kontradiksi alkitab 8

 


leh mengeruhkan kebenaran ini. Kenyataan ini harus menjadi 

pegangan mereka yang telah melihat Dia. Tuhan berkata kata  diriNya 

di berbagai tempat dan pada berbagai orang. Ia tidak dilihat oleh 

seseorang saja, namun  kebangkitannya disaksikan oleh lebih dari 500 

orang menurut I Korintus 15:6, bukan sebagai hantu. Tidak ada yang 

begitu nyata seperti kebangkitanNya. Empat puluh hari diperlukan 

untuk meneguhkan kebenaran yang besar ini. Bukan saja untuk 

meneguhkan, namun  juga untuk memberi penghiburan kepada murid-

murid-Nya. Air mata dihapus, tidak terasa lagi sebagai suatu musibah 

bila Yesus pergi, sebab  mereka teringat akan kata-kata Yesus: 

―yaitu  berguna bagi kamu, bila Aku pergi, jika tidak, Penghibur 

(Roh Kudus) tidak akan datang padamu.‖ Anehnya, 40 hari lamanya 

tidak ada yang bersungut-sungut, tidak ada ahli Torat atau orang Farisi 

yang menentang-Nya. Tidak ada orang jahat yang melontari Dia 

dengan batu.  

 

KENAIKAN KE SURGA  

Lukas menceritakan kepada kita: Dia membawa mereka ke 

Betania dan sambil mengangkat tanganNya, Ia memberkati mereka. 

Kedua bagian Alkitab ini tidak bertentangan, sebab  tempat Yesus 

naik ke Surga yaitu  Bukit Zaitun dari mana Betania dapat dilihat dan 

juga jalan ke Yerusalem. Suatu pemandangan yang indah. Langit 

terbuka, rumah penuh kebahagiaan dan jalan yang dijalani oleh 

Kristus, dengan kaki-kaki penuh berkat. Murid-murid semuanya pergi 

mengikuti Dia dan banyak yang terheran-heran melihat Pelepas yang 

tersalib, berjalan-jalan. Mereka melintasi sungai Kidron dan langsung 

ke bukit Zaitun. Di sinilah terjadi apa yang belum pernah dilihat mata 

mereka. Dia naik ke Surga sebagai Raja, berbeda dengan Elia, tiada 

kereta berapi yang mengangkatNya, tidak ada malaikat, namun  oleh 

kekuatan Roh-Nya sendiri. Sekali lagi untuk yang terakhir kali segala 

mata memandang sosok Ilahi, terpaku mereka memandang-Nya, 

sampai awan menutup pandangan murid-murid-Nya.  

 

RAJA YANG MULIA  

Dia, Yesus yang tersalib dan dihina, Pembebas Dosa yang 

telah bangkit, melepaskan Efod-Nya sebagai Imam Besar (menempuh 

jalan penderitaan salib) dan jubah biru (jubah kebangkitan) untuk 

masuk ke pintu gerbang kekal sebagai Raja mulia. ―Angkatlah 

kepalamu hai pintu-pintu gerbang, terangkatlah kamu hai pintu-pintu 

berabab-abad, supaya masuk raja kemuliaan. Siapa Raja kemuliaan 

itu? Tuhan, jaya dan perkasa dalam peperangan. Terangkatlah hai 

pintu-pintu gerbang, hai pintu-pintu berabad-abad, supaya masuk Raja 

kemuliaan. Siapakah Dia Raja kemuliaan ini? Tuhan, semesta alam, 

Dialah Raja kemuliaan. Sela.‖ Mazmur 24:7-16. Dan kita melihat Dia 

Raja kemuliaan duduk di atas singgasana yang pernah ditinggalkan-

Nya 33 ½ tahun lamanya untuk menyelesaikan tugas-Nya sampai 

tuntas. Sesudah Ia menyelesaikan karya penyelamatan. Dalam 

Mazmur 47 kita diingatkan berulangkali untuk bersorak-sorai dan 

menyanyikan Mazmur sebab -Nya.  

 

ARTI KENAIKANNYA KE SURGA  

Jadi Tuhan telah naik ke Surga dan duduk di atas takhta-Nya. 

Lalu sekarang bagaimana? Apakah yang akan terjadi? Inilah hal 

pokok yang sangat menentukan, yang harus diminta oleh tiap-tiap 

orang Kristen yang sungguh-sungguh dengan berapi-api dengan hati 

yang penuh kerinduan. Kita mengetahui bahwa peristiwa kenaikan 

bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Untuk tiap orang Kristen yang 

telah disucikan oleh darah-Nya, hal ini sangat berharga. Kami ulangi 

lagi pernyataan ini: Apakah artinya kenaikan Yesus bagi kita? Dalam 

pendahuluan, sudah kami tunjukkan dalam Lukas 24. Begitu jelas 

tertulis: ―Sambil mengangkat tangan-Nya, IA MEMBERKATI 

MEREKA, dan pada waktu Ia memberkati mereka terjadilah ... ―  

Dengan kata lain, berkat itu berlaku terus-menerus. Berkat itu 

tidak diberikan untuk saat itu saja, namun  mengandung nubuatan berkat 

yang berlanjut. Inilah berkat yang berhubungan dengan kenaikan-Nya. 

Dalam Mazmur 24:3-6 diberikan syarat-syarat untuk dapat menerima 

berkat kenaikan ini . ―Siapakah yang boleh naik ke atas gunung 

Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? 

Orang-orang yang bersih tangannya dan murni hatinya yang tidak 

menyerahkan dirinya kepada penipuan dan yang tidak bersumpah 

palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan 

dari Allah yang menyelamatkan dia. Itulah angkatan orang-orang yang 

menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub. Sela.‖ 

Mazmur 24:3-6.  

 

TUJUAN BERKAT INI  

Telah kita lihat syarat-syarat untuk dapat menerima berkat 

yang berhubungan dengan kenaikan. Kita akan maju selangkah dan 

melihat apa tujuannya, sehingga berkat ini diberikan dan apakah isi 

berkat itu. Mari kita baca Efesus 4:8-16. Bagian Alkitab ini telah 

dikutip rasul Paulus dari Mazmur 68:19. Yang dikutipnya yaitu : 

―Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia 

memberi  pemberian-pemberian kepada manusia.‖ Kalimat yang di 

atas berkata kata  tujuan Tuhan Yesus naik ke Surga dan tujuan ini 

yaitu : untuk mencurahkan Roh Kudus-Nya dan melalui Roh Kudus 

membagi-bagikan karunia-karunia rohani kepada setiap jemaat-Nya.  

Kita berhenti sebentar kepada kalimat: Ia membawa tawanan- 

tawanan. Apa yang dimaksud dengan kalimat itu? Nabi Yesaya pernah 

berkata, Yesaya 14:16-17, bahwa setan oknum yang mengadakan 

kekacauan di atas bumi, yang tidak melepaskan orang-orangnya yang 

terkurung pulang ke rumah. Jadi setan inilah yang merupakan penjara 

sehingga kita tertawan dan tidak dapat pulang ke rumah. Penjara ini 

yaitu  DOSA, kematian dan neraka. Dalam Alkitab kita dapati 

contoh-contoh yang indah, bahwa anak-anak yang hidup melepaskan 

orang-orang yang tertawan sehingga dapat kembali pulang ke rumah. 

Ingatlah akan wanita  yang berzinah yang tertangkap basah, 

pemuda dari Nain yang dibangkitkan, pembunuh di kayu salib. 

Kepada kelompok ini yang hidup dalam lumpur dosa yang ditarik 

keluar dari kematian dan neraka, TUHAN INGIN memberi  

BERKAT KENAIKANNYA. Lihatlah tangan-Nya yang berlubang 

paku sebab  kita, sampai saat terakhir tangan-tangan ini memberkati 

dan masih mau memberkati. Banyak orang telah mengalami berkat 

dari tangan berlobang paku ini.  

Arahkanlah matamu tetap pada tangan-tangan ini, dan 

dengarlah apa yang dikatakan bagian kedua: ―dan Dia memberi 

pemberian-pemberian kepada umat-Nya‖, dan ditempat lain tertulis 

―dan dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar‖ (Kisah 2:33) 

dan dalam Markus 16:19-20, ―... dan Tuhan turut bekerja dan 

meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.‖ 

Terpujilah Nama Yesus, tidak pernah perbendaharaan-Nya kehabisan, 

tidak pernah sumber mata air berhenti mengalir.  

 ―Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-cucumu dan bagi 

orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh 

Tuhan Allah kita.‖ Kisah 2:39  

 

SUATU BERKAT YANG LEBIH BESAR LAGI  

Dalam Efesus 4 kita baca bahwa berkat yang ada lebih lagi 

dari pada hanya pencurahan karunia. Kenaikan ke Surga membawa 

kita melalui karunia dan jabatan rohani ke dalam suatu KESATUAN 

PENGAJARAN DAN KESATUAN TUBUH KRISTUS. Inilah suatu 

pemikiran yang ajaib dan mulia dalam kaitan dengan kenaikan ke 

Surga. Hal ini membawa jemaat sebagai mempelai wanita kepada 

KESATUAN MEMPELAI KRISTUS, yang oleh baptisan Roh Kudus, 

diberi tempat bersama Yesus, sang mempelai Pria di Surga (Efesus 

2:6). Tidak ada manusia yang mampu membawa persatuan. Kita 

hanya dapat mengharapkannya dari Kristus dan Roh Kudus bila 

kemuliaan-Nya dinyatakan.  

 

42) Yesus tidak Maha Tahu, Ia tidak tahu kapan kiamat  

MARKUS 13:31-32 VS KONSEP TUHAN.  

Dalam Markus 13:31-32, TERTULIS: "Tuhan Yesus tidak 

mengetahui kapan datangnya hari kiamat", hal ini sangat bertentangan 

dengan konsep Tuhan yang MAHA MENGETAHUI segala sesuatu.  

 

JAWAB : (Kategori : salah memahami cara kerja Tuhan dalam 

sejarah) 

 

Yesus Maha Tahu. Namun dalam hal hari kiamat bisa saja 

memang Yesus membatasi pengetahuan-Nya, dalam keadaan-Nya 

sebagai manusia. Perlu dipahami perendahan diri Yesus ('kenosis'). 

Artinya, dalam keadaan-Nya sebagai manusia, ada hal-hal yang 

bersifat kemanusiawian yang harus dipikul oleh Yesus. Dalam hal ini, 

Ia telah membuat diri-Nya menjadi lebih rendah dari Bapa-Nya, 

sehingga kapan kiamat tiba, hanya Bapa yang tahu.  

Lebih jauh tentang Matius 24:36 tidak ditulis "Aku 'tidak tahu", tapi 

"Anak 'tidak tahu".  

 

Coba bandingkan variasi penulisan antara "Aku" dengan "Anak".  

Yohanes 10:30  

"Aku dan Bapa yaitu  satu."  

"EGO KAI HO PATER HEN ESMEN"  

Matius 24:36  

"namun  tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-

malaikat di surga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri."  

Naskah Yunani  TR "PERI DE TES HEMERAS EKEINES KAI 

TES HORAS OUDEIS OIDEN OUDE HOI AGGELOI TON 

OURANON EI ME HO PATER MOU MONOS"  

 

Sekedar ilustrasi, saat Megawati masih menjadi Presiden RI.  

Ketua Umum PDI-P yang juga Megawati, tidak dapat 

memberhentikan Menteri Luar Negeri, namun  Presiden RI dapat, nah, 

apakah Megawati tidak dapat memberhentikan Menteri Luar Negeri? 

43) Cara sujud Abraham dengan Yesus saat berdoa, bertentangan 

syariat. KEJADIAN 17:3 & MATIUS 26:39 VS PRAKTIK UMAT.  

Dalam Kejadian 17:3, tatacara Abraham menghadap Allah 

TERTULIS: "Lalu SUJUDLAH Abram, dan Allah berfirman 

kepadanya", dan dalam Matius 26:39, tatacara Yesus menghadap 

Allah (Bapa) TERTULIS: "Maka Ia (Yesus) maju sedikit, lalu SUJUD 

dan berdoa kata-Nya: "Ya Bapa-Ku,...", namun  dalam PRAKTIK 

UMAT Kristen/Katolik, tatacara ibadah mereka TIDAK 

MENGENAL sujud. (bertentangan syariat).  

 

JAWAB: (Kategori : salah memahami cara kerja Tuhan dalam 

sejarah) 

 

Dalam masa Perjanjian Lama, Ibadah bangsa Yahudi secara 

lahiriah, namun saat  dalam masa Perjanjian Baru, Ibadah lebih 

ditekankan dalam Roh dan Kebenaran (Yohanes 4:24). IMAN 

KRISTEN tidak mempermasalahkan tata cara ibadah lahiriah seperti: 

berdoa; sujud; duduk; tangan dilipat; mengangkat tangan; berdiri; 

berteriak; berbisik; menangis dan sebagainya. Tidak ada ketentuan 

jam dan waktu (Efesus 6:18); Tidak ada ketentuan untuk harus 

memakai pakaian tertentu jika berdoa; tidak ada koreografi tertentu 

untuk berdoa; Doa bukanlah sekedar pengritual  mantra yang 

diulang-ulang; Tepatnya, tidak ada syariat yang mengikat tentang tata-

cara penyembahan dan pengritual  doa. Tuhan Yesus sudah 

memberi  contoh-contohnya.  

Definisi doa yaitu  sebagai berikut : Hubungan persekutuan 

dengan Allah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Atau lebih 

tepatnya Doa yaitu  komunikasi pribadi dengan Allah. Prinsip yang 

mendasarinya yaitu  prinsip kekudusan bukan tingkah laku agamawi. 

"Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya 

kepada permohonan (doa) mereka..." (I Petrus. 3:12).  

Doa di sini yaitu  menekankan aspek rohani-nya buka 

jasmaninya (tata cara berdoa). Berdoa yang benar yaitu  : berdoa 

dalam roh dan kebenaran, bukan rutinitas dan tata cara jasmaniah, 

bukan pula ketentuan jumlah berdoa dalam satu hari; tidak terbatas 

pada ruang dan waktu; tidak harus memakai pakaian tertentu; Kita 

bisa setiap saat berdoa! inilah the simplicity of the Gospel!  

 

BERDOA DALAM ROH DAN KEBENARAN  

Alkitab berkata, "namun  saatnya akan datang dan sudah tiba 

sekarang, bahwa penyembah-penyembah yang benar akan 

menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran." (Yohanes 4:23). Dalam 

sembah sujud dan berbakti kepada Tuhan ada dua unsur penting. 

Pertama yaitu berbakti dengan jujur, berbakti di dalam kebenaran; ini 

suatu aspek fungsi rasio. Kedua, berbakti di dalam roh, berbakti di 

dalam kuasa Roh Kudus, ini aspek rohani. Iman mencakup dua 

wilayah; wilayah rasional dan wilayah spiritual. Wilayah rasional 

bersangkut-paut dengan fungsi pikiran. Wilayah spiritual bersangkut 

paut dengan fungsi kita berbakti dan memuliakan Allah.  

 

BERDOA DENGAN ROH, BERDOA DENGAN PENGERTIAN  

Berbakti dalam doa yaitu  mencakup aspek fungsi hidup 

rohani yang disebut berdoa; "Aku akan berdoa juga dengan akal 

budiku," demikian Paulus berkata dalam 1 Korintus 14:15. Doa dalam 

roh dan doa dalam pikiran, doa dalam roh dan doa dalam akal, dalam 

pengertian. Paulus menekankan bukan hanya berdoa dalam roh namun  

juga memakai pengertian. Jadi di sini keseimbangan yang ditekankan. 

Roh Kudus memimpin rohmu dan Firman memimpin pikiranmu.  

Tidak ada seorangpun yang mampu memisahkan Roh Kudus 

dari kebenaran, dan tidak ada seorang pun berhak memisahkan 

pimpinan Roh Kudus dengan roh kita. Jika pikiran kita tidak dipimpin 

oleh Kebenaran, kita belum bisa berbakti kepada Allah. Jika hati dan 

nurani kita tidak dipimpin oleh Roh Kudus, kita belum mengerti 

bagaiman berdoa kepada Tuhan. Jadi, berbakti kepada Tuhan dalam 

kebenaran dan roh, berdoa kepada Tuhan dalam pikiran dan hati 

nurani yang dipimpin oleh Roh. Roh Kudus tidak mungkin memimpin 

seseorang tanpa memakai kebenaran. Dengan kebenaran Dia 

memimpin kita, sebab  Firman Tuhan menjadi pedoman hidup, 

Firman Tuhan menjadi pelita bagi jalan kita, Firman Tuhan menjadi 

penerang bagi hati nurani, dengan cahaya Firman kita dipimpin. 

Seorang yang bijaksana yaitu  seorang yang menaklukkan pikiran di 

bawah kuasa Roh Kudus dan kedaulatan Tuhan Allah. 

 

44) Yesus memasuki Yerusalem naik apa?  

a. Seekor keledai (Markus 11:7; Lukas 19:35).  

b. Seekor keledai betina dan seekor keledai (Matius 21:7).  

 

JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks ayat)  

Berapa ekor keledai yang dibawakan kepada Yesus?  

 

Keledai dan anaknya (Matius 21:2-7) :  

21:2  dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan 

di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina 

tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan 

bawalah keduanya kepada-Ku.  

21:3 Dan jijika  ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan 

memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya."  

21:4 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh 

nabi:  

21:5 "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang 

kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor 

keledai beban yang muda."  

21:6 Maka pergilah murid-murid itu dan berbuat seperti yang 

ditugaskan Yesus kepada mereka.  

21:7 Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu 

mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya."  

 

Seekor keledai muda (Markus 11:2-7)  

11:2 "dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada 

waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor 

keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. 

Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari.  

11:3 Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu 

lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera 

mengembalikannya ke sini."  

11:4 Merekapun pergi, dan menemukan seekor keledai muda 

tertambat di depan pintu di luar, di pinggir jalan, lalu melepaskannya.  

11:5 Dan beberapa orang yang ada di situ berkata kepada mereka: 

"Apa maksudnya kamu melepaskan keledai itu?"  

11:6 Lalu mereka menjawab seperti yang sudah dikatakan Yesus. 

Maka orang-orang itu membiarkan mereka.  

11:7 Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan 

mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke 

atasnya."  

 

Seekor keledai muda (Lukas 19:30)  

"dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu: Pada 

waktu kamu masuk di situ, kamu akan mendapati seekor keledai 

muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskanlah 

keledai itu dan bawalah ke mari."  

 

Tidak ada  kontradiksi sama sekali. Matius 21:2-7 

menceritakan kepada kita bahwa ada  seekor keledai dan anaknya. 

Markus dan Lukas berfokus pada anaknya saja dan menjelaskan 

bahwa anak keledai itu belum pernah ditunggangi orang. Markus dan 

Lukas memfokuskan diri pada masalah belum pernah ditungganginya 

keledai itu sementara Matius memfokuskan diri pada penggenapan 

nubuat (Matius 21:4-5). Logisnya, jika memang ada dua ekor keledai, 

maka paling tidak memang ada seekor keledai. Hanya menyebutkan 

satu ekor saja tidaklah berarti bahwa tidak ada  keledai lain di situ. 

Ini bukan permainan verbal. Ini masalah logika. Ingatlah bahwa para 

penulis Injil memiliki tujuan tertentu dalam menuliskan Injil-Injil 

mereka. Tujuan Injil bukanlah untuk menceritakan kembali kejadian-

kejadian secara kronologis dan mendetil hingga sekecil-kecilnya. 

Tujuannya yaitu  menyampaikan keabsahan Kristus.  

Fakta bahwa Markus dan Lukas hanya menyebutkan mengenai 

seekor keledai muda tidaklah berarti bahwa ini yaitu  kontradiksi 

sebagaimana jika  misalnya Frank dan Joe datang ke rumah saya 

kemarin malam namun  hari ini saya menceritakan kepada teman saya 

apa saja yang telah dikatakan oleh Joe di rumah saya kemarin dan 

tidak menyebut-nyebut tentang si Frank sama sekali.  

 

Zakharia 9:9 yaitu  bagian Alkitab yang diacu oleh Matius. Ayat ini 

berbunyi, "Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, 

bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang 

kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor 

keledai, seekor keledai beban yang muda."  

Dapat kita lihat di sini bahwa Matius memasukkan kedua ekor 

keledai itu sebab  memang dinubuatkan dua ekor (seekor keledai dan 

seekor keledai muda - tejemahan Indonesia memang memberi kesan 

satu ekor, terjemahan yang lebih baik dapat dibaca dalam Alkitab 

Bahasa Inggris versi KJV atau bahasa Indonesia KS-ILT yang 

menulis, ―seekor keledai, dan seekor keledai muda, anak keledai 

betina‖).  

Lalu, mengapa sampai bawa dua jika  yang bakal ditunggangi 

cuma satu? Jawabannya sederhana, keledai muda itu masih muda 

sehingga masih sangat melekat/dekat dan tergantung pada induknya, 

demikian juga sebaliknya induknya pun masih sangat melekat pada 

anaknya. Kedua binatang ini akan ke mana-mana berdua sebagai 


 132 

induk dan anak sebagaimana yang lazim terjadi pada berbagai spesies 

binatang di dunia ini.  

Akhirnya, para murid tidaklah mencuri keledai-keledai itu. 

Alkitab bahasa Indonesia menterjemahkan kalimat sesudah  "Tuhan 

memerlukannya" dengan "Ia akan segera mengembalikannya" (Matius 

21:3 dan Markus 11:3) seolah-olah Yesus yang akan mengembalikan 

keledai itu, padahal teks Yunaninya bukan kata "mengembalikan" 

yang dipakai sebagai predikat namun  "apostello" yang berarti 

"mengirimkan untuk suatu pekerjaan/mengutus." Artinya Yesus 

mengantisipasi bahwa orang yang mendengar bahwa "Tuhan 

memerlukannya" akan mengirimkannya kepada Yesus artinya dengan 

sukarela pemilik binatang itu telah meminjamkannya untuk keperluan 

Yesus. Hal ini dipertegas dengan keterangan Markus 11:6 di mana 

orang-orang yang mendengarkan itu membiarkan mereka membawa 

keledai itu. Sudah tentu, Yesus tidak akan menganjurkan murid-

muridnya mencuri. 

Jadi, meski Markus dan Lukas menyebut seekor keledai, 

bukan berarti hanya ada seekor saja. Ini hanya masalah fokus 

perhatian pembicaraan. Matius menulis dengan lebih terperinci. 

 

45) MATIUS 21:7 VS MARKUS 11:7 & LUKAS 19:35 

a. Seekor keledai (Markus 11:7; Lukas 19:35)  

b. Seekor keledai betina dan seekor anak keledai (Matius 21:7)  

 

JAWAB: (Kategori : salah memahami konteks ayat) 

Lihat jawaban sebelumnya. 

Matius 21:7,  


 133 

"Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu 

mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya."  

Markus dan Lukas tidak menekankan jumlah keledai dan tidak 

menulis tentang keledai betina, sebab  keledai betina itu bukanlah titik 

perhatian mereka, namun  mereka menekankan tentang Yesus Kristus 

yang duduk di atas anak keledai itu.  

Keempat pengarang: Matius, Markus, Lukas dan Yohanes 

yaitu  impresionis-impresionis yang diilhami. Kisah yang mereka 

sodorkan yaitu  lukisan-lukisan, bukan tulisan sejarah bahkan catatan 

harian pun bukan. Urutan kejadian yang teliti menurut waktu bukan 

menjadi tujuan kitab-kitab itu. Masing-masing penulis memiliki  

rencana dan cara penyusunan yang tersendiri. Dengan kata lain, 

menciptakan penggabungan keempat Injil itu sama halnya dengan 

usaha mendamaikan empat orang yang tidak pernah berselisih. 

Dengan adanya empat Injil, episode yang satu tidak diceritakan di injil 

yang lain, merupakan keharmonisan Injil itu sendiri. Keharmonisan ini 

dimaksudkan untuk dinikmati bukan dengan melenyapkan melainkan 

dengan memelihara perbedaan-perbedaannya.  

 

Bahwa dalam pemberitaan injil ada  perbedaan-perbedaan yang 

dangkal memang tidak disangkal, bahkan sepintas lalu perbedaan-

perbedaan itu kelihatan mirip seperti pertentangan-pertentangan. 

Namun ada baiknya perbedaan itu sebab  membuktikan keasliannya 

dan pemberitaan itu ditulis lepas satu sama lain. Perbedaan itu dapat 

dikatakan sebagai variasi, bukan kontradiksi. Perbedaan-perbedaan itu 

timbul sebab  yang menjadi titik-berat yaitu  segi-segi atau sudut 

pandang yang berbeda. Keempat penulis injil memberi  empat 


 134 

laporan, sementara proses pembedaan, pemilihan dan penyuguhan 

memberi  kepada masing-masing kitab Injil titik-beratnya yang 

khas.  

• Matius 1:1, "Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak 

Abraham."  

• Markus 1:1, "Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak 

Allah."  

• Lukas 1:1, "Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha 

menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di 

antara kita."  

• Yohanes 1:1, "Pada mulanya yaitu  Firman, Firman itu bersama-

sama dengan Allah dan Firman itu yaitu  Allah."  

Jika diperhatikan awal penulisan masing-masing Injil, tampak 

adanya rencana dan cara penyusunan tersendiri oleh penulis Injil dan 

hal ini semakin jelas jika dibaca Injil itu secara keseluruhan, tidak 

dibaca sebagian-sebagian atau satu ayat saja.  

Di sinilah mengapa ada 4 Injil (Matius, Markus, Lukas, 

Yohanes), sebab  masing-masing Injil memiliki  maksud tujuan 

yang berbeda, yang mempertajam isi Injil itu sendiri dan semuanya 

saling melengkapi dan memperkaya pemahaman kita tentang Yesus. 

 

46) Injil untuk orang Israel atau semua bangsa?  

KISAH PARA RASUL 16:10 & 18:6 VS MATIUS 15:24 & 10:5-6.  

Dalam Kisah Para Rasul 16, TERTULIS: "Mereka berkata: ...kami 

menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk 

memberitakan Injil kepada orang-orang di sana (Makedonia)", dan 

dalam Kisah Para Rasul 18 "Paulus berkata: ...aku bersih, tidak 


 135 

bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa 

lain", padahal dalam Matius 15 "Yesus berkata: Aku diutus hanya 

kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel", dan dalam 

Matius 10 "Yesus BERPESAN kepada 12 orang murid2nya untuk 

TIDAK BERDAKWAH ke negeri selain Bani Israel". (bertentangan 

hukum dan prinsip).  

 

JAWAB : (Kategori : salah memahami cara kerja Tuhan dalam 

sejarah) 

 

APAKAH INJIL UNTUK SEMUA BANGSA?  

Matius 10:5-6  

10:5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada 

mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau 

masuk ke dalam kota orang Samaria,  

10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari 

umat Israel.  

Ayat ini  diklaim bahwa Injil diperuntukkan bagi orang-

orang Israel saja. Namun ayat ini  tidak berdiri sendirian dan itu 

yaitu  diperuntukkan saat  murid-murid Yesus melaksanakan awal-

awal penginjilan. Bahwa penginjilan yaitu  dimulai dari lingkungan 

dimana mereka berada; menyelamatkan dahulu kepada orang orang 

disekitarnya. Dan pada saat itu murid-murid Yesus masih dalam 

tahapan awal dalam usahanya mengabarkan kabar baik bahwa Sang 

Juru Selamat / Mesias itu sudah datang.  

Kemudian pada tahap akhir pelayanan Yesus dibumi, Tuhan 

Yesus memberi  Amanat Agung kepada murid-murid untuk 


 136 

mengabarkan injil bagi semua bangsa, menjadikan semua bangsa 

(tanpa terkecuali) menjadi murid Yesus :  

Matius 28:19-20  

28:19 sebab  itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan 

baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,  

28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah 

Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu 

senantiasa sampai kepada akhir zaman."  

Terlebih lagi pada Kitab Kisah Para Rasul lebih jelas lagi 

tahapan-tahapannya bahwa pelayanan dimulai dari Yerusalem, seluruh 

Yudea kemudian Samaria bahkan sampai ke ujung bumi.  

Kisah Rasul 1:7-8 menuliskan,  

JawabNya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang 

ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. namun  kamu akan 

menerima kuasa, jika  Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu 

akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan 

Samaria dan sampai ke ujung bumi."  

Langkah pertama: melayani di Yerusalem dulu, sesudah  itu 

baru melangkah ke Yudea, Samaria dan sampai ke ujung-ujung bumi. 

Saya percaya bahwa peranan yang Tuhan percayakan untuk 

melangkah ke bangsa-bangsa tidak akan berhasil jika  daerah 

Yudea dan Samaria tidak ditangani dengan baik.  

Yudea dan Samaria bisa diartikan juga berbicara tentang 

jemaat lokal, kota dan daerah sekitar dimana kita berada. jika  ini 

tidak dikelola dengan baik, maka pelayanan ke bangsa-bangsa itu 

tidak akan ada artinya. sebab  Tuhan mempercayakan perkara yang 


 137 

kecil terlebih dahulu. jika  kita lulus dalam perkara yang kecil baru 

Tuhan akan memberi  perkara yang lebih besar.  

Yudea dan Samaria yaitu  langkah yang harus dilewati untuk 

sampai ke ujung-ujung bumi. Waktu murid-murid Yesus melangkah 

ke bangsa-bangsa, tentunya Yudea dan Samaria itu menjadi 

tanggungjawab terlebih dahulu. Mereka melayani di wilayah Yudea 

dan Samaria, baru nanti pelayanan mereka akan menentukan 

keberhasilan pelayanan di bangsa-bangsa lain.  

Bagaimana mengukur keberhasilan mereka menjadi berkat 

bagi bangsa-bangsa yaitu  sangat tergantung kepada keberhasilan 

mereka melayani di wilayah Yudea dan Samaria.  

Kemudian dengan jelas pula kita baca dalam ayat dibawah ini :  

Kisah Para Rasul 16:10 sesudah  Paulus melihat penglihatan itu, 

segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, 

sebab  dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah 

telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang 

di sana.  

Bahwa ada perintah untuk keluar dari lingkup Israel dan 

mengabarkan Injil kepada bangsa-bangsa lain. Rasul Paulus dikenal 

sebagai Rasul yang banyak melakukan terobosan-terobosan sehingga 

Injil bisa diterima oleh segala macam lapisan, orang Yahudi, non 

Yahudi dan bangsa-bangsa lain.  

 

TENTANG MATIUS 15: KISAH wanita  KANAAN 

YANG PERCAYA  

Harus dipelajari pada keseluruhan ayat perikop ini  sebagai 

berikut :  


 138 

wanita  Kanaan yang percaya (Matius 15:21-28)  

21 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan 

Sidon.  

22 Maka datanglah seorang wanita  Kanaan dari daerah itu dan 

berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, sebab  anakku 

wanita  kerasukan setan dan sangat menderita."  

23 namun  Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-

Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia 

mengikuti kita dengan berteriak-teriak."  

24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang 

hilang dari umat Israel."  

25 namun  wanita  itu mendekat dan menyembah Dia sambil 

berkata: "Tuhan, tolonglah aku."  

26 namun  Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang 

disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."  

27 Kata wanita  itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan 

remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."  

28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai Ibu, besar 

imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan 

sesaat  itu juga anaknya sembuh.  

Pengajaran Yesus ini seringkali diklaim oleh orang-orang di 

luar Kristus sebagai pengajaran yang rasialis. Padahal justru 

sebaliknya ada pengajaran yang sangat berharga bisa dipetik dari 

kisah ini .  

Yesus kala itu berada didalam lingkungan masyarakat yang 

memiliki pola pikir bahwa orang-orang Yahudi yaitu  umat pilihan 


 139 

Allah; sedang  bangsa lain tidak berhak menerima berkat Allah. 

Bangsa lain lebih rendah dan sebagainya.  

Yesus menjawab dengan "Aku diutus hanya kepada domba-

domba yang hilang dari umat Israel. Hal ini yaitu  untuk menguji 

iman wanita  ini  dan bahkan lebih jauh lagi Yesus 

mengucapkan kata-kata yang kedengarannya ―kasar‖ sekali yaitu 

Anjing. Mengapa Yesus memakai  kata ―anjing‖ dalam kasus 

ini ? sebab  memang orang-orang Yahudi menganggap orang-

orang Kanaan rendah dan menyebut orang-orang Kanaan ―anjing‖. 

Yesus ―sengaja‖ mengangkat topik ini.  

Satu hal yang kita harus perhatikan dalam kisah ini yaitu  

bahwa Yesus telah menyembuhkan begitu banyak orang namun  tidak 

semuanya memiliki IMAN seperti wanita  Kanaan ini. Yang  

justru dari kalangan yang terhina dengan sebutan ―anjing‖  

Bukan itu saja wanita  Kanaan ini memiliki  keberanian; 

ayat 27,  Kata wanita  itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan 

remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." wanita  Kanaan yang 

datang kepada Yesus, dengan berani meminta agar anak 

wanita nya disembuhkan.  

Ia mengatakan bahwa ia tidak meminta apa yang 

diperuntukkan bagi orang Israel namun  ia hanya meminta yang layak ia 

dapatkan, yakni remah-remahnya. Di sini kita melihat bagaimana 

imannya, sebab  ia tidak memaksakan kehendaknya namun  ia benar-

benar memfokuskan permohonnya kepada belas kasihan dari Yesus. 

Ia tetap menganggap suatu anugerah bila ia pun hanya mendapatkan 

remah-remah, sesuatu yang tidak lagi dihargai orang lain.  


 140 

Pelajaran besar yang diambil dari iman wanita  ini bahwa 

dia tidak goyah saat  Yesus menjawab dengan sedikit kasar bahwa 

―tidak patutlah mengambil roti yang disedikan bagi anak-anak‖, dia 

balik menjawab dengan keberanian yang luar biasa ―bahwa anjing 

yang berada di bawah meja itu makan roti anak-anak ini ‖. 

Seorang wanita  dari kalangan kafir dan seorang dari warga kelas 

dua, keprihatinannya terhadap anak wanita nya telah membuat dia 

berani menembus batas-batas budaya, tradisi dan jender dengan tabah. 

Inilah yang kemudian membuat Tuhan Yesus menjadi kagum.  

Maka kemudian kita melihat bukti bahwa pelayanan Yesuspun 

menembus batas-batas kebiasan eksklusifitas Yahudi, dan dari pihak-

Nya, Pelayanan Yesus juga melintasi batas-batas yang sama, maka 

Yesus berkata "Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu 

seperti yang kaukehendaki." Dan sesaat  itu juga anaknya sembuh.‖ 

Yesus dibuat kagum oleh kesederhanaan iman dan pola pikir dari 

wanita  Kanaan ini. Pujian semacam ini sangat jarang diucapkan 

oleh Yesus!  

wanita  ini telah datang pada alamat yang tepat, dia 

memiliki sikap yang benar, dan mendapatkan anugerah-Nya yang 

telah terbukti mendobrak pola pikir rasialis bangsa Yahudi masa itu. 

 

47) Maria mengandung Roh Kudus, Elizabeth dipenuhi Roh Kudus  

MATIUS 1:20 VS LUKAS 1:41.  

Dalam Matius, TERTULIS: "...Yusuf, anak Daud, janganlah engkau 

takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam 

kandungannya yaitu  dari Roh Kudus (sebab  itu Yesus = Roh 


 141 

Kudus)", namun  dalam Lukas: "...dan Elisabet pun penuh dengan 

Roh Kudus". (salah persepsi).  

 

JAWAB : (Kategori : salah memahami cara kerja Tuhan dalam 

sejarah) 

  

Matius 1:20  

namun  saat  ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan 

nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, 

janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab 

anak yang di dalam kandungannya yaitu  dari Roh Kudus.  

Lukas 1:41  

Dan saat  Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang 

di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,  

 

Sederhana saja : kita melihat di sini Elizabeth dipenuhi dengan Roh 

Kudus; perbedaannya dengan Maria yaitu  dia mengandung seorang 

Anak dari benih Roh Kudus.  

 

Apa yang dialami oleh Elisabet dialami pula oleh semua orang 

percaya.  Roma 8:14,  Semua orang yang dipimpin Roh Allah 

(Kudus) yaitu  anak Allah. 

  

namun  apa yang dialami Maria tidak dialami oleh umat percaya 

lainnya.  


 142 

"Kelahiran Yesus Kristus yaitu  seperti berikut : Pada waktu Maria, 

ibuNya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung Roh 

Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri" (Matius 1:18) 

 

48) Tentang kehamilan Maria dalam Lukas dan Matius  

LUKAS 1:26-27 VS MATIUS 1:18.  

Dalam Lukas, kisah pemberitahuan kehamilan Maria TERTULIS: 

"Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke 

sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan 

yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; 

nama perawan itu Maria", namun  dalam Matius: "Kelahiran Yesus 

Kristus yaitu  seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, 

bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, 

sebelum mereka hidup sebagai suami isteri". (MALAIKAT VS ROH 

KUDUS/TUHAN - perhatikan kata "bertunangan"!).  

 

JAWAB: (Kategori : salah memahami cara kerja Tuhan dalam 

sejarah) 

Lukas 1:26-27  

1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel 

pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,  

1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang 

bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria  

Matius 1:18  

Kelahiran Yesus Kristus yaitu  seperti berikut: Pada waktu Maria, 

ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari 

Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.  


 143 

Tidak ada yang bertentangan dari kedua ayat ini ;  

1. Lukas dan Matius berkata kata  Maria dalam status bertunangan  

2. Lukas dan Matius sama-sama manyatakan bayi yang dikandung 

Maria yaitu  dari Roh Kudus (baca selengkapnya Lukas 1:26-35)  

3. Matius tidak menuliskan akan kehadiran Malaikat Gabriel kepada 

Maria; bukan berarti Matius dan Lukas bertentangan.  

 

49) Yesus masa kecil ke Mesir  

MATIUS 2:1-15 VS LUKAS 2:6-46.  

Dalam Matius, kisah Yesus TERTULIS: "sesudah Yesus dilahirkan 

maka ia langsung dilarikan bersama ibunya oleh Yusuf ke Mesir 

sampai raja Herodes mati", namun  dalam Lukas: "sesudah Yesus 

dilahirkan, ia dibawa ke Yerusalem, kemudian ke Nazaret dan tinggal 

di sana selama 12 tahun". (bertentangan kisah).  

 

JAWAB: (Kategori: salah memahami konteks historis) 

 

Perbedaan apa yang tertulis dalam kitab Matius dan Lukas ini 

bukanlah sebuah masalah. Injil Matius ditulis untuk orang percaya 

bangsa Yahudi. Latar Belakang Yahudi dari Injil ini tampak dalam 

banyak hal, sehingga dalam beberapa peristiwa, Matius 

menuliskannya dengan lebih detail. Namun kedua kitab ini  

berkata kata  bahwa masa kecil Yesus yaitu  di Nazaret.  

Penulisan tentang masa kecil Yesus pernah tinggal di Mesir ini 

yaitu  sangat penting; sebab ini menggenapi Nubuat yang tertulis 

dalam Hosea 11: 1 ―saat  Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari 

Mesir Kupanggil anak-Ku itu.‖  


 144 

Dan kemudian penggenapannya yaitu  dalam kitab Matius 2: 

15,  ―dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya 

genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil 

Anak-Ku."  

 

Sekalipun demikian, Injil Matius ini tidak semata-mata untuk orang 

Yahudi saja. Seperti amanat Yesus sendiri, Injil Matius pada 

hakikatnya ditujukan kepada seluruh umat manusia serta dengan 

seksama berkata kata  lingkup universal Injil (mis. Mat 2:1-12; Mat 

8:11-12; Mat 13:38; Mat 21:43; Mat 28:18-20). 

 

50) MATIUS 3:17 & 12:18-21 VS YESAYA 42:1-16.  

Dalam Matius 3:17 & 12:18, Firman Tuhan TERTULIS: "Inilah anak-

Ku yang Kukasihi, kepadanyalah Aku berkenan". Menurut 

Kristen/Katolik, ayat ini menunjuk kepada Yesus. Padahal, ayat 

ini  dikutip dari Yesaya 42:1 yang mengarah kepada keturunan 

Ismael. Periksa Yesaya 42:11, ada  kalimat: "..demikian pun 

segala dusun yang diduduki ORANG KEDAR".  

"Orang Kedar" yaitu  orang-orang Arab keturunan Ismael (Kejadian 

25:13,16), sedang  Yesus yaitu  keturunan Ishak (Matius 1:2). 

Kemudian periksa Yesaya 42:12, ada  kalimat: "..dan 

dikabarkannya KEPUJIANNYA pada segala pulau". Kata 

"kepujiannya" lebih mengarah kepada Muhammad, sebab  

Muhammad (bahasa Arab) artinya "yang terpuji", dan beliaulah satu-

satunya keturunan Ismael yang menjadi nabi/rasul Allah.  

 


 145 

JAWAB : (Kategori : salah mengaitkan cerita yang satu dengan yang 

lainnya) 

 

Ahmed Deedat dalam buku 'The Choice' berusaha 

menghubungkan kata Yunani 'parakletos' kepada Muhammad; ini 

sungguh tidak berlaku dalam sudut pandang kalangan Kristen. 

Konkordansi Ayat dalam Yesaya 41:1 yaitu  Matius 3:17; Matius 

17:5; Markus 1:11; Lukas 3:22; Lukas 9:35.  

Dengan peristiwa yang sangat jelas saat  Roh Allah datang 

dalam simbol burung merpati saat Yesus dibaptis di sungai Yordan; 

Ayat ini  yaitu  untuk Yesus Kristus!  

Yesaya 42:1–17 tidak bisa digabung menjadi satu melainkan 

harus dipisah menjadi 2 perikop. Pertama, Yesaya 1:1–9 yang berisi 

tentang nubuatan tentang Hamba YHVH. Kedua, Yesaya 42:10–17 

yang berisi Puji-pujian tentang penyelamatan.  

Jika teman-teman muslim menafsirkan Yes 42:1-9 sebagai 

nubuatan nabi Muhammad SAW maka harus konsisten, sebab  itu 

berarti nabi Muhammad SAW :  

1. yaitu  roh Allah (ayat 1 ―…. Aku telah menaruh Roh-Ku ke 

atasnya ….‖)  

2. tidak meninggikan suaranya ( ayat 2 ― …. Dia tidak meninggikan 

suaranya ……).  

Apakah mungkin sebagai pemimpin dalam peperangan nabi 

Muhammad SAW tidak berteriak?  

3. akan dipegang secara langsung oleh YHVH ( ayat 6 …. Telah 

memegang tanganmu …..). Padahal firman Allah tidak disampaikan 

secara langsung oleh Allah SWT melainkan melalui mediator yang 


 146 

bernama Jibril, bagaimana mungkin Allah akan memegang tangan 

nabi Muhammad SAW.  

 

TENTANG KEDAR  

Setidaknya ada 2 pendapat tentang asal usul Muhammad. 

1. Dari buku Sirat Rasulullah (biografi tertua tentang nabi 

Muhammad SAW) berkata kata  nabi Muhammad SAW yaitu  

keturunan dari Mudhar – Adnan melalui Nabit anak dari 

Ismail.  

2. Pendapat Syed Yusuf dan beberapa hadis yang berkata kata  

nabi Muhammad SAW keturunan dari Qurayz – Mudhar – 

Adnan – Kedar anak dari Ismail.  

Jadi dari Kedar atau Nabit?  

 

Tambah meragukan lagi jika kutipan dari Ibn Kathir ikut 

dipertimbangkan :  

1. Dilaporkan bahwa ibn Abbas berkata, ―Antara Adnan dan 

Ismail ada 30 generasi yang tidak diketahui‖  

2. Umar ibn Khatab berkata kata , ―Kami mengetahui daftar nenek 

moyang hanya sampai kepada Adnan‖  

3. Abu al-Aswad berkata kata  bahwa dia mendengar Abu Bakar 

Sulaiman ibn Abu Khaytam, salah satu orang yang paling 

terkemuka dalam sejarah suku Quraysh berkata, ―Kami tidak 

pernah mengetahui ada orang yang mengetahui garis keturunan 

sebelum Adnan, dalam bentuk apapun.‖  

 


 147 

Lebih lanjut kutipan dari tokoh Islam modern tentang hubungan 

Ismail dan Arab sebagai berikut :  

1. Dr. Taha Husayn, seorang profesor dari Mesir, pendapatnya 

dikutip dalam buku Mizan al Islam karya Anwar Jundi, halaman 

170 : ―Dalam kasus cerita Abraham dan Ismail membangun Kabah 

cukup jelas, cerita ini muncul belakangan disaat Islam mulai 

berkembang. Islam mengeksploitasi kisah ini untuk kepentingan 

agama‖  

2. W Aliyudin Shareef, dalam buku In Response to Robert 

Morey‘s Islamic Invasion, halaman 3 – 4 : ―Pada masa sebelum 

Islam, Ismail tidak pernah disebutkan sebagai Bapa Bangsa Arab‖  

 

Kemudian kutipan dari Ibn Sa'd, Kitab al-Tabaqat al-Kabir, Volume I, 

halaman 4:  

Ma'n Ibn 'Isa al-Ashja'i al-Qazzaz (pedagang sutera) 

menginformasikan: dia berkata: Muawiyah Ibn Salih 

menginformasikan menurut Yahya Ibn Jabir yang telah melihat 

beberapa sahabat Rasulullah SAW dan berkata : Bani Fuhayrah 

mendatangi Rasulullah SAW dan berkata kepadanya : ―Rasulullah 

SAW yaitu  dari golongan kami‖. Rasulullah SAW menjawab : 

―Sungguh, Jibril telah memberitahukan kepadaku bahwa aku 

termasuk keturunan Mudhar‖  

 

Ini mengindikasikan bahwa :  

1. Bani Fuhayrah tidak mengetahui bahwa nabi Muhammad SAW 

yaitu  dari keturunan Mudhar  


 148 

2. Garis keturunan nabi Muhammad hanya diketahui sesudah  

menerima wahyu dari Jibril.  

Konsekuensi lebih lanjut yaitu  garis keturunan bani Quraish dari 

Mudhar tidak diketahui sebelum munculnya nabi Muhammad 

SAW sebab  jika  pengetahuan ini sudah ada, tidak perlu Jibril 

mewahyukan sesuatu yang sudah diketahui ramai orang. Ini 

menyokong pendapat Dr. Taha Husayn dan Aliyudin Shareef di 

atas.  

 

Jadi bagaimana bisa mengaitkan Kedar dengan nabi Muhammad 

SAW?  

 

TENTANG KEPUJIAN  

Bahasa aslinya yaitu  ―thillah‖ dibaca ―teh-hil-law‖ yang 

berarti kepujian. Sementara dalam bahasa Arab kata ―Muhammad‖ 

menurut Excavier yaitu  terpuji. jika  kita lihat antara kata thillah 

dengan ―Muhammad‖ sangat berbeda pengritual nya. jika  memang 

kepujian ini mengacu kepada Muhammad maka seharusnya yang 

digunakan bukan thillah melainkan ―mahalal‖ (terpuji) yang ada 

sedikit mirip bunyinya (sekalipun terlalu dipaksakan).  

Namun bagaimanapun juga, jika  kita baca keseluruhan 

Yesaya 42:10-17 tidaklah berbicara tentang nubuatan siapapun, 

melainkan yaitu  puji-pujian tentang penyelamatan. Bahwa kemudian 

dikait-kaitkan dengan tidak melihat konteksnya, ya itu hak teman-

teman muslim.  

Yesaya 42:1  


 149 

Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang 

kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, 

supaya ia berkata kata  hukum kepada bangsa-bangsa.  

 

Coba perhatikan ayat berikut : QS 66:12 :  

dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka 

Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; 

dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-

Nya; dan yaitu  dia termasuk orang-orang yang taat.  

Kata (ciptaan) tidak ada dalam bahasa Arabnya, berarti 

pengertian yang tepat dari ayat diatas yaitu  : Isa yaitu  sebagian dari 

Roh Allah SWT, cocok dengan Yesaya 42 ―Aku telah menaruh roh 

Ku ke atasnya‖  

 

Apakah ada ayat dalam Qur’an yang berkata kata  nabi 

Muhammad yaitu  Roh Allah SWT?  

Sementara Muhammad SAW saat ditanya tentang roh oleh orang-

orang Yahudi tidak dapat menjawab apa itu roh. Wahyu yang 

diperoleh Muhammad dari Jibril tentang roh yaitu  :  

QS 17:85 : ―Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: 

"Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi 

pengetahuan melainkan sedikit".‖  

Bagaimana mungkin ini terjadi seandainya Muhammad memang telah 

menerima roh Allah?.  

Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau 

memperdengarkan suaranya di jalan. (Yesaya 42:2) 


 150 

Biasanya teman-teman muslim memakai  ayat ini untuk 

berkata kata  bahwa bukan Isa yang dinubuatkan sebab  Isa telah 

menyaringkan suaranya di Bait Allah dan saat di kayu salib.  

Yohanes 7:28, Waktu Yesus mengajar di bait Allah, Ia berseru ……  

Matius 27:46, Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara 

nyaring …  

 

memakai  logika yang sama, tidak ―menyaringkan suaranya‖, 

maka apakah nabi Muhammad SAW masuk kriteria :  

Sahih Bukhari Kitab Tafsir Al-Qur‘an hadis no. 4397  

Sahih Muslim Kitab Iman Hadis no. 307 :  

Diriwayatkan dibandingkan  Ibnu Abbas r.a katanya: Tatakala 

turunnya ayat 214 surah As-Syura Yang bermaksud : Berilah 

peringatan berbentuk ancaman kepada kaum kerabatmu yang 

terdekat yaitu kaum kerabatmu yang benar-benar ikhlas. 

Rasulullah s.a.w keluar dan menaiki Bukit Sofa lalu berteriak 

seolah-olah memanggil : Ya Sobahah. Orang ramai tertanya-

tanya siapakah yang berteriak. Mereka menjawab: Muhammad.  

 

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu 

yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, namun  dengan 

setia ia akan berkata kata  hukum. (Yesaya 42:3) 

 

Nabi SAW berkata kata  hukum, tapi TIDAK SETIA terhadap hukum 

yang dia nyatakan sendiri.  

QS 4 : 3 : ……. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat 

berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak 


 151 

yang kamu miliki. Yang demikian yaitu  lebih dekat kepada tidak 

berbuat aniaya. 

  

Namun perhatikan yang berikut ini :  

Kisah Muhammad dengan Maria Qibtidaiya.  

Dikutip dari : Muhammad, Kisah Hidup berdasar  Sumber Klasik 

Martin Lings, Halaman 440 :  

………. Maria lebih cantik lagi, dan nabi sangat mengaguminya 

…….. Dan Maria dinikahi nabi sendiri. Ia ditempatkan di rumah 

yang dulu dihuni Shafiah ……... Di sanalah nabi mengunjunginya 

siang dan malam. Namun, istri-istrinya menjadi cemburu 

………  

Hukum dalam Alqur‘an memerintahkan muslim untuk bersikap adil 

terhadap istri-istri mereka, namun Muhammad sendiri TIDAK 

BERSIKAP ADIL. Nabi tidak SETIA terhadap HUKUM yang dia 

nyatakan sendiri.  

 

Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah 

terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau 

mengharapkan pengajarannya. (Yesaya 42:4) 

 

Muhammad saat kematiannya jelas patah terkulai sebab  pengaruh 

RACUN.  

Dikutip dari : Sejarah Hidup Muhammad – Sirah Nabawiyah  

Syaikh Shafiyur Rahman Mubarakfury, Robbani Press, 1998, hal 714 

– 715 :  


 152 

Sakit beliau semakin parah, dan pengaruh RACUN yang pernah 

beliau makan dari daging yang disuguhkan oleh wanita Yahudi 

saat  di Khaibar muncul, sampai-sampai beliau berkata, ―Wahai 

Aisyah, aku masih merasakan sakit sebab  makanan yang 

KUMAKAN DI KHAIBAR. Sekarang saatnya aku merasakan 

TERPUTUSNYA URAT NADIKU sebab  RACUN 

ini .‖  

 

sebab  ketidakberdayaannya ini , semangatnya menjadi 

PUDAR dan saat kematiannya berkata :  

IBID, halaman 716  

Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, dan pertemukan 

aku dengan KEKASIH YANG MAHA TINGGI, Ya Allah, 

KEKASIH YANG MAHA TINGGI.  

Beliau MENGULANG KALIMAT terakhir sampai TIGA 

KALI, lalu tangan beliau LUNGLAI ………….  

 

Yesaya 42:11  

Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan 

dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai 

penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak 

gunung-gunung  

Kedar dikonotasikan sebagai musuh Israel : Mazmur 120 : 

5 – 7 ”CELAKALAH aku sebab  harus tinggal sebagai orang asing di 

Mesekh, sebab  harus diam diantara kemah-kemah KEDAR. Cukup 

lama aku tinggal bersama-sama dengan orang-orang yang 

MEMBENCI PERDAMAIAN. Aku ini suka perdamaian, namun  


 153 

jika  aku berbicara, maka MEREKA MENGHENDAKI 

PERANG.‖  

Jadi Kedar muncul dalam konteks PEPERANGAN dan 

KETIDAKDAMAIAN. Jika muslim berkeras bahwa Kedar 

menubuatkan nabi Muhammad SAW (bangsa Arab), maka NUBUAT 

ALKITAB INI TERPENUHI dengan PEPERANGAN-

PEPERANGAN yang dilancarkan oleh Muhammad dan muslim 

selanjutnya. Jadi ayat-ayat di atas jelas tidak terpenuhi sebagai 

nubuatan terhadap Muhammad dalam Islam. 

 

51) YOHANES 10:8 VS SIFAT-SIFAT PARA NABI.  

Dalam Yohanes 10:8, perkataan Yesus TERTULIS: "Semua orang 

yang datang sebelum Aku, yaitu  pencuri dan perampok, dan domba-

domba itu tidak mendengarkan mereka". Pernyataan Yesus ini sangat 

bertentangan dengan sifat-sifat para nabi yang merupakan manusia 

pilihan Allah di muka bumi yang tidak mungkin berprofesi sebagai 

pencuri atau perampok. Ini sesuatu yang menggelikan.  

 

JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks ayat)  

 

Silahkan baca seluruhnya Yohanes 10:1-21, Gembala yang 

baik. Perhatikan, konteks Yesus saat itu sedang berbicara kepada 

siapa? Yesus tidak sedang menghakimi Nabi Musa, Elia, Yesaya dan 

lain-lain. Melainkan Yesus sedang membandingkan diri-Nya sebagai 

Gembala yang baik dibandingkan dengan guru-guru palsu yang 

sedang berhadapan dengan-Nya saat itu. Pernyataan "Akulah Gembala 

yang baik" yaitu  penggambaran Gembala yang persis seperti yang 


 154 

pernah Daud gubah dalam nyanyiannya yang tercatat dalam Mazmur 

pasal 23.  

Ada 2 macam gembala dalam Alkitab. Pertama orang yang 

menggembalakan ternak, Kedua, orang yang mengasuh dan membina 

manusia. Untuk arti yang kedua ini, Alkitab berbicara banyak, 

demikian mulianya panggilan menjadi gembala. Justru dalam PL, 

Allah dilukiskan sebagai Gembala Israel (Kejadian 49:24; Mazmur 

23:1; Mazmur 80:2), lemah lembut dalam pengasuhan domba-domba-

Nya (Yesaya 40:11), tapi kadang-kadang yang membina kawanan 

domba-Nya dengan kemarahan-Nya, lalu dengan pengampunan 

dikumpulkan-Nya kembali (Yeremia 31:10).  

Ada manusia yang diberi status gembala, yaitu orang-orang 

yang diberi mandat oleh Allah untuk menggembalakan umat Allah, 

mereka ini bisa saja seorang nabi, bisa seorang raja Israel, bisa 

seorang imam/pengajar-pengajar. Para gembala yang tidak 

melaksanakan tugasnya dengan baik akan dikutuk dan dihukum 

(Yeremia 50:6, 51:23; Zakharia 13:7). Musa sebagai seorang nabi juga 

mengemban tugas mulia sebagai gembala domba-domba Israel 

(Yesaya 63:11). Alkitab sungguh menekankan pentingnya tanggung 

jawab setiap pemimpin atas pengikut mereka. Salah satu ciri paling 

khas dalam PL yaitu  teguran keras terhadap gembala-gembala yang 

tidak setia. Silahkan baca Yehezkiel pasal 34, judul perikop yang 

disajikan yaitu  TUHAN, Gembala Israel yang baik melawan 

gembala-gembala yang jahat (bandingkan dengan Yeremia 23:1-4, 

bahkan lebih keras lagi di Yeremia 25:32-28).  

Gembala-gembala yang melalaikan tugasnya itu, lebih 

mementingkan diri sendiri untuk kepentingan mereka sendiri, mereka 


 155 

ini dinyatakan mengkhianati tugasnya yang sesungguhnya; sebab  itu 

Allah mengumpulkan kembali domba-domba itu dan menghakimi 

gembala-gembala jahat itu.  

Dalam PB, tugas seorang Mesias yaitu  menjadi Gembala, 

bahkan Gembala yang Agung (Ibrani 13;20; 1 Petrus 5:4; 1 Petrus 

2:25). Hal inilah yang diuraikan secara rinci dalam Injil Yohanes pasal 

10 dan rinciannya sepadan dengan kitab Yehezkiel pasal 34.  

 

Dalam Yohanes pasal 10, Yesus berkata kata  diri-Nya sebagai 

"Gembala yang Baik" (dan juga Raja) bagi seluruh bangsa Israel. 

namun  Ia bukan hanya Gembala bagi bangsa Israel saja, melainkan 

juga bagi "domba-domba lain" (Yohanes 10:16), yakni bangsa asing 

juga.  

Dalam perumpamaan itu Yesus menggambarkan kehidupan 

keagamaan orang Yahudi. Banyak gembala palsu, yakni mesias palsu, 

yang muncul sebelum kedatangan Yesus ke dunia ini, juga sesudah 

Yesus naik ke surga. Mereka inilah pencuri dan penyamun. Domba-

domba yaitu  orang-orang yang mendengar suara Yesus lalu 

mengikuti Dia. Orang upahan bukanlah gembala. Ia yaitu  pengecut 

yang hanya mengasihi diri sendiri. saat  ada serigala datang, ia lari 

meninggalkan domba-dombanya dan menyelamatkan diri sendiri. 

Kebanyakan orang-orang Farisi dan pemimpin-pemimpin Yahudi 

yaitu  bagaikan "orang upahan", mereka tidak menjalankan tugasnya 

sebagai seorang gembala.  

Selanjutnya Yesus mengumpamakan dirinya sebagai PINTU 

bagi kawanan domba-domba yang baru, masuk dalam Kerajaan Surga. 

Hal ini paralel dengan pernyataan Yesus Kristus yang berkata kata  


 156 

dengan tegas bahwa "Aku yaitu  Jalan dan Kebenaran dan Hidup, 

tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku" 

(Yohanes 14:6). Yesus yaitu  Allah yang berinkarnasi untuk 

menyelamatkan manusia dari dosa, sebab  itulah Ia yaitu  satu 

satunya Jalan, dan satu-satunya Pintu masuk kepada Allah. Dan oleh 

sebab  itulah Yesus Kristus yaitu  Gembala yang Sejati. 

 

52) Yesus mengutuk pohon Ara  

MARKUS 11:11-14 VS KONSEP TUHAN.  

Dalam Markus 11, TERTULIS: "Keesokan harinya sesudah Yesus 

dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa 

lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia 

mendekatinya untuk melihat jika -jika  Ia mendapat apa-apa pada 

pohon itu. namun  waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa 

selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka 

kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorangpun makan buahmu 

selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya." Kisah 

ini juga sangat menggelikan, mana mungkin Tuhan mengutuk pohon 

yang tidak bersalah gara-gara tidak berbuah.  

 

JAWAB: (Kategori : salah memahami cara kerja Tuhan dalam 

sejarah) 

Mengapa Yesus mengutuk pohon ara ?  

Yesus memakai pohon ara sebagai simbol !  

Ada dua ayat di PB, Matius 21 dan Markus 11, berhubungan dengan 

cerita "pohon ara", Markus memberi  informasi lebih detail. mari 

dimulai dengan mengkaji secara lengkap peristiwa ini  :  


 157 

 

Markus 11:12-22  

11:12 Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya 

meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.  

11:13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia 

mendekatinya untuk melihat jika -jika  Ia mendapat apa-apa pada 

pohon itu. namun  waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa 

selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.  

TR Transliterasi interlinear, kai {lalu} idôn {sebab  melihat} sukên 

{pohon ara} makrothen {(dari) jauh} echousan {(yang) memiliki } 

phulla {daun-daun} êlthen {ia datang} ei ara {jika -jika } heurêsei 

{ia akan menemukan} ti {sesuatu} en {pada} autê {dia} kai {namun } 

elthôn {saat  datang} ep {pada} autên {dia} ouden {tidak satupun} 

euren {Ia menemukan} ei mê {kecuali} phulla {daun-dahun} ou 

{bukan} gar {sebab} ên kairos {musim} sukôn {buah-buah ara}  

11:14 Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorang pun 

makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nya pun 

mendengarnya.  

11:15 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. 

Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-

orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar 

uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya,  

11:16 dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang 

melintasi halaman Bait Allah.  

11:17 Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: "Bukankah ada tertulis: 

Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? namun  kamu 

ini telah menjadikannya sarang penyamun!"  


 158 

11:18 Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang 

peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab 

mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan 

pengajaran-Nya.  

11:19 Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota.  

11:20 Pagi-pagi saat  Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka 

melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya.  

11:21 Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia 

berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu 

sudah kering."  

 

Kejadian ini dikisahkan oleh Markus, dan juga Matius. Markus 

mencatat Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya sesudah  memasuki 

Yerusalem. Di tengah jalan Ia merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat 

pohon Ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat jika -

jika  ia mendapatkan apa-apa dari pohon itu. namun  waktu Ia tiba di 

situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang 

bukan musim buah ara. Kemudian Ia mengatakan "Jangan lagi 

seorang pun makan buahmu selama-lamanya!".  

Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya kemudian meneruskan 

perjalanan mereka ke Yerusalem dimana hari itu Tuhan Yesus 

menyucikan Bait Allah. Sore harinya mereka kembali ke Betania. 

Keesokan harinya saat  mereka melewati tempat yang sama, mereka 

mendapati pohon ara itu sudah kering sampai ke akar-akarnya, maka 

teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada 

Yesus "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering " 

(ayat 20-21).  


 159 

Bukankah tidak masuk akal untuk mengutuk pohon ara itu 

sebab  tidak berbuah sebab seperti kata Markus memang bukan 

musim buah ara?  

Problem ini telah diatasi dengan sangat memuaskan dalam 

diskusi mengenai "Pohon Ara yang Tidak Berbuah" yang 

dipublikasikan bertahun-tahun yang