leh mengeruhkan kebenaran ini. Kenyataan ini harus menjadi
pegangan mereka yang telah melihat Dia. Tuhan berkata kata diriNya
di berbagai tempat dan pada berbagai orang. Ia tidak dilihat oleh
seseorang saja, namun kebangkitannya disaksikan oleh lebih dari 500
orang menurut I Korintus 15:6, bukan sebagai hantu. Tidak ada yang
begitu nyata seperti kebangkitanNya. Empat puluh hari diperlukan
untuk meneguhkan kebenaran yang besar ini. Bukan saja untuk
meneguhkan, namun juga untuk memberi penghiburan kepada murid-
murid-Nya. Air mata dihapus, tidak terasa lagi sebagai suatu musibah
bila Yesus pergi, sebab mereka teringat akan kata-kata Yesus:
―yaitu berguna bagi kamu, bila Aku pergi, jika tidak, Penghibur
(Roh Kudus) tidak akan datang padamu.‖ Anehnya, 40 hari lamanya
tidak ada yang bersungut-sungut, tidak ada ahli Torat atau orang Farisi
yang menentang-Nya. Tidak ada orang jahat yang melontari Dia
dengan batu.
KENAIKAN KE SURGA
Lukas menceritakan kepada kita: Dia membawa mereka ke
Betania dan sambil mengangkat tanganNya, Ia memberkati mereka.
Kedua bagian Alkitab ini tidak bertentangan, sebab tempat Yesus
naik ke Surga yaitu Bukit Zaitun dari mana Betania dapat dilihat dan
juga jalan ke Yerusalem. Suatu pemandangan yang indah. Langit
terbuka, rumah penuh kebahagiaan dan jalan yang dijalani oleh
Kristus, dengan kaki-kaki penuh berkat. Murid-murid semuanya pergi
mengikuti Dia dan banyak yang terheran-heran melihat Pelepas yang
tersalib, berjalan-jalan. Mereka melintasi sungai Kidron dan langsung
ke bukit Zaitun. Di sinilah terjadi apa yang belum pernah dilihat mata
mereka. Dia naik ke Surga sebagai Raja, berbeda dengan Elia, tiada
kereta berapi yang mengangkatNya, tidak ada malaikat, namun oleh
kekuatan Roh-Nya sendiri. Sekali lagi untuk yang terakhir kali segala
mata memandang sosok Ilahi, terpaku mereka memandang-Nya,
sampai awan menutup pandangan murid-murid-Nya.
RAJA YANG MULIA
Dia, Yesus yang tersalib dan dihina, Pembebas Dosa yang
telah bangkit, melepaskan Efod-Nya sebagai Imam Besar (menempuh
jalan penderitaan salib) dan jubah biru (jubah kebangkitan) untuk
masuk ke pintu gerbang kekal sebagai Raja mulia. ―Angkatlah
kepalamu hai pintu-pintu gerbang, terangkatlah kamu hai pintu-pintu
berabab-abad, supaya masuk raja kemuliaan. Siapa Raja kemuliaan
itu? Tuhan, jaya dan perkasa dalam peperangan. Terangkatlah hai
pintu-pintu gerbang, hai pintu-pintu berabad-abad, supaya masuk Raja
kemuliaan. Siapakah Dia Raja kemuliaan ini? Tuhan, semesta alam,
Dialah Raja kemuliaan. Sela.‖ Mazmur 24:7-16. Dan kita melihat Dia
Raja kemuliaan duduk di atas singgasana yang pernah ditinggalkan-
Nya 33 ½ tahun lamanya untuk menyelesaikan tugas-Nya sampai
tuntas. Sesudah Ia menyelesaikan karya penyelamatan. Dalam
Mazmur 47 kita diingatkan berulangkali untuk bersorak-sorai dan
menyanyikan Mazmur sebab -Nya.
ARTI KENAIKANNYA KE SURGA
Jadi Tuhan telah naik ke Surga dan duduk di atas takhta-Nya.
Lalu sekarang bagaimana? Apakah yang akan terjadi? Inilah hal
pokok yang sangat menentukan, yang harus diminta oleh tiap-tiap
orang Kristen yang sungguh-sungguh dengan berapi-api dengan hati
yang penuh kerinduan. Kita mengetahui bahwa peristiwa kenaikan
bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Untuk tiap orang Kristen yang
telah disucikan oleh darah-Nya, hal ini sangat berharga. Kami ulangi
lagi pernyataan ini: Apakah artinya kenaikan Yesus bagi kita? Dalam
pendahuluan, sudah kami tunjukkan dalam Lukas 24. Begitu jelas
tertulis: ―Sambil mengangkat tangan-Nya, IA MEMBERKATI
MEREKA, dan pada waktu Ia memberkati mereka terjadilah ... ―
Dengan kata lain, berkat itu berlaku terus-menerus. Berkat itu
tidak diberikan untuk saat itu saja, namun mengandung nubuatan berkat
yang berlanjut. Inilah berkat yang berhubungan dengan kenaikan-Nya.
Dalam Mazmur 24:3-6 diberikan syarat-syarat untuk dapat menerima
berkat kenaikan ini . ―Siapakah yang boleh naik ke atas gunung
Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Orang-orang yang bersih tangannya dan murni hatinya yang tidak
menyerahkan dirinya kepada penipuan dan yang tidak bersumpah
palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan
dari Allah yang menyelamatkan dia. Itulah angkatan orang-orang yang
menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub. Sela.‖
Mazmur 24:3-6.
TUJUAN BERKAT INI
Telah kita lihat syarat-syarat untuk dapat menerima berkat
yang berhubungan dengan kenaikan. Kita akan maju selangkah dan
melihat apa tujuannya, sehingga berkat ini diberikan dan apakah isi
berkat itu. Mari kita baca Efesus 4:8-16. Bagian Alkitab ini telah
dikutip rasul Paulus dari Mazmur 68:19. Yang dikutipnya yaitu :
―Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia
memberi pemberian-pemberian kepada manusia.‖ Kalimat yang di
atas berkata kata tujuan Tuhan Yesus naik ke Surga dan tujuan ini
yaitu : untuk mencurahkan Roh Kudus-Nya dan melalui Roh Kudus
membagi-bagikan karunia-karunia rohani kepada setiap jemaat-Nya.
Kita berhenti sebentar kepada kalimat: Ia membawa tawanan-
tawanan. Apa yang dimaksud dengan kalimat itu? Nabi Yesaya pernah
berkata, Yesaya 14:16-17, bahwa setan oknum yang mengadakan
kekacauan di atas bumi, yang tidak melepaskan orang-orangnya yang
terkurung pulang ke rumah. Jadi setan inilah yang merupakan penjara
sehingga kita tertawan dan tidak dapat pulang ke rumah. Penjara ini
yaitu DOSA, kematian dan neraka. Dalam Alkitab kita dapati
contoh-contoh yang indah, bahwa anak-anak yang hidup melepaskan
orang-orang yang tertawan sehingga dapat kembali pulang ke rumah.
Ingatlah akan wanita yang berzinah yang tertangkap basah,
pemuda dari Nain yang dibangkitkan, pembunuh di kayu salib.
Kepada kelompok ini yang hidup dalam lumpur dosa yang ditarik
keluar dari kematian dan neraka, TUHAN INGIN memberi
BERKAT KENAIKANNYA. Lihatlah tangan-Nya yang berlubang
paku sebab kita, sampai saat terakhir tangan-tangan ini memberkati
dan masih mau memberkati. Banyak orang telah mengalami berkat
dari tangan berlobang paku ini.
Arahkanlah matamu tetap pada tangan-tangan ini, dan
dengarlah apa yang dikatakan bagian kedua: ―dan Dia memberi
pemberian-pemberian kepada umat-Nya‖, dan ditempat lain tertulis
―dan dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar‖ (Kisah 2:33)
dan dalam Markus 16:19-20, ―... dan Tuhan turut bekerja dan
meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.‖
Terpujilah Nama Yesus, tidak pernah perbendaharaan-Nya kehabisan,
tidak pernah sumber mata air berhenti mengalir.
―Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-cucumu dan bagi
orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh
Tuhan Allah kita.‖ Kisah 2:39
SUATU BERKAT YANG LEBIH BESAR LAGI
Dalam Efesus 4 kita baca bahwa berkat yang ada lebih lagi
dari pada hanya pencurahan karunia. Kenaikan ke Surga membawa
kita melalui karunia dan jabatan rohani ke dalam suatu KESATUAN
PENGAJARAN DAN KESATUAN TUBUH KRISTUS. Inilah suatu
pemikiran yang ajaib dan mulia dalam kaitan dengan kenaikan ke
Surga. Hal ini membawa jemaat sebagai mempelai wanita kepada
KESATUAN MEMPELAI KRISTUS, yang oleh baptisan Roh Kudus,
diberi tempat bersama Yesus, sang mempelai Pria di Surga (Efesus
2:6). Tidak ada manusia yang mampu membawa persatuan. Kita
hanya dapat mengharapkannya dari Kristus dan Roh Kudus bila
kemuliaan-Nya dinyatakan.
42) Yesus tidak Maha Tahu, Ia tidak tahu kapan kiamat
MARKUS 13:31-32 VS KONSEP TUHAN.
Dalam Markus 13:31-32, TERTULIS: "Tuhan Yesus tidak
mengetahui kapan datangnya hari kiamat", hal ini sangat bertentangan
dengan konsep Tuhan yang MAHA MENGETAHUI segala sesuatu.
JAWAB : (Kategori : salah memahami cara kerja Tuhan dalam
sejarah)
Yesus Maha Tahu. Namun dalam hal hari kiamat bisa saja
memang Yesus membatasi pengetahuan-Nya, dalam keadaan-Nya
sebagai manusia. Perlu dipahami perendahan diri Yesus ('kenosis').
Artinya, dalam keadaan-Nya sebagai manusia, ada hal-hal yang
bersifat kemanusiawian yang harus dipikul oleh Yesus. Dalam hal ini,
Ia telah membuat diri-Nya menjadi lebih rendah dari Bapa-Nya,
sehingga kapan kiamat tiba, hanya Bapa yang tahu.
Lebih jauh tentang Matius 24:36 tidak ditulis "Aku 'tidak tahu", tapi
"Anak 'tidak tahu".
Coba bandingkan variasi penulisan antara "Aku" dengan "Anak".
Yohanes 10:30
"Aku dan Bapa yaitu satu."
"EGO KAI HO PATER HEN ESMEN"
Matius 24:36
"namun tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-
malaikat di surga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri."
Naskah Yunani TR "PERI DE TES HEMERAS EKEINES KAI
TES HORAS OUDEIS OIDEN OUDE HOI AGGELOI TON
OURANON EI ME HO PATER MOU MONOS"
Sekedar ilustrasi, saat Megawati masih menjadi Presiden RI.
Ketua Umum PDI-P yang juga Megawati, tidak dapat
memberhentikan Menteri Luar Negeri, namun Presiden RI dapat, nah,
apakah Megawati tidak dapat memberhentikan Menteri Luar Negeri?
43) Cara sujud Abraham dengan Yesus saat berdoa, bertentangan
syariat. KEJADIAN 17:3 & MATIUS 26:39 VS PRAKTIK UMAT.
Dalam Kejadian 17:3, tatacara Abraham menghadap Allah
TERTULIS: "Lalu SUJUDLAH Abram, dan Allah berfirman
kepadanya", dan dalam Matius 26:39, tatacara Yesus menghadap
Allah (Bapa) TERTULIS: "Maka Ia (Yesus) maju sedikit, lalu SUJUD
dan berdoa kata-Nya: "Ya Bapa-Ku,...", namun dalam PRAKTIK
UMAT Kristen/Katolik, tatacara ibadah mereka TIDAK
MENGENAL sujud. (bertentangan syariat).
JAWAB: (Kategori : salah memahami cara kerja Tuhan dalam
sejarah)
Dalam masa Perjanjian Lama, Ibadah bangsa Yahudi secara
lahiriah, namun saat dalam masa Perjanjian Baru, Ibadah lebih
ditekankan dalam Roh dan Kebenaran (Yohanes 4:24). IMAN
KRISTEN tidak mempermasalahkan tata cara ibadah lahiriah seperti:
berdoa; sujud; duduk; tangan dilipat; mengangkat tangan; berdiri;
berteriak; berbisik; menangis dan sebagainya. Tidak ada ketentuan
jam dan waktu (Efesus 6:18); Tidak ada ketentuan untuk harus
memakai pakaian tertentu jika berdoa; tidak ada koreografi tertentu
untuk berdoa; Doa bukanlah sekedar pengritual mantra yang
diulang-ulang; Tepatnya, tidak ada syariat yang mengikat tentang tata-
cara penyembahan dan pengritual doa. Tuhan Yesus sudah
memberi contoh-contohnya.
Definisi doa yaitu sebagai berikut : Hubungan persekutuan
dengan Allah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Atau lebih
tepatnya Doa yaitu komunikasi pribadi dengan Allah. Prinsip yang
mendasarinya yaitu prinsip kekudusan bukan tingkah laku agamawi.
"Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya
kepada permohonan (doa) mereka..." (I Petrus. 3:12).
Doa di sini yaitu menekankan aspek rohani-nya buka
jasmaninya (tata cara berdoa). Berdoa yang benar yaitu : berdoa
dalam roh dan kebenaran, bukan rutinitas dan tata cara jasmaniah,
bukan pula ketentuan jumlah berdoa dalam satu hari; tidak terbatas
pada ruang dan waktu; tidak harus memakai pakaian tertentu; Kita
bisa setiap saat berdoa! inilah the simplicity of the Gospel!
BERDOA DALAM ROH DAN KEBENARAN
Alkitab berkata, "namun saatnya akan datang dan sudah tiba
sekarang, bahwa penyembah-penyembah yang benar akan
menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran." (Yohanes 4:23). Dalam
sembah sujud dan berbakti kepada Tuhan ada dua unsur penting.
Pertama yaitu berbakti dengan jujur, berbakti di dalam kebenaran; ini
suatu aspek fungsi rasio. Kedua, berbakti di dalam roh, berbakti di
dalam kuasa Roh Kudus, ini aspek rohani. Iman mencakup dua
wilayah; wilayah rasional dan wilayah spiritual. Wilayah rasional
bersangkut-paut dengan fungsi pikiran. Wilayah spiritual bersangkut
paut dengan fungsi kita berbakti dan memuliakan Allah.
BERDOA DENGAN ROH, BERDOA DENGAN PENGERTIAN
Berbakti dalam doa yaitu mencakup aspek fungsi hidup
rohani yang disebut berdoa; "Aku akan berdoa juga dengan akal
budiku," demikian Paulus berkata dalam 1 Korintus 14:15. Doa dalam
roh dan doa dalam pikiran, doa dalam roh dan doa dalam akal, dalam
pengertian. Paulus menekankan bukan hanya berdoa dalam roh namun
juga memakai pengertian. Jadi di sini keseimbangan yang ditekankan.
Roh Kudus memimpin rohmu dan Firman memimpin pikiranmu.
Tidak ada seorangpun yang mampu memisahkan Roh Kudus
dari kebenaran, dan tidak ada seorang pun berhak memisahkan
pimpinan Roh Kudus dengan roh kita. Jika pikiran kita tidak dipimpin
oleh Kebenaran, kita belum bisa berbakti kepada Allah. Jika hati dan
nurani kita tidak dipimpin oleh Roh Kudus, kita belum mengerti
bagaiman berdoa kepada Tuhan. Jadi, berbakti kepada Tuhan dalam
kebenaran dan roh, berdoa kepada Tuhan dalam pikiran dan hati
nurani yang dipimpin oleh Roh. Roh Kudus tidak mungkin memimpin
seseorang tanpa memakai kebenaran. Dengan kebenaran Dia
memimpin kita, sebab Firman Tuhan menjadi pedoman hidup,
Firman Tuhan menjadi pelita bagi jalan kita, Firman Tuhan menjadi
penerang bagi hati nurani, dengan cahaya Firman kita dipimpin.
Seorang yang bijaksana yaitu seorang yang menaklukkan pikiran di
bawah kuasa Roh Kudus dan kedaulatan Tuhan Allah.
44) Yesus memasuki Yerusalem naik apa?
a. Seekor keledai (Markus 11:7; Lukas 19:35).
b. Seekor keledai betina dan seekor keledai (Matius 21:7).
JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks ayat)
Berapa ekor keledai yang dibawakan kepada Yesus?
Keledai dan anaknya (Matius 21:2-7) :
21:2 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan
di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina
tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan
bawalah keduanya kepada-Ku.
21:3 Dan jijika ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan
memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya."
21:4 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh
nabi:
21:5 "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang
kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor
keledai beban yang muda."
21:6 Maka pergilah murid-murid itu dan berbuat seperti yang
ditugaskan Yesus kepada mereka.
21:7 Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu
mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya."
Seekor keledai muda (Markus 11:2-7)
11:2 "dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada
waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor
keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang.
Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari.
11:3 Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu
lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera
mengembalikannya ke sini."
11:4 Merekapun pergi, dan menemukan seekor keledai muda
tertambat di depan pintu di luar, di pinggir jalan, lalu melepaskannya.
11:5 Dan beberapa orang yang ada di situ berkata kepada mereka:
"Apa maksudnya kamu melepaskan keledai itu?"
11:6 Lalu mereka menjawab seperti yang sudah dikatakan Yesus.
Maka orang-orang itu membiarkan mereka.
11:7 Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan
mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke
atasnya."
Seekor keledai muda (Lukas 19:30)
"dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu: Pada
waktu kamu masuk di situ, kamu akan mendapati seekor keledai
muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskanlah
keledai itu dan bawalah ke mari."
Tidak ada kontradiksi sama sekali. Matius 21:2-7
menceritakan kepada kita bahwa ada seekor keledai dan anaknya.
Markus dan Lukas berfokus pada anaknya saja dan menjelaskan
bahwa anak keledai itu belum pernah ditunggangi orang. Markus dan
Lukas memfokuskan diri pada masalah belum pernah ditungganginya
keledai itu sementara Matius memfokuskan diri pada penggenapan
nubuat (Matius 21:4-5). Logisnya, jika memang ada dua ekor keledai,
maka paling tidak memang ada seekor keledai. Hanya menyebutkan
satu ekor saja tidaklah berarti bahwa tidak ada keledai lain di situ.
Ini bukan permainan verbal. Ini masalah logika. Ingatlah bahwa para
penulis Injil memiliki tujuan tertentu dalam menuliskan Injil-Injil
mereka. Tujuan Injil bukanlah untuk menceritakan kembali kejadian-
kejadian secara kronologis dan mendetil hingga sekecil-kecilnya.
Tujuannya yaitu menyampaikan keabsahan Kristus.
Fakta bahwa Markus dan Lukas hanya menyebutkan mengenai
seekor keledai muda tidaklah berarti bahwa ini yaitu kontradiksi
sebagaimana jika misalnya Frank dan Joe datang ke rumah saya
kemarin malam namun hari ini saya menceritakan kepada teman saya
apa saja yang telah dikatakan oleh Joe di rumah saya kemarin dan
tidak menyebut-nyebut tentang si Frank sama sekali.
Zakharia 9:9 yaitu bagian Alkitab yang diacu oleh Matius. Ayat ini
berbunyi, "Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion,
bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang
kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor
keledai, seekor keledai beban yang muda."
Dapat kita lihat di sini bahwa Matius memasukkan kedua ekor
keledai itu sebab memang dinubuatkan dua ekor (seekor keledai dan
seekor keledai muda - tejemahan Indonesia memang memberi kesan
satu ekor, terjemahan yang lebih baik dapat dibaca dalam Alkitab
Bahasa Inggris versi KJV atau bahasa Indonesia KS-ILT yang
menulis, ―seekor keledai, dan seekor keledai muda, anak keledai
betina‖).
Lalu, mengapa sampai bawa dua jika yang bakal ditunggangi
cuma satu? Jawabannya sederhana, keledai muda itu masih muda
sehingga masih sangat melekat/dekat dan tergantung pada induknya,
demikian juga sebaliknya induknya pun masih sangat melekat pada
anaknya. Kedua binatang ini akan ke mana-mana berdua sebagai
132
induk dan anak sebagaimana yang lazim terjadi pada berbagai spesies
binatang di dunia ini.
Akhirnya, para murid tidaklah mencuri keledai-keledai itu.
Alkitab bahasa Indonesia menterjemahkan kalimat sesudah "Tuhan
memerlukannya" dengan "Ia akan segera mengembalikannya" (Matius
21:3 dan Markus 11:3) seolah-olah Yesus yang akan mengembalikan
keledai itu, padahal teks Yunaninya bukan kata "mengembalikan"
yang dipakai sebagai predikat namun "apostello" yang berarti
"mengirimkan untuk suatu pekerjaan/mengutus." Artinya Yesus
mengantisipasi bahwa orang yang mendengar bahwa "Tuhan
memerlukannya" akan mengirimkannya kepada Yesus artinya dengan
sukarela pemilik binatang itu telah meminjamkannya untuk keperluan
Yesus. Hal ini dipertegas dengan keterangan Markus 11:6 di mana
orang-orang yang mendengarkan itu membiarkan mereka membawa
keledai itu. Sudah tentu, Yesus tidak akan menganjurkan murid-
muridnya mencuri.
Jadi, meski Markus dan Lukas menyebut seekor keledai,
bukan berarti hanya ada seekor saja. Ini hanya masalah fokus
perhatian pembicaraan. Matius menulis dengan lebih terperinci.
45) MATIUS 21:7 VS MARKUS 11:7 & LUKAS 19:35
a. Seekor keledai (Markus 11:7; Lukas 19:35)
b. Seekor keledai betina dan seekor anak keledai (Matius 21:7)
JAWAB: (Kategori : salah memahami konteks ayat)
Lihat jawaban sebelumnya.
Matius 21:7,
133
"Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu
mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya."
Markus dan Lukas tidak menekankan jumlah keledai dan tidak
menulis tentang keledai betina, sebab keledai betina itu bukanlah titik
perhatian mereka, namun mereka menekankan tentang Yesus Kristus
yang duduk di atas anak keledai itu.
Keempat pengarang: Matius, Markus, Lukas dan Yohanes
yaitu impresionis-impresionis yang diilhami. Kisah yang mereka
sodorkan yaitu lukisan-lukisan, bukan tulisan sejarah bahkan catatan
harian pun bukan. Urutan kejadian yang teliti menurut waktu bukan
menjadi tujuan kitab-kitab itu. Masing-masing penulis memiliki
rencana dan cara penyusunan yang tersendiri. Dengan kata lain,
menciptakan penggabungan keempat Injil itu sama halnya dengan
usaha mendamaikan empat orang yang tidak pernah berselisih.
Dengan adanya empat Injil, episode yang satu tidak diceritakan di injil
yang lain, merupakan keharmonisan Injil itu sendiri. Keharmonisan ini
dimaksudkan untuk dinikmati bukan dengan melenyapkan melainkan
dengan memelihara perbedaan-perbedaannya.
Bahwa dalam pemberitaan injil ada perbedaan-perbedaan yang
dangkal memang tidak disangkal, bahkan sepintas lalu perbedaan-
perbedaan itu kelihatan mirip seperti pertentangan-pertentangan.
Namun ada baiknya perbedaan itu sebab membuktikan keasliannya
dan pemberitaan itu ditulis lepas satu sama lain. Perbedaan itu dapat
dikatakan sebagai variasi, bukan kontradiksi. Perbedaan-perbedaan itu
timbul sebab yang menjadi titik-berat yaitu segi-segi atau sudut
pandang yang berbeda. Keempat penulis injil memberi empat
134
laporan, sementara proses pembedaan, pemilihan dan penyuguhan
memberi kepada masing-masing kitab Injil titik-beratnya yang
khas.
• Matius 1:1, "Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak
Abraham."
• Markus 1:1, "Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak
Allah."
• Lukas 1:1, "Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha
menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di
antara kita."
• Yohanes 1:1, "Pada mulanya yaitu Firman, Firman itu bersama-
sama dengan Allah dan Firman itu yaitu Allah."
Jika diperhatikan awal penulisan masing-masing Injil, tampak
adanya rencana dan cara penyusunan tersendiri oleh penulis Injil dan
hal ini semakin jelas jika dibaca Injil itu secara keseluruhan, tidak
dibaca sebagian-sebagian atau satu ayat saja.
Di sinilah mengapa ada 4 Injil (Matius, Markus, Lukas,
Yohanes), sebab masing-masing Injil memiliki maksud tujuan
yang berbeda, yang mempertajam isi Injil itu sendiri dan semuanya
saling melengkapi dan memperkaya pemahaman kita tentang Yesus.
46) Injil untuk orang Israel atau semua bangsa?
KISAH PARA RASUL 16:10 & 18:6 VS MATIUS 15:24 & 10:5-6.
Dalam Kisah Para Rasul 16, TERTULIS: "Mereka berkata: ...kami
menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk
memberitakan Injil kepada orang-orang di sana (Makedonia)", dan
dalam Kisah Para Rasul 18 "Paulus berkata: ...aku bersih, tidak
135
bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa
lain", padahal dalam Matius 15 "Yesus berkata: Aku diutus hanya
kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel", dan dalam
Matius 10 "Yesus BERPESAN kepada 12 orang murid2nya untuk
TIDAK BERDAKWAH ke negeri selain Bani Israel". (bertentangan
hukum dan prinsip).
JAWAB : (Kategori : salah memahami cara kerja Tuhan dalam
sejarah)
APAKAH INJIL UNTUK SEMUA BANGSA?
Matius 10:5-6
10:5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada
mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau
masuk ke dalam kota orang Samaria,
10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari
umat Israel.
Ayat ini diklaim bahwa Injil diperuntukkan bagi orang-
orang Israel saja. Namun ayat ini tidak berdiri sendirian dan itu
yaitu diperuntukkan saat murid-murid Yesus melaksanakan awal-
awal penginjilan. Bahwa penginjilan yaitu dimulai dari lingkungan
dimana mereka berada; menyelamatkan dahulu kepada orang orang
disekitarnya. Dan pada saat itu murid-murid Yesus masih dalam
tahapan awal dalam usahanya mengabarkan kabar baik bahwa Sang
Juru Selamat / Mesias itu sudah datang.
Kemudian pada tahap akhir pelayanan Yesus dibumi, Tuhan
Yesus memberi Amanat Agung kepada murid-murid untuk
136
mengabarkan injil bagi semua bangsa, menjadikan semua bangsa
(tanpa terkecuali) menjadi murid Yesus :
Matius 28:19-20
28:19 sebab itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan
baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah
Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu
senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Terlebih lagi pada Kitab Kisah Para Rasul lebih jelas lagi
tahapan-tahapannya bahwa pelayanan dimulai dari Yerusalem, seluruh
Yudea kemudian Samaria bahkan sampai ke ujung bumi.
Kisah Rasul 1:7-8 menuliskan,
JawabNya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang
ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. namun kamu akan
menerima kuasa, jika Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu
akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan
Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Langkah pertama: melayani di Yerusalem dulu, sesudah itu
baru melangkah ke Yudea, Samaria dan sampai ke ujung-ujung bumi.
Saya percaya bahwa peranan yang Tuhan percayakan untuk
melangkah ke bangsa-bangsa tidak akan berhasil jika daerah
Yudea dan Samaria tidak ditangani dengan baik.
Yudea dan Samaria bisa diartikan juga berbicara tentang
jemaat lokal, kota dan daerah sekitar dimana kita berada. jika ini
tidak dikelola dengan baik, maka pelayanan ke bangsa-bangsa itu
tidak akan ada artinya. sebab Tuhan mempercayakan perkara yang
137
kecil terlebih dahulu. jika kita lulus dalam perkara yang kecil baru
Tuhan akan memberi perkara yang lebih besar.
Yudea dan Samaria yaitu langkah yang harus dilewati untuk
sampai ke ujung-ujung bumi. Waktu murid-murid Yesus melangkah
ke bangsa-bangsa, tentunya Yudea dan Samaria itu menjadi
tanggungjawab terlebih dahulu. Mereka melayani di wilayah Yudea
dan Samaria, baru nanti pelayanan mereka akan menentukan
keberhasilan pelayanan di bangsa-bangsa lain.
Bagaimana mengukur keberhasilan mereka menjadi berkat
bagi bangsa-bangsa yaitu sangat tergantung kepada keberhasilan
mereka melayani di wilayah Yudea dan Samaria.
Kemudian dengan jelas pula kita baca dalam ayat dibawah ini :
Kisah Para Rasul 16:10 sesudah Paulus melihat penglihatan itu,
segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia,
sebab dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah
telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang
di sana.
Bahwa ada perintah untuk keluar dari lingkup Israel dan
mengabarkan Injil kepada bangsa-bangsa lain. Rasul Paulus dikenal
sebagai Rasul yang banyak melakukan terobosan-terobosan sehingga
Injil bisa diterima oleh segala macam lapisan, orang Yahudi, non
Yahudi dan bangsa-bangsa lain.
TENTANG MATIUS 15: KISAH wanita KANAAN
YANG PERCAYA
Harus dipelajari pada keseluruhan ayat perikop ini sebagai
berikut :
138
wanita Kanaan yang percaya (Matius 15:21-28)
21 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan
Sidon.
22 Maka datanglah seorang wanita Kanaan dari daerah itu dan
berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, sebab anakku
wanita kerasukan setan dan sangat menderita."
23 namun Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-
Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia
mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang
hilang dari umat Israel."
25 namun wanita itu mendekat dan menyembah Dia sambil
berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
26 namun Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang
disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
27 Kata wanita itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan
remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai Ibu, besar
imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan
sesaat itu juga anaknya sembuh.
Pengajaran Yesus ini seringkali diklaim oleh orang-orang di
luar Kristus sebagai pengajaran yang rasialis. Padahal justru
sebaliknya ada pengajaran yang sangat berharga bisa dipetik dari
kisah ini .
Yesus kala itu berada didalam lingkungan masyarakat yang
memiliki pola pikir bahwa orang-orang Yahudi yaitu umat pilihan
139
Allah; sedang bangsa lain tidak berhak menerima berkat Allah.
Bangsa lain lebih rendah dan sebagainya.
Yesus menjawab dengan "Aku diutus hanya kepada domba-
domba yang hilang dari umat Israel. Hal ini yaitu untuk menguji
iman wanita ini dan bahkan lebih jauh lagi Yesus
mengucapkan kata-kata yang kedengarannya ―kasar‖ sekali yaitu
Anjing. Mengapa Yesus memakai kata ―anjing‖ dalam kasus
ini ? sebab memang orang-orang Yahudi menganggap orang-
orang Kanaan rendah dan menyebut orang-orang Kanaan ―anjing‖.
Yesus ―sengaja‖ mengangkat topik ini.
Satu hal yang kita harus perhatikan dalam kisah ini yaitu
bahwa Yesus telah menyembuhkan begitu banyak orang namun tidak
semuanya memiliki IMAN seperti wanita Kanaan ini. Yang
justru dari kalangan yang terhina dengan sebutan ―anjing‖
Bukan itu saja wanita Kanaan ini memiliki keberanian;
ayat 27, Kata wanita itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan
remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." wanita Kanaan yang
datang kepada Yesus, dengan berani meminta agar anak
wanita nya disembuhkan.
Ia mengatakan bahwa ia tidak meminta apa yang
diperuntukkan bagi orang Israel namun ia hanya meminta yang layak ia
dapatkan, yakni remah-remahnya. Di sini kita melihat bagaimana
imannya, sebab ia tidak memaksakan kehendaknya namun ia benar-
benar memfokuskan permohonnya kepada belas kasihan dari Yesus.
Ia tetap menganggap suatu anugerah bila ia pun hanya mendapatkan
remah-remah, sesuatu yang tidak lagi dihargai orang lain.
140
Pelajaran besar yang diambil dari iman wanita ini bahwa
dia tidak goyah saat Yesus menjawab dengan sedikit kasar bahwa
―tidak patutlah mengambil roti yang disedikan bagi anak-anak‖, dia
balik menjawab dengan keberanian yang luar biasa ―bahwa anjing
yang berada di bawah meja itu makan roti anak-anak ini ‖.
Seorang wanita dari kalangan kafir dan seorang dari warga kelas
dua, keprihatinannya terhadap anak wanita nya telah membuat dia
berani menembus batas-batas budaya, tradisi dan jender dengan tabah.
Inilah yang kemudian membuat Tuhan Yesus menjadi kagum.
Maka kemudian kita melihat bukti bahwa pelayanan Yesuspun
menembus batas-batas kebiasan eksklusifitas Yahudi, dan dari pihak-
Nya, Pelayanan Yesus juga melintasi batas-batas yang sama, maka
Yesus berkata "Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu
seperti yang kaukehendaki." Dan sesaat itu juga anaknya sembuh.‖
Yesus dibuat kagum oleh kesederhanaan iman dan pola pikir dari
wanita Kanaan ini. Pujian semacam ini sangat jarang diucapkan
oleh Yesus!
wanita ini telah datang pada alamat yang tepat, dia
memiliki sikap yang benar, dan mendapatkan anugerah-Nya yang
telah terbukti mendobrak pola pikir rasialis bangsa Yahudi masa itu.
47) Maria mengandung Roh Kudus, Elizabeth dipenuhi Roh Kudus
MATIUS 1:20 VS LUKAS 1:41.
Dalam Matius, TERTULIS: "...Yusuf, anak Daud, janganlah engkau
takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam
kandungannya yaitu dari Roh Kudus (sebab itu Yesus = Roh
141
Kudus)", namun dalam Lukas: "...dan Elisabet pun penuh dengan
Roh Kudus". (salah persepsi).
JAWAB : (Kategori : salah memahami cara kerja Tuhan dalam
sejarah)
Matius 1:20
namun saat ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan
nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud,
janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab
anak yang di dalam kandungannya yaitu dari Roh Kudus.
Lukas 1:41
Dan saat Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang
di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,
Sederhana saja : kita melihat di sini Elizabeth dipenuhi dengan Roh
Kudus; perbedaannya dengan Maria yaitu dia mengandung seorang
Anak dari benih Roh Kudus.
Apa yang dialami oleh Elisabet dialami pula oleh semua orang
percaya. Roma 8:14, Semua orang yang dipimpin Roh Allah
(Kudus) yaitu anak Allah.
namun apa yang dialami Maria tidak dialami oleh umat percaya
lainnya.
142
"Kelahiran Yesus Kristus yaitu seperti berikut : Pada waktu Maria,
ibuNya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung Roh
Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri" (Matius 1:18)
48) Tentang kehamilan Maria dalam Lukas dan Matius
LUKAS 1:26-27 VS MATIUS 1:18.
Dalam Lukas, kisah pemberitahuan kehamilan Maria TERTULIS:
"Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke
sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan
yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud;
nama perawan itu Maria", namun dalam Matius: "Kelahiran Yesus
Kristus yaitu seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya,
bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus,
sebelum mereka hidup sebagai suami isteri". (MALAIKAT VS ROH
KUDUS/TUHAN - perhatikan kata "bertunangan"!).
JAWAB: (Kategori : salah memahami cara kerja Tuhan dalam
sejarah)
Lukas 1:26-27
1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel
pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang
bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria
Matius 1:18
Kelahiran Yesus Kristus yaitu seperti berikut: Pada waktu Maria,
ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari
Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
143
Tidak ada yang bertentangan dari kedua ayat ini ;
1. Lukas dan Matius berkata kata Maria dalam status bertunangan
2. Lukas dan Matius sama-sama manyatakan bayi yang dikandung
Maria yaitu dari Roh Kudus (baca selengkapnya Lukas 1:26-35)
3. Matius tidak menuliskan akan kehadiran Malaikat Gabriel kepada
Maria; bukan berarti Matius dan Lukas bertentangan.
49) Yesus masa kecil ke Mesir
MATIUS 2:1-15 VS LUKAS 2:6-46.
Dalam Matius, kisah Yesus TERTULIS: "sesudah Yesus dilahirkan
maka ia langsung dilarikan bersama ibunya oleh Yusuf ke Mesir
sampai raja Herodes mati", namun dalam Lukas: "sesudah Yesus
dilahirkan, ia dibawa ke Yerusalem, kemudian ke Nazaret dan tinggal
di sana selama 12 tahun". (bertentangan kisah).
JAWAB: (Kategori: salah memahami konteks historis)
Perbedaan apa yang tertulis dalam kitab Matius dan Lukas ini
bukanlah sebuah masalah. Injil Matius ditulis untuk orang percaya
bangsa Yahudi. Latar Belakang Yahudi dari Injil ini tampak dalam
banyak hal, sehingga dalam beberapa peristiwa, Matius
menuliskannya dengan lebih detail. Namun kedua kitab ini
berkata kata bahwa masa kecil Yesus yaitu di Nazaret.
Penulisan tentang masa kecil Yesus pernah tinggal di Mesir ini
yaitu sangat penting; sebab ini menggenapi Nubuat yang tertulis
dalam Hosea 11: 1 ―saat Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari
Mesir Kupanggil anak-Ku itu.‖
144
Dan kemudian penggenapannya yaitu dalam kitab Matius 2:
15, ―dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya
genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil
Anak-Ku."
Sekalipun demikian, Injil Matius ini tidak semata-mata untuk orang
Yahudi saja. Seperti amanat Yesus sendiri, Injil Matius pada
hakikatnya ditujukan kepada seluruh umat manusia serta dengan
seksama berkata kata lingkup universal Injil (mis. Mat 2:1-12; Mat
8:11-12; Mat 13:38; Mat 21:43; Mat 28:18-20).
50) MATIUS 3:17 & 12:18-21 VS YESAYA 42:1-16.
Dalam Matius 3:17 & 12:18, Firman Tuhan TERTULIS: "Inilah anak-
Ku yang Kukasihi, kepadanyalah Aku berkenan". Menurut
Kristen/Katolik, ayat ini menunjuk kepada Yesus. Padahal, ayat
ini dikutip dari Yesaya 42:1 yang mengarah kepada keturunan
Ismael. Periksa Yesaya 42:11, ada kalimat: "..demikian pun
segala dusun yang diduduki ORANG KEDAR".
"Orang Kedar" yaitu orang-orang Arab keturunan Ismael (Kejadian
25:13,16), sedang Yesus yaitu keturunan Ishak (Matius 1:2).
Kemudian periksa Yesaya 42:12, ada kalimat: "..dan
dikabarkannya KEPUJIANNYA pada segala pulau". Kata
"kepujiannya" lebih mengarah kepada Muhammad, sebab
Muhammad (bahasa Arab) artinya "yang terpuji", dan beliaulah satu-
satunya keturunan Ismael yang menjadi nabi/rasul Allah.
145
JAWAB : (Kategori : salah mengaitkan cerita yang satu dengan yang
lainnya)
Ahmed Deedat dalam buku 'The Choice' berusaha
menghubungkan kata Yunani 'parakletos' kepada Muhammad; ini
sungguh tidak berlaku dalam sudut pandang kalangan Kristen.
Konkordansi Ayat dalam Yesaya 41:1 yaitu Matius 3:17; Matius
17:5; Markus 1:11; Lukas 3:22; Lukas 9:35.
Dengan peristiwa yang sangat jelas saat Roh Allah datang
dalam simbol burung merpati saat Yesus dibaptis di sungai Yordan;
Ayat ini yaitu untuk Yesus Kristus!
Yesaya 42:1–17 tidak bisa digabung menjadi satu melainkan
harus dipisah menjadi 2 perikop. Pertama, Yesaya 1:1–9 yang berisi
tentang nubuatan tentang Hamba YHVH. Kedua, Yesaya 42:10–17
yang berisi Puji-pujian tentang penyelamatan.
Jika teman-teman muslim menafsirkan Yes 42:1-9 sebagai
nubuatan nabi Muhammad SAW maka harus konsisten, sebab itu
berarti nabi Muhammad SAW :
1. yaitu roh Allah (ayat 1 ―…. Aku telah menaruh Roh-Ku ke
atasnya ….‖)
2. tidak meninggikan suaranya ( ayat 2 ― …. Dia tidak meninggikan
suaranya ……).
Apakah mungkin sebagai pemimpin dalam peperangan nabi
Muhammad SAW tidak berteriak?
3. akan dipegang secara langsung oleh YHVH ( ayat 6 …. Telah
memegang tanganmu …..). Padahal firman Allah tidak disampaikan
secara langsung oleh Allah SWT melainkan melalui mediator yang
146
bernama Jibril, bagaimana mungkin Allah akan memegang tangan
nabi Muhammad SAW.
TENTANG KEDAR
Setidaknya ada 2 pendapat tentang asal usul Muhammad.
1. Dari buku Sirat Rasulullah (biografi tertua tentang nabi
Muhammad SAW) berkata kata nabi Muhammad SAW yaitu
keturunan dari Mudhar – Adnan melalui Nabit anak dari
Ismail.
2. Pendapat Syed Yusuf dan beberapa hadis yang berkata kata
nabi Muhammad SAW keturunan dari Qurayz – Mudhar –
Adnan – Kedar anak dari Ismail.
Jadi dari Kedar atau Nabit?
Tambah meragukan lagi jika kutipan dari Ibn Kathir ikut
dipertimbangkan :
1. Dilaporkan bahwa ibn Abbas berkata, ―Antara Adnan dan
Ismail ada 30 generasi yang tidak diketahui‖
2. Umar ibn Khatab berkata kata , ―Kami mengetahui daftar nenek
moyang hanya sampai kepada Adnan‖
3. Abu al-Aswad berkata kata bahwa dia mendengar Abu Bakar
Sulaiman ibn Abu Khaytam, salah satu orang yang paling
terkemuka dalam sejarah suku Quraysh berkata, ―Kami tidak
pernah mengetahui ada orang yang mengetahui garis keturunan
sebelum Adnan, dalam bentuk apapun.‖
147
Lebih lanjut kutipan dari tokoh Islam modern tentang hubungan
Ismail dan Arab sebagai berikut :
1. Dr. Taha Husayn, seorang profesor dari Mesir, pendapatnya
dikutip dalam buku Mizan al Islam karya Anwar Jundi, halaman
170 : ―Dalam kasus cerita Abraham dan Ismail membangun Kabah
cukup jelas, cerita ini muncul belakangan disaat Islam mulai
berkembang. Islam mengeksploitasi kisah ini untuk kepentingan
agama‖
2. W Aliyudin Shareef, dalam buku In Response to Robert
Morey‘s Islamic Invasion, halaman 3 – 4 : ―Pada masa sebelum
Islam, Ismail tidak pernah disebutkan sebagai Bapa Bangsa Arab‖
Kemudian kutipan dari Ibn Sa'd, Kitab al-Tabaqat al-Kabir, Volume I,
halaman 4:
Ma'n Ibn 'Isa al-Ashja'i al-Qazzaz (pedagang sutera)
menginformasikan: dia berkata: Muawiyah Ibn Salih
menginformasikan menurut Yahya Ibn Jabir yang telah melihat
beberapa sahabat Rasulullah SAW dan berkata : Bani Fuhayrah
mendatangi Rasulullah SAW dan berkata kepadanya : ―Rasulullah
SAW yaitu dari golongan kami‖. Rasulullah SAW menjawab :
―Sungguh, Jibril telah memberitahukan kepadaku bahwa aku
termasuk keturunan Mudhar‖
Ini mengindikasikan bahwa :
1. Bani Fuhayrah tidak mengetahui bahwa nabi Muhammad SAW
yaitu dari keturunan Mudhar
148
2. Garis keturunan nabi Muhammad hanya diketahui sesudah
menerima wahyu dari Jibril.
Konsekuensi lebih lanjut yaitu garis keturunan bani Quraish dari
Mudhar tidak diketahui sebelum munculnya nabi Muhammad
SAW sebab jika pengetahuan ini sudah ada, tidak perlu Jibril
mewahyukan sesuatu yang sudah diketahui ramai orang. Ini
menyokong pendapat Dr. Taha Husayn dan Aliyudin Shareef di
atas.
Jadi bagaimana bisa mengaitkan Kedar dengan nabi Muhammad
SAW?
TENTANG KEPUJIAN
Bahasa aslinya yaitu ―thillah‖ dibaca ―teh-hil-law‖ yang
berarti kepujian. Sementara dalam bahasa Arab kata ―Muhammad‖
menurut Excavier yaitu terpuji. jika kita lihat antara kata thillah
dengan ―Muhammad‖ sangat berbeda pengritual nya. jika memang
kepujian ini mengacu kepada Muhammad maka seharusnya yang
digunakan bukan thillah melainkan ―mahalal‖ (terpuji) yang ada
sedikit mirip bunyinya (sekalipun terlalu dipaksakan).
Namun bagaimanapun juga, jika kita baca keseluruhan
Yesaya 42:10-17 tidaklah berbicara tentang nubuatan siapapun,
melainkan yaitu puji-pujian tentang penyelamatan. Bahwa kemudian
dikait-kaitkan dengan tidak melihat konteksnya, ya itu hak teman-
teman muslim.
Yesaya 42:1
149
Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang
kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya,
supaya ia berkata kata hukum kepada bangsa-bangsa.
Coba perhatikan ayat berikut : QS 66:12 :
dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka
Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami;
dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-
Nya; dan yaitu dia termasuk orang-orang yang taat.
Kata (ciptaan) tidak ada dalam bahasa Arabnya, berarti
pengertian yang tepat dari ayat diatas yaitu : Isa yaitu sebagian dari
Roh Allah SWT, cocok dengan Yesaya 42 ―Aku telah menaruh roh
Ku ke atasnya‖
Apakah ada ayat dalam Qur’an yang berkata kata nabi
Muhammad yaitu Roh Allah SWT?
Sementara Muhammad SAW saat ditanya tentang roh oleh orang-
orang Yahudi tidak dapat menjawab apa itu roh. Wahyu yang
diperoleh Muhammad dari Jibril tentang roh yaitu :
QS 17:85 : ―Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah:
"Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi
pengetahuan melainkan sedikit".‖
Bagaimana mungkin ini terjadi seandainya Muhammad memang telah
menerima roh Allah?.
Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau
memperdengarkan suaranya di jalan. (Yesaya 42:2)
150
Biasanya teman-teman muslim memakai ayat ini untuk
berkata kata bahwa bukan Isa yang dinubuatkan sebab Isa telah
menyaringkan suaranya di Bait Allah dan saat di kayu salib.
Yohanes 7:28, Waktu Yesus mengajar di bait Allah, Ia berseru ……
Matius 27:46, Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara
nyaring …
memakai logika yang sama, tidak ―menyaringkan suaranya‖,
maka apakah nabi Muhammad SAW masuk kriteria :
Sahih Bukhari Kitab Tafsir Al-Qur‘an hadis no. 4397
Sahih Muslim Kitab Iman Hadis no. 307 :
Diriwayatkan dibandingkan Ibnu Abbas r.a katanya: Tatakala
turunnya ayat 214 surah As-Syura Yang bermaksud : Berilah
peringatan berbentuk ancaman kepada kaum kerabatmu yang
terdekat yaitu kaum kerabatmu yang benar-benar ikhlas.
Rasulullah s.a.w keluar dan menaiki Bukit Sofa lalu berteriak
seolah-olah memanggil : Ya Sobahah. Orang ramai tertanya-
tanya siapakah yang berteriak. Mereka menjawab: Muhammad.
Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu
yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, namun dengan
setia ia akan berkata kata hukum. (Yesaya 42:3)
Nabi SAW berkata kata hukum, tapi TIDAK SETIA terhadap hukum
yang dia nyatakan sendiri.
QS 4 : 3 : ……. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat
berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak
151
yang kamu miliki. Yang demikian yaitu lebih dekat kepada tidak
berbuat aniaya.
Namun perhatikan yang berikut ini :
Kisah Muhammad dengan Maria Qibtidaiya.
Dikutip dari : Muhammad, Kisah Hidup berdasar Sumber Klasik
Martin Lings, Halaman 440 :
………. Maria lebih cantik lagi, dan nabi sangat mengaguminya
…….. Dan Maria dinikahi nabi sendiri. Ia ditempatkan di rumah
yang dulu dihuni Shafiah ……... Di sanalah nabi mengunjunginya
siang dan malam. Namun, istri-istrinya menjadi cemburu
………
Hukum dalam Alqur‘an memerintahkan muslim untuk bersikap adil
terhadap istri-istri mereka, namun Muhammad sendiri TIDAK
BERSIKAP ADIL. Nabi tidak SETIA terhadap HUKUM yang dia
nyatakan sendiri.
Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah
terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau
mengharapkan pengajarannya. (Yesaya 42:4)
Muhammad saat kematiannya jelas patah terkulai sebab pengaruh
RACUN.
Dikutip dari : Sejarah Hidup Muhammad – Sirah Nabawiyah
Syaikh Shafiyur Rahman Mubarakfury, Robbani Press, 1998, hal 714
– 715 :
152
Sakit beliau semakin parah, dan pengaruh RACUN yang pernah
beliau makan dari daging yang disuguhkan oleh wanita Yahudi
saat di Khaibar muncul, sampai-sampai beliau berkata, ―Wahai
Aisyah, aku masih merasakan sakit sebab makanan yang
KUMAKAN DI KHAIBAR. Sekarang saatnya aku merasakan
TERPUTUSNYA URAT NADIKU sebab RACUN
ini .‖
sebab ketidakberdayaannya ini , semangatnya menjadi
PUDAR dan saat kematiannya berkata :
IBID, halaman 716
Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, dan pertemukan
aku dengan KEKASIH YANG MAHA TINGGI, Ya Allah,
KEKASIH YANG MAHA TINGGI.
Beliau MENGULANG KALIMAT terakhir sampai TIGA
KALI, lalu tangan beliau LUNGLAI ………….
Yesaya 42:11
Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan
dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai
penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak
gunung-gunung
Kedar dikonotasikan sebagai musuh Israel : Mazmur 120 :
5 – 7 ”CELAKALAH aku sebab harus tinggal sebagai orang asing di
Mesekh, sebab harus diam diantara kemah-kemah KEDAR. Cukup
lama aku tinggal bersama-sama dengan orang-orang yang
MEMBENCI PERDAMAIAN. Aku ini suka perdamaian, namun
153
jika aku berbicara, maka MEREKA MENGHENDAKI
PERANG.‖
Jadi Kedar muncul dalam konteks PEPERANGAN dan
KETIDAKDAMAIAN. Jika muslim berkeras bahwa Kedar
menubuatkan nabi Muhammad SAW (bangsa Arab), maka NUBUAT
ALKITAB INI TERPENUHI dengan PEPERANGAN-
PEPERANGAN yang dilancarkan oleh Muhammad dan muslim
selanjutnya. Jadi ayat-ayat di atas jelas tidak terpenuhi sebagai
nubuatan terhadap Muhammad dalam Islam.
51) YOHANES 10:8 VS SIFAT-SIFAT PARA NABI.
Dalam Yohanes 10:8, perkataan Yesus TERTULIS: "Semua orang
yang datang sebelum Aku, yaitu pencuri dan perampok, dan domba-
domba itu tidak mendengarkan mereka". Pernyataan Yesus ini sangat
bertentangan dengan sifat-sifat para nabi yang merupakan manusia
pilihan Allah di muka bumi yang tidak mungkin berprofesi sebagai
pencuri atau perampok. Ini sesuatu yang menggelikan.
JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks ayat)
Silahkan baca seluruhnya Yohanes 10:1-21, Gembala yang
baik. Perhatikan, konteks Yesus saat itu sedang berbicara kepada
siapa? Yesus tidak sedang menghakimi Nabi Musa, Elia, Yesaya dan
lain-lain. Melainkan Yesus sedang membandingkan diri-Nya sebagai
Gembala yang baik dibandingkan dengan guru-guru palsu yang
sedang berhadapan dengan-Nya saat itu. Pernyataan "Akulah Gembala
yang baik" yaitu penggambaran Gembala yang persis seperti yang
154
pernah Daud gubah dalam nyanyiannya yang tercatat dalam Mazmur
pasal 23.
Ada 2 macam gembala dalam Alkitab. Pertama orang yang
menggembalakan ternak, Kedua, orang yang mengasuh dan membina
manusia. Untuk arti yang kedua ini, Alkitab berbicara banyak,
demikian mulianya panggilan menjadi gembala. Justru dalam PL,
Allah dilukiskan sebagai Gembala Israel (Kejadian 49:24; Mazmur
23:1; Mazmur 80:2), lemah lembut dalam pengasuhan domba-domba-
Nya (Yesaya 40:11), tapi kadang-kadang yang membina kawanan
domba-Nya dengan kemarahan-Nya, lalu dengan pengampunan
dikumpulkan-Nya kembali (Yeremia 31:10).
Ada manusia yang diberi status gembala, yaitu orang-orang
yang diberi mandat oleh Allah untuk menggembalakan umat Allah,
mereka ini bisa saja seorang nabi, bisa seorang raja Israel, bisa
seorang imam/pengajar-pengajar. Para gembala yang tidak
melaksanakan tugasnya dengan baik akan dikutuk dan dihukum
(Yeremia 50:6, 51:23; Zakharia 13:7). Musa sebagai seorang nabi juga
mengemban tugas mulia sebagai gembala domba-domba Israel
(Yesaya 63:11). Alkitab sungguh menekankan pentingnya tanggung
jawab setiap pemimpin atas pengikut mereka. Salah satu ciri paling
khas dalam PL yaitu teguran keras terhadap gembala-gembala yang
tidak setia. Silahkan baca Yehezkiel pasal 34, judul perikop yang
disajikan yaitu TUHAN, Gembala Israel yang baik melawan
gembala-gembala yang jahat (bandingkan dengan Yeremia 23:1-4,
bahkan lebih keras lagi di Yeremia 25:32-28).
Gembala-gembala yang melalaikan tugasnya itu, lebih
mementingkan diri sendiri untuk kepentingan mereka sendiri, mereka
155
ini dinyatakan mengkhianati tugasnya yang sesungguhnya; sebab itu
Allah mengumpulkan kembali domba-domba itu dan menghakimi
gembala-gembala jahat itu.
Dalam PB, tugas seorang Mesias yaitu menjadi Gembala,
bahkan Gembala yang Agung (Ibrani 13;20; 1 Petrus 5:4; 1 Petrus
2:25). Hal inilah yang diuraikan secara rinci dalam Injil Yohanes pasal
10 dan rinciannya sepadan dengan kitab Yehezkiel pasal 34.
Dalam Yohanes pasal 10, Yesus berkata kata diri-Nya sebagai
"Gembala yang Baik" (dan juga Raja) bagi seluruh bangsa Israel.
namun Ia bukan hanya Gembala bagi bangsa Israel saja, melainkan
juga bagi "domba-domba lain" (Yohanes 10:16), yakni bangsa asing
juga.
Dalam perumpamaan itu Yesus menggambarkan kehidupan
keagamaan orang Yahudi. Banyak gembala palsu, yakni mesias palsu,
yang muncul sebelum kedatangan Yesus ke dunia ini, juga sesudah
Yesus naik ke surga. Mereka inilah pencuri dan penyamun. Domba-
domba yaitu orang-orang yang mendengar suara Yesus lalu
mengikuti Dia. Orang upahan bukanlah gembala. Ia yaitu pengecut
yang hanya mengasihi diri sendiri. saat ada serigala datang, ia lari
meninggalkan domba-dombanya dan menyelamatkan diri sendiri.
Kebanyakan orang-orang Farisi dan pemimpin-pemimpin Yahudi
yaitu bagaikan "orang upahan", mereka tidak menjalankan tugasnya
sebagai seorang gembala.
Selanjutnya Yesus mengumpamakan dirinya sebagai PINTU
bagi kawanan domba-domba yang baru, masuk dalam Kerajaan Surga.
Hal ini paralel dengan pernyataan Yesus Kristus yang berkata kata
156
dengan tegas bahwa "Aku yaitu Jalan dan Kebenaran dan Hidup,
tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku"
(Yohanes 14:6). Yesus yaitu Allah yang berinkarnasi untuk
menyelamatkan manusia dari dosa, sebab itulah Ia yaitu satu
satunya Jalan, dan satu-satunya Pintu masuk kepada Allah. Dan oleh
sebab itulah Yesus Kristus yaitu Gembala yang Sejati.
52) Yesus mengutuk pohon Ara
MARKUS 11:11-14 VS KONSEP TUHAN.
Dalam Markus 11, TERTULIS: "Keesokan harinya sesudah Yesus
dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa
lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia
mendekatinya untuk melihat jika -jika Ia mendapat apa-apa pada
pohon itu. namun waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa
selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka
kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorangpun makan buahmu
selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya." Kisah
ini juga sangat menggelikan, mana mungkin Tuhan mengutuk pohon
yang tidak bersalah gara-gara tidak berbuah.
JAWAB: (Kategori : salah memahami cara kerja Tuhan dalam
sejarah)
Mengapa Yesus mengutuk pohon ara ?
Yesus memakai pohon ara sebagai simbol !
Ada dua ayat di PB, Matius 21 dan Markus 11, berhubungan dengan
cerita "pohon ara", Markus memberi informasi lebih detail. mari
dimulai dengan mengkaji secara lengkap peristiwa ini :
157
Markus 11:12-22
11:12 Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya
meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.
11:13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia
mendekatinya untuk melihat jika -jika Ia mendapat apa-apa pada
pohon itu. namun waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa
selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.
TR Transliterasi interlinear, kai {lalu} idôn {sebab melihat} sukên
{pohon ara} makrothen {(dari) jauh} echousan {(yang) memiliki }
phulla {daun-daun} êlthen {ia datang} ei ara {jika -jika } heurêsei
{ia akan menemukan} ti {sesuatu} en {pada} autê {dia} kai {namun }
elthôn {saat datang} ep {pada} autên {dia} ouden {tidak satupun}
euren {Ia menemukan} ei mê {kecuali} phulla {daun-dahun} ou
{bukan} gar {sebab} ên kairos {musim} sukôn {buah-buah ara}
11:14 Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorang pun
makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nya pun
mendengarnya.
11:15 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem.
Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-
orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar
uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya,
11:16 dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang
melintasi halaman Bait Allah.
11:17 Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: "Bukankah ada tertulis:
Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? namun kamu
ini telah menjadikannya sarang penyamun!"
158
11:18 Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang
peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab
mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan
pengajaran-Nya.
11:19 Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota.
11:20 Pagi-pagi saat Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka
melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya.
11:21 Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia
berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu
sudah kering."
Kejadian ini dikisahkan oleh Markus, dan juga Matius. Markus
mencatat Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya sesudah memasuki
Yerusalem. Di tengah jalan Ia merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat
pohon Ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat jika -
jika ia mendapatkan apa-apa dari pohon itu. namun waktu Ia tiba di
situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang
bukan musim buah ara. Kemudian Ia mengatakan "Jangan lagi
seorang pun makan buahmu selama-lamanya!".
Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya kemudian meneruskan
perjalanan mereka ke Yerusalem dimana hari itu Tuhan Yesus
menyucikan Bait Allah. Sore harinya mereka kembali ke Betania.
Keesokan harinya saat mereka melewati tempat yang sama, mereka
mendapati pohon ara itu sudah kering sampai ke akar-akarnya, maka
teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada
Yesus "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering "
(ayat 20-21).
159
Bukankah tidak masuk akal untuk mengutuk pohon ara itu
sebab tidak berbuah sebab seperti kata Markus memang bukan
musim buah ara?
Problem ini telah diatasi dengan sangat memuaskan dalam
diskusi mengenai "Pohon Ara yang Tidak Berbuah" yang
dipublikasikan bertahun-tahun yang
.jpeg)
