kontradiksi alkitab 10

 


1:41) 

Yang ditekankan dalam Matius 16:17 yaitu  bahwa Simon 

tidak mendengar ritual  ini dari orang lain, melainkan TUHAN 

sendirilah yang menjelaskan kepadanya. Kendati demikian, hal 

ini  tidak menutup kemungkinan bahwa ia pernah diberitahukan 

oleh orang lain. Yesus menegaskan bahwa Petrus bukan meniru apa 

yang dikatakan orang lain. Petrus telah tinggal dan bekerja bersama-

sama dengan Yesus, dan kini jelas-jelas tahu bahwa Yesus tidak lain 

yaitu  Mesias (Kristus), Anak Allah yang hidup.  

Yesus tidak bermaksud bertanya, "Siapakah Aku menurut kata 

orang?", Namun Ia bertanya, "namun  apa katamu, siapakah Aku ini?" 

(Matius 16:15). Dan Yesus sengaja mengkontraskan kedua pertanyaan 

ini yang berbeda seperti langit dan bumi, ditujukan kepada para 

murid-Nya dan Petrus memberi jawaban pasti dari diri-Nya! 

 


 200 

69) Apakah Yesus bertemu pertama kalinya dengan Petrus dan 

Andreas di Danau Galilea (Matius 4:18-22) atau di tepi sungai 

Yordan? (Yohanes 1:42-43)  

 

JAWAB : (Kategori : Salah mengartikan ayat)  

Bacalah Matius 4:18-22 dan Yohanes 1:35-43  

Pertanyaan di atas berkata kata  bahwa salah satu kitab Injil 

mencatat bahwa Yesus bertemu dengan Simon Petrus dan Andreas di 

Danau Galilea, sedang  kitab injil lainnya berkata kata  bahwa 

Yesus bertemu mereka di sungai Yordan. Nah mana yang benar? 

Sebenarnya, penulis yang berbeda menuliskan kejadian dan pertemuan 

yang berbeda. Jadi, kedua-duanya benar.  

Yohanes 1:35 dan seterusnya menyebutkan bahwa Yesus 

bertemu mereka di tepi sungai Yordan, dan mereka menghabiskan 

waktu bersama-Nya di sana. Andreas (mungkin juga Petrus) yaitu  

murid-murid Yohanes Pembaptis. Mereka berangkat dari daerah ini 

pergi ke Galilea, di daerah sekitar Kana tempat dimana Yesus 

melakukan mujizatNya yang pertama "Sesudah itu Yesus pergi ke 

Kapernaum, bersama-sama dengan ibu-Nya dan saudara-saudara-

Nya dan murid-murid-Nya, dan mereka tinggal di situ hanya 

beberapa hari saja" (Yohanes 2:12).  

Petrus dan Andreas sendiri berasal dari kota Betsaida 

(Yohanes 1:44) namun  kemudian mereka tinggal di Kapernaum 

(Matius 8:14-15; Markus 1:30-31; Lukas 4:38-39), beberapa mil dari 

Betsaida. Mereka berdua bekerja sebagai nelayan, maka masuk akal 

mereka menangkap ikan di daerah kediaman mereka selama beberapa 


 201 

hari ini  (pada saat-saat itu Yesus baru mulai mengajar dan 

menyembuhkan orang banyak secara terbuka).  

Dari sinilah Matius memulai kisahnya, yaitu saat  Petrus dan 

Andreas sedang menangkap ikan di Danau Galilea, Yesus memanggil 

mereka untuk menjadi pengikut-Nya secara permanen dengan 

meninggalkan pekerjaan. Sebelum ini Yesus tidak pernah meminta 

kepada mereka untuk menjadi murid-Nya, namun  mereka mengikuti-

Nya sebab  mendengar kesaksian dari Yohanes Pembaptis tentang 

Yesus (Yohanes 1:35-39). Dan sebab  kesaksian ini diperkuat dengan 

mujizat yang dilakukan di Kana serta ritual -ritual  Yesus (Yohanes 

1:47-51) termasuk saat pertemuan mereka dengan Dia (yang ternyata 

paling bijaksana dan sempurna yang pernah hidup di muka bumi), 

maka dapat dipahami mengapa mereka mau meninggalkan segalanya 

untuk mengikuti Yesus (akan tidak masuk akal jijika  mereka 

meninggalkan tempat tinggal mereka dan pekerjaan mereka, hanya 

sebab  mengikuti orang asing yang bertanya kepada mereka, seperti 

orang-orang yang terhipnotis mengikut saja orang yang men-gendam-

nya). Dan Yesus tidak membujuk/menggoda mereka atau siapapun, 

mereka mengikuti Yesus sebab  mereka telah tahu siapa Yesus itu. 

Maka bisa dipahami apa yang ditulis dalam Matius 4:18-22 yaitu  

bukan perjumpaan Petrus atau Andreas dengan Yesus untuk yang 

pertama kalinya. 

 

70) Apakah Herodes berpikir bahwa Yesus yaitu  Yohanes Pembaptis 

(Matius 14:2; Markus 6:16), atau bukan? (Lukas 9:9)  

 

JAWAB : (Kategori : Salah mengartikan ayat)  


 202 

Matius 14:1-3  

14:1 Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada 

Herodes, raja wilayah.  

14:2 Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes 

Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah 

sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya."  

14:3 Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, 

membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa 

Herodias, isteri Filipus saudaranya.  

Markus 6:14-19  

6:14 Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya 

sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah 

bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu 

bekerja di dalam Dia."  

6:15 Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!" Yang lain lagi 

mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang 

dahulu."  

6:16 Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu 

Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi."  

6:17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap 

Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan 

peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, sebab  Herodes telah 

mengambilnya sebagai isteri.  

6:18 sebab  Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau 

mengambil isteri saudaramu!"  

6:19 sebab  itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan 

bermaksud untuk membunuh dia, namun  tidak dapat,  


 203 

Versus :  

Lukas 9:9  

namun  Herodes berkata: "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa 

gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?" Lalu 

ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.  

Sebenarnya, tidak ada pertentangan di sini. Dalam Lukas 9:9 

dikisahkan bahwa Herodes mempertanyakan siapa orang yang luar 

biasa itu, padahal Yohanes Pembaptis sudah mati. Selanjutnya dalam 

Matius 14:2 dan Markus 6:16 Herodes menjawab pertanyaannya 

sendiri: sesudah  mempertimbangkan siapakah Yesus itu, ia 

menyimpulkan bahwa Yesus mungkin yaitu  Yohanes Pembaptis 

yang bangkit dari kematian. Herodes belum pernah bertemu dengan 

Yesus, dan saat  betul-betul bertemu dalam pengadilannya, ia sadar 

bahwa Yesus bukanlah Yohanes Pembaptis :  

 

Lukas 23:8-11  

23:8 saat  Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah 

lama ia ingin melihat-Nya, sebab  ia sering mendengar tentang Dia, 

lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan 

suatu tanda.  

23:9 Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, namun  Yesus 

tidak memberi jawaban apa pun.  

23:10 Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke 

depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia.  

23:11 Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan 

mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya 

lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus.  


 204 

 

Dan jika saja ia telah mendengar bahwa Yesus dibaptiskan oleh 

Yohanes Pembaptis, ia pasti mengerti bahwa kedua orang ini berbeda. 

 

71) Apakah Yohanes Pembaptis mengenali Yesus (Matius 3:13-14) 

atau tidak (Yohanes 1:32-33) sebelum Ia dibaptis?  

 

JAWAB : (Kategori : Salah memahami maksud penulis)  

Matius 3:13-14  

3:13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes 

untuk dibaptis olehnya.  

3:14 namun  Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu 

dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"  

Yohanes 1:32-33  

1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat 

Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.  

1:33 Dan aku pun tidak mengenal-Nya, namun  Dia, yang mengutus aku 

untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jijika  

engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-

Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.  

 

Memastikan Yesus sebagai Mesias tanpa adanya tanda-tanda 

pasti yang menyertai-Nya. Yohanes Pembaptis dipenuhi oleh Roh 

Kudus sebelum ia terlahir (Lukas 1:15) dan ia telah mengetahui siapa 

Yesus sejak ia berada dalam kandungan ibunya. Lukas 1:41-44 

menegaskan hal ini, yaitu saat  Maria datang mengunjungi ibu 

Yohanes Pembaptis; salam yang disampaikan oleh Maria membuat 


 205 

Yohanes Pembaptis (yang dalam kandungan) melonjak kegirangan 

sebab  mengatahui kehadiran Maria, sebagai ibu dari Tuhannya. 

Kejadian ini memperlihatkan bahwa ibu Yohanes Pembaptis 

pun mengetahui siapa itu Yesus. Tentunya, sang ibu akan 

memberitahukan sesuatu tentang Yesus kepada Yohanes Pembaptis 

dalam masa pertumbuhannya (walaupun diperkirakan ibunya 

meninggal saat  Yohanes Pembaptis masih belia). Melalui penjelasan 

yang ia peroleh dari ibunya, ditambah lagi kesaksian Roh Kudus di 

dalam diri Yohanes Pembaptis, maka tanda yang diperlihatkan Roh 

Kudus dalam bentuk burung merpati membuat ia memperoleh 

konfirmasi dari Roh Kudus mengenai selama ini yang ia pikirkan. 

Tuhan menghilangkan keragu-raguan sehingga Yohanes Pembaptis 

dapat dengan pasti mengenali Yesus tanpa dikacaukan oleh 

imajinasinya atau oleh kesalahan orang lain. 

 

72) Apakah Yohanes Pembaptis mengenali Yesus (Yohanes 1:32-33) 

atau tidak (Matius 11:2) sesudah  Ia dibaptis?  

 

JAWAB : (Kategori : Salah mengartikan ayat)  

Yohanes 1:29-36  

1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya 

dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa 

dunia.  

1:30 Dialah yang kumaksud saat  kukatakan: Kemudian dari padaku 

akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada 

sebelum aku.  


 206 

1:31 Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, namun  untuk 

itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan 

kepada Israel."  

1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat 

Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.  

1:33 Dan aku pun tidak mengenal-Nya, namun  Dia, yang mengutus aku 

untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jijika  

engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-

Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.  

1:34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah 

Anak Allah."  

1:35 Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua 

orang muridnya.  

1:36 Dan saat  ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak 

domba Allah!"  

 

Matius 11:2-6  

11:2 Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,  

11:3 lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: 

"Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan 

orang lain?"  

11:4 Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada 

Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:  

11:5 orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi 

tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada 

orang miskin diberitakan kabar baik.  


 207 

11:6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan 

menolak Aku."  

 

Yohanes 1:29-36 menjelaskan dengan terang benderang betapa 

Yohanes mengenal Yesus. Kita tidak punya peluang untuk meragukan 

hal ini! sedang  Matius 11:2 terjadi sesudah  peristiwa di atas, dan 

sementara waktu itu berlangsung banyak hal-hal baru. Pengetahuan 

Yohanes tentang Yesus pada mulanya yaitu  terbatas, tampaknya 

kemudian ia tidak mengikuti perkembangan selanjutnya yang agak 

membingungkan dirinya. Ia tak tahu bagaimana bentuk pelayanan 

Yesus. Matius 3:11-12 mencatat beberapa hal saja yang Yohanes 

ketahui :  

3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, namun  

Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan 

aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu 

dengan Roh Kudus dan dengan api.  

3:12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat 

pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, 

namun  debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak 

terpadamkan."  

 

Ini merupakan pernyataan Yohanes dalam memberi  

gambaran tentang Mesias sebagai raja penakluk dan yang akan 

melakukan penghakiman atas orang-orang yang menolak Dia, dan 

yang membawa keadilan serta kedamaian bagi mereka yang mengikuti 

Dia. Yohanes tahu persis tentang hal ini.  


 208 

Akan namun , Mesias juga digambarkan dalam Alkitab sebagai 

seorang hamba yang menderita akibat perbuatan anak-anak Tuhan. 

Hal ini dengan jelas ditunjukkan dalam Yesaya 53 khususnya ayat 12 : 

"… ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk 

pemberontak-pemberontak". Yohanes pembaptis juga mengerti hal ini, 

seperti yang diungkapkan dalam Yohanes 1:29 : "Lihatlah Anak 

domba Allah, yang menghapus dosa dunia".  

Yang tidak cukup diketahui oleh Yohanes Pembaptis, rupa-

rupanya yaitu  bagaimana gambaran Mesias (yang Raja/Hakim) dan 

gambaran Mesias (yang hamba yang menderita) itu saling 

berinteraksi. Banyak orang beranggapan bahwa Mesias akan datang 

melakukan penghakiman-Nya pada waktu kedatangan-Nya. 

Kenyataannya, hal ini  baru akan terjadi saat kedatangan-Nya 

yang kedua kali (lihat Kisah Para Rasul 1:11).  

Orang-orang Israel bingung dengan sikap Yesus yang enggan 

bertindak sebagai pemimpin militer dan membebaskan bangsa Israel 

dari penindasan bangsa Romawi pada saat itu. Kebingungan ini 

diceritakan dalam Lukas 24:13-33, saat  Yesus bercakap-cakap 

dengan dua orang pengikut-Nya dalam perjalanan menuju ke Emaus 

sesudah  kebangkitan-Nya. 

  Pada awalnya mereka terhalang oleh sesuatu sehingga mereka 

tidak mengenali-Nya (ayat 16). Mereka mengatakan "kami 

mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan 

bangsa Israel" (ayat 21). Harapan mereka benar, namun  mereka salah 

memahami langkah pertama Tuhan dalam proses penebusan dosa dan 

pembebasan. Yesus mengkoreksi kesalahan mereka dalah ayat 25-26, 

dan mengatakan : " Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, 


 209 

sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para 

nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke 

dalam kemuliaan-Nya?".  

Kesalahpahaman yang serupa terjadi pada pertanyaan yang 

diajukan oleh Yohanes Pembaptis dalam Matius 11:2. Sekalipun amat 

yakin pada awalnya bahwa Yesus yaitu  Pembebas bangsa Israel, 

namun pada perkembangan-perkembangan terakhir nyaris kehilangan 

keyakinannya. Yohanes Pembaptis mengharapkan Yesus akan 

menaklukkan tentara Roma dan menegakkan kembali kerajaan Israel 

seperti pada masa pemerintahan Daud, namun  yang terjadi yaitu  

sebaliknya. Yesus malah "mengajar dan berkhotbah di Galilea" (lihat 

Matius 11:1) tanpa sedikitpun bicara mengenai strategi militer. 

Yohanes Pembaptis memastikan ada sesuatu yang tidak beres. Apakah 

ia telah salah berpikir bahwa Yesus itu Mesias? namun , jawaban 

Yesus dalam Matius 11:4-6 membuat jelas : "Yesus menjawab 

mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu 

dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, 

orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati 

dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan 

berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku".  

  Tindak perbuatan di atas merupakan hak istimewa seorang 

Mesias seperti yang dinubuatkan dalam Yesaya 29:18; 35:5-6; 61:1-3. 

Meskipun keraguan Yohanes itu wajar sebagai reaksi dari seorang 

manusia biasa. Maka Yesus mengakhiri jawaban-Nya dengan 

meneguhkan agar Yohanes tidak ragu. Mesias telah datang, dan 

segalanya pasti akan diungkapkan pada waktunya. 

 


 210 

73) saat  Yesus masuk ke Yerusalem apakah Ia membersihkan Bait 

Suci pada hari pertama (Matius 21:12) atau pada keesokan harinya ? 

(Markus 11:1-17)  

 

JAWAB : (Kategori : Salah memahami maksud penulis)  

Baca Matius 21:10-23 dan Markus 1:1-17  

Kunci untuk memahami pertentangan di atas terletak pada 

cerita Matius. Sesekali Matius menyusun penulisannya berdasar  

topik dan bukan urutan waktu. (Perhatikan nomor di bawah) untuk 

lebih jelasnya.  

Dengan pemahaman ini, mungkin saja Matius hanya 

bermaksud menghubungkan upaya pembersihan Bait Suci dengan 

masuknya Yesus ke Yerusalem, walau pembersihan Bait Suci 

memang baru dilakukan pada keesokan harinya. Matius 21:12 

berkata kata  bahwa "Yesus masuk ke Bait Allah" namun  tidak 

disebutkan begitu jelas apakah itu dilakukan begitu tiba di Yerusalem. 

Baru pada ayat 17 dikatakan bahwa Ia meninggalkan Yerusalem 

menuju Betania dan bermalam di situ. Markus 11:11 juga 

menunjukkan bahwa Ia pergi ke Betania untuk bermalam, namun  hal 

itulah yang dilakukan oleh Yesus setiap malam selama seminggu itu 

mereka berada di Yerusalem.  

Matius 21:23 mengatakan : "Lalu Yesus masuk ke Bait Allah" 

sama seperti pada Matius 21:12. namun  Lukas 20:1 menceritakan 

bahwa "pada suatu hari saat  Yesus …. Ada di Bait Allah", yang 

mana menunjukkan waktu yang tidak menyambung waktu pengutukan 

pohon ara.  


 211 

berdasar  keterangan di atas, kemungkinan alurnya yaitu  

sebagai berikut : Yesus datang ke Bait Suci (Bait Allah) saat  Ia 

dielu-elukan masuk ke Yerusalem, berkeliling di sana dan kemudian 

beristirahat di Betania. Keesokan paginya Ia mengutuk pohon ara 

dalam perjalanan ke Yerusalem (sehingga semua daun pada pohon ara 

itu kering dan layu) lalu membersihkan Bait Suci saat  Yesus tiba di 

sana. Kemudian Yesus kembali lagi ke Betania malam itu, dan 

mungkin sebab  saat itu sudah hampir malam, pohon ara yang layu itu 

tidak menjadi perhatian para murid-murid-Nya. Baru pada keesokan 

paginya mereka melihat apa yang telah terjadi pada pohon ara 

ini . 

 

74) Matius 21:19 mengatakan bahwa pohon yang dikutuk oleh Yesus 

menjadi kering sesaat  itu juga, sedang  Markus 11:20 

menyebutkan bahwa itu baru terjadi keesokan harinya?  

 

JAWAB : (Kategori : salah memahami maksud penulis)  

21:19 Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, namun  Ia 

tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-

Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-

lamanya!" Dan sesaat  itu juga keringlah pohon ara itu.  

21:20 Melihat kejadian itu tercenganglah murid-murid-Nya, lalu 

berkata: "Bagaimana mungkin pohon ara itu sekonyong-konyong 

menjadi kering?"  (Matius 21:19-20) 

 

11:20 Pagi-pagi saat  Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka 

melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya.  


 212 

11:21 Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia 

berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu 

sudah kering." (Markus 11:20-21) 

  

Perbedaan ada  dalam Matius dan Markus sehubungan 

dengan pohon ara yang dikutuk Yesus, perlu dilihat dari cara mereka 

mengurut materi masing-masing untuk menyusun kitabnya. Jika kita 

melihat teknik penulisan yang digunakan Matius secara umum (seperti 

yang dijelaskan pada nomor di atas) ia kadang kala menyusun cerita 

lebih didasarkan pada urutan topik per topik dibandingkan  mengurutkan 

urutan kronologis waktu seperti yang dilakukan oleh Markus dan 

Lukas.  

Misalnya dalam Matius pasal 5-7, mengenai Khotbah di Bukit, 

sangat jelas bahwa beberapa diantara Khotbah Yesus ini  terjadi 

pada saat yang berbeda, seperti halnya khotbah/ritual  bahagia dalam 

Lukas 6:20-49. Matius cenderung mengelompokkan isi/materinya 

menurut tema-tema dalam suatu rangkaian logis. Contoh lainnya, 

misalnya ada  dalam Matius pasal 13 mengenai sederetan 

perumpamaan-perumpamaan tentang Kerajaan Surga, dimana sesudah  

diperkenalkan temanya, Matius lalu cenderung menceritakan 

perumpamaan ini  hingga kesudahannya.  

sedang  jika kita membaca kisah di atas dari sudut pandang 

Markus, kita akan melihat kisahnya secara kronologis. Dalam Kitab 

Markus diceritakan bahwa Yesus pergi ke Bait Suci pada hari Minggu 

dan kembali ke sana pada keesokan Seninnya. Dari Markus 11:11-19 

jelas dinyatakan bahwa Yesus tidak mengusir para pedagang 


 213 

melainkan sampai hari Senin, sesudah  ia mengutuk pohon ara (Markus 

11:12-14)  

Kesimpulannya, Matius merasa bahwa ia lebih efektif 

mengelompokkan secara topikal perbuatan-perbuatan yang dilakukan 

pada Minggu Siang dengan pengamatan awal pada Senin Siang. 

sedang  Markus memilih untuk menuliskan alur cerita berdasar  

kronologisnya. Jadi, perbedaan-perbedaan diatas bukan merupakan 

pertentangan, melainkan hanya menunjukkan perbedaan gaya yang 

penulis gunakan dalam menyusun Kitab mereka masing-masing. 

 

75) Dalam Matius 26:48-50 dikatakan Yudas datang dan mencium 

Yesus, sedang  dalam Yohanes 8:3-12 disebutkan Yudas tidak 

dapat mendekati Yesus untuk menciumnya?  

 

JAWAB : (Kategori : Salah mengutip ayat)  

26:48 Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini 

kepada mereka: "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah 

Dia."  

26:49 Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: "Salam 

Rabi," lalu mencium Dia.  

26:50 namun  Yesus berkata kepadanya: "Hai teman, untuk itukah 

engkau datang?" Maka majulah mereka memegang Yesus dan 

menangkap-Nya. (Matius 26:48-50) 

 

Yohanes 18:3-12  


 214 

18:3 Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit 

dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala 

dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.  

18:4 Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, 

maju ke depan dan berkata kepada mereka: "Siapakah yang kamu 

cari?"  

18:5 Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret." Kata-Nya kepada mereka: 

"Akulah Dia." Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ 

bersama-sama mereka.  

18:6 saat  Ia berkata kepada mereka: "Akulah Dia," mundurlah 

mereka dan jatuh ke tanah.  

18:7 Maka Ia bertanya pula: "Siapakah yang kamu cari?" Kata 

mereka: "Yesus dari Nazaret."  

18:8 Jawab Yesus: "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika 

Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi."  

18:9 Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah 

dikatakan-Nya: "Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak 

seorang pun yang Kubiarkan binasa."  

18:10 Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang 

itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan 

telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.  

18:11 Kata Yesus kepada Petrus: "Sarungkan pedangmu itu; bukankah 

Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?"  

18:12 Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga 

yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu 

Dia.  


 215 

Tampaknya pertanyaan di atas telah ditampilkan sebagai suatu 

pertentangan semu, sebab  tidak satupun ayat dalam Yohanes yang 

berkata kata  (seperti yang dikemukakan oleh Shabbir) bahwa Yudas 

tidak dapat berada di dekat Yesus itu tidak ada hubungannya dengan 

apakah ia jadi mencium Yesus atau tidak. Tampaknya Shabbir terlalu 

memaksakan pernyataan di atas. Bahwa Yohanes tidak menyebutkan 

sebuah ciuman, bukan berarti bahwa Yudas tidak memakai  

sebuah ciuman. Kita sering menemukan dalam kitab-kitab Injil bahwa 

ada penulis yang dengan sengaja menuliskan informasi tertentu 

sedang  yang lainnya tidak. namun  itu tidak berarti bahwa keduanya 

bertentangan, melainkan sebagai saksi mata, mereka melihat peristiwa 

dari maksud pandangan yang lain, sehingga mereka menuliskan 

kesaksian-kesaksian berdasar  apa yang mereka pandang penting 

untuk dituliskan. 

 

 

76) Apakah Yesus memikul salib-Nya sendiri (Yohanes 19:17) atau 

tidak ? (Matius 27:31-32) atau Siapa orang yang memikul salib Yesus 

menuju Tempat Tengkorak (Golgota)?  

a. Simon Kirene (Markus 15:20-21; Matius 27:31-32; Lukas 23:26).  

b. Yesus sendiri (Yohanes 19:17). 

 

JAWAB : (Kategori : Salah mengartikan ayat, atau ayat dicocokkan 

dengan pertimbangan sempit)  

19:17 Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang 

bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.  


 216 

19:18 Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia 

disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-

tengah. (Yohanes 19:17-18) 

 

27:31 Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah 

itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. 

Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.  

27:32 saat  mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan 

seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa 

untuk memikul salib Yesus. (Matius 27:31-32) 

 

bandingkan dengan : Markus 15:20b-22  

15:20b Kemudian Yesus dibawa ke luar untuk disalibkan.  

15:21 Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang 

Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, 

dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.  

15:22 Mereka membawa Yesus ke tempat yang bernama Golgota, 

yang berarti: Tempat Tengkorak.  

 

Yohanes 18:17 berkata kata  bahwa Yesus memikul salibnya 

sendiri ke tempat yang bernama "tempat tengkorak". sedang  

Matius 27:31-32 mengatakan bahwa Ia disalibkan di Golgota namun  

Simon dari Kirene lah yang dipaksa untuk memikul salibNya menuju 

ke Golgota. Markus 15:20b-22 sama dengan Matius memberi  

informasi tambahan bahwa Yesus mulai memikul salib sejak dari 

istana Pilatus (Praetorium). sedang  Simon, ia sedang berjalan dari 

luar kota melintasi jalan yang dilalui oleh Yesus yang sedang memikul 


 217 

salib. Ini menunjukkan bahwa Yesus telah melalui jalan yang cukup 

jauh, mulai dari tempat Pilatus sampai di jalan ini . Saat itu, 

kondisi Yesus teramat lemah akibat dicambuk dan disiksa, dan Ia 

tidak sanggup lagi membawa salib yang berat sehingga Ia terjatuh dan 

hampir tak mampu berjalan kedepan. Melihat hal ini, seorang pasukan 

kemudian memaksa Simon untuk menggantikan Yesus membawakan 

salibNya. Lukas 23:26 juga sepakat berkata kata  bahwa Simon ditahan 

untuk ganti memikul salib Yesus, sementara Yesus dibebaskan dari 

pikulan.  

 

saat  mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang 

bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu 

diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil 

mengikuti Yesus. (Lukas 23:26) 

 

Dengan demikian tidak ada pertentangan, Yesus yang memulai 

memikul salib namun  kemudian Simon yang mengambil alih di tengah-

tengah perjalanan, sampai ke tempat tujuan. 

Jawaban atas perbedaan ini sangatlah sederhana jika kita 

melihat ke dalam konteks masing-masing ayat. Yesus telah 

mengalami jam-jam siksaan fisik yang sangat traumatis bagi 

tubuhnya. Mohon perhatikan ayat-ayat berikut ini yang diurutkan 

menurut urutan siksaan-Nya dan perhatikanlah trauma fisik yang 

diderita-Nya sebelum Ia tiba pada salib-Nya. 

Berkeringat darah "Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-

sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang 

bertetesan ke tanah." (Lukas 22:44).  


 218 

Ia ditampar "saat  Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang 

berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: "Begitukah 

jawab-Mu kepada Imam Besar?" 

23

Jawab Yesus kepadanya: "Jijika  

kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, namun  jijika  kata-Ku itu 

benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (Yohanes 18:22-23).  

Ia ditinju dan dipukul "Lalu mulailah beberapa orang meludahi Dia 

dan menutupi muka-Nya dan meninju-Nya sambil berkata kepada-

Nya: "Hai nabi, cobalah terka!" Malah para pengawalpun memukul 

Dia." (Markus 14:65).  

Ia disesah "Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, namun  Yesus 

disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan." (Matius 27:26).  

Mahkota duri di atas kepala-Nya dan dipukul kepala-Nya 

"Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas 

kepala-Nya, lalu memberi  Dia sebatang buluh di tangan kanan-

Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-

olokkan Dia, katanya: "Salam, hai Raja orang Yahudi!" 

30

"Mereka 

meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke 

kepala-Nya. 

31

Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan 

jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-

Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan 

(Matius 27:29-31).    

Orang terhukum harus memikul kayu salibnya sendiri ke 

tempat penyaliban. Yesus memang memikul salib-Nya pada awalnya, 

namun  tidak sanggup membawanya terlalu jauh sesudah  trauma fisik 


 219 

yang baru saja Ia alami. Ia jatuh. Pada waktu jatuh itulah, tentara 

Roma menyuruh Simon dari Kirene membawa salib-Nya ke Golgota. 

 

77) Apakah Yesus mati sebelum tirai Bait Allah terbelah dua (Matius 

27:50-51); Markus 15:37-38) atau sesudah nya ? (Lukas 23:45-46)  

 

JAWAB : (Kategori : salah mengartikan ayat)  

Matius 27:50-51  

27:50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan 

nyawa-Nya. 

27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke 

bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,  

Markus 15:37-38  

15:37 Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan 

nyawa-Nya.  

15:38 saat  itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke 

bawah.  

Lukas 23:45-46 

23:45 sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua.  

23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam 

tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia 

menyerahkan nyawa-Nya.  

 

Ketiga kutipan di atas menunjuk kepada fakta bahwa pada saat 

Yesus mati maka tirai Bait Allah (Bait Suci) terbelah dua. Apakah 

hanya sebab  Matius dan Markus menceritakan peristiwa kematian 

Yesus lebih dulu dibandingkan  terbelahnya tirai Bait Allah, sedang  


 220 

Lukas sebaliknya, maka ayat-ayat diatas dapat dianggap saling 

bertentangan? Justru Matius menggambarkan bahwa kedua peristiwa 

terjadi "bersamaan" dan kedua penulis lainnya tidak menyangkal hal 

ini.  

Mereka semua setuju bahwa dua peristiwa di atas terjadi 

secara berbarengan dan justru menjadi alasan yang kuat; sebab  tirai 

Bait Allah ini  melambangkan batas pemisahan antara Allah dan 

manusia. saat  tirai ini  terkoyak dengan matinya Sang Mesias, 

maka manusia kini memiliki kembali kesempatan untuk tidak 

dipisahkan (yang dulu terhilang oleh pengusiran Adam dari Hadirat 

Allah di taman Eden) dan kini dipersatukan kembali dengan Allah. 

 

78) Apakah Yesus mengatakan segala sesuatu secara terbuka kepada 

semua orang (Yohanes 18:20) ataukah Ia hanya terbuka untuk murid-

murid-Nya ? (Markus 4:34; Matius 13:10-11)  

 

JAWAB : (Kategori : Salah memahami konteks historis)  

Jawab Yesus kepadanya: "Aku berbicara terus terang kepada dunia: 

Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat 

semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara 

sembunyi-sembunyi. (Yohanes 18:20) 

 

4:33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan 

firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,  

4:34 dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, 

namun  kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara 

tersendiri. (Markus 4:33-34) 


 221 

 

13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: 

"Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam 

perumpamaan?"  

13:11 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui 

rahasia Kerajaan Sorga, namun  kepada mereka tidak. (Matius 13:10-

11) 

Alasan orang-orang mengatakan bahwa Yesus bertentangan 

delam hal berkata-kata secara tersembunyi atau terus terang 

khususnya yang berhubungan dengan perumpamaan, yaitu  sebab  

kekurang-pahaman mereka terhadap isi cerita serta budaya yang 

mendasarinya.  

Jawaban pertanyaan ini membutuhkan pengerahuan yang 

melatar-belakangi cerita ini, dan saya berharap penjelasan ringkas 

disini dapat dimengerti. Sebelumnya, kita pahami dulu apa itu 

perumpamaan?  

Perumpamaan yaitu  sebuah cerita yang menjelaskan, 

menekankan atau mengilustrasikan suatu pengajaran, namun  bukan 

pengajaran itu sendiri. Yesus yaitu  Rabbi (Guru) Yahudi. Dalam 

tulisan para Rabbi ada ada  hampir 4000 perumpamaan. Dan 

sebagai seorang Rabbi, Yesus juga melakukan tradisi seperti ini. Ia 

menginstruksikan ajaranNya melalui perumpamaan. Yesus 

memakai  cerita yang kaya yang diketahui oleh orang-orang 

Yahudi tentang tanaman, binatang dan lain-lain. Oleh sebab  itu, 

perumpamaan-perumpamaan Yesus mudah dimengerti oleh para 

pendengar-Nya.  


 222 

Perumpamaan-perumpamaan itu bukan saja kaya imajinasi 

namun  juga halus, sehingga bisa dimengerti oleh orang-orang awam, 

namun  pada saat yang sama menyita dan memutar-mutar otak para 

sarjana demi mendapatkan arti yang sedalam dan seluasnya untuk 

perumpamaan. Jadi, Yesus seringkali memperjelas dan memperlebar 

arti sebuah perumpamaan kepada para pengikut dan murid-murid 

terdekat-Nya untuk menjawab keingintahuan mereka untuk 

menginstruksikan pemahaman ajaran-ajaran yang lebih jauh lagi 

kepada mereka, sebagaimana layaknya seorang guru Yahudi.  

Hal ini dapat dilihat dari Markus 4:33-34, yang menyebutkan, 

"Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan 

firman kepada mereka (orang banyak) sesuai dengan pengertian 

mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, 

namun  kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara 

tersendiri". (Mengajarkan lebih banyak lagi supaya mereka dapat lebih 

mengerti dibandingkan dengan orang-orang banyak pada saat itu).  

Artinya, perumpamaan bukanlah ajaran rahasia, dan juga 

bukan merupakan pengetahuan yang hanya dapat diketahui oleh 

sebagian orang yang benar-benar ingin mengetahui. Sangat tidak 

masuk akal (dan tidak memiliki dasar sejarah) jika dikatakan bahwa 

Yesus membingungkan banyak orang. Apalagi pengajaran 

perumpamaan juga dikenal dalam tradisi Yahudi. Yesus berkeliling 

berkhotbah dan memberi  pengajaran dan perintah kepada orang 

banyak. Jadi, saat  Yesus diadili mengenai ajaran-Nya (Yohanes 

18:20), maka Ia layak berkata " Aku selalu mengajar di rumah-rumah 

ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku 


 223 

tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi". Dan Yesus benar, bahwa 

Dia tidak melempar batu sembunyi tangan.  

Banyak orang menyenangi ajaran Yesus sebab  banyak ajaran 

moral dan perumpamaan yang bagus didalamnya, namun  tidak banyak 

orang yang mau mengikuti-Nya sebab  harga yang harus dibayar 

terlalu mahal (Lihat Lukas 9:57-61; 14:25-27,33). Dan hal oinilah 

yang baru saja dipahami oleh para pengikutNya sebab  mereka benar-

benar mengikuti Yesus. Rahasia kerajaan Surga yaitu  seperti yang 

dikatakan dan dijelaskan kepada murid-murid-Nya dalam Matius 

13:10-11 "Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-

Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam 

perumpamaan?" Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk 

mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, namun  kepada mereka tidak". 

Rahasia ini  intinya yaitu  bahwa Yesus yaitu  Tuhan, 

Yesus yaitu  Raja, Yesus yaitu  Mesias, Yesus yaitu  tokoh yang 

dibicarakan oleh para Nabi, Yesus yaitu  Juruselamat umat manusia, 

Yesus yaitu  Wahyu terbesar dari Tuhan, Dialah Alfa dan Omega 

(Wahyu 21:6-8; 22:12-16), dan Dialah satu-satunya jalan menuju 

Bapa di Surga.  

 

Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, namun  

barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, 

melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." (Yohanes 3:36) 

 

Sebab upah dosa ialah maut; namun  karunia Allah ialah hidup yang 

kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Roma 6:23) 


 224 

Firman-Nya bukan saja menyelamatkan manusia namun  juga untuk 

menghakimi mereka yang "mendengar namun  tidak mengerti, melihat 

namun  tidak menanggapi" (Matius 13:14) terhadap mereka yang tidak 

mau mengerti dan bertobat serta tunduk kepada Tuhan.  

Amin. 

 

79) Apakah Yesus sudah disalibkan (Markus 15:23) atau masih berada 

di tempat Pilatus (Yohanes 19:14) pada jam enam saat  penyaliban 

terjadi?  

 

JAWAB : (Kategori : Salah memahami konteks historis)  

Markus 15:25-33  

15:25 "Hari jam ketiga saat  Ia disalibkan." (harfiah)  

KJV, And it was the third hour, and they crucified him.  

Interlinear, ên {waktu itu} de {adapun} hôra {jam} tritê {ketiga} kai 

{saat } estaurôsan {mereka menyalibkan} auton {Dia}  

 

Note : Markus memakai  sistem waktu Yahudi :  

jam ketiga yaitu  jam 9:00 pagi WIB (pembagian waktu sekarang)  

15:33 Pada jam keenam, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan 

berlangsung sampai jam kesembilan. (harfiah)  

KJV, And when the sixth hour was come, there was darkness over 

the whole land until the ninth hour.  

Interlinear, genomenês {saat  tiba} de hôras {jam} hektês 

{keenam} skotos {kegelapan} egeneto {datang} eph {atas} olên 

{seluruh} tên gên {tanah} heôs {sampai} hôras {jam} ennatês 

{kesembilan}  


 225 

 

Note : Markus memakai  sistem waktu Yahudi :  

- jam keenam yaitu  jam 12:00 siang WIB (pembagian waktu 

sekarang)  

- jam kesembilan yaitu  jam 15:00 sore WIB (pembagian waktu 

sekarang)  

 

Yohanes 19:14  

"Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam keenam. Kata 

Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: 'Inilah rajamu!'" (harfiah)  

KJV, And it was the preparation of the passover, and about the sixth 

hour: and he saith unto the Jews, Behold your King!  

Interlinear, ên {(itu) yaitu } de {adapun} paraskeuê {(hari 

persiapan)} tou paskha {hari Paskah} hôra {jam} de {(itu) yaitu } 

hôsei {kira-kira} hektê {keenam} kai {lalu} legei {ia berkata} tois 

{kepada orang-orang} ioudaiois {Yahudi} ide {ini;ah} ho basileus 

{Raja} humôn {mu}  

 

Catatan : Yohanes memakai  sistem waktu Romawi, jam ke-6 

yaitu  sama dengan jam 6:00 pagi WIB (waktu sekarang).  

 

Seperti yang telah dijelaskan, kita dapat memahami bahwa 

para penulis kitab Injil Sinoptik (Matius, Markus dan Lukas) 

memakai  sistem bilangan waktu yang berbeda dengan Yohanes. 

Para penulis Injil sinoptik memakai sistem tradisional Ibrani (sistem 

pembagian waktu Yahudi), demikian : Mulai perhitungan sistem 


 226 

jam Yahudi : malam dibagi menjadi empat bagian masing-masing 

lamanya tiga jam :  

- Jaga pertama dihitung mulai matahari terbenam yaitu jam 18:00 - 

21:00,  

- Jaga kedua dari jam 21:00-24:00,  

- Jaga ketiga dari jam 00:00 - 03:00,  

- Jaga keempat dari jam 03:00 - 06:00.  

 

Pagi & siang matahari terbit ± jam 06:00 WIB  

Jam ke- 1, jam 07:00 WIB  

Jam ke- 2, jam 08:00 WIB  

Jam ke- 3, jam 09:00 WIB  

Jam ke- 4, jam 10:00 WIB  

Jam ke- 5, jam 11:00 WIB  

Jam ke- 6, jam 12:00 WIB  

Jam ke- 7, jam 13:00 WIB  

Jam ke- 8, jam 14:00 WIB  

Jam ke- 9, jam 15:00 WIB  

Jam ke-10, jam 16:00 WIB  

Jam ke-11, jam 17:00 WIB  

 

Sebaliknya Yohanes memakai  sistem perhitungan jam 

menurut orang-orang romawi, yang "satu harinya dihitung mulai dari 

tengah malam sampai dengan tengah malam berikutnya" seperti 

sistem waktu yang kita pergunakan saat ini (Reff : Pliny the Elder 

(natural History 2.77) dan Macrobius (Saturnalia 1.3) dapat 

memberi  informasi lebih banyak mengenai hal ini.  


 227 

Jadi penyaliban Yesus yang dilaksanakan pada pukul 3 

menurut perhitungan jam Yahudi, yaitu  sama dengan jam 9:00 pagi 

menurut perhitungan jam Romawi.  

Jawaban di atas bukan asal memelintir, melainkan benar-benar 

bahwa Yohanes memakai  sistem hitungan waktu cara Romawi, 

walaupun ia yaitu  orang Yahudi, sama seperti Matius, Markus dan 

Lukas. Injil Yohanes ditulis sesudah  ketiga Injil sebelumnya telah 

ditulis, yaitu sekitar tahun 90M. pada saat itu Yohanes sedang tinggal 

di Efesus, yang menjadi ibukota propinsi Roma di Asia, sehingga ia 

menjadi terbiasa memakai  waktu berdasar  cara orang-orang 

Roma. Bukti lebih jauh dapat ditemukan dalam tulisan Yohanes 20:19 

"saat  hari sudah malam pada hari pertama minggu itu", itu berarti 

hari minggu malam, sedang  menurut orang Ibrani itu yaitu  hari 

berikutnya, sebab  sebuah hari menurut sistem Yahudi pada waktu itu 

yaitu  dimulai pada saat matahari terbenam. 

 

80) Dua orang penjahat yang disalibkan bersama Yesus, apakah 

mereka turut menghujat Yesus (Markus 15:32) atau tidak ? (Lukas 

23:43)  

 

JAWAB : (Kategori : terlalu mengartikan ayat secara harfiah)  

Baiklah Mesias, Raja Israel itu, turun dari salib itu, supaya kita lihat 

dan percaya." Bahkan kedua orang yang disalibkan bersama-sama 

dengan Dia mencela Dia juga. (Markus 15:32) 

 

Lukas 23:39-43  


 228 

23:39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, 

katanya: "Bukankah Engkau yaitu  Kristus? Selamatkanlah diri-Mu 

dan kami!"  

23:40 namun  yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau 

takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman 

yang sama?  

23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima 

balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, namun  orang ini tidak 

berbuat sesuatu yang salah."  

23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, jika  Engkau 

datang sebagai Raja."  

23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya 

hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam 

Firdaus."  

Pertentangan semu di atas mempertegas apakah dari dua orang 

penjahat yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus, kedua-duanya 

ikut menghujat atau hanya salah-satunya saja?.  

Markus 15:23 mengatakan bahwa kedua-duanya menghujat, 

sedang  Lukas 23:43 mengatakan, yang satu menghujat dan yang 

lainnya membela Yesus. Tidak sulit untuk melihat apa yang sedang 

terjadi pada saat itu. Pada awalnya emmang kedua penjahat itu sama-

sama menghujat Yesus, namun  sesudah  Yesus berdoa kepada Bapa, "Ya 

Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka 

perbuat" (Lukas 23:34), maka salah satu diantara mereka langsung 

tersentuh hatinya dan berubah pikiran dan bertobat diatas kayu-salib, 

sedang  yang lainnya tetap sikapnya terus menghujat.  


 229 

Ada sebuah pelajaran yang dapat kita tarik dari peristiwa ini, 

yaitu bahwa Tuhan mengizinkan kita untuk bertobat setiap saat, tidak 

pedulu kejahatan dan dosa apapun yang kita perbuat. Kedua penjahat 

ini merupakan gambaran bagi kita semua. Beberapa diantara kita 

saat  berhadapan dengan Kristus terus saja menolak dan menghujat 

Dia, sedang  yang lainnya mengakui bahwa mereka yaitu  orang 

berdosa dan meminta ampun kepadaNya. Kabar baiknya yaitu  

bahwa sama seperti penjahat di kayu salib itu, kita dapat diampuni dan 

dibebaskan dari kesalahan kita, bahkan saat  sedang "menghadapi 

kematian" sekalipun.  

 

81) Apakah Yesus naik ke Surga/Firdaus pada hari yang sama dengan 

peristiwa Penyaliban (Lukas 23:43) atau dua hari sesudah  penyaliban ? 

(Yohanes 20:17)  

 

JAWAB :  

(Kategori : Salah memahami cara Tuhan bekerja dalam sejarah)  

Lukas 23:43  

Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari 

ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam 

Firdaus."  

KJV, And Jesus said unto him, Verily I say unto thee, To day shalt 

thou be with me in paradise.  

Interlinear, kai {dan} eipen {Dia berkata} autô {kepadanya} ho iêsous 

{Yesus} amên {amin (sesungguhnya)} legô {Aku berkata} soi 

{kepadamu} sêmeron {hari ini} met {bersama} emou {Aku} esê 

{engkau ada} en {didalam} tô paradeisô {Firdaus}  


 230 

 

Yohanes 20:17  

Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab 

Aku belum pergi kepada Bapa, namun  pergilah kepada saudara-

saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan 

pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."  

Interlinear, legei {berkata} autê {kepadanya} ho iêsous {Yesus} mê 

{janganlah} mou {Aku} aptou {engkau memegang} oupô {masih 

belum} gar {sebab} anabebêka {Aku naik} pros {kepada} ton patera 

{Bapa} mou {Ku} poreuou {pergilah} de {namun } pros {kepada} tous 

adelphous {saudara-saudara} mou {Ku} kai {dan} eipe {katakanlah} 

autois {kepada mereka} anabainô {Aku naik} pros {kepada} ton 

patera {Bapa} mou {Ku} kai {dan} patera {Bapa} humôn {mu} kai 

{juga} theon {Allah} mou {ku} kai {dan} theon {Allah} humôn 

{mu}  

Anggapan bahwa Yesus bertentangan (atau kitab Injil saling 

bertentangan) dalam hal naik ke Sorga atau tidaknya sesudah  kematian-

Nya di kayu salib berdasar  asumsi yang terkait dengan "Firdaus", 

disamping itu masalah kontekstualisasi.  

Yesus berkata kepada penjahat yang disalibkan disebelah-Nya: 

"sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan 

Aku di dalam Firdaus". Ini tentu benar walaupun penjahat itu mati 

pada hari yang sama di bumi ini, namun  di Firdaus "hari ini" dapat 

berarti hari apa saja di bumi, sebab  waktu di alam akhirat lain 

dimensinya dari waktu dunia.  


 231 

Yesus berkata kepada Maria Magdalena bahwa Ia belum 

"naik" (Yunani, "anabaino") kepada Bapa-Nya, namun  kata ini  

juga dapat berarti Ia belum "pulang" kepada Bapa-Nya.  

Sebelum bumi ini terbentuk, yesus ada bersama-sama dengan 

Allah, dan Ia yaitu  Allah (Yohanes pasal 1 dan Filipi 2:6-11). namun  

kemudian Ia meninggalkan seluruh kemuliaanNya (kenosis) dan 

menjadi manusia sepenuhnya sekaligus Allah sepenuhnya dalam 

dunia ini. PerkataanNya "Aku belum pergi kepada Bapa" tidak 

menghilangkan kemungkinan bahwa Ia berada di Surga pada saat 

antara kematian dan kebangkitanNya menurut "waktu manusia" 

(Walaupun di Surga tidak memiliki ikatan waktu). Saya akan berikan 

satu kalimat analogi untuk menjelaskan hal ini meskipun tidak bisa 

sempurna : saya pergi ke rumah asal saya dan tempat dimana saya 

tumbuh tanpa harus kembali kesana. Kembali disini berarti saya 

pindah dan tinggal di tempat asal saya.  

namun  untuk pemahaman yang lebih tepat tentang ayat ini, kita 

harus berurusan dengan konteksnya "Janganlah engkau memegang 

Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, namun  pergilah kepada 

saudara-saudara-Ku …" dalam konteksnya dapat berarti, "jangan 

menahan Aku, Maria – Aku belum meninggalkanmu. Kamu masoh 

akan melihat-Ku lahi. namun  sekarang, Aku ingin kamu pergi dan 

memberitahukan kepada murid-muridKu bahwa Aku akan segera 

pergi kepada BapaKu, namun  belum sekarang ini".  

Baik Kristen maupun Islam, sama-sama percaya kepada 

kebangkitan tubuh, dan kehidupan di Akhirat. Lukas berkata kata  

bahwa Yesus telah mati dan Roh-Nya naik ke Firdaus, bandingkan 

dengan ayat ini : Lukas 23:46  


 232 

Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-

Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia 

menyerahkan nyawa-Nya.  

namun , Yohanes mengatakan bahwa tubuh Yesus dibangkitkan 

dari kematian, dan dalam keadaan seperti itu Ia belum naik kepada 

Bapa-Nya. Faktor waktulah yang membuat pernyataan di atas terkesan 

paradoks, namun  sesungguhnya kedua ayat ini  tidak saling 

bertentangan. 

 

82) Paulus dalam perjalanannya ke Damaskus melihat cahaya dari 

langit dan mendengar sebuah suara. Apakah orang-orang yang ikut 

bersamanya juga mendengar suara itu (Kisah 9:7) atau tidak? (Kisah 

22:9)  

 

JAWAB : (Kategori : salah paham tentang penggunaan bahasa Yunani 

atau ayat dipahami secara sempit)  

Kisah Para Rasul 9 tidak menulis bahwa mereka mendengar 

suara "Yesus", namun  "mendengar suara" saja. Ayat di bawah ini 

sama sekali tidak memuat "Yesus".  

 

Kisah Para Rasul 9:7  

Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, sebab  

mereka memang mendengar suara itu, namun  tidak melihat seorang 

jugapun.  

KJV, "And the men which journeyed with him stood speechless, 

hearing a voice, but seeing no man."  


 233 

Interlinear, oi de {dan} andres {orang-orang} oi {yang} sunodeuontes 

{melakukan perjalanan} autô {dengannya} eistêkeisan {mereka 

berdiri} enneoi {tidak berkata-kata} akouontes {mendengar} men 

{sesungguhnya} tês phônês {suara} mêdena {tidak seorang pun} de 

{namun } theôrountes {melihat}  

Catatan:  

tandai khusus ungkapan "mendengar suara" dan "tidak melihat" 

Bandingkan dengan terjemahan ini  

ORTHJBC, "And the anashim traveling with Rav Sha'ul had stood 

speechless, hearing [Sha'ul's] voice but seeing no one."  

Catatan:  

ORTHJBC (The Orthodox Jewish Brit Chadasha) membubuhi 

keterangan suara Saul, namun  naskah asli tidak menulis demikian.  

Jelas sekali bahwa mereka mendengar suara Paulus berkata, "Siapakah 

Engkau, Tuhan?" namun  tidak melihat Paulus 'ngomong dengan siapa.  

 

Kisah Para Rasul 22:9,  

Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, namun  

suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar.  

KJV, And they that were with me saw indeed the light, and were 

afraid; but they heard not the voice of him that spake to me.  

Interlinear, oi {yang} de {dan} sun {bersama} emoi {-ku} ontes [ 

{ada} to {yang} men {sesungguhnya} phôs {cahaya} etheasanto 

{mereka melihat} kai {dan} emphoboi {takut} egenonto {mereka 

menjadi} tên de {namun } phônên {suara} ouk {tidak} êkousan 

{mereka mendengar} tou {yang} lalountos {berbicara} moi 

{kepadaku}  


 234 

Catatan:  

Anda menandai khusus ungkapan "melihat cahaya" dan "tidak mereka 

dengar".  

Coba Anda kaji dengan teliti, kedua ayat di atas sama sekali 

tidak bertentangan. Walaupun kata Yunani yang persis sama 

digunakan untuk kedua kejadian ini (yaitu, 'akouô') namun kata ini 

memiliki  2 makna yang berbeda, yaitu mereka mendengar suaranya 

('akouô') suara Paulus berkata, "Siapakah Engkau, Tuhan?", namun  

mereka tidak mendengar suara Yesus yang berbicara dengan Paulus. 

Mereka melihat cahaya namun  tidak melihat orang lain di sana selain 

dari mereka sendiri. Paulus sebaliknya, mendengarkan dan 

memahaminya. Maka tidak ada kontradiksi apapun. 

 

83) saat  Paulus melihat cahaya dan jatuh ke tanah, apakah teman-

teman seperjalanannya juga jatuh (Kisah Para Rasul 26:14) atau tidak 

jatuh ke tanah ? (Kisah  Para Rasul 9:7)  

 

JAWAB : (Kategori : salah memahami penggunaan bahasa Yunani 

atau ayat dipahami secara sempit)  

Kisah Para Rasul 9:7  

Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, sebab  

mereka memang mendengar suara itu, namun  tidak melihat seorang 

jugapun.  

KJV, And the men which journeyed with him stood speechless, 

hearing a voice, but seeing no man.  

Interlinear, oi de {dan} andres {orang-orang} oi {yang} sunodeuontes 

{melakukan perjalanan} autô {dengannya} eistêkeisan {mereka 


 235 

berdiri} enneoi {tidak berkata-kata} akouontes {mendengar} men 

{sesungguhnya} tês phônês {suara} mêdena {tidak seorang pun} de 

{namun } theôrountes {melihat}  

 

Kisah Para Rasul 26:14  

Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang 

mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa 

engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah 

rangsang.  

KJV, And when we were all fallen to the earth, I heard a voice 

speaking unto me, and saying in the Hebrew tongue, Saul, Saul, why 

persecutest thou me? it is hard for thee to kick against the pricks.  

Interlinear, pantôn {semua} de {dan} katapesontôn {saat  rebah} 

hêmôn {kami} eis {ke} tên gên {tanah} êkousa {aku mendengar/ aku 

mengerti} phônên {suara} lalousan {berkata} pros {kepada} me {ku} 

kai {dan} legousan {mengatakan} tê ebraidi {Ibrani} dialektô {dalam 

bahasa} saoul {Saulus} saoul {Saulus} ti {mengapa} me {Aku} 

diôkeis {engkau menganiaya?} sklêron {sukar} soi {bagimu} pros 

{ke} kentra {galah-galah untuk menghalau} laktizein {menendang}  

 

Shabbir Ally, pendebat dari Islam mau memaksakan kesimpulan 

bahwa ayat dalam Kisah 9:7 harus menegaskan "jatuh" atau "tidak 

jatuhnya" teman-teman seperjalanan Paulus.  

 

Kisah 26:14 menyebutkan bahwa mereka semua jatuh ke tanah 

saat  ada cahaya memancar ke sekeliling, sebelum terdengar suara. 

Sebaliknya Kisah 9:7 hanya mengatakan bahwa teman-teman Saulus 


 236 

"termangu-mangu/tidak dapat berkata-kata" sesudah  suara itu terdengar 

(tidak ada urusannya dengan jatuh/tidaknya). namun , sebab  mereka 

memang jatuh tanpa ada ayat yang menyanggahnya, maka ada cukup 

waktu bagi mereka untuk berdiri sementara suara itu berbicara kepada 

Saulus, apalagi sebab  perkataan suara ini  tidak ditujukan kepada 

mereka.  

Sebaliknya bagi Saulus, ia tahu bahwa suara ini  ditujukan 

kepadanya sehingga ia menjadi takut dan tiba-tiba tersadar bahwa ia 

telah begitu lama menyiksa dan membunuh para pengkut Yesus 

Kristus. Sebelumnya, ia berpikir bahwa ia melayani Tuhan dengan 

membunuh mereka, padahal kenyataannya tidak. Kesadaran yang 

menakutkan seperti inilah yang membuat orang, termasuk Saulus, 

tetap tersungkur di tanah lebih lama dibandingkan teman-temannya. 

 

84) Apakah suara itu memberitahukan Paulus apa yang harus 

dikerjakannya, saat  ia masih berbaring di tanah (Kisah 26:16-18), 

ataukah ia diperintahkan untuk pergi ke Damaskus untuk mengetahui 

apa yang harus ia kerjakan? (Kisah 9:7, 22:10)  

 

JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks historis)  

26:16 namun  sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan 

diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi 

tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang 

apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti.  

26:17 Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari 

bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka,  


 237 

26:18 untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari 

kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya 

mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa 

dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang 

yang dikuduskan. (Kisah 26:16-18) 

 

Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, sebab  

mereka memang mendengar suara itu, namun  tidak melihat seorang 

juga pun. (Kisah 9:7) 

 

22:10 Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata 

Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan 

diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu.  

22:11 Dan sebab  aku tidak dapat melihat oleh sebab  cahaya yang 

menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang 

tanganku dan menuntun aku ke Damsyik. (Kisah 22:10-11) 

 

Seperti yang kita baca dengan jelas pada Kisal pasal 9 dan 

pasal 22, Paulus memang diberitahukan tugas-tugasnya di Damaskus. 

Tapi dalam Kisah pasal 26, konteksnya berbeda. Pada bagian ini, 

tampak bahwa Paulus tidak mempermasalahkan kronologis dan urutan 

tempat kejadian, sebab  ia berbicara kepada orang-orang yang telah 

mendengar ceritanya. Dalam Kisah 9:1-31, Lukas, penulis kitab Kisah 

Para Rasul menceritakan tentang pertobatan Paulus. 

 


 238 

85) Apakah Yudas membeli sebuah tanah dengan uang kotor hasil 

pengkhianatannya terhadap Yesus (Kisah 1:18 ) atau ia melemparkan 

uang ini  ke dalam Bait Allah? (Matius 27:5)  

 

JAWAB : (Kategori : Salah memahami maksud penulis)  

Kisah 1:18  

-- Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, 

lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi 

perutnya tertumpah ke luar. 

Matius 27:5  

Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu 

pergi dari situ dan menggantung diri.  

 

Pertentangan semu di atas menanyakan "Apa yang dilakukan 

oleh Yudas dengan hasil uang mengkhianati Yesus?" Kisah 1:18 

meyatakan bahwa Yudas membeli sebidang tanah, sedang  Matius 

27:5 dikatakan bahwa uang itu dilempar ke dalam Bait Allah yang 

kemudian digunakan oleh para imam-imam untuk membeli sebidang 

tanah. namun  dengan sedikit penyidikan, ternyata kalimat dalam ayat 

yang satu merupakan ringkasan dari kalimat dari ayat lainnya.  

Matius 27:1-10 menggambarkan secara detail peristiwa yang 

terjadi pada pengkhianatan Yudas terhadap Yesus, serta keabsahannya 

sebagai bagian dari penggenapan Kitab Suci. Khususnya, Matius 

mengutip kitab Zakharia 11:12-13 yang dianggap sebagai penjelasan 

dari nubuatan yang ada  dalam Kitab Yeremia 19:1-13 dan 

Yeremia 32:6-9.  


 239 

sedang  dalam Kisah 1:18-19, Lukas menggambarkan 

kesimpulan ringkas yang telah diketahui oleh orang banyak, sebagai 

penjelasan dari ritual  Petrus di kalangan orang-orang percaya. 

Ilustrasi keadaan ini dapat dilihat pada ayat 19 yang mengatakan "Hal 

itu diketahui oleh semua penduduk Yerusale