Injil thomas

 



YESUS SEJARAH yang secara kontroversial diramaikan kembali oleh adanya Jesus

Seminar sangat berkaitan erat dengan apa yang disebut sebagai 'Injil Thomas.'  Injil

Thomas bukan saja dijadikan salah satu buaian Jesus Seminar, namun juga dijadikan

komoditi cerita-cerita fiksi sekitar kehidupan Yesus, seperti dapat kita lihat dalam film-film

fiksi-sains-alkitab seperti ‘Stigmata’ (Patricia Arquette) dan ‘The Body’ (Antonio Banderas).

Pada tahun 1945-1946 di Nag Hammadi sebuah kota di Mesir di tepi sungai Nil

dalam penggalian ditemukan perpustakaan kuno Gnostik Koptik. Dalam

perpustakaan itu dijumpai banyak sekali naskah kuno yang ditulis diatas papirus

dan dijilid dengan sampul kulit. Yang terkenal dari penemuan itu yaitu  'Injil

Thomas' yang ditemukan dalam versi terjemahan Yunani yang berserakan yang

diperkirakan ditulis pada tahun 150, dan terjemahan Koptik yang bernafaskan

Gnostik yang berisi kumpulan 114 'ucapan-ucapan rahasia dan perumpamaan

yang dianggap sebagai ucapan Yesus' (logion). Setengah dari isi Injil Thomas ada

dalam ke-empat Injil dan setengah lainnya baru. Tepatnya, 47 logion ada dalam

Injil Markus, 40 ada dalam Q, 17 ada pada Injil Matius, dan empat ada di Injil

Lukas, dan lima ada di Injil Yohanes.

KESIMPULAN JESUS SEMINAR

Yang menjadi masalah sekarang yaitu  apakah 'ucapan-ucapan' baru dalam Injil

Thomas itu merupakan hasil gereja atau memang yaitu  'ucapan asli' dari Yesus

sendiri mengingat bahwa Injil Thomas diperkirakan lebih tua dari ke empat Injil

oleh sebagian ahli. Jesus Seminar menyimpulkan bahwa sebab  dalam Injil

Thomas ada kalimat-kalimat pendek dan kurang adanya pandangan gereja, maka

dianggap Injil Thomas cukup tua sebelum gereja terbentuk, jadi lebih dekat pada

sumber oralnya, jadi kemungkinannya lebih asli. Demikian juga Crossan

berpendapat bahwa Ketiga Injil sudah memalsukan kata-kata ucapan Yesus.  Dan

Yesus dalam ketiga Injil merupakan tafsiran tentang Yesus dari kacamata Yahudi.

Yesus yang asli justru yang bersifat non-yahudi dan bersifat kafir. Ini sesuai

dengan gerakan dunia kafir masa itu.

John Dominic Crossan dan Jesus Seminar kemudian menyimpulkan bahwa Injil

Thomas ditulis sekitar AD-50 setidaknya 20 tahun sebelum Injil Markus yang

dianggap naskah tertua selama ini. Maka Injil Thomas yaitu  yang asli dan

dianggap 'Injil ke-lima.' Bila selama ini Injil Markus dianggap yang paling tua dan

menjadi sumber penulisan Injil Matius dan Lukas, maka sekarang mereka

memastikan bahwa 'Injil Thomas' lebih dekat dengan masa hidup Yesus sendiri

yang tentunya akan lebih asli. Itulah yang disimpulkan Jesus Seminar.

Berdasarkan kesimpulan-kesimpulan itulah maka Jesus Seminar mencoba untuk

menyusun gambaran mengenai Yesus Sejarah, yang tentu saja berbeda dengan

apa yang diajarkan dan disembah gereja selama ini. Sampai dimanakan

keabsahan Injil Thomas yang di-klaim Jesus Seminar sebagai 'Injil Ke-Lima' itu?

Injil Thomas yang ditemukan di Mesir memang kalah populer dengan penemuan

'The Dead Sea Scrolls' (1947). Tetapi sejak diterjemahkan dalam bahasa Inggeris

pada tahun 1957, Injil Thomas menarik perhatian para penyelidik dan Injil inilah

Page 1 of 6Okt2001

25/08/2012file://C:\Users\Damas Dwi A\AppData\Local\Temp\Framework\Injil Thomas_7D552...

yang dipopulerkan oleh Jesus Seminar. Seminar menganggap bahwa Injil ini

yaitu  produk yang lebih tua dari ke-empat Injil sehingga tentu lebih akurat sebab 

lebih dekat dengan hidup Yesus. Hal lain yang dikemukakan yaitu  bahwa

ucapan-ucapan Yesus dalam Injil Thomas lebih pendek dan sederhana sehingga

tentunya lebih asli di banding ke-empat Injil lainnya yang berbentuk cerita (narasi).

 

NAFAS GNOSTIK

Argumentasi demikian memang menarik, tetapi perlu disadari bahwa tulisan

pendek tidak selalu penunjukkan lebih tua dan asli sebab di banyak bagian lain

dalam kitab-kitab Injil juga banyak bagian yang lebih pendek dari ungkapan dalam

Injil Thomas. Kenyataan yang terlihat yaitu  bahwa Injil Thomas yaitu  produk

Gnostik, suatu aliran sempalan yang berkembang pada abad ke-II dan ke-III. Injil

Thomas ditemukan dalam pustaka Gnostik lainnya di Nag Hammadi. Mengenai

faham Gnostik dibalik kitab Injil Thomas, baiklah kita mendengarkan uraian tokoh

berbobot Graham Stanton dalam tulisannya berjudul 'Gospel Truth?' (1995,

hlm.27). 

Stanton bukanlah tokoh asing dalam studi Perjanjian Baru, sebab ia yaitu 

Profesor Studi Perjanjian Baru dari King's College, University of London sejak

tahun 1977. Dan pada periode tahun 1995/96 ia dipilih sebagai Presiden

Masyarakat Internasional Ahli Perjanjian Baru 'Studiorum Novi Testamenti

Societas.' Ia mengemukakan bahwa pandangan Gnostik mempercayai:

"dunia yaitu  tempat yang jahat diciptakan oleh Tuhan yang jahat, dan yang

berbeda dari Tuhan yang benar dan Esa. Pengikut Gnostik Kristen menganggap

diri mereka sebagai keturunan Tuhan yang esa itu, dan sebagai percikan ilahi

yang terkurung dalam dunia yang jahat ini. Kristus dikirim untuk mengingatkan

pengikut Gnostik mengenai hakekat diri mereka yang sebenarnya. Kristus

memberitakan rahasia (gnosis) pada para pengikut Gnostik agar mereka dapat

melepaskan diri dari dunia yang jahat ini dan kembali kepada Tuhan yang benar."

Dari terang faham demikian jelas letak ikatan Yesus dengan sejarah abad pertama

dan kematian dan kebangkitannya tidak mempunyai arti sama sekali. Sekalipun

Injil Thomas tidak secara explisit mengajarkan faham Gnostik, para ahli umumnya

sepakat bahwa Injil Thomas bernafas Gnostik. Bentley Layton, ahli karya Gnostik

mengemukakan bahwa nafas Injil Thomas mirip dengan buku Gnostik lain

bernama 'Hymn of The Pearl' dari sekolah Thomas yang lebih explisit

mengungkapkan nafas Gnostik, sehingga mereka yang telah membaca buku ini,

dengan mudah ia akan dapat mencerna nafas Gnostik dalam Injil Thomas.

Pada awal dan akhir Kitab-Kitab Injil identitas penulis terlihat jelas, demikian juga

dalam Injil Thomas awal dan akhir ucapan dan identitasnya menunjukkan dengan

jelas faham Gnostik. Sebagai contoh: "Ini yaitu  ucapan-ucapan rahasia yang

disampaikan Yesus yang hidup dan ditulis Didymus Judas Thomas. Dan ia

berkata: 'Siapa menemukan arti ucapan-ucapan ini tidak akan merasakan

mati'." (Logion 1)

Ucapan mengenai 'Yesus yang hidup', bagi pengikut Thomas yaitu  lambang

isoteris mengenai kata-kata Yesus yang lebih bermakna bagi pengikut Gnostik

sebagai kunci keselamatan daripada ajaran kematian dan kebangkitan Yesus. Di

bagian penutup, kata Thomas: "Simon Petrus berkata kepada mereka, "Maria

harus meninggalkan kita, sebab  wanita tidak layak akan kehidupan." Yesus

berkata: 'Lihat, aku akan menariknya menjadi pria sehingga ia bisa ikut menjadi

Page 2 of 6Okt2001

25/08/2012file://C:\Users\Damas Dwi A\AppData\Local\Temp\Framework\Injil Thomas_7D552...

roh hidup yang serupa kaum pria. sebab  setiap wanita yang menjadikan dirinya

pria akan masuk dalam kerajaan Allah'." (Logion 114)

Ayat demikian jelas menggambarkan nafas Gnostik, dimana memang wanita

dianggap lebih terpenjara jiwanya dan lebih rendah dari pria dan untuk menuju

keselamatan harus mengalami perubahan dari tubuh jasmani ke mahluk rohani

yang lebih tinggi derajatnya. Ayat berikut memberikan gambaran perbedaan

Gnostik Kristen dengan Kristen Alkitabiah.         "Murid-muridnya mengatakan

kepadanya: '24 nabi telah berbicara kepada Israel, dan semuanya berkata tentang

engkau.' Ia mengatakan kepada mereka: 'Kamu telah mengorbankan satu yang

hidup dan kamu mengatakan tentang mereka yang telah mati'." (Logion 52)

Kunci ayat di atas yaitu  angka 24. Dalam tradisi Yahudi Alkitab PL disebut

sebagai terdiri 24 buku. Dari terang itu ayat di atas justru terlihat bersifat menolak

'kekristenan yang  menganggap Yesus sebagai penggenap PL.' Penolakan akan

Alkitab Yahudi ini jelas mewarisi ajaran Marcion yang telah ditolak ajarannya yang

dianggap menyesatkan pada tahun AD-144. Sekalipun Marcion bukan pengikut

Gnostik, tetapi seperti para pengikut Gnostik, Tuhan Yesus dianggap bukan Tuhan

pencipta dalam Alkitab.

Sekarang bila nafas Gnostik dihilangkan, dapatkah ditemukan 'Injil Thomas' yang

asli? Dari ayat-ayat Injil Thomas yang parallel dengan Kitab-Kitab Injil diketahui

bahwa banyak di antaranya yang lebih pendek, ini disimpulkan bahwa naskah itu

mestinya lebih tua dari Injil kanonik. Lebih pendek tidak selalu harus berarti lebih

tua, sebab sekalipun Injil Markus dianggap tertua dan menjadi sumber Injil Matius,

banyak ayat-ayat parallel dalam Injil Matius yang lebih pendek dari yang ada di Injil

Markus. Kemungkinan Injil Thomas juga mengutip dari ke-4 kitab Injil dan

menyingkatnya.

Perumpamaan 'Domba yang Hilang'  (logion 107) lebih pendek dibandingkan

Matius 18:12-14 dan Lukas 15:3-7, dan dilepaskan dari semua konteksnya dan

didahului kata 'Yesus berkata'. Tidak ada petunjuk dalam Injil Thomas mengenai

artinya. Pada pandangan pertama ayat-ayat dalam Thomas itu seakan-akan tidak

ada hubungannya dengan Matius dan Lukas dan dianggap menunjukkan kata-

kata Yesus yang asli.

Namun, keadaannya tidak sesederhana itu. Dalam Thomas, kata-kata pembuka

dalam perumpamaan itu  menyamakan 'kerajaan' dengan gembala yang

kehilangan satu dari seratus dombanya. Kerajaan yaitu  dunia para pengikut

Gnostik dimana salah satunya hilang. Gembala mencarinya bukan sebab  hilang

tetapi sebab  domba itu 'besar'.

Motivasi yang sama bisa dilihat di banyak bagian Injil Thomas seperti:

"Nelayan yang bijak memilih ikan besar dari tangkapannya." (logion 8)

"Biji gandum menghasilkan tanaman besar ." (logion 20)

"Wanita membuat roti yang besar dari ragi." (logion 96)

Pengikut Gnostik menganggap diri mereka sebagai umat pilihan, minoritas elit,

bahkan ada ayat berbunyi: "Yesus berkata: 'Diberkatilah mereka yang tersendiri

dan superior, sebab  kamu akan menemukan kerajaan; sebab kamu berasal dari

situ dan kamu akan kembali ke situ'." (logion 49)

Page 3 of 6Okt2001

25/08/2012file://C:\Users\Damas Dwi A\AppData\Local\Temp\Framework\Injil Thomas_7D552...

Dalam versi Thomas mengenai Perumpamaan domba yang hilang, domba yang

besar mewakili pengikut Gnostik yang tersesat dari kerajaan dimana ia berasal.

Agar perumpamaan ini menjadi ajaran Gnostik, kemungkinan Thomas

mengutipnya dari Matius atau Lukas, menyingkatnya, dan melepaskannya dari

konteksnya semula.

UCAPAN-UCAPAN YESUS

Mereka yang membela ketidak bergantungan Thomas mengemukakan bahwa

dalam Thomas hampir tidak ada urutan ucapan Yesus seperti dalam Injil Sinoptik,

jadi  Thomas tidak memotong-motong ucapan Yesus seperti yang ada dalam Injil

sinoptik. Argumentasi demikian cukup kuat kalau memang tidak ada urutan dalam

Injil Thomas. Bila ada tanda-tanda pengelompokan ucapan-ucapan sesuai kata

kunci atau tema, maka Thomas mestinya mempunyai motivasi untuk

menghilangkan urutan ucapan-ucapan dalam Injil kanonik. Faktanya ada juga

hubungan antara ucapan-ucapan itu dalam Injil Thomas. Dan di beberapa tempat

disusun berdasarkan suatu logika sesuai pola pikir Gnostik. Christopher Tuckett

mengemukakan hal penting yaitu sebab  jelas bahwa Thomas telah merevisi

banyak ucapan Yesus tentunya urutannya juga bisa diubah secara radikal.

Sekarang yang perlu diamati yaitu  apakah ada jejak usaha Thomas dalam

membentuk dan meredaksi tulisannya itu. Bila ada, kelihatannya Thomas

mengambil bahan-bahan dari Keempat Injil dalam bentuknya yang akhir dan

bukan dari tradisi lisan. Ada petunjuk dalam Injil Thomas ke arah ini. Para

pendukung Injil Thomas menganggap bahwa petunjuk terakhir ini sedikit

jumlahnya dan memperkirakan petunjuk itu yaitu  tambahan kemudian yang

dimasukkan ke Injil Thomas. Mereka mengatakan bahwa  versi asli dari Thomas

dalam bahasa Yunani mengutip langsung ucapan Yesus, dan baru pada proses

penerjemahan ke bahasa Koptik maka beberapa petunjuk keempat Injil masuk.

Kenyataannya petunjuk itu cukup banyak sehingga mustahil hanya merupakan

masukan kemudian tanpa disengaja.

Sebagai contoh ada ayat yang berbunyi: "Tidak ada sesuatu yang tersembunyi

yang tidak akan dibukakan." (logion 5)

Ucapan ini ada  dalam versi Yunaninya yang diberi kode PQxy 1, yang mirip

dengan perubahan ucapan yang dilakukan dari Markus 4:22 ke Lukas 8:17.

Kelihatannya Thomas mengambil dari bahan Lukas sebelum diterjemahkan ke

bahasa Koptik. Petunjuk kuat lainnya yaitu  bahwa ucapan-ucapan Yesus dalam

Injil Thomas dapat ditemui pada keempat Injil, dan juga pada tradisi 'Q', 'M' dan 'L'.

Ini memberi petunjuk bahwa sekalipun mungkin Thomas mengambil dari beberapa

tradisi oral, tetapi tradisi itu sendiri bersumber pada ke-empat Injil juga. Mungkin

sekali bahwa Thomas mengutip dari harmoni keempat Injil yang awal sebelum

Tatian sesudah tahun AD-150 menyusun harmoni keempat Injil. Jadi kemungkinan

besar Injil Thomas disusun berdasarkan keempat Injil dan tradisi lisan yang tetap

beredar sekalipun keempat Injil sudah tersusun.

injil pengganti?

Injil Thomas tidak membuka jalan baru kearah penyelidikan Yesus Sejarah, sebab

yang ditemukan yaitu  copy dari terjemahan koptik yang berasal dari tahun AD-

350. Dan, sebab  ada perbedaan-perbedaan penggunaan kata-kata dan urutan

dari versi yunani dan koptiknya, text Thomas tidak terlalu tepat. Versi awal dalam

bahasa Yunani kelihatannya disusun sebelum akhir abad ke-II, sedang versi koptik

sudah jelas merupakan tulisan Gnostik. yaitu  mustahil menghilangkan ke-

Page 4 of 6Okt2001

25/08/2012file://C:\Users\Damas Dwi A\AppData\Local\Temp\Framework\Injil Thomas_7D552...

gnostikannya untuk memperoleh yang asli, sebab  itu tidaklah tepat menjadikan

Injil Thomas sebagai dasar merekonstruksikan ajaran Yesus. Sekitar setengah

dari isi Injil Thomas tidak memiliki acuan parallel dengan keempat Injil, berapa di

antaranya yang berasal dari masa Yesus?

Memang, Jesus Seminar berusaha untuk menempatkannya dekat dengan hidup

Yesus, tetapi faktanya dari yang setengah itu, hanya ada 5 logion saja yang oleh

mereka sendiri bisa dianggap asli sebagai ucapan Yesus, yaitu:

"Yesus berkata: 'Jadilah sebagai orang yang lewat saja'." (logion 42)

"Yesus berkata: 'Seseorang yang telah menjadi kaya harus memerintah. Dan

seseorang yang berkuasa harus  meninggalkannya'." (logion 81)

"Yesus berkata: 'Barangsiapa dekat dengan aku dekat dengan api, dan

barangsiapa jauh dari aku jauh dari kerajaan'." (logion 82)

"Kerajaan Bapa seperti wanita yang membawa sekeranjang makanan. Bila ia telah

berjalan jauh, pegangan keranjang itu putus dan makanannya terserak di jalan. Ia

tidak menyadari keadaan itu, ia meletakkan keranjang itu di bawah dan

menemukan isinya kosong." (logion 97)

"Yesus berkata: 'Kerajaan Bapa yaitu  seperti seorang pria yang ingin membunuh anggota

pengadilan. Di rumah ia menancapkan pisau itu ke tembok untuk mengetahui apakah

tangannya cukup kuat. Selanjutnya ia membunuh anggota pengadilan itu'." (logion 98)

Lalu bagaimana dengan sekitar setengah lainnya yang dapat ditemukan di ke-

empat Injil? Apakah versi Thomas lebih asli? Rekonstruksi dari salinan Yunani

non-Gnostik tidaklah mudah sekalipun kita hidup seratus tahun sesudah masa

hidup Yesus. Dalam usaha penyelidikan akan kebenaran sejarah, memang yang

disebut Injil Thomas tidak boleh diabaikan, tetapi rintangannya lebih berat

daripada dalam penyelidikan keempat Injil yang lebih banyak salinan-salinannya.

LALU BAGAIMANA?

Dari beberapa perbincangan sekitar Jesus Seminar dan Injil Thomas di atas kita

dapat melihat bahwa apa yang dihasilkan oleh Jesus Seminar terutama yang

dihubungkan dengan Injil Thomas merupakan rekaan yang belum terbukti

kebenarannya, sebab  itu menjadikan kitab Thomas sebagai Injil yang setara

dengan ke-empat Injil lainnya atau bahkan menjadikannya sebagai Injil ke-Lima

sudah jelas menyesatkan. Lebih lagi, menganggap Injil Thomas sebagai Injil yang

lebih asli, dan seperti kata Crossan bahwa keempat Injil lainnya sebagai tidak asli,

justru menunjukkan dengan jelas kemana arah misi Jesus Seminar. Lebih-lebih,

hasil angket Jesus Seminar sendiri menyebutkan bahwa dalam Injil Thomas hanya

ada 6 ayat dari 114 fasal yang dianggap sebagai ucapan Yesus yang asli.

Kita perlu sadar bahwa dalam penyusunan dan pengumpulan kitab-kitab Injil oleh

para Bapak Gereja, beberapa Rasul dan saksi mata masih hidup, sehingga

mereka tentu punya alasan kuat mana yang dapat disebut sebagai kitab Injil dan

mana yang tidak diakui sebagai kitab Injil. Teori-teori beberapa Ahli Perjanjian

Baru yang sedikit jumlahnya (beberapa puluh saja) tidak perlu membuat kita ragu,

lebih-lebih jauh lebih besar jumlahnya Ahli-Ahli Perjanjian Baru yang masih

menganggap ke-empat Injil Kanonik sebagai yang asli dan memandang Injil

Thomas hanya sebagai produk Gnostik abad ke-2, lebih-lebih adanya tokoh

seperti Graham Stanton, yang menjadi profesor Perjanjian Baru sejak tahun 1977

Page 5 of 6Okt2001

25/08/2012file://C:\Users\Damas Dwi A\AppData\Local\Temp\Framework\Injil Thomas_7D552...

di King's College, University of London dan menjadi Presiden 'Studiorum Novi

Testamenti Societas', dapatlah kita meng'amin'kan bahwa Iman Kristen masih

mempunyai ke-empat Injil kanonik sebagai dasar batu karang yang teguh, dan apa

yang diberitakannya mengenai Yesus Sejarah di dalamnya tidak perlu kita

ragukan kebenarannya.

Sudah duaratus tahun sejak abad ke XIX, kritik mengenai Yesus Sejarah telah

dilontarkan orang, tetapi menarik sekali bahwa sekalipun kritik-kritik itu dilontarkan

oleh teolog-teolog besar sekaliber Albert Schweitzer maupun Rudolf Bultmann,

Yesus Sejarah tetap eksis sampai saat ini seperti apa yang disebut dalam Alkitab.

Tepat apa yang dikatakan oleh Hans Kung dalam bukunya "The Incarnation of

God" (hlm.19) bahwa: "Debat Kristologi yang timbul sejak terbitnya zaman modern

belum juga terpecahkan."

Sejauh ini, baik teori kritik mutakhir dari John Dominic Crossan, John Spong,

Marcus Borg, Barbara Thiering, dan Michael Baigent et.al. dalam buku-buku

mereka belum menghasilkan kesimpulan yang seragam sekalipun mereka

memakai  istilah keren seperti scholars version, intelektual akademik, maupun

metodologi sejarah dan sosiologi yang bersifat ilmiah. sebab  itu selama belum

ada pendapat yang satu dan seragam sebagai alternatif laporan Alkitab dengan

bukti yang nyata, baiklah kita menunggu perdebatan di kalangan mereka sendiri

sehingga menghasilkan kesimpulan yang utuh sebelum kita berpusing diri

mengenai pandangan tradisional kita mengenai Yesus Sejarah seperti apa yang

tertulis dalam Alkitab.