ia
tidak pernah menyombongkan kelebihannya itu. Ia
tahu bahwa pikirannya itu yaitu karunia dari
Tuhan. Thomas yaitu
seorang dari sembilan
bersaudara. Orangtuanya
berharap agar suatu hari
kelak ia menjadi seorang
pemimpin biara Benediktin.
Kastil keluarganya berada di
Rocca Secca, sebelah utara
Monte Cassino di mana para
biarawan Benediktin tinggal.
Pada usia lima tahun,
Thomas dikirim ke biara
ini untuk memperoleh
pendidikan. saat usianya
delapanbelas tahun, ia pergi ke Naples untuk
melanjutkan pendidikannya. Di sana ia bertemu
dengan suatu kelompok religius baru yang disebut
sebagai Ordo Para Pengkhotbah. Pendiri mereka, St.
Dominikus, masih hidup kala itu. Thomas tahu
bahwa ia ingin menjadi seorang imam. Ia merasa
bahwa ia dipanggil untuk bergabung dengan
905
kelompok ini yang kelak lebih dikenal dengan
sebutan “Dominikan”. Orangtuanya amat marah
kepadanya. saat sedang dalam perjalanan ke Paris
untuk belajar, saudara-saudaranya menculiknya.
Mereka mengurungnya di salah satu kastil keluarga
mereka selama lebih dari satu tahun. Selama masa
itu, mereka melakukan segala daya usaha untuk
membuat Thomas mengubah pendiriannya. Seorang
saudarinya juga datang untuk membujuknya agar
melupakan panggilannya. namun Thomas berbicara
demikian indahnya tentang sukacita melayani
Tuhan, sehingga saudarinya itu mengubah
pendapatnya. Saudarinya itu bahkan memutuskan
untuk mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan
sebagai biarawati. sesudah limabelas bulan lamanya,
pada akhirnya Thomas diberi kebebasan untuk
memenuhi panggilannya.
St. Thomas menulis demikian indah tentang
Tuhan sehingga orang-orang dari seluruh dunia telah
mempergunakan tulisan-tulisannya selama beratus-
ratus tahun. Penjelasannya tentang Tuhan dan
tentang iman berasal dari cintanya yang amat
mendalam kepada Tuhan. Ia seorang yang apa
adanya sebab ia tidak sedang berusaha untuk
membangkitkan kesan kepada siapa pun. Yang ia
inginkan dengan segenap hatinya yaitu
mempersembahkan karunia hidupnya kepada Yesus
dan kepada Gereja. St. Thomas merupakan salah
seorang dari Pujangga Gereja terbesar.
Sekitar akhir tahun 1273, Paus Gregorius X
meminta Thomas untuk ambil bagian dalam suatu
pertemuan penting Gereja yang disebut Konsili Lyon.
saat sedang dalam perjalanannya ke sana,
Thomas jatuh sakit. Ia harus menghentikan
perjalanannya dan tinggal di sebuah biara di
Fossanova, Italia, di mana akhirnya ia wafat. Hari itu
906
yaitu tanggal 7 Maret 1274. Usianya baru
empatpuluh sembilan tahun. St. Thomas dinyatakan
kudus pada tahun 1323 oleh Paus Paulus II; Paus
Pius V memberinya gelar Pujangga Gereja pada
tahun 1567; Paus Leo XIII memberinya gelar
mahaguru dari segala doktor akademik pada tahun
1879 dan pelindung semua universitas, perguruan
tinggi, dan sekolah pada tahun 1880.
Thomas Aquinas (1225-1274); filsuf dan
teolog, Pujangga Gereja dan pelindung kaum
ilmiawan, khususnya ahli teologi. L: seorang
biarawan Dominikan dengan bintang pada
dadanya dan artikel dalam tangannya; P: 28
Januari
SANTO THOMAS BECKET (1118-29
Desember 1170)
Thomas Becket dilahirkan pada tahun 1118 di
London, Inggris. sesudah kedua orangtuanya
meninggal dunia, ia pergi
untuk bekerja di sebuah
kantor. Sebagai seorang
pemuda, ia suka pergi
berburu dan melakukan
kegiatan olah raga lainnya.
saat usianya sekitar
duapuluh empat tahun,
Thomas mendapatkan
pekerjaan di Keuskupan
Agung Canterbury. Ia mulai
tertarik untuk menjadi
seorang imam. Thomas
seorang pemuda yang
tampan, amat cerdas dan pandai bergaul. Sebentar
saja, ia telah menjadi kesayangan Raja Henry II
sendiri. Orang mengatakan bahwa raja dan Thomas
memiliki hanya satu hati dan satu pikiran - seperti
layaknya sepasang sahabat kental. saat Thomas
907
berusia tigapuluh enam tahun, Raja Henry
menjadikannya ketua parlemen.
Sebagai ketua parlemen Inggris, Thomas
memiliki rumah yang besar dan hidup dalam
kemewahan. Namun demikian, ia sungguh murah
hati kepada orang-orang miskin. Ia seorang yang
cepat marah, tapi ia melakukan banyak matiraga
juga secara diam-diam. Ia melewatkan berjam-jam
lamanya dalam doa, bahkan seringkali hingga larut
malam.
saat Uskup Agung Canterbury wafat, raja
menghendaki paus memberikan jabatan ini
kepada Thomas. Itu berarti bahwa Thomas harus
ditahbiskan menjadi seorang imam. namun , Thomas
mengatakan secara terus terang kepada raja bahwa
ia tidak ingin menjadi Uskup Agung Canterbury. Ia
sadar sepenuhnya bahwa jabatan itu akan
menempatkannya dalam konflik langsung dengan
Raja Henry II. Thomas tahu bahwa ia akan harus
membela Gereja dan bahwa itu berarti masalah.
“Kasih baginda kepadaku akan berubah menjadi
kebencian,” demikian ia memperingatkan Henry.
Raja tidak peduli, dan Thomas ditahbiskan menjadi
iman dan kemudian menjadi uskup pada tahun
1162. Pada mulanya, segala sesuatu berjalan lancar
seperti sedia kala. Namun demikian, segera saja raja
mulai menuntut uang yang dirasa Thomas tidak
pada tempatnya dirampas dari Gereja. Raja semakin
dan semakin geram terhadap mantan sahabatnya.
Akhirnya, ia mulai memperlakukan Thomas dengan
buruk. Sesaat, Thomas tergoda untuk sedikit
mengalah. namun kemudian ia mulai sadar akan
betapa besar keinginan Raja Henry untuk
mengendalikan Gereja. Thomas sungguh menyesal
bahwa ia bahkan pernah berpikiran untuk mengalah
kepada raja. Ia mohon ampun atas kelemahannya
908
itu dengan bermatiraga, dan kemudian ia menjadi
lebih tegas dari sebelumnya.
Suatu hari, raja teramat murka. “Tak adakah
seorang pun yang dapat mengenyahkan uskup
agung ini dari hadapanku?” Beberapa perwiranya
menganggapi hal ini secara serius. Mereka
bermufakat untuk menghabisi uskup agung. Mereka
menyerang Thomas di katedralnya sendiri. Dalam
sakrat maut, bapa uskup mengatakan, “Demi nama
Yesus dan demi membela Gereja, aku bersedia
mati.” Hari itu tanggal 29 Desember 1170. Segenap
umat Kristiani di seluruh penjuru dunia terkejut
ngeri atas perbuatan yang begitu keji itu. Paus
Alexander III menegur raja bahwa ia secara pribadi
bertanggung jawab atas pembunuhan uskup agung.
Mukjizat-mukjizat mulai terjadi di makam Uskup
Agung Thomas. Ia dimaklumkan sebagai santo oleh
paus yang sama pada tahun 1173.
P: 29 Desember
THOMAS GARNET SJ (1575-1608)
Salah seorang martir yang meninggal sebagai
saksi iman di Inggris.
P: 29 Desember
SANTO THOMAS
MORE (1477-6
Juli 1535)
Thomas More
yaitu seorang
pengacara dan penulis
yang terkenal. Ia
dilahirkan di London
pada tahun 1477.
909
Ayahnya seorang pengacara dan juga hakim.
Thomas amat berterima kasih kepada ayahnya oleh
sebab ia penuh kasih sayang, namun tidak
memanjakannya.
Isteri pertama Thomas, Jane Colt, meninggal
dalam usia muda. More ditinggal sendirian bersama
keempat anak mereka yang masih kecil. Thomas
menikah lagi dengan seorang janda, seorang wanita
sederhana yang bahkan tidak dapat membaca dan
menulis. Suaminya berusaha mengajarinya dengan
sabar. Thomas menjadikan kehidupan rumah
tangganya menyenangkan bagi seluruh anggota
keluarga, sebab ia seorang yang amat
menyenangkan. Pada waktu makan, salah seorang
anak akan membacakan Kitab Suci. Kemudian
mereka bercakap-cakap dan bersendau gurau. St.
Thomas kerap mengundang para tetangga yang
miskin untuk bersantap bersama mereka. Ia
senantiasa membantu mereka yang miskin selama ia
mampu. St. Thomas suka menggembirakan hati
para tamunya dengan kejutan-kejutan
menyenangkan. Ia bahkan memelihara beberapa
ekor monyet lucu di rumahnya.
Sedikit saja yang dapat membayangkan
betapa mendalam kehidupan rohaninya. St. Thomas
berdoa beberapa jam lamanya tengah malam dan
juga melakukan mati raga. Ia sungguh sadar bahwa
menjadi seorang Kristen sejati membutuhkan
rahmat serta pertolongan dari Tuhan. Thomas
menduduki berbagai jabatan penting dalam
pemerintahan. Selama tiga tahun, ia menjabat
sebagai penasehat negara, istilah lain bagi perdana
menteri. Henry VIII biasa melingkarkan tangannya
ke pundak Thomas sebagai tanda kasih kepadanya.
Namun demikian, meskipun orang kudus kita ini
seorang pejabat negara yang sangat setia, ia
910
menempatkan kesetiaannya kepada Tuhan di atas
segala-galanya. saat raja mencoba membuatnya
melanggar hukum Tuhan, Thomas menolak. Henry
ingin menceraikan isterinya agar dapat menikah
dengan seorang wanita lain. namun , Bapa Suci tidak
dapat memberi ijin seperti itu, sebab hal demikian
melanggar hukum Tuhan. Raja Henry seorang yang
keras kepala, akhirnya ia meninggalkan Gereja. Ia
menghendaki semua orang menghormatinya sebagai
kepala Gereja di Inggris. Thomas tidak dapat
melakukan hal demikian. Ia memilih untuk tetap
setia kepada iman Katolik dan kepada Tuhan. sebab
itu, St. Thomas dijatuhi hukuman mati. St. Thomas
mengampuni para hakim. Ia bahkan mengatakan
berharap untuk berjumpa dengan mereka di surga.
Dan ia sungguh bermaksud demikian.
Di tempat pelaksanaan hukuman mati, di
mana ia akan digantung, St. Thomas mencium pipi
algojo. Kemudian ia bergurau, mengatakan bahwa
janggutnya janganlah sampai terpotong sebab
janggutnya itu tidak bersalah. St. Thomas wafat
sebagai martir pada hari Selasa, tanggal 6 Juli 1535,
dalam usia lima puluh tujuh tahun. Bersama
sahabatnya, Uskup Yohanes Fisher, Sir Thomas More
dinyatakan kudus oleh Paus Pius XI pada tahun
1935.
Thomas Moore (1478-1535), ayah,
negarawan, sastrawan dan martir kebebasan
hati nurani terhadap kesewenang-wenangan
pemerintah Inggris; P: 22 Juni
“Tidak suatu pun terjadi jika bukan kehendak Tuhan.
Dan aku sungguh yakin bahwa segala yang terjadi,
sungguh pun buruk tampaknya, yaitu sungguh benar
yang terbaik.” ~ St. Thomas More
911
SANTO THOMAS, RASUL († 72)
Thomas yaitu salah satu dari keduabelas
rasul Yesus. Namanya dalam bahasa Syria berarti
“kembar”. St. Thomas sangat mengasihi Yesus,
meskipun pada mulanya ia kurang percaya. saat
Yesus harus pergi menghadapi bahaya mati dibunuh
oleh para musuh-Nya, para murid yang lain
berusaha mencegah kepergian-Nya. namun , St.
Thomas berkata kepada mereka, “Marilah kita pergi
juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.”
saat Yesus ditangkap, Thomas kehilangan
keberaniannya. Ia melarikan diri bersama para rasul
yang lain. Hatinya hancur oleh rasa duka atas
wafatnya Kristus yang dikasihinya. Kemudian, pada
hari Minggu Paskah, Yesus menampakkan diri
kepada para rasul-Nya sesudah Ia bangkit dari antara
orang mati. Waktu itu Thomas tidak bersama
mereka. Begitu ia datang, para rasul yang lain
menceritakan padanya dengan penuh sukacita,
“Kami telah melihat Tuhan!” Mereka pikir Thomas
akan ikut bergembira bersama mereka. namun ,
Thomas tidak percaya. “Sebelum aku melihat bekas
912
paku pada tangan-Nya,” demikian katanya, “dan
sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas
paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam
lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”
Delapan hari kemudian, Yesus kembali
menampakkan diri kepada para rasul. Kali ini,
Thomas juga ada bersama mereka. Yesus
memanggilnya dan memintanya untuk mencucukkan
jarinya ke dalam luka di tangan-Nya dan luka di
lambung-Nya. St. Thomas yang malang! Ia jatuh
tersungkur di kaki Gurunya sambil berseru, “Ya
Tuhanku dan Allahku!” Kemudian kata Yesus,
“sebab engkau telah melihat Aku, maka engkau
percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat,
namun percaya.” Sesudah hari raya Pentakosta,
Thomas menjadi kuat serta teguh dalam iman dan
kepercayaannya kepada Yesus. Menurut tradisi, St.
Thomas pergi mewartakan Injil hingga ke India.
sesudah mempertobatkan banyak orang, ia wafat
sebagai martir di sana.
Thomas († 72), Rasul dan martir; A: kembar
(H); B: Tom, Tommy; L: seorang Rasul yang
menyentuh luka-luka Yesus; P: 3 Juli.
SANTO THOMAS dari VILLANOVA (1488-
1555)
Thomas
dilahirkan di Spanyol
pada tahun 1488. Dari
orangtuanya yang baik
hati, ia belajar
bermurahhati kepada
mereka yang miskin. Ia
pandai di sekolah dan
sesudah menamatkan
pendidikannya, ia
913
menjadi seorang dosen filsafat. Kemudian ia
menggabungkan diri dengan Ordo Agustinian.
sesudah ditahbiskan sebagai imam, kepada Thomas
dipercayakan banyak tanggung jawab yang penting.
Akhirnya, ia diangkat sebagai Uskup Agung Valencia.
Para imam berusaha meyakinkannya untuk
mengganti jubah usangnya yang penuh tambalan
dengan jubah yang lebih pantas. namun , St Thomas
mengatakan kepada mereka bahwa jubah usang
tidak ada hubungannya dengan tugas kewajibannya.
Ia memenuhi kebutuhan rohani umatnya dengan
baik. Setiap hari ia memberi makan ratusan fakir
miskin. saat menerima sejumlah besar uang untuk
membeli perabot bagi kediamannya, St Thomas
memberikannya kepada rumah sakit, katanya, “Apa
gunanya perabot bagi seorang biarawan miskin
seperti aku?” Tak heran ia dijuluki “bapa kaum
miskin”!
St Thomas menaruh belas kasihan kepada
para pendosa pada masa kebanyakan orang tidak
bersikap demikian Sekali peristiwa, saat ia
berusaha mendorong seorang untuk berubah dari
cara hidup dosa, laki-laki itu dengan marah
menghinanya dan meninggalkan ruangan dengan
kasar. “Ini salahku,” kata uskup agung yang rendah
hati itu. “Aku berbicara kepadanya dengan agak
sedikit terlalu keras.” Tak pernah ia mengijinkan
siapapun juga mengkritik orang yang tidak berada di
sana. “Pastilah ia punya alasan tepat melakukan apa
yang ia lakukan,” demikian biasa dikatakannya.
“Aku, seorang di antaranya, yang percaya akan hal
itu.” Sebelum wafatnya, St Thomas dari Villanova
membagi-bagikan segala yang ia miliki kepada fakir
miskin. Ia bahkan memerintahkan agar tempat
tidurnya dikirimkan ke penjara agar dapat
dipergunakan para tahanan. St Thomas wafat pada
914
tahun 1555. Ia dimaklumkan kudus oleh Paus
Alexander VII pada tahun 1658.
L: seorang uskup memegang domba dan
dikelilingi oleh pengemis-pengemis; P: 22
September
TILO, TIL atau TILLON († 702)
Pada masa mudanya dijual sebagai budak-
belian, namun kemudian ditebus oleh Santo Eligius.
Lalu ia menjadi tukang mas, biarawan dan abbas di
Belgia. Menjelang akhir hidupnya ia mengundurkan
diri untuk hidup bertapa.
P: 7 Januari
SANTO TIMOTIUS († 97)
Selain menjadi orang kudus dan uskup pada
masa Gereja Perdana, St. Timotius dan St. Titus
memiliki sesuatu yang istimewa.
Mereka berdua menerima karunia
iman melalui pewartaan St. Paulus.
Timotius dilahirkan di Listra
di Asia Kecil. Ibunya yaitu seorang
Yahudi dan ayahnya bukan. saat
St. Paulus datang untuk
mewartakan Injil di Listra, Timotius,
ibu serta neneknya, semuanya
menjadi pengikut Kristus. Beberapa
tahun kemudian, Paulus kembali lagi
ke Listra dan bertemu dengan
Timotius yang sudah tumbuh
dewasa. Paulus merasa bahwa
Timotius dipanggil oleh Tuhan untuk
915
menjadi seorang pewarta Injil. Paulus mengajaknya
bergabung dengannya untuk mewartakan Injil.
Jadi demikianlah, Timotius meninggalkan
rumah dan keluarganya untuk mengikuti Paulus.
Segera juga ia mengalami penderitaan sama seperti
yang dialami oleh Paulus. Mereka berdua merasakan
sukacita yang besar dalam mewartakan Sabda
Tuhan kepada banyak orang. Timotius yaitu murid
kesayangan rasul besar ini, sudah seperti anaknya
sendiri. Timotius pergi kemana pun Paulus pergi,
hingga ia menjadi Uskup Efesus. Timotius tinggal di
Efesus untuk menggembalakan jemaat-Nya. Sama
seperti St. Paulus, Timotius juga wafat sebagai
martir.
Timotius († 97), uskup dan martir; A: yang
menghormati Tuhan; B: Tim; L: pentung; P:
26 Januari
BEATO TIMOTIUS GIACCARDO
(13 Juni 1896-24 Januari 1948)
Yosef Giaccardo dilahirkan pada tanggal 13
Juni 1896 di Narzole, Italia. Kedua orangtuanya
yaitu petani yang giat
bekerja. Yosef mewarisi
kebiasaan-kebiasaan
baik mereka, termasuk
mencintai iman Katolik
mereka. Yosef berdoa
kepada Yesus dalam
Sakramen Ekaristi dan
kepada Bunda Maria.
Ada padanya sebuah
patung kecil Bunda
Maria di atas sebuah rak
di kamarnya. Yosef
916
menjadi putera altar yang setia melayani dalam Misa
Kudus. Demikianlah ia bertemu dengan seorang
imam muda yang datang membantu di Gereja St
Bernardus. Imam muda ini hendak mendirikan suatu
ordo religius baru yang mengagumkan, yakni Serikat
St Paulus. Nama imam muda ini ialah Yakobus
Alberione. Yosef amat mengasihinya, sebaliknya
sang imam juga amat terkesan pada Yosef. Ia
membimbing Yosef dalam kehidupan rohani. Di
kemudian hari, Yosef masuk seminari di Alba. Pada
tahun 1917, saat masih seorang seminaris, Yosef
memohon ijin pada bapa uskup untuk meninggalkan
seminari. Ia ingin menggabungkan diri pada ordo
baru yang dibentuk P Alberione. Dengan berat hati
bapa uskup mengijinkan Yosef meninggalkan
seminari dan menggabungkan diri dalam Serikat St
Paulus.
Yosef mengucapkan kaulnya pada tahun
1920. Ia memilih nama Timotius sesuai nama murid
yang paling dikasihi St Paulus. Timotius Giaccardo
ditahbiskan dua tahun kemudian sebagai imam
pertama dalam kongregasi baru P Alberione. Ordo ini
baru saja didirikan pada tahun 1914. Panggilan
khusus P Giaccardo sebagai seorang imam Pauline
yaitu menjadi seorang rasul media. Ia menulis,
mengedit, mencetak dan menyebarluaskan Sabda
Allah. Ia melakukan banyak tugas tanggung-jawab
dengan gagah berani dan penuh kerendahan hati.
Sebagian orang tidak paham akan karya kerasulan
Serikat St Paulus dan Puteri-puteri St Paulus. Mereka
heran bagaimana para imam, para biarawan dan
biarawati dapat menjadi penerbit. Bagaimana
mereka dapat mempergunakan media sebagai
sarana untuk mewartakan Kabar Gembira? P
Giaccardo membantu orang memahami panggilan
mengagumkan kaum religius Pauline. Ia yaitu juga
917
seorang guru besar bagi para imam dan kaum
religius yang terpanggil pada karya kerasulan baru
ini. Ia melayani Tuhan di Italia utara dan di Roma. Ia
menjadi rekan terdekat P Alberione. Sesungguhnya P
Alberione menyebut B Timotius sebagai “yang paling
setia dari yang setia”. namun Timotius tidak menjadi
penerus Pendiri Pauline sebagaimana diharapkan P
Alberione. Timotius sakit parah sebab leukemia. Ia
wafat pada tanggal 24 Januari 1948. Ia
dimaklumkan “beato” oleh Paus Yohanes Paulus II
pada tanggal 22 Oktober 1990.
TIONGKOK
Akhir abad yang lalu beberapa Negara Barat
memperoleh banyak keuntungan di Tiongkok.
Sebab, negeri yang luas itu secara politik dan militer
lemah. Beberapa kolonialis Barat memanfaatkan
tindakan yang tidak terpuji seperti pengrusakan dan
pembunuhan, yang dilakukan olehgerombolan dan
dinas rahasia terhadap tenaga-tenaga dan milik
gerejani. Huru-hara serupa ini dipakai sebagai dalih
memeras keuntungan finansiil dan ekonomi. Hal ini
menumbuhkan benih kebencian penduduk setempat
terhadap orang asing dan juga terhadap orang
Kristen. Sebab, orang Kristen dipandang berpihak
pada kepentingan mereka. Tahun 1899 di propinsi
Shantung terjadi pemberontakan Sarekat I Ho
Ch’uan (yaitu petinju atau ‘boxer’). Pemberontakan
yang kemudian dikenal sebagai perang boxer itu
didukung oleh para mandarin dan Ibu Kaisar Kwang-
hsue.
Banyak orang Kristen - yang buta akan
kelicikan permainan-permainan politis - menjadi
korban, baik di kota besar maupun di pedesaan.
Mereka dianiaya sebab mengaku Kristen. Selain itu
918
orang Kristen dituduh kurang memiliki jiwa
patriotic. Penganiayaan menjalar ke seluruh
Tiongkok Utara, Manchuria dan Mongolia Dalam.
Jumlah korban cukup besar: lima uskup, 28 imam
praja dan biarawan, dua bruder, sembilan suster,
tujuh remaja dan seorang anak yang baru berumur
sembilan tahun dan 30.000 orang Kristen awam. Di
antara mereka banyak yang dinyatakan kudus;
antara lain uskup-uskup Pietro Grassi OFM,
Ferdinand Hamer CICM, Fransiskus Fogolla, Anton
Fabbosali OFM (P: 5 Juli).
SANTO TITUS (abad ke-1)
Titus yaitu seorang bukan Yahudi dan tidak
percaya kepada Tuhan. Ia pun juga menjadi murid
St. Paulus. Titus seorang yang murah hati dan giat
bekerja. Dengan penuh sukacita ia mewartakan
Kabar Gembira bersama dengan Paulus dalam
perjalanan kerasulan mereka dan juga pada Konsili
Yerusalem (49). Oleh sebab Titus seorang yang
dapat dipercaya, Paulus tanpa ragu mengutusnya
dalam banyak “misi” kepada komunitas-komunitas
Kristiani. Titus membantu umat memperteguh iman
mereka kepada Yesus. Ia juga mampu memulihkan
perdamaian jika terjadi perselisihan di antara
jemaat Kristiani. Titus dianugerahi karunia istimewa
sebagai pembawa damai. Paulus amat menghargai
karunia yang dimiliki Titus ini dan mengenalinya
sebagai karya Roh Kudus. Paulus akan mengirim
Titus untuk mengatasi persoalan-persoalan yang
timbul. saat Titus ada di antara suatu kelompok
jemaat Kristiani, orang-orang yang bersalah akan
menyesali perbuatan mereka. Mereka akan
memohon pengampunan dan berusaha memperbaiki
apa yang telah mereka lakukan. saat damai telah
919
tercapai, Titus akan kembali serta melaporkan hasil
baiknya kepada Paulus. Hal ini mendatangkan
sukacita bagi Paulus dan jemaat Kristiani yang lain.
St. Paulus mengangkat Titus sebagai Uskup di Pulau
Kreta, di mana ia tinggal hingga akhir hayatnya, dan
di sinilah ia menerima Surat Paulus seperti yang
tertulis dalam Al Kitab Perjanjian Baru.
Titus (abad ke-1), murid Santo Paulus dan
uskup pulau Kreta (Yunani); P: 26 Januari
TOBIAS (abad ke-8 SM)
Kedua Tobias, ayah dan anak dengan setia
menjalankan Hukum Taurat dalam pengasingan
bangsa Israel di Ninive. Mereka rajin membantu
rakyat jelata, menguburkan mayat yang tak terawatt
dan tetap percaya pada Tuhan dalam segala
percobaan (lihat. Kitab Tobit).
Tobias (abad ke-8 SM); A: Tuhan itu baik; B:
Tobi, Tobia, Tobit; P: 13 September
SANTO THORFINN († 8 Januari 1285)
Kisah hidup St. Thorfinn diketahui lama
sesudah wafatnya. Ia wafat pada tahun 1285 di
sebuah biara di Belgia. Lima puluh tahun kemudian,
kuburnya secara tak sengaja dibongkar sebab suatu
pekerjaan bangunan. Semua orang dikejutkan oleh
bau harum yang kuat yang berasal dari peti
matinya. Pemimpin biarabiara mulai menyelidiki hal
ini . Ia mendapatkan seorang biarawan tua,
Walter de Muda, yang mengenal Thorfinn.
Sesungguhnya, Pastor Walter, yang begitu terkesan
oleh kelemahlembutan dan keteguhan iman
Thorfinn, telah menulis sebuah puisi tentangnya.
Walter menaruh puisinya itu dalam kubur Thorfinn.
Para biarawan pergi mencari puisi ini . Mereka
920
menemukan perkamen yang tampak baru dan baik
keadannya seperti saat diletakkan di sana.
Para biarawan merasa bahwa ini merupakan
tanda bahwa Tuhan menghendaki agar Thorfinn
dikenang serta dihormati. Orang mulai mohon
bantuan doanya dan mukjizat-mukjizat pun terjadi.
Pastor Walter diminta untuk menuliskan apa saja
yang dapat diingatnya tentang Thorfinn. Ia menulis
bahwa Thorfinn datang dari Norwegia. Sebagai
imam, kemungkinan ia melayani di katedral.
Tampaknya Thorfinn menandatangani suatu
dokumen penting semasa ia bertugas di katedral. Ia
juga menjadi saksi atas Perjanjian Tonsberg pada
tahun 1277. Perjanjian ini yaitu perjanjian
antara Raja Magnus VI dengan uskup agung untuk
membebaskan Gereja dari campur tangan negara.
namun , beberapa tahun kemudian, Raja Eric
meyangkal perjanjian ini . Ia melawan uskup
agung serta mereka semua yang mendukungnya.
Uskup agung diusir, demikian juga Thorfinn, yang
saat itu yaitu Uskup Hamar, Norwegia.
Thorfinn memulai perjalanan yang berat ke
Flanders. Kapalnya bahkan karam dalam perjalanan.
Pada akhirnya, ia tiba dan tinggal di biara di mana
akhirnya ia kemudian wafat. Ia mengunjungi Roma,
namun kembali dalam keadaan sakit parah. Thorfinn
tidak punya banyak, namun ia membagikan sedikit
barang miliknya di antara para anggota keluarga dan
kelompok amal kasih. Kemudian ia wafat pada
tanggal 8 Januari tahun 1285. Umat Katolik di
Hamar, Norwegia, masih menghormati St. Thorfinn
dan merayakan pestanya.
TORLAK THORKALSSON (1133-1193)
921
sesudah menyelesaikan pendidikannya di luar
negeri dan kembali ke negaranya, warga
Islandia heran, mengapa imam muda ini menolak
menikah dengan seorang janda kaya. Ia justru
membangun rumah pastoran yang menjadi tempat
tinggal bersama beberapa imam yang tidak
menikah. Torlak dipilih menjadi uskup dan
memperbaharui iman umatnya. Ia menjebol banyak
adapt kekafiran, khususnya dalam bidang
perkawinan. Memang, banyak umat yang
menentang, namun Torlak didukug oleh Santo Eistein
dari Norwegia.
P: 23 Desember
BEATO TORELLO (1202-1282)
Torello dilahirkan pada tahun 1202 di Poppi,
Italia. Hidupnya semasa kanak-kanak di desa biasa-
biasa saja. namun , sesudah ayahnya meninggal dunia,
Torello mulai mengubah seluruh cara hidupnya. Ia
bergaul dengan teman-teman yang suka mabuk.
Mereka bukannya bekerja, malahan berkeliaran di
kota sepanjang hari. Torello menyukai teman-teman
barunya ini dan berusaha keras mendapatkan
pengakuan mereka.
Suatu hari, saat ia sedang bermain
olahraga di tempat terbuka, seekor ayam jago
terbang turun dari tempatnya bertengger dan
mendarat di lengan Torello. Si jago lalu berkokok
tiga kali; kokok yang panjang dan lantang. Torello
terdiam kelu. Ia pergi dan tak hendak melanjutkan
permainannya. Ia tidak dapat tidak berpikir bahwa
apa yang dilakukan si ayam jago bukanlah suatu
kebetulan belaka. Ia diperingatkan, dengan cara
yang sama seperti St Petrus dulu diperingatkan.
922
Cara hidup Torello yang tak bertanggung jawab akan
menghantarnya jauh dari Yesus.
Sesaat itu juga Torello berniat mengubah
hidupnya. Ia pergi menemui Abbas San Fedele yang
membantunya menyambut Sakramen Tobat dengan
baik. Lalu Torello pergi ke suatu daerah hutan yang
tenang dan memilih sebuah tempat dekat sebuah
pohon besar. Ia melewatkan delapan hari lamanya
dalam doa. Di akhir doa, ia memutuskan hendak
menjadi seorang pertapa. Ia pulang ke Poppi dan
menjual segala harta miliknya. Ia menyisakan bagi
dirinya hanya cukup uang untuk membeli sepetak
tanah dekat pohon besar yang ditemukannya di
hutan. Di sebelah pohon besar ia mendirikan sebuah
gubuk di mana ia menghabiskan sepanjang sisa
masa hidupnya. Ia menanam sayur-mayur untuk
makanannya dan mengambil air dari sungai. Ia
berdoa dan mengamalkan mati raga, yang paling
berat yaitu tidur hanya tiga jam saja dalam
semalam.
Torello merasa bahwa menjadi seorang
pertapa yaitu panggilan hidup yang Tuhan
kehendaki baginya. Demikianlah ia melewatkan
hidupnya dalam damai. Semasa ia masih hidup,
sedikit saja orang yang tahu mengenai hidupnya
sebagai seorang pertapa. Hanya seorang sahabat
tahu akan kehidupan Torello yang tersembunyi di
hutan. Torello wafat dalam usia delapanpuluh tahun
sesudah melewatkan lebih dari limapuluh tahun
hidup sebagai pertapa. Beato Torello wafat pada
tahun 1282.
SANTO TURIBIUS dari MONGROVEJO
(1538-23 Maret 1606)
923
Turibius dilahirkan pada tahun 1538 di Leon,
Spanyol. Ia menjadi seorang professor di sebuah
universitas dan kemudian menjadi seorang hakim
yang terkenal. Ia yaitu seorang Kristiani yang baik,
terkenal sebagai seorang yang jujur dan bijak. Suatu
hal luar biasa yang terjadi atasnya mengubah
seluruh hidupnya. Turibius diminta untuk menjadi
Uskup Agung Lima, Peru. Pertama-tama, ia bukanlah
seorang imam. Kedua, Peru terletak jauh di Amerika
Selatan. Ini terjadi sebab Lima membutuhkan
seorang uskup agung. Banyak orang dalam Gereja
yakin bahwa Turibius memiliki kualitas untuk posisi
terpercaya macam itu. Turibius memohon dengan
sangat agar dibebaskan dari kehormatan ini .
namun , saat ia menyadari
kondisi penduduk pribumi
Peru yang amat
mengenaskan, ia tak dapat
menolak. Ia ingin menolong
mereka dan membawa
mereka kepada iman.
Akhirnya, St Turibius
ditahbiskan dan berangkat
ke Peru.
Sebagai seorang
uskup agung, St Turibius
mengunjungi segenap
pelosok negeri. Ia
melakukan perjalanan di atas bukit-bukit bersalju
dengan kaki telanjang. Ia berjalan di atas pasir
pantai yang panas. Ia mendirikan gereja-gereja dan
rumah-rumah sakit. Ia memulai sekolah pertama di
Amerika Latin untuk pendidikan calon imam. Sekolah
yang demikian dinamakan seminari. Ia belajar
berbagai bahasa setempat yang berbeda-beda. Ia
menghendaki umat dapat mendengarkan homili
924
pada waktu Misa dan mengaku dosa dalam bahasa
ibu mereka. Ia melindungi penduduk pribumi yang
kerap kali diperlakukan dengan keji oleh para
penjajah. St Turibius mencintai rakyat Peru. Ia
menghabiskan sepanjang sisa hidupnya sebagai
seorang imam dan uskup bagi mereka. Ia wafat
pada tanggal 23 Maret 1606 dalam usia enampuluh
delapan tahun. St Turibius dimaklumkan sebagai
santo oleh Paus Benediktus XIII pada tahun 1726.
P: 23 Maret
SANTO TUTILO († 915)
Tutilo hidup di akhir abad kesembilan dan
awal abad kesepuluh. Ia mendapatkan pendidikan di
Biara Benediktine Saint-Gall. Dua teman sekelasnya
telah digelari “beato”. Ketiga orang ini menjadi
biarawan di biara di mana mereka mengenyam
pendidikan.
St Tutilo yaitu seorang dengan banyak
bakat. Ia seorang penyair, pelukis potret, pematung,
orator dan arsitek. Ia juga seorang ahli mesin.
Bakatnya yang terutama yaitu musik. Ia dapat
memainkan semua alat musik yang dipergunakan
para biarawan untuk liturgi mereka. Ia dan
temannya, B. Notker, menggubah lagu-lagu
tanggapan liturgi. Hanya tiga puisi dan satu
nyanyian tersisa dari seluruh karya Tutilo. namun
lukisan dan patung-patungnya masih dapat
ditemukan sekarang di beberapa kota di Eropa.
Lukisan-lukisan dan patung-patungnya
diidentifikasikan sebagai karyanya sebab ia
senantiasa menandai karyanya dengan sebuah
motto.
Akan namun , Tutilo tidak dimaklumkan
sebagai seorang kudus sebab bakat-bakatnya yang
925
banyak itu. Ia seorang rendah hati yang ingin hidup
hanya untuk Tuhan. Ia memuliakan Tuhan dengan
cara-cara yang ia tahu: dengan melukis, membuat
patung dan menggubah musik. Tutilo dimaklumkan
sebagai seorang kudus sebab ia melewatkan
hidupnya dengan memuji dan mengasihi Allah. St
Tutilo wafat pada tahun 915.
U
SANTO UBALDUS († 16 Mei 1160)
St Ubaldus hidup pada abad keduabelas di
Italia. Ia seorang anak yatim piatu yang dibesarkan
oleh pamannya, seorang
uskup. Ubaldus memperoleh
pendidikan yang baik. sesudah
tamat sekolah, meski
berkesempatan untuk
menikah, ia memilih menjadi
seorang imam. Di kemudian
hari, ia ditahbiskan sebagai
Uskup Gubbio, tempat
kelahirannya.
St Ubaldus terkenal
sebab kelamahlembutan dan
kesabarannya. Suatu saat ,
misalnya, seorang pekerja
sedang memperbaiki tembok kota. Ia memicu
kebun anggur uskup rusak parah. Bapa uskup
dengan halus menunjukkan kesalahannya. namun ,
pekerja ini malahan berang. Mungkin saja ia bahkan
926
tidak mengenali uskup. Ia mendorong bapa uskup
begitu keras hingga uskup jatuh terjerembab ke
dalam semen basah; sekujur tubuhnya berlumuran
semen. Uskup bangkit, membersihkan diri dan
masuk ke dalam rumahnya. Beberapa orang yang
menyaksikan semua peristiwa ini menuntut agar
sang pekerja dihadapkan ke pengadilan. Uskup
Ubaldus muncul di depan pengadilan dan
mendapatkan pembebasan bagi sang pekerja.
Uskup yang kudus ini cinta damai dan ia
memiliki keberanian untuk mempertahankannya.
Suatu kali, saat penduduk Gubbio saling berkelahi
di jalanan, uskup melemparkan diri di antara kedua
masa yang sedang marah. Ia tampak tak takut akan
kibasan pedang dan timpukan batu-batu.
Sekonyong-konyong, uskup jatuh tergeletak di
tanah. Sesaat itu juga orang-orang berhenti
berkelahi. Mereka menyangka bapa uskup tewas
terbunuh. namun Uskup Ubaldus bangkit. Ia
memperlihatkan kepada mereka bahwa ia sama
sekali tidak cedera. Penduduk bersyukur kepada
Tuhan. Mereka berhenti berkelahi dan pulang ke
umah. Di lain waktu, Kaisar Frederick Barbarossa
sedang dalam perjalanan untuk menyerang Gubbio.
St Ubaldus tidak menanti kaisar beserta bala
tentaranya tiba. Ia malahan datang menyongsong
kaisar dan berbincang dengannya. Tak seorang pun
tahu apa yang dikatakannya. Yang mereka tahu
ialah bahwa bapa uskup berhasil meyakinkan kaisar
untuk meninggalkan Gubbio.
Uskup Ubaldus menderita banyak penyakit
fisik. Namun demikian, ia tidak pernah
membicarakannya. Pada hari Minggu Paskah tahun
1160, ia bangkit untuk melayani Misa. Ia
menyampaikan homili yang indah dan memberkati
umatnya. Lalu, ia kembali tidur dan tak pernah
927
dapat bangun kembali. Ia wafat pada tanggal 16 Mei
1160. Penduduk berbondong-bondong datang untuk
menyampaikan hormat mereka. Mereka menangis
dan berdoa memohon kiranya St Ubaldus
memelihara mereka dari surga.
SANTO UDO (abad ke-8)
Abbas ini membangun biara di Metten
(Jerman) dan memimpin biara berdasar
semboyan Santo Benediktus: Ora et Labora – Berdoa
dan bekerja. Ia di hormati sebagai santo pelindung
para pembuka hutan.
L: kampak penebang pohon; P: 3 Oktober
UGANDA (1886)
Pada tahun 1879 misionaris Katolik pertama
sampai di istana raja Uganda di tepi danau Viktoria
(Afrika Timur). Mereka sangat dimusuhi pedagang
budak belian Arab dan kepala-kepala suku. Sebab,
misionaris itu menentang penjualan orang dan
poligami. Raja secara bergantian mencari untung
dari pedagang Arab maupun para misionaris,
khususnya dengan harapan susaha adapt kafir dapat
tetap lestari. Sebab, menurut adapt ini raja berhak
menuntut apa saja dari rakyat: milik, anak-anak,
bahkan kehidupan mereka.
Tahun 1885 tiga anak lelaki Anglikan disiksa
dengan kejam dan dibakar sedikit demi sedikit.
Merekalah martir pertama. Tak lama kemudian Yosef
Mukasa Balikuddembe – kepala suku yang muda
usia dan merangkap kepala urusan istana –
dipenggal. Sebab, Yosef telah mencela raja yang
membunuh seorang uskup Anglikan, menegurnya
sebab menyalahgunakan putera-putera istana
928
untuk homoseksualitas, dan juga sebab Yoses
sendiri sering mengajar agama. Sebelum dibunuh,
Yosesf menitipkan pesan kepada algojonya:
“Kawanku, katakana kepada Sri Baginda, bahwa
Baginda menghukum saya dengan tidak adil. Akan
namun saya telah memaafkannya. Semoga Baginda
sempat bertobat; sebab kalau tidak, saya akan
menjadi penuntutnya di hadapan takhta ilahi.”
Sesudah peristiwa itu (1885), banyak orang –
khususnya para pelayan istana – diam-diam minta
dibaptis.
Raja Muanga (1884-1888; 1898-1900) makin
harimmakin semena-mena menggunakan pemuda-
pemuda istana demi memuaskan nafsu seksualnya.
Akan namun pengganti Yosef Mukasa, yaitu Karolus
Luanga, menjaga agar putera-putera Kristen selalu
menolak permintaan raja yang tidak senonoh itu.
sebab hasutan orang Arab, maka raja makin
membenci Injil yang menguatkan para pelayannya.
Namun iman anak-anak justru semakin kuat dan tak
tergoyahkan oleh bujukan bahkan ancaman raja
sekalipun. Tanggal 25 Mei 1886 raja sangat jengkel
sebab tidak satupun kuda Nil-kuda Nil ysng
diburunya berhasil ditangkap. Sewaktu pulang ia
mendapati hamper semua pelayan sedang mengikuti
pelajaran agama. Ia sangat marah, kemudian
menusuk leher Dionis Subugwao dengan tombaknya.
Semua orang Kristen di istana ditangkap. Malam hari
itu juga Karolus Luanga membaptis lima penuda
dalam tahanan.
Pagi hari berikutnya, raja mengumpulkan
semua kepala suku dan mengeluh bujang-bujang
istana tidak tunduk kepadanya dan sudah rusak;
maksudnya mereka berdoa, belajar agama dan tidak
mau diajak berdosa. Para kepala suku setuju mereka
pantas dibunuh. Walaupun beberapa pejabat tinggi
929
menawarkan kesempatan bagi pemuda-pemuda
untuk melarikan diri, namun mereka menjawab:
“Kami bukan penakut!” Lalu raja mengumpulkan
semua pemuda di pendapa istana. Kepada yang
mengaku Kristen dia bertanya, apakah mereka
benar-benar tetap mau memihak Kristus. Mereka
serempak menjawab: “Ya, Baginda!” Kemudian
mereka diikat dan disekap dalam penjara. Selang
beberapa hari mereka dihukum mati dan dibawa ke
Namugongo untuk dibakar hidup-hidup. Beberapa
diantara mereka sebelumnya sudah dihabisi
nyawanya dengan kejam, sesuai dengan adapt dan
kepercayaan orang Uganda
Selain 22 martir Katolik yang dinyatakan
kudus (1964), 12 martir Anglikan juga mati sebagai
saksi iman sebab sama-sama mengaku percaya
pada Kristus. Diantara mereka pantas dicatat:
Karolus Luanga (25 tahun, kepala para pemuda
istana yang membaptis para pemuda dan
menguatkan mereka yang akan dibakar secara
pelan-pelan); Kizito (14 tahun, anak angkat seorang
bangsawan tinggi yang mati dibakar); Mukasa
Kiriwawannu (20 tahun, seorang calon permandian);
Mbaga Tuzinde (17 tahun, keponakan kepala algojo
yang dipukul sampai mati, lalu mayatnya dibakar);
Adolf Mukasa Ludigo (24 tahun, putera raja Mwenge
yang dirampas oleh tentara Uganda). Saat
pelaksanaan hukuman mati, para algojo heran,
sebab, biasanya para terhukum menjerit dan minta
kasihan serta mengutuk para penyiksa mereka.
namun tidaklah demikian dengan pemuda-pemuda
yang baru menjadi Kristen ini. Walaupun begitu
muda, mereka menyongsong maut dengan sangat
tenang, berdoa dan saling menguatkan dalam iman.
Darah mereka menyuburkan negeri Uganda, yang
dalam kurun waktu satu abad menumbuhkan lima
930
juta orang Kristen. Di gereja Namugongo, Paus
Paulus VI berseru (1969): “ Saudara-saudara Afrika,
kinilah kamu diutus menjadi misionaris di benua ini!”
P: 3 Juni
SANTO UGUZO atau LUSIO (akhir abad ke-
13)
Gembala upahan yang miskin di Swiss ini
menghadiahkan segala apa yang dapat disimpannya
kepada orang-orang miskin dan Gereja. Akibatnya,
majikannya marah dan menuduhnya pencuri, Uguzo-
pun dipecat. Kemudian Uguzo bekerja di tempat lain.
Tuan baru yang diikutinya cepat menjadi kaya,
sehingga bekas majikan Uguzo menjadi iri dan
membunuhnya. Uguzo dihormati sebagai santo
pelindung peternak.
P: 12 Juli
ULFIA (995)
Seorang pertapa wanita di Perancis.
P: 31 Januari
ULRICH atau ULRIKUS (890-973)
Uskup dan teman kaisar ini mendirikan
tembok batu alam untuk melindungi kota Augsburg
(Jerman) dari serangan bangsa Hun yang kemudian
berhasil dipatahkan oleh tentaranya. Ia mengadakan
perjalanan keliling untuk berkotbah dan menegakkan
keadilan> Ulrich membangun katedral dan membuka
seminari. Ia mendukung pendirian biara-biara dan
menjaga agar semangat rohani tidak luntur dalam
masa sulit itu. Ulrich juga mendirikan banyak gereja
931
dan kapel di pedalaman, susaha umat dapat
beribadat dengan baik.
B: Uli (♂); Rike, Ulrike (♀); P: 4 Juli
UNI atau UNNO (936)
yaitu seorang uskup Hamburg yang menjadi
misionaris di Denmark dan Swedia.
P: 17 September
BEATO PAUS URBANUS II (1035-1099)
Biarawan Perancis dan paus yang berusaha
menghilangkan skisma (adanya dua paus) ini
mengikuti jejak dan semangat Santo Gregorius VII,
yaitu memperjuangkan susaha paus (dan bukan
kaisar atau raja) yang mengangkat uskup dan
pimpinan biara. Pada sinode di Clermont in
menyerukan, susaha para bangsawan Kristen
membebaskan Tanah Suci Palestina dari pendudukan
Arab dan membantu Kaisar Konstantinopel melawan
serbuan ganas suku-suku Turki.
A: orang kota, orang yang sopan dan berbudi
luhur; P: 29 Juli
BEATO PAUS URBANUS
V (1310-1370)
Nama Beato Urbanus
sebelum ia diangkat menjadi
paus yaitu William de
Grimoard. Ia dilahirkan di
Perancis pada tahun 1310
dan menjadi seorang
932
biarawan Benediktin. sesudah diberi kepercayaan
untuk memegang banyak jabatan tinggi, ia diangkat
menjadi paus. Pada waktu itu, paus tinggal di kota
Avignon di Perancis. Urbanus bertekad untuk pergi
ke Roma, sebab disanalah seharusnya seorang paus
tinggal. Paus yaitu Uskup Roma dan Urbanus tahu
bahwa tempatnya yaitu di Roma. Ada banyak
hambatan serta kesulitan. Umat di Perancis
berkeberatan atas kepergiannya, namun Urbanus
melakukan apa yang dianggapnya benar.
Penduduk kota Roma amat bersukacita atas
kembalinya paus. Terutama sekali mereka
bersukacita sebab seorang kudus seperti Urbanus V
ada di tengah-tengah mereka. Urbanus segera mulai
memperbaiki gereja-gereja besar di Roma. Ia
menolong para miskin papa serta mendorong
umatnya untuk hidup taat dan saleh kembali. Kaisar
Charles V menaruh rasa hormat yang besar kepada
Bapa Suci. Namun, Urbanus harus menghadapi
berbagai macam persoalan yang berat. Salah
satunya yaitu , ia semakin sering sakit dan
tubuhnya semakin lama semakin lemah. Banyak dari
para kardinalnya yang terus-menerus mendesaknya
agar kembali ke Avignon. Jadi, pada akhirnya ia
menyerah. Sementara ia bersiap-siap untuk
meninggalkan Roma, penduduk kota memohonnya
dengan sangat untuk tetap tinggal. Urbanus merasa
amat sedih, namun ia pergi juga. Tiga bulan
kemudian St. Urbanus wafat, yaitu pada tahun 1370.
Meninggalkan Roma bukanlah tindakan yang
benar, sebab sebagai uskup kota Roma, ia harus
berada di sana. Selain dari kelemahannya itu,
Urbanus yaitu seorang yang amat baik serta
kudus. Ia banyak berkarya bagi Gereja, bagi
sekolah-sekolah serta perguruan tinggi, dan bagi
933
orang banyak. Ia disebut “suatu terang dunia dan
jalan kebenaran”
SANTA URSULA dari KOLN (sebelum abad
ke-4)
Sampai kini di gereja Santa Ursula dapat
dilihat batu pahat dari abad ke-4 yang menyatakan,
bahwa ditempat itu beberapa gadis mati sebagai
martir – Sejak abad ke-8 diceritakan, bahwa suatu
saat Santa Ursula bersama 10 kawannya (antara
lain: Santa Aurelia, Santa Kordula dan Santa
Kumera) akan berlayar dari Inggris ke Roma. namun
kapal mereka terjerat oleh angina taufan dan hanyut
ke muara sungai Rhein. Mereka berlayar terus ke
hulu sampai di Koln dan ditangkap oleh orang-orang
kafir yang sedang menyerbu kota ini. Mereka
dibunuh sebab mengaku Kristen dan membela
keperawanan mereka.
A: beruang kecil betina; B: Ulla, Uschi; L:
wanita muda dengan matol luas, panah dan
daun palma; P: 21 Oktober
URSUS dan VIKTOR († 302)
Tentara-tentara Legio Thebais (oran-orang
Mesir) ini melarikan diri sebab dipaksa murtad.
namun mereka tertangkap lagi. sebab tidak mau
menyembah berhala, mereka dipenggal di Solothurn
(Swiss).
A: Ursus = beruang; Viktor = pemenang; P: 30
September
934
V
VALENCIENNES (1794)
Sebelas suster Ursulin ini tidak mau
mengangkat sumpah yang bertentangan dengan hati
nurani mereka. sebab juga tidak bersedia
melepaskan pendidikan anak-anak dari corak
Kristen, mereka diadili dan divonis hukuman mati.
Sambil memadahkan lagu ‘Magnificat’ dan ‘Te Deum’
mereka di penggal oleh kakitangan pemerintah yang
anti-gereja di Valenciennes (Perancis)
VALENTINUS (abad ke-4)
Imam dan uskup Terni (dekat Roma) ini mati
sebagai martir. Pesta Santo Valentin dijadikan “hari
kekasih”: orang yang dilanda cinta saling mengirimi
salam dan hadiah kecil.
A: yang kuat, yang berkuasa (L); B: Valens; P:
14 Februari
VALERIA (abad ke-8)
935
Wanita kafir ini bertunangan dengan Stephan,
bangsawan Kristen. saat dibaptis, Valeria berjanji
akan hidup murni sebagai perawan untuk
selamanya. Hal ini membuat Stephan menjadi
jengkel dan kemudian membunuhnya.
P: 9 Desember
VENANSIUS FORTUNATUS (535-600)
Ialah penyair istana dan petualang sampai
saat pertemuannya dengan Santo Radegundis.
Kemudian ia bertobat, menjadi imam dan uskup
Poltiers (Perancis). Ia tetap menggubah sajak yang
bermutu seperti a.l: “Vexilla Regis Prodeunt” yang
dihadiahkan kepada Radegundis.
A: pemburu yang beruntung (L); P: 14
Desember
SANTA VERENA (350)
Wanita dari Mesir ini mengikuti Legiun
Thebais ke suatu garnisun baru di Swiss. Hingga
akhir hidupnya ia berbuat amal dan bermatiraga. Ia
dihormati sebagai santa pelindung para pelayan
wanita di pastoran.
P: 1 September
VERONIKA (abad ke-1)
saat Jesus masih tinggal di tengah-tengah
para Rasul dan menjelajahi tanah Palestina untuk
mewartakan kebaikan ilahi, banyak orang selalu
mengikutiNya. Di antara mereka ada beberapa
wanita yang mengurusi makan dan keperluan lain
bagi Jesus dan murid-muridNya. Para wanita itu
tetap menyertai Jesus, bahkan sampai perjalanan
936
terakhir, yaitu jalan salib menyusuri lorong-lorong
Yerusalem ke bukit Golgota. Kitab Suci mengatakan
bahwa mereka berdiri dari kejauhan menyaksikan
Jesus disalibkan. (Mrk. 15,40-41).
Di jalan-jalan sempit Yerusalem orang saling
berdesakan. Beberapa serdadu mendorong massa
yang berjubel itu ke pinggir membuat jalan. Seorang
pemuda memanggul papan bertuliskan: “Jesus dari
Nazareth – Raja orang Yahudi”. Di belakangnya
tentara-tentara mendorong Jesus yang berjalan
terbungkuk-bungkuk menahan kayu silang yang
terlampau berat. Tiga kali Jesus terjatuh. Para
wanita yang mengikutiNya dari jauh menutup mata,
hati iba. Tiba-tiba seorang diantara mereka
menerobos barisan pengawal dan mendekati Jesus
tanpa menghiraukan cemooh dan teriakan orang
banyak.
Dengan saputangannya ia mengusap wajah
Jesus yang telah bersimbah peluh dan berlumuran
darah. Tak sepatah katapun terluncur dari mulutNya,
namun mataNya menyorotkan tanda terimakasih.
Sekali lagi jesus menatap sejuk wanita itu lalu
meneruskan perjalananNya. Dikisahkan, pada
saputangan Veronika, nama wanita itu, tertera
gambar wajah Jesus. Laporan histories tentang
kejadian ini tidak ada, namun sangat mengena di
hati banyak orang Kristen berabad-abad lamanya.
Bagaimanapun juga, kebaikan hati orang yang
membantu sesame dalam penderitaan akan semakin
menyerupai kebaikan hati Jesus.
Veronika (abad ke-1), menurut kisah kuno
yaitu wanita yang sudah 12 tahun sakit leleh
darah dan sembuh sesaat sebab menjamah
jubah Jesus (Mrk. 5,25-34); B: Ika, Vera, Vero;
L: kain dengan wajah Jesus; P: 4 Februari
937
VERONIKA YULIANI (1660-1727)
Suster pembimbing novis dalam biara
Kapusin di Italia ini dikaruniai rahmat yang
berlimpah (antara lain penglihatan, nubuat,
stigmata).
P: 10 Juli
VIETNAM
Sejak abad ke-16 perkembangan agama
Katolik cukup subur di seputar Annam, Cochinchina
dan Tonkin. Kehidupan iman umat tidak diganggu,
kecuali serangan local yang membawa korban
seperti a.l. dua imam praja yaitu Emanuel Trien
(1797) dan Yoanes Dat (1798) yang mati dipenggal.
Akan namun pada abad ke-19 kesetiaan umat
Vietnam terhadap Jesus betul-betul diuji oleh
serentetan badai gelombang penganiayaan yang
berat. Banyak berguguran saksi iman di seluruh
negeri itu. Puluhan ribu orang Kristen mati sebagai
saksi iman antara tahun 1833-1862.
Beberapa uskup (misionaris) ditangkap,
disiksa dan dibunuh a.l. Ignasius Delgado OP (1838)
mati kelaparan dan kepayahan; Dominik Henares OP
(1838) bersama seorang katekis yang setia, yaitu
Fraz Chien mati dipenggal; Uskup Yoanes Karolus
Corney (1837) dikunci dalam kandang bambu untuk
dipertontonkan kepada warga warga dan
disiksa selama tiga bulan sebelum sebilah pedang
memisahkan kepalanya; Andreas Trong – seorang
tentara, - Peter Thi (1839) dan seorang petani
bernama Antonius Dieh (1838) dihabisi nyawanya
sebab ketahuan menjamu seorang misionaris.
Petrus Dumoulin-Borie – imam misionaris –
menerima kabar, bahwa ia diangkat menjadi uskup,
sewaktu meringkuk dalam penjara. Bersama dua
938
imamnya, yaitu Peter Choa dan Vinsen Diem, beliau
menunggu giliran pelaksanaan hukuman mati
(1838). Puluhan tahun umat dicekam kegelisahan
dan ketakutan yang silih berganti. Dan walaupun
uskup Pigneaumembantu Nguyen ke jenjang
mahkota kekaisaran, namun puteranya yaituMinh-
Menh dan penggantinya – Thu-Duc – melancarkan
penganiayaan terhadap umat Kristen sampai tahun
1887.
Mikael Ho-Dinh-Hy – seorang Mandarin dan
pejabat tinggi pemerintah – dipenggal di hue (1857)
sebab melindungi dan membimbing umat yang
tercerai-berai. Pada tahun 1860, seorang kapten
pasuka kaisar, yaitu Yosef Thi dibunuh. Yosef Khang
(1861) dicambuk sampai mati lemas di Travi, sebab
ingin membebaskan uskup Hieronimus Hermosilla.
Pada tahunitu juga uskup Stefan Cuenot – yang
ditahbiskan uskup di Singapura (1833) – meninggal
dalam penjara (1861); sedangkan pastor Teofanes
Verard disiksa dengan kejam hingga menemui
ajalnya.
Di Saigon Pater Paul Hank dan seorang imam
baru Paul Loe dibunuh pula sebab kecintaan mereka
akan Jesus Kristus. Kaum muda pun tidak kalah
tabah dalam menyongsong maut pada jaman
penganiayaan itu; Pada tahun 1859, Peter Tuam dan
Peter Thae diinjak-injak gajah sampai tubuh mereka
lumat. Teman mereka yang lebih muda, yaitu Paul
Bao, Dominik Duyet dan Dominikus nink dicekik para
algojo di penjara Nam-Dinh. Umat Katolik Vietnam
berkali-kali diuji keseteiaan mereka akan Jesus
Kristus dalam kobaran api pembantaian, susaha
kehidupan iman mereka bagaikan emas yang
disepuh bagi Tuhan. Sekarangpun banyak diantara
saudara-saudara seiman kita di sana menderita
sebab mempertahankan iman mereka.
939
Pesta bersama: 11 Juli dan 19 Nopember
VIGILIUS († 405)
Belajar di Athena dan dipilih menjadi uskup
Triento (Italia). Vigilius berhasil mentobatkan
banyak orang kafir dan akhirnya mati dirajam oleh
orang pedalaman.
A: yang berjaga (L); P: 26 Juni
VIKTOR
yaitu nama kehormatan bagi beberapa
martir yang menurut berbagai tradisi setempat
dianggap mati sebagai saksi iman pada abad ke-3/4.
Arti nama ini yaitu ‘pemenang’. Di antara mereka
yang terkenal yaitu Viktor dari Marseilles
(Perancis), yang mentobatkan ketiga penjaganya
menjadi Kristen dan kemudian bersama-sama
mereka menjalani hukuman mati.
P: 21 Juli
VIKTRICIUS (330-407)
Sesudah menjadi Kristen, perwira ini
meninggalkan dinas ketentaraan yang dirasa tak
layak bagi orang yang bertekad mengabdi Kristus.
Oleh sebab itu, ia didera sampai pingsan dan
hamper mati. Sebagai uskup Rouen (Perancis), ia
berkarya bagaikan misionaris dan banyak
mengadakan konsultasi dengan uskup lain,
940
khususnya dengan temannya Santo Martinus dan
Santo Paulinus dari Nola.
A: menang (L); P: 26 Juni
VINSENS (304)
yaitu diakon uskup Valerus dari Saragossa
(Spanyol). Konon ia dibakar hidup-hidup di atas
pemanggangan. Ia dihormati sebagai santo
pelindung penenun dan penebang kayu.
P: 22 Januari
SANTO VINSENSIUS dari SARAGOSSA
(† 304)
Vinsensius wafat dimartir di Spanyol pada
tahun 304, yaitu tahun yang sama St. Agnes wafat
dimartir di Roma. Mereka berdua
merupakan korban dari
penganiayaan kejam yang
dilakukan oleh Kaisar Dacian.
Vinsensius dibesarkan di
Saragossa, Spanyol. Ia menerima
pendidikan dari Uskup St. Valerius.
Bapa Uskup melantik Vinsensius
sebagai diakon. Meskipun
Vinsensius masih muda, St.
Valerius mengenali bakat-
bakatnya dan kebaikan hatinya.
Uskup Valerius memintanya untuk
941
mewartakan dan mengajarkan tentang Yesus dan
Gereja.
Kaisar Dacian menangkap baik Valerius
maupun Vinsensius. Ia memenjarakan mereka untuk
jangka waktu yang lama. namun , keduanya tidak
membiarkan diri berputus asa. Mereka berdua tetap
setia kepada Yesus. Kemudian, kaisar mengirim
Uskup Valerius ke pembuangan, namun Diakon
Vinsensius diperintahkannya agar disiksa dengan
kejam. Vinsensius mohon kekuatan dari Roh Kudus.
Ia ingin tetap setia kepada Yesus tak peduli betapa
dahsyat derita yang akan menimpanya. Tuhan
mengabulkan permohonannya dengan memberikan
kekuatan yang ia minta. Diakon Vinsensius tetap
merasakan kedamaian selama menjalani segala
macam siksaan yang dikenakan kepadanya. saat
aniaya telah berakhir, ia dikembalikan ke penjara di
mana ia mempertobatkan penjaga penjara. Pada
akhirnya, kaisar menyerah dan mengijinkan orang
mengunjungi Vinsensius. Umat Kristiani datang dan
merawat luka-lukanya. Mereka berusaha sebaik
mungkin agar Vinsensius merasa nyaman. Tak lama
kemudian Vinsensius wafat.
SANTO VISENSIUS de PAUL
(1581-27 September 1660)
Vinsensius, putera
seorang petani Perancis
yang miskin, dilahirkan
pada tahun 1581. Kelak,
saat dewasa dan menjadi
terkenal, ia suka sekali
bercerita bagaimana ia
merawat babi-babi
peliharaan ayahnya. sebab
942
ia seorang anak yang cerdas, ayahnya mengirim
Vinsensius untuk bersekolah. sesudah menamatkan
sekolahnya, Vinsensius menjadi seorang imam.
Awalnya, Vinsesius diberi jabatan penting
sebagai guru anak-anak orang kaya, dan ia hidup
dengan cukup nyaman. Hingga suatu hari, ia
dipanggil untuk memberikan sakramen terakhir
kepada seorang petani miskin yang sedang
menghadapi ajal. Di hadapan banyak orang, petani
ini menyatakan betapa buruknya pengakuan-
pengakuan dosa yang ia buat di masa silam.
Sekonyong-konyong Pastor Vinsensius sadar akan
mendesaknya kebutuhan kaum miskin papa Perancis
akan pertolongan rohani. saat ia mulai berkhotbah
kepada mereka, orang berduyun-duyun datang
untuk mengaku dosa. Pada akhirnya Pastor
Vinsensius memutuskan untuk membentuk suatu
kongregasi imam yang secara khusus bekerja di
antara pada fakir miskin (dikenal dengan nama
Kongregasi Misi atau Lazaris).
Tindakan belas kasih St. Vinsensius de Paul
demikianlah banyak sehingga rasanya tidaklah
mungkin bagi seseorang untuk melakukan segala hal
yang telah ia lakukan. Ia memberikan perhatian
kepada para narapidana yang bekerja pada kapal-
kapal pelayaran. Ia bersama dengan St. Louise de
Marillac mendirikan Kongregasi Suster-suster Puteri
Kasih, PK. Ia mendirikan rumah-rumah sakit serta
wisma-wisma bagi anak-anak yatim piatu serta
orang-orang lanjut usia. Ia mengumpulkan sejumlah
besar uang untuk disumbangkan ke daerah-daerah
miskin, mengirimkan para misionaris ke berbagai
negara, serta membeli kembali para tawanan dari
kaum Mohammedans. Meskipun ia demikian murah
hati, namun demikian, dengan rendah hati ia
mengakui bahwa sifat dasarnya tidaklah demikian.
943
“Jika bukan sebab kasih karunia Tuhan, aku ini
seorang yang keras, kasar serta mudah marah,”
katanya. Vinsensius de Paul wafat di Paris pada
tanggal 27 September 1660. Ia dinyatakan kudus
pada tahun 1737 oleh Paus Klemens XII.
Vinsensius de Paul (1581-1660), imam dan
pendiri Kongregasi Misi dan Kongregasi Suter-
suster; lahir di Pouy dan meninggal di Paris;
pelindung lembaga dan karya amal; A: yang
menang(L); P: 27 September
“Tidaklah cukup bagiku untuk mengasihi Tuhan jika aku
tidak mengasihi sesamaku …Aku ini milik Tuhan dan milik
kaum miskin.” St. Vinsensius de Paul
VINSENSA GEROSA (1784-1847)
Ibu rumah tangga ini baru pada umur 40
tahun tertarik pada biara. Sekalipun demikian ia
menjadi pembesar yang sangat berhasil.
P: 4 Juni
SANTO VINCENTIUS FERRER OP
(1350-1419)
St. Vincentius Ferrer yaitu seorang
pahlawan Kristen yang amat mengagumkan. Ia
dilahirkan di Valencia,
Spanyol pada tahun
1350. Ia berdevosi
secara khusus kepada
Santa Perawan Maria.
jika orang berbicara
tentang Bunda Maria, ia
merasa sangat bahagia.
saat berusia tujuh
belas tahun, Vincentius
944
masuk Ordo Santo Dominikus. Ia seorang yang
sangat pandai dan berhasil baik dalam studinya.
Vincentius juga seorang yang tampan, namun ia tidak
pernah sombong ataupun tinggi hati atas semua
kelebihan yang dimilikinya.
Pada mulanya, Pastor Vincentius mengajar di
berbagai perguruan tinggi. Kemudian ia menjadi
seorang pengkhotbah yang termashyur. Ordo Santo
Dominikus disebut juga Ordo Para Pengkhotbah.
Selama dua puluh tahun, Pastor Vincentius
berkhotbah di seluruh Spanyol dan Perancis.
Meskipun pada masa itu belum ada mikrofon,
suaranya yang lantang dapat terdengar hingga jauh.
Banyak orang bertobat hanya dengan mendengarkan
khotbahnya. Bahkan seorang rabi terkenal, Paulus
dari Burgos, menjadi seorang Katolik pula. Paulus
kemudian menjadi seorang imam dan akhirnya
Uskup Cartagena, Spanyol. Banyak orang Katolik
sangat terkesan dengan khotbah-khotbah dan
teladan kekudusan Vinsentius, sehingga mereka
menjadi lebih saleh. Umat Katolik yang dulunya
tidak mengamalkan iman mereka, sekarang
berubah. Mereka menjadi taat dan saleh sepanjang
hidup mereka.
St. Vincentius mengandalkan Tuhan. Ia juga
minta bantuan doa dan matiraga dari banyak orang
demi keberhasilan khotbah-khotbahnya. Ia sadar
bahwa bukanlah kata-katanya ataupun bakat-
bakatnya yang memenangkan hati banyak orang.
Oleh sebab itulah, ia selalu berdoa sebelum
berkhotbah. Namun demikian, dikisahkan bahwa
suatu saat , ia tahu bahwa seseorang yang amat
penting akan mendengarkan khotbahnya. Ia bekerja
lebih keras dari biasanya untuk mempersiapkan
khotbahnya, sehingga ia tidak sempat lagi berdoa.
Khotbah ini , yang telah dipersiapkannya
945
dengan amat seksama, ternyata tidak terlalu
mengesankan sang bangsawan. Tuhan membiarkan
hal itu terjadi untuk mengajarkan kepada Vincentius
agar tidak mengandalkan diri sendiri. Di kemudian
hari, bangsawan yang sama datang lagi untuk
mendengarkan khotbah Pastor Vincentius. namun ,
kali ini Pastor Vincentius tidak mengetahuinya.
Seperti biasa, ia berdoa serta mengandalkan segala
sesuatunya kepada Tuhan. Sang bangsawan
mendengarkan khotbahnya dan sungguh sangat
terkesan dengan apa yang telah ia dengar. saat
Vincentius diberitahu menganai hal ini , ia
berkata: “Dalam khotbah pertama, Vincentius-lah
yang berbicara. Dalam khotbah kedua, Yesus
Kristus-lah yang berbicara.” St. Vincentius wafat
pada tahun 1419. Ia dinyatakan kudus oleh Paus
Nikolas V pada tahun 1455.
L: matahari dengan huruf JHS; P: 5 April
VINSENSIUS PALOTTI (1795-1850)
Pastor paroki di Roma ini dhujani fitnahan
oleh imam-imam lain, namun ia diam saja. Untuk
memajukan karya kerasulan dan amal, ia mendirikan
kongregasi imam dan suster.
P: 22 Januari
VINSENS LIEM OP († 1773)
Imam Vietnam pertama yang menjadi saksi
imam untuk Kristus.
VINSENSO MARIA STRAMBI CP (1768-1824)
Provinsial Kongregasi Pasionis ini terkenal
sebagai pengkotbah dan bapa rohani yang sangat
946
saleh. saat Kaisar Napoleon I berkuasa, uskup ini
dibuang sebab tidak mau bersumpah setia padanya.
P: 24 September
VINSENT KAUN (1626)
Penduduk Seoul (Korea) ini menjadi tawanan
perang dan diangkut ke Jepang, tempat ia menjadi
Kristen dan masuk Serikat Jesus. Ia berkarya
sebagai katekis di Tiongkok dan Jepang sampai
akhirnya mati dibakar hidup-hidup di Nagasaki.
P: 20 Juli
VIRGILIUS († 784)
Biarawan dan abbas Irlandia ini diangkat
menjadi uskup Salzburg (Austria). Ia mengajarkan,
bahwa bumi ini bulat; dan sebagai konsekwensinya,
orang-orang di dua tempat di muka bumi yang
dihubungkan oleh garis tengah bumi berdiri dengan
posisi kaki saling berlawanan (antipodes; Yun).
Misalnya, orang-orang di Jawa berdiri terbalik
dengan orang-orang di sekitar Karibia (sebelah Utara
Amerika Tengah). Ajaran ini ditentang oleh banyak
orang, bahkan dicap bidaah oleh santo Bonifasius.
Sebagai misionaris ia sangat giat.
P: 24 September atau 27 Nopember
VITALIS († 730)
yaitu murid dan pengganti Santo Rupertus
sebagai uskup Salzburg (Austria) yang berkarya di
pegunungan Alpen.
A: yang hidup (L); P: 20 Oktober
947
VITUS († 304)
Martir di Sisilia (Italia) ini dihormati sebagai
santo pelindung orang sakit epilepsy (atau ‘tarian
Vitus’), sebab – katanya – ia pernah
menyembuhkan orang yang terkena penyakit itu.
P: 15 Juni
VLADIMIR (995-1015)
Santa Olga membujuk putera mahkota
Vladimir susaha minta dibaptis. Dan ia mencari istri
(Anna) di Konstantinopel bagi cucunya. Vladimir
yang sampai saat ini bertindak kejam dan jahat (a.l.
membunuh dua adiknya), berubah sikapnya dan
berbuat baik. Ia mendatangkan biarawan Yunani ke
kerajaan Kiev (Rusia Selatan), agar mengkristenkan
penduduknya. Dua puteranya, Boris (atau Romanus)
dan Gleb (atau David) dibunuh sebagai martir pada
waktu terjadi reaksi kaum kafir.
P: 15 Juni
948
W
WALBURGA (710-779)
yaitu adik wanita Santo Wilibald dan
Santo Wunibald († 761). Mereka mengikuti Santo
Bonifasius dari Inggris ke Jerman untuk menjalankan
penginjilan. Wilibald menjadi uskup dan Walburga
menjabat abbas di dua biara, yaitu biara pria (yang
didirikan Santo Wunibald) dan biara wanita di
Heidenbeim. Biara itu kemudian menjadi pusat
kebudayaan, pendidikan serta karya amal.
P: 25 Februari
WALTER (abad ke-12)
949
Bekas perwira ini menjadi biarawan di
Himerod (Jerman) dan sangat menghormati Santa
Maria. Ia dikaruniai Tuhan rahmat mengerjakan
mukjijat.
P: 22 Januari
SANTA WALTRUDIS († 688)
Waltrudis dilahirkan di Belgia pada abad
ketujuh. Ibunya (Santa Bertilia; P. bersama: 11
Mei), ayahnya (Santo Walbertus) serta saudarinya
(Santa Adelgunda (P: 30 Januari), semuanya telah
dinyatakan kudus pula. Waltrudis tumbuh menjadi
seorang gadis remaja yang cantik

