kontradiksi alkitab 5


Ada baiknya para pembaca memahami hal berikut sehingga 

setiap pertanyaan yang berkaitan dengan Silsilah Yesus menurut Kitab 

Matius dan Lukas, akan dapat dimengerti dengan tepat. 


Daftar silsilah Yesus di Injil Yesus Kristus menurut Lukas 

(seterusnya disebut Injil Lukas) tidak sama dengan di Injil Yesus 

Kristus menurut Matius (seterusnya disebut Injil Matius); apalagi 

keduanya mengurut dari garis yang berbeda. Lukas mengurut Silsilah 

Yesus dari garis MARIA, ibu-Nya dan memulai silsilah Yesus naik 

sampai dengan Adam, manusia pertama sedang  Silsilah yang 

ditulis oleh Matius, mengurut Silsilah Yesus dari garis YUSUF, 

ayah angkat Yesus, Yusuf yaitu  legal father bagi Yesus secara 

hukum Yahudi. Matius menulis Silsilah secara menurun dari bapa 

Abraham turun sampai Daud, lalu Salomo dan sampai kepada Yusuf 

ayah Yesus secara legal. Baik Matius maupun Lukas mencantumkan 

nama Yusuf (ayah Yesus secara hukum Yahudi). Ingat, Lukas 

mencatat nama Yesus anak Yusuf dalam artian Yusuf suami Maria, 

demikianlah hukum pencatatan genealogi yang berlaku dalam adat-

istiadat orang Yahudi. 

Anda memiliki  ayah dan ibu, bukan? Silsilah Anda tentu 

saja bisa diurutkan dari ayah dan ibu Anda, dan keduanya pasti ada 

perbedaan.  

Benar, bahwa Matius (nama Yunani) atau disebut juga Lewi 

yaitu  pemungut cukai dan menjadi salah satu dari ke-12 murid 

Yesus. Perlu kita ketahui bahwa setiap kitab Injil punya penekanan 

yang berbeda tentang sosok Yesus sebab  pada waktu ditulis ditujukan 

untuk orang-orang yang berbeda pula (orang Yahudi atau Yunani), 

cara mereka menulis pun tentu akan berbeda pula. Injil Matius 

menekankan bahwa Yesus yaitu  Raja, Kristus Allah yang 

dinubuatkan dalam PL, yang membawa Kerajaan Surga ke bumi.  


Injil Markus memberi tahu kita, bahwa Yesus yaitu  Hamba 

Allah, yang berjerih lelah bagi Allah dengan setia. Catatan dalam Injil 

Markus paling sederhana, sebab  seorang hamba tidak memerlukan 

catatan yang rinci. Injil Lukas menyajikan gambaran penuh tentang 

Yesus sebagai satu-satunya manusia yang tepat dan normal, yang 

pernah hidup di bumi ini; sebagai manusia semacam itu, Yesus 

yaitu  Penyelamat manusia. Injil Yohanes mengungkapkan Yesus 

sebagai Anak Allah, diri Allah sendiri yang berinkarnasi jadi Tuhan-

Manusia (satu pribadi dengan 2 Natur yaitu Tuhan sekaligus 

Manusia). 

Di antara keempat kitab Injil, Matius dan Lukas memiliki 

catatan silsilah; Markus dan Yohanes tidak. Nah, untuk 

mempersaksikan Yesus yaitu  Raja, --yang dinubuatkan dalam PL 

dalam 2 Samuel 7:16 yang akan digenapi pada diri Yesus pada waktu 

kedatangannya yang kedua dalam Kerajaan Seribu Tahun kelak 

(Wahyu 20:1-6, Yesus Kristus memerintah sebagai Raja). Ingat Yesus 

sering disebut Raja orang Yahudi, kata INRI di kayu Salib = Iesous 

Nazareth Rex Ioudikum = Yesus Nazaret Raja Orang Yahudi) dan 

Matius 2:2, dll,-- Matius perlu menunjukkan nenek moyang dan 

status Raja ini, untuk membuktikan bahwa Yesus yaitu  

pengganti yang tepat dari Takhta Daud.  

Untuk membuktikan bahwa Yesus yaitu  manusia yang tepat 

dan normal, Lukas perlu menunjukkan asal-usul manusia ini, untuk 

berkata kata  bahwa Yesus memenuhi syarat menjadi Penyelamat umat 

manusia. Sebagai catatan seorang hamba, Markus tidak perlu 

memberitahukan asal-usul Yesus. Untuk menyingkapkan bahwa 

Yesus yaitu  Allah yang Sejati, Yohanes juga tidak merasa perlu 

memberi  silsilah insani Yesus; sebaliknya, Yohanes berkata kata  

bahwa Dia yaitu  Allah yang Sejati sejak semula. 

Kerajaan tempat Yesus Kristus menjadi Raja tersusun dari 

keturunan Abraham, meliputi keturunannya dalam daging dan 

keturunannya dalam iman. Jadi, silsilah Yesus Kristus dalam Injil 

Matius dimulai dengan Abraham, bapa ras yang terpanggil, tidak 

dimulai dengan Adam, bapa ras ciptaan. Kerajaan Allah tidak 

dibangun dengan ras Adam yang tercipta, melainkan dengan ras 

Abraham yang terpanggil, yang meliputi orang Israel sejati (Roma 

9:6-8) dan kaum beriman dalam Kristus (Galatia 3:7,9,29). Jadi 

silsilah Yesus dalam Matius tidak mencantumkan nama-nama dari 

Adam sampai Abraham. Namun langsung ditekankan pada ayat 1 

Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. sebab  Daud yaitu  Raja 

Bangsa Israel.  

sedang  untuk membuktikan berdasar  silsilah-Nya 

bahwa Yesus yaitu  manusia yang tepat, yang memenuhi syarat 

menjadi Penyelamat umat manusia, Lukas menelusuri silsilah-

Nya sampai ke Adam, generasi pertama umat manusia.  

Silsilah Yesus Kristus menurut kitab Matius yaitu  

berdasar  garis silsilah Yusuf, dan menurut kitab Lukas yaitu  

berdasar  garis silsilah Maria, dan dirunut ke atasnya lagi, maka 

Yusuf berasal dari keturunan Salomo, sedang  Maria dari 

keturunan Natan, kedua-duanya yaitu  putera Daud. Matius dan 

Lukas berbeda dalam cara menuliskan silsilah Yesus sebab  Matius 

ingin menunjukkan bahwa Yesus yaitu  anak (alias keturunan) Daud, 

ingat, dalam Alkitab Yesus sering dijuluki Anak Daud, sedang  

Lukas berusaha memperlihatkan asal-usul universal Yesus dari Adam.  

Injil Matius mulai dengan daftar silsilah ini, yang merunut 

garis keturunan Yesus melalui garis Yusuf sebagaimana kebiasaan 

Yahudi saat  itu. Walaupun Yusuf bukan merupakan ayah Yesus 

secara biologis, ia tetap merupakan ayah Yesus secara hukum. sebab  

Allah sudah berjanji bahwa Mesias akan menjadi keturunan Abraham 

dan Daud, maka Matius merunut silsilah Yesus sampai kepada kedua 

tokoh ini untuk membuktikan kepada orang Yahudi bahwa Yesus 

memiliki  silsilah yang tepat sehingga memenuhi syarat sebagai 

Mesias.  

Matius menetapkan bahwa Yesus yaitu  keturunan Daud yang 

sah dengan merunut garis keturunan Yusuf yang berasal dari keluarga 

Daud. Walaupun Yesus dikandung oleh Roh Kudus, secara resmi Ia 

tetap dicatat sebagai anak Yusuf dan menurut hukum yaitu  anak 

Daud.  

Silsilah yang disajikan oleh Lukas merunut garis keturunan 

Yesus melalui kaum pria dalam garis keturunan Maria (yang juga dari 

keturunan Daud). Lukas menekankan bahwa Yesus yaitu  anak 

kandung Maria sehingga menjadi sama seperti kita. Dengan demikian 

para penulis kitab Injil menegaskan bahwa Yesus berhak menjadi 

Mesias baik secara hukum maupun secara biologis. 

Menurut Talmud Yerusalem yaitu Kitab Hagigah 2:4, Maria 

yaitu  anak wanita  Eli, sesuai dengan ayat di bawah ini:  

Lukas 3:23-24,  

"saat  Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga 

puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia yaitu  anak Yusuf, 

anak Eli (huios iôsêph tou hêli), anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, 

anak Yanai, anak Yusuf."  

berdasar  tradisi Ibrani, silsilah senantiasa ditulis menurut 

anak laki-laki dan Lukas menulis silsilah dari pihak Maria. Jadi Eli 

yaitu  ayah kandung Maria. Jika seandainya silsilah ini ditelusuri 

terus, ternyata Maria pun masih merupakan keturunan Daud.  

Kata huios dari jenis maskulin bermakna anak laki-laki, 

keturunan; jika dihubungkan dengan genitif seperti ayat diatas (huios 

iôsêph) bermakna seseorang yang sangat akrab atau mirip dengan 

orang lain atau dengan sesuatu, murid, pengikut. Setiap nama dalam 

silsilah Lukas menurut teks Yunani – kecuali Yusuf - didahului oleh 

kata tou yang identik dengan the dalam bahasa Inggris yaitu definite 

article (kata sandang definitif) dan kasusnya genitif, berkata kata  

sumber atau milik. Setiap orang Yunani atau yang membaca teks 

Yunani menyadari bahwa silsilah ini ditulis berdasar  garis 

istri Yusuf yaitu Maria.  

Dari mana Lukas mengetahui bahwa ayah Maria yaitu  Eli? 

Lukas menulis Kisah Para Rasul, jika  ada berita dalam Kisah Para 

Rasul dengan ungkapan kami berarti berasal dari Lukas. Ternyata 

Lukas menyertai Paulus ke Yerusalem, bertemu dengan Maria, ibu 

Yesus, dan menulis Injil Lukas berdasar  penyelidikannya.  

 

Kisah Para Rasul 21:17-18,  

"saat  kami tiba di Yerusalem, semua saudara menyambut kami 

dengan suka hati. Pada keesokan harinya pergilah Paulus bersama-

sama dengan kami mengunjungi Yakobus; semua penatua telah hadir 

di situ."  

Lukas 1:3,  



"sebab  itu, sesudah  aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan 

seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk 

membukukannya dengan teratur bagimu."  

 

Daftar dalam Lukas menyebutkan 20 atau 21 generasi antara 

Daud dan pembuangan ke Babel, dan jumlah yang sama antara masa 

Pembuangan dan Yesus, sementara daftar Matius hanya menyebutkan 

14 generasi bagi masing-masing periode itu. Tapi beberapa generasi 

dalam kurun waktu Daud ke Pembuangan jelas tidak dimasukkan 

dalam daftar Matius, dan beberapa generasi lainnya tidak dimasukkan 

dalam daftar pada kurun kedua. "Resa" dalam Lukas 3:27, aslinya 

bukanlah nama orang, tapi meminjam bahasa Aram RESYA' 

(pangeran) sebagai gelar Zerubabel (daftar Lukas berasal dari sebuah 

dokumen Aram). 

 

1) Siapakah leluhur Yesus dari Adam sampai dengan Abraham?  

a. Lukas 3:34-38 menuliskan 21 nama dalam silsilah dari Adam 

sampai dengan Abraham.  

b. Matius pasal 1 tidak menuliskan satu nama pun dalam silsilah dari 

Adam sampai dengan Abraham. Apakah Tuhan tidak memberi  

inspirasi kepada Matius? Apakah Tuhan pilih kasih terhadap Lukas? 

Padahal Matius termasuk dalam daftar murid Yesus di Injil Matius 

10:2-4.  

 

JAWAB : (Kategori : salah mengaitkan cerita yang satu dengan yang 

lainnya) 


Injil Lukas ingin menekankan Yesus yaitu  Penyelamat 

atau Juruselamat manusia. sedang  untuk membuktikan 

berdasar  silsilah-Nya bahwa Yesus yaitu  manusia yang 

tepat, yang memenuhi syarat menjadi Penyelamat umat manusia, 

Lukas menelusuri silsilah-Nya sampai ke Adam, generasi pertama 

umat manusia. Jadi Allah tidak pilih kasih terhadap Lukas. 

sedang  Injil Matius menekankan bahwa Yesus yaitu  

Raja. Nah, untuk mempersaksikan Yesus yaitu  Raja, Matius 

perlu menunjukkan nenek moyang dan status keturunan raja ini, 

untuk membuktikan bahwa Yesus yaitu  keturunan Raja dari 

Takhta Daud.  

Kerajaan tempat Yesus Kristus menjadi Raja tersusun dari 

keturunan Abraham, meliputi keturunannya dalam daging dan 

keturunannya dalam iman. Jadi, silsilah Yesus Kristus dalam Injil 

Matius dimulai dengan Abraham, bapa ras yang terpanggil, tidak 

dimulai dengan Adam, bapa ras ciptaan. Kerajaan Allah tidak 

dibangun dengan ras Adam yang tercipta, melainkan dengan ras 

Abraham yang terpanggil, yang meliputi orang Israel sejati (Roma 

9:6-8) dan kaum beriman dalam Kristus (Galatia 3:7,9,29). Jadi 

silsilah Yesus dalam Matius tidak mencantumkan nama-nama dari 

Adam sampai Abraham. Namun langsung ditekankan pada ayat 1 

Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. sebab  Daud yaitu  Raja 

Bangsa Israel.  

Jadi, tidak ada kontradiksi. 

 

2) MATIUS 1:1-17 VS LUKAS 3:23-38.  



Dalam Matius, silsilah Yesus TERTULIS: "Yesus yaitu  anak Yusuf 

anak Yakub anak Matan anak Eleazar anak Eliud anak Akhim anak 

Zadok anak Azor anak Elyakim anak Abihud anak Zerubabel anak 

Sealtiel...", namun  dalam Lukas: "Yesus yaitu  anak Yusuf anak Eli 

anak Matat anak Lewi anak Malhi anak Yanai anak Yusuf anak 

Matica anak Amos anak Nahum anak Hesli anak Nagai...". (hampir 

semuanya berbeda nama orang).  

 

JAWAB : (Kategori : salah mengaitkan cerita yang satu dengan yang 

lainnya) 

 

Matius menulis silsilah Yesus dari garis keturunan Yusuf 

(legal father menurut hukum Yahudi), Lukas menulis silsilah Yesus 

dari garis Maria, ibunya. Jadi tidak ada masalah jika berbeda daftar 

nama-namanya.  

Menurut hukum Yahudi, kedudukan menantu sama dengan 

anak laki-laki. Silsilah sang ibu harus memakai  nama suaminya, 

menurut hukum Yahudi sebagaimana diuraikan dalam kitab mereka 

di Yukhasin 55:2 menulis bahwa "keluarga dari ibu tidak disebut 

keluarga". Jadi, Yusuf memang benar yaitu  anak Eli dalam 

pengertian "menantu". Sekedar tambahan, raja Saul memanggil Daud 

dengan sapaan "anak" (1 Samuel 24:16), padahal Daud bukanlah anak 

kandung raja Saul, melainkan menantunya. Maria memakai  nama 

suaminya, Yusuf, maka wajar, Lukas menulis ‖Yesus yaitu  anak 

Yusuf anak Eli‖ 

 

3) MATIUS 1:1-17 & LUKAS 3:23-38 VS MATIUS 1:18.  


 

Dalam Matius dan Lukas, TERTULIS: "Inilah silsilah Yesus", 

padahal yang dimaksud yaitu  silsilah Yusuf, sebab  berdasar  

Matius 1:18 bahwa "Maria sudah mengandung Yesus sebelum 

bersetubuh dengan Yusuf". Dengan demikian, maka "SILSILAH 

YESUS" yang diuraikan dalam Matius 1:1-17 dan Lukas 3:23-38 

yaitu  SALAH KAPRAH!  

 

JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks ayat) 

"Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus 

yang disebut Kristus."  (Matius 1:16) 

Sudah dijelaskan di atas bahwa baik Matius maupun Lukas 

menulis silsilah Yesus dari garis silsilah kedua orang tuanya. Secara 

hukum Yahudi -- bukan secara darah-daging -- Yusuf yaitu  ayah dari 

Yesus Kristus. Ayat di atas pun tidak menulis bahwa Yusuf 

"memperanakkan" Yesus, namun  menekankan bahwa Maria yang 

melahirkan Yesus Kristus.  

 

"saat  Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga 

puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia yaitu  anak Yusuf, 

anak Eli," (Lukas 3:23) 

Nama Eli tidak muncul dalam silsilah Matius sebab  Eli 

bukanlah ayah Yusuf melainkan mertua. Eli yaitu  ayah Maria dan 

hal ini dicatat dalam kitab Agama Yahudi Misyna Khagigah 77:4. 

Bangsa Yahudi menantikan kedatangan Sang Mesias dari keturunan 

Daud sehingga silsilah baik Yusuf (dari keturunan Salomo) dan Maria 

(dari keturunan Natan) tidak luput dari pengamatan mereka.  


 15 

Silsilah menurut Matius yaitu  silsilah Yusuf yang berasal dari 

keturunan Salomo, putra Daud; sedang  silsilah menurut Lukas 

yaitu  silsilah Maria yang berasal dari keturunan Natan, juga putra 

Daud. Baik Yusuf maupun Maria sama-sama berasal dari keturunan 

Daud.  

Nama-nama dalam silsilah sesudah Natan dan Salomo tentu 

saja berbeda sebab  dari sinilah garis keturunan Daud terpisah dua. 

Sebagian nama ada yang sama sebab  pernikahan silang.  

Apakah seseorang itu hanya punya "satu" silsilah? Apakah 

seseorang itu hanya punya "satu" orang kakek dan "satu" orang 

nenek? Bukankah seorang anak punya dua orang tua, yaitu "ayah" dan 

"ibu"? Sang ayah tentu punya silsilah berbeda dengan silsilah ibu. 

Jadi, tidak ada yang kontradiksi apalagi SALAH KAPRAH! 

 

4) Berapa nama silsilah dari Abraham sampai dengan Daud ?  

a. Lukas mencatat 15 nama dari Abraham sampai dengan Daud.  

b. Matius hanya mencatat 14 nama dari Abraham sampai dengan 

Daud.  

 

JAWAB : (Kategori: salah mengambil sumber naskah acuan 

terjemahan) 

Alkitab LAI TB dalam Lukas 3: 31-33, mencatat 15 nama:  

.....anak Daud (1), anak Isai (2), anak Obed (3), anak Boas (4), anak 

Salmon (5), anak Nahason (6), anak Aminadab (7), anak Admin (8), 

anak Arni (9), anak Hezron (10), anak Peres (11), anak Yehuda (12),  

anak Yakub (13), anak Ishak (14), anak Abraham (15)... 

 


 16 

Bandingkan dengan, Alkitab LAI TB dalam Matius 1: 2-6, mencatat 

14 nama: 

Abraham (1) memperanakkan Ishak, Ishak (2) memperanakkan 

Yakub, Yakub (3) memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, 

Yehuda (4) memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres (5) 

memperanakkan Hezron, Hezron (6) memperanakkan Ram, Ram (7) 

memperanakkan Aminadab, Aminadab (8) memperanakkan Nahason, 

Nahason (9) memperanakkan Salmon, Salmon (10) memperanakkan 

Boas dari Rahab, Boas (11) memperanakkan Obed dari Rut, Obed 

(12) memperanakkan Isai, Isai (13) memperanakkan raja Daud (14). 

 

Alkitab LAI TB dalam hal ini mengacu pada sumber naskah lain 

sehingga terjadi ketidakcocokan jumlah dalam hal ini. Jadi, kesalahan 

pada Alkitab LAI.  

Jika kita melihat dalam Naskah Ibrani Teks Masoretik yang juga 

menjadi acuan Alkitab Inggris King James Version, maka 

perbedaan ini tidak ada. Mari, kita lihat ayat-ayat ini  dalam 

Alkitab KJV sebagai berikut: 

 

Lukas 3:31-34 

....which was the son of David (1), Which was the son of Jesse (2), 

which was the son of Obed (3), which was the son of Booz (4), which 

was the son of Salmon (5), which was the son of Naasson (6), Which 

was the son of Aminadab (7), which was the son of Aram (8), which 

was the son of Esrom (9), which was the son of Phares (10), which 

was the son of Juda (11), Which was the son of Jacob (12), which 

was the son of Isaac (13), which was the son of Abraham (14),... 



 

Bandingkan dengan Matius 1:2-6 

Abraham (1) begat Isaac; and Isaac (2) begat Jacob; and Jacob (3) 

begat Judas and his brethren; And Judas (4) begat Phares and Zara of 

Thamar; and Phares (5) begat Esrom; and Esrom (6) begat Aram; 

And Aram (7) begat Aminadab; and Aminadab (8) begat Naasson; 

and Naasson (9) begat Salmon; And Salmon (10) begat Booz of 

Rachab; and Booz (11) begat Obed of Ruth; and Obed (12) begat 

Jesse; And Jesse (13) begat David (14) the king; 

  

Jadi, baik Matius dan Lukas sudah tepat menulis ada 14 nama dari 

Abraham sampai Daud. Kesalahan ada pada Alkitab LAI sebab  

mengambil sumber lain. Seharusnya menurut pada Naskah Ibrani 

Teks Masoretik. Alkitab berbahasa Indonesia lainnya, KS-ILT sama 

dengan Alkitab KJV dan Naskah Ibrani Teks Masoretik yaitu sama-

sama menulis 14 nama.  

Jika terjadi kebingungan dalam penerjemahan maka sangat disarankan 

untuk selalu melihat ke naskah berbahasa asli yang tanpa salah yaitu 

MT (Masoretic Text) untuk PL dan Textus Receptus (TR) untuk PB. 

 

5) MATIUS 1:2-16 VS LUKAS 3:23-34.  

Dalam silsilah Yesus menurut Matius, dari Abraham hingga Yesus 

terdiri atas 40 keturunan, namun  dalam silsilah Yesus menurut 

Lukas, dari Abraham hingga Yesus terdiri atas 56 keturunan (selisih 

16 keturunan). Yang benar yang mana ? 

 

JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks ayat) 


 18 

Matius menulis silsilah Yesus menurut garis leluhur Yusuf 

(legal father) sedang  Lukas menulis silsilah Yesus menurut garis 

leluhur Maria (ibu Yesus). Sehingga yaitu  wajar jika ada  

perbedaan nama dan jumlah keturunan.  

Lihat penjelasan dari pertanyaan-pertanyaan no 1-3. 

 

6) Dalam silsilah dari Abraham sampai dengan Daud, siapakah anak 

Hezron?  

a. Anak Hezron yaitu  Arni (Lukas 3: 33).  

b. Anak Hezron yaitu  Ram (Matius 1: 3).  

 

JAWAB :  

Matius 1:3,  

"Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres 

memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram (aram),"  

 

Lukas 3:33,  

"anak Aminadab, anak Admin, anak Arni, anak Hezron, anak Peres, 

anak Yehuda,"  

Naskah Yunani Textus Receptus: tou aminadab tou aram tou esrôm 

tou phares tou iouda  

 

Ternyata tidak ada perbedaan dalam salinan naskah asli Yunani 

sebab  kedua-duanya menulis anak  Hezron yaitu  Aram. Ram,  

bermakna tinggi atau ditinggikan yaitu  putra Hezron, ayah dari 

Aminadab, leluhur Daud; silsilah dan kisahnya dapat dijumpai dalam 

Rut 4:19 dan 1 Tawarikh 2:9-10.  


 

 

Mengapa LAI menerjemahkannya dengan Arni?  

LAI menerjemahkan Lukas 3:33 di atas dari naskah Nestle/K. Aland 

yang menulis: tou admin tou arni tou esrôm tou phares tou iouda.  

 

Jadi, yang benar yaitu  Aram untuk kedua ayat di atas, sesuai dengan 

naskah Yunani bahasa asli. 

 

7) Berapa nama silsilah Daud sampai dengan Yesus ?  

a. Lukas mencatat 43 nama dari Daud sampai dengan Yesus.  

b. Matius hanya mencatat 28 nama dari Daud sampai dengan Yesus.  

 

JAWAB : (Kategori: salah memahami konteks sejarah atau maksud 

penulis) 

 

Lihat tanggapan sebelumnya tentang silsilah dari Abraham 

hingga Daud. Dari Abraham sampai Daud, kedua daftar itu identik; 

garis dari Yehuda ke Daud didasarkan pada 1 Tawarikh 2:4-15 

(bandingkan dengan Rut 4:18-22). Matius 1:5 menambahkan 

keterangan bahwa ibu Boas yaitu  Rahab (Rahab dari Yerikho, zaman 

Yosua). Mulai dari Daud ke Yusuf, daftar itu bercabang, sebab  

Matius menapak garis melalui putra Daud, Salomo, ke urutan raja-raja 

Yehuda sampai kepada Yoyakhin (Yekhonya). sedang  Lukas 

menapak garis dari Natan, putra Daud dengan Batsyeba (1 Tawarikh 

3:5 menyebutnya Batsyua), dan bukan melalui garis keturunan raja-

raja.  


 

Jadi, wajar terjadi perbedaan dalam hal jumlah serta daftar 

nama, sebab  mulai dari Daud, garis keturunan ke Maria dan ke Yusuf 

melalui dua anak Daud yang berbeda yaitu Salomo dan Natan. Hal ini 

bukan kontradiksi. 

 

8) Siapakah kakek Yesus ?  

a. Yakub (Matius 1:6).  

b. Eli (Lukas 3:31).  

 

JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks ayat)  

Manusia normal memiliki satu ayah kandung dan satu ibu 

kandung. Masing-masing orang tua kandungnya pun memiliki satu 

ayah kandung dan satu ibu kandung, tentu saja manusia itu memiliki 

dua orang kakek yaitu kakek dari pihak ayah dan kakek dari pihak ibu. 

Yakub yaitu  orang tua Yusuf, ayah angkat Yesus Kristus sedang  

Eli yaitu  orang tua Maria, ibu Yesus. Jadi Yakub, kakek Yesus dari 

Yusuf sedang  Eli, kakek Yesus dari Maria. 

 

9) Siapakah Ayahnya Yusuf, suami Maria? Apakah Yakub (Matius 

1:16) Atau Eli? (Lukas 3:23)  

 

JAWAB : (Kategori: salah memahami penggunaan bahasa Ibrani)  

Jawaban pertanyaan ini mudah. Para ahli setuju bahwa Matius 

memberi  silsilah Yesus menurut garis keturunan Yusuf sedang  

Lukas menuliskan dari garis Maria, dengan kata lain, Yakub yaitu  

ayah dari Yusuf dan Eli yaitu  ayah dari Maria.  

Yesus anak Yusuf  'menurut anggapan orang' artinya 

menurut hukum yang berlaku  Yesus Kristus yaitu  anak Yusuf 

secara legal. Disamping itu pula orang menganggap Yesus yaitu  

anak Yusuf, sebab  mereka tidak percaya bahwa Yesus lahir dari 

benih wanita  tanpa dibuahi oleh benih manusia.  

berdasar  tradisi Ibrani, silsilah senantiasa ditulis menurut 

anak laki-laki dan Lukas menulis silsilah dari pihak Maria. Jadi Eli 

yaitu  ayah kandung Maria. Jika seandainya silsilah ini ditelusuri 

terus, ternyata Maria pun masih merupakan keturunan Daud.  

Dari mana Lukas mengetahui bahwa ayah Maria yaitu  Eli? 

Lukas menulis Kisah Para Rasul, jika  ada berita dalam Kisah Para 

Rasul dengan ungkapan ―kami‖ berarti berasal dari Lukas. Ternyata 

Lukas menyertai Paulus ke Yerusalem, bertemu dengan Maria, ibu 

Yesus, dan menulis Injil Lukas berdasar  penyelidikannya.  

 

Kisah Para Rasul 21:17-18  

"saat  kami tiba di Yerusalem, semua saudara menyambut kami 

dengan suka hati. Pada keesokan harinya pergilah Paulus bersama-

sama dengan kami mengunjungi Yakobus; semua penatua telah hadir 

di situ."  

Lukas 1:3  

"sebab  itu, sesudah  aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan 

seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk 

membukukannya dengan teratur bagimu."  

 

10) Siapakah anak Daud yang menurunkan Yesus ?  

a. Salomo (Matius 1:6).  


b. Natan (Lukas 3:31).  

 

JAWAB : (Kategori: salah memahami konteks historis) 

 

Lihat tanggapan sebelumnya bahwa Yusuf, ayah angkat Yesus 

berasal dari keturunan Salomo, sedang  Maria, ibu Yesus Kristus 

berasal dari Natan. Baik Yusuf maupun Maria berasal dari keturunan 

Daud. Yesus disebut anak Yusuf menurut Hukum Yahudi, sebab 

Yusuf yaitu  "ayah" Yesus sebab  perkawinannya dengan Maria. 

Yusuf mengadopsi Yesus sebagai anaknya sendiri sehingga memberi-

Nya hak secara hukum meneruskan nama bapak-Nya.  

 

"Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus 

yang disebut Kristus." (Matius 1:16) 

Secara hukum Yahudi -- bukan secara darah-daging -- Yusuf 

yaitu  ayah dari Yesus Kristus. Ayat di atas pun tidak menulis bahwa 

Yusuf "memperanakkan" Yesus, namun  menekankan bahwa Maria 

yang melahirkan Yesus Kristus. 

Jadi, jika dilihat dari garis keturunan Maria, anak Daud yang 

menurunkan Yesus yaitu  Natan, dan jika dilihat dari garis keturunan 

Yusuf, maka anak Daud yang menurunkan Yesus yaitu  Salomo. 

Keduanya benar, tidak ada yang kontradiksi.  

 

11) Yesus anak Yusuf, berarti darah daging Yusuf?  

LUKAS 3:23-38 VS MATIUS 1:18.  

Dalam Lukas, silsilah Yesus TERTULIS: "Yesus yaitu  anak 

Yusuf,...(berarti darah daging Yusuf)", namun  dalam Matius: "Maria 


 

mengandung Yesus sebelum bersetubuh dengan Yusuf (berarti Yesus 

bukan darah daging Yusuf)". (bertentangan prinsip).  

 

JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks ayat)  

 

Yesus Kristus yaitu  anak Yusuf secara legal (Matius 1:16, 

Lukas 3:23), bahkan secara legal pula sebagai anak Daud, anak 

Abraham (Matius 1:1). Di samping itu Yesus Kristus yaitu  anak 

Maria secara biologis yang melahirkan-Nya (Matius 1:16, 21, 25; 

Lukas 2:7) dan berasal dari Roh Kudus berdasar  Alkitab.  

 

Matius 1:18,  

"Kelahiran Yesus Kristus yaitu  seperti berikut: Pada waktu Maria, 

ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari 

Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri."  

Alkitab dengan tegas menulis bahwa Yesus Kristus dikandung 

dari Roh Kudus berdasar  ayat di atas, demikian pula sebagaimana 

ditulis di dalam ayat 20 dan Lukas 1:35.  

Jadi, Yesus bukan darah daging atau anak kandung Yusuf, 

sebab  Yesus yaitu  anak Maria secara biologis. 

 

12) Dalam Lukas 3:23 teks kuno (antara lain: KJV & DRB) TIDAK 

ada  kalimat "menurut anggapan orang"! Ini berbeda dengan 

Lukas 3:23 dalam Alkitab LAI TB. 

 

JAWAB : (Kategori: salah dalam penggunaan naskah acuan) 

 


 24 

Lukas 3:23  

LAI TB, saat  Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira 

tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia yaitu  anak Yusuf, 

anak Eli,  

KJV, And Jesus himself began to be about thirty years of age, being 

(as was supposed) the son of Joseph, which was the son of Heli,  

DRB, And Jesus himself was beginning about the age of thirty years: 

being (as it was supposed) the son of Joseph, who was of Heli, who 

was of Mathat, 

Naskah Yunani Textus Receptus (TR), θαη απηνο ελ ν ηεζνπο ωζεη 

εηωλ ηξηαθνληα αξρνκελνο ωλ ως ενομιζετο πηνο ηωζεθ ηνπ ειη  

TR Transliterasi, kai autos ên ho iêsous hôsei etôn triakonta 

archomenos hôn hôs enomizeto huios iôsêph tou êli  

Baik naskah DRB maupun KJV dan naskah lainnya seperti 

dikutip di atas semuanya memuat ungkapan 'ωο ελνκηδεην - HÔS 

ENOMIZETO', "seperti anggapan orang". 

 

13) saat  Yesus bertemu Yairus, apakah anak wanita  Yairus 

sudah mati?  

a. Ya! Sudah mati! (Matius 9:18)  

b. Belum mati! Masih sakit dan hampir! (Markus 5: 23).  

 

JAWAB : (Kategori : salah memahami makna kata dalam bahasa asli)  

 

Matius 9:18,  

"Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah 

seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: 



"Anakku wanita  baru saja meninggal (Yunani: arti eteleutêsen), 

namun  datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan 

hidup."  

Markus 5:23,  

"dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku wanita  

sedang sakit, hampir mati (eskhathôs ekhei), datanglah kiranya dan 

letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup."  

Kedua ayat di atas tidak bertentangan hanya kurang tepat 

penerjemahannya. Ungkapan Yunani arti eteleutêsan (Matius), 

eskhathôs ekhei (Markus) dan apethnêsken (Lukas 8:42) yaitu  

ungkapan bahwa kematian itu sudah di ambang pintu.  

Kata saja dari kata Yunani arti (dalam Matius) menandakan 

waktu yang akan datang (kemudian) dan dekat dengan saat berbicara, 

berbeda dengan kata êdê, waktu sekarang yang subyektif (anggapan 

atau pengharapan) dan dengan kata nun-nun yang benar-benar 

merupakan titik definitif saat ini.  

Perhatikan juga ayat-ayat berikut: 

Galatia 4:20,  

"Betapa rinduku untuk berada di antara kamu pada saat ini (arti) dan 

dapat berbicara dengan suara yang lain, sebab  aku telah habis akal 

menghadapi kamu."  

1 Petrus 1:6,  

"Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang (arti) ini kamu 

sesaat  harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan."  

Wahyu 12:10,  

"Dan aku mendengar suara yang nyaring di surga berkata: ‘Sekarang 

(arti) telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, 


 26 

dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, sebab  telah dilemparkan ke 

bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang 

dan malam di hadapan Allah kita.'"  

Kata arti dalam tiga contoh ayat di atas jelas tidak dapat 

diterjemahkan dengan baru saja dan dapat menjelaskan makna kata 

Yunani itu. Kemudian kata eteleutêsan dari kata teleutaô memang 

secara literal bermakna mati namun secara kontekstual belum tentu 

mati, misalnya:  

"sebab  iman maka Yusuf menjelang matinya memberitakan tentang 

keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang-

belulangnya." (Ibrani 11:22) 

 

Salinan naskah Yunani untuk kalimat pertama, 'pistei {iman} 

iôsêph {Yusuf} teleutôn {mati} peri {tentang} tês exodou {keluar} 

tôn huiôn {anak-anak} israêl {Israel} emnêmoneusen 

{memberitakan}'.  

Jelas Yusuf belum mati saat menyampaikan berita itu, kata 

menjelang tidak ada dalam naskah Yunani namun orang Yunani yang 

membaca ayat ini tahu bahwa secara konseptual makna teleutôn itu 

yaitu  menjelang kematian.  

Lukas, sang tabib, lebih luwes memakai  kata teleutaô itu 

sebab  dalam Lukas 7:2 ia menulis êmellen teleutan, akan mati (LAI 

hampir mati) sedang  Matius memakai  kata teleutaô dengan 

arti eteleutêsan yang membingungkan pembaca non-Yunani namun  

tidak bagi orang Yunani.  

Akhirnya, barangkali kita pernah mendengar cetusan perkataan 

seperti ini, "Matilah aku kali ini!" yang disampaikan oleh mereka yang 

stress. Apakah orang itu benar-benar mati? Jadi, tidak ada yang 

komtradiksi.  

 

14) Bolehkah membawa tongkat dan kasut dalam perjalanan ?  

a. Ya, boleh ! (Markus 6: 7-9).  

b. Tidak, tidak boleh!! (Matius 10: 9-10, Lukas 9:1-3).  

 

JAWAB : (Kategori : salah memahami makna kata dalam bahasa asli)  

Markus 6:8,  

"dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam 

perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, 

uang dalam ikat pinggangpun jangan, boleh memakai alas kaki, namun  

jangan memakai dua baju"  

Matius 10:9-10,  

"Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat 

pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, 

janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab 

seorang pekerja patut mendapat upahnya."  

Lukas 9:3,  

"kata-Nya kepada mereka: 'Jangan membawa apa-apa dalam 

perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau 

dua helai baju."  

Tidak ditemukan adanya varian tekstual dalam manuskrip-

manuskrip Yunaninya yang mungkin bisa mengakibatkan perbedaan 

ini. Kata "membawa" dalam Markus 6:8 dan Lukas 9:3 yaitu  "airo". 

Dalam Matius 10:9, asal kata "membawa" yaitu  "ktaomai".  


Markus mencatat bahwa Yesus mengizinkan para murid untuk 

membawa tongkat sedang  Matius dan Lukas mengatakan Dia 

melarangnya. Ini memicu  golongan errantis (golongan yang 

mengatakan Alkitab mengandung kesalahan) berkata, "Saya tidak tahu 

caranya untuk mengharmoniskan ketidaksesuaian ini. Kesimpulan 

yang wajar saya pikir ialah bahwa laporan-laporan itu tidak sesuai dan 

sedikitnya satu dari Injil itu keliru."  

Menyatukan laporan-laporan itu, Yesus mengizinkan para 

murid membawa tongkat yang sudah mereka punyai (Markus). namun  

mereka jangan mengambil tongkat jika  mereka tidak memiliki nya 

atau bisa berjalan baik tanpa tongkat (Lukas). Yang ditekankan ialah 

jangan membeli atau mencari tongkat (Matius memakai kata kerja 

ktêsêsthe dari ktaomai memiliki, menyediakan; berlainan dengan 

Markus dan Lukas, airôsin dari kata airô artinya mendapatkan). Ide 

pokoknya dari perintah Yesus sudah jelas: jangan menyediakan apa-

apa untuk misi ini.  

Jadi Matius mengklarifikasikan perintah ini dengan 

menuliskan bahwa para murid diperintahkan untuk tidak membawa 

apa pun lagi selain apa yang sudah mereka miliki. Bagaimanapun, tiap 

ayat berkata kata  agar para murid pergi sebagaimana mereka adanya, 

tanpa membawa perbekalan apa pun. Hanya bersandar kepada Allah. 

 

15) Kesaksian Yesus tentang dirinya, benar atau tidak benar?  

a. Tidak benar (Yohanes 5: 31).  

b. Benar (Yohanes 8:14).  

 

JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks historis )  

Yohanes 5:31-32  

jika  Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu 

tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, 

bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku yaitu  benar.  

Versus :  

Yohanes 8:14-19  

8:14 Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Biarpun Aku bersaksi 

tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku 

tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. namun  kamu 

tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi.  

8:15 Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak 

menghakimi seorang pun,  

8:16 dan jijika  Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, 

sebab Aku tidak seorang diri, namun  Aku bersama dengan Dia yang 

mengutus Aku.  

8:17 Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua 

orang yaitu  sah;  

8:18 Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, 

yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku."  

8:19 Maka kata mereka kepada-Nya: "Di manakah Bapa-Mu?" Jawab 

Yesus: "Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jijika  

sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku.  

 

Dalam Yohanes 5:31 Yesus menjawab tuduhan para lawan-

Nya yang menuntut, "Bukti apakah yang dapat Engkau ajukan, bahwa 

pernyataan-Mu benar?" Yesus mengemukakan prinsip-prinsip 

universal, yaitu bahwa bukti yang dikemukakan hanya oleh satu orang 

dan tak didukung oleh apa-apa yang lain tidak dapat dianggap sebagai 

bukti yang benar. Jadi harus ada paling sedikit dua saksi.  

Bandingkan dengan ayat berikut ini:  

HUKUM DWIGANDA SAKSI:  

"Atas keterangan dua atau tiga orang saksi haruslah mati dibunuh 

orang yang dihukum mati; atas keterangan satu orang saksi saja 

janganlah ia dihukum mati." (Ulangan 17:6) 

"Satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai 

perkara kesalahan apapun atau dosa apapun yang mungkin 

dilakukannya; baru atas keterangan dua atau tiga orang saksi 

perkara itu tidak disangsikan." (Ulangan 19:15) 

Paulus pernah pula mengemukakan hal ini dalam ayat di 

bawah ini: 2 Korintus 13:1  

"Ini yaitu  untuk ketiga kalinya aku datang kepada kamu: Baru 

dengan keterangan dua atau tiga orang saksi suatu perkara sah."  

Yesus pun mengatakan bahwa jika orang Kristen mengajukan 

tuduhan terhadap sesamanya, ia harus membawa beberapa orang 

saksi.  

"Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang 

lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu 

tidak disangsikan." (Matius 18:16)  

Jawaban Yesus terhadap lawan-Nya sepenuhnya mengikuti 

hukum Yahudi yang berkenaan dengan penguatan bukti atas tuduhan. 

Jadi Yesus pun setuju bahwa kesaksian yang dibuat-Nya tentang diri-

Nya sendiri tidak perlu dibenarkan. Yesus menceritakan pekerjaan-

Nya itu bukan untuk menonjolkan diri-Nya sendiri melainkan untuk 


menonjolkan kuasa Allah yang bekerja di dalam dan melalui diri-Nya. 

Saksi agung Yesus yaitu  Allah sendiri.  

Berbeda - bukan bertentangan - dengan Yohanes 8:14, 

Yesus menjawab jawaban Dia sendiri yaitu  cukup. Dia menyadari 

benar kuasa-Nya sendiri, sehingga tidak perlu ada saksi lain. Dan 

sebenarnya Yesus memiliki saksi, saksi yang justru dipermasalahkan 

oleh orang-orang Farisi : " Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku 

sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku" 

(Yohanes 8:18). Bukankah Sang Bapa sendiri telah bersaksi tentang 

Anak-Nya dengan suara lantang dari langit sesaat sesudah  Yesus 

dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, : "Engkaulah Anak-Ku yang 

Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan" (Lukas 3:22). 

Bahwa Yesus menjawab mereka, "Biarpun Aku bersaksi 

tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar". Ini dikatakan 

sebab  Dia tidak berbohong. Dia yaitu  Mesias yang tidak berdosa 

yang datang dari Allah. Dengan demikian semua perkataan-Nya 

yaitu  benar dan dapat dipercaya sepenuhnya.  

Kesaksian Yesus tentang diri-Nya ini bukanlah kebanggaan 

yang timbul dari kepercayaan atas diri sendiri. Suatu ilustrasi yang 

dapat membantu misalnya seorang ahli bedah yang pintar yakin atas 

ketetapannya sendiri; dia tidak membutuhkan orang lain untuk 

mendukung dia, saksinya yaitu  ketrampilannya sendiri. Seorang ahli 

hukum atau hakim yang besar yakin atas interpretasi dan penerapan 

hukum, bukan sebab  dia bangga akan pengetahuannya, namun  

disebabkan oleh dia tahu bahwa dia tahu. Demikian pula halnya 

dengan Yesus, Dia tidak membutuhkan kuasa lain untuk mendukung 

tuntutan-Nya kecuali hubungan-Nya dengan Allah.  


Yesus berkata dalam kenyataan sesungguhnya bahwa Dia 

telah memiliki  saksi kedua, dan saksi kedua itu yaitu  Allah 

yang Ia sebut Bapa. Allah memberi kesaksian atas otoritas yang 

tertinggi dari Yesus dapat dilihat dalam berbagai hal di bawah ini:  

1. Kesaksian Allah ada dalam kata-kata Yesus. Tidak ada seorang 

pun dapat berkata-kata dengan hikmat kecuali Allah memberi nya 

pengetahuan.  

2. Kesaksian Allah yaitu  perbuatan-perbuatan Yesus. Tidak ada 

seorang pun dapat berbuat perkara-perkara yang demikian, kecuali 

Allah bertindak melalui dia.  

3. Kesaksian Allah ada di dalam akibat tindakan Yesus pada 

manusia. Dia mengerjakan perubahan dalam diri manusia yang jelas 

tidak mungkin dapat dikerjakan oleh kuasa manusia.  

4. Kesaksian Allah nampak dalam reaksi orang terhadap Yesus.  

Jadi Yohanes 5:31 dapat diilustrasikan dengan kesaksian di 

pengadilan yang memerlukan saksi lain, sedang  Yohanes 8:14 

dapat diilustrasikan dengan kesaksian seorang dokter mengobati 

pasiennya, tanpa perlu didukung oleh saksi lain, dia dapat mengobati 

dengan keahliannya. 

 

16) Berapa jumlah orang buta yang bertemu Yesus di Yerikho?  

a. Dua orang buta (Matius 20:29-30).  

b. Hanya satu orang buta saja (Markus 10:46).  

 

JAWAB : Kategori : salah mengaitkan cerita yang satu dengan yang 

lainnya) 

Matius 20:29-30  



"Dan saat  Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, orang 

banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Ada dua orang buta (duo 

tuphloi) yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, 

lalu mereka berseru: 'Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!'"  

Markus 10:46,  

"Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan saat  

Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya 

dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis 

yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan."  

Naskah Yunani TR: kai erkhontai eis hierikhô kai ekporeuomenou 

autou apo hierikhô kai tôn mathêtôn autou kai okhlou hikanou huios 

timaiou bartimaios ho tuphlos ekathêto para tên hodon prosaitôn.  

 

Masih ada satu ayat lagi:  

Lukas 18:35,  

"Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta (tuphlos tis) 

yang duduk di pinggir jalan dan mengemis."  

 

Kisah di atas mencakup dua lokasi dan dua peristiwa berbeda 

sebab  ada dua kota Yerikho, yang pertama yaitu  kota tua Yerikho 

dan yang satu lagi yaitu  kota Yerikho yang dibangun oleh raja 

Herodes. Dua orang buta dalam Matius dijumpai oleh Yesus Kristus 

saat Dia keluar dari kota tua Yerikho dan saat Dia mendekati kota 

Yerikho yang satu lagi -- Lukas menulis eggizein dari eggizô, 

menghampiri, meraih, menjangkau, saat itulah Yesus Kristus 

menyembuhkan seorang lagi yang bernama Bartimeus.  


Yerikho yaitu  sebuah kota di lembah Yordan. Kira-kira 12 

kilometer sebelah utara laut Mati. Kota Yerikho dari PL yang disebut 

kota tua Yerikho ditempatkan pada bukit puing-puing Tell Es-Sultan. 

Herodes Agung membangun sebuah Yerikho baru sebagai tempat 

tinggalnya di musim dingin (sekarang Tulul Abu El-'alayik) di sebelah 

barat-daya kota yang tua, pada tempat keluarnya wadi Kilt.  

Tidak ada kontradiksi. Matius 20:29-30 menjelaskan masalah 

ini; begitu Yesus meninggalkan Yerikho memang ada dua orang buta 

yang duduk di pinggir jalan. Jika memang ada dua, maka paling tidak 

memang ada satu yang bisa diceritakan. Satu yang paling difokuskan 

oleh dua ayat lainnya yaitu  yang bernama Bartimeus. Keduanya 

berteriak (Matius 20:29-30). namun , Markus dan Lukas hanya 

berfokus pada si Bartimeus, mungkin sebab  dialah yang berteriak 

paling kuat dan paling bertekad kuat untuk disembuhkan, tekad ini 

sangat penting diperhatikan sebab  Allah mau supaya kita gigih 

menyampaikan kebutuhan kita kepada-Nya. 

 

17) Di mana Yesus menemui orang kerasukan setan ?  

a. Di Gadara (Matius 8:28)  

b. Di Gerasa (Markus 5:1-2).  

 

JAWAB : (Kategori : salah memahami makna kata dalam bahasa asli) 

 

Matius 8:28,  

Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari 

pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka 

sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui 

jalan itu.  


Markus 5:1-2  

Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. 

Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan 

roh jahat dari pekuburan menemui Dia  

Apa perbedaan Gadara dan Gerasa?  

Gerasa yaitu  sebuah kota,  

Gadara yaitu  sebuah propinsi.  

Maka, Gerasa ada  di Propinsi Gadara. Jadi, keduanya benar. 

 

18) Berapa jumlah orang kerasukan setan yang ditemui Yesus ?  

a. Ada 2 orang (Matius 8:28)  

b. Hanya 1 orang saja (Markus 5: 1-2).  

 

JAWAB: (Kategori: salah memahami isi cerita atau maksud penulis) 

Dua orang (Matius 8:28) - "Setibanya di seberang, yaitu di daerah 

orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan 

setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak 

seorangpun yang berani melalui jalan itu."  

Satu orang (Markus 5:1-2) - "Lalu sampailah mereka di seberang 

danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, 

datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui 

Dia."  

Satu orang (Lukas 8:26-27) - "Lalu mendaratlah Yesus dan murid-

murid-Nya di tanah orang Gerasa yang terletak di seberang Galilea. 

sesudah  Yesus naik ke darat, datanglah seorang laki-laki dari kota itu 

menemui Dia; orang itu dirasuki oleh setan-setan dan sudah lama ia 


tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah, namun  dalam 

pekuburan."  

Kontradiksi hanya terjadi jika suatu pernyataan mengakibatkan 

pernyataan lain yang terkait menjadi mustahil. Jika Markus atau Lukas 

mengatakan bahwa hanya ada satu orang yang kerasukan setan 

yang menemui Yesus sementara Matius mengatakan bahwa ada dua 

yang datang, maka terjadilah kontradiksi. namun , jika memang 

ada  dua orang kerasukan setan, maka berarti paling tidak memang 

ada satu orang untuk diceritakan. sebab nya, tidak ada kontradiksi di 

sini.  

Faktanya sederhana saja yaitu Matius menyebutkan kedua-

duanya sementara Markus dan Lukas hanya menyebutkan salah satu 

dari mereka. Mungkin sekali waktu itu memang ada 2 orang yang 

kerasukan setan, namun  yang satu lebih parah keadaannya yaitu 

seorang yang dirasuki oleh "legion" (pasukan setan) sehingga Markus 

dan Lukas hanya menyoroti yang satu itu. 

 

19) Apa yang diucapkan Yudas di hadapan Yesus ?  

a. Salam Rabi (Matius 26: 49).  

b. Rabi (Markus 14: 45),  

c. Yudas tidak mengucapkan apa-apa atau diam (Lukas 22:47).  

 

JAWAB : (Kategori: salah memahami isi cerita atau maksud penulis) 

 

"Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: 'Salam Rabi 

(Yunani: khaire rhabbi),' lalu mencium Dia." (Matius 26:49) 



"Dan saat  ia sampai di situ ia segera maju mendapatkan Yesus dan 

berkata: 'Rabi (rhabbi rhabbi),' lalu mencium Dia." (Markus 14:45) 

"Waktu Yesus masih berbicara datanglah serombongan orang, sedang 

murid-Nya yang bernama Yudas, seorang dari kedua belas murid itu, 

berjalan di depan mereka. Yudas mendekati Yesus untuk mencium-

Nya." (Lukas 22:47) 

Ketiga ayat ini sama sekali tidak bertentangan sebab  ketiga-

tiganya menceritakan bahwa Yudas Iskariot pergi kepada Yesus 

Kristus dan mencium-Nya. Lukas 22:47 tidak menulis bahwa Yudas 

tidak mengucapkan apa-apa sebab  yang mendengar perkataan Yudas 

saat itu tentulah Yesus Kristus. Suatu peristiwa yang diceritakan oleh 

tiga penulis, jika cerita itu persis sama, tentu tidak diperlukan tiga 

tulisan berbeda. Berbeda tidak harus berarti bertentangan, masing-

masing penulis memiliki tujuan tersendiri dalam mengungkapkan isi 

tulisannya. 

 

20) saat  Yesus berjalan di atas air, bagaimana respon para murid-

Nya ?  

a. Mereka menyembah Yesus (Matius 14:33).  

b. Mereka tercengang dan bingung (Markus 6:51-52).  

 

JAWAB : (Kategori: salah memahami isi cerita atau maksud penulis) 

 

"Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: 

'Sesungguhnya Engkau Anak Allah.'"  

TR Transliterasi: hoi de en tô ploiô elthontes prosekunêsan autô 

legontes alêthhôs theou huios ei (Matius 14:33) 



"Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. 

Mereka sangat tercengang dan bingung (ethaumazon), sebab sesudah 

peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap 

degil." (Markus 6:51-52) 

 

Tidak ada nya penyembahan dan pengakuan bahwa 

"Engkau Anak Allah" dalam Matius tidak berarti bahwa peristiwa itu 

tidak terjadi. Ungkapan bingung dalam Markus itu tidak tepat sebab  

kata Yunani ethaumazon dari thaumazô lebih bermakna heran (Matius 

8:27, 9:23, 15:31, dan lain-lain). Penyembahan dan pengakuan itu 

justru terjadi sebab  para murid merasa heran dan takjub.  

Bandingkan dengan pengakuan para murid dalam Matius 8:27, 

"Dan heranlah (ethaumasan dari thaumazô) orang-orang itu, katanya: 

'Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-

Nya?'"  

Suatu peristiwa yang diceritakan oleh beberapa penulis, jika 

cerita itu persis sama, tentu tidak diperlukan tulisan berbeda. Berbeda 

tidak harus berarti bertentangan, masing-masing penulis memiliki 

tujuan tersendiri dalam mengungkapkan isi tulisannya. 

 

21) Jam berapa Yesus disalibkan ?  

a. Jam sembilan (Markus 15:25).  

b. Jam 12 Yesus belum disalibkan (Yohanes 19:14).  

 

JAWAB : (Kategori: salah memahami isi cerita atau maksud penulis) 

 

"Hari jam sembilan saat  Ia disalibkan."  



TR Transliterasi: ên de hôra tritê kai estaurôsan auton (Markus 

15:25) 

"Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata 

Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: 'Inilah rajamu!'"  

TR Transliterasi: ên de paraskeuê tou paskha hôra de hôsei hektê kai 

legei tois ioudaiois ide ho basileus humôn (Yohanes 19:14) 

Jam, Yunani hôra, yaitu  pembagian hari atas satuan-satuan 

waktu; jumlahnya dua belas dari terbitnya sampai terbenamnya 

matahari, namun  lamanya berubah-ubah sesuai dengan musim, dan 

dapat diperpendek atau diperpanjang sekitar 11 menit.  

Orang Yahudi kuno membagi malam menjadi tiga bagian yang 

masing-masing terdiri atas empat jam. Jam pertama (ROSY 

'ASYMURÕT, jam-kepala, Ratapan 2:19), jam kedua (ROSY 

HA'ASYMURÕT HATIKÕNAH, jam-tengah, Hakim-hakim 7:19), 

dan jam ketiga (BA'ASYMURÕT HAVOQER, jam-pagi, Keluaran 

14:24).  

 

Di era Yesus Kristus, mereka membagi malam menjadi empat 

bagian yang masing-masing terdiri atas tiga jam :  

- Jam pertama disebut malam mulai dari jam 18:00 hingga jam 21:00.  

- Jam kedua disebut tengah malam mulai dari jam 21:00 hingga jam 

24:00.  

- Jam ketiga disebut kokok ayam mulai jam 00:00 hingga jam 03:00.  

- Jam keempat disebut pagi mulai jam 03:00 hingga jam 06:00.  

 

Demikian kita baca dalam Matius 14:25, "Kira-kira jam tiga 

malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air." Teks 



Yunani menulis tetartê phulakê tês nuktos, "jam (ronda) keempat 

malam" yakni antara jam 03:00 dini hari hingga jam 06:00 pagi.  

Pembagian waktu siang pun tidak berbeda.  

Jam pertama mulai dari jam 06:00 hingga jam 09:00,  

jam kedua mulai jam 09:00 hingga jam 12:00,  

jam ketiga mulai jam 12:00 hingga jam 15:00 dan  

jam keempat mulai jam 15:00 hingga jam 18:00.  

 

Ada berbagai perhitungan, ada yang dimulai dari pagi hari. 

Jam pertama, pagi-pagi, jatuh pada pukul 06:00, lalu dihitung jam 

ketiga (atau pukul 09:00), jam keenam (atau tengah hari), jam 

kesembilan (atau pukul 15:00), akhirnya petang. Dalam PB masih 

disebut juga jam ketujuh (atau jam 13:00), jam kesepuluh (atau jam 

16:00) dan jam kesebelas (atau jam 17:00).  

Contoh yang paling jelas yaitu  perumpamaan tentang orang-

orang upahan di kebun anggur (Matius 20:1-16). Jam sembilan pagi 

(Yunani: tritên hôran, jam ketiga) ia mencari pekerja, jam dua belas 

(Yunani: hektên, jam keenam) dan jam tiga petang (Yunani: hennatên 

hôran, jam kesembilan) ia keluar lagi. Jam lima petang (Yunani: 

hendekatên hôran, jam kesebelas) ia keluar untuk terakhir kalinya.  

Matius, Markus, dan Lukas memakai  perhitungan 

Yahudi ini sedang  Yohanes memakai  perhitungan yang 

berbeda (cara Romawi).  

Ada beberapa ayat dalam Injil Yohanes yang mencatat jam: 

murid-murid-Nya datang dan melihat di mana Dia tinggal, jam 

kesepuluh (hôra ên hôs dekatê, Yohanes 1:39), Yesus duduk di sumur 

Yakub saat bertemu dengan wanita Samaria, kira-kira jam keenam 



(hôra ên hôsei hektê, Yohanes 4:6); kesembuhan anak pegawai di 

Kapernaum, jam ketujuh (hôran hebdomên, Yohanes 4:52) dan jam 

keenam seperti dalam Yohanes 19:14 di atas.  

Kebiasaan menimba air di tanah Palestina dilakukan pada pagi 

dan sore hari, tidak pernah dilakukan tengah hari, jam dua belas 

seperti kisah wanita Samaria. Jelas bahwa Yesus Kristus duduk di 

sumur Yakub pada jam enam sore waktu Romawi, bukan jam dua 

belas seperti yang diterjemahkan Alkitab LAI.  

 

Alkitab KJV Yohanes 4:6 

Now Jacob's well was there. Jesus therefore, being wearied with his 

journey, sat thus on the well: and it was about the sixth hour. 

Dengan demikian akan kita peroleh bahwa murid-murid Yesus 

datang dan melihat di mana Dia tinggal yaitu  jam sepuluh bukan jam 

empat sore sebagaimana diterjemahkan dalam Alkitab LAI. Yohanes 

tidak memakai  perhitungan jam ala Yahudi melainkan ala 

Romawi. Yohanes tidak pernah lupa saat pertama ia bertemu dengan 

Yesus Kristus.  

 

Yohanes menulis jam keenam (hektê) bermakna benar-benar 

jam 6 pagi menurut perhitungan Romawi saat Pilatus memberi 

keputusan terakhir dan Yesus Kristus belum disalib. Markus menulis 

jam ketiga (tritê atau jam sembilan pagi menurut perhitungan 

Romawi, saat Yesus Kristus mulai disalibkan. Kedua ayat di atas sama 

sekali tidak bertentangan. Jika diselidiki lebih lanjut Injil Yohanes, 

maka orang akan mengetahui bahwa Injil itu ditujukan kepada 



pembaca Romawi dan Yunani, oleh sebab  itu Yohanes 

memakai  perhitungan waktu Romawi.  

Bukti lebih lanjut bahwa Yohanes memakai  perhitungan 

waktu Romawi dapat dikaji dalam Yohanes 20:19, "saat  hari sudah 

malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid 

Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci sebab  

mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah 

Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: 'Damai 

sejahtera bagi kamu!'"  

berdasar  perhitungan Romawi, hari dimaksud yaitu  

Minggu malam. Teks Yunani menulis 'housês {yaitu } oun {oleh 

sebab  itu} opsias {malam} tê hêmera {hari} ekeinê {yang sama} tê 

mia {pertama} tôn sabbatôn {minggu/ week (inggris)}, atau "hari 

yang sama di waktu malam pada hari pertama minggu (week) itu". 

Yesus Kristus bangkit pada hari Minggu dan malam harinya Dia 

menampakkan diri kepada para murid. 

 Jadi, Yesus disalibkan jam 9 pagi. Ayat Yohanes 19:14, 

seharusnya LAI menulis ―jam keenam‖ yaitu jam 6 pagi, waktu itu 

Yesus belum disalib. 

 

22) Yesus membawa damai dan keselamatan atau onar ?  

a. Yesus menyelamatkan dunia (Matius 5:9, Yohanes 3:17, Yohanes 

10:34-36).  

b. Yesus membawa onar, pedang dan kekacauan keluarga (Matius 10: 

34-36).  

 

JAWAB : (Kategori : salah memahami makna kata dalam bahasa asli) 

 


"Berbahagialah orang yang membawa damai, sebab  mereka akan 

disebut anak-anak Allah."  

TR Transliterasi: makarioi hoi eirênopoioi hoti autoi huioi theou 

klêthêsontai (Matius 5:9) 

"Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk 

menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia."  

TR Transliterasi: ou gar apesteilen ho theos ton huion autou eis ton 

kosmon hina krinê ton kosmon all hina sôthê ho kosmos di autou 

(Yohanes 3:17) 

"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai 

di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan 

pedang."  

TR Transliterasi: mê nomisête hoti êlthon balein eirênên epi tên gên 

ouk êlthon balein eirênên alla makhairan (Matius 10:34) 

 

Yohanes mempertentangkan antara menghakimi (krinô) 

dengan menyelamatkan (sôzô) dunia. sedang  Matius 

mempertentangkan antara damai (eirênê) dengan pedang (macaira-

makhaira), kedua ayat ini membicarakan pokok yang berbeda, 

berbeda tidak bermakna bertentangan. Putih dan hitam dianggap 

bertentangan, namun  biru, kuning, hijau, merah, dan warna-warna 

selain putih dan hitam, bukanlah pertentangan (kontradiksi) melainkan 

perbedaan (variasi).  

Tidak ada pernyataan lain, dimana kejujuran Yesus Kristus 

yang sangat menggetarkan itu diungkapkan secara blak-blakan. Di 

dalam pernyataan ini Yesus mengungkapkan tuntutan kristiani yang 

paling tinggi dan yang paling tidak mengenal kompromi. Di situ 



Yesus memberitahu para pengikut-Nya akan hal-hal yang pasti 

mereka hadapi, sebab  mereka memang benar-benar menerima tugas 

menjadi para utusan.  

Yesus menyodorkan peperangan, dan di dalam peperangan 

atau pertentangan itu sangat boleh jadi bahwa lawan dari murid Yesus 

yaitu  justru orang-orang yang sangat dekat, yaitu seisi rumah mereka 

sendiri.  

Seperti biasanya, maka di dalam menyodorkan hal perang atau 

pertentangan ini, Yesus pun memakai bahasa yang sudah biasa dipakai 

oleh orang-orang Yahudi. Orang-orang Yahudi percaya, bahwa salah 

satu peristiwa yang akan terjadi pada Hari Tuhan kelak yaitu  adanya 

perpecahan di dalam keluarga-keluarga. Para rabi mengatakan, "Pada 

masa saat  Anak Daud datang, anak-anak wanita  melawan ibu 

mertuanya." "Anak laki-laki akan menghinakan bapanya, anak 

wanita  memberontak melawan ibunya, dan menantu wanita  

melawan ibu mertuanya, dan setiap orang bermusuhan melawan 

orang-orang yang ada di dalam rumahnya sendiri." Jadi Yesus seolah-

olah hendak mengatakan, "Akhir zaman yang engkau nanti-nantikan 

itu telah tiba; dan campur tangan Tuhan Allah di dalam sejarah ini 

ialah memecah-belah rumah tangga, kelompok serta keluarga menjadi 

dua golongan."  

jika  ada hal besar yang muncul, maka hal besar itu memang 

cenderung untuk membagi-bagi orang dalam kelompok-kelompok. 

Hal-hal besar seperti itu selalu memicu  adanya orang-orang 

yang berusaha untuk menjawab, atau menolak, atau bahkan menguji 

dan mengkajinya. Demikianlah juga dengan kehadiran Yesus. 

Pertemuan dengan Yesus akan memicu  setiap orang harus 



memilih antara menerima atau menolak-Nya. Dan dunia serta manusia 

di dalamnya selalu terbagi ke dalam dua golongan, yaitu golongan 

yang menerima Yesus dan golongan yang belum menerima-Nya. 

Namun hal yang paling pahit dalam hubungan ini ialah, bahwa 

permusuhan atau perlawanan itu justru terjadi di antara orang-orang 

yang ada dalam satu rumah tangga. Dapat terjadi bahwa ada orang 

yang sangat mengasihi istri dan keluarganya, sehingga ia menolak 

untuk melakukan hal-hal yang baru, pelayanan, panggilan berkorban 

dan lain-lain. Sebab penolakannya itu kebanyakan hanya dua, yaitu 

sebab  ia tidak ingin meninggalkan istri dan keluarganya, atau sebab  

ia takut bahwa istri dan keluarganya akan masuk ke dalam bahaya.  

Oliver Cromwell pernah meminta seorang bangsawan bernama 

Wharton di Inggris, untuk ikut berperang pada tahun 1649. Cromwell 

menduga bahwa Wharton lebih mengasihi istrinya ketimbang pergi 

perang. Maka dalam suratnya kepada W