495.
Orangtuanya miskin,
namun mereka yaitu
orang Kristen yang taat.
Yohanes seorang pemuda
yang tidak bisa tenang.
Sebentar ia menjadi
seorang gembala,
sebentar menjadi tentara,
dan kemudian menjadi
penjaga toko. saat
dewasa, ia bukanlah
seorang yang religius. Ia
dan teman-temannya
tidak menyadari
kehadiran Tuhan. saat usianya empatpuluh tahun,
Yohanes mulai merasa hampa. Ia merasa sedih akan
hidupnya yang telah ia sia-siakan. Di gereja, ia
mendengarkan suatu khotbah yang disampaikan
oleh seorang misionaris yang kudus, Yohanes dari
Avila. Misionaris ini memberikan pengaruh
yang kuat kepadanya. Yohanes mulai menangis
996
meraung-raung. Hari-hari selanjutnya, Santo
Yohanes dari Avila membantu Yohanes untuk
memulai hidupnya kembali dengan harapan dan
keberanian.
Yohanes mengubah hidupnya secara drastis.
Ia berdoa serta melakukan mati raga setiap hari.
Dikatakan bahwa seorang uskup memberinya nama
a Deo (= dari Tuhan) sebab ia secara total
mengubah hidupnya yang dahulu hanya
mementingkan diri sendiri dan kini sepenuhnya
menjadi manusia baru yang “dari Tuhan”. Perlahan-
lahan Yohanes a Deo menyadari betapa hidup rakyat
penuh dengan kemiskinan serta penderitaan. Ia
mulai mempergunakan waktunya untuk merawat
mereka yang sakit di rumah-rumah sakit dan di
tempat-tempat penampungan. Kemudian ia menjadi
sadar akan betapa banyaknya orang-orang yang
terlalu miskin untuk dapat memperoleh perawatan di
rumah sakit. Siapakah yang mau merawat mereka?
Yohanes bertekad, demi cintanya kepada Tuhan, ia
mau melakukannya.
saat usianya empatpuluh lima tahun,
Yohanes mendapatkan sebuah rumah untuk
merawat para fakir miskin yang sakit. Rumah itu
kemudian menjadi sebuah rumah sakit kecil di mana
setiap orang yang membutuhkan pertolongan akan
diterima dengan baik. Orang-orang yang datang
untuk membantu Yohanes mulai membentuk suatu
ordo religius untuk mengabdikan diri bagi mereka
yang miskin. Ordo mereka disebut Para Broeder
Santo Yohanes a Deo. Sebagian orang tentulah
bertanya-tanya apakah Yohanes sungguh kudus
seperti anggapan orang. Suatu saat , seorang
bangsawan menyamar sebagai seorang pengemis. Ia
mengetuk pintu Yohanes untuk meminta-minta.
Yohanes dengan suka hati memberikan semua yang
997
ia miliki, yang jumlahnya hanya beberapa dolar saja.
Bangsawan ini tidak membuka rahasianya saat
itu, melainkan segera pergi dengan kesan
mendalam. Keesokan harinya, seorang pesuruh tiba
di depan pintu Yohanes dengan sepucuk surat
penjelasan beserta uang dermanya yang
dikembalikan. Di samping itu, sang bangsawan
menyertakan 150 keping uang emas. Ia juga
mengirimkan roti, daging serta telur yang dikirimkan
setiap pagi ke rumah sakit cukup untuk memberi
makan segenap pasien dan para pekerja rumah
sakit.
sesudah sepuluh tahun bekerja keras bagi
rumah sakitnya, Santo Yohanes sendiri akhirnya
jatuh sakit. Ia wafat pada hari ulang tahunnya pada
tahun 1550. Yohanes a Deo dinyatakan kudus oleh
Beato Paus Inosensius XI pada tahun 1690. Pesta
Santo pelindung perawat ini dirayakan setiap tanggal
8 Maret.
“Jika kita rindu untuk menerima belas kasihan Tuhan,
pastilah kita akan melakukan kebajikan selama kita
memiliki kemampuan untuk melakukannya. Sebab, jika
kita berbagi dengan mereka yang miskin, oleh sebab
kasih kita kepada Tuhan, apa pun yang Ia berikan kepada
kita, kita akan menerimanya, sesuai dengan janji-Nya,
seratus kali lipat dalam kebahagiaan abadi.” ~ Santo
Yohanes a Deo
SANTO YOHANES de BREBEUF, SANTO
ISAAC JOGUES, dkk
Lebih dari tiga ratus tahun yang lalu, enam
orang imam Yesuit bersama dua orang awam,
semuanya berasal dari Perancis, wafat sebagai
martir di Amerika Utara. Kedelapan orang kudus ini
wafat sebagai martir antara tahun 1642 dan 1649.
998
Mereka yaitu sekelompok misionaris yang paling
gagah berani. Mereka mengorbankan segala sesuatu
yang mereka miliki
demi mewartakan
Kristus kepada orang-
orang pribumi Amerika
Utara. sesudah
berjuang keras,
mereka berhasil
mempertobatkan
banyak orang dari suku
Indian Huron. namun
suku Iroquois, musuh
bebuyutan suku Huron,
membunuh mereka
semua.
St. Yohanes de Brebeuf menderita tbc. Di
Perancis, sakitnya begitu parah hingga ia bahkan
tidak dapat mengajar banyak kelas. Namun
demikian, ia menjadi seorang rasul yang gagah
berani serta mengagumkan. Keberaniannya
menakjubkan suku Iroquois yang biadab sementara
mereka menyiksanya hingga tewas. St. Isaac Jogues
dianiaya dengan hebat oleh suku Mohawk, namun
dibebaskan oleh orang-orang Belanda. Ia pulang ke
Perancis, namun segera kembali ke Amerika Utara.
Pastor Jogues ditebas dengan tomahawk (kampak
perang orang Indian) oleh Kelompok Beruang dari
suku Mohawk.
St. Antonius Daniel baru saja selesai
mempersembahkan Misa bagi umatnya dari suku
Huron, saat suku Iroquois menyerang desa
mereka. Orang-orang Indian Kristen memohon
kepadanya agar ia berusaha melarikan diri. namun
Pastor Daniel tetap tinggal. Ia ingin membaptis
semua orang yang menangis serta memohon dengan
999
sangat kepadanya agar diberi Sakramen Baptis
sebelum mereka semua dibunuh. Suku Iroquois
membakarnya hingga tewas dalam kapelnya yang
kecil. St. Gabriel Lallemont disiksa hingga tewas
bersama dengan St. Yohanes de Brebeuf. St. Charles
Garnier tertembus peluru suku Iroquois dalam suatu
serangan mendadak, namun ia masih mencoba
merangkak untuk menyelamatkan seorang yang
sedang sekarat. Ia sendiri kemudian terbunuh oleh
tebasan kampak. St. Noel Chabenel harus
mengalami berbagai kesulitan, namun ia telah
bertekad untuk tetap tinggal di Amerika Utara. Ia
dibunuh oleh seorang pengkhianat Huron. Kedua
orang pembantu awam, Rene Goupil dan John
Lalande, keduanya tewas oleh tebasan tomahawk.
Jadi, dengan cara demikianlah para pahlawan Kristus
ini menyerahkan nyawanya bagi pertobatan
orang-orang pribumi Amerika Utara. sesudah
kematian mereka, para misionaris yang datang
kemudian, dapat mempertobatkan hampir semua
suku di mana para martir berkarya. Pahlawan-
pahlawan yang gagah berani ini, yang sering disebut
sebagai para martir Amerika Utara, dinyatakan
kudus oleh Paus Pius XI pada tahun 1931.
SANTO YOHANES BAPTIS ROSSI (1698-
1763)
Yohanes Baptis Rossi dilahirkan pada tahun
1698 di sebuah desa dekat Genoa, Italia.
Keluarganya amat mengasihinya. Mereka bangga
saat sepasang suami isteri kaya yang mengunjungi
desa mereka menawarkan pendidikan bagi Yohanes.
Orangtuanya mengenal pasangan ini serta
percaya kepada mereka. Yohanes amat senang
boleh tinggal di rumah mereka di Genoa sebab
1000
dengan demikian ia dapat bersekolah. Segala
sesuatu berjalan lancar. Ia
menjadi seorang seminaris
di sebuah perguruan tinggi
Roma. Pelajarannya
dianggapnya mudah dan ia
mulai belajar dan belajar
lebih banyak lagi.
Yohanes kemudian
sakit parah dan harus
berhenti belajar untuk
beberapa waktu lamanya.
sesudah keadaannya cukup
baik, ia menyelesaikan
segala persiapannya dan
ditahbiskan sebagai imam. Meskipun kesehatannya
tidak pernah prima, Pastor Rossi melakukan begitu
banyak kebajikan bagi umat Roma. Ia tahu
bagaimana rasanya tidak sehat, maka Pastor Rossi
memberikan perhatian khusus kepada mereka yang
sakit. Ia menjadi pengunjung tetap rumah-rumah
sakit Roma. Terutama, ia suka menghabiskan
waktunya bersama orang-orang miskin di Wisma St.
Galla, yaitu tempat penampungan bagi mereka yang
miskin dan tak memiliki tempat tinggal. Pastor Rossi
menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang
memenuhi kebutuhan rohani orang-orang miskin itu.
Ia memperhatikan mereka yang membawa kawanan
ternak serta dombanya untuk di jual di pasar Roma.
Betapa berat hidup mereka. Mereka biasa datang
pagi hari dengan kawanan ternaknya. Pastor Rossi
akan berjalan bersama mereka dan berhenti serta
bercakap-cakap dengan mereka. jika
memungkinkan, ia akan memberikan pelajaran
agama kepada mereka serta menawarkan Sakramen
1001
Rekonsiliasi. Pelayanan imamat Pastor Rossi
membawa perubahan besar dalam hidup mereka.
Pastor kudus ini juga merasakan belas kasih
mendalam kepada para wanita dan gadis-gadis
tunawisma. Mereka menyusuri jalan-jalan sepanjang
siang dan malam untuk mengemis. Hal ini sangat
membahayakan dan juga sangat menyedihkan. Bapa
Suci memberikan sejumlah dana kepada Pastor
Rossi untuk mendirikan tempat penampungan bagi
para wanita tunawisma ini. Tempat penampungan
itu terletak dekat Wisma St. Galla. Pastor Rossi
menyerahkan tempat penampungannya itu dalam
perlindungan salah seorang santo favoritnya, St.
Alyosius Gonzaga. Pastor Rossi terkenal oleh sebab
kebaikan dan kelembutan hatinya, terutama dalam
pengakuan dosa. Umat antri dekat kamar
pengakuannya serta menunggu giliran mereka
dengan sabar. Suatu saat Pastor Rossi
mengatakan kepada seorang temannya bahwa cara
terbaik bagi seoang iman untuk mencapai surga
yaitu dengan menolong umat melalui Sakramen
Rekonsiliasi. Tugas favorit lain yang diterimanya dari
Paus Benediktus XIV yaitu memberikan pelajaran
rohani kepada para petugas penjara dan pegawai
negeri.
Pastor Rossi terserang stroke pada tahun
1763. Ia tidak pernah sembuh kembali. Ia masih
dapat merakayan Misa namun dengan penderitaan
yang amat sangat. Imam yang mengagumkan ini
wafat dalam usia enam puluh enam tahun, pada
tanggal 23 Mei 1764. Ia dinyatakan kudus oleh Paus
Leo XIII pada tahun 1881.
1002
SANTO YOHANES BAPTISTA de la SALLE
(30 April 1651-7 April 1719)
St. Yohanes Baptista de la Salle dilahirkan di
Rheims, Perancis pada tanggal 30 April 1651.
Orangtuanya berasal dari
kalangan bangsawan.
Yohanes biasa hidup
mewah. Namun demikian, ia
seorang anak yang saleh
pula. Ia sangat mengasihi
Yesus dan Gereja-Nya. Ia
sedang belajar untuk
menjadi seorang imam
saat kedua orangtuanya
meninggal dunia. Ia harus
meninggalkan seminari dan
pulang ke rumah untuk
mengasuh adik-adiknya.
Sementara ia mengajar serta mendidik mereka, ia
sendiri tetap terus belajar. Adik-adiknya tumbuh
menjadi pemuda-pemuda yang baik. saat
pendidikan mereka sudah selesai, Yohanes Baptista
ditahbiskan sebagai imam.
Pada masa itu, kaum bangsawan seperti
keluarga Pastor de la Salle, memiliki kesempatan
untuk memperoleh pendidikan yang baik. namun ,
rakyat jelata tetap miskin dan terlupakan. Mereka
tidak punya kesempatan untuk bersekolah. St.
Yohanes Baptista berbelas kasihan kepada anak-
anak kaum miskin. Ia bertekad untuk melakukan
sesuatu guna mengatasi masalah ini . Ia mulai
membuka sekolah-sekolah bagi mereka. Agar
tersedia pengajar-pengajar bagi anak-anak, ia
membentuk suatu ordo baru, Kongregasi Bruder-
Bruder Sekolah Kristiani. Meskipun Pastor de la Salle
juga mengajar anak-anak itu sendiri, ia
1003
menghabiskan sebagian besar waktunya untuk
membekali para bruder pengajar. Bagi para
brudernya, Pastor de la Salle menuliskan suatu
regula dan juga sebuah artikel berisi penjelasan
mengenai cara terbaik untuk mengajar. St. Yohanes
Baptista merupakan salah seorang pendidik terbaik
sepanjang masa. Ia mengajar dalam bahasa ibu
warga setempat, bukan dalam bahasa Latin,
seperti yang biasa dilakukan. Ia mengelompokkan
para murid dalam beberapa kelas. Ia menekankan
pentingnya suasana tertib dan tenang sementara
pelajaran diberikan.
Selang beberapa waktu kemudian, para
bruder mendirikan lebih banyak lagi sekolah-
sekolah. Mereka mengajar, baik anak-anak dari
rakyat jelata maupun dari kaum bangsawan. Banyak
kesulitan yang harus dihadapi ordo baru ini .
Namun, berkat doa serta matiraga St. Yohanes
Baptista, Tuhan memberkati segala karya mereka
sehingga terus berkembang dan tersebar luas.
Kesehatan Pastor de la Salle tidak pernah
prima. Penyakit asma dan radang sendi yang ia
derita mengakibatkannya terus merasa sakit.
Meskipun demikian, ia tidak pernah mau
memanjakan diri. St. Yohanes Baptista wafat pada
hari Jumat Agung, 7 April 1719, dalam usia enam
puluh delapan tahun. Ia dinyatakan kudus oleh Paus
Leo XIII pada tahun 1900. Pada tahun 1950, Paus
Pius XII mengangkatnya sebagai santo pelindung
para pengajar. Pestanya dirayakan tiap tanggal 7
April
“Aku mengagungkan cara Tuhan bertindak dalam segala
hal yang dilakukan-Nya bagiku.” ~ St. Yohanes Baptista
de la Salle
1004
SANTO YOHANES BERCHMANS SJ (1599-
1621)
Orang kudus dari Belgia ini pernah
mengatakan, “Jika aku tidak menjadi kudus saat
aku masih muda, maka
aku tidak akan pernah
menjadi kudus.”
Sesungguhnya, Yohanes
meninggal pada usia
muda, yaitu duapuluh
dua tahun dan, tanpa
perlu diragukan lagi, ia
telah berhasil mencapai
harapannya untuk
menjadi kudus. Yohanes
dilahirkan pada tahun
1599. Sebagai seorang
anak, ia amat dekat
dengan ibunya yang sakit. Namun demikian, ia suka
juga bergabung dengan teman-teman sebayanya
untuk memainkan kisah-kisah yang diambil dari
Kitab Suci. Ia terutama amat pintar memainkan
adegan Daniel membela Susana yang tidak berdosa.
saat usianya tigabelas tahun, Yohanes ingin
bersekolah untuk menjadi imam. namun , ayahnya
-seorang tukang sepatu-, membutuhkan bantuannya
untuk ikut menunjang keluarga. Pada akhirnya,
Bapak Berchmans memutuskan untuk
memperbolehkan Yohanes menjadi pesuruh di
pastoran. Dari sana ia dapat langsung pergi
mengikuti pelajaran di seminari.
Tiga tahun kemudian, Yohanes Berchmans
bergabung dengan Serikat Yesus. Ia berdoa, belajar
dengan tekun dan dengan bersemangat memainkan
peran-peran dalam drama religius. Ia memiliki
1005
semboyan: “Berilah perhatian besar pada hal-hal
kecil,” dan semboyannya itu ia pegang teguh.
Semasa hidupnya, St. Yohanes Berchmans tidak
pernah melakukan perbuatan-perbuatan besar yang
mengagumkan. namun , ia melakukan semua
pekerjaan-pekerjaan kecil dengan baik, mulai dari
melayani makan hingga menyalin catatan
pelajarannya. saat ia jatuh sakit, tidak ada dokter
yang dapat menemukan penyakit yang dideritanya.
Yohanes tahu bahwa ia akan segera meninggal.
namun , ia tetap riang gembira seperti sediakala.
saat dokter memerintahkan agar keningnya
dikompres dengan anggur, Yohanes berkelakar:
“Wah, untung saja penyakit yang begitu mahal ini
tidak akan berlangsung lama.” Yohanes Berchmans
wafat pada tahun 1621. Mukjizat-mukjizat terjadi
pada saat pemakamannya. Segera saja orang mulai
menyebutnya santo.
L: rosario, salib dan artikel aturan ordo; P: 26
Nopember
SANTO YOHANES don BOSCO
(6 Agustus 1815-1888)
• MASA KECIL
Yohanes Bosco dilahirkan pada tanggal 16
Agustus 1815, di Becchi, sebuah dusun kecil di
Castelnuovo d'Asti (sekarang namanya Castelnuovo
Don Bosco), Italia. Ayahnya, Francesco, seorang
petani yang miskin. Francesco memiliki tiga
orang putera: Antonio (dari isteri pertamanya yang
telah meninggal dunia), Yusuf dan Yohanes.
Francesco meninggal dunia saat Yohanes baru
berusia dua tahun.
1006
Ibunya, Margarita, dengan segala daya usaha
dan kerja keras berusaha menghidupi keluarganya.
Namun demikian kerja keras
dan kemiskinan tidak
menghalangi Margarita untuk
senantiasa menceritakan
kepada anak-anaknya segala
kebaikan Tuhan: siang dan
malam, bunga-bunga dan
bintang-bintang, “Oh, betapa
indahnya Tuhan menjadikan
segala sesuatu untuk kita!”,
kata mama Margarita.
Diajarkannya kepada
Yohanes kecil bagaimana
mengolah tanah dan
bagaimana menemukan Tuhan yang ada di surga
yang indah melalui panen yang berlimpah dan
melalui hujan yang menyirami tumbuh-tumbuhan.
Di gereja, Mama Margarita berdoa dengan
khusuk, ia mengajari anak-anaknya untuk
melakukan hal yang sama. Bagi Yohanes, berdoa
berarti berbicara kepada Tuhan dengan kaki berlutut
di atas lantai dapur, berdoa juga berarti berpikir
tentang-Nya saat ia sedang duduk di atas
rerumputan sambil menatap ke arah surga. Dari
ibunya, Yohanes belajar melihat Tuhan dalam wajah
sesama, yaitu mereka yang miskin, mereka yang
sengsara, mereka yang datang mengetuk rumah
mereka sepanjang musim dingin, dan yang kepada
siapa Mama Margarita memberikan tumpangan,
menyuguhkan sup hangat serta membagikan
makanan dari kemiskinan mereka.
• MIMPI YANG MENAKJUBKAN
1007
Pada usia sembilan tahun untuk pertama
kalinya Yohanes mendapat mimpi yang amat
menakjubkan yang menggambarkan keseluruhan
hidupnya kelak. Dalam mimpinya Yohanes sedang
berada di lapangan yang luas. Ia melihat banyak
sekali anak di
sana, ada yang
tertawa, bermain
dan ada pula yang
bersumpah
serapah. Yohanes
tidak suka anak-
anak itu menghina
Tuhan. Ia segera
berlari untuk
menghentikan mereka sambil berteriak dan
mengepalkan tinjunya.
Tampaklah “Seorang yang Agung” berpakaian
jubah putih dan wajah-Nya bersinar. Ia memanggil
Yohanes dengan namanya, memintanya agar tenang
serta menasehatinya: “Bukan dengan kekerasan,
namun dengan kelemahlembutan serta belas kasih,
kamu akan menjadikan mereka semua teman-
temanmu. Beritahukanlah kepada mereka keburukan
dosa dan ganjaran kebajikan.”
“Tidak tahukah Engkau,” bisik Yohanes kecil,
“bahwa hal itu tidak mungkin?”
“Apa yang tampaknya tidak mungkin
bagimu, kamu akan menjadikannya mungkin jika
saja kamu melakukannya dengan ketulusan hati dan
pengetahuan.”
“Di mana dan bagaimana aku memperoleh
pengetahuan?”
“Aku akan memberimu seorang Bunda,
dengan bimbingan darinya saja seseorang akan
1008
menjadi bijaksana, tanpa bimbingannya semua
pengetahuan tidak ada gunanya.”
“namun siapakah Engkau yang berbicara
seperti itu?”
“Aku yaitu Putera dari Surga. Ibumu telah
mengajarkan kepadamu untuk menghormati-Ku tiga
kali sehari.”
“Iartikel melarangku untuk berbicara dengan
seseorang yang tidak aku kenal. Katakanlah siapa
nama-Mu.”
“Tanyakan nama-Ku kepada ibu-Ku.”
Kemudian, tampaklah seorang wanita yang
amat anggun. Ia mengenakan gaun panjang yang
berkilau-kilauan, seolah-olah jubahnya itu terbuat
dari bintang-bintang yang paling cemerlang. Wanita
itu memberi isyarat kepada Yohanes untuk datang
mendekat kepadanya. Dengan lembut diraihnya
tangan Yohanes, katanya, "Lihatlah." Gerombolan
anak-anak lenyap. Yang tampak oleh Yohanes
sekarang ialah sekawanan binatang buas: kambing
liar, harimau, serigala, beruang. “Inilah tempat di
mana kamu harus bekerja. Jadikan dirimu rendah
hati, kuat dan penuh semangat. Apa yang kamu lihat
terjadi pada binatang-binatang buas ini, kamu harus
melakukannya kepada anak-anakku.”
Yohanes melihat bahwa binatang-binatang
buas itu kini telah berubah menjadi sekumpulan
besar anak domba yang jinak, berkerumun dan
berdesak-desakan di sekitar Kedua Tamu Agungnya.
Melihat itu Yohanes menangis dan minta penjelasan
dari Si Wanita sebab ia sama sekali tidak mengerti
apa arti semua itu. Wanita itu membelainya dan
berkata: “Kamu akan mengerti semuanya jika
waktunya telah tiba.” Yohanes terbangun dan ia
tidak dapat tidur kembali. Tahun-tahun mendatang
dalam hidupnya telah dinyatakan dalam mimpi itu.
1009
Mama Margarita dan Yohanes percaya bahwa mimpi
itu yaitu gambaran jalan hidup Yohanes kelak.
• AHLI SULAP DAN AKROBAT
Sejak itu Yohanes senantiasa berusaha
berbuat baik kepada teman-temannya. saat
terompet pemain sirkus berbunyi untuk
mengumumkan adanya pesta lokal di sebuah bukit
di dekat situ, Yohanes pergi dengan penuh semangat
dan duduk di baris terdepan. Rombongan sirkus itu
menampilkan badut, sulap, permainan-permainan
dan akrobat. Yohanes memperhatikan dengan
sungguh-sungguh dan mempelajari semua atraksi
yang ditampilkan.
Sepulangnya dari pertunjukan sirkus,
Yohanes mulai meniru atraksi-atraksi yang
ditampilkan. Ia gagal, tergelincir, jatuh dan
badannya memar, namun tekadnya kuat. Ia pantang
menyerah, sebab pikirnya, "Jika mereka dapat
melakukannya, mengapa aku tidak?" Wah, pastilah
malaikat pelindungnya menjadi sibuk sekali
mengawasi dia. Yohanes terus berlatih hingga suatu
hari Minggu sore, ia mempertunjukkan kebolehannya
di hadapan anak-anak tetangga. Ia memperagakan
keseimbangan tubuh dengan wajan dan panci di
ujung hidungnya. Kemudian ia melompat ke atas tali
yang direntangkan di antara dua pohon dan berjalan
di atasnya diiringi tepuk tangan penonton. Sebelum
pertunjukan yang hebat itu diakhiri, Yohanes
mengulang khotbah yang ia dengar dalam Misa pagi
kepada teman-temannya itu, dan mengajak mereka
semua berdoa.
Kabar mengenai pertunjukan yang
diselenggarakan Yohanes tersiar hingga ke desa-
desa tetangga. sebab pada masa itu jarang sekali
1010
ada pertunjukan semacam, segera saja anak-anak
yang bermil-mil jauhnya pun datang untuk
menyaksikan pertunjukannya. Jumlahnya hingga
seratus anak lebih.
“Kita akan memulainya dengan berdoa Rosario,
Peristiwa Mulia, untuk menghormati hari Minggu.”
Anak-anak itu mengeluh, namun mereka
menurut. sesudah ia mengajak anak-anak
menyanyikan satu kidung bagi Bunda Maria,
Yohanes berdiri di atas kursi dan mulai menjelaskan
isi Kitab Suci seperti yang didengarnya pada Misa
pagi. Jika seorang anak menolak untuk
mendengarkan khotbahnya atau menolak berdoa,
Yohanes akan berkata: “Baiklah. Aku tidak akan
mengadakan pertunjukan hari ini. Jika kalian tidak
berdoa, bisa saja aku terjatuh dan leherku patah.”
Permainan dan Sabda Tuhan mulai mengubah
perilaku teman-temannya. Yohanes kecil mulai
menyadari bahwa agar dapat berbuat baik untuk
sedemikian banyak anak, ia perlu belajar dan
menjadi seorang imam. Imam Castelnuovo melihat
perkembangan iman Yohanes yang luar biasa,
hingga ia mengijinkan Yohanes menrima komuni dua
tahun lebih awal dari usia yang ditentukan Gereja.
• PERGI DARI RUMAH
Seorang misionaris, Don Calosso ('Don' dalam
bahasa Italia berarti Romo), datang ke desa
Buttigliera untuk memberikan pelajaran agama.
Yohanes memutuskan untuk mengikuti semua
pelajaran agama yang diberikan olehnya, baik pagi
maupun sore. Itu berarti ia harus berjalan kaki
sejauh 10 mil (16 kilometer) sehari. Antonio
menentang keras keinginan Yohanes untuk belajar.
Menurutnya sudah tiba waktunya bagi Yohanes
untuk bekerja. Oleh sebab itu diambil keputusan:
1011
pagi hari Yohanes belajar di pastoran dengan Don
Calosso, sesudahnya ia harus bekerja di sawah.
Yohanes belajar dengan tekun. Ia membawa
artikel nya ke sawah dan belajar hingga larut malam.
Hal itu sangat menjengkelkan Antonio. Antonio,
yang sekarang sudah menjadi kepala keluarga,
membuang semua artikel -artikel Yohanes dan
mencambuki adik tirinya itu dengan ikat
pinggangnya. Demi keselamatan Yohanes, Mama
Margarrita membuat suatu keputusan yang amat
menyedihkan hatinya sendiri, ia menyuruh Johanes
pergi.
• PERTANIAN MOGLIA
Di suatu pagi yang dingin di bulan Februari
1827, Yohanes pergi menginggalkan rumah dan
berkelana untuk mencari pekerjaan. Usianya baru 12
tahun. Sungguh sulit mencari pekerjaan di musim
dingin, hanya pada musim panas saja pertanian
membutuhkan banyak tenaga kerja. Setiap kali
Yohanes selalu di tolak. Hingga tibalah ia di rumah
Tuan Luigi Moglia, seorang petani kaya, dekat
Moncucco.
“Pulanglah nak,” kata petani itu. “Datanglah
kembali pada Hari Raya Kabar Sukacita”
“Berbelas kasihlah, ya Tuan,” Yohanes
memohon, “Tuan tidak perlu membayarku satu sen
pun, aku tidak minta apa-apa ijinkanlah aku
tinggal!”
“Tidak mungkin. Pergilah!”
“Tidak, Tuan. Aku akan duduk di lantai sini
dan tidak akan pergi.”
Yohanes merasa amat perih hatinya dan
menangis. Tergerak oleh belas kasihan, Yohanes
diterima bekerja sebagai penggembala sapi. Yohanes
amat gembira dan bekerja sebaik yang ia mampu. Ia
1012
menggembalakan sapi-sapinya di padang rumput,
memerah susu, menumpuk jerami di palungan, dan
membajak sawah. “Mataku terbuka lebar-lebar jika
aku sedang bekerja, dan aku tidak berhenti sampai
tiba saatnya untuk tidur,” kenang Yohanes. Tanpa
ibu dan saudara, tanpa teman di sampingnya,
Yohanes memusatkan diri sepenuhnya hanya kepada
Tuhan Allah yang amat dikasihinya. Setiap hari
Minggu Yohanes pergi ke gereja untuk mengikuti
Misa. Dengan ijin dari Don Cottino, imam paroki
setempat, Yohanes mengumpulkan anak-anak untuk
bermain dan berdoa seperti yang dulu ia lakukan di
desanya.
• SEKOLAH, SEMINARI & LUIGI COMOLLO
Tiga tahun kemudian Antonio pindah ke
dusun lain. Yohanes pulang kembali ke rumah dan
melanjutkan sekolahnya, pertama-tama di
Castelnuovo dan kemudian di Chieri. Guna
membiayai pendidikannya, selain menerima
sumbangan dari orang-orang yang bersimpati
padanya, Yohanes Bosco juga bekerja. Segala
macam pekerjaan dilakukannya: penjahit, tukang
roti, tukang sepatu, tukang kayu, dan segala macam
pekerjaan yang dapat dikerjakannya.
Sebagai pelajar, Yohanes seorang remaja
yang pandai dan cerdas. Ia yaitu murid terbaik di
antara semua murid sekolahnya. Ia mengumpulkan
teman-temannya dan membentuk suatu kelompok
religius yang diberinya nama Kelompok Sukacita.
Yohanes menjadi penggerak utama bagi teman-
temannya. Kepribadiannya terbuka, dinamis,
vitalitas hidupnya tinggi, kadang ia kurang sabar dan
terbawa emosi. Sekali waktu ia menekankan
perbuatan baik, kebenaran serta keadilan bukan
1013
dengan kelemahlembutan, namun justru dengan
tinjunya.
Pada suatu hari seorang guru datang
terlambat ke kelas. Murid-murid menjadi ribut,
saling melempar artikel dan kapur. Hanya seorang
anak saja yang duduk dengan tenang di bangkunya.
Luigi Comollo seorang anak yang tenang dan
pendiam hingga Yohanes tidak pernah
memperhatikannya.
“Ayo Luigi,” teriak salah seorang anak yang
paling nakal.
“Tidak, aku tidak mau bermain, aku sedang
mengerjakan sesuatu.”
“Datang, kataku!”
“Tidak.”
“Datang, atau kupukul kau.”
“Pukullah jika kamu mau.”
Dengan jengkel anak nakal itu datang dan
mendaratkan dua tinjunya ke wajah Luigi. Luigi tidak
membalasnya. Dengan suara yang amat tenang ia
berkata, “Puaskah kamu sekarang? Aku memaafkan
kamu. Sekarang biarkan aku sendiri.” Penyerang itu
mundur dengan perasaan malu. Sikap Luigi yang
amat tenang dan lembut itu mengesankan Yohanes.
Yohanes dan Luigi ibarat api dan air, seperti singa
dan anak domba. Yohanes mengagumi Luigi dan
darinya ia belajar untuk menguasai diri dan
meredam kemarahannya. Sejak itu mereka
bersahabat karib.
sesudah tamat sekolahnya, pada usia dua
puluh tahun, Yohanes Bosco mengambil keputusan
yang amat penting dalam hidupnya: ia masuk
Seminari Chieri. Mama Margarita menegaskan
kepadanya untuk selalu setia kepada panggilannya,
jika ia ragu-ragu lebih baik diurungkannya saja
niatnya itu dibandingkan menjadi seorang imam yang
1014
lalai dan acuh. Nasehat ibunya itu diingat dan
dihormati oleh Yohanes sepanjang hidupnya.
Tak disangkanya, Luigi Comollo, menyusulnya
beberapa bulan kemudian. Kepadanyalah, Yohanes
mengutarakan semua cita-cita dan rencananya. Luigi
sendiri tidak menyusun banyak rencana seperti
Yohanes, ia merasa bahwa hidupnya akan segera
berakhir. Tak dikatakannya perasaannya itu kepada
sahabatnya, namun mereka berdua telah bersepakat:
siapa pun yang terlebih dahulu meninggal dunia
akan memohon kepada Tuhan untuk memberi ijin
memberitahukan kepada sahabatnya yang masih di
dunia bahwa ia telah masuk dalam kebahagiaan
abadi.
Tahun berikutnya, pada tanggal 2 April 1839,
hari Kamis sesudah Paskah, Luigi meninggal dunia
sebab demam. Yohanes amat berduka sebab
bagian dari dirinya yang berharga telah pergi. Malam
sesudah pemakaman dua puluh orang yang tidur
dalam satu kamar asrama dengan Yohanes
terbangun sebab suara yang aneh. Seolah-olah
sebuah kereta kuda, atau kereta api, sedang melaju
di lorong, kereta itu menerjang dan menghantam
bagaikan gemuruh artileri, memicu lantai dan
langit-langit berguncang, pintu kamar terbuka lebar-
lebar dan masuklah ke dalam ruangan mereka suatu
sinar yang tiba-tiba bersinar amat terang. Dan,
dalam keheningan, banyak dari mereka yang
mendengar suatu suara yang lembut menyanyi
dengan gembira. namun hanya seorang saja yang
mendengar perkataan ini: “Bosco, aku selamat.”
Sinar menghilang dan pergi dengan cara yang sama
seperti datangnya. Kemudian segala sesuatunya
berakhir. Yohanes dipenuhi dengan sukacita dan
syukur.
1015
Yohanes don Bosco (1815-1888), imam dan
pendidik serta pelindung anak-anak dan muda-
mudi nakal dan terlantar; P: 31 Januari.
"Menghindarlah dari teman-teman yang jahat sama
seperti kamu menghindar dari gigitan ular beracun. Jika
teman-temanmu baik, saya yakin bahwa suatu hari kelak
kamu akan bersukacita bersama para kudus di Surga;
namun jika kumpulanmu jahat, kamu sendiri akan menjadi
jahat pula, dan kamu berada dalam bahaya kehilangan
jiwamu." ~ St. Yohanes Bosco
SANTO YOHANES EUDES (1601-1680)
Yohanes Eudes dilahirkan di Normandy,
Perancis pada tahun 1601. Ia yaitu putera sulung
seorang petani. Bahkan
sejak masih kanak-
kanak, Yohanes telah
berusaha meniru teladan
Yesus dalam
memperlakukan
keluarga, teman-teman
serta para tetangganya.
saat usianya sembilan
tahun, seorang anak
lelaki menampar
wajahnya. Yohanes
merasa amat marah.
namun , kemudian ia ingat
akan sabda Yesus dalam Injil: berikan pipimu
satunya. Jadi, ia melakukannya.
Orangtua Yohanes menghendaki putera
mereka menikah dan memiliki keluarga. Dengan
lembut tapi tegas, Yohanes meyakinkan mereka
bahwa ia dipanggil untuk menjadi seorang imam. Ia
masuk biara Ordo Pengkhotbah dan menerima
1016
pendidikan calon imam. sesudah ditahbiskan sebagai
imam, suatu wabah penyakit menyerang Normandy.
Wabah ganas itu mengakibatkan kesengsaraan yang
hebat dan juga kematian. Pastor Eudes menawarkan
diri untuk menolong mereka yang sakit, merawat
baik jiwa maupun raga mereka. Di kemudian hari,
Pastor Eudes menjadi seorang pengkhotbah misi
yang populer di berbagai paroki. Sesungguhnya,
sepanjang hidupnya ia menyampaikan 110 khotbah
misi. St. Yohanes juga berperan penting dalam
terbentuknya kongregasi-kongregasi religius:
Kongregasi Suster-suster dari Maria Bunda
Berbelaskasihan (SCMM) dan Kongregasi Suster-
suster Gembala Baik (RGS). Pastor Eudes juga
membentuk Kongregasi Yesus dan Maria (CJM) bagi
para imam. Kongregasi ini bertujuan melatih para
pemuda untuk menjadi imam paroki yang baik.
St. Yohanes memiliki devosi yang kuat
kepada Hati Yesus yang Mahakudus dan Hati Maria
yang Tak Bernoda. Ia menulis sebuah artikel tentang
devosi-devosi ini . Yohanes jatuh sakit sesudah
menyampaikan suatu khotbah terbuka dalam cuaca
yang amat dingin. Ia tidak pernah sepenuhnya
sembuh kembali. Yohanes wafat pada tahun 1680.
Ia dinyatakan “beato” oleh Paus St. Pius X pada
tahun 1908. Paus menyebut Yohanes Eudes sebagai
Rasul Devosi kepada Hati Yesus yang Mahakudus
dan kepada Hati Maria yang Tak Bernoda. Santo
Yohanes Eudes dinyatakan kudus oleh Paus Pius XI
pada tahun 1925.
P: 19 Agustus
“Para pengkhotbah memukul semak-semak. Para imam
yang menerima pengakuan dosa menangkap burung-
burungnya!” ~ Santo Yohanes Eudes
1017
SANTO YOHANES FISHER (1469-22 Juni
1535)
Yohanes Fisher dilahirkan di Yorkshire,
Inggris, pada tahun 1469. Ia belajar di Universitas
Cambridge dan menjadi seorang imam. Pastor Fisher
mengajar di Cambridge juga. Ia seorang guru yang
mengagumkan yang membantu para muridnya
berkembang pula dalam pengetahuan iman. Ia
seorang teolog. Pastor Fisher teristimewa sangat
membantu dalam
menjelaskan kesalahan-
kesalahan religius pada
masa itu yang
membingungkan sebagian
orang.
Pada tahun 1504,
Pastor Fisher ditahbiskan
sebagai Uskup Rochester,
Inggris. Keuskupan
Rochester yaitu sebuah
keuskupan yang miskin
dan Uskup Fisher tinggal
di sana sebagai gembala
umat selama tigapuluh tahun. Jadi, Uskup Fisher
menjalankan dua peran penting. Ia yaitu bapa
uskup dari keuskupan Rochester dan pimpinan
Universitas Cambridge. Pada tahun 1514, ia ditunjuk
sebagai pemimpin universitas seumur hidup. Uskup
Fisher juga menjadi bapa pengakuan ibunda Raja
Henry VIII. Nama ibu suri yaitu Elizabeth dari York.
Uskup Fisher memiliki banyak teman, termasuk
Erasmus, seorang sarjana terkenal, dan St. Thomas
More. Tak seorang pun, baik Uskup Fisher maupun
Thomas More, yang tahu bahwa mereka akan
dirayakan pestanya bersama-sama dalam kalender
orang kudus.
1018
Tentu bukan suatu hal yang menyenangkan
saat Uskup Fisher dijebloskan ke dalam penjara
pada tahun 1533. Ia dipenjarakan sebab bersikukuh
menyatakan bahwa perkawinan raja dan Ratu
Katarina yaitu sah. Kemudian Henry VIII
menceraikan Katarina dan menikahi Anne Boleyn
secara sipil. Raja menghendaki rakyat menyatakan
sumpah setia kepadanya. Ia menjadikan dirinya
pemimpin Gereja Inggris. Uskup Fisher tidak mau
bersumpah setia. sebab nya ia dibuang ke Menara
London. Menara ini pengap dan perlakuan di
sana sungguh kasar. Uskup Fisher banyak menderita
sengsara, namun ia tetap tidak mau mengingkari
imannya. Meskipun pada masa itu tidak ada televisi
dan radio, rakyat tahu apa yang dialami Uskup
Fisher, Sir Thomas More dan yang lainnya. Mereka
sungguh terpukul dan menjadi sedih. Pada tanggal
12 Juni 1535, Paus Paulus III mengangkat Uskup
Fisher sebagai kardinal. Dengan berbuat demikian,
Bapa Suci berharap agar Henry membebaskannya.
namun , hal ini malahan menjadikan raja
semakin murka. Ia menginginkan kematian Kardinal
Fisher. Yohanes Fisher wafat sebagai martir pada
tanggal 22 Juni 1535. Bersama dengan sahabatnya,
St. Thomas More, Kardinal Yohanes Fisher
dinyatakan kudus oleh Paus Pius XI pada tahun
1935.
SANTO YOHANES FRANSISKUS REGIS SJ
(1597-31 Desember 1640)
Orang kudus Perancis ini dilahirkan pada
tahun 1597. saat usianya delapanbelas tahun, ia
bergabung dengan Ordo Jesuit. Di seminari, kasih
Yohanes kepada Tuhan dan panggilannya
ditunjukkannya dengan cara ia berdoa. Ia juga
1019
bersemangat mengajar katekese di paroki-paroki
jika ia dapat. sesudah ditahbiskan sebagai imam,
Santo Yohanes Fransiskus
memulai karyanya sebagai
seorang misionaris
pengkhotbah. Ia
menyampaikan khotbah-
khotbah sederhana yang
berasal dari hatinya.
Teristimewa ia berbicara
kepada kaum miskin dan
rakyat jelata. Mereka
berduyun-duyun datang
untuk mendengarkannya.
Yohanes melewatkan pagi
hari dalam doa, melayani
Sakramen Tobat dan menyampaikan khotbah. Siang
hari ia mengunjungi penjara-penjara dan rumah-
rumah sakit. Kepada seorang yang mengatakan
kepadanya bahwa para narapidana dan para
wanita tidak baik yang ia pertobatkan tidak
akan bertahan lama menjadi orang baik, orang
kudus ini menjawab, “jika usahaku dapat
menghentikan hanya sekedar satu dosa saja, maka
aku akan menganggapnya berguna.”
Santo Yohanes Fransiskus menjelajah hingga
ke paroki-paroki di pegunungan liar bahkan di hari-
hari yang dingin menggigit di musim dingin demi
menyampaikan misinya, “Aku melihatnya berdiri
sepanjang hari di atas tumpukan salju di puncak
bukit sedang menyampaikan khotbah,” kata seorang
imam, “dan kemudian ia melewatkan sepanjang
malam dengan mendengarkan pengakuan dosa.”
Terkadang ia bersiap berangkat ke suatu kota yang
jauh pada pukul tiga dini hari dengan beberapa buah
apel di kantongnya sebagai santapannya sepanjang
1020
hari itu. Suatu saat , dalam perjalanan ke suatu
dusun, St Yohanes Fransiskus terjatuh dan kakinya
patah. namun ia tetap meneruskan perjalanannya
dengan bertopang pada sebatang tongkat dan pada
bahu seorang teman. saat tiba di dusun, ia
langsung mendengarkan pengakuan dosa. Ia tidak
memeriksakan kakinya. Di akhir hari itu, saat
dokter memeriksanya, kakinya telah sembuh sama
sekali secara ajaib.
Santo Yohanes Fransiskus Regis wafat di
salah satu misi khotbahnya. Ia jatuh sakit parah kala
tersesat pada malam hari di hutan. Sesaat sebelum
wafat ia berseru, “Aku melihat Tuhan kita dan
BundaNya membukakan pintu gerbang surga
bagiku.” Ia wafat pada tanggal 31 Desember 1640.
Pada tahun 1806, seorang peziarah menggabungkan
diri dalam khalayak ramai yang berdoa di tempat
ziarah St Yohanes Fransiskus Regis. Peziarah ini
yakin sepanjang hidupnya bahwa dengan
perantaraan santo inilah ia mendapatkan
panggilannya menuju imamat. Nama pemuda ini
yaitu Santo Yohanes Maria Vianney, Imam dari Ars.
P: 2 Juli
SANTO YOHANES GUALBERTUS (12 Juli
1073)
Santo Yohanes
dilahirkan di Florence, Italia,
pada akhir abad kesepuluh. Ia
dan ayahnya amat terpukul
saat Hugh, satu-satunya
saudara lelaki Yohanes, tewas
dibunuh. Orang yang dicurigai
sebagai pembunuhnya yaitu
teman Hugh. Atas desakan
1021
ayahnya dan juga luapan amarahnya sendiri,
Yohanes mulai mencari cara untuk membalas
dendam atas kematian saudaranya. Ia merasa
kehormatan pribadinya tergantung pada
kemampuannya menyelesaikan masalah ini .
Pada suatu hari Jumat Agung, ia berhadapan muka
dengan pembunuhnya di suatu lorong sempit.
Yohanes menghunus pedangnya dan mulai maju
menyerang. Pembunuh Hugh jatuh bertekuk lutut.
Ia menyilangkan tangannya di dada dan mohon
ampun demi kasih Yesus yang telah wafat disalib.
Dengan amat berat hati, Yohanes
menjatuhkan pedangnya. Ia memeluk musuhnya
dan berdua mereka berdampingan menyusuri jalan.
saat tiba di gereja biara, Yohanes masuk dan
berlutut di depan salib. Ia mohon ampun atas dosa-
dosanya. Lalu, terjadilah suatu mukjizat! Kristus di
atas salib menundukkan kepala-Nya. Seolah-olah
Yesus hendak mengatakan kepada Yohanes bahwa
Ia merasa senang Yohanes telah mengampuni
musuhnya. Yohanes merasa bahwa dosa-dosanya
sendiri pun telah diampuni. Sesaat , terjadi
perubahan besar atas dirinya hingga ia langsung
menemui pimpinan biara. Yohanes bertanya apakah
ia diperbolehkan bergabung menjadi seorang
biarawan.
saat ayah Yohanes mendengar berita
ini , dalam murkanya ia mengatakan akan
membumihanguskan seluruh biara jika puteranya
tidak keluar. Para biarawan merasa bingung tidak
tahu apa yang harus mereka lakukan. Yohanes
mengatasi masalah dengan memotong rambutnya
dan meminjam sehelai jubah milik seorang
biarawan. Ayahnya begitu terkesan hingga
membiarkan puteranya tinggal di biara. Di kemudian
hari, St. Yohanes pergi untuk menempuh hidup
1022
dengan disiplin yang keras. Ia membentuk
komunitas para biarawannya sendiri. Yohanes
menjadi teladan dalam menghayati hidup miskin
Yesus. Ia juga memberikan perhatian besar kepada
semua orang miskin yang datang ke pintu gerbang
biara. Tuhan menganugerahinya kuasa untuk
mengadakan mukjizat-mukjizat dan memberinya
kebijaksanaan dalam memberikan bimbingan.
Bahkan Paus St. Leo IX datang kepada St. Yohanes
untuk minta nasehatnya. St. Yohanes wafat pada
tanggal 12 Juli 1073. Ia dinyatakan kudus oleh Paus
Selestin III pada tahun 1193.
SANTO YOHANES KLIMAKS († 649)
Santo Yohanes dilahirkan di Palestina
pada abad ketujuh. Kemungkinan besar ia yaitu
murid dari Santo Gregorius
dari Nazianze. Santo
Yohanes Klimaks
memiliki masa depan
gemilang untuk menjadi
seorang guru termashyur,
namun demikian ia
memutuskan untuk
melayani Tuhan dengan
segenap hatinya. Ia masuk
biara di Gunung Sinai
saat usianya enambelas
tahun. Kemudian, ia pergi
untuk hidup seorang diri
saja selama empatpuluh tahun. Ia mempergunakan
seluruh waktunya untuk berdoa dan membaca
riwayat para kudus.
Pada mulanya, St. Yohanes dicobai oleh iblis.
Ia merasakan segala jenis nafsu jahat yang
1023
menggodanya untuk jatuh dalam dosa. namun ,
Yohanes mengandalkan Yesus dan berdoa lebih
khusuk dari sebelumnya. Sehingga, godaan-godaan
itu tidak berhasil membuatnya jatuh dalam dosa.
Malahan, ia menjadi semakin kudus. Yohanes
semakin dekat dengan Tuhan dan banyak orang
mendengar tentang kekudusannya. Mereka datang
kepadanya untuk meminta nasehat.
Tuhan memberi Santo Yohanes suatu karunia
yang mengagumkan. Ia dapat membawa damai bagi
mereka yang tertekan dan yang mengalami godaan.
Suatu saat , seorang laki-laki yang mengalami
godaan yang mengerikan datang kepadanya. Ia
menceritakan betapa berat baginya untuk melawan
godaan-godaan ini dan memohon pada St.
Yohanes untuk menolongnya. sesudah mereka
berdoa bersama, damai segera memenuhi hati laki-
laki malang itu. Tidak pernah lagi ia diganggu oleh
godaan-godaan ini .
saat St. Yohanes berusia tujuhpuluh empat
tahun, ia dipilih menjadi pemimpin biara di Gunung
Sinai. Ia menjadi pemimpin dari semua rahib serta
pertapa di negerinya. Seorang pemimpin biara
lainnya meminta St. Yohanes untuk menuliskan
peraturan-peraturan yang telah diterapkannya
sepanjang hidupnya, agar para rahib dapat
meneladaninya. Dengan segala kerendahan hati, St.
Yohanes menulis sebuah artikel berjudul Tangga
Kesempurnaan. Dalam bahasa Yunani `tangga'
disebut `klimax'. Oleh sebab itulah ia dijuluki “St.
Yohanes Klimaks”. St. Yohanes wafat pada tahun
649.
P: 30 Maret
SANTO YOHANES KRISSOSTOMUS
1024
(344-14September 407)
Yohanes yaitu Patriark Konstantinopel yang
dijuluki "Si Mulut Emas" sebab
kepandaiannya dalam berbahasa
dan keindahan gaya bahasanya
dalam homili-homilinya. Santo
Yohanes Krisostomus dilahirkan di
Antiokhia sekitar tahun 344.
Ayahnya meninggal saat ia
masih bayi. Ibunya memilih untuk
tidak menikah lagi. Ia
mencurahkan seluruh
perhatiannya untuk membesarkan
putra dan putrinya. Ibunya
banyak berkorban agar Yohanes
kelak dapat menjadi salah seorang
guru yang terbaik. Yohanes
seorang anak yang amat cerdas
dan kelak pasti dapat menjadi
seorang yang hebat. Jika Yohanes
bercerita, semua orang senang
mendengarkannya. Sesungguhnya, namanya,
Krisostomus berarti “Bermulut emas.” Namun
demikian, Yohanes ingin memberikan dirinya
seutuhnya kepada Tuhan. Ia menjadi seorang imam
dan di kemudian hari diangkat menjadi uskup kota
besar Konstantinopel.
Santo Yohanes yaitu seorang uskup yang
mengagumkan. Meskipun ia selalu sakit, ia
melakukan begitu banyak karya yang
mengagumkan. Ia berkhotbah satu atau dua kali
sehari, memberi makan fakir miskin serta
memberikan perhatian kepada yatim piatu. Ia
memperbaiki kebiasaan umat berbuat dosa serta
menghentikan pertunjukan-pertunjukkan yang tidak
layak dipertontonkan. Ia mengasihi semua orang,
1025
namun demikian ia tidak takut untuk menegur
mereka, bahkan ratu sekalipun, jika mereka
berbuat salah.
sebab memerangi dosa, Santo Yohanes
memiliki banyak musuh - bahkan ratu sendiri.
Ratu mengusirnya dari Konstantinopel. Dalam
perjalanan, Santo Yohanes menderita demam yang
hebat, kekurangan makan serta kurang istirahat.
Meskipun begitu, ia berbahagia dapat menderita bagi
Yesus. Sesaat sebelum kematiannya, ia berseru,
“Kemuliaan kepada Allah!
Santo Yohanes wafat di Turki pada tanggal 14
September 407. Hujan es dan angin ribut yang
dahsyat menyerang Konstantinopel pada saat ia
meninggal. Empat hari kemudian, ratu yang jahat itu
pun meninggal juga. Puteranya menghormati
jenasah Santo Yohanes dan menunjukkan betapa ia
menyesal atas apa yang telah diperbuat ibunya.
P: 13 September
SANTO YOHANES LEONARDI (1541-9
Oktober 1609)
Yohanes Leonardi yang dilahirkan pada tahun
1541 ini di kemudian hari menjadi seorang apoteker
di Lucca, Italia. saat
usianya duapuluh lima tahun,
Yohanes merasakan
panggilan untuk menjadi
seorang imam. Ia mulai
belajar dan akhirnya
ditahbiskan sebagai imam
pada tahun 1572. Pastor
Leonardi menghabiskan
waktunya dengan
mengajarkan iman kepada
1026
anak-anak dan mempersiapkan para katekis.
Pelayanan aktif juga membawanya ke rumah-rumah
sakit dan penjara-penjara. Sekelompok pemuda di
Lucca berkumpul menyertai Pastor Leonardi serta
membantunya dalam karya-karyanya yang
mengagumkan. Pada akhirnya, kelompok ini menjadi
suatu kongregasi religius para imam yang disebut
Pekerja-pekerja Bunda Allah. Kepada Pastor
Leonardi diberikan sebuah gereja sebagai pusat
karyanya di Lucca. Para pengikutnya memberikan
perhatian pada kebutuhan-kebutuhan rohani umat di
paroki baru mereka. Pastor Leonardi selanjutnya
pindah ke Roma di mana sahabat karibnya, Santo
Filipus Neri, tinggal. Santo Filipus yaitu
pembimbing rohaninya. Pelayanan Pastor Leonardi
terkadang terasa berat dan sulit akibat segala
gejolak politik dan rohani di Eropa. namun , Santo
Filipus percaya pada Pastor Leonardi dan pada
karya-karya baik yang dilakukan kongregasi para
imamnya. Santo Filipus memberikan rumahnya
sendiri di Roma. Wisma itu disebut “Santo William
dari Cinta Kasih”. Bersama rumah, diberikan juga
kucing Santo Filipus. Dengan senang hati Santo
Yohanes memeliharanya.
Santo Yohanes Leonardi dan para imamnya
mendatangkan pengaruh religius yang kuat atas
umat Italia. Ordo mereka kemudian secara resmi
diakui oleh Paus Klemens VIII pada tahun 1595.
Pendirinya wafat akibat wabah penyakit pada
tanggal 9 Oktober 1609 sementara melayani pasien-
pasien kurban wabah. Santo Yohanes Leonardi
dimaklumkan kudus oleh Paus Pius XI pada tahun
1938.
P: 9 Oktober
1027
SANTO YOHANES MARIA VIANNEY (1786-
1859)
Yohanes Maria Vianney dilahirkan di Lyons,
Perancis pada tahun 1786. saat masih kanak-
kanak, ia menggembalakan
domba ayahnya. Ia suka
berdoa namun juga suka
bermain. saat Yohanes
berumur delapanbelas tahun,
ia minta ijin kepada ayahnya
untuk menjadi seorang imam.
Ayahnya berkeberatan sebab
tenaganya dibutuhkan untuk
mengerjakan pertanian
keluarga. Dua tahun kemudian
ayahnya memberikan ijin.
Pada usia duapuluh tahun,
Yohanes belajar di bawah
bimbingan Pastor Balley. Pastor Balley seorang imam
yang amat sabar, namun belajar bahasa Latin
merupakan kendala besar bagi Yohanes. Ia menjadi
patah semangat. Pada saat itulah ia memutuskan
untuk berjalan sejauh 60 mil (±97 km) menuju
kapel Santo Yohanes Fransiskus Regis, seorang
kudus yang populer di Perancis. Yohanes memohon
bantuan doa Santo Yohanes Regis. sesudah ziarah
itu, ia tetap saja memiliki masalah dalam hal
belajar sama seperti sebelumnya. Bedanya ialah ia
tidak lagi pernah merasa patah semangat.
Pada akhirnya Yohanes berhasil juga masuk
seminari. Belajar merupakan hal yang sulit baginya.
Tidak peduli betapa giat ia berusaha, ia tidak pernah
berhasil dengan baik. saat ujian akhir tiba, ujian
dilaksanakan secara lisan, dan bukan secara tertulis.
1028
Yohanes harus menghadapi suatu dewan guru dan
menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Yohanes
begitu sedih hingga ia menangis saat ujian tengah
berlangsung. Namun, sebab Yohanes seorang yang
kudus, ia sepenuhnya dapat berpikir praktis sesuai
pengalaman hidupnya dan ia mengerti apa yang
diajarkan Gereja dalam masalah yang diujikan
kepadanya. Ia tahu jawaban yang benar pada saat
ditanyakan kepadanya apa yang harus dilakukan
dalam perkara ini atau itu. Hanya saja ia tidak dapat
mengatakan jawabannya itu dengan gaya bahasa
sesuai dengan artikel pedoman berbahasa Latin yang
rumit. Akhirnya Yohanes ditahbiskan juga. Ia
mengerti apa itu panggilan imamat dan kebaikan
hatinya tak dapat diragukan lagi.
Yohanes diutus ke sebuah gereja kecil yang
disebut Ars. Pastor Vianney berpuasa dan melakukan
silih yang berat demi umatnya. Ia berusaha keras
agar mereka berhenti berbuat dosa. Mereka mabuk-
mabukan, bekerja sepanjang hari pada hari Minggu,
dan tidak pernah pergi ke gereja. Sebagian besar
dari mereka menggunakan kata-kata yang tidak
pantas. Pada akhirnya, kedai-kedai minum mulai
tutup satu demi satu sebab usaha mereka
menurun. Orang mulai berdoa secara rutin setiap
hari Minggu dan ambil bagian dalam Misa harian.
Sumpah serapah tidak lagi sering diucapkan. Apa
yang telah terjadi di Ars? “Pastor kita yaitu seorang
kudus,” kata mereka, “dan kita wajib taat
kepadanya.”
Tuhan memberi Yohanes karunia untuk
membaca pikiran orang serta mengetahui masa
depan. sebab karunia ini , ia mempertobatkan
banyak pendosa dan membantu umat menentukan
keputusan-keputusan yang tepat. Orang banyak
mulai berdatangan ke Ars. Kadang-kadang, ratusan
1029
orang dalam satu hari. Santo Yohanes Vianney
menggunakan dua belas hingga enam belas jam
sehari untuk mendengarkan pengakuan mereka.
Yohanes amat berharap dapat menghabiskan sisa
hidupnya di sebuah biara. Yang terjadi malahan, ia
tinggal selama empat puluh dua tahun di Ars dan
wafat di sana pada tahun 1859 pada usia tujuh
puluh tiga tahun. Santo Yohanes Vianney dinyatakan
kudus pada tahun 1925 oleh Paus Pius XI.
Yohanes Maria Vianney (1786-1859), pastor
di Ars (Perancis Selatan), pelindung para imam
paroki; P: 4 Agustus
“Doa pribadi bagaikan jerami yang tercecer di sana sini;
jika kamu membakarnya, akan menghasilkan tebaran api
kecil-kecil. namun , kumpulkan jerami-jerami itu menjadi
satu berkas dan bakarlah, maka kamu akan mendapatkan
suatu nyala api yang besar, berkobar bagaikan pancang ke
angkasa; doa bersama seperti itu.” ~ Santo Yohanes
Maria Vianney
SANTO YOHANES NEUMAN
(28 Maret 1811-5 Januari 1860)
Bukan saja Yohanes Neumann itu seorang
yang pendiam, ia juga seorang yang pendek dengan
tingginya seratus
tujuhpuluh lima senti.
Sinar matanya amat
lembut dan ia banyak
tersenyum. Yohanes
dilahirkan pada tanggal
28 Maret 1811 di
Bohemia, sekarang bagian
dari Republik Czech.
orangtuanya yaitu
Filipus dan Agnes
1030
Neumann. Yohanes memiliki empat orang saudari
dan seorang saudara kandung. sesudah lulus dari
sekolah, Yohanes masuk seminari. saat tiba satnya
untuk ditahbiskan, Bapa Uskup jatuh sakit.
Sesudahnya, tanggal pentahbisannya tidak pernah
ditetapkan lagi sebab pada saat itu Bohemia sudah
memiliki banyak imam. Yohanes membaca tentang
karya-karya misi di Amerika Serikat, jadi ia
memutuskan untuk pergi ke Amerika agar dapat
ditahbiskan. Dengan berjalan kaki ia menempuh
hampir seluruh perjalanannya ke Perancis, lalu
menumpang kapal yang menuju Eropa.
Yohanes tiba di Manhattan pada tanggal 9
Juni 1836. Uskup Yohanes Dubois amat gembira
menyambut kedatangannya. Hanya ada tigapuluh
enam imam untuk melayani dua ratus ribu umat
Katolik yang tinggal di negara bagian New York dan
sebagian New Jersey. Hanya enambelas hari sesudah
kedatangannya, Yohanes ditahbiskan sebagai imam
dan diutus ke Buffalo. Di sana ia akan membantu
Pastor Pax melayani parokinya yang luasnya
sembilan ratus meter persegi. Pastor Pax
memberinya kebebasan untuk memilih antara kota
Buffalo atau daerah pedesaan. Watak Yohanes yang
gagah berani mulai kelihatan. Ia memilih yang paling
sulit - daerah pedesaan. Ia memutuskan untuk
tinggal di sebuah kota kecil dengan sebuah gereja
yang belum selesai dibangun. saat gereja itu
selesai pembangunannya, ia pindah ke kota lain
dengan gereja yang dibangun dari balok-balok kayu.
Di sana ia mendirikan bagi dirinya sendiri sebuah
kamar kecil berdinding kayu. Hampir tidak pernah ia
menyalakan api dan seringkali hanya makan roti dan
air saja. Ia juga tidur hanya beberapa jam saja
setiap malam. Pertanian-pertanian di daerahnya
jauh jaraknya antara yang satu dengan yang lain.
1031
Yohanes harus berjalan kaki menempuh perjalanan
yang panjang agar dapat mengunjungi umatnya.
Mereka yaitu orang-orang Jerman, Perancis,
Irlandia dan Skotlandia. Dahulu di sekolah, Yohanes
telah menguasai delapan bahasa. Sekarang ia fasih
berbahasa Inggris dan Gaelic pula. Sebelum
wafatnya, Yohanes menguasai duabelas macam
bahasa.
Yohanes bergabung dengan Kongregasi
Pater-Pater Redemptoris dan melanjutkan karya
misinya. Ia diangkat menjadi Uskup Philadelphia
pada tahun 1852. Uskup Neumann mendirikan lima
puluh gereja dan mulai membangun sebuah
katedral. Ia mendirikan hampir seratus sekolah dan
meningkatkan jumlah murid sekolah paroki dari 500
anak ke 9000 anak. Kesehatan Uskup Neumann
tidak pernah prima, namun demikian orang tetap
saja amat terkejut mendengar berita kematiannya
yang tiba-tiba pada tanggal 5 Januari 1860. Ia
sedang berjalan kaki pulang dari suatu pertemuan
saat ia jatuh rebah ke tanah sebab stroke. Bapa
Uskup segera dibawa ke sebuah rumah terdekat dan
wafat di sana pada pukul tiga sore. Bulan Maret
berikutnya, akan merupakan hari ulang tahun Uskup
Neumann yang keempatpuluh sembilan. Yohanes
Neumann dinyatakan kudus oleh Paus Paulus VI
pada tanggal 19 Juni 1977.
P: 5 Januari
SANTO YOHANES PENDERMA († 11
Nopember 619)
Yohanes yaitu seorang bangsawan Kristiani
yang saleh. Ia mempergunakan kekayaan dan
kedudukannya untuk membantu kaum miskin papa.
sesudah isterinya meningggal dunia, Yohanes
1032
menjadi seorang imam dan kemudian uskup. Pada
tahun 608, ia diangkat sebagai Patriark Alexandria,
Mesir. Apakah yang dapat
diharapkan orang dari
Yohanes yang sekarang
menduduki posisi yang
demikian penting? Santo
Yohanes melaksanakan
pelayanan barunya yang
berfokus pada pemulihan
atas perpecahan-perpecahan
yang terjadi di antara umat.
Ia berketetapan untuk
mempraktekkan “belas
kasihan tanpa batas”. Hal
pertama yang dilakukannya
yaitu meminta suatu daftar
lengkap “para tuannya”.
saat diminta untuk
menjelaskan, yang ia maksudkan dengan tuan
yaitu kaum miskin. saat dihitung, jumlah kaum
miskin di Alexandria mencapai 7500 jiwa. Yohanes
bertekad untuk menjadi pelindung pribadi mereka.
Sebagai patriark, Santo Yohanes
memaklumkan hukum-hukum dan mengadakan
pembaharuan-pembaharuan. Ia seorang yang
disegani dan baik hati, namun tegas. Ia
membaktikan dua hari dalam satu minggu, yakni
hari Rabu dan Jumat, menyediakan diri bagi siapa
saja yang ingin menemuinya. Orang banyak antri
dan menanti giliran mereka dengan sabar. Sebagian
dari mereka yaitu orang-orang kaya; sementara
sebagian lainnya kaum tuna wisma dan kaum
terbuang. Semuanya menerima perlakuan dan
perhatian yang sama. saat Santo Yohanes
mendapati bahwa perbendaharaan gereja memiliki
1033
80.000 keping emas, ia membagi-bagikan semuanya
di antara rumah-rumah sakit dan biara-biara. Ia
menetapkan suatu sistem sehingga kaum miskin
menerima cukup uang dan sarana untuk menopang
hidup mereka. Pengungsi-pengungsi dari wilayah-
wilayah sekitar juga disambut hangat. sesudah
bangsa Persia menjarah Yerusalem, Santo Yohanes
mengirimkan uang dan barang-barang bantuan
kepada warga yang menderita. Ia bahkan
mengutus pekerja-pekerja Mesir untuk membantu
membangun kembali gereja-gereja di sana.
saat orang ingin tahu bagaimana Santo
Yohanes dapat begitu murah hati dan tidak
mementingkan diri sendiri, ia memberikan suatu
jawaban yang menakjubkan. Suatu saat semasa ia
masih amat muda, ia mendapatkan suatu mimpi
atau suatu penglihatan. Ia melihat seorang gadis
yang cantik jelita dan ia sadar bahwa gadis itu
mewakili “belas kasihan”. Sang gadis berkata
kepadanya, “Aku yaitu puteri sulung raja. Jika
engkau mengabdi kepadaku, aku akan
menghantarmu kepada Yesus. Tak seorang pun yang
lebih berkuasa di hadapannya sebagaimana aku.
Ingat, bagi akulah ia menjadi seorang bayi mungil
demi menebus umat manusia.” Santo Yohanes tak
pernah bosan menceritakan penglihatannya itu. Ia
dengan lemah-lembut membimbing mereka yang
kaya untuk lebih murah hati. Ia membantu mereka
yang miskin untuk percaya dan yakin bahwa Tuhan
senantiasa ada di sana bagi mereka. Santo Yohanes
wafat dalam damai pada tanggal 11 November 619.
Sebab amal dermanya yang besar, ia disebut “si
penderma”.
P: 23 Januari
1034
SANTO YOHANES ROBERTS (1577-1610)
Yohanes dilahirkan di Wales pada tahun
1577. Meski bukan seorang Katolik, ia dididik oleh
seorang imam tua. Jadi,
sepeti katanya di kemudian
hari, dalam hati ia senantiasa
seorang Katolik. Yohanes
pergi ke Universitas Oxford di
Inggris beberapa waktu
lamanya. Kemudian ia pergi
ke Perancis untuk bersenang-
senang. Nyatanya,
perjalanan ini memberinya
lebih dari sekedar
kesenangan. yaitu di Paris,
Perancis, ia menemukan
kebahagiaan besar dalam
menggabungkan diri dalam Gereja Katolik.
Sesudahnya, Yohanes tidak membuang-buang waktu
untuk mengambil langkah untuk ditahbiskan sebagai
seorang imam. Ia pergi ke suatu sekolah tinggi
Inggris di Spanyol dan menjadi seorang biarawan
Benediktin. Kerinduannya yang besar untuk kembali
ke Inggris menjadi kenyataan tiga tahun kemudian.
Ia dan seorang biarawan lain mendapatkan ijin
berangkat ke Inggris. Mereka tahu mara bahaya
yang akan datang menghadang. Sesungguhnya,
mereka tak harus lama menunggu sebelum kesulitan
dimulai. Mereka memasuki Inggis dengan
mengenakan topi bulu dan pedang di pinggang.
Namun demikian, segera saja mereka ditangkap
sebab mereka yaitu imam Katolik dan diusir dari
Inggris.
Santo Yohanes Roberts kembali ke Inggris
lagi. Ia berkarya siang malam demi memelihara
1035
iman umat semasa penganiayaan keji oleh Ratu
Elizabeth. Beberapa kali ia tertangkap, dijebloskan
ke dalam penjara dan dibuang, namun ia selalu
kembali. Terakhir kali ditangkap, Pater Yohanes baru
saja selesai merayakan Misa. Tak ada jalan untuk
melarikan diri. saat ditanya, ia memaklumkan
dengan gagah bahwa ia seorang imam dan
bairawan. Ia menjelaskan bahwa ia datang ke
Inggris untuk berkarya demi keselamatan umat.
“Andai aku hidup lebih lama,” tambahnya, “aku akan
terus melakukan apa yang sekarang aku lakukan.”
Santo Yohanes diadili secara tidak adil dan dijatuhi
hukuman mati.
Malam sebelum pelaksanaan hukuman
gantung, seorang wanita Spanyol yang baik
mengatur agar ia diperbolehkan mengunjungi
delapanbelas tahanan lainnya. Mereka juga
menderita demi Kristus. Sepanjang makan malam
bersama, Santo Yohanes dipenuhi sukacita. Lalu
terpikir olehnya mungkin sebaiknya ia tidak
mengungkapkan kebahagiaannya begitu rupa.
“Apakah kau pikir aku memberikan teladan yang
buruk dengan sukacitaku ini?” tanyanya kepada
wanita yang baik itu. “Tentu saja tidak,”
jawabnya, “Pater tak dapat melakukan yang terlebih
baik selain dari membiarkan semua orang melihat
kegagah-beranian penuh sukacita yang Pater miliki
sementara Pater menyongsong maut demi Kristus.”
Keesokan harinya Santo Yohanes dihukum gantung.
Khalayak ramai begitu terpesona oleh pribadi imam
muda ini hingga mereka tak hendak membiarkan
para algojo membuatnya menderita. St Yohanes
Roberts wafat sebagai martir pada tahun 1610.
1036
SANTO YOHANES YOSEF dari SALIB (1654-
6 Maret 1734)
Santo Yohanes Yosef dari Salib dilahirkan di
Italia selatan pada tahun 1654, pada Hari Raya
Santa Perawan Maria
diangkat ke Surga. Ia
seorang pemuda
bangsawan, namun
berpakaian seperti
layaknya seorang miskin.
Ia melakukan hal ini
sebab ia ingin menjadi
miskin sama seperti Yesus.
Pada usia
enambelas tahun, Yohanes
Yosef bergabung dengan
Ordo Fransiskan. Ia
sungguh rindu untuk hidup
penuh pengorbanan seperti Yesus. Oleh sebab nya,
dengan senang hati ia melakukan banyak mati raga.
Ia tidur hanya tiga jam saja setiap malam dan
menyantap makanan yang sangat sederhana.
Yohanes kemudian ditahbiskan sebagai imam.
Pastor Yohanes Yosef diangkat menjadi superior di
Santa Lusia di Naples di mana ia menghabiskan
sebagian besar masa hidupnya yang panjang. Ia
selalu mendesak untuk melakukan pekerjaan yang
paling berat. Dengan sukacita ia memilih untuk
melakukan tugas-tugas yang tidak dikehendaki oleh
yang lain.
Santo Yohanes Yosef memiliki pembawaan
yang penuh belas kasih. Namun demikian, ia tidak
ingin menjadi pusat perhatian. Sebaliknya, bukannya
menunggu orang lain datang untuk meminta
pertolongannya, ia akan terlebih dahulu datang
kepada mereka. Semua imam dan frater
1037
menganggapnya sebagai seorang imam yang penuh
belas kasih. Yohanes juga amat mengasihi Bunda
Maria dan berusaha membantu orang-orang lain
untuk mengasihi Maria. Imam yang kudus ini
demikian mengasihi Tuhan hingga meskipun ia
sedang sakit, ia akan terus bekerja. Santo Yohanes
Yosef wafat pada tanggal 6 Maret 1734 dalam usia
delapanpuluh tahun. Ia dinyatakan kudus oleh Paus
Pius VIII pada tahun 1839.
P: 6 Maret
SANTO YODOKUS (abad ke-7)
Menjadi pertapa dan peziarah susaha tidak
dinobatkan menjadi raja. Ia dihormati sebagai santo
pelindung para peziarah.
Yodokus atau Joos, Jobs (abad ke-
7); P: 13 Desember
YOLENTA atau HELEN (1298)
Ratu Polandia ini sesudah suaminya
meninggal masuk biara suster Klaris.
P: 12 Juni
YONAH dan BERIKJESU († 327)
Mereka yaitu kakak

