihat di mana Dia tinggal yaitu jam sepuluh bukan jam
empat sore sebagaimana diterjemahkan dalam Alkitab LAI. Yohanes
tidak memakai perhitungan jam ala Yahudi melainkan ala
Romawi. Yohanes tidak pernah lupa saat pertama ia bertemu dengan
Yesus Kristus.
Yohanes menulis jam keenam (hektê) bermakna benar-benar
jam 6 pagi menurut perhitungan Romawi saat Pilatus memberi
keputusan terakhir dan Yesus Kristus belum disalib. Markus menulis
jam ketiga (tritê atau jam sembilan pagi menurut perhitungan
Romawi, saat Yesus Kristus mulai disalibkan. Kedua ayat di atas sama
sekali tidak bertentangan. Jika diselidiki lebih lanjut Injil Yohanes,
maka orang akan mengetahui bahwa Injil itu ditujukan kepada
pembaca Romawi dan Yunani, oleh sebab itu Yohanes
memakai perhitungan waktu Romawi.
Bukti lebih lanjut bahwa Yohanes memakai perhitungan
waktu Romawi dapat dikaji dalam Yohanes 20:19, "saat hari sudah
malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid
Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci sebab
mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah
Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: 'Damai
sejahtera bagi kamu!'"
berdasar perhitungan Romawi, hari dimaksud yaitu
Minggu malam. Teks Yunani menulis 'housês {yaitu } oun {oleh
sebab itu} opsias {malam} tê hêmera {hari} ekeinê {yang sama} tê
mia {pertama} tôn sabbatôn {minggu/ week (inggris)}, atau "hari
yang sama di waktu malam pada hari pertama minggu (week) itu".
Yesus Kristus bangkit pada hari Minggu dan malam harinya Dia
menampakkan diri kepada para murid.
Jadi, Yesus disalibkan jam 9 pagi. Ayat Yohanes 19:14,
seharusnya LAI menulis ―jam keenam‖ yaitu jam 6 pagi, waktu itu
Yesus belum disalib.
22) Yesus membawa damai dan keselamatan atau onar ?
a. Yesus menyelamatkan dunia (Matius 5:9, Yohanes 3:17, Yohanes
10:34-36).
b. Yesus membawa onar, pedang dan kekacauan keluarga (Matius 10:
34-36).
JAWAB : (Kategori : salah memahami makna kata dalam bahasa asli)
"Berbahagialah orang yang membawa damai, sebab mereka akan
disebut anak-anak Allah."
TR Transliterasi: makarioi hoi eirênopoioi hoti autoi huioi theou
klêthêsontai (Matius 5:9)
"Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk
menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia."
TR Transliterasi: ou gar apesteilen ho theos ton huion autou eis ton
kosmon hina krinê ton kosmon all hina sôthê ho kosmos di autou
(Yohanes 3:17)
"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai
di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan
pedang."
TR Transliterasi: mê nomisête hoti êlthon balein eirênên epi tên gên
ouk êlthon balein eirênên alla makhairan (Matius 10:34)
Yohanes mempertentangkan antara menghakimi (krinô)
dengan menyelamatkan (sôzô) dunia. sedang Matius
mempertentangkan antara damai (eirênê) dengan pedang (macaira-
makhaira), kedua ayat ini membicarakan pokok yang berbeda,
berbeda tidak bermakna bertentangan. Putih dan hitam dianggap
bertentangan, namun biru, kuning, hijau, merah, dan warna-warna
selain putih dan hitam, bukanlah pertentangan (kontradiksi) melainkan
perbedaan (variasi).
Tidak ada pernyataan lain, dimana kejujuran Yesus Kristus
yang sangat menggetarkan itu diungkapkan secara blak-blakan. Di
dalam pernyataan ini Yesus mengungkapkan tuntutan kristiani yang
paling tinggi dan yang paling tidak mengenal kompromi. Di situ
Yesus memberitahu para pengikut-Nya akan hal-hal yang pasti
mereka hadapi, sebab mereka memang benar-benar menerima tugas
menjadi para utusan.
Yesus menyodorkan peperangan, dan di dalam peperangan
atau pertentangan itu sangat boleh jadi bahwa lawan dari murid Yesus
yaitu justru orang-orang yang sangat dekat, yaitu seisi rumah mereka
sendiri.
Seperti biasanya, maka di dalam menyodorkan hal perang atau
pertentangan ini, Yesus pun memakai bahasa yang sudah biasa dipakai
oleh orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi percaya, bahwa salah
satu peristiwa yang akan terjadi pada Hari Tuhan kelak yaitu adanya
perpecahan di dalam keluarga-keluarga. Para rabi mengatakan, "Pada
masa saat Anak Daud datang, anak-anak wanita melawan ibu
mertuanya." "Anak laki-laki akan menghinakan bapanya, anak
wanita memberontak melawan ibunya, dan menantu wanita
melawan ibu mertuanya, dan setiap orang bermusuhan melawan
orang-orang yang ada di dalam rumahnya sendiri." Jadi Yesus seolah-
olah hendak mengatakan, "Akhir zaman yang engkau nanti-nantikan
itu telah tiba; dan campur tangan Tuhan Allah di dalam sejarah ini
ialah memecah-belah rumah tangga, kelompok serta keluarga menjadi
dua golongan."
jika ada hal besar yang muncul, maka hal besar itu memang
cenderung untuk membagi-bagi orang dalam kelompok-kelompok.
Hal-hal besar seperti itu selalu memicu adanya orang-orang
yang berusaha untuk menjawab, atau menolak, atau bahkan menguji
dan mengkajinya. Demikianlah juga dengan kehadiran Yesus.
Pertemuan dengan Yesus akan memicu setiap orang harus
memilih antara menerima atau menolak-Nya. Dan dunia serta manusia
di dalamnya selalu terbagi ke dalam dua golongan, yaitu golongan
yang menerima Yesus dan golongan yang belum menerima-Nya.
Namun hal yang paling pahit dalam hubungan ini ialah, bahwa
permusuhan atau perlawanan itu justru terjadi di antara orang-orang
yang ada dalam satu rumah tangga. Dapat terjadi bahwa ada orang
yang sangat mengasihi istri dan keluarganya, sehingga ia menolak
untuk melakukan hal-hal yang baru, pelayanan, panggilan berkorban
dan lain-lain. Sebab penolakannya itu kebanyakan hanya dua, yaitu
sebab ia tidak ingin meninggalkan istri dan keluarganya, atau sebab
ia takut bahwa istri dan keluarganya akan masuk ke dalam bahaya.
Oliver Cromwell pernah meminta seorang bangsawan bernama
Wharton di Inggris, untuk ikut berperang pada tahun 1649. Cromwell
menduga bahwa Wharton lebih mengasihi istrinya ketimbang pergi
perang. Maka dalam suratnya kepada W
.jpeg)
