1:41)
Yang ditekankan dalam Matius 16:17 yaitu bahwa Simon
tidak mendengar ritual ini dari orang lain, melainkan TUHAN
sendirilah yang menjelaskan kepadanya. Kendati demikian, hal
ini tidak menutup kemungkinan bahwa ia pernah diberitahukan
oleh orang lain. Yesus menegaskan bahwa Petrus bukan meniru apa
yang dikatakan orang lain. Petrus telah tinggal dan bekerja bersama-
sama dengan Yesus, dan kini jelas-jelas tahu bahwa Yesus tidak lain
yaitu Mesias (Kristus), Anak Allah yang hidup.
Yesus tidak bermaksud bertanya, "Siapakah Aku menurut kata
orang?", Namun Ia bertanya, "namun apa katamu, siapakah Aku ini?"
(Matius 16:15). Dan Yesus sengaja mengkontraskan kedua pertanyaan
ini yang berbeda seperti langit dan bumi, ditujukan kepada para
murid-Nya dan Petrus memberi jawaban pasti dari diri-Nya!
200
69) Apakah Yesus bertemu pertama kalinya dengan Petrus dan
Andreas di Danau Galilea (Matius 4:18-22) atau di tepi sungai
Yordan? (Yohanes 1:42-43)
JAWAB : (Kategori : Salah mengartikan ayat)
Bacalah Matius 4:18-22 dan Yohanes 1:35-43
Pertanyaan di atas berkata kata bahwa salah satu kitab Injil
mencatat bahwa Yesus bertemu dengan Simon Petrus dan Andreas di
Danau Galilea, sedang kitab injil lainnya berkata kata bahwa
Yesus bertemu mereka di sungai Yordan. Nah mana yang benar?
Sebenarnya, penulis yang berbeda menuliskan kejadian dan pertemuan
yang berbeda. Jadi, kedua-duanya benar.
Yohanes 1:35 dan seterusnya menyebutkan bahwa Yesus
bertemu mereka di tepi sungai Yordan, dan mereka menghabiskan
waktu bersama-Nya di sana. Andreas (mungkin juga Petrus) yaitu
murid-murid Yohanes Pembaptis. Mereka berangkat dari daerah ini
pergi ke Galilea, di daerah sekitar Kana tempat dimana Yesus
melakukan mujizatNya yang pertama "Sesudah itu Yesus pergi ke
Kapernaum, bersama-sama dengan ibu-Nya dan saudara-saudara-
Nya dan murid-murid-Nya, dan mereka tinggal di situ hanya
beberapa hari saja" (Yohanes 2:12).
Petrus dan Andreas sendiri berasal dari kota Betsaida
(Yohanes 1:44) namun kemudian mereka tinggal di Kapernaum
(Matius 8:14-15; Markus 1:30-31; Lukas 4:38-39), beberapa mil dari
Betsaida. Mereka berdua bekerja sebagai nelayan, maka masuk akal
mereka menangkap ikan di daerah kediaman mereka selama beberapa
201
hari ini (pada saat-saat itu Yesus baru mulai mengajar dan
menyembuhkan orang banyak secara terbuka).
Dari sinilah Matius memulai kisahnya, yaitu saat Petrus dan
Andreas sedang menangkap ikan di Danau Galilea, Yesus memanggil
mereka untuk menjadi pengikut-Nya secara permanen dengan
meninggalkan pekerjaan. Sebelum ini Yesus tidak pernah meminta
kepada mereka untuk menjadi murid-Nya, namun mereka mengikuti-
Nya sebab mendengar kesaksian dari Yohanes Pembaptis tentang
Yesus (Yohanes 1:35-39). Dan sebab kesaksian ini diperkuat dengan
mujizat yang dilakukan di Kana serta ritual -ritual Yesus (Yohanes
1:47-51) termasuk saat pertemuan mereka dengan Dia (yang ternyata
paling bijaksana dan sempurna yang pernah hidup di muka bumi),
maka dapat dipahami mengapa mereka mau meninggalkan segalanya
untuk mengikuti Yesus (akan tidak masuk akal jijika mereka
meninggalkan tempat tinggal mereka dan pekerjaan mereka, hanya
sebab mengikuti orang asing yang bertanya kepada mereka, seperti
orang-orang yang terhipnotis mengikut saja orang yang men-gendam-
nya). Dan Yesus tidak membujuk/menggoda mereka atau siapapun,
mereka mengikuti Yesus sebab mereka telah tahu siapa Yesus itu.
Maka bisa dipahami apa yang ditulis dalam Matius 4:18-22 yaitu
bukan perjumpaan Petrus atau Andreas dengan Yesus untuk yang
pertama kalinya.
70) Apakah Herodes berpikir bahwa Yesus yaitu Yohanes Pembaptis
(Matius 14:2; Markus 6:16), atau bukan? (Lukas 9:9)
JAWAB : (Kategori : Salah mengartikan ayat)
202
Matius 14:1-3
14:1 Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada
Herodes, raja wilayah.
14:2 Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes
Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah
sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya."
14:3 Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes,
membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa
Herodias, isteri Filipus saudaranya.
Markus 6:14-19
6:14 Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya
sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah
bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu
bekerja di dalam Dia."
6:15 Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!" Yang lain lagi
mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang
dahulu."
6:16 Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu
Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi."
6:17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap
Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan
peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, sebab Herodes telah
mengambilnya sebagai isteri.
6:18 sebab Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau
mengambil isteri saudaramu!"
6:19 sebab itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan
bermaksud untuk membunuh dia, namun tidak dapat,
203
Versus :
Lukas 9:9
namun Herodes berkata: "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa
gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?" Lalu
ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.
Sebenarnya, tidak ada pertentangan di sini. Dalam Lukas 9:9
dikisahkan bahwa Herodes mempertanyakan siapa orang yang luar
biasa itu, padahal Yohanes Pembaptis sudah mati. Selanjutnya dalam
Matius 14:2 dan Markus 6:16 Herodes menjawab pertanyaannya
sendiri: sesudah mempertimbangkan siapakah Yesus itu, ia
menyimpulkan bahwa Yesus mungkin yaitu Yohanes Pembaptis
yang bangkit dari kematian. Herodes belum pernah bertemu dengan
Yesus, dan saat betul-betul bertemu dalam pengadilannya, ia sadar
bahwa Yesus bukanlah Yohanes Pembaptis :
Lukas 23:8-11
23:8 saat Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah
lama ia ingin melihat-Nya, sebab ia sering mendengar tentang Dia,
lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan
suatu tanda.
23:9 Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, namun Yesus
tidak memberi jawaban apa pun.
23:10 Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke
depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia.
23:11 Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan
mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya
lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus.
204
Dan jika saja ia telah mendengar bahwa Yesus dibaptiskan oleh
Yohanes Pembaptis, ia pasti mengerti bahwa kedua orang ini berbeda.
71) Apakah Yohanes Pembaptis mengenali Yesus (Matius 3:13-14)
atau tidak (Yohanes 1:32-33) sebelum Ia dibaptis?
JAWAB : (Kategori : Salah memahami maksud penulis)
Matius 3:13-14
3:13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes
untuk dibaptis olehnya.
3:14 namun Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu
dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
Yohanes 1:32-33
1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat
Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
1:33 Dan aku pun tidak mengenal-Nya, namun Dia, yang mengutus aku
untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jijika
engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-
Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
Memastikan Yesus sebagai Mesias tanpa adanya tanda-tanda
pasti yang menyertai-Nya. Yohanes Pembaptis dipenuhi oleh Roh
Kudus sebelum ia terlahir (Lukas 1:15) dan ia telah mengetahui siapa
Yesus sejak ia berada dalam kandungan ibunya. Lukas 1:41-44
menegaskan hal ini, yaitu saat Maria datang mengunjungi ibu
Yohanes Pembaptis; salam yang disampaikan oleh Maria membuat
205
Yohanes Pembaptis (yang dalam kandungan) melonjak kegirangan
sebab mengatahui kehadiran Maria, sebagai ibu dari Tuhannya.
Kejadian ini memperlihatkan bahwa ibu Yohanes Pembaptis
pun mengetahui siapa itu Yesus. Tentunya, sang ibu akan
memberitahukan sesuatu tentang Yesus kepada Yohanes Pembaptis
dalam masa pertumbuhannya (walaupun diperkirakan ibunya
meninggal saat Yohanes Pembaptis masih belia). Melalui penjelasan
yang ia peroleh dari ibunya, ditambah lagi kesaksian Roh Kudus di
dalam diri Yohanes Pembaptis, maka tanda yang diperlihatkan Roh
Kudus dalam bentuk burung merpati membuat ia memperoleh
konfirmasi dari Roh Kudus mengenai selama ini yang ia pikirkan.
Tuhan menghilangkan keragu-raguan sehingga Yohanes Pembaptis
dapat dengan pasti mengenali Yesus tanpa dikacaukan oleh
imajinasinya atau oleh kesalahan orang lain.
72) Apakah Yohanes Pembaptis mengenali Yesus (Yohanes 1:32-33)
atau tidak (Matius 11:2) sesudah Ia dibaptis?
JAWAB : (Kategori : Salah mengartikan ayat)
Yohanes 1:29-36
1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya
dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa
dunia.
1:30 Dialah yang kumaksud saat kukatakan: Kemudian dari padaku
akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada
sebelum aku.
206
1:31 Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, namun untuk
itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan
kepada Israel."
1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat
Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
1:33 Dan aku pun tidak mengenal-Nya, namun Dia, yang mengutus aku
untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jijika
engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-
Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
1:34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah
Anak Allah."
1:35 Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua
orang muridnya.
1:36 Dan saat ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak
domba Allah!"
Matius 11:2-6
11:2 Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,
11:3 lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya:
"Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan
orang lain?"
11:4 Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada
Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:
11:5 orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi
tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada
orang miskin diberitakan kabar baik.
207
11:6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan
menolak Aku."
Yohanes 1:29-36 menjelaskan dengan terang benderang betapa
Yohanes mengenal Yesus. Kita tidak punya peluang untuk meragukan
hal ini! sedang Matius 11:2 terjadi sesudah peristiwa di atas, dan
sementara waktu itu berlangsung banyak hal-hal baru. Pengetahuan
Yohanes tentang Yesus pada mulanya yaitu terbatas, tampaknya
kemudian ia tidak mengikuti perkembangan selanjutnya yang agak
membingungkan dirinya. Ia tak tahu bagaimana bentuk pelayanan
Yesus. Matius 3:11-12 mencatat beberapa hal saja yang Yohanes
ketahui :
3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, namun
Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan
aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu
dengan Roh Kudus dan dengan api.
3:12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat
pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung,
namun debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak
terpadamkan."
Ini merupakan pernyataan Yohanes dalam memberi
gambaran tentang Mesias sebagai raja penakluk dan yang akan
melakukan penghakiman atas orang-orang yang menolak Dia, dan
yang membawa keadilan serta kedamaian bagi mereka yang mengikuti
Dia. Yohanes tahu persis tentang hal ini.
208
Akan namun , Mesias juga digambarkan dalam Alkitab sebagai
seorang hamba yang menderita akibat perbuatan anak-anak Tuhan.
Hal ini dengan jelas ditunjukkan dalam Yesaya 53 khususnya ayat 12 :
"… ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk
pemberontak-pemberontak". Yohanes pembaptis juga mengerti hal ini,
seperti yang diungkapkan dalam Yohanes 1:29 : "Lihatlah Anak
domba Allah, yang menghapus dosa dunia".
Yang tidak cukup diketahui oleh Yohanes Pembaptis, rupa-
rupanya yaitu bagaimana gambaran Mesias (yang Raja/Hakim) dan
gambaran Mesias (yang hamba yang menderita) itu saling
berinteraksi. Banyak orang beranggapan bahwa Mesias akan datang
melakukan penghakiman-Nya pada waktu kedatangan-Nya.
Kenyataannya, hal ini baru akan terjadi saat kedatangan-Nya
yang kedua kali (lihat Kisah Para Rasul 1:11).
Orang-orang Israel bingung dengan sikap Yesus yang enggan
bertindak sebagai pemimpin militer dan membebaskan bangsa Israel
dari penindasan bangsa Romawi pada saat itu. Kebingungan ini
diceritakan dalam Lukas 24:13-33, saat Yesus bercakap-cakap
dengan dua orang pengikut-Nya dalam perjalanan menuju ke Emaus
sesudah kebangkitan-Nya.
Pada awalnya mereka terhalang oleh sesuatu sehingga mereka
tidak mengenali-Nya (ayat 16). Mereka mengatakan "kami
mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan
bangsa Israel" (ayat 21). Harapan mereka benar, namun mereka salah
memahami langkah pertama Tuhan dalam proses penebusan dosa dan
pembebasan. Yesus mengkoreksi kesalahan mereka dalah ayat 25-26,
dan mengatakan : " Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu,
209
sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para
nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke
dalam kemuliaan-Nya?".
Kesalahpahaman yang serupa terjadi pada pertanyaan yang
diajukan oleh Yohanes Pembaptis dalam Matius 11:2. Sekalipun amat
yakin pada awalnya bahwa Yesus yaitu Pembebas bangsa Israel,
namun pada perkembangan-perkembangan terakhir nyaris kehilangan
keyakinannya. Yohanes Pembaptis mengharapkan Yesus akan
menaklukkan tentara Roma dan menegakkan kembali kerajaan Israel
seperti pada masa pemerintahan Daud, namun yang terjadi yaitu
sebaliknya. Yesus malah "mengajar dan berkhotbah di Galilea" (lihat
Matius 11:1) tanpa sedikitpun bicara mengenai strategi militer.
Yohanes Pembaptis memastikan ada sesuatu yang tidak beres. Apakah
ia telah salah berpikir bahwa Yesus itu Mesias? namun , jawaban
Yesus dalam Matius 11:4-6 membuat jelas : "Yesus menjawab
mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu
dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan,
orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati
dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan
berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku".
Tindak perbuatan di atas merupakan hak istimewa seorang
Mesias seperti yang dinubuatkan dalam Yesaya 29:18; 35:5-6; 61:1-3.
Meskipun keraguan Yohanes itu wajar sebagai reaksi dari seorang
manusia biasa. Maka Yesus mengakhiri jawaban-Nya dengan
meneguhkan agar Yohanes tidak ragu. Mesias telah datang, dan
segalanya pasti akan diungkapkan pada waktunya.
210
73) saat Yesus masuk ke Yerusalem apakah Ia membersihkan Bait
Suci pada hari pertama (Matius 21:12) atau pada keesokan harinya ?
(Markus 11:1-17)
JAWAB : (Kategori : Salah memahami maksud penulis)
Baca Matius 21:10-23 dan Markus 1:1-17
Kunci untuk memahami pertentangan di atas terletak pada
cerita Matius. Sesekali Matius menyusun penulisannya berdasar
topik dan bukan urutan waktu. (Perhatikan nomor di bawah) untuk
lebih jelasnya.
Dengan pemahaman ini, mungkin saja Matius hanya
bermaksud menghubungkan upaya pembersihan Bait Suci dengan
masuknya Yesus ke Yerusalem, walau pembersihan Bait Suci
memang baru dilakukan pada keesokan harinya. Matius 21:12
berkata kata bahwa "Yesus masuk ke Bait Allah" namun tidak
disebutkan begitu jelas apakah itu dilakukan begitu tiba di Yerusalem.
Baru pada ayat 17 dikatakan bahwa Ia meninggalkan Yerusalem
menuju Betania dan bermalam di situ. Markus 11:11 juga
menunjukkan bahwa Ia pergi ke Betania untuk bermalam, namun hal
itulah yang dilakukan oleh Yesus setiap malam selama seminggu itu
mereka berada di Yerusalem.
Matius 21:23 mengatakan : "Lalu Yesus masuk ke Bait Allah"
sama seperti pada Matius 21:12. namun Lukas 20:1 menceritakan
bahwa "pada suatu hari saat Yesus …. Ada di Bait Allah", yang
mana menunjukkan waktu yang tidak menyambung waktu pengutukan
pohon ara.
211
berdasar keterangan di atas, kemungkinan alurnya yaitu
sebagai berikut : Yesus datang ke Bait Suci (Bait Allah) saat Ia
dielu-elukan masuk ke Yerusalem, berkeliling di sana dan kemudian
beristirahat di Betania. Keesokan paginya Ia mengutuk pohon ara
dalam perjalanan ke Yerusalem (sehingga semua daun pada pohon ara
itu kering dan layu) lalu membersihkan Bait Suci saat Yesus tiba di
sana. Kemudian Yesus kembali lagi ke Betania malam itu, dan
mungkin sebab saat itu sudah hampir malam, pohon ara yang layu itu
tidak menjadi perhatian para murid-murid-Nya. Baru pada keesokan
paginya mereka melihat apa yang telah terjadi pada pohon ara
ini .
74) Matius 21:19 mengatakan bahwa pohon yang dikutuk oleh Yesus
menjadi kering sesaat itu juga, sedang Markus 11:20
menyebutkan bahwa itu baru terjadi keesokan harinya?
JAWAB : (Kategori : salah memahami maksud penulis)
21:19 Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, namun Ia
tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-
Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-
lamanya!" Dan sesaat itu juga keringlah pohon ara itu.
21:20 Melihat kejadian itu tercenganglah murid-murid-Nya, lalu
berkata: "Bagaimana mungkin pohon ara itu sekonyong-konyong
menjadi kering?" (Matius 21:19-20)
11:20 Pagi-pagi saat Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka
melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya.
212
11:21 Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia
berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu
sudah kering." (Markus 11:20-21)
Perbedaan ada dalam Matius dan Markus sehubungan
dengan pohon ara yang dikutuk Yesus, perlu dilihat dari cara mereka
mengurut materi masing-masing untuk menyusun kitabnya. Jika kita
melihat teknik penulisan yang digunakan Matius secara umum (seperti
yang dijelaskan pada nomor di atas) ia kadang kala menyusun cerita
lebih didasarkan pada urutan topik per topik dibandingkan mengurutkan
urutan kronologis waktu seperti yang dilakukan oleh Markus dan
Lukas.
Misalnya dalam Matius pasal 5-7, mengenai Khotbah di Bukit,
sangat jelas bahwa beberapa diantara Khotbah Yesus ini terjadi
pada saat yang berbeda, seperti halnya khotbah/ritual bahagia dalam
Lukas 6:20-49. Matius cenderung mengelompokkan isi/materinya
menurut tema-tema dalam suatu rangkaian logis. Contoh lainnya,
misalnya ada dalam Matius pasal 13 mengenai sederetan
perumpamaan-perumpamaan tentang Kerajaan Surga, dimana sesudah
diperkenalkan temanya, Matius lalu cenderung menceritakan
perumpamaan ini hingga kesudahannya.
sedang jika kita membaca kisah di atas dari sudut pandang
Markus, kita akan melihat kisahnya secara kronologis. Dalam Kitab
Markus diceritakan bahwa Yesus pergi ke Bait Suci pada hari Minggu
dan kembali ke sana pada keesokan Seninnya. Dari Markus 11:11-19
jelas dinyatakan bahwa Yesus tidak mengusir para pedagang
213
melainkan sampai hari Senin, sesudah ia mengutuk pohon ara (Markus
11:12-14)
Kesimpulannya, Matius merasa bahwa ia lebih efektif
mengelompokkan secara topikal perbuatan-perbuatan yang dilakukan
pada Minggu Siang dengan pengamatan awal pada Senin Siang.
sedang Markus memilih untuk menuliskan alur cerita berdasar
kronologisnya. Jadi, perbedaan-perbedaan diatas bukan merupakan
pertentangan, melainkan hanya menunjukkan perbedaan gaya yang
penulis gunakan dalam menyusun Kitab mereka masing-masing.
75) Dalam Matius 26:48-50 dikatakan Yudas datang dan mencium
Yesus, sedang dalam Yohanes 8:3-12 disebutkan Yudas tidak
dapat mendekati Yesus untuk menciumnya?
JAWAB : (Kategori : Salah mengutip ayat)
26:48 Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini
kepada mereka: "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah
Dia."
26:49 Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: "Salam
Rabi," lalu mencium Dia.
26:50 namun Yesus berkata kepadanya: "Hai teman, untuk itukah
engkau datang?" Maka majulah mereka memegang Yesus dan
menangkap-Nya. (Matius 26:48-50)
Yohanes 18:3-12
214
18:3 Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit
dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala
dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.
18:4 Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya,
maju ke depan dan berkata kepada mereka: "Siapakah yang kamu
cari?"
18:5 Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret." Kata-Nya kepada mereka:
"Akulah Dia." Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ
bersama-sama mereka.
18:6 saat Ia berkata kepada mereka: "Akulah Dia," mundurlah
mereka dan jatuh ke tanah.
18:7 Maka Ia bertanya pula: "Siapakah yang kamu cari?" Kata
mereka: "Yesus dari Nazaret."
18:8 Jawab Yesus: "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika
Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi."
18:9 Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah
dikatakan-Nya: "Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak
seorang pun yang Kubiarkan binasa."
18:10 Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang
itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan
telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.
18:11 Kata Yesus kepada Petrus: "Sarungkan pedangmu itu; bukankah
Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?"
18:12 Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga
yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu
Dia.
215
Tampaknya pertanyaan di atas telah ditampilkan sebagai suatu
pertentangan semu, sebab tidak satupun ayat dalam Yohanes yang
berkata kata (seperti yang dikemukakan oleh Shabbir) bahwa Yudas
tidak dapat berada di dekat Yesus itu tidak ada hubungannya dengan
apakah ia jadi mencium Yesus atau tidak. Tampaknya Shabbir terlalu
memaksakan pernyataan di atas. Bahwa Yohanes tidak menyebutkan
sebuah ciuman, bukan berarti bahwa Yudas tidak memakai
sebuah ciuman. Kita sering menemukan dalam kitab-kitab Injil bahwa
ada penulis yang dengan sengaja menuliskan informasi tertentu
sedang yang lainnya tidak. namun itu tidak berarti bahwa keduanya
bertentangan, melainkan sebagai saksi mata, mereka melihat peristiwa
dari maksud pandangan yang lain, sehingga mereka menuliskan
kesaksian-kesaksian berdasar apa yang mereka pandang penting
untuk dituliskan.
76) Apakah Yesus memikul salib-Nya sendiri (Yohanes 19:17) atau
tidak ? (Matius 27:31-32) atau Siapa orang yang memikul salib Yesus
menuju Tempat Tengkorak (Golgota)?
a. Simon Kirene (Markus 15:20-21; Matius 27:31-32; Lukas 23:26).
b. Yesus sendiri (Yohanes 19:17).
JAWAB : (Kategori : Salah mengartikan ayat, atau ayat dicocokkan
dengan pertimbangan sempit)
19:17 Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang
bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.
216
19:18 Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia
disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-
tengah. (Yohanes 19:17-18)
27:31 Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah
itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya.
Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.
27:32 saat mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan
seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa
untuk memikul salib Yesus. (Matius 27:31-32)
bandingkan dengan : Markus 15:20b-22
15:20b Kemudian Yesus dibawa ke luar untuk disalibkan.
15:21 Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang
Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota,
dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
15:22 Mereka membawa Yesus ke tempat yang bernama Golgota,
yang berarti: Tempat Tengkorak.
Yohanes 18:17 berkata kata bahwa Yesus memikul salibnya
sendiri ke tempat yang bernama "tempat tengkorak". sedang
Matius 27:31-32 mengatakan bahwa Ia disalibkan di Golgota namun
Simon dari Kirene lah yang dipaksa untuk memikul salibNya menuju
ke Golgota. Markus 15:20b-22 sama dengan Matius memberi
informasi tambahan bahwa Yesus mulai memikul salib sejak dari
istana Pilatus (Praetorium). sedang Simon, ia sedang berjalan dari
luar kota melintasi jalan yang dilalui oleh Yesus yang sedang memikul
217
salib. Ini menunjukkan bahwa Yesus telah melalui jalan yang cukup
jauh, mulai dari tempat Pilatus sampai di jalan ini . Saat itu,
kondisi Yesus teramat lemah akibat dicambuk dan disiksa, dan Ia
tidak sanggup lagi membawa salib yang berat sehingga Ia terjatuh dan
hampir tak mampu berjalan kedepan. Melihat hal ini, seorang pasukan
kemudian memaksa Simon untuk menggantikan Yesus membawakan
salibNya. Lukas 23:26 juga sepakat berkata kata bahwa Simon ditahan
untuk ganti memikul salib Yesus, sementara Yesus dibebaskan dari
pikulan.
saat mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang
bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu
diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil
mengikuti Yesus. (Lukas 23:26)
Dengan demikian tidak ada pertentangan, Yesus yang memulai
memikul salib namun kemudian Simon yang mengambil alih di tengah-
tengah perjalanan, sampai ke tempat tujuan.
Jawaban atas perbedaan ini sangatlah sederhana jika kita
melihat ke dalam konteks masing-masing ayat. Yesus telah
mengalami jam-jam siksaan fisik yang sangat traumatis bagi
tubuhnya. Mohon perhatikan ayat-ayat berikut ini yang diurutkan
menurut urutan siksaan-Nya dan perhatikanlah trauma fisik yang
diderita-Nya sebelum Ia tiba pada salib-Nya.
Berkeringat darah "Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-
sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang
bertetesan ke tanah." (Lukas 22:44).
218
Ia ditampar "saat Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang
berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: "Begitukah
jawab-Mu kepada Imam Besar?"
23
Jawab Yesus kepadanya: "Jijika
kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, namun jijika kata-Ku itu
benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (Yohanes 18:22-23).
Ia ditinju dan dipukul "Lalu mulailah beberapa orang meludahi Dia
dan menutupi muka-Nya dan meninju-Nya sambil berkata kepada-
Nya: "Hai nabi, cobalah terka!" Malah para pengawalpun memukul
Dia." (Markus 14:65).
Ia disesah "Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, namun Yesus
disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan." (Matius 27:26).
Mahkota duri di atas kepala-Nya dan dipukul kepala-Nya
"Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas
kepala-Nya, lalu memberi Dia sebatang buluh di tangan kanan-
Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-
olokkan Dia, katanya: "Salam, hai Raja orang Yahudi!"
30
"Mereka
meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke
kepala-Nya.
31
Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan
jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-
Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan
(Matius 27:29-31).
Orang terhukum harus memikul kayu salibnya sendiri ke
tempat penyaliban. Yesus memang memikul salib-Nya pada awalnya,
namun tidak sanggup membawanya terlalu jauh sesudah trauma fisik
219
yang baru saja Ia alami. Ia jatuh. Pada waktu jatuh itulah, tentara
Roma menyuruh Simon dari Kirene membawa salib-Nya ke Golgota.
77) Apakah Yesus mati sebelum tirai Bait Allah terbelah dua (Matius
27:50-51); Markus 15:37-38) atau sesudah nya ? (Lukas 23:45-46)
JAWAB : (Kategori : salah mengartikan ayat)
Matius 27:50-51
27:50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan
nyawa-Nya.
27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke
bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
Markus 15:37-38
15:37 Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan
nyawa-Nya.
15:38 saat itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke
bawah.
Lukas 23:45-46
23:45 sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua.
23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam
tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia
menyerahkan nyawa-Nya.
Ketiga kutipan di atas menunjuk kepada fakta bahwa pada saat
Yesus mati maka tirai Bait Allah (Bait Suci) terbelah dua. Apakah
hanya sebab Matius dan Markus menceritakan peristiwa kematian
Yesus lebih dulu dibandingkan terbelahnya tirai Bait Allah, sedang
220
Lukas sebaliknya, maka ayat-ayat diatas dapat dianggap saling
bertentangan? Justru Matius menggambarkan bahwa kedua peristiwa
terjadi "bersamaan" dan kedua penulis lainnya tidak menyangkal hal
ini.
Mereka semua setuju bahwa dua peristiwa di atas terjadi
secara berbarengan dan justru menjadi alasan yang kuat; sebab tirai
Bait Allah ini melambangkan batas pemisahan antara Allah dan
manusia. saat tirai ini terkoyak dengan matinya Sang Mesias,
maka manusia kini memiliki kembali kesempatan untuk tidak
dipisahkan (yang dulu terhilang oleh pengusiran Adam dari Hadirat
Allah di taman Eden) dan kini dipersatukan kembali dengan Allah.
78) Apakah Yesus mengatakan segala sesuatu secara terbuka kepada
semua orang (Yohanes 18:20) ataukah Ia hanya terbuka untuk murid-
murid-Nya ? (Markus 4:34; Matius 13:10-11)
JAWAB : (Kategori : Salah memahami konteks historis)
Jawab Yesus kepadanya: "Aku berbicara terus terang kepada dunia:
Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat
semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara
sembunyi-sembunyi. (Yohanes 18:20)
4:33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan
firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,
4:34 dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka,
namun kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara
tersendiri. (Markus 4:33-34)
221
13:10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya:
"Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam
perumpamaan?"
13:11 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui
rahasia Kerajaan Sorga, namun kepada mereka tidak. (Matius 13:10-
11)
Alasan orang-orang mengatakan bahwa Yesus bertentangan
delam hal berkata-kata secara tersembunyi atau terus terang
khususnya yang berhubungan dengan perumpamaan, yaitu sebab
kekurang-pahaman mereka terhadap isi cerita serta budaya yang
mendasarinya.
Jawaban pertanyaan ini membutuhkan pengerahuan yang
melatar-belakangi cerita ini, dan saya berharap penjelasan ringkas
disini dapat dimengerti. Sebelumnya, kita pahami dulu apa itu
perumpamaan?
Perumpamaan yaitu sebuah cerita yang menjelaskan,
menekankan atau mengilustrasikan suatu pengajaran, namun bukan
pengajaran itu sendiri. Yesus yaitu Rabbi (Guru) Yahudi. Dalam
tulisan para Rabbi ada ada hampir 4000 perumpamaan. Dan
sebagai seorang Rabbi, Yesus juga melakukan tradisi seperti ini. Ia
menginstruksikan ajaranNya melalui perumpamaan. Yesus
memakai cerita yang kaya yang diketahui oleh orang-orang
Yahudi tentang tanaman, binatang dan lain-lain. Oleh sebab itu,
perumpamaan-perumpamaan Yesus mudah dimengerti oleh para
pendengar-Nya.
222
Perumpamaan-perumpamaan itu bukan saja kaya imajinasi
namun juga halus, sehingga bisa dimengerti oleh orang-orang awam,
namun pada saat yang sama menyita dan memutar-mutar otak para
sarjana demi mendapatkan arti yang sedalam dan seluasnya untuk
perumpamaan. Jadi, Yesus seringkali memperjelas dan memperlebar
arti sebuah perumpamaan kepada para pengikut dan murid-murid
terdekat-Nya untuk menjawab keingintahuan mereka untuk
menginstruksikan pemahaman ajaran-ajaran yang lebih jauh lagi
kepada mereka, sebagaimana layaknya seorang guru Yahudi.
Hal ini dapat dilihat dari Markus 4:33-34, yang menyebutkan,
"Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan
firman kepada mereka (orang banyak) sesuai dengan pengertian
mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka,
namun kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara
tersendiri". (Mengajarkan lebih banyak lagi supaya mereka dapat lebih
mengerti dibandingkan dengan orang-orang banyak pada saat itu).
Artinya, perumpamaan bukanlah ajaran rahasia, dan juga
bukan merupakan pengetahuan yang hanya dapat diketahui oleh
sebagian orang yang benar-benar ingin mengetahui. Sangat tidak
masuk akal (dan tidak memiliki dasar sejarah) jika dikatakan bahwa
Yesus membingungkan banyak orang. Apalagi pengajaran
perumpamaan juga dikenal dalam tradisi Yahudi. Yesus berkeliling
berkhotbah dan memberi pengajaran dan perintah kepada orang
banyak. Jadi, saat Yesus diadili mengenai ajaran-Nya (Yohanes
18:20), maka Ia layak berkata " Aku selalu mengajar di rumah-rumah
ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku
223
tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi". Dan Yesus benar, bahwa
Dia tidak melempar batu sembunyi tangan.
Banyak orang menyenangi ajaran Yesus sebab banyak ajaran
moral dan perumpamaan yang bagus didalamnya, namun tidak banyak
orang yang mau mengikuti-Nya sebab harga yang harus dibayar
terlalu mahal (Lihat Lukas 9:57-61; 14:25-27,33). Dan hal oinilah
yang baru saja dipahami oleh para pengikutNya sebab mereka benar-
benar mengikuti Yesus. Rahasia kerajaan Surga yaitu seperti yang
dikatakan dan dijelaskan kepada murid-murid-Nya dalam Matius
13:10-11 "Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-
Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam
perumpamaan?" Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk
mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, namun kepada mereka tidak".
Rahasia ini intinya yaitu bahwa Yesus yaitu Tuhan,
Yesus yaitu Raja, Yesus yaitu Mesias, Yesus yaitu tokoh yang
dibicarakan oleh para Nabi, Yesus yaitu Juruselamat umat manusia,
Yesus yaitu Wahyu terbesar dari Tuhan, Dialah Alfa dan Omega
(Wahyu 21:6-8; 22:12-16), dan Dialah satu-satunya jalan menuju
Bapa di Surga.
Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, namun
barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup,
melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." (Yohanes 3:36)
Sebab upah dosa ialah maut; namun karunia Allah ialah hidup yang
kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Roma 6:23)
224
Firman-Nya bukan saja menyelamatkan manusia namun juga untuk
menghakimi mereka yang "mendengar namun tidak mengerti, melihat
namun tidak menanggapi" (Matius 13:14) terhadap mereka yang tidak
mau mengerti dan bertobat serta tunduk kepada Tuhan.
Amin.
79) Apakah Yesus sudah disalibkan (Markus 15:23) atau masih berada
di tempat Pilatus (Yohanes 19:14) pada jam enam saat penyaliban
terjadi?
JAWAB : (Kategori : Salah memahami konteks historis)
Markus 15:25-33
15:25 "Hari jam ketiga saat Ia disalibkan." (harfiah)
KJV, And it was the third hour, and they crucified him.
Interlinear, ên {waktu itu} de {adapun} hôra {jam} tritê {ketiga} kai
{saat } estaurôsan {mereka menyalibkan} auton {Dia}
Note : Markus memakai sistem waktu Yahudi :
jam ketiga yaitu jam 9:00 pagi WIB (pembagian waktu sekarang)
15:33 Pada jam keenam, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan
berlangsung sampai jam kesembilan. (harfiah)
KJV, And when the sixth hour was come, there was darkness over
the whole land until the ninth hour.
Interlinear, genomenês {saat tiba} de hôras {jam} hektês
{keenam} skotos {kegelapan} egeneto {datang} eph {atas} olên
{seluruh} tên gên {tanah} heôs {sampai} hôras {jam} ennatês
{kesembilan}
225
Note : Markus memakai sistem waktu Yahudi :
- jam keenam yaitu jam 12:00 siang WIB (pembagian waktu
sekarang)
- jam kesembilan yaitu jam 15:00 sore WIB (pembagian waktu
sekarang)
Yohanes 19:14
"Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam keenam. Kata
Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: 'Inilah rajamu!'" (harfiah)
KJV, And it was the preparation of the passover, and about the sixth
hour: and he saith unto the Jews, Behold your King!
Interlinear, ên {(itu) yaitu } de {adapun} paraskeuê {(hari
persiapan)} tou paskha {hari Paskah} hôra {jam} de {(itu) yaitu }
hôsei {kira-kira} hektê {keenam} kai {lalu} legei {ia berkata} tois
{kepada orang-orang} ioudaiois {Yahudi} ide {ini;ah} ho basileus
{Raja} humôn {mu}
Catatan : Yohanes memakai sistem waktu Romawi, jam ke-6
yaitu sama dengan jam 6:00 pagi WIB (waktu sekarang).
Seperti yang telah dijelaskan, kita dapat memahami bahwa
para penulis kitab Injil Sinoptik (Matius, Markus dan Lukas)
memakai sistem bilangan waktu yang berbeda dengan Yohanes.
Para penulis Injil sinoptik memakai sistem tradisional Ibrani (sistem
pembagian waktu Yahudi), demikian : Mulai perhitungan sistem
226
jam Yahudi : malam dibagi menjadi empat bagian masing-masing
lamanya tiga jam :
- Jaga pertama dihitung mulai matahari terbenam yaitu jam 18:00 -
21:00,
- Jaga kedua dari jam 21:00-24:00,
- Jaga ketiga dari jam 00:00 - 03:00,
- Jaga keempat dari jam 03:00 - 06:00.
Pagi & siang matahari terbit ± jam 06:00 WIB
Jam ke- 1, jam 07:00 WIB
Jam ke- 2, jam 08:00 WIB
Jam ke- 3, jam 09:00 WIB
Jam ke- 4, jam 10:00 WIB
Jam ke- 5, jam 11:00 WIB
Jam ke- 6, jam 12:00 WIB
Jam ke- 7, jam 13:00 WIB
Jam ke- 8, jam 14:00 WIB
Jam ke- 9, jam 15:00 WIB
Jam ke-10, jam 16:00 WIB
Jam ke-11, jam 17:00 WIB
Sebaliknya Yohanes memakai sistem perhitungan jam
menurut orang-orang romawi, yang "satu harinya dihitung mulai dari
tengah malam sampai dengan tengah malam berikutnya" seperti
sistem waktu yang kita pergunakan saat ini (Reff : Pliny the Elder
(natural History 2.77) dan Macrobius (Saturnalia 1.3) dapat
memberi informasi lebih banyak mengenai hal ini.
227
Jadi penyaliban Yesus yang dilaksanakan pada pukul 3
menurut perhitungan jam Yahudi, yaitu sama dengan jam 9:00 pagi
menurut perhitungan jam Romawi.
Jawaban di atas bukan asal memelintir, melainkan benar-benar
bahwa Yohanes memakai sistem hitungan waktu cara Romawi,
walaupun ia yaitu orang Yahudi, sama seperti Matius, Markus dan
Lukas. Injil Yohanes ditulis sesudah ketiga Injil sebelumnya telah
ditulis, yaitu sekitar tahun 90M. pada saat itu Yohanes sedang tinggal
di Efesus, yang menjadi ibukota propinsi Roma di Asia, sehingga ia
menjadi terbiasa memakai waktu berdasar cara orang-orang
Roma. Bukti lebih jauh dapat ditemukan dalam tulisan Yohanes 20:19
"saat hari sudah malam pada hari pertama minggu itu", itu berarti
hari minggu malam, sedang menurut orang Ibrani itu yaitu hari
berikutnya, sebab sebuah hari menurut sistem Yahudi pada waktu itu
yaitu dimulai pada saat matahari terbenam.
80) Dua orang penjahat yang disalibkan bersama Yesus, apakah
mereka turut menghujat Yesus (Markus 15:32) atau tidak ? (Lukas
23:43)
JAWAB : (Kategori : terlalu mengartikan ayat secara harfiah)
Baiklah Mesias, Raja Israel itu, turun dari salib itu, supaya kita lihat
dan percaya." Bahkan kedua orang yang disalibkan bersama-sama
dengan Dia mencela Dia juga. (Markus 15:32)
Lukas 23:39-43
228
23:39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia,
katanya: "Bukankah Engkau yaitu Kristus? Selamatkanlah diri-Mu
dan kami!"
23:40 namun yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau
takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman
yang sama?
23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima
balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, namun orang ini tidak
berbuat sesuatu yang salah."
23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, jika Engkau
datang sebagai Raja."
23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam
Firdaus."
Pertentangan semu di atas mempertegas apakah dari dua orang
penjahat yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus, kedua-duanya
ikut menghujat atau hanya salah-satunya saja?.
Markus 15:23 mengatakan bahwa kedua-duanya menghujat,
sedang Lukas 23:43 mengatakan, yang satu menghujat dan yang
lainnya membela Yesus. Tidak sulit untuk melihat apa yang sedang
terjadi pada saat itu. Pada awalnya emmang kedua penjahat itu sama-
sama menghujat Yesus, namun sesudah Yesus berdoa kepada Bapa, "Ya
Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka
perbuat" (Lukas 23:34), maka salah satu diantara mereka langsung
tersentuh hatinya dan berubah pikiran dan bertobat diatas kayu-salib,
sedang yang lainnya tetap sikapnya terus menghujat.
229
Ada sebuah pelajaran yang dapat kita tarik dari peristiwa ini,
yaitu bahwa Tuhan mengizinkan kita untuk bertobat setiap saat, tidak
pedulu kejahatan dan dosa apapun yang kita perbuat. Kedua penjahat
ini merupakan gambaran bagi kita semua. Beberapa diantara kita
saat berhadapan dengan Kristus terus saja menolak dan menghujat
Dia, sedang yang lainnya mengakui bahwa mereka yaitu orang
berdosa dan meminta ampun kepadaNya. Kabar baiknya yaitu
bahwa sama seperti penjahat di kayu salib itu, kita dapat diampuni dan
dibebaskan dari kesalahan kita, bahkan saat sedang "menghadapi
kematian" sekalipun.
81) Apakah Yesus naik ke Surga/Firdaus pada hari yang sama dengan
peristiwa Penyaliban (Lukas 23:43) atau dua hari sesudah penyaliban ?
(Yohanes 20:17)
JAWAB :
(Kategori : Salah memahami cara Tuhan bekerja dalam sejarah)
Lukas 23:43
Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari
ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam
Firdaus."
KJV, And Jesus said unto him, Verily I say unto thee, To day shalt
thou be with me in paradise.
Interlinear, kai {dan} eipen {Dia berkata} autô {kepadanya} ho iêsous
{Yesus} amên {amin (sesungguhnya)} legô {Aku berkata} soi
{kepadamu} sêmeron {hari ini} met {bersama} emou {Aku} esê
{engkau ada} en {didalam} tô paradeisô {Firdaus}
230
Yohanes 20:17
Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab
Aku belum pergi kepada Bapa, namun pergilah kepada saudara-
saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan
pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."
Interlinear, legei {berkata} autê {kepadanya} ho iêsous {Yesus} mê
{janganlah} mou {Aku} aptou {engkau memegang} oupô {masih
belum} gar {sebab} anabebêka {Aku naik} pros {kepada} ton patera
{Bapa} mou {Ku} poreuou {pergilah} de {namun } pros {kepada} tous
adelphous {saudara-saudara} mou {Ku} kai {dan} eipe {katakanlah}
autois {kepada mereka} anabainô {Aku naik} pros {kepada} ton
patera {Bapa} mou {Ku} kai {dan} patera {Bapa} humôn {mu} kai
{juga} theon {Allah} mou {ku} kai {dan} theon {Allah} humôn
{mu}
Anggapan bahwa Yesus bertentangan (atau kitab Injil saling
bertentangan) dalam hal naik ke Sorga atau tidaknya sesudah kematian-
Nya di kayu salib berdasar asumsi yang terkait dengan "Firdaus",
disamping itu masalah kontekstualisasi.
Yesus berkata kepada penjahat yang disalibkan disebelah-Nya:
"sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan
Aku di dalam Firdaus". Ini tentu benar walaupun penjahat itu mati
pada hari yang sama di bumi ini, namun di Firdaus "hari ini" dapat
berarti hari apa saja di bumi, sebab waktu di alam akhirat lain
dimensinya dari waktu dunia.
231
Yesus berkata kepada Maria Magdalena bahwa Ia belum
"naik" (Yunani, "anabaino") kepada Bapa-Nya, namun kata ini
juga dapat berarti Ia belum "pulang" kepada Bapa-Nya.
Sebelum bumi ini terbentuk, yesus ada bersama-sama dengan
Allah, dan Ia yaitu Allah (Yohanes pasal 1 dan Filipi 2:6-11). namun
kemudian Ia meninggalkan seluruh kemuliaanNya (kenosis) dan
menjadi manusia sepenuhnya sekaligus Allah sepenuhnya dalam
dunia ini. PerkataanNya "Aku belum pergi kepada Bapa" tidak
menghilangkan kemungkinan bahwa Ia berada di Surga pada saat
antara kematian dan kebangkitanNya menurut "waktu manusia"
(Walaupun di Surga tidak memiliki ikatan waktu). Saya akan berikan
satu kalimat analogi untuk menjelaskan hal ini meskipun tidak bisa
sempurna : saya pergi ke rumah asal saya dan tempat dimana saya
tumbuh tanpa harus kembali kesana. Kembali disini berarti saya
pindah dan tinggal di tempat asal saya.
namun untuk pemahaman yang lebih tepat tentang ayat ini, kita
harus berurusan dengan konteksnya "Janganlah engkau memegang
Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, namun pergilah kepada
saudara-saudara-Ku …" dalam konteksnya dapat berarti, "jangan
menahan Aku, Maria – Aku belum meninggalkanmu. Kamu masoh
akan melihat-Ku lahi. namun sekarang, Aku ingin kamu pergi dan
memberitahukan kepada murid-muridKu bahwa Aku akan segera
pergi kepada BapaKu, namun belum sekarang ini".
Baik Kristen maupun Islam, sama-sama percaya kepada
kebangkitan tubuh, dan kehidupan di Akhirat. Lukas berkata kata
bahwa Yesus telah mati dan Roh-Nya naik ke Firdaus, bandingkan
dengan ayat ini : Lukas 23:46
232
Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-
Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia
menyerahkan nyawa-Nya.
namun , Yohanes mengatakan bahwa tubuh Yesus dibangkitkan
dari kematian, dan dalam keadaan seperti itu Ia belum naik kepada
Bapa-Nya. Faktor waktulah yang membuat pernyataan di atas terkesan
paradoks, namun sesungguhnya kedua ayat ini tidak saling
bertentangan.
82) Paulus dalam perjalanannya ke Damaskus melihat cahaya dari
langit dan mendengar sebuah suara. Apakah orang-orang yang ikut
bersamanya juga mendengar suara itu (Kisah 9:7) atau tidak? (Kisah
22:9)
JAWAB : (Kategori : salah paham tentang penggunaan bahasa Yunani
atau ayat dipahami secara sempit)
Kisah Para Rasul 9 tidak menulis bahwa mereka mendengar
suara "Yesus", namun "mendengar suara" saja. Ayat di bawah ini
sama sekali tidak memuat "Yesus".
Kisah Para Rasul 9:7
Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, sebab
mereka memang mendengar suara itu, namun tidak melihat seorang
jugapun.
KJV, "And the men which journeyed with him stood speechless,
hearing a voice, but seeing no man."
233
Interlinear, oi de {dan} andres {orang-orang} oi {yang} sunodeuontes
{melakukan perjalanan} autô {dengannya} eistêkeisan {mereka
berdiri} enneoi {tidak berkata-kata} akouontes {mendengar} men
{sesungguhnya} tês phônês {suara} mêdena {tidak seorang pun} de
{namun } theôrountes {melihat}
Catatan:
tandai khusus ungkapan "mendengar suara" dan "tidak melihat"
Bandingkan dengan terjemahan ini
ORTHJBC, "And the anashim traveling with Rav Sha'ul had stood
speechless, hearing [Sha'ul's] voice but seeing no one."
Catatan:
ORTHJBC (The Orthodox Jewish Brit Chadasha) membubuhi
keterangan suara Saul, namun naskah asli tidak menulis demikian.
Jelas sekali bahwa mereka mendengar suara Paulus berkata, "Siapakah
Engkau, Tuhan?" namun tidak melihat Paulus 'ngomong dengan siapa.
Kisah Para Rasul 22:9,
Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, namun
suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar.
KJV, And they that were with me saw indeed the light, and were
afraid; but they heard not the voice of him that spake to me.
Interlinear, oi {yang} de {dan} sun {bersama} emoi {-ku} ontes [
{ada} to {yang} men {sesungguhnya} phôs {cahaya} etheasanto
{mereka melihat} kai {dan} emphoboi {takut} egenonto {mereka
menjadi} tên de {namun } phônên {suara} ouk {tidak} êkousan
{mereka mendengar} tou {yang} lalountos {berbicara} moi
{kepadaku}
234
Catatan:
Anda menandai khusus ungkapan "melihat cahaya" dan "tidak mereka
dengar".
Coba Anda kaji dengan teliti, kedua ayat di atas sama sekali
tidak bertentangan. Walaupun kata Yunani yang persis sama
digunakan untuk kedua kejadian ini (yaitu, 'akouô') namun kata ini
memiliki 2 makna yang berbeda, yaitu mereka mendengar suaranya
('akouô') suara Paulus berkata, "Siapakah Engkau, Tuhan?", namun
mereka tidak mendengar suara Yesus yang berbicara dengan Paulus.
Mereka melihat cahaya namun tidak melihat orang lain di sana selain
dari mereka sendiri. Paulus sebaliknya, mendengarkan dan
memahaminya. Maka tidak ada kontradiksi apapun.
83) saat Paulus melihat cahaya dan jatuh ke tanah, apakah teman-
teman seperjalanannya juga jatuh (Kisah Para Rasul 26:14) atau tidak
jatuh ke tanah ? (Kisah Para Rasul 9:7)
JAWAB : (Kategori : salah memahami penggunaan bahasa Yunani
atau ayat dipahami secara sempit)
Kisah Para Rasul 9:7
Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, sebab
mereka memang mendengar suara itu, namun tidak melihat seorang
jugapun.
KJV, And the men which journeyed with him stood speechless,
hearing a voice, but seeing no man.
Interlinear, oi de {dan} andres {orang-orang} oi {yang} sunodeuontes
{melakukan perjalanan} autô {dengannya} eistêkeisan {mereka
235
berdiri} enneoi {tidak berkata-kata} akouontes {mendengar} men
{sesungguhnya} tês phônês {suara} mêdena {tidak seorang pun} de
{namun } theôrountes {melihat}
Kisah Para Rasul 26:14
Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang
mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa
engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah
rangsang.
KJV, And when we were all fallen to the earth, I heard a voice
speaking unto me, and saying in the Hebrew tongue, Saul, Saul, why
persecutest thou me? it is hard for thee to kick against the pricks.
Interlinear, pantôn {semua} de {dan} katapesontôn {saat rebah}
hêmôn {kami} eis {ke} tên gên {tanah} êkousa {aku mendengar/ aku
mengerti} phônên {suara} lalousan {berkata} pros {kepada} me {ku}
kai {dan} legousan {mengatakan} tê ebraidi {Ibrani} dialektô {dalam
bahasa} saoul {Saulus} saoul {Saulus} ti {mengapa} me {Aku}
diôkeis {engkau menganiaya?} sklêron {sukar} soi {bagimu} pros
{ke} kentra {galah-galah untuk menghalau} laktizein {menendang}
Shabbir Ally, pendebat dari Islam mau memaksakan kesimpulan
bahwa ayat dalam Kisah 9:7 harus menegaskan "jatuh" atau "tidak
jatuhnya" teman-teman seperjalanan Paulus.
Kisah 26:14 menyebutkan bahwa mereka semua jatuh ke tanah
saat ada cahaya memancar ke sekeliling, sebelum terdengar suara.
Sebaliknya Kisah 9:7 hanya mengatakan bahwa teman-teman Saulus
236
"termangu-mangu/tidak dapat berkata-kata" sesudah suara itu terdengar
(tidak ada urusannya dengan jatuh/tidaknya). namun , sebab mereka
memang jatuh tanpa ada ayat yang menyanggahnya, maka ada cukup
waktu bagi mereka untuk berdiri sementara suara itu berbicara kepada
Saulus, apalagi sebab perkataan suara ini tidak ditujukan kepada
mereka.
Sebaliknya bagi Saulus, ia tahu bahwa suara ini ditujukan
kepadanya sehingga ia menjadi takut dan tiba-tiba tersadar bahwa ia
telah begitu lama menyiksa dan membunuh para pengkut Yesus
Kristus. Sebelumnya, ia berpikir bahwa ia melayani Tuhan dengan
membunuh mereka, padahal kenyataannya tidak. Kesadaran yang
menakutkan seperti inilah yang membuat orang, termasuk Saulus,
tetap tersungkur di tanah lebih lama dibandingkan teman-temannya.
84) Apakah suara itu memberitahukan Paulus apa yang harus
dikerjakannya, saat ia masih berbaring di tanah (Kisah 26:16-18),
ataukah ia diperintahkan untuk pergi ke Damaskus untuk mengetahui
apa yang harus ia kerjakan? (Kisah 9:7, 22:10)
JAWAB : (Kategori : salah memahami konteks historis)
26:16 namun sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan
diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi
tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang
apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti.
26:17 Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari
bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka,
237
26:18 untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari
kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya
mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa
dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang
yang dikuduskan. (Kisah 26:16-18)
Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, sebab
mereka memang mendengar suara itu, namun tidak melihat seorang
juga pun. (Kisah 9:7)
22:10 Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata
Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan
diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu.
22:11 Dan sebab aku tidak dapat melihat oleh sebab cahaya yang
menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang
tanganku dan menuntun aku ke Damsyik. (Kisah 22:10-11)
Seperti yang kita baca dengan jelas pada Kisal pasal 9 dan
pasal 22, Paulus memang diberitahukan tugas-tugasnya di Damaskus.
Tapi dalam Kisah pasal 26, konteksnya berbeda. Pada bagian ini,
tampak bahwa Paulus tidak mempermasalahkan kronologis dan urutan
tempat kejadian, sebab ia berbicara kepada orang-orang yang telah
mendengar ceritanya. Dalam Kisah 9:1-31, Lukas, penulis kitab Kisah
Para Rasul menceritakan tentang pertobatan Paulus.
238
85) Apakah Yudas membeli sebuah tanah dengan uang kotor hasil
pengkhianatannya terhadap Yesus (Kisah 1:18 ) atau ia melemparkan
uang ini ke dalam Bait Allah? (Matius 27:5)
JAWAB : (Kategori : Salah memahami maksud penulis)
Kisah 1:18
-- Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya,
lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi
perutnya tertumpah ke luar.
Matius 27:5
Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu
pergi dari situ dan menggantung diri.
Pertentangan semu di atas menanyakan "Apa yang dilakukan
oleh Yudas dengan hasil uang mengkhianati Yesus?" Kisah 1:18
meyatakan bahwa Yudas membeli sebidang tanah, sedang Matius
27:5 dikatakan bahwa uang itu dilempar ke dalam Bait Allah yang
kemudian digunakan oleh para imam-imam untuk membeli sebidang
tanah. namun dengan sedikit penyidikan, ternyata kalimat dalam ayat
yang satu merupakan ringkasan dari kalimat dari ayat lainnya.
Matius 27:1-10 menggambarkan secara detail peristiwa yang
terjadi pada pengkhianatan Yudas terhadap Yesus, serta keabsahannya
sebagai bagian dari penggenapan Kitab Suci. Khususnya, Matius
mengutip kitab Zakharia 11:12-13 yang dianggap sebagai penjelasan
dari nubuatan yang ada dalam Kitab Yeremia 19:1-13 dan
Yeremia 32:6-9.
239
sedang dalam Kisah 1:18-19, Lukas menggambarkan
kesimpulan ringkas yang telah diketahui oleh orang banyak, sebagai
penjelasan dari ritual Petrus di kalangan orang-orang percaya.
Ilustrasi keadaan ini dapat dilihat pada ayat 19 yang mengatakan "Hal
itu diketahui oleh semua penduduk Yerusale
.jpeg)
