Kisah santa santo 23


 495. 

Orangtuanya miskin, 

namun  mereka yaitu  

orang Kristen yang taat. 

Yohanes seorang pemuda 

yang tidak bisa tenang. 

Sebentar ia menjadi 

seorang gembala, 

sebentar menjadi tentara, 

dan kemudian menjadi 

penjaga toko. saat  

dewasa, ia bukanlah 

seorang yang religius. Ia 

dan teman-temannya 

tidak menyadari 

kehadiran Tuhan. saat  usianya empatpuluh tahun, 

Yohanes mulai merasa hampa. Ia merasa sedih akan 

hidupnya yang telah ia sia-siakan. Di gereja, ia 

mendengarkan suatu khotbah yang disampaikan 

oleh seorang misionaris yang kudus, Yohanes dari 

Avila. Misionaris ini  memberikan pengaruh 

yang kuat kepadanya. Yohanes mulai menangis 

996

meraung-raung. Hari-hari selanjutnya, Santo 

Yohanes dari Avila membantu Yohanes untuk 

memulai hidupnya kembali dengan harapan dan 

keberanian. 

Yohanes mengubah hidupnya secara drastis. 

Ia berdoa serta melakukan mati raga setiap hari. 

Dikatakan bahwa seorang uskup memberinya nama 

a Deo (= dari Tuhan) sebab  ia secara total 

mengubah hidupnya yang dahulu hanya 

mementingkan diri sendiri dan kini sepenuhnya 

menjadi manusia baru yang “dari Tuhan”. Perlahan-

lahan Yohanes a Deo menyadari betapa hidup rakyat 

penuh dengan kemiskinan serta penderitaan. Ia 

mulai mempergunakan waktunya untuk merawat 

mereka yang sakit di rumah-rumah sakit dan di 

tempat-tempat penampungan. Kemudian ia menjadi 

sadar akan betapa banyaknya orang-orang yang 

terlalu miskin untuk dapat memperoleh perawatan di 

rumah sakit. Siapakah yang mau merawat mereka? 

Yohanes bertekad, demi cintanya kepada Tuhan, ia 

mau melakukannya.

saat  usianya empatpuluh lima tahun, 

Yohanes mendapatkan sebuah rumah untuk 

merawat para fakir miskin yang sakit. Rumah itu 

kemudian menjadi sebuah rumah sakit kecil di mana 

setiap orang yang membutuhkan pertolongan akan 

diterima dengan baik. Orang-orang yang datang 

untuk membantu Yohanes mulai membentuk suatu 

ordo religius untuk mengabdikan diri bagi mereka 

yang miskin. Ordo mereka disebut Para Broeder 

Santo Yohanes a Deo. Sebagian orang tentulah 

bertanya-tanya apakah Yohanes sungguh kudus 

seperti anggapan orang. Suatu saat , seorang 

bangsawan menyamar sebagai seorang pengemis. Ia 

mengetuk pintu Yohanes untuk meminta-minta. 

Yohanes dengan suka hati memberikan semua yang 

997

ia miliki, yang jumlahnya hanya beberapa dolar saja. 

Bangsawan ini  tidak membuka rahasianya saat 

itu, melainkan segera pergi dengan kesan 

mendalam. Keesokan harinya, seorang pesuruh tiba 

di depan pintu Yohanes dengan sepucuk surat 

penjelasan beserta uang dermanya yang 

dikembalikan. Di samping itu, sang bangsawan 

menyertakan 150 keping uang emas. Ia juga 

mengirimkan roti, daging serta telur yang dikirimkan 

setiap pagi ke rumah sakit cukup untuk memberi 

makan segenap pasien dan para pekerja rumah 

sakit. 

sesudah  sepuluh tahun bekerja keras bagi 

rumah sakitnya, Santo Yohanes sendiri akhirnya 

jatuh sakit. Ia wafat pada hari ulang tahunnya pada 

tahun 1550. Yohanes a Deo dinyatakan kudus oleh 

Beato Paus Inosensius XI pada tahun 1690. Pesta 

Santo pelindung perawat ini dirayakan setiap tanggal 

8 Maret.

“Jika  kita  rindu  untuk  menerima  belas  kasihan  Tuhan, 

pastilah  kita  akan  melakukan  kebajikan  selama  kita 

memiliki  kemampuan  untuk  melakukannya.  Sebab,  jika 

kita  berbagi  dengan  mereka  yang  miskin,  oleh  sebab  

kasih kita kepada Tuhan, apa pun yang Ia berikan kepada 

kita,  kita  akan  menerimanya,  sesuai  dengan  janji-Nya, 

seratus  kali  lipat  dalam  kebahagiaan  abadi.”  ~  Santo 

Yohanes a Deo

SANTO YOHANES de BREBEUF, SANTO 

ISAAC JOGUES, dkk 

 Lebih dari tiga ratus tahun yang lalu, enam 

orang imam Yesuit bersama dua orang awam, 

semuanya berasal dari Perancis, wafat sebagai 

martir di Amerika Utara. Kedelapan orang kudus ini 

wafat sebagai martir antara tahun 1642 dan 1649. 

998

Mereka yaitu  sekelompok misionaris yang paling 

gagah berani. Mereka mengorbankan segala sesuatu 

yang mereka miliki 

demi mewartakan 

Kristus kepada orang-

orang pribumi Amerika 

Utara. sesudah  

berjuang keras, 

mereka berhasil 

mempertobatkan 

banyak orang dari suku 

Indian Huron. namun  

suku Iroquois, musuh 

bebuyutan suku Huron, 

membunuh mereka 

semua. 

 St. Yohanes de Brebeuf menderita tbc. Di 

Perancis, sakitnya begitu parah hingga ia bahkan 

tidak dapat mengajar banyak kelas. Namun 

demikian, ia menjadi seorang rasul yang gagah 

berani serta mengagumkan. Keberaniannya 

menakjubkan suku Iroquois yang biadab sementara 

mereka menyiksanya hingga tewas. St. Isaac Jogues 

dianiaya dengan hebat oleh suku Mohawk, namun  

dibebaskan oleh orang-orang Belanda. Ia pulang ke 

Perancis, namun segera kembali ke Amerika Utara. 

Pastor Jogues ditebas dengan tomahawk (kampak 

perang orang Indian) oleh Kelompok Beruang dari 

suku Mohawk. 

 St. Antonius Daniel baru saja selesai 

mempersembahkan Misa bagi umatnya dari suku 

Huron, saat  suku Iroquois menyerang desa 

mereka. Orang-orang Indian Kristen memohon 

kepadanya agar ia berusaha melarikan diri. namun  

Pastor Daniel tetap tinggal. Ia ingin membaptis 

semua orang yang menangis serta memohon dengan 

999

sangat kepadanya agar diberi Sakramen Baptis 

sebelum mereka semua dibunuh. Suku Iroquois 

membakarnya hingga tewas dalam kapelnya yang 

kecil. St. Gabriel Lallemont disiksa hingga tewas 

bersama dengan St. Yohanes de Brebeuf. St. Charles 

Garnier tertembus peluru suku Iroquois dalam suatu 

serangan mendadak, namun  ia masih mencoba 

merangkak untuk menyelamatkan seorang yang 

sedang sekarat. Ia sendiri kemudian terbunuh oleh 

tebasan kampak. St. Noel Chabenel harus 

mengalami berbagai kesulitan, namun  ia telah 

bertekad untuk tetap tinggal di Amerika Utara. Ia 

dibunuh oleh seorang pengkhianat Huron. Kedua 

orang pembantu awam, Rene Goupil dan John 

Lalande, keduanya tewas oleh tebasan tomahawk. 

Jadi, dengan cara demikianlah para pahlawan Kristus 

ini  menyerahkan nyawanya bagi pertobatan 

orang-orang pribumi Amerika Utara. sesudah  

kematian mereka, para misionaris yang datang 

kemudian, dapat mempertobatkan hampir semua 

suku di mana para martir berkarya. Pahlawan-

pahlawan yang gagah berani ini, yang sering disebut 

sebagai para martir Amerika Utara, dinyatakan 

kudus oleh Paus Pius XI pada tahun 1931.

SANTO YOHANES BAPTIS ROSSI (1698-

1763)

Yohanes Baptis Rossi dilahirkan pada tahun 

1698 di sebuah desa dekat Genoa, Italia. 

Keluarganya amat mengasihinya. Mereka bangga 

saat  sepasang suami isteri kaya yang mengunjungi 

desa mereka menawarkan pendidikan bagi Yohanes. 

Orangtuanya mengenal pasangan ini  serta 

percaya kepada mereka. Yohanes amat senang 

boleh tinggal di rumah mereka di Genoa sebab  

1000

dengan demikian ia dapat bersekolah.  Segala 

sesuatu berjalan lancar. Ia 

menjadi seorang seminaris 

di sebuah perguruan tinggi 

Roma. Pelajarannya 

dianggapnya mudah dan ia 

mulai belajar dan belajar 

lebih banyak lagi. 

Yohanes kemudian 

sakit parah dan harus 

berhenti belajar untuk 

beberapa waktu lamanya. 

sesudah  keadaannya cukup 

baik, ia menyelesaikan 

segala persiapannya dan 

ditahbiskan sebagai imam. Meskipun kesehatannya 

tidak pernah prima, Pastor Rossi melakukan begitu 

banyak kebajikan bagi umat Roma. Ia tahu 

bagaimana rasanya tidak sehat, maka Pastor Rossi 

memberikan perhatian khusus kepada mereka yang 

sakit. Ia menjadi pengunjung tetap rumah-rumah 

sakit Roma. Terutama, ia suka menghabiskan 

waktunya bersama orang-orang miskin di Wisma St. 

Galla, yaitu tempat penampungan bagi mereka yang 

miskin dan tak memiliki tempat tinggal. Pastor Rossi 

menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang 

memenuhi kebutuhan rohani orang-orang miskin itu. 

Ia memperhatikan mereka yang membawa kawanan 

ternak serta dombanya untuk di jual di pasar Roma. 

Betapa berat hidup mereka. Mereka biasa datang 

pagi hari dengan kawanan ternaknya. Pastor Rossi 

akan berjalan bersama mereka dan berhenti serta 

bercakap-cakap dengan mereka. jika  

memungkinkan, ia akan memberikan pelajaran 

agama kepada mereka serta menawarkan Sakramen 

1001

Rekonsiliasi. Pelayanan imamat Pastor Rossi 

membawa perubahan besar dalam hidup mereka.

Pastor kudus ini juga merasakan belas kasih 

mendalam kepada para wanita dan gadis-gadis 

tunawisma. Mereka menyusuri jalan-jalan sepanjang 

siang dan malam untuk mengemis. Hal ini sangat 

membahayakan dan juga sangat menyedihkan. Bapa 

Suci memberikan sejumlah dana kepada Pastor 

Rossi untuk mendirikan tempat penampungan bagi 

para wanita tunawisma ini. Tempat penampungan 

itu terletak dekat Wisma St. Galla. Pastor Rossi 

menyerahkan tempat penampungannya itu dalam 

perlindungan salah seorang santo favoritnya, St. 

Alyosius Gonzaga. Pastor Rossi terkenal oleh sebab  

kebaikan dan kelembutan hatinya, terutama dalam 

pengakuan dosa. Umat antri dekat kamar 

pengakuannya serta menunggu giliran mereka 

dengan sabar. Suatu saat  Pastor Rossi 

mengatakan kepada seorang temannya bahwa cara 

terbaik bagi seoang iman untuk mencapai surga 

yaitu  dengan menolong umat melalui Sakramen 

Rekonsiliasi. Tugas favorit lain yang diterimanya dari 

Paus Benediktus XIV yaitu  memberikan pelajaran 

rohani kepada para petugas penjara dan pegawai 

negeri. 

Pastor Rossi terserang stroke pada tahun 

1763. Ia tidak pernah sembuh kembali. Ia masih 

dapat merakayan Misa namun  dengan penderitaan 

yang amat sangat. Imam yang mengagumkan ini 

wafat dalam usia enam puluh enam tahun, pada 

tanggal 23 Mei 1764. Ia dinyatakan kudus oleh Paus 

Leo XIII pada tahun 1881.

1002

SANTO YOHANES BAPTISTA de la SALLE 

(30 April 1651-7 April 1719)

St. Yohanes Baptista de la Salle dilahirkan di 

Rheims, Perancis pada tanggal 30 April 1651. 

Orangtuanya berasal dari 

kalangan bangsawan. 

Yohanes biasa hidup 

mewah. Namun demikian, ia 

seorang anak yang saleh 

pula. Ia sangat mengasihi 

Yesus dan Gereja-Nya. Ia 

sedang belajar untuk 

menjadi seorang imam 

saat  kedua orangtuanya 

meninggal dunia. Ia harus 

meninggalkan seminari dan 

pulang ke rumah untuk 

mengasuh adik-adiknya. 

Sementara ia mengajar serta mendidik mereka, ia 

sendiri tetap terus belajar. Adik-adiknya tumbuh 

menjadi pemuda-pemuda yang baik. saat  

pendidikan mereka sudah selesai, Yohanes Baptista 

ditahbiskan sebagai imam.

Pada masa itu, kaum bangsawan seperti 

keluarga Pastor de la Salle, memiliki  kesempatan 

untuk memperoleh pendidikan yang baik. namun , 

rakyat jelata tetap miskin dan terlupakan. Mereka 

tidak punya kesempatan untuk bersekolah. St. 

Yohanes Baptista berbelas kasihan kepada anak-

anak kaum miskin. Ia bertekad untuk melakukan 

sesuatu guna mengatasi masalah ini . Ia mulai 

membuka sekolah-sekolah bagi mereka. Agar 

tersedia pengajar-pengajar bagi anak-anak, ia 

membentuk suatu ordo baru, Kongregasi Bruder-

Bruder Sekolah Kristiani. Meskipun Pastor de la Salle 

juga mengajar anak-anak itu sendiri, ia 

1003

menghabiskan sebagian besar waktunya untuk 

membekali para bruder pengajar. Bagi para 

brudernya, Pastor de la Salle menuliskan suatu 

regula dan juga sebuah artikel  berisi penjelasan 

mengenai cara terbaik untuk mengajar. St. Yohanes 

Baptista merupakan salah seorang pendidik terbaik 

sepanjang masa. Ia mengajar dalam bahasa ibu 

warga  setempat, bukan dalam bahasa Latin, 

seperti yang biasa dilakukan. Ia mengelompokkan 

para murid dalam beberapa kelas. Ia menekankan 

pentingnya suasana tertib dan tenang sementara 

pelajaran diberikan.

Selang beberapa waktu kemudian, para 

bruder mendirikan lebih banyak lagi sekolah-

sekolah. Mereka mengajar, baik anak-anak dari 

rakyat jelata maupun dari kaum bangsawan. Banyak 

kesulitan yang harus dihadapi ordo baru ini . 

Namun, berkat doa serta matiraga St. Yohanes 

Baptista, Tuhan memberkati segala karya mereka 

sehingga terus berkembang dan tersebar luas.

Kesehatan Pastor de la Salle tidak pernah 

prima. Penyakit asma dan radang sendi yang ia 

derita mengakibatkannya terus merasa sakit. 

Meskipun demikian, ia tidak pernah mau 

memanjakan diri. St. Yohanes Baptista wafat pada 

hari Jumat Agung, 7 April 1719, dalam usia enam 

puluh delapan tahun. Ia dinyatakan kudus oleh Paus 

Leo XIII pada tahun 1900. Pada tahun 1950, Paus 

Pius XII mengangkatnya sebagai santo pelindung 

para pengajar. Pestanya dirayakan tiap tanggal 7 

April

“Aku mengagungkan cara Tuhan bertindak dalam segala 

hal yang dilakukan-Nya bagiku.” ~ St. Yohanes Baptista 

de la Salle   

1004

SANTO YOHANES BERCHMANS SJ (1599-

1621)

 Orang kudus dari Belgia ini pernah 

mengatakan, “Jika aku tidak menjadi kudus saat  

aku masih muda, maka 

aku tidak akan pernah 

menjadi kudus.” 

Sesungguhnya, Yohanes 

meninggal pada usia 

muda, yaitu duapuluh 

dua tahun dan, tanpa 

perlu diragukan lagi, ia 

telah berhasil mencapai 

harapannya untuk 

menjadi kudus. Yohanes 

dilahirkan pada tahun 

1599. Sebagai seorang 

anak, ia amat dekat 

dengan ibunya yang sakit. Namun demikian, ia suka 

juga bergabung dengan teman-teman sebayanya 

untuk memainkan kisah-kisah yang diambil dari 

Kitab Suci. Ia terutama amat pintar memainkan 

adegan Daniel membela Susana yang tidak berdosa. 

saat  usianya tigabelas tahun, Yohanes ingin 

bersekolah untuk menjadi imam. namun , ayahnya 

-seorang tukang sepatu-, membutuhkan bantuannya 

untuk ikut menunjang keluarga. Pada akhirnya, 

Bapak Berchmans memutuskan untuk 

memperbolehkan Yohanes menjadi pesuruh di 

pastoran. Dari sana ia dapat langsung pergi 

mengikuti pelajaran di seminari. 

 Tiga tahun kemudian, Yohanes Berchmans 

bergabung dengan Serikat Yesus. Ia berdoa, belajar 

dengan tekun dan dengan bersemangat memainkan 

peran-peran dalam drama religius. Ia memiliki  

1005

semboyan: “Berilah perhatian besar pada hal-hal 

kecil,” dan semboyannya itu ia pegang teguh. 

Semasa hidupnya, St. Yohanes Berchmans tidak 

pernah melakukan perbuatan-perbuatan besar yang 

mengagumkan. namun , ia melakukan semua 

pekerjaan-pekerjaan kecil dengan baik, mulai dari 

melayani makan hingga menyalin catatan 

pelajarannya. saat  ia jatuh sakit, tidak ada dokter 

yang dapat menemukan penyakit yang dideritanya. 

Yohanes tahu bahwa ia akan segera meninggal. 

namun , ia tetap riang gembira seperti sediakala. 

saat  dokter memerintahkan agar keningnya 

dikompres dengan anggur, Yohanes berkelakar: 

“Wah, untung saja penyakit yang begitu mahal ini 

tidak akan berlangsung lama.” Yohanes Berchmans 

wafat pada tahun 1621. Mukjizat-mukjizat terjadi 

pada saat pemakamannya. Segera saja orang mulai 

menyebutnya santo.

L: rosario, salib dan artikel  aturan ordo; P: 26 

Nopember

SANTO YOHANES don BOSCO 

(6 Agustus 1815-1888)

  

• MASA KECIL

Yohanes Bosco dilahirkan pada tanggal 16 

Agustus 1815,  di Becchi, sebuah dusun kecil di 

Castelnuovo d'Asti (sekarang namanya Castelnuovo 

Don Bosco), Italia. Ayahnya, Francesco, seorang 

petani yang miskin. Francesco memiliki  tiga 

orang putera: Antonio (dari isteri pertamanya yang 

telah meninggal dunia), Yusuf dan Yohanes. 

Francesco meninggal dunia saat Yohanes baru 

berusia dua tahun. 

1006

Ibunya, Margarita, dengan segala daya usaha  

dan kerja keras berusaha menghidupi keluarganya. 

Namun demikian kerja keras 

dan kemiskinan tidak 

menghalangi Margarita untuk 

senantiasa menceritakan 

kepada anak-anaknya segala 

kebaikan Tuhan: siang dan 

malam, bunga-bunga dan 

bintang-bintang, “Oh, betapa 

indahnya Tuhan menjadikan 

segala sesuatu untuk kita!”, 

kata mama Margarita. 

Diajarkannya kepada 

Yohanes kecil bagaimana 

mengolah tanah dan 

bagaimana menemukan Tuhan yang ada di surga 

yang indah melalui panen yang berlimpah dan 

melalui hujan yang menyirami tumbuh-tumbuhan.  

Di gereja, Mama Margarita berdoa dengan 

khusuk, ia mengajari anak-anaknya untuk 

melakukan hal yang sama. Bagi Yohanes, berdoa 

berarti berbicara kepada Tuhan dengan kaki berlutut 

di atas lantai dapur, berdoa juga berarti berpikir 

tentang-Nya saat  ia sedang duduk di atas 

rerumputan sambil menatap ke arah surga. Dari 

ibunya, Yohanes belajar melihat Tuhan dalam wajah 

sesama, yaitu mereka yang miskin, mereka yang 

sengsara, mereka yang datang mengetuk rumah 

mereka sepanjang musim dingin, dan yang kepada 

siapa Mama Margarita memberikan tumpangan, 

menyuguhkan sup hangat serta membagikan 

makanan dari kemiskinan mereka.

• MIMPI YANG MENAKJUBKAN

1007

Pada usia sembilan tahun untuk pertama 

kalinya Yohanes mendapat mimpi yang amat 

menakjubkan yang menggambarkan keseluruhan 

hidupnya kelak. Dalam mimpinya Yohanes sedang 

berada di lapangan yang luas. Ia melihat banyak 

sekali anak di 

sana, ada yang 

tertawa, bermain 

dan ada pula yang 

bersumpah 

serapah. Yohanes 

tidak suka anak-

anak itu menghina 

Tuhan. Ia segera 

berlari untuk 

menghentikan mereka sambil berteriak dan 

mengepalkan tinjunya. 

Tampaklah “Seorang yang Agung” berpakaian 

jubah putih dan wajah-Nya bersinar. Ia memanggil 

Yohanes dengan namanya, memintanya agar tenang 

serta menasehatinya: “Bukan dengan kekerasan, 

namun  dengan kelemahlembutan serta belas kasih, 

kamu akan menjadikan mereka semua teman-

temanmu. Beritahukanlah kepada mereka keburukan 

dosa dan ganjaran kebajikan.” 

“Tidak tahukah Engkau,” bisik Yohanes kecil, 

“bahwa hal itu tidak mungkin?”

 “Apa yang tampaknya tidak mungkin 

bagimu, kamu akan menjadikannya mungkin jika 

saja kamu melakukannya dengan ketulusan hati dan 

pengetahuan.” 

“Di mana dan bagaimana aku memperoleh 

pengetahuan?”

“Aku akan memberimu seorang Bunda, 

dengan bimbingan darinya saja seseorang akan 

1008

menjadi bijaksana, tanpa bimbingannya semua 

pengetahuan tidak ada gunanya.” 

“namun  siapakah Engkau yang berbicara 

seperti itu?” 

“Aku yaitu  Putera dari Surga. Ibumu telah 

mengajarkan kepadamu untuk menghormati-Ku tiga 

kali sehari.” 

 “Iartikel  melarangku untuk berbicara dengan 

seseorang yang tidak aku kenal. Katakanlah siapa 

nama-Mu.”

“Tanyakan nama-Ku kepada ibu-Ku.”

Kemudian, tampaklah seorang wanita yang 

amat anggun. Ia mengenakan gaun panjang yang 

berkilau-kilauan, seolah-olah jubahnya itu terbuat 

dari bintang-bintang yang paling cemerlang. Wanita 

itu memberi isyarat kepada Yohanes untuk datang 

mendekat kepadanya. Dengan lembut diraihnya 

tangan Yohanes, katanya, "Lihatlah." Gerombolan 

anak-anak lenyap. Yang tampak oleh Yohanes 

sekarang ialah sekawanan binatang buas: kambing 

liar, harimau, serigala, beruang.  “Inilah tempat di 

mana kamu harus bekerja. Jadikan dirimu rendah 

hati, kuat dan penuh semangat. Apa yang kamu lihat 

terjadi pada binatang-binatang buas ini, kamu harus 

melakukannya kepada anak-anakku.” 

Yohanes melihat bahwa binatang-binatang 

buas itu kini telah berubah menjadi sekumpulan 

besar anak domba yang jinak, berkerumun dan 

berdesak-desakan di sekitar Kedua Tamu Agungnya. 

Melihat itu Yohanes menangis dan minta penjelasan 

dari Si Wanita sebab  ia sama sekali tidak mengerti 

apa arti semua itu. Wanita itu membelainya dan 

berkata: “Kamu akan mengerti semuanya jika 

waktunya telah tiba.” Yohanes terbangun dan ia 

tidak dapat tidur kembali. Tahun-tahun mendatang 

dalam hidupnya telah dinyatakan dalam mimpi itu. 

1009

Mama Margarita dan Yohanes percaya bahwa mimpi 

itu yaitu  gambaran jalan hidup Yohanes kelak. 

• AHLI SULAP DAN AKROBAT

Sejak itu Yohanes senantiasa berusaha 

berbuat baik kepada teman-temannya. saat  

terompet pemain sirkus berbunyi untuk 

mengumumkan adanya pesta lokal di sebuah bukit 

di dekat situ, Yohanes pergi dengan penuh semangat 

dan duduk di baris terdepan. Rombongan sirkus itu 

menampilkan badut, sulap, permainan-permainan 

dan akrobat. Yohanes memperhatikan dengan 

sungguh-sungguh dan mempelajari semua atraksi 

yang ditampilkan. 

Sepulangnya dari pertunjukan sirkus, 

Yohanes mulai meniru atraksi-atraksi yang 

ditampilkan. Ia gagal, tergelincir, jatuh dan 

badannya memar, namun  tekadnya kuat. Ia pantang 

menyerah, sebab pikirnya, "Jika mereka dapat 

melakukannya, mengapa aku tidak?" Wah, pastilah 

malaikat pelindungnya menjadi sibuk sekali 

mengawasi dia. Yohanes terus berlatih hingga suatu 

hari Minggu sore, ia mempertunjukkan kebolehannya 

di hadapan anak-anak tetangga. Ia memperagakan 

keseimbangan tubuh dengan wajan dan panci di 

ujung hidungnya. Kemudian ia melompat ke atas tali 

yang direntangkan di antara dua pohon dan berjalan 

di atasnya diiringi tepuk tangan penonton. Sebelum 

pertunjukan yang hebat itu diakhiri, Yohanes 

mengulang khotbah yang ia dengar dalam Misa pagi 

kepada teman-temannya itu, dan mengajak mereka 

semua berdoa. 

Kabar mengenai pertunjukan yang 

diselenggarakan Yohanes tersiar hingga ke desa-

desa tetangga. sebab  pada masa itu jarang sekali 

1010

ada pertunjukan semacam, segera saja anak-anak 

yang bermil-mil jauhnya pun datang untuk 

menyaksikan pertunjukannya. Jumlahnya hingga 

seratus anak lebih. 

“Kita akan memulainya dengan berdoa Rosario, 

Peristiwa Mulia, untuk menghormati hari Minggu.”

Anak-anak itu mengeluh, namun  mereka 

menurut. sesudah  ia mengajak anak-anak 

menyanyikan satu kidung bagi Bunda Maria, 

Yohanes berdiri di atas kursi dan mulai menjelaskan 

isi Kitab Suci seperti yang didengarnya pada Misa 

pagi. Jika seorang anak menolak untuk 

mendengarkan khotbahnya atau menolak berdoa, 

Yohanes akan berkata: “Baiklah. Aku tidak akan 

mengadakan pertunjukan hari ini. Jika kalian tidak 

berdoa, bisa saja aku terjatuh dan leherku patah.”

Permainan dan Sabda Tuhan mulai mengubah 

perilaku teman-temannya. Yohanes kecil mulai 

menyadari bahwa agar dapat berbuat baik untuk 

sedemikian banyak anak, ia perlu belajar dan 

menjadi seorang imam. Imam Castelnuovo melihat 

perkembangan iman Yohanes yang luar biasa, 

hingga ia mengijinkan Yohanes menrima komuni dua 

tahun lebih awal dari usia yang ditentukan Gereja. 

• PERGI DARI RUMAH

Seorang misionaris, Don Calosso ('Don' dalam 

bahasa Italia berarti Romo), datang ke desa 

Buttigliera untuk memberikan pelajaran agama. 

Yohanes memutuskan untuk mengikuti semua 

pelajaran agama yang diberikan olehnya, baik pagi 

maupun sore. Itu berarti ia harus berjalan kaki 

sejauh 10 mil  (16 kilometer) sehari. Antonio 

menentang keras keinginan Yohanes untuk belajar. 

Menurutnya sudah tiba waktunya bagi Yohanes 

untuk bekerja. Oleh sebab  itu diambil keputusan: 

1011

pagi hari Yohanes belajar di pastoran dengan Don 

Calosso, sesudahnya ia harus bekerja di sawah. 

Yohanes belajar dengan tekun. Ia membawa 

artikel nya ke sawah dan belajar hingga larut malam. 

Hal itu sangat menjengkelkan Antonio. Antonio, 

yang sekarang sudah menjadi kepala keluarga, 

membuang semua artikel -artikel  Yohanes dan 

mencambuki adik tirinya itu dengan ikat 

pinggangnya. Demi keselamatan Yohanes, Mama 

Margarrita membuat suatu keputusan yang amat 

menyedihkan hatinya sendiri, ia menyuruh Johanes 

pergi.

• PERTANIAN MOGLIA

Di suatu pagi yang dingin di bulan Februari 

1827, Yohanes pergi menginggalkan rumah dan 

berkelana untuk mencari pekerjaan. Usianya baru 12 

tahun. Sungguh sulit mencari pekerjaan di musim 

dingin, hanya pada musim panas saja pertanian 

membutuhkan banyak tenaga kerja. Setiap kali 

Yohanes selalu di tolak. Hingga tibalah ia di rumah 

Tuan Luigi Moglia, seorang petani kaya, dekat 

Moncucco.

“Pulanglah nak,” kata petani itu. “Datanglah 

kembali pada Hari Raya Kabar Sukacita”

“Berbelas kasihlah, ya Tuan,” Yohanes 

memohon, “Tuan tidak perlu membayarku satu sen 

pun, aku tidak minta apa-apa ijinkanlah aku 

tinggal!”

“Tidak mungkin. Pergilah!”

“Tidak, Tuan. Aku akan duduk di lantai sini 

dan tidak akan pergi.”

Yohanes merasa amat perih hatinya dan 

menangis. Tergerak oleh belas kasihan, Yohanes 

diterima bekerja sebagai penggembala sapi. Yohanes 

amat gembira dan bekerja sebaik yang ia mampu. Ia 

1012

menggembalakan sapi-sapinya di padang rumput, 

memerah susu, menumpuk jerami di palungan, dan 

membajak sawah. “Mataku terbuka lebar-lebar jika 

aku sedang bekerja, dan aku tidak berhenti sampai 

tiba saatnya untuk tidur,” kenang Yohanes. Tanpa 

ibu dan saudara, tanpa teman di sampingnya, 

Yohanes memusatkan diri sepenuhnya hanya kepada 

Tuhan Allah yang amat dikasihinya. Setiap hari 

Minggu Yohanes pergi ke gereja untuk mengikuti 

Misa. Dengan ijin dari Don Cottino, imam paroki 

setempat, Yohanes mengumpulkan anak-anak untuk 

bermain dan berdoa seperti yang dulu ia lakukan di 

desanya. 

• SEKOLAH, SEMINARI & LUIGI COMOLLO

Tiga tahun kemudian Antonio pindah ke 

dusun lain. Yohanes pulang kembali ke rumah dan 

melanjutkan sekolahnya, pertama-tama di 

Castelnuovo dan kemudian di Chieri. Guna 

membiayai pendidikannya, selain menerima 

sumbangan dari orang-orang yang bersimpati 

padanya, Yohanes Bosco juga bekerja. Segala 

macam pekerjaan dilakukannya: penjahit, tukang 

roti, tukang sepatu, tukang kayu, dan segala macam 

pekerjaan yang dapat dikerjakannya. 

Sebagai pelajar, Yohanes seorang remaja 

yang pandai dan cerdas. Ia yaitu  murid terbaik di 

antara semua murid sekolahnya. Ia mengumpulkan 

teman-temannya dan membentuk suatu kelompok 

religius yang diberinya nama Kelompok Sukacita. 

Yohanes menjadi penggerak utama bagi teman-

temannya. Kepribadiannya terbuka, dinamis, 

vitalitas hidupnya tinggi, kadang ia kurang sabar dan 

terbawa emosi. Sekali waktu ia menekankan 

perbuatan baik, kebenaran serta keadilan bukan 

1013

dengan kelemahlembutan, namun  justru dengan 

tinjunya.  

Pada suatu hari seorang guru datang 

terlambat ke kelas. Murid-murid menjadi ribut, 

saling melempar artikel  dan kapur. Hanya seorang 

anak saja yang duduk dengan tenang di bangkunya. 

Luigi Comollo seorang anak yang tenang dan 

pendiam hingga Yohanes tidak pernah 

memperhatikannya.

“Ayo Luigi,” teriak salah seorang anak yang 

paling nakal.

“Tidak, aku tidak mau bermain, aku sedang 

mengerjakan sesuatu.”

“Datang, kataku!”

“Tidak.”

“Datang, atau kupukul kau.”

“Pukullah jika kamu mau.”

Dengan jengkel anak nakal itu datang dan 

mendaratkan dua tinjunya ke wajah Luigi. Luigi tidak 

membalasnya. Dengan suara yang amat tenang ia 

berkata, “Puaskah kamu sekarang? Aku memaafkan 

kamu. Sekarang biarkan aku sendiri.” Penyerang itu 

mundur dengan perasaan malu. Sikap Luigi yang 

amat tenang dan lembut itu mengesankan Yohanes. 

Yohanes dan Luigi ibarat api dan air, seperti singa 

dan anak domba. Yohanes mengagumi Luigi dan 

darinya ia belajar untuk menguasai diri dan 

meredam kemarahannya. Sejak itu mereka 

bersahabat karib.

sesudah  tamat sekolahnya, pada usia dua 

puluh tahun, Yohanes Bosco mengambil keputusan 

yang amat penting dalam hidupnya: ia masuk 

Seminari Chieri. Mama Margarita menegaskan 

kepadanya untuk selalu setia kepada panggilannya, 

jika ia ragu-ragu lebih baik diurungkannya saja 

niatnya itu dibandingkan  menjadi seorang imam yang 

1014

lalai dan acuh. Nasehat ibunya itu diingat dan 

dihormati oleh Yohanes sepanjang hidupnya.  

Tak disangkanya, Luigi Comollo, menyusulnya 

beberapa bulan kemudian. Kepadanyalah, Yohanes 

mengutarakan semua cita-cita dan rencananya. Luigi 

sendiri tidak menyusun banyak rencana seperti 

Yohanes, ia merasa bahwa hidupnya akan segera 

berakhir. Tak dikatakannya perasaannya itu kepada 

sahabatnya, namun  mereka berdua telah bersepakat: 

siapa pun yang terlebih dahulu meninggal dunia 

akan memohon kepada Tuhan untuk memberi ijin 

memberitahukan kepada sahabatnya yang masih di 

dunia bahwa ia telah masuk dalam kebahagiaan 

abadi.

Tahun berikutnya, pada tanggal 2 April 1839, 

hari Kamis sesudah Paskah, Luigi meninggal dunia 

sebab  demam. Yohanes amat berduka sebab  

bagian dari dirinya yang berharga telah pergi. Malam 

sesudah pemakaman dua puluh orang yang tidur 

dalam satu kamar asrama dengan Yohanes 

terbangun sebab  suara yang aneh. Seolah-olah 

sebuah kereta kuda, atau kereta api, sedang melaju 

di lorong, kereta itu menerjang dan menghantam 

bagaikan gemuruh artileri, memicu  lantai dan 

langit-langit berguncang, pintu kamar terbuka lebar-

lebar dan masuklah ke dalam ruangan mereka suatu 

sinar yang tiba-tiba bersinar amat terang. Dan, 

dalam keheningan, banyak dari mereka yang 

mendengar suatu suara yang lembut menyanyi 

dengan gembira. namun  hanya seorang saja yang 

mendengar perkataan ini: “Bosco, aku selamat.” 

Sinar menghilang dan pergi dengan cara yang sama 

seperti datangnya. Kemudian segala sesuatunya 

berakhir. Yohanes dipenuhi dengan sukacita dan 

syukur. 

1015

Yohanes don Bosco (1815-1888), imam dan 

pendidik serta pelindung anak-anak dan muda-

mudi nakal dan terlantar; P: 31 Januari.

"Menghindarlah  dari  teman-teman  yang  jahat  sama 

seperti  kamu menghindar dari  gigitan ular beracun. Jika 

teman-temanmu baik, saya yakin bahwa suatu hari kelak 

kamu  akan  bersukacita  bersama  para  kudus  di  Surga; 

namun  jika kumpulanmu jahat, kamu sendiri akan menjadi  

jahat  pula,  dan kamu berada  dalam bahaya  kehilangan 

jiwamu." ~ St. Yohanes Bosco

SANTO YOHANES EUDES (1601-1680)

Yohanes Eudes dilahirkan di Normandy, 

Perancis pada tahun 1601. Ia yaitu  putera sulung 

seorang petani. Bahkan 

sejak masih kanak-

kanak, Yohanes telah 

berusaha meniru teladan 

Yesus dalam 

memperlakukan 

keluarga, teman-teman 

serta para tetangganya. 

saat  usianya sembilan 

tahun, seorang anak 

lelaki menampar 

wajahnya. Yohanes 

merasa amat marah. 

namun , kemudian ia ingat 

akan sabda Yesus dalam Injil: berikan pipimu 

satunya. Jadi, ia melakukannya.

Orangtua Yohanes menghendaki putera 

mereka menikah dan memiliki keluarga. Dengan 

lembut tapi tegas, Yohanes meyakinkan mereka 

bahwa ia dipanggil untuk menjadi seorang imam. Ia 

masuk biara Ordo Pengkhotbah dan menerima 

1016

pendidikan calon imam. sesudah  ditahbiskan sebagai 

imam, suatu wabah penyakit menyerang Normandy. 

Wabah ganas itu mengakibatkan kesengsaraan yang 

hebat dan juga kematian. Pastor Eudes menawarkan 

diri untuk menolong mereka yang sakit, merawat 

baik jiwa maupun raga mereka. Di kemudian hari, 

Pastor Eudes menjadi seorang pengkhotbah misi 

yang populer di berbagai paroki. Sesungguhnya, 

sepanjang hidupnya ia menyampaikan 110 khotbah 

misi. St. Yohanes juga berperan penting dalam 

terbentuknya kongregasi-kongregasi religius: 

Kongregasi Suster-suster dari Maria Bunda 

Berbelaskasihan (SCMM) dan Kongregasi Suster-

suster Gembala Baik (RGS). Pastor Eudes juga 

membentuk Kongregasi Yesus dan Maria (CJM) bagi 

para imam. Kongregasi ini bertujuan melatih para 

pemuda untuk menjadi imam paroki yang baik.

St. Yohanes memiliki devosi yang kuat 

kepada Hati Yesus yang Mahakudus dan Hati Maria 

yang Tak Bernoda. Ia menulis sebuah artikel  tentang 

devosi-devosi ini . Yohanes jatuh sakit sesudah  

menyampaikan suatu khotbah terbuka dalam cuaca 

yang amat dingin. Ia tidak pernah sepenuhnya 

sembuh kembali. Yohanes wafat pada tahun 1680. 

Ia dinyatakan “beato” oleh Paus St. Pius X pada 

tahun 1908. Paus menyebut Yohanes Eudes sebagai 

Rasul Devosi kepada Hati Yesus yang Mahakudus 

dan kepada Hati Maria yang Tak Bernoda. Santo 

Yohanes Eudes dinyatakan kudus oleh Paus Pius XI 

pada tahun 1925.

P: 19 Agustus

“Para  pengkhotbah  memukul  semak-semak.  Para  imam 

yang  menerima  pengakuan  dosa  menangkap  burung-

burungnya!” ~ Santo Yohanes Eudes

1017

SANTO YOHANES FISHER (1469-22 Juni 

1535)

Yohanes Fisher dilahirkan di Yorkshire, 

Inggris, pada tahun 1469. Ia belajar di Universitas 

Cambridge dan menjadi seorang imam. Pastor Fisher 

mengajar di Cambridge juga. Ia seorang guru yang 

mengagumkan yang membantu para muridnya 

berkembang pula dalam pengetahuan iman. Ia 

seorang teolog. Pastor Fisher teristimewa sangat 

membantu dalam 

menjelaskan kesalahan-

kesalahan religius pada 

masa itu yang 

membingungkan sebagian 

orang.

Pada tahun 1504, 

Pastor Fisher ditahbiskan 

sebagai Uskup Rochester, 

Inggris. Keuskupan 

Rochester yaitu  sebuah 

keuskupan yang miskin 

dan Uskup Fisher tinggal 

di sana sebagai gembala 

umat selama tigapuluh tahun. Jadi, Uskup Fisher 

menjalankan dua peran penting. Ia yaitu  bapa 

uskup dari keuskupan Rochester dan pimpinan 

Universitas Cambridge. Pada tahun 1514, ia ditunjuk 

sebagai pemimpin universitas seumur hidup. Uskup 

Fisher juga menjadi bapa pengakuan ibunda Raja 

Henry VIII. Nama ibu suri yaitu  Elizabeth dari York. 

Uskup Fisher memiliki  banyak teman, termasuk 

Erasmus, seorang sarjana terkenal, dan St. Thomas 

More. Tak seorang pun, baik Uskup Fisher maupun 

Thomas More, yang tahu bahwa mereka akan 

dirayakan pestanya bersama-sama dalam kalender 

orang kudus.

1018

Tentu bukan suatu hal yang menyenangkan 

saat  Uskup Fisher dijebloskan ke dalam penjara 

pada tahun 1533. Ia dipenjarakan sebab  bersikukuh 

menyatakan bahwa perkawinan raja dan Ratu 

Katarina yaitu  sah. Kemudian Henry VIII 

menceraikan Katarina dan menikahi Anne Boleyn 

secara sipil. Raja menghendaki rakyat menyatakan 

sumpah setia kepadanya. Ia menjadikan dirinya 

pemimpin Gereja Inggris. Uskup Fisher tidak mau 

bersumpah setia. sebab nya ia dibuang ke Menara 

London. Menara ini  pengap dan perlakuan di 

sana sungguh kasar. Uskup Fisher banyak menderita 

sengsara, namun  ia tetap tidak mau mengingkari 

imannya. Meskipun pada masa itu tidak ada televisi 

dan radio, rakyat tahu apa yang dialami Uskup 

Fisher, Sir Thomas More dan yang lainnya. Mereka 

sungguh terpukul dan menjadi sedih. Pada tanggal 

12 Juni 1535, Paus Paulus III mengangkat Uskup 

Fisher sebagai kardinal. Dengan berbuat demikian, 

Bapa Suci berharap agar Henry membebaskannya. 

namun , hal ini  malahan menjadikan raja 

semakin murka. Ia menginginkan kematian Kardinal 

Fisher. Yohanes Fisher wafat sebagai martir pada 

tanggal 22 Juni 1535. Bersama dengan sahabatnya, 

St. Thomas More, Kardinal Yohanes Fisher 

dinyatakan kudus oleh Paus Pius XI pada tahun 

1935.

SANTO YOHANES FRANSISKUS REGIS SJ

(1597-31 Desember 1640)

Orang kudus Perancis ini dilahirkan pada 

tahun 1597. saat  usianya delapanbelas tahun, ia 

bergabung dengan Ordo Jesuit. Di seminari, kasih 

Yohanes kepada Tuhan dan panggilannya 

ditunjukkannya dengan cara ia berdoa. Ia juga 

1019

bersemangat mengajar katekese di paroki-paroki 

jika  ia dapat. sesudah  ditahbiskan sebagai imam, 

Santo Yohanes Fransiskus 

memulai karyanya sebagai 

seorang misionaris 

pengkhotbah. Ia 

menyampaikan khotbah-

khotbah sederhana yang 

berasal dari hatinya. 

Teristimewa ia berbicara 

kepada kaum miskin dan 

rakyat jelata. Mereka 

berduyun-duyun datang 

untuk mendengarkannya. 

Yohanes melewatkan pagi 

hari dalam doa, melayani 

Sakramen Tobat dan menyampaikan khotbah. Siang 

hari ia mengunjungi penjara-penjara dan rumah-

rumah sakit. Kepada seorang yang mengatakan 

kepadanya bahwa para narapidana dan para 

wanita  tidak baik yang ia pertobatkan tidak 

akan bertahan lama menjadi orang baik, orang 

kudus ini menjawab, “jika  usahaku dapat 

menghentikan hanya sekedar satu dosa saja, maka 

aku akan menganggapnya berguna.” 

Santo Yohanes Fransiskus menjelajah hingga 

ke paroki-paroki di pegunungan liar bahkan di hari-

hari yang dingin menggigit di musim dingin demi 

menyampaikan misinya, “Aku melihatnya berdiri 

sepanjang hari di atas tumpukan salju di puncak 

bukit sedang menyampaikan khotbah,” kata seorang 

imam, “dan kemudian ia melewatkan sepanjang 

malam dengan mendengarkan pengakuan dosa.” 

Terkadang ia bersiap berangkat ke suatu kota yang 

jauh pada pukul tiga dini hari dengan beberapa buah 

apel di kantongnya sebagai santapannya sepanjang 

1020

hari itu. Suatu saat , dalam perjalanan ke suatu 

dusun, St Yohanes Fransiskus terjatuh dan kakinya 

patah. namun  ia tetap meneruskan perjalanannya 

dengan bertopang pada sebatang tongkat dan pada 

bahu seorang teman. saat  tiba di dusun, ia 

langsung mendengarkan pengakuan dosa. Ia tidak 

memeriksakan kakinya. Di akhir hari itu, saat  

dokter memeriksanya, kakinya telah sembuh sama 

sekali secara ajaib.

Santo Yohanes Fransiskus Regis wafat di 

salah satu misi khotbahnya. Ia jatuh sakit parah kala 

tersesat pada malam hari di hutan. Sesaat sebelum 

wafat ia berseru, “Aku melihat Tuhan kita dan 

BundaNya membukakan pintu gerbang surga 

bagiku.” Ia wafat pada tanggal 31 Desember 1640. 

Pada tahun 1806, seorang peziarah menggabungkan 

diri dalam khalayak ramai yang berdoa di tempat 

ziarah St Yohanes Fransiskus Regis. Peziarah ini 

yakin sepanjang hidupnya bahwa dengan 

perantaraan santo inilah ia mendapatkan 

panggilannya menuju imamat. Nama pemuda ini 

yaitu  Santo Yohanes Maria Vianney, Imam dari Ars. 

P: 2 Juli

SANTO YOHANES GUALBERTUS (12 Juli 

1073)

Santo Yohanes 

dilahirkan di Florence, Italia, 

pada akhir abad kesepuluh. Ia 

dan ayahnya amat terpukul 

saat  Hugh, satu-satunya 

saudara lelaki Yohanes, tewas 

dibunuh. Orang  yang dicurigai 

sebagai pembunuhnya yaitu  

teman Hugh. Atas desakan 

1021

ayahnya dan juga luapan amarahnya sendiri, 

Yohanes   mulai mencari cara untuk membalas 

dendam atas kematian saudaranya. Ia merasa 

kehormatan pribadinya tergantung pada 

kemampuannya menyelesaikan masalah ini . 

Pada suatu hari Jumat Agung, ia berhadapan muka 

dengan pembunuhnya di suatu lorong sempit. 

Yohanes  menghunus pedangnya dan mulai maju 

menyerang.  Pembunuh Hugh jatuh bertekuk lutut. 

Ia menyilangkan tangannya di dada dan mohon 

ampun demi kasih Yesus yang telah wafat disalib. 

Dengan amat berat hati, Yohanes 

menjatuhkan pedangnya. Ia memeluk musuhnya 

dan berdua mereka berdampingan menyusuri jalan. 

saat  tiba di gereja biara, Yohanes masuk dan 

berlutut di depan salib. Ia mohon ampun atas dosa-

dosanya. Lalu, terjadilah suatu mukjizat! Kristus di 

atas salib menundukkan kepala-Nya. Seolah-olah 

Yesus hendak mengatakan kepada Yohanes bahwa 

Ia merasa senang Yohanes telah mengampuni 

musuhnya. Yohanes merasa bahwa dosa-dosanya 

sendiri pun telah diampuni. Sesaat , terjadi 

perubahan besar atas dirinya hingga ia langsung 

menemui pimpinan biara. Yohanes bertanya apakah 

ia diperbolehkan bergabung menjadi seorang 

biarawan.

saat  ayah Yohanes mendengar berita 

ini , dalam murkanya ia mengatakan akan 

membumihanguskan seluruh biara jika puteranya 

tidak keluar. Para biarawan merasa bingung tidak 

tahu apa yang harus mereka lakukan. Yohanes 

mengatasi masalah dengan memotong rambutnya 

dan meminjam sehelai jubah milik seorang 

biarawan. Ayahnya begitu terkesan hingga 

membiarkan puteranya tinggal di biara. Di kemudian 

hari, St. Yohanes pergi untuk menempuh hidup 

1022

dengan disiplin yang keras. Ia membentuk 

komunitas para biarawannya sendiri. Yohanes 

menjadi teladan dalam menghayati hidup miskin 

Yesus. Ia juga memberikan perhatian besar kepada 

semua orang miskin yang datang ke pintu gerbang 

biara. Tuhan menganugerahinya kuasa untuk 

mengadakan mukjizat-mukjizat dan memberinya 

kebijaksanaan dalam memberikan bimbingan. 

Bahkan Paus St. Leo IX datang kepada St. Yohanes 

untuk minta nasehatnya. St. Yohanes wafat pada 

tanggal 12 Juli 1073. Ia dinyatakan kudus oleh Paus 

Selestin III pada tahun 1193.

SANTO YOHANES KLIMAKS († 649)

Santo Yohanes dilahirkan di Palestina 

pada abad ketujuh. Kemungkinan besar ia yaitu  

murid dari Santo Gregorius 

dari Nazianze. Santo 

Yohanes Klimaks 

memiliki  masa depan 

gemilang untuk menjadi 

seorang guru termashyur, 

namun demikian ia 

memutuskan untuk 

melayani Tuhan dengan 

segenap hatinya. Ia masuk 

biara di Gunung Sinai 

saat  usianya enambelas 

tahun. Kemudian, ia pergi 

untuk hidup seorang diri 

saja selama empatpuluh tahun. Ia mempergunakan 

seluruh waktunya untuk berdoa dan membaca 

riwayat para kudus. 

Pada mulanya, St. Yohanes dicobai oleh iblis. 

Ia merasakan segala jenis nafsu jahat yang 

1023

menggodanya untuk jatuh dalam dosa. namun , 

Yohanes mengandalkan Yesus dan berdoa lebih 

khusuk dari sebelumnya. Sehingga, godaan-godaan 

itu tidak berhasil membuatnya jatuh dalam dosa. 

Malahan, ia menjadi semakin kudus. Yohanes 

semakin dekat dengan Tuhan dan banyak orang 

mendengar tentang kekudusannya. Mereka datang 

kepadanya untuk meminta nasehat.

Tuhan memberi Santo Yohanes suatu karunia 

yang mengagumkan. Ia dapat membawa damai bagi 

mereka yang tertekan dan yang mengalami godaan. 

Suatu saat , seorang laki-laki yang mengalami 

godaan yang mengerikan datang kepadanya. Ia 

menceritakan betapa berat baginya untuk melawan 

godaan-godaan ini  dan memohon pada St. 

Yohanes untuk menolongnya. sesudah  mereka 

berdoa bersama, damai segera memenuhi hati laki-

laki malang itu. Tidak pernah lagi ia diganggu oleh 

godaan-godaan ini . 

saat  St. Yohanes berusia tujuhpuluh empat 

tahun, ia dipilih menjadi pemimpin biara di Gunung 

Sinai. Ia menjadi pemimpin dari semua rahib serta 

pertapa di negerinya. Seorang pemimpin biara 

lainnya meminta St. Yohanes untuk menuliskan 

peraturan-peraturan yang telah diterapkannya 

sepanjang hidupnya, agar para rahib dapat 

meneladaninya. Dengan segala kerendahan hati, St. 

Yohanes menulis sebuah artikel  berjudul Tangga 

Kesempurnaan. Dalam bahasa Yunani `tangga' 

disebut `klimax'. Oleh sebab itulah ia dijuluki “St. 

Yohanes Klimaks”. St. Yohanes wafat pada tahun 

649.

P: 30 Maret

SANTO YOHANES KRISSOSTOMUS 

1024

(344-14September 407)

 Yohanes yaitu  Patriark Konstantinopel yang 

dijuluki "Si Mulut Emas" sebab  

kepandaiannya dalam berbahasa 

dan keindahan gaya bahasanya 

dalam homili-homilinya. Santo 

Yohanes Krisostomus dilahirkan di 

Antiokhia sekitar tahun 344. 

Ayahnya meninggal saat  ia 

masih bayi. Ibunya memilih untuk 

tidak menikah lagi. Ia 

mencurahkan seluruh 

perhatiannya untuk membesarkan 

putra dan putrinya. Ibunya 

banyak berkorban agar Yohanes 

kelak dapat menjadi salah seorang 

guru yang terbaik. Yohanes 

seorang anak yang amat cerdas 

dan kelak pasti dapat menjadi 

seorang yang hebat. Jika Yohanes 

bercerita, semua orang senang 

mendengarkannya. Sesungguhnya, namanya, 

Krisostomus berarti “Bermulut emas.” Namun 

demikian, Yohanes ingin memberikan dirinya 

seutuhnya kepada Tuhan. Ia menjadi seorang imam 

dan di kemudian hari diangkat menjadi uskup kota 

besar Konstantinopel. 

 Santo Yohanes yaitu  seorang uskup yang 

mengagumkan. Meskipun ia selalu sakit, ia 

melakukan begitu banyak karya yang 

mengagumkan. Ia berkhotbah satu atau dua kali 

sehari, memberi makan fakir miskin serta 

memberikan perhatian kepada yatim piatu. Ia 

memperbaiki kebiasaan umat berbuat dosa serta 

menghentikan pertunjukan-pertunjukkan yang tidak 

layak dipertontonkan. Ia mengasihi semua orang, 

1025

namun demikian ia tidak takut untuk menegur 

mereka, bahkan ratu sekalipun, jika  mereka 

berbuat salah. 

 sebab  memerangi dosa, Santo Yohanes 

memiliki  banyak musuh - bahkan ratu sendiri. 

Ratu mengusirnya dari Konstantinopel. Dalam 

perjalanan, Santo Yohanes menderita demam yang 

hebat, kekurangan makan serta kurang istirahat. 

Meskipun begitu, ia berbahagia dapat menderita bagi 

Yesus. Sesaat sebelum kematiannya, ia berseru, 

“Kemuliaan kepada Allah!

Santo Yohanes wafat di Turki pada tanggal 14 

September 407. Hujan es dan angin ribut yang 

dahsyat menyerang Konstantinopel pada saat ia 

meninggal. Empat hari kemudian, ratu yang jahat itu 

pun meninggal juga. Puteranya menghormati 

jenasah Santo Yohanes dan menunjukkan betapa ia 

menyesal atas apa yang telah diperbuat ibunya.

P: 13 September

SANTO YOHANES LEONARDI (1541-9 

Oktober 1609)

Yohanes Leonardi yang dilahirkan pada tahun 

1541 ini di kemudian hari menjadi seorang apoteker 

di Lucca, Italia. saat  

usianya duapuluh lima tahun, 

Yohanes merasakan 

panggilan untuk menjadi 

seorang imam. Ia mulai 

belajar dan akhirnya 

ditahbiskan sebagai imam 

pada tahun 1572. Pastor 

Leonardi menghabiskan 

waktunya dengan 

mengajarkan iman kepada 

1026

anak-anak dan mempersiapkan para katekis. 

Pelayanan aktif juga membawanya ke rumah-rumah 

sakit dan penjara-penjara. Sekelompok pemuda di 

Lucca berkumpul menyertai Pastor Leonardi serta 

membantunya dalam karya-karyanya yang 

mengagumkan. Pada akhirnya, kelompok ini menjadi 

suatu kongregasi religius para imam yang disebut 

Pekerja-pekerja Bunda Allah. Kepada Pastor 

Leonardi diberikan sebuah gereja sebagai pusat 

karyanya di Lucca. Para pengikutnya memberikan 

perhatian pada kebutuhan-kebutuhan rohani umat di 

paroki baru mereka. Pastor Leonardi selanjutnya 

pindah ke Roma di mana sahabat karibnya, Santo 

Filipus Neri, tinggal. Santo Filipus yaitu  

pembimbing rohaninya. Pelayanan Pastor Leonardi 

terkadang terasa berat dan sulit akibat segala 

gejolak politik dan rohani di Eropa. namun , Santo 

Filipus percaya pada Pastor Leonardi dan pada 

karya-karya baik yang dilakukan kongregasi para 

imamnya. Santo Filipus memberikan rumahnya 

sendiri di Roma. Wisma itu disebut “Santo William 

dari Cinta Kasih”. Bersama rumah, diberikan juga 

kucing Santo Filipus. Dengan senang hati Santo 

Yohanes memeliharanya.

Santo Yohanes Leonardi dan para imamnya 

mendatangkan pengaruh religius yang kuat atas 

umat Italia. Ordo mereka kemudian secara resmi 

diakui oleh Paus Klemens VIII pada tahun 1595. 

Pendirinya wafat akibat wabah penyakit pada 

tanggal 9 Oktober 1609 sementara melayani pasien-

pasien kurban wabah. Santo Yohanes Leonardi 

dimaklumkan kudus oleh Paus Pius XI pada tahun 

1938.

P: 9 Oktober

1027

SANTO YOHANES MARIA VIANNEY (1786-

1859)

Yohanes Maria Vianney dilahirkan di Lyons, 

Perancis pada tahun 1786. saat  masih kanak-

kanak, ia menggembalakan 

domba ayahnya. Ia suka 

berdoa namun  juga suka 

bermain. saat  Yohanes 

berumur delapanbelas tahun, 

ia minta ijin kepada ayahnya 

untuk menjadi seorang imam. 

Ayahnya berkeberatan sebab  

tenaganya dibutuhkan untuk 

mengerjakan pertanian 

keluarga. Dua tahun kemudian 

ayahnya memberikan ijin. 

Pada usia duapuluh tahun, 

Yohanes belajar di bawah 

bimbingan Pastor Balley. Pastor Balley seorang imam 

yang amat sabar, namun  belajar bahasa Latin 

merupakan kendala besar bagi Yohanes. Ia menjadi 

patah semangat. Pada saat itulah ia memutuskan 

untuk berjalan sejauh 60 mil (±97 km) menuju 

kapel Santo Yohanes Fransiskus Regis, seorang 

kudus yang populer di Perancis. Yohanes memohon 

bantuan doa Santo Yohanes Regis. sesudah  ziarah 

itu, ia tetap saja memiliki  masalah dalam hal 

belajar sama seperti sebelumnya. Bedanya ialah ia 

tidak lagi pernah merasa patah semangat. 

Pada akhirnya Yohanes berhasil juga masuk 

seminari. Belajar merupakan hal yang sulit baginya. 

Tidak peduli betapa giat ia berusaha, ia tidak pernah 

berhasil dengan baik. saat  ujian akhir tiba, ujian 

dilaksanakan secara lisan, dan bukan secara tertulis. 

1028

Yohanes harus menghadapi suatu dewan guru dan 

menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Yohanes 

begitu sedih hingga ia menangis saat ujian tengah 

berlangsung. Namun, sebab  Yohanes seorang yang 

kudus, ia sepenuhnya dapat berpikir praktis sesuai 

pengalaman hidupnya dan ia mengerti apa yang 

diajarkan Gereja dalam masalah yang diujikan 

kepadanya. Ia tahu jawaban yang benar pada saat 

ditanyakan kepadanya apa yang harus dilakukan 

dalam perkara ini atau itu. Hanya saja ia tidak dapat 

mengatakan jawabannya itu dengan gaya bahasa 

sesuai dengan artikel  pedoman berbahasa Latin yang 

rumit. Akhirnya Yohanes ditahbiskan juga. Ia 

mengerti apa itu panggilan imamat dan kebaikan 

hatinya tak dapat diragukan lagi.

Yohanes diutus ke sebuah gereja kecil yang 

disebut Ars. Pastor Vianney berpuasa dan melakukan 

silih yang berat demi umatnya. Ia berusaha keras 

agar mereka berhenti berbuat dosa. Mereka mabuk-

mabukan, bekerja sepanjang hari pada hari Minggu, 

dan tidak pernah pergi ke gereja. Sebagian besar 

dari mereka menggunakan kata-kata yang tidak 

pantas. Pada akhirnya, kedai-kedai minum mulai 

tutup satu demi satu sebab  usaha mereka 

menurun. Orang mulai berdoa secara rutin setiap 

hari Minggu dan ambil bagian dalam Misa harian. 

Sumpah serapah tidak lagi sering diucapkan. Apa 

yang telah terjadi di Ars? “Pastor kita yaitu  seorang 

kudus,” kata mereka, “dan kita wajib taat 

kepadanya.”

Tuhan memberi Yohanes karunia untuk 

membaca pikiran orang serta mengetahui masa 

depan. sebab  karunia ini , ia mempertobatkan 

banyak pendosa dan membantu umat menentukan 

keputusan-keputusan yang tepat. Orang banyak 

mulai berdatangan ke Ars. Kadang-kadang, ratusan 

1029

orang dalam satu hari. Santo Yohanes Vianney 

menggunakan dua belas hingga enam belas jam 

sehari untuk mendengarkan pengakuan mereka. 

Yohanes amat berharap dapat menghabiskan sisa 

hidupnya di sebuah biara. Yang terjadi malahan, ia 

tinggal selama empat puluh dua tahun di Ars dan 

wafat di sana pada tahun 1859 pada usia tujuh 

puluh tiga tahun. Santo Yohanes Vianney dinyatakan 

kudus pada tahun 1925 oleh Paus Pius XI.

Yohanes Maria Vianney (1786-1859), pastor 

di Ars (Perancis Selatan), pelindung para imam 

paroki; P: 4 Agustus

“Doa pribadi bagaikan jerami yang tercecer di sana sini;  

jika kamu membakarnya, akan menghasilkan tebaran api 

kecil-kecil.  namun ,  kumpulkan  jerami-jerami  itu  menjadi 

satu berkas dan bakarlah, maka kamu akan mendapatkan 

suatu nyala api yang besar, berkobar bagaikan pancang ke 

angkasa;  doa  bersama  seperti  itu.”  ~  Santo  Yohanes 

Maria Vianney

SANTO YOHANES NEUMAN 

(28 Maret 1811-5 Januari 1860)

Bukan saja Yohanes Neumann itu seorang 

yang pendiam, ia juga seorang yang pendek dengan 

tingginya seratus 

tujuhpuluh lima senti. 

Sinar matanya amat 

lembut dan ia banyak 

tersenyum. Yohanes 

dilahirkan pada tanggal 

28 Maret 1811 di 

Bohemia, sekarang bagian 

dari Republik Czech. 

orangtuanya yaitu  

Filipus dan Agnes 

1030

Neumann. Yohanes memiliki  empat orang saudari 

dan seorang saudara kandung. sesudah  lulus dari 

sekolah, Yohanes masuk seminari. saat  tiba satnya 

untuk ditahbiskan, Bapa Uskup jatuh sakit. 

Sesudahnya, tanggal pentahbisannya tidak pernah 

ditetapkan lagi sebab  pada saat itu Bohemia sudah 

memiliki banyak imam. Yohanes membaca tentang 

karya-karya misi di Amerika Serikat, jadi ia 

memutuskan untuk pergi ke Amerika agar dapat 

ditahbiskan. Dengan berjalan kaki ia menempuh 

hampir seluruh perjalanannya ke Perancis, lalu 

menumpang kapal yang menuju Eropa.

Yohanes tiba di Manhattan pada tanggal 9 

Juni 1836. Uskup Yohanes Dubois amat gembira 

menyambut kedatangannya. Hanya ada tigapuluh 

enam imam untuk melayani dua ratus ribu umat 

Katolik yang tinggal di negara bagian New York dan 

sebagian New Jersey. Hanya enambelas hari sesudah  

kedatangannya, Yohanes ditahbiskan sebagai imam 

dan diutus ke Buffalo. Di sana ia akan membantu 

Pastor Pax melayani parokinya yang luasnya 

sembilan ratus meter persegi. Pastor Pax 

memberinya kebebasan untuk memilih antara kota 

Buffalo atau daerah pedesaan. Watak Yohanes yang 

gagah berani mulai kelihatan. Ia memilih yang paling 

sulit - daerah pedesaan. Ia memutuskan untuk 

tinggal di sebuah kota kecil dengan sebuah gereja 

yang belum selesai dibangun. saat  gereja itu 

selesai pembangunannya, ia pindah ke kota lain 

dengan gereja yang dibangun dari balok-balok kayu. 

Di sana ia mendirikan bagi dirinya sendiri sebuah 

kamar kecil berdinding kayu. Hampir tidak pernah ia 

menyalakan api dan seringkali hanya makan roti dan 

air saja. Ia juga tidur hanya beberapa jam saja 

setiap malam. Pertanian-pertanian di daerahnya 

jauh jaraknya antara yang satu dengan yang lain. 

1031

Yohanes harus berjalan kaki menempuh perjalanan 

yang panjang agar dapat mengunjungi umatnya. 

Mereka yaitu  orang-orang Jerman, Perancis, 

Irlandia dan Skotlandia. Dahulu di sekolah, Yohanes 

telah menguasai delapan bahasa. Sekarang ia fasih 

berbahasa Inggris dan Gaelic pula. Sebelum 

wafatnya, Yohanes menguasai duabelas macam 

bahasa.

Yohanes bergabung dengan Kongregasi 

Pater-Pater Redemptoris dan melanjutkan karya 

misinya. Ia diangkat menjadi Uskup Philadelphia 

pada tahun 1852. Uskup Neumann mendirikan lima 

puluh gereja dan mulai membangun sebuah 

katedral. Ia mendirikan hampir seratus sekolah dan 

meningkatkan jumlah murid sekolah paroki dari 500 

anak ke 9000 anak. Kesehatan Uskup Neumann 

tidak pernah prima, namun demikian orang tetap 

saja amat terkejut mendengar berita kematiannya 

yang tiba-tiba pada tanggal 5 Januari 1860. Ia 

sedang berjalan kaki pulang dari suatu pertemuan 

saat  ia jatuh rebah ke tanah sebab  stroke. Bapa 

Uskup segera dibawa ke sebuah rumah terdekat dan 

wafat di sana pada pukul tiga sore. Bulan Maret 

berikutnya, akan merupakan hari ulang tahun Uskup 

Neumann yang keempatpuluh sembilan. Yohanes 

Neumann dinyatakan kudus oleh Paus Paulus VI 

pada tanggal 19 Juni 1977. 

P: 5 Januari

SANTO YOHANES PENDERMA († 11 

Nopember 619)

Yohanes yaitu  seorang bangsawan Kristiani 

yang saleh. Ia mempergunakan kekayaan dan 

kedudukannya untuk membantu kaum miskin papa. 

sesudah  isterinya meningggal dunia, Yohanes 

1032

menjadi seorang imam dan kemudian uskup. Pada 

tahun 608, ia diangkat sebagai Patriark Alexandria, 

Mesir. Apakah yang dapat 

diharapkan orang dari 

Yohanes yang sekarang 

menduduki posisi yang 

demikian penting? Santo 

Yohanes melaksanakan 

pelayanan barunya yang 

berfokus pada pemulihan 

atas perpecahan-perpecahan 

yang terjadi di antara umat. 

Ia berketetapan untuk 

mempraktekkan “belas 

kasihan tanpa batas”. Hal 

pertama yang dilakukannya 

yaitu  meminta suatu daftar 

lengkap “para tuannya”. 

saat  diminta untuk 

menjelaskan, yang ia maksudkan dengan tuan 

yaitu  kaum miskin. saat  dihitung, jumlah kaum 

miskin di Alexandria mencapai 7500 jiwa. Yohanes 

bertekad untuk menjadi pelindung pribadi mereka.

Sebagai patriark, Santo Yohanes 

memaklumkan hukum-hukum dan mengadakan 

pembaharuan-pembaharuan. Ia seorang yang 

disegani dan baik hati, namun tegas. Ia 

membaktikan dua hari dalam satu minggu, yakni 

hari Rabu dan Jumat, menyediakan diri bagi siapa 

saja yang ingin menemuinya. Orang banyak antri 

dan menanti giliran mereka dengan sabar. Sebagian 

dari mereka yaitu  orang-orang kaya; sementara 

sebagian lainnya kaum tuna wisma dan kaum 

terbuang. Semuanya menerima perlakuan dan 

perhatian yang sama. saat  Santo Yohanes 

mendapati bahwa perbendaharaan gereja memiliki 

1033

80.000 keping emas, ia membagi-bagikan semuanya 

di antara rumah-rumah sakit dan biara-biara. Ia 

menetapkan suatu sistem sehingga kaum miskin 

menerima cukup uang dan sarana untuk menopang 

hidup mereka. Pengungsi-pengungsi dari wilayah-

wilayah sekitar juga disambut hangat. sesudah  

bangsa Persia menjarah Yerusalem, Santo Yohanes 

mengirimkan uang dan barang-barang bantuan 

kepada warga  yang menderita. Ia bahkan 

mengutus pekerja-pekerja Mesir untuk membantu 

membangun kembali gereja-gereja di sana.

saat  orang ingin tahu bagaimana Santo 

Yohanes dapat begitu murah hati dan tidak 

mementingkan diri sendiri, ia memberikan suatu 

jawaban yang menakjubkan. Suatu saat  semasa ia 

masih amat muda, ia mendapatkan suatu mimpi 

atau suatu penglihatan. Ia melihat seorang gadis 

yang cantik jelita dan ia sadar bahwa gadis itu 

mewakili “belas kasihan”. Sang gadis berkata 

kepadanya, “Aku yaitu  puteri sulung raja. Jika 

engkau mengabdi kepadaku, aku akan 

menghantarmu kepada Yesus. Tak seorang pun yang 

lebih berkuasa di hadapannya sebagaimana aku. 

Ingat, bagi akulah ia menjadi seorang bayi mungil 

demi menebus umat manusia.” Santo Yohanes tak 

pernah bosan menceritakan penglihatannya itu. Ia 

dengan lemah-lembut membimbing mereka yang 

kaya untuk lebih murah hati. Ia membantu mereka 

yang miskin untuk percaya dan yakin bahwa Tuhan 

senantiasa ada di sana bagi mereka. Santo Yohanes 

wafat dalam damai pada tanggal 11 November 619. 

Sebab amal dermanya yang besar, ia disebut “si 

penderma”.

P: 23 Januari

1034

SANTO YOHANES ROBERTS (1577-1610)

Yohanes dilahirkan di Wales pada tahun 

1577. Meski bukan seorang Katolik, ia dididik oleh 

seorang imam tua. Jadi, 

sepeti katanya di kemudian 

hari, dalam hati ia senantiasa 

seorang Katolik. Yohanes 

pergi ke Universitas Oxford di 

Inggris beberapa waktu 

lamanya. Kemudian ia pergi 

ke Perancis untuk bersenang-

senang. Nyatanya, 

perjalanan ini memberinya 

lebih dari sekedar 

kesenangan. yaitu  di Paris, 

Perancis, ia menemukan 

kebahagiaan besar dalam 

menggabungkan diri dalam Gereja Katolik. 

Sesudahnya, Yohanes tidak membuang-buang waktu 

untuk mengambil langkah untuk ditahbiskan sebagai 

seorang imam. Ia pergi ke suatu sekolah tinggi 

Inggris di Spanyol dan menjadi seorang biarawan 

Benediktin. Kerinduannya yang besar untuk kembali 

ke Inggris menjadi kenyataan tiga tahun kemudian. 

Ia dan seorang biarawan lain mendapatkan ijin 

berangkat ke Inggris. Mereka tahu mara bahaya 

yang akan datang menghadang. Sesungguhnya, 

mereka tak harus lama menunggu sebelum kesulitan 

dimulai. Mereka memasuki Inggis dengan 

mengenakan topi bulu dan pedang di pinggang. 

Namun demikian, segera saja mereka ditangkap 

sebab mereka yaitu  imam Katolik dan diusir dari 

Inggris.

Santo Yohanes Roberts kembali ke Inggris 

lagi. Ia berkarya siang malam demi memelihara 

1035

iman umat semasa penganiayaan keji oleh Ratu 

Elizabeth. Beberapa kali ia tertangkap, dijebloskan 

ke dalam penjara dan dibuang, namun  ia selalu 

kembali. Terakhir kali ditangkap, Pater Yohanes baru 

saja selesai merayakan Misa. Tak ada jalan untuk 

melarikan diri. saat  ditanya, ia memaklumkan 

dengan gagah bahwa ia seorang imam dan 

bairawan. Ia menjelaskan bahwa ia datang ke 

Inggris untuk berkarya demi keselamatan umat. 

“Andai aku hidup lebih lama,” tambahnya, “aku akan 

terus melakukan apa yang sekarang aku lakukan.” 

Santo Yohanes diadili secara tidak adil dan dijatuhi 

hukuman mati.

Malam sebelum pelaksanaan hukuman 

gantung, seorang wanita  Spanyol yang baik 

mengatur agar ia diperbolehkan mengunjungi 

delapanbelas tahanan lainnya. Mereka juga 

menderita demi Kristus. Sepanjang makan malam 

bersama, Santo Yohanes dipenuhi sukacita. Lalu 

terpikir olehnya mungkin sebaiknya ia tidak 

mengungkapkan kebahagiaannya begitu rupa. 

“Apakah kau pikir aku memberikan teladan yang 

buruk dengan sukacitaku ini?” tanyanya kepada 

wanita  yang baik itu. “Tentu saja tidak,” 

jawabnya, “Pater tak dapat melakukan yang terlebih 

baik selain dari membiarkan semua orang melihat 

kegagah-beranian penuh sukacita yang Pater miliki 

sementara Pater menyongsong maut demi Kristus.” 

Keesokan harinya Santo Yohanes dihukum gantung. 

Khalayak ramai begitu terpesona oleh pribadi imam 

muda ini hingga mereka tak hendak membiarkan 

para algojo membuatnya menderita. St Yohanes 

Roberts wafat sebagai martir pada tahun 1610.

1036

SANTO YOHANES YOSEF dari SALIB (1654-

6 Maret 1734)

Santo Yohanes Yosef dari Salib dilahirkan di 

Italia selatan pada tahun 1654, pada Hari Raya 

Santa Perawan Maria 

diangkat ke Surga. Ia 

seorang pemuda 

bangsawan, namun  

berpakaian seperti 

layaknya seorang miskin. 

Ia melakukan hal ini  

sebab ia ingin menjadi 

miskin sama seperti Yesus.

Pada usia 

enambelas tahun, Yohanes 

Yosef bergabung dengan 

Ordo Fransiskan. Ia 

sungguh rindu untuk hidup 

penuh pengorbanan seperti Yesus. Oleh sebab nya, 

dengan senang hati ia melakukan banyak mati raga. 

Ia tidur hanya tiga jam saja setiap malam dan 

menyantap makanan yang sangat sederhana.

Yohanes kemudian ditahbiskan sebagai imam. 

Pastor Yohanes Yosef diangkat menjadi superior di 

Santa Lusia di Naples di mana ia menghabiskan 

sebagian besar masa hidupnya yang panjang. Ia 

selalu mendesak untuk melakukan pekerjaan yang 

paling berat. Dengan sukacita ia memilih untuk 

melakukan tugas-tugas yang tidak dikehendaki oleh 

yang lain.

Santo Yohanes Yosef memiliki  pembawaan 

yang penuh belas kasih. Namun demikian, ia tidak 

ingin menjadi pusat perhatian. Sebaliknya, bukannya 

menunggu orang lain datang untuk meminta 

pertolongannya, ia akan terlebih dahulu datang 

kepada mereka. Semua imam dan frater 

1037

menganggapnya sebagai seorang imam yang penuh 

belas kasih. Yohanes juga amat mengasihi Bunda 

Maria dan berusaha membantu orang-orang lain 

untuk mengasihi Maria. Imam yang kudus ini 

demikian mengasihi Tuhan hingga meskipun ia 

sedang sakit, ia akan terus bekerja. Santo Yohanes 

Yosef wafat pada tanggal 6 Maret 1734 dalam usia 

delapanpuluh tahun. Ia dinyatakan kudus oleh Paus 

Pius VIII pada tahun 1839.

P: 6 Maret

SANTO YODOKUS (abad ke-7)

Menjadi pertapa dan peziarah susaha  tidak 

dinobatkan menjadi raja. Ia dihormati sebagai santo 

pelindung para peziarah.

Yodokus atau Joos, Jobs (abad ke-

7); P: 13 Desember

YOLENTA atau HELEN (1298)

Ratu Polandia ini sesudah suaminya 

meninggal masuk biara suster Klaris.

P: 12 Juni

YONAH dan BERIKJESU († 327)

Mereka yaitu  kakak 

 beradik yang disiksa 
sebab  menguatkan iman banyak orang Kristen 
diberbagai penjara di Persia. Yonah ditindih dalam 
press sampai mati, sedangkan Berikjesu menemui 
ajalnya sesudah  dituangkan ter panas ke dalam 
mulutnya.
P: 29 Maret
1038
YORDANUS dari SAKSEN OP († 1237)
Baru dua tahun masuk ordo Dominikan, 
Yordanus sudah dipilih menjadi superior jendral 
ordo. Ia pengkotbah yang begitu hebat, sehingga 
orang-orang terpelajar sesudah mendengarkan 
kotbahnya berbondong-bondong datang ingin 
menjadi Dominikan, seperti antara lain Santo 
Albertus Agung. Berkali-kali ia menjelajahi Eropa 
mengadakan visitasi ke biara-biara. Dalam 
perjalanan itu ia sering memberikan jubahnya 
kepada orang miskin, ‘berbicara’ dengan binatang 
liar di lading dan hutan atau menyembunyikan diri 
untuk berdoa. Ia mati tenggelam di laut saat  
pulang dari Palestina.
P: 15 Februari
SANTO YOSAFAT KUNZEWICH (1580-12 
November 1623)
Yosafat dilahirkan di Ukraina dan dibaptis 
dengan nama Yohanes pada tahun 1580. Ia menjadi 
seorang biarawan dalam Ordo 
St Basilus dan memilih nama 
Basilus. Ia seorang yang gagah 
berani dan penuh semangat 
kurban. sebab  banyak bakat 
kecakapannya, ia dipilih untuk 
menduduki jabatan pemimpin. 
Jabatan ini pada akhirnya akan 
harus dibayar dengan 
nyawanya.
Yosafat menjadi seorang 
rasul ekumenisme. Ia 
menyerukan persatuan di 
1039
kalangan gereja-gereja Kristen di Ukraina. Ada tiga 
kelompok utama Kristen: Gereja Latin yang bersatu 
dengan paus, Gereja Yunani Orthodox dan Gereja 
Katolik Yunani.
Yosafat dipilih menjadi uskup dan memimpin 
Keuskupan Polotsk pada tahun 1617. Ia 
menghabiskan sepuluh tahun berikutnya untuk 
membantu umat mengenal dan mencintai iman 
Katolik mereka dengan lebih baik. Ia mengorganisir 
perayaan-perayaan doa dan kelas-kelas agama. Ia 
mengadakan pertemuan-pertemuan para klerus dan 
bekerjasama dengan para imam untuk 
memberlakukan peraturan-peraturan yang dapat 
membantu umat beriman hidup lebih dekat dengan 
Yesus.
Uskup Agung Yosafat membawa pengaruh 
positif bagi warga . Ia seorang pemimpin yang 
dinamis. Oleh sebab  itu, sebagian orang mulai was-
was terhadapnya. Mereka membangkitkan suatu 
persekongkolan untuk melawannya. Yosafat 
dibunuh. Tubuhnya dibuang ke dalam sebuah sungai 
dekat sana. Yosafat wafat pada tanggal 12 
November 1623. Ia dimaklumkan sebagai seorang 
santo oleh Paus Pius IX pada tahun 1867.
L: kampak dekat kepala; P: 12 Nopember
SANTO YOSEF (abad ke-1)
Santo Yosef yaitu  seorang santo besar. Ia 
yaitu  bapa asuh Yesus dan suami Santa Perawan 
Maria. Yosef memperoleh hak istimewa untuk 
merawat Putra Allah sendiri, Yesus, serta BundaNya, 
Maria. Yosef seorang yang miskin sepanjang 
hidupnya. Ia harus bekerja keras dalam bengkel 
tukang kayunya, namun  ia tidak berkeberatan. Ia 
1040
bahagia dapat bekerja bagi keluarga kecilnya. Ia 
amat mengasihi Yesus dan Maria.
Apa pun yang Tuhan ingin ia lakukan, Santo 
Yosef segera melaksanakannya, tak peduli betapa 
sulit hal ini . Ia seorang 
yang rendah hati serta tulus 
hati, lemah lembut serta 
bijaksana. Yesus dan Maria 
mengasihinya serta taat 
kepadanya sebab Tuhan 
telah menjadikannya kepala 
rumah tangga mereka. 
Betapa bahagianya Santo 
Yosef dapat hidup bersama 
dengan Putra Allah sendiri. 
Yesus taat kepadanya, 
membantunya serta 
mengasihinya. Kita biasa 
memohon bantuan doa Santo 
Yosef sebagai pelindung mereka yang sedang 
menghadapi ajal, sebab kita percaya bahwa Santo 
Yosef meninggal dunia dengan damai dalam pelukan 
Yesus dan Bunda Maria. 
S  anta Theresia dari Avila   memilih Santo Yosef 
sebagai pelindung ordonya, ordo para biarawati 
Karmelit. Ia menaruh pengharapan besar dalam 
memohon bantuan doa Santo Yosef. “Setiap kali aku 
meminta sesuatu kepada Santo Yosef,” demikian 
katanya, “ia selalu memperolehkannya bagiku.”
Paus Pius IX menyatakan Santo Yosef sebagai 
pelindung Gereja Universal.
Yosef (abad ke-1), bapak asuh Yesus dan 
suami Santa Perawan Maria; pelindung orang 
yang ingin meninggal dalam keadaan siap 
diterima Tuhan; pelindung gereja universal; L: 
1041
bunga Lili (Bakung) dan alat pertukangan; P: 19 
Maret dan 1 Mei (Yosef, pelindung karyawan)
“Apa yang telah dijanjikan Allah yang baik kepada mereka 
(para  nabi  dan  para  bapa  bangsa),  ia  gendong  dalam 
pelukannya.” ~ Santo Bernardin dari Siena     
SANTO YOSEF PEKERJA
Ini merupakan pesta Santo Yosef yang kedua 
dalam kalender perayaan Gereja. Kita juga 
merayakan pesta Santo Yosef pada tanggal 19 Maret 
yang lalu. Santo Yosef 
yaitu  santo yang teramat 
penting. Ia suami Bunda 
Maria dan bapa asuh Yesus.
Pada hari ini kita 
merayakan pengabdiannya 
sebagai seorang pekerja. 
Santo Yosef seorang tukang 
kayu yang bekerja dengan 
giat di bengkel kecilnya. Ia 
mengajarkan kepada kita 
bahwa pekerjaan yang kita 
lakukan itu penting artinya. 
Dengan bekerja kita 
menyumbangkan karya serta pelayanan kita kepada 
keluarga dan warga . Lebih dari itu, sebagai 
seorang Kristen, kita sadar bahwa pekerjaan kita 
yaitu  cermin dari diri kita sendiri. Sebab itulah 
hendaknya kita mengerjakan pekerjaan kita dengan 
rajin dan tekun.
Banyak negara menyisihkan satu hari dalam 
setahun khusus untuk menghormati para pekerja. 
Hal ini  guna meningkatkan martabat dan 
penghargaan atas kerja. Gereja memberikan kepada 
kita seorang teladan mengagumkan bagi para 
1042
pekerja, yaitu Santo Yosef. Pada tahun 1955, Paus 
Pius XII memaklumkan agar pesta Santo Yosef 
Pekerja dirayakan setiap tahun.
P: 1 Mei
YOSEF
Artinya: semoga Tuhan menambah (anak 
lagi; H); Bentuk lain untuk pria: Giuseppe, Josef, 
Sepp, Yusup; untuk wanita: Fin, Jose, Josi, Yosefin.
YOSEF (816-886)
Ia mengungsi di kala daerahnya digempur 
oleh orang Islam. Namun ia ditangkap oleh bajak 
laut dan dijual sebagai budak-belian. sesudah  ditebus 
ia mengikuti temannya, uskup Ignasios dari 
Konstantinopel, ke dalam pembuangan. Di 
pengasingan inilah ia menyusun kidung-kidung 
gerejani yang indah sekali, sehingga ia dijuluki 
“Yosef Hymnograph”.
P: 3 April
YOSEF BENEDIKT COTTOLENGO (1786-
1842)
Membangun rumah penampungan untuk para 
gelandangan, yatim-piatu dan penderita sakit yang 
terlantar. Ia juga membuka bengkel dan sekolah 
bagi anak-anak yang tidak mampu. Yosef mengurus 
8000 orang miskin lebih semata-mata dari derma 
saja, sebab  ia percaya penuh kepada 
Penyelenggaraan Ilahi.
P: 30 April
1043
SANTO YOSEF dari CALAZANS (1556-1648)
Yosef dilahirkan pada tahun 1556 di kastil 
ayahnya di Spanyol. Ia kuliah dan menjadi seorang 
pengacara. Pada usia 
dua puluh delapan 
tahun, Yosef ditahbiskan 
sebagai imam. Pastor 
Yosef diserahi jabatan-
jabatan penting dan ia 
melaksanakan tugas-
tugasnya itu dengan 
baik. Namun demikian, 
ia merasa bahwa Tuhan 
memanggilnya untuk 
melakukan suatu karya 
istimewa bagi anak-anak 
miskin di Roma. Taat 
pada panggilan Tuhan, Pastor Yosef meninggalkan 
segala yang ia miliki di Spanyol dan pergi ke Roma. 
Di sana, hatinya tergerak oleh belas kasihan kepada 
anak-anak yatim piatu dan anak-anak gelandangan 
yang ia jumpai di mana-mana. Mereka diacuhkan 
serta diterlantarkan. Pastor Yosef mulai 
mengumpulkan mereka dan mengajarkan semua 
mata pelajaran umum kepada mereka, terutama 
tentang iman. Para imam yang lain mulai bergabung 
dengannya. Tak lama kemudian Pastor Yosef telah 
menjadi pemimpin dari suatu ordo religius baru. 
namun , ia tak pernah membiarkan tugas-tugasnya 
sebagai pendiri dan pemimpin biara membuatnya 
berhenti mengajar anak-anak yang dikasihinya. Ia 
bahkan menyapu lantai kelas sendiri. Seringkali ia 
mengantarkan anak-anak yang kecil pulang ke 
rumah mereka saat  jam pelajaran telah usai.
1044
Santo Yosef Calazans harus mengalami 
banyak penderitaan sebab  ulah beberapa orang 
yang hendak mengambil alih ordonya. Mereka ingin 
mengelolanya sesuai dengan cara mereka. Suatu 
saat  ia bahkan diarak di jalan-jalan bagaikan 
seorang tahanan. Ia nyaris dijebloskan ke dalam 
penjara, meskipun imam yang baik ini tidak 
melakukan kesalahan apapun. saat  umurnya 
sembilan puluh tahun, Pastor Yosef menerima kabar 
yang sangat menyedihkan. Ordonya dilarang terus 
berkarya. Namun demikan, menanggapi tragedi 
ini  Pastor Yosef hanya mengatakan, “Tuhan 
yang memberi, Tuhan yang mengambil; terpujilah 
nama-Nya. Karyaku diselenggarakan semata-mata 
sebab  cinta kepada Tuhan.” Dua tahun kemudian, 
yaitu pada tahun 1648, orang kudus ini wafat dalam 
tenang dan damai. Usianya sembilan puluh dua 
tahun. Beberapa tahun sesudah wafatnya, ordonya, 
Ordo Imam-imam Piarist, diijinkan untuk 
melanjutkan kembali karya Santo Yosef Calazans 
yang mengagumkan itu. Santo Yosef Calazans 
dinyatakan kudus oleh Paus Klemens XIII pada 
tahun 1767 dan dinyatakan sebagai santo pelindung 
sekolah-sekolah Kristen pada tahun 1948 oleh Paus 
Pius XII.
P: 25 Agustus
“Siapa  yang  bertanggung  jawab  mengajar  haruslah 
dikarunia kasih-sayang yang mendalam, kesabaran yang 
besar, dan terutama, kerendahan hati yang luar biasa.”  ~ 
Santo Yosef dari Calasanz       
SANTO YOSEF dari CUPERTINO (7 Juni 
1603-1663)
 Yosef dilahirkan pada tanggal 17 Juni 1603 di 
1045
sebuah desa kecil di Italia. Ia berasal dari keluarga 
miskin. Semasa kanak-kanak dan remaja, hidupnya 
tidak bahagia. Ibunya 
menganggap Yosef 
menyusahkannya saja 
serta memperlakukannya 
dengan buruk. Yosef 
tumbuh menjadi seorang 
remaja yang amat 
lamban serta pelupa. Ia 
sering mengeluyur tanpa 
arah tujuan. namun  ia 
seorang pemarah juga, 
jadi ia tidak begitu 
disenangi. Yosef belajar 
ketrampilan membuat 
sepatu, namun  gagal. Ia minta ijin untuk bergabung 
menjadi seorang biarawan Fransiskan, namun  mereka 
tidak mau menerimanya. Kemudian, Yosef 
bergabung dengan Ordo Kapusin, namun  delapan 
bulan kemudian ia dianjurkan untuk meninggalkan 
tempat itu. Tampaknya Yosef tidak dapat melakukan 
segala sesuatu dengan benar. Ia kerap menjatuhkan 
tumpukan piring-piring dan terus-menerus lupa 
melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. 
Ibunya sama sekali tidak senang menerima Yosef, 
yang saat itu berumur delapan belas tahun, pulang 
kembali ke rumah. Pada akhirnya, ibunya berhasil 
mencarikan pekerjaan baginya sebagai pesuruh di 
biara Fransiskan. Yosef diberi jubah Fransiskan 
untuk dikenakan dan diserahi tugas untuk merawat 
kuda-kuda. 
 Pada waktu itu Yosef mulai berubah. Ia 
menjadi lebih lembut serta rendah hati. Ia lebih 
berhati-hati dan berhasil dalam pekerjaannya. Ia 
juga mulai melakukan silih. Pemimpin biara 
1046
memutuskan bahwa Yosef dapat diterima menjadi 
anggota Ordo Fransiskan dan dapat segera mulai 
belajar untuk menjadi seorang imam. Meskipun 
Yosef seorang pekerja yang tekun, ia mengalami 
masalah dalam hal belajar. namun  Yosef percaya 
akan pertolongan Tuhan dan akhirnya ditahbiskan 
juga menjadi seorang imam. Tuhan mulai 
mengadakan mukjizat-mukjizat melalui Pastor Yosef. 
Lebih dari tujuh puluh kali orang melihatnya 
terangkat dari tanah saat  ia sedang 
mempersembahkan Misa atau sedang berdoa. Ia 
akan tergantung di langit-langit biara bagaikan 
bintang di atas puncak pohon Natal. Seringkali ia 
mengalami ekstasi (=kerasukan Roh Kudus) dan 
sepenuhnya larut dalam pembicaraan dengan Tuhan. 
Ia menjadi seorang yang amat kudus. Segala 
sesuatu yang ia lihat membuatnya berpikir tentang 
Tuhan. Pastor Yosef menjadi demikian terkenal 
sebab  mukjizat-mukjizat yang dilakukannya 
sehingga ia harus disembunyikan. Hal ini 
membuatnya merasa berbahagia sebab  
memberinya kesempatan untuk sendiri bersama 
Kristus yang amat dikasihinya. Yesus tidak pernah 
meninggalkannya sendiri dan suatu hari Ia datang 
untuk membawanya serta ke surga. Santo Yosef 
Cupertino wafat pada tahun 1663 dalam usia enam 
puluh tahun. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Klemens 
XIII pada tahun 1767, dan dihormati sebagai santo 
pelindung orang yang menghadapi ujian.
P: 18 September
YOSEF FREINADEMETZ SVD (1852-1908)
Misionaris perintis di Shantung (Tiongkok) ini 
memajukan pendidikan imam pribumi.
P: 19 Januari
1047
YOSEF-MARIA PIGNATELLI SJ (1737-1811)
Bangsawan tinggi ini berkarya di antara 
orang-orang miskin di Saragossa (Spanyol), kota 
kelahirannya. Waktu Serikat Jesus semakin terdesak 
dan akhirnya dibubarkan oleh paus, Yosef-Maria 
menguatkan iman para saudaranya dan menolong 
mereka dalam segala kesulitan sampai Serikat Jesus 
dihidupkan kembali. sebab  kebaikan, kerendahan 
hati, serta kehalusan perasaannya ia amat dicintai.
P: 14 Nopember
YOSEF MUKASA (1861-1886)
Salah seorang martir dari UGANDA
YOSEF TSANG dan PAUL TSANG (1832-
1861)
yaitu  seminaris yang dipenggal di Tsin-gai 
(Tiongkok) bersama dengan Marta Wang.
P: 29 Juli
YOSEF TSANG TA-PONG (1754-1815)
yaitu  seorang katekis yang mati sebagai 
martir di Tiongkok. 
P: 12 Maret
YOSEFA-MARIA (1625-1696)
1048
Ia selalu melakukan perbuatan tobat yang 
berat. Suster dari Spanyol ini menerima rahmat doa 
hati dan anugerah dapat mengetahui isi hati orang. 
Ia sanggup bernubuat dan menyembuhkan.
P: 14 Februari
YOSEFA ROSSELO (1811-1880)
Wanita awam ini terkenal pandai mengurus. 
Ia membuka asrama untuk para gadis, rumahsakit 
dan sekolah-sekolah serta memajukan panggilan 
imamat.
P: 7 Desember
SANTA YOSEFINA BAKHITA (1869-8 
Februari 1947)
• RIWAYAT HIDUPNYA
Pada tahun 1869, seorang bayi wanita  
dilahirkan di sebuah desa di Darfur, Sudan, Afrika 
dalam sebuah keluarga kaya 
yang amat mengasihinya. 
Pada umur 9 tahun, anak 
wanita  itu diculik oleh 
para pedagang budak. Rasa 
takut yang mencekam dan 
penderitaan-penderitaan 
yang dialaminya menghapus 
sebagian ingatannya. Ia 
bahkan lupa akan namanya 
sendiri! Bakhita, yang 
berarti “untung”, yaitu  
nama yang diberikan oleh 
para penculiknya. Bakhita 
diperjualbelikan berulang kali di pasar-pasar El 
Obeid dan Khartoum. Ia mengalami penghinaan dan 
1049
penderitaan akibat perbudakan, baik secara fisik 
maupun secara moral.
Kelak di kemudian hari, Bakhita 
menggambarkan sebagian dari kengerian yang 
dialaminya selama masa perbudakan. “Suatu hari 
saya secara tidak sengaja melakukan kesalahan 
yang memicu  amarah putera majikan. Ia 
menjadi sangat berang. Ia merenggut saya dengan 
kasar dari tempat persembunyian saya dan mulai 
menghujani tubuh saya dengan cambuk dan 
tendangan kakinya. Akhirnya ia meninggalkan saya 
dalam keadaan sekarat, sama sekali tidak sadarkan 
diri. Beberapa budak menggotong saya dan 
membaringkan saya di atas tikar. Di sanalah saya 
terbaring selama lebih dari satu bulan.” 
Selanjutnya Bakhita dijual kepada seorang 
jenderal Turki. Setiap hari nyonyanya menghukum 
Bakhita dengan lecutan cambuk dan pukulan-
pukulan. Pada usia 13 tahun, Bakhita mengalami 
siksaan tatto yang mengerikan. “Seorang wanita 
yang terampil dalam seni tatto datang ke rumah 
jenderal ….nyonya kami berdiri di belakang kami 
dengan cemeti di tangan. Wanita itu membawa 
sepiring tepung putih, sepiring garam dan sebuah 
pisau cukur… saat  ia selesai membuat gambar-
gambar, wanita itu mengambil pisau cukur dan 
menorehkannya disepanjang garis-garis gambar. 
Garam ditaburkan di setiap luka….Wajah saya 
dikecualikan, namun  6 gambar dilukis di payudara 
saya, dan lebih dari 60 gambar di perut dan tangan 
saya. Saya pikir saya akan segera mati, terutama 
saat  garam ditaburkan ke dalam luka-luka 
saya….hanya sebab  mukjizat Tuhan sajalah, saya 
tidak mati. Ia mempersiapkan saya untuk hal-hal 
yang lebih baik.”
1050
Pada tahun 1883, di ibukota Sudan, Bakhita 
dibeli oleh seorang Konsul Italia bernama Callisto 
Legnani. Untuk pertama kalinya sejak ia diculik, 
Bakhita dengan gembira menyadari bahwa tidak 
seorang pun menggunakan cambuk saat  
memberikan perintah kepadanya; malahan 
sebaliknya ia diperlakukan dengan hangat dan 
ramah. Di rumah Tuan Legnani, Bakhita merasakan 
damai, kehangatan dan sukacita, meskipun kadang-
kadang muncul kembali ingatan akan keluarganya 
yang mungkin tidak 
akan pernah dilihatnya 
lagi. Tahun 1885, situasi 
politik memicu  
Tuan Legnani harus 
kembali ke Italia. 
Bakhita diajak ikut serta 
dan tinggal bersama 
Tuan Legnani serta 
seorang temannya, 
Tuan Augusto Michieli.
Setibanya di Genoa, Tuan Legnani atas 
desakan isteri Tuan Michieli, setuju untuk 
meninggalkan Bakhita bersama mereka. Ia 
mengikuti “keluarga” barunya ke Zianigo. saat  
lahir Mimmina, puteri keluarga Michieli, Bakhita 
menjadi pengasuh dan temannya. 
Pada tahun 1888, Nyonya Michieli pindah ke 
Suakin, dekat Laut Merah untuk membantu 
pekerjaan suaminya. Mimmina dan Bakhita tetap di 
Italia, mereka tinggal di asrama yang dikelola oleh 
Suster-suster Canossian dari Institut Katekumen di 
Venice.
Di sanalah Bakhita mengenal Tuhan yang 
“ada dihatinya tanpa ia ketahui siapa Ia sebenarnya” 
Sejak masih kanak-kanak Bakhita sering bertanya-
1051
tanya: “Melihat matahari, bulan dan bintang-
bintang, saya bertanya kepada diri sendiri `Siapakah 
gerangan Tuan atas semesta yang indah ini?' Saya 
merasakan suatu keinginan yang amat kuat untuk 
berjumpa dengan-Nya, mengenal-Nya dan 
menyembah-Nya."   
Pada tanggal 9 Januari 1890, Bakhita 
menerima sakramen inisiasi dan memperoleh nama 
baru: Yosefina. Ia tidak tahu bagaimana 
mengungkapkan sukacitanya pada hari itu. Matanya 
yang bulat bersinar-sinar, menunjukkan sukacita 
yang amat mendalam. Sejak hari itu ia sering 
terlihat mencium bejana baptis sambil berkata: “Di 
sinilah, aku menjadi anak Allah!” Dengan 
bertambahnya hari, Bakhita semakin mengenal siapa 
itu Tuhan yang ia kenal dan ia kasihi, yang 
membimbingnya kepada-Nya melalui cara-Nya yang 
misterius, Ia yang senantiasa menggenggam 
tangannya. 
saat  Nyonya Michieli kembali dari Afrika 
untuk menjemput Mimmina dan Bakhita, Bakhita 
dengan tegas dan penuh keyakinan (belum pernah ia 
bersikap demikian sebelumnya) menyatakan 
keinginannya untuk tetap tinggal bersama Suster-
suster Canossian dan melayani Tuhan yang telah 
membuktikan begitu besar cinta-Nya kepadanya. 
Pelan tapi pasti, Bakhita merasakan 
panggilan untuk menyerahkan diri seutuhnya kepada 
Tuhan. Oleh sebab  itu, pada tahun 1893 ia masuk 
Institut St. Magdalena dari Canossa di Venisia, Italia. 
Tiga tahun kemudian, pada tanggal 8 Desember 
1896, Sr. Bakhita mengucapkan kaulnya kepada 
Tuhan yang biasa ia sapa dengan sapaan manis 
“Tuan!” 
Selama lima puluh tahun kemudian Sr. 
Bakhita tinggal bersama komunitasnya di Schio, 
1052
Italia. Ia melakukan pekerjaan sehari-hari, seperti 
memasak, menjahit, merenda dan membukakan 
pintu. Jika sedang bertugas menjaga pintu, Sr. 
Bakhita akan dengan lembut menumpangkan 
tangannya yang hitam itu ke atas kepala anak-anak 
yang setiap hari datang untuk belajar di Sekolah 
Canossian dan mencurahkan perhatiannya kepada 
mereka. sebab  kulitnya yang hitam legam, semua 
orang lebih suka memanggilnya “Mama Moretta” 
(Mama Hitam)
Suaranya yang hangat, dengan nada dan 
irama lagu daerah asalnya, menyenangkan hati 
anak-anak, menghibur mereka yang miskin dan 
menderita serta membesarkan hati mereka yang 
datang mengetuk pintu Institut. 
Kerendahan hatinya, kesederhanaannya dan 
senyumnya yang senantiasa menghiasi wajahnya, 
membuat semua orang suka kepadanya. Saudari-
saudarinya dalam komunitas mengaguminya sebab  
sikapnya yang menyenangkan, kebaikan hatinya dan 
keinginannya yang kuat agar Tuhan semakin dikenal 
dan dikasihi. 
sesudah  biografinya diterbitkan pada tahun 
1930, Sr. Bakhita menjadi terkenal - ia sering 
diundang untuk menjadi pembicara dan 
mengumpulkan dana untuk karya cinta kasih. 
Usianya semakin bertambah dan tubuhnya semakin 
melemah. Penyakit yang hebat mendera tubuhnya 
dan Sr. Bakhita pun harus tinggal di atas kursi roda. 
Kepada mereka yang menjenguknya serta 
menanyakan keadaannya, dengan tersenyum ia 
menjawab: “Seturut kehendak Tuan-ku”. 
Dalam penderitaannya yang hebat itu, 
seolah-olah Sr. Bakhita mengalami kembali masa-
masa perbudakannya yang mengerikan. Lebih dari 
sekali ia memohon kepada perawat yang 
1053
menjaganya: “Aku mohon, longgarkanlah 
rantainya…….rantai ini sungguh berat!”. Bunda 
Marialah yang datang membebaskannya dari 
penderitaannya. Menjelang ajal, Bakhita berseru: 
“Bunda Maria! Bunda Maria!” dan senyum di 
wajahnya menjadi bukti bahwa jiwanyapun telah 
berjumpa dengan Bunda Allah. 
Sr. Bakhita menghembuskan napas terakhir 
pada tanggal 8 Februari 1947 di Biara Canossian di 
Schio, didampingi oleh saudari-saudarinya yang 
berada di sekeliling pembaringannya. Jenazahnya 
disemayamkan di biara selama tiga hari. Orang 
banyak yang segera berdatangan takjub melihat 
tubuhnya yang tetap lemas dan tidak kaku.  Para ibu 
mengangkat tangan Bakhita dan meletakkannya ke 
atas kepala anak-anak mereka, memohon berkat 
darinya. 
sesudah  wafatnya, banyak rahmat dan 
mukjizat terjadi. Berita tentang kekudusannya 
tersebar ke semua benua. Ratusan surat diterima 
dari banyak orang yang doanya dikabulkan dengan 
memohon bantuan doa St. Bakhita.  
Yosefina Bakhita dibeatifikasi oleh Paus 
Yohanes Paulus II pada tanggal 17 Mei 1992 dan 
1054
dikanonisari pada tanggal 1 Oktober 2000 oleh Paus 
yang sama. Hingga saat ini, St. Yosefina Bakhita 
yaitu  satu-satunya santa yang berasal dari Sudan. 
 Pestanya dirayakan pada tanggal 17  Mei.
"Bersoraklah,  seluruh  Afrika!  Bakhita  telah  kembali  
kepadamu: seorang puteri  Sudan,  yang diperdagangkan 
dalam perbudakan  seperti  sebuah barang,  namun tetap 
bebas:  bebas  dengan  kebebasan  para  kudus."  ~  Paus 
Yohanes Paulus II
• NASEHAT-NASEHAT ROHANI ST. BAKHITA
 Jadilah orang baik, kasihilah Tuhanmu, 
berdoalah bagi mereka yang belum mengenal 
Dia. Sungguh suatu rakhmat yang luar biasa 
dapat mengenal Tuhan!
 Aku 
telah 
menyerahkan segala-galanya kepada Tuan-
ku. Ia akan memelihara aku…. Yang terbaik 
bagi kita ialah bukan apa yang kita pikir 
terbaik, namun  apa yang Tuhan inginkan bagi 
kita!
 Aku menerima Sakramen Baptis dengan 
sukacita yang sedemikian besar hingga hanya 
1055
para malaikat saja yang dapat melukiskannya 
…. 
 O, Tuhan, jika saja aku dapat terbang 
kepada orang-orangku dan dengan suara 
lantang menceriterakan kepada mereka 
tentang segala kebaikan-Mu: oh, betapa 
banyak jiwa-jiwa yang akan diselamatkan!
 Seandainya saja aku bertemu dengan 
para pedagang budak yang menculikku dan 
bahkan dengan mereka yang menyiksaku, 
aku akan berlutut dan mencium tangan 
mereka, sebab  jika semuanya itu tidak 
terjadi, aku tidak akan menjadi seorang 
Kristen seperti sekarang ini….
 Tuhan telah begitu mengasihiku; kita 
harus mengasihi semua orang….kita harus 
penuh belas kasih!
 Dengan sejujurnya aku berkata bahwa 
sungguh merupakan suatu mukjizat aku tidak 
mati, sebab  Tuhan telah menetukanku untuk 
hal-hal yang lebih besar….
 Bunda Maria melindungiku bahkan 
sebelum aku mengenalnya!
 Jika seseorang sangat mengasihi seorang 
yang lain, ia akan berusaha untuk selalu 
dekat dengan orang yang dikasihinya itu. 
Jadi, mengapakah harus takut mati? 
Kematian membawa kita kepada Tuhan!
SANTO YOSEPH MOSCATI (1880-12 April 
1927)
Kematian saudara laki-lakinya meninggalkan 
kesan mendalam dalam diri Yoseph. Ia bertanya 
pada Yesus dalam Ekaristi dan juga pada Bunda 
Maria mengapa itu harus terjadi. Penderitaan 
1056
haruslah membawa hikmah. Yoseph segera 
menyadari akan pentingnya tenaga ahli dalam 
bidang kesehatan. Dan yang terpenting, ia 
menyadari bahwa dalam kehidupan ini kita berziarah 
menuju kehidupan kekal. Tergantung pada kita 
apakah kita mau menolong serta melayani orang lain 
selama kita dalam perjalanan. Yoseph bertanya-
tanya dan berdoa apakah yang harus ia lakukan 
dalam hidupnya. Ia memutuskan bahwa ia ingin 
menolong orang lain dengan membantu 
menyembuhkan penyakit yang mereka derita. 
Yoseph ingin menjadi 
seorang dokter.
saat  usianya dua 
puluh tiga tahun, Dr. 
Moscati memulai 
pelayanannya di sebuah 
rumah sakit bagi pasien 
yang tak dapat 
disembuhkan di Naples. 
Kemudian ia buka praktek 
sendiri. Semua pasien selalu 
disambut, tanpa peduli 
apakah mereka sanggup 
membayar atau tidak. Dr. 
Yoseph akan menuliskan resep bagi para pasiennya 
yang miskin, lalu membayar biaya obat-obatan dari 
kantong pribadinya. Setiap hari terasa berat dan 
melelahkan, namun  Dr. Moscati senantiasa lemah 
lembut dan penuh belas kasihan. Ia berusaha 
mendengarkan para pasiennya dengan penuh 
perhatian. Ia menghibur serta berdoa bagi mereka.
Dr. Moscati bukan hanya seorang dokter ahli, 
namun  ia seorang kudus juga. Bagaimana mungkin? 
Setiap pagi ia pergi mengikuti Misa dan 
menyempatkan diri untuk berdoa. Kemudian dokter 
1057
akan mengunjungi para pasiennya yang miskin di 
kampung-kampung kumuh Naples. Dari sana, ia 
akan pergi ke rumah sakit dan memulai aktivitasnya. 
Selama dua puluh empat tahun, Yoseph bekerja dan 
berdoa bagi para pasiennya. Ia mencurahkan 
segenap tenaganya bagi panggilan hidupnya. Suatu 
siang pada tanggal 12 April 1927, Dr. Moscati 
merasa tidak enak badan, jadi ia pergi ke kantornya 
dan beristirahat sejenak di kursinya. Di sanalah ia 
terserang stroke dan meninggal dunia. Usianya 
empat puluh tujuh tahun. Dr. Yoseph Moscati 
dinyatakan kudus oleh Paus Yohanes Paulus II pada 
tanggal 25 Oktober 1987.
P: 22 April
SANTO YOSEPHUS CAFASSO (1811-23 Juni 
1860)
Yosephus Cafasso dilahirkan pada tahun 1811 
di Italia utara, dekat kota Turin. Empat tahun 
kemudian, pada tahun 1815, 
salah seorang muridnya yang 
paling terkenal, Santo Yohanes 
Bosco, dilahirkan di kota yang 
sama. Yosephus berbahagia 
memiliki  orangtua yang 
sangat mengasihinya, yang 
rela berkurban demi 
pendidikannya. Ia pergi ke 
Turin agar dapat bersekolah di 
seminari. Yosephus bertemu 
Yohanes Bosco pada tahun 
1827 saat  Bosco berumur 
dua belas tahun. Bosco 
berbicara kepada seminaris Cafasso di gereja dan 
kemudian lari sepanjang perjalanan pulang ke 
1058
rumah. “Mama, mama,” teriak Yohanes, “aku 
bertemu dengannya, aku bertemu dengannya, 
mama!” “Dengan siapa?” tanya ibunya. “Yosephus 
Cafasso, mama. Ia seorang kudus, sungguh.” Ibu 
Bosco tersenyum dan mengangguk dengan lembut. 
Pada tahun 1833, Yosephus ditahbiskan 
sebagai imam. Ia memulai tugas pelayanannya dan 
diutus belajar di sebuah sekolah teologi yang hebat 
bagi para imam. sesudah  Pastor Cafasso 
menamatkan pelajarannya, ia menjadi seorang 
profesor teologi. Ia mengajar banyak imam muda 
selama bertahun-tahun. Mereka mengatakan bahwa 
ia sangat mengasihi mereka. Pastor Cafasso dikenal 
sebagai imam yang percaya akan kelemahlembutan 
dan belas kasih Allah. sebab  ia sendiri begitu 
lembut hati, ia membangkitkan semangat dan 
pengharapan pada orang-orang lain juga. Ia 
membimbing banyak imam, kaum religius dan awam 
juga. Pastor Cafasso membantu Yohanes Bosco 
memulai pelayanan kerasulannya yang 
mengagumkan di antara anak-anak. Ia juga yang 
membimbing Pastor Bosco memulai ordo religiusnya 
yang dikenal sebagai Salesian. Pastor Cafasso 
membimbing yang lain pula membentuk ordo atau 
kongregasi mereka.
Pada masa Pastor Cafasso, ada begitu banyak 
kebutuhan sosial. Salah satunya yang paling 
mendesak yaitu  sistem penjara. Keadaan penjara 
amat menjijikkan. namun , yang sungguh 
menggerakkan hati Pastor Cafasso yaitu  kebiasaan 
melaksanakan hukuman gantung bagi para 
narapidana yang dihukum mati di hadapan 
warga  umum. Pastor Cafasso datang kepada 
mereka dan menerima pengakuan dosa mereka. Ia 
mendampingi mereka, mengatakan betapa 
melimpahnya belas kasih dan kerahiman Tuhan bagi 
1059
mereka hingga ajal menjemput mereka. Ia 
membimbing lebih dari enam puluh orang 
narapidana. Mereka semuanya bertobat dan 
meninggal dalam damai Kristus. Pastor Cafasso 
menyebut mereka sebagai “para kudusnya yang 
digantung”.
Pastor Cafasso juga menjadi pastor di Gereja 
Santo Fransiskus pada tahun 1848. Tak seorang pun 
sanggup mengatakan betapa besar pengaruhnya 
bagi warga  dan karya-karya Gereja. Pastor 
Cafasso wafat pada tanggal 23 Juni tahun 1860. 
Sahabat setianya, Santo Yohanes Bosco, yang 
menyampaikan homili pada saat pemakamannya. Ia 
dinyatakan kudus oleh Paus Pius XII pada tahun 
1947.
Yosephus Cafasso (1811-1860), mahaguru 
moral dan rector seminari di Italia Utara. Ia 
dihormati sebagai pelindung para imam yang 
mengurus tahanan dalam penjara, sebab  
Yoseph sering mendampingi orang yang 
dihukum mati. P: 23 Juni
YUDITH (abad ke-4 SM)
Pahlawan wanita ini dengan gagah berani dan 
pandai menyelamatkan bani Israel dari musuhnya 
(lih. Kitab Yudith) A: wanita Yahudi.
SANTA YUDIT dari PRUSSIA († 1260)
St Yudit hidup pada abad ketigabelas. Ia 
dilahirkan di Thuringia, sekarang terletak di Jerman 
tengah. Ia ingin mengamalkan hidupnya seturut 
teladan St Elizabeth dari Hungaria yang 
dimaklumkan kudus pada tahun 1235. Pada masa 
Yudit, banyak wanita  Kristiani terinspirasi oleh 
teladan hidup St Elizabeth. 
1060
saat  usianya limabelas tahun, Yudit 
dinikahkan dengan seorang pemuda bangsawan 
yang kaya. Yudit berusaha menjadi seorang isteri 
Kristiani yang baik. Ia teristimewa murah hati 
kepada orang-orang miskin. Suaminya seorang yang 
baik, namun  ia puas dengan gaya hidup orang 
berada. Ia mengharapkan isterinya berdandan dan 
bergaya hidup seperti seorang wanita  kaya 
pada umumnya. Ia beranggapan bahwa penampilan 
akan mengundang rasa hormat orang. namun  Yudit 
dengan lemah lembut membujuknya untuk 
berdandan dan bergaya hidup lebih bersahaja. 
Dengan demikian, mereka akan memiliki lebih 
banyak untuk diberikan kepada orang-orang yang 
kurang beruntung. 
Sekonyong-konyong suami Yudit meninggal 
dunia dalam perjalanan ziarah ke Tanah Suci. Janda 
muda ini harus membesarkan anak-anaknya seorang 
diri. saat  anak-anak telah dewasa, Yudit 
mendengarkan kerinduan yang ada dalam hatinya 
semenjak hari-hari bahagia hidupnya, hari-hari 
sibuknya. Ia meninggalkan segalanya dan hidup 
sebagai seorang pertapa. Ia pindah ke Prussia di 
mana orang tidak mengenalinya berasal dari 
keluarga kaya. Di sana ia melewatkan hari-harinya 
dalam doa dan merawat para pengelana yang lelah 
capai yang lewat di depan gubuk kecilnya. Ia berdoa 
teristimewa demi pertobatan mereka yang belum 
percaya. Ia berdoa juga bagi mereka yang baru 
dibaptis Kristen agar tetap setia pada iman. 
“Tiga hal dapat menghantar kita semakin 
dekat pada Tuhan,” begitu katanya suatu saat . 
“Ketiga hal itu yaitu  penderitaan jasmani, terpencil 
di suatu tanah asing, dan memilih hidup miskin 
sebab kasih kepada Tuhan.” Santa Yudit wafat akibat 
serangan demam pada tahun 1260. 
1061
YULI POSTEL (1756-1846)
Semula ia yaitu  kepala sekolah di 
Normandia. Ia menjadi pusat ‘Gereja di bawah 
tanah’ selama para imam yang setia kepada paus 
akibat pecahnya Revolusi Perancis dilarang 
memimpin umat. saat  berumur 51 tahun ia 
mengumpulkan wanita-wanita untuk 
menyelenggarakan sekolah katolik. P: 17 Juli
YULIA (abad ke-3)
Gadis Kartago (Afrika Utara) ini dihukum 
sebagai budak-belian, saat  Kaisa Decius 
melancarkan penganiayaan terhadap orang Kristen. 
sebab  Yulia tetap tidak mau mengingkari imannya, 
ia disalibkan.
P: 22 Mei
SANTA YULIA BILLIART (1751-8 April 
1816)
Maria Rosa Yulia Billiart dilahirkan di Belgia 
pada tahun 1751. Pamannya, seorang guru desa, 
mengajarinya membaca 
dan menulis. Yulia 
terutama senang sekali 
belajar katekismus 
(pelajaran agama). saat  
usianya baru tujuh tahun, 
ia sudah menerangkan 
kebenaran iman kepada 
anak-anak kecil lainnya. 
saat  orangtuanya jatuh 
1062
miskin, Yulia bekerja keras untuk membantu 
menopang keluarganya. Ia bahkan ikut pergi menuai 
hasil panenan. Namun demikian, ia selalu 
menyisihkan waktu untuk berdoa, mengunjungi 
mereka yang sakit, dan mengajarkan katekese.
saat  Yulia masih seorang wanita muda, ia 
menderita sakit parah yang memicu nya 
lumpuh total. St. Yulia tidak lagi dapat bekerja, 
namun  ia mempersembahkan doa-doanya kepada 
Tuhan agar banyak orang dapat menemukan 
kebahagiaan sejati bersama-Nya. Yulia merasa jauh 
lebih akrab dengan Tuhan dibandingkan  sebelumnya. Ia 
tetap mengajarkan katekese dari pembaringannya. 
Yulia seorang yang penuh dengan Roh Kudus. 
Banyak orang datang kepadanya untuk meminta 
nasehat sebab ia dapat membantu mereka 
mendekatkan diri kepada Yesus dan mengamalkan 
iman mereka dengan penuh cinta. Ia mendorong 
semua orang untuk menerima Komuni Kudus 
sesering mungkin. Kasih Yulia kepada Tuhan 
membangkitkan semangat banyak wanita muda. 
Mereka rela mengorbankan waktu serta kekayaan 
mereka untuk karya amal kasih. Dengan Yulia 
sebagai pemimpin, mereka membentuk Kongregasi 
Suster-suster dari Notre Dame de Namur.
Suatu saat , seorang imam mengadakan 
misi di kota di mana Yulia tinggal. Ia meminta Yulia 
untuk melakukan novena bersamanya bagi suatu 
intensi yang dirahasiakan olehnya. sesudah  lima hari, 
yaitu pada Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus, 
imam berkata: “Moeder, jika anda memiliki iman, 
majulah satu langkah demi menghormati Hati Yesus 
Yang Mahakudus.” Moeder Billiart, yang telah 
lumpuh selama duapuluh dua tahun, berdiri dan 
disembuhkan!
1063
St. Yulia menghabiskan sisa hidupnya untuk 
mempersiapkan para gadis yang hendak menjadi 
biarawati. Ia mengurus kongregasinya. Ia banyak 
menderita oleh sebab  mereka yang tidak mengerti 
karyanya, namun St. Yulia senantiasa mengandalkan 
Tuhan. Kata-kata kesukaannya ialah: “Betapa 
baiknya Allah yang baik itu.” Tuhan meyakinkan 
Yulia bahwa suatu hari kelak, kongregasi religiusnya 
akan berkembang menjadi amat besar. Dan itulah 
yang terjadi. Meskipun St. Yulia telah wafat pada 
tanggal 8 April 1816, saat ini ada banyak suster dari 
kongregasi St. Yulia yang tersebar di seluruh dunia. 
Moeder Yulia dinyatakan kudus oleh Paus Paulus VI 
pada tahun 1969.
P: 22 Juni
“Betapa baiknya Allah yang baik itu.” ~ Santo Yulia Billiart 
SANTA YULIANA dari LIEGE (1193-5 April 
1258)
Santa Yuliana dilahirkan pada tahun 1193 di 
Retinnes, dekat Liège, Belgia. 
saat  usianya lima tahun, kedua 
orangtuanya meninggal dunia dan 
ia bersama saudarinya - Agnes - 
diserahkan dalam asuhan Suster-
suster Agustinian dari Gunung 
Cornillon. Santa Yuliana 
mengalami kemajuan pesat. Ia 
suka sekali membaca tulisan-
tulisan Santo Agustinus dan Santo 
Bernardus. Ia juga memiliki kasih 
yang berkobar kepada Santa 
Perawan Maria dan Sengsara 
Yesus, namun , teristimewa ia 
1064
sangat mengasihi Yesus dalam Sakramen 
Mahakudus. Santo Yuliana menerima jubahnya pada 
tahun 1206, saat usianya tigabelas tahun. Ia 
bertekad untuk membaktikan hidupnya demi 
melayani mereka yang sakit, teristimewa para 
penderita kusta yang dirawat di rumah sakit biara.
saat  usianya enambelas tahun, Santa 
Yuliana mulai mendapatkan anugerah penglihatan. 
Ia melihat bulan di langit; dan walau bulan bersinar 
terang gemilang, namun ada  suatu noda hitam 
padanya! Santa Yuliana tidak terbiasa melihat hal-
hal yang demikian. Ia pikir, penglihatan ini  
hanyalah imajinasinya belaka, jadi ia berusaha 
melupakannya. namun , penglihatan itu datang dan 
datang lagi. Merasa bahwa penglihatan ini  
berasal dari Tuhan, ia menceritakannya kepada 
Superior, Sr Sapientia, namun tidak mendapatkan 
tafsirannya.
Akhirnya sesudah  lama berdoa dan 
bermatiraga, Yesus Sendiri menjelaskan makna 
penglihatan. Ia berkata, “Engkau gelisah sebab  
penglihatan itu. Sesungguhnya, Aku menghendaki 
agar ditetapkan suatu hari raya istimewa bagi Gereja 
Pejuang, sebab perayaan ini teramat penting, yaitu 
Hari Raya Sakramen dari Altar yang Mahamulia dan 
Mahakudus. Pada masa sekarang, perayaan akan 
Misteri ini hanya dilakukan pada hari Kamis Putih. 
namun , pada hari itu, teristimewa Sengsara dan 
Wafat-Ku yang direnungkan. Sebab itu, Aku 
menghendaki suatu hari lain dikhususkan, di mana 
Sakramen Mahakudus dari Altar akan dirayakan oleh 
segenap umat Kristiani! Alasan pertama mengapa 
Aku menghendaki hari raya khusus ini yaitu  agar 
iman akan Sakramen Mahakudus diperteguh, 
terutama jika  orang-orang jahat menyerang 
misteri ini di kemudian hari. Alasan kedua yaitu  
1065
agar umat beriman diperkuat dalam mencapai 
kesempurnaan melalui kasih mendalam dan sembah 
sujud kepada Sakramen Mahakudus. Alasan ketiga 
yaitu  agar susaha  dengan hari raya ini dan dengan 
cinta kasih yang ditujukan kepada Sakramen dari 
Altar, silih dilakukan bagi penghinaan dan kurangnya 
rasa hormat terhadap Sakramen Mahakudus.”
Yesus juga menjelaskan bahwa bulan 
melambangkan Gereja yang begitu terang gemilang 
dengan berbagai macam perayaan. Noda hitam 
menunjukkan bahwa ada yang kurang, yaitu 
perayaan demi menghormati Sakramen Mahakudus 
secara khusus. Tuhan Yesus memberinya misi agar 
hari raya istimewa ini dirayakan oleh Gereja. namun , 
St Yuliana yaitu  seorang biarawati yang sangat 
sederhana, dan ia gemetar membayangkan misi 
yang harus diembannya. Selama bertahun-tahun St 
Yuliana memendam rahasia ini. Ia melewatkan 
tahun-tahun yang berlalu dengan berdoa dan 
bermatiraga, menanti Tuhan memberinya perintah 
yang lebih tegas untuk memulai misinya.
Pada tahun 1230, Santa Yuliana dipilih 
sebagai Moeder Superior Biara Agustinian. Segera 
sesudah pengangkatannya, penglihatan tentang 
bulan dengan noda hitam datang kembali. Moeder 
Yuliana memutuskan untuk menceritakan rahasianya 
kepada seseorang yang dapat memberinya nasehat 
bijak. Ada seorang rohaniwan dari Lausanne yang 
baik dan saleh di Liège bernama Yohanes. Ia 
memiliki cinta yang berkobar kepada Ekaristi Kudus. 
Santa Yuliana mempercayakan penglihatannya 
kepada imam kudus ini sembari mohon untuk 
membicarakannya dengan para teolog bijak lainnya. 
Pastor Yohanes segera menceritakannya kepada 
beberapa teolog terpandang. Mereka menyukai 
gagasan hari raya baru demi menghormati 
1066
Sakramen Mahakudus. Banyak uskup juga 
merestuinya. 
Roger, pembesar yang bertanggung jawab 
atas biara, merasa sebal dengan kesalehan dan 
kekudusan Santa Yuliana. Roger yaitu  seorang 
yang licik, yang memperoleh jabatan melalui 
persekongkolan dan suap. Ia menuduh Santa Yuliana 
menggelapkan dana biara. Ia bahkan menghasut 
penduduk kota agar menuntut Moeder Yuliana diusir 
dari kota mereka. Santa Yuliana melarikan diri ke 
tempat Beata Eva dari Liège, lalu ke sebuah rumah 
yang disediakan oleh Yohanes dari Lausanne. Uskup 
Robert de Thorate dari Liège memerintahkan agar 
kasus ini diperiksa, dan terbukti bahwa tuduhan-
tuduhan itu palsu. Santa Yuliana yang tak bersalah 
dikembalikan ke posisinya semula di biara, 
sementara Roger dipecat dari jabatannya.
Santa Yuliana mengajukan gagasan hari raya 
demi menghormati Sakramen Mahakudus ke 
hadapan Uskup Robert de Thorete, kepada 
Dominikan Hugh yang terpandang - yang kelak 
menjadi duta paus di Nederland, dan kepada 
Jacques Pantaléon - Diakon Agung Liège, yang kelak 
menjadi Paus Urbanus IV. Bapa Uskup sungguh 
terkesan akan gagasan yang diajukan St Yuliana, 
dan sebab  para uskup berhak menetapkan pesta-
pesta di keuskupan mereka, maka ia mengadakan 
Sinode pada tahun 1246 dan menginstruksikan 
kepada segenap imam, baik projo maupun biarawan, 
agar mulai tahun berikutnya merayakan Pesta 
Sakramen Mahakudus. Sungguh sayang, uskup yang 
baik ini wafat tak lama kemudian, pada tanggal 16 
Oktober 1246, sebelum sempat menyaksikan 
instruksinya dilaksanakan. 
Hari Raya Sakramen Mahakudus untuk 
pertama kalinya dirayakan oleh para imam dan 
1067
segenap umat beriman di Gereja St Martin, Liège. 
Seorang biarawan muda bernama Yohanes diminta 
untuk menuliskan beberapa doa Ofisi baru untuk hari 
raya ini. Doa-doa Ofisi tulisannya didaraskan di 
Gereja St Martin selama bertahun-tahun hingga saat 
St Thomas Aquinas menuliskan Ofisinya yang 
terkenal. 
sesudah  Uskup Liège wafat, pada tahun 1247, 
Roger kembali berkuasa. Sekali lagi ia berhasil 
mengusir Santa Yuliana. Biarawati kudus ini 
melarikan diri dan diterima di Biara Salzinnes di 
Namur. Henry II dari Luxembourg menyerang 
Namur dan membakar habis Biara Salzinnes. Santa 
Yuliana melarikan diri lagi dan diterima di Biara 
Suster-suster Cistercian di Fosses. Ia melewatkan 
tahun-tahun terakhir hidupnya di Fosses sebagai 
seorang pertapa miskin dengan kesehatan yang 
rapuh hingga wafat pada tanggal 5 April 1258. Santa 
Yuliana dimakamkan di Villiers. 
Tampaknya Santa Yuliana telah gagal dalam 
misinya; namun  sesungguhnya tidak demikian. Misi 
yang diembannya terus berlanjut seturut misteri 
penyelenggaraan ilahi. Beata Eva, seorang biarawati 
pertapa dari Santo Martin, melanjutkan apa yang 
telah dirintis Santa Yuliana. Beata Eva ingat akan 
Diakon Agung dari Liège yang kini telah menjadi 
Paus Urbanus IV. Ia membujuk Uskup Henry 
Guelders dari Liège dan beberapa orang 
berpengaruh lainnya untuk menulis kepada Bapa 
Suci, mendesaknya menetapkan Hari Raya Corpus 
Christi (demi menghormati Sakramen Mahakudus) 
bagi Gereja semesta. namun , Paus Urbanus, yang 
menyukai gagasan ini, sedang menghadapi berbagai 
kesulitan politik. Beberapa tahun lewat sebelum ia 
dapat memberikan perhatian penuh pada masalah 
ini.
1068
Problem politik memicu  Bapa Suci 
harus mengungsi ke Orvieto. Sementara ia tinggal di 
sana, paus mendengar tentang Mukjizat Sakramen 
Mahakudus di Bolsena, suatu kota kecil tak jauh dari 
Orvieto. Bapa suci menginstruksikan akar dilakukan 
penyelidikan seksama terhadap mukjizat dan ia 
begitu terpesona saat  pengujian membuktikan 
bahwa mukjizat ini  otentik. Segera ia 
memaklumkan agar suatu prosesi syukur yang 
istimewa dilangsungkan di Orvieto. 
Lebih lanjut, Paus Urbanus IV meminta Santo 
Thomas Aquinas untuk menuliskan teks-teks liturgi, 
doa, dan madah pujian yang sesuai bagi hari raya 
agung ini . Dipenuhi rahmat Tuhan, Santo 
Thomas menghasilkan karya-karya yang dipandang 
sebagai masterpiece dalam Liturgi Katolik. Di 
antaranya yaitu  “Lauda Sion”, “Pange Lingua”, “O 
Salutaris”, dan “Tantum Ergo” yang masih didoakan 
serta dimadahkan hingga kini dalam Perayaan 
Ekaristi Kudus, Adorasi, Pentahtaan maupun 
Perarakan Sakramen Mahakudus. Santo Thomas 
kemudian memohon kepada Paus Urbanus untuk 
segera memaklumkan Hari Raya Sakramen 
Mahakudus agar dirayakan di segenap Gereja Katolik 
di seluruh dunia.
Setahun kemudian, Paus Urbanus IV 
menerbitkan Bulla Transiturus pada tanggal 8 
September 1264, di mana sesudah  mengagungkan 
kasih Juruselamat kita dalam Ekaristi Kudus, ia 
memaklumkan agar Hari Raya Corpus Christi 
dirayakan setiap tahun pada hari Kamis sesudah Hari 
Raya Tritunggal Mahakudus. Bapa Suci juga 
memberikan banyak indulgensi bagi segenap umat 
beriman yang ambil bagian baik dalam Misa Kudus 
maupun Ofisi pada hari raya yang mengagumkan ini. 
1069
Wafat Paus Urbanus IV pada tanggal 2 
Oktober 1264, tak lama sesudah diterbitkannya Bulla 
Transiturus, tampaknya menghambat 
penyebarluasan perayaan Corpus Christi. Di 
kemudian hari, Paus Klemens V (1305-1314) 
memberikan perhatiannya pada masalah ini dan 
dalam Konsili Vienne tahun 1311 ia 
menginstruksikan agar Hari Raya Corpus Christi 
dirayakan kembali. Paus Klemens menerbitkan suatu 
dekrit baru yang menegaskan dekrit yang 
dikeluarkan Paus Urbanus IV. Dalam masa Paus 
Yohanes XXII (1316-1334) - penerus suksesi Paus 
Klemens V - hari raya ini dirayakan dengan 
perarakan meriah dan pentahtaan Sakramen 
Mahakudus dalam monstrans. Sejak tahun 1970, 
Hari Raya Corpus Christi atau Hari Raya Tubuh dan 
Darah Kristus dirayakan pada hari Minggu sesudah 
Hari Raya Tritunggal Mahakudus.
Mengenai Santa Yuliana dari Liège, sesudah  
wafatnya, sejumlah mukjizat dilaporkan terjadi 
melalui perantaraannya. Pada tahun 1869 Paus Pius 
IX memaklumkan beatifikasi Santa Yuliana. 
Pestanya dirayakan pada tanggal 6 April. 
SANTA YULIANA FALCONIERI (1270-19 
Juni 1341)
Santa Yuliana Falconieri 
sering disebut “Santa dari 
Ekaristi Kudus”. Siapakah St 
Yuliana (= St Giuliana) ini dan 
mengapakah ia disebut 
demikian? Yuliana dilahirkan 
pada tahun 1270 di Florence, 
Italia sebagai jawab atas doa 
tak kunjung henti yang 
1070
dipanjatkan oleh pasangan bangsawan kaya yang 
saleh, Chiarissimo dan Riguardata Falconieri, yang 
belum juga dikaruniai seorang anak pun hingga di 
usia mereka yang ketujuhpuluh tahun. 
Sungguh sayang, kebahagiaan menimang 
seorang anak yang telah lama dinanti belum lama 
dinikmati Chiarissimo tatkala ia dipanggil pulang ke 
rumah Bapa. Saat itu Yuliana masih kecil benar. St 
Alexis Falconieri, pamannya yang yaitu  juga wali 
baptisnya, senantiasa memastikan bahwa Yuliana 
mendapatkan pendidikan yang baik dan dasar iman 
yang kuat. St Alexis sendiri yaitu  salah satu pendiri 
Ordo Servite   (= Tarekat Hamba-Hamba Santa   
Perawan Maria). 
Usia Yuliana belum genap empatbelas tahun 
saat  ia mendapatkan St. Philip Benizi - yang kelak 
menjadi pemimpin Ordo Servite - sebagai 
pembimbing rohaninya. Setahun kemudian, Yuliana 
memutuskan untuk menjadi anggota Ordo Ketiga 
Servite. Ia tetap tinggal di rumah merawat ibunya 
yang sakit hingga ibunya meninggal dunia pada 
tahun 1304. Sepeninggal ibunya, rumah warisan dari 
orangtua segera diubahnya menjadi biara pertama 
bagi suster-suster Ordo Ketiga Servite. Ia 
menetapkan regula biara dan oleh rekan-rekan yang 
dikumpulkannya dalam komunitas, Yuliana dipilih 
menjadi pemimpin mereka. Seratus duapuluh tahun 
kemudian, Paus Martin V menyetujui regula yang 
ditulis Yuliana, itulah sebabnya mengapa Yuliana 
dianggap sebagai pendiri Ordo Suster-suster Servite. 
Tigapuluh lima tahun lamanya Yuliana menjabat 
sebagai Moeder Superior.   
Sejak masih belia, Yuliana telah memiliki 
devosi yang mendalam kepada Dukacita Santa 
Perawan Maria. Melalui devosi ini, Bunda Maria 
menghantar Yuliana kepada kasih yang berkobar 
1071
kepada Sakramen Mahakudus. Yuliana 
menghabiskan berjam-jam lamanya dalam doa di 
hadapan Sakramen Mahakudus. Seringkali ia hanyut 
dalam ekstasi dan tinggal melayang di udara! 
Kerapkali airmatanya bercucuran sebab begitu 
banyak orang tidak mengasihi Yesus dalam 
Sakramen Mahakudus. Yuliana menyambut Komuni 
Kudus beberapa kali dalam seminggu, dan pada hari 
ia menyambut-Nya, ia tidak menyantap makanan 
apapun. Segenap kekuatan diperolehnya dari 
Sakramen Mahakudus.
Yuliana bermatiraga dan berpuasa keras 
sepanjang hidupnya. Dalam usianya yang 
ketujuhpuluh tahun, kesehatannya telah menjadi 
begitu buruk sebab  gangguan lambung kronis 
akibat mati raga, puasa, dan laku tapa yang berat. 
Ia tak lagi dapat menelan makanan apapun; semua 
yang berusaha ditelannya harus dimuntahkannya 
kembali. Oleh sebab kesehatannya yang buruk itu, 
St Yuliana tidak lagi dapat menyambut Komuni 
Kudus. Ia memohon kepada Yesus, Bunda Maria dan 
malaikat pelindungnya untuk menghiburkan hatinya, 
sebab beban salib ini terasa terlalu berat baginya. 
Kristus menampakkan diri kepadanya sebagai 
seorang Kanak-kanak dan memahkotai Yuliana 
dengan bunga-bunga. Dikuasai kerinduan yang 
hebat untuk menyambut Tuhan, ia berseru, “Ya 
Yesus yang baik, adakah mungkin bahwa aku harus 
mati tanpa dipersatukan dengan-Mu?” Sebagai 
usaha  terakhir untuk dapat bersatu dengan Tuhan 
kita dalam Sakramen Mahakudus, Yuliana memohon 
kepada bapa pengakuan untuk diperkenankan 
memandang Hosti dan bersembah sujud di hadapan-
Nya.
Pater Reggie pergi ke kapel dan kembali 
membawa Hosti dalam sebuah piksis untuknya. 
1072
Begitu imam memasuki biliknya, Yuliana bangkit dari 
tempat tidur dan menjatuhkan diri di tanah dalam 
sikap adorasi. Wajahnya bersinar-sinar bagai wajah 
seorang malaikat. Ia memohon kepada imam yang 
baik itu agar diperkenankan mencium Hosti Kudus, 
namun  imam mengatakan bahwa itu tidak mungkin. 
Sebab itu, Yuliana memohon dengan sangat kepada 
P Reggie untuk menghamparkan kain korporal di 
atas dadanya dan menempatkan Hosti Kudus 
sejenak di atasnya. Imam setuju. Baru saja Pater 
Reggie menempatkan Hosti Kudus di atas dada 
biarawati itu, saat  sekonyong-konyong Hosti 
lenyap sementara St Yuliana berseru penuh sukacita, 
“Ya Yesus-ku yang Manis!” Wajah St Yuliana, yang 
telah bersatu dengan Tuhan-nya, memancarkan 
sukacita surgawi. Dengan kasih yang berkobar, ia 
pun menyerahkan nyawanya ke dalam tangan 
Mempelai-nya. Hari itu tanggal 19 Juni 1341. Para 
imam dan para biarawati lainnya serta-merta jatuh 
berlutut menyaksikan mukjizat ini. saat  
sesudahnya para biarawati mempersiapkan jenazah 
untuk dimakamkan, mereka mendapati di dada St 
Yuliana - di mana tadinya Hosti Kudus ditempatkan - 
termeterai suatu gambaran akan Kristus yang 
Tersalib.
St Yuliana Falconieri dibeatifikasi oleh Paus 
Innosensius XI pada tanggal 26 Juli 1678 dan 
dikanonisasi oleh Paus Klemens XII pada tanggal 16 
Juni 1737. Pestanya dirayakan pada tanggal 19 
Juni.      
YULIANUS (652-690)
Uskup Toledo yang pandai itu dikenal sebagai 
organisator Gereja di Spanyol. Ia menulis banyak 
artikel  teologi.
1073
P: 8 Maret
SANTO YULIANUS HOSPITATOR
Dikisahkan ia membunuh kedua orangtuanya 
yang tidak diketahuinya. Untuk menebus dosanya, ia 
bersama istrinya tinggal di tempat penyeberangan 
sungai Gard (Perancis). Ia mendirikan penginapan 
dan rajin melayani semua orang yang hendak 
menyeberang. Suatu hari ia kedatangan seorang tua 
yang hamper mati kedinginan. Orang itu 
menyampaikan pesan, bahwa Tuhan sudah 
mengampuni dosanya. Lalu orang itu menghilang, 
Yulianus dihormati sebagai santo pelindung 
pengurus penginapan dan kapal fery (kapal 
Penyeberangan).
P: 29 januari
YULIANUS MANOIR SJ (1606-1683)
yaitu  seorang ‘rasul’ tanah Bretagne 
(Perancis).
P: 2 Juli
YULIUS († 302)
Seorang veteran Romawi ini menjalani dinas 
militer selama 27 tahun. Ia ditangkap sebab  
memeluk agama Kristen. Bersama Santo Valensio 
(P: 25 Mei) dan Santo Hesikius (P: 15 Juni) ia 
dipenjarakan di Silistria (Rumania) sampai dijatuhi 
hukuman pancung sebab  tidak mau  mengingkari 
imannya dan menyembah berhala.
P: 27 Mei 
1074
SANTO PAUS YULIUS I († 352)
Paus ini menerima, membela serta 
mendukung Santo Atanasios melawan bidaah 
Arianisme, walaupun sikapnya ini justru 
mendatangkan banyak susah baginya. 
P: 12 April
YUSTA dan RUFINA († 287)
Dua wanita Sevilla (Spanyol) ini dihukum 
mati sebab  merusak patung dewi Salambo yang 
sedang diarak.
P: 19 Juli
YUSTINA (1319)
Semula ia hidup sebagai pertapa, namun  
sebab  menjadi buta, ia pulang ke biara Arezzo 
(Italia).
P: 12 Maret
SANTO YUSTINUS († 166)
Santo Yustinus berasal dari Samaria (Nablus-
Palestina). Ia hidup pada abad kedua. Ayahnya 
membesarkannya 
tanpa 
pengenalan akan 
Tuhan. saat  
masih kanak-
kanak, Yustinus 
membaca puisi, 
sejarah dan ilmu 
pengetahuan. 
Sementara 
1075
tumbuh dewasa, ia terus belajar. Tujuan utamanya 
dalam belajar yaitu  untuk menemukan kebenaran 
akan Tuhan.
Suatu hari, saat  sedang berjalan menyusuri 
tepi pantai, Yustinus bertemu dengan seorang tua. 
Mereka berbincang-bincang. sebab  Yustinus 
kelihatan gelisah, orang tua itu bertanya apa yang 
menggelisahkan hatinya. Yustinus menjawab bahwa 
ia bersedih sebab  tidak menemukan kepastian 
tentang Tuhan dalam semua artikel  yang telah 
dibacanya. Orang tua itu bercerita kepadanya 
tentang Yesus, Sang Juruselamat. Ia mendorong 
Yustinus untuk berdoa agar dapat memahami 
kebenaran Tuhan.
St. Yustinus mulai berdoa dan membaca 
Sabda Tuhan, yaitu Kitab Suci. Ia jatuh cinta 
padanya. Ia juga amat terkesan mengetahui betapa 
beraninya umat Kristiani yang bersedia mati demi 
iman serta cinta mereka kepada Yesus. sesudah  
memperdalam pengenalannya tentang agama 
Kristen, Yustinus menjadi seorang Kristen pula. 
Kemudian, ia mempergunakan pengetahuannya 
yang luas itu untuk menjelaskan serta 
mempertahankan iman dengan banyak tulisannya.
Di kota Roma, Santo Yustinus ditangkap 
sebab  menjadi seorang pengikut Kristus. Hakim 
bertanya padanya, “Apakah kamu pikir dengan mati, 
maka kamu akan masuk surga dan memperoleh 
ganjaranmu?” “Bukan saja aku berpikir demikian,” 
orang kudus itu menjawab, “namun  aku yakin 
mengenainya!” dan ia pun wafat sebagai martir 
sekitar tahun 166.
P: 1 Juni
YUSTINUS de YACOBIS (1800-1860)
1076
Selama masih muda imam ini mencurahkan 
tenaganya untuk merawat para penderita wabah 
pes. Kemudian ia diutus sebagai uskup misionaris ke 
Etiopia. Yustinus berkarya tanpa mengenal lelah dan 
disayangi oleh orang-orang Katolik, Kopt dan 
Muslim.
YUSTUS († 390)
Tanpa sengaja ia memicu  terjadinya 
pembunuhan atas diri seseorang oleh rakyat banyak, 
sebab  bingung, iapun meninggalkan tahta 
keuskupannya di Perancis dan menjadi biarawan di 
Mesir.
A: yang adil (L); P: 14 Oktober
SANTO YUSUF BARSABAS
Orang kudus yang dirayakan setiap tanggal 
20 Juli ini namanya tercantum dalam Kisah Para 
Rasul dalam Kitab Suci. St Petrus menghendaki agar 
jabatan pelayanan Yudas digantikan sesudah  
kebangkitan Yesus. Petrus meminta komunitas untuk 
mengusulkan seseorang. Ia menghendaki seorang 
yang senantiasa bersama-sama dengan para murid, 
dari pembaptisan Yesus oleh Yohanes sampai hari 
Yesus wafat dan terangkat ke sorga. Umat Kristiani 
perdana mengusulkan dua orang; keduanya pantas 
menduduki jabatan rasul. Yang seorang yaitu  Yusuf 
yang disebut Barsabas, dan yang lain yaitu  Matias. 
“Salah seorang dari kedua orang ini akan menjadi 
saksi dengan kami tentang kebangkitan Yesus,” 
demikian kata Petrus.
Komunitas itu pun berdoa. “Ya Tuhan,” kata 
mereka, “Engkaulah yang mengenal hati semua 
orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih 
1077
dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan 
pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan 
Yudas.” Kemudian mereka membuang undi.  Yang 
terpilih yaitu  Matias. Ia ditambahkan kepada 
bilangan kesebelas rasul. Tak banyak yang diketahui 
orang baik mengenai Matias maupun Yusuf 
Barsabas. Penulis Gereja awali, Eusebius, 
memasukkan Yusuf sebagai salah seorang dari 
ketujuhpuluh dua murid.
Segera para murid menyebar dan pergi ke 
berbagai tempat. Hal ini perlu guna menghindari 
penganiayaan. Diyakini bahwa Yusuf Barsabas 
mewartakan Injil ke banyak tempat. Ia 
mengerahkan segenap kekuatan demi mewartakan 
Kabar Gembira. Tak banyak lagi yang diketahui. 
Sesungguhnya, bahkan tak didapati catatan 
mengenai kematiannya. namun , cintanya bagi Gereja 
dan baktinya, baik ia terpilih ataupun tidak, sungguh 
merupakan anugerah bagi kita.
YUTTA († 1260)
Sebagai istri seorang ningrat ia sangat 
bahagia. Namun sesudah  suaminya gugur di medan 
perang, ia meninggalkan segala kemewahan dan 
mengalihkan perhatiannya untuk membantu kaum 
miskin dan merawat orang buta. Yutta yang sangat 
menghormati Hati Kudus Yesus itu meninggal 
sebagai pertapa di Kulmsee (Prusia Timur).
P: 5 Mei
YUVENS dan MAX (363)
Kedua orang perwira ini mengecam undang-
undang kaisar yang merugikan orang Kristen. 
1078
Akibatnya, mereka dipecat, dipenjarakan dan 
dihukum mati di Antiokia (Siria).
A: Yuvens = pemuda, remaja; P: 25 Januari
Z
SANTO PAUS ZAKHARIA († 752)
Zakharia yaitu  seorang biarawan Benediktin 
dari Yunani yang hidup pada abad kedelapan. Ia 
diangkat menjadi 
kardinal dan 
kemudian paus. 
Pada waktu itu, 
terjadi 
peperangan di 
seluruh negeri 
Italia. Paus Santo 
Zakharia 
mengusahakan 
perdamaian dan 
menyelamatkan 
rakyat dari 
perang yang 
mengerikan. Terkadang, ia menanggung resiko 
kehilangan nyawa dalam melakukannya.
sebab  orang kudus kita begitu lembut dan 
baik hati, para pemimpin bersedia melakukan apa 
yang dimintanya. Bahkan bagi para musuh, ia siap 
sedia membantu dan memperlakukan mereka sebaik 
mungkin. Ia tak pernah menuntut balas pada 
mereka. saat  Paus Zakharia tahu bahwa kaum 
Lombard hendak menyerang Roma, ia minta 
bertemu dengan pemimpinnya. Paus dan Liutprand 
dari kaum Lombard saling bertemu. Entah apa yang 
mereka perbincangkan satu sama lain, hasilnya 
1079
sungguh amat mengagumkan. Liutprand 
membatalkan serangan. Ia juga mengembalikan 
semua wilayah yang diambil alih di area ini  
selama tigapuluh tahun belakangan. Ia bahkan 
membebaskan semua tahanan. Liutprand juga 
menandatangani suatu perjanjian duapuluh tahun di 
mana kepada bangsa Romawi diberikan jaminan 
bebas dari serangan kaum Lombard. 
Santo Zakharia dikenal sebagai seorang bapa 
sejati bagi kaum fakir miskin. Ia mendirikan rumah-
rumah bagi kaum papa dan para pengembara. 
Hatinya yang penuh kasih tak dapat tahan melihat 
penduduk menderita. Suatu saat  ia mendengar 
beberapa saudagar telah membeli budak-budak 
miskin di Roma dan hendak menjual budak-budak 
itu ke Afrika. Ia memanggil para saudagar itu dan 
mencela mereka sebab  begitu keji. Kemudian paus 
menebus harga yang mereka minta untuk budak-
budak itu dan membebaskannya. saat  Santo 
Zakharia wafat pada tahun 752, semua orang 
berduka sebab kehilangan seorang bapa yang begitu 
baik dan kudus.
P: 22 Maret
ZENON (350-419)
Murid Santo Basilius Agung ini menjadi 
perwira di istana kaisar, namun  minta diberhentikan 
dan kemudian menjadi pertapa dekat Antiokia (Siria) 
selama 40 tahun.
P: 10 Februari
SANTA ZITA (1218-27 April 1278)
Santa Zita dikenal sebagai santa pelindung 
para pembantu rumah tangga. Ia dilahirkan di dusun 
1080
Monte Sagrati, Italia, pada tahun 1218. Orangtuanya 
sangat saleh dan membesarkan Zita dengan cinta 
kasih Kristiani. Merupakan tradisi pada waktu itu 
bahwa keluarga-keluarga miskin akan mengirimkan 
anak-anak gadis mereka kepada keluarga-keluarga 
yang terpercaya, yang mampu mempekerjakan 
mereka. Para gadis itu akan tinggal dalam keluarga 
ini  untuk 
beberapa waktu 
lamanya dan 
dipekerjakan untuk 
melakukan tugas-
tugas rumah 
tangga. Zita pergi 
bekerja di rumah 
keluarga Fatinelli di 
Lucca saat  
usianya dua belas 
tahun.
Bapak dan 
Ibu Fatinelli yaitu  
orang yang baik, mereka memiliki beberapa pekerja. 
Zita senang dapat bekerja dan mengirimkan 
upahnya kepada orangtuanya. Ia berusaha hidup 
penuh tanggung jawab. Ia membiasakan diri untuk 
berdoa di luar jadwal kerjanya. Setiap pagi ia 
bangun pagi-pagi benar agar dapat ambil bagian 
dalam perayaan Misa. 
Zita seorang pekerja yang rajin. Ia merasa 
bahwa bekerja yaitu  bagian dari hidupnya. namun  
pekerja-pekerja lain iri hati kepadanya. Sedapat 
mungkin mereka bekerja sedikit saja. Mereka mulai 
mencari-cari kesalahan Zita serta memusuhinya 
tanpa sepengetahuan majikan mereka. Zita merasa 
sedih, namun  ia berdoa mohon kesabaran. Ia tidak 
pernah melaporkan mereka. Ia tetap melakukan 
1081
tugas-tugasnya sebaik mungkin tanpa peduli 
pendapat mereka.
saat  seorang dari para pekerja berusaha 
menciumnya, Zita melawan. Laki-laki itu 
meninggalkan ruangan dengan 
cakaran-cakaran di wajahnya. 
Bapak Fatinelli menanyai Zita 
secara pribadi mengenai 
insiden ini . Dengan jujur 
Zita mengatakan apa yang 
telah terjadi. sesudah  peristiwa 
itu, Zita diangkat sebagai 
kepala pengurus rumah 
tangga. Anak-anak Fatinelli 
pun dipercayakan kepadanya. 
Dan yang paling 
menyenangkan, para pekerja 
lainnya tidak lagi 
memusuhinya. Sebagian dari 
mereka malahan berusaha 
meniru teladannya.
Zita melewatkan seluruh hidupnya bersama 
keluarga Fatinelli. Sementara para pekerja lainnya 
datang dan pergi, ia tetap setia. Ia melayani 
majikannya dengan cinta kasih. Ia mengasihi 
mereka seperti ia mengasihi keluarganya sendiri. 
Dengan teladannya, Zita membantu orang 
menyadari bahwa bekerja itu menyenangkan jika  
dilakukan dengan semangat cinta kasih Kristiani. 
Zita wafat dengan tenang pada tanggal 27 April 
1278 dalam usia enam puluh tahun.
Zita atau Cita (1218-1278), L: kendi atau 
kunci-kunci; P: 27 April
1082
Ditulis ulang oleh : 
F. Ario Praseno, tinggal di Malang – Jawa Timur, 
email: ariopraseno@yahoo.co.id / 
fxariopraseno@gmail.com, facebook: http:// 
www.facebook.com/ario.praseno dari berbagai 
sumber, al:
1. “diterjemahkan oleh YESAYA: 
www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline 
Books & Media.”
2. ENSIKLOPEDIA ORANG KUDUS dari A sampai 
Z; A. Heuken SJ dengan bantuan staf 
Yayasan CIC; Cetakan keempat tahun 1983; 
Penerbit Yayasan Cipta Loka Caraka
3. Sumber-sumber lain dari internet
Semoga e-book ini bisa bermanfaat bagi saudara/i 
sekalian yang dikasihi Tuhan, untuk menambah 
khasanah pengetahuan dan wawasan kita tentang 
riwayat para orang kudus kita dan meneladaninya 
dalam kehidupan kita sehari-hari.
Sekian dan terimakasih atas kesediaan anda 
mengunduh e-book ini, semoga Allah Bapa 
memberkati saudara/I sekalian.
1083
1084