Kisah santa santo 21

 


ia 

tidak pernah menyombongkan kelebihannya itu. Ia 

tahu bahwa pikirannya itu yaitu  karunia dari 

Tuhan. Thomas yaitu  

seorang dari sembilan 

bersaudara. Orangtuanya 

berharap agar suatu hari 

kelak ia menjadi seorang 

pemimpin biara Benediktin. 

Kastil keluarganya berada di 

Rocca Secca, sebelah utara 

Monte Cassino di mana para 

biarawan Benediktin tinggal.

Pada usia lima tahun, 

Thomas dikirim ke biara 

ini  untuk memperoleh 

pendidikan. saat  usianya 

delapanbelas tahun, ia pergi ke Naples untuk 

melanjutkan pendidikannya. Di sana ia bertemu 

dengan suatu kelompok religius baru yang disebut 

sebagai Ordo Para Pengkhotbah. Pendiri mereka, St. 

Dominikus, masih hidup kala itu. Thomas tahu 

bahwa ia ingin menjadi seorang imam. Ia merasa 

bahwa ia dipanggil untuk bergabung dengan 

905

kelompok ini  yang kelak lebih dikenal dengan 

sebutan “Dominikan”. Orangtuanya amat marah 

kepadanya. saat  sedang dalam perjalanan ke Paris 

untuk belajar, saudara-saudaranya menculiknya. 

Mereka mengurungnya di salah satu kastil keluarga 

mereka selama lebih dari satu tahun. Selama masa 

itu, mereka melakukan segala daya usaha  untuk 

membuat Thomas mengubah pendiriannya. Seorang 

saudarinya juga datang untuk membujuknya agar 

melupakan panggilannya. namun  Thomas berbicara 

demikian indahnya tentang sukacita melayani 

Tuhan, sehingga saudarinya itu mengubah 

pendapatnya. Saudarinya itu bahkan memutuskan 

untuk mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan 

sebagai biarawati. sesudah  limabelas bulan lamanya, 

pada akhirnya Thomas diberi kebebasan untuk 

memenuhi panggilannya.

St. Thomas menulis demikian indah tentang 

Tuhan sehingga orang-orang dari seluruh dunia telah 

mempergunakan tulisan-tulisannya selama beratus-

ratus tahun. Penjelasannya tentang Tuhan dan 

tentang iman berasal dari cintanya yang amat 

mendalam kepada Tuhan. Ia seorang yang apa 

adanya sebab ia tidak sedang berusaha untuk 

membangkitkan kesan kepada siapa pun. Yang ia 

inginkan dengan segenap hatinya yaitu  

mempersembahkan karunia hidupnya kepada Yesus 

dan kepada Gereja. St. Thomas merupakan salah 

seorang dari Pujangga Gereja terbesar.

Sekitar akhir tahun 1273, Paus Gregorius X 

meminta Thomas untuk ambil bagian dalam suatu 

pertemuan penting Gereja yang disebut Konsili Lyon. 

saat  sedang dalam perjalanannya ke sana, 

Thomas jatuh sakit. Ia harus menghentikan 

perjalanannya dan tinggal di sebuah biara di 

Fossanova, Italia, di mana akhirnya ia wafat. Hari itu 

906

yaitu  tanggal 7 Maret 1274. Usianya baru 

empatpuluh sembilan tahun. St. Thomas dinyatakan 

kudus pada tahun 1323 oleh Paus Paulus II; Paus 

Pius V memberinya gelar Pujangga Gereja pada 

tahun 1567; Paus Leo XIII memberinya gelar 

mahaguru dari segala doktor akademik pada tahun 

1879 dan pelindung semua universitas, perguruan 

tinggi, dan sekolah pada tahun 1880.

Thomas Aquinas (1225-1274); filsuf dan 

teolog, Pujangga Gereja dan pelindung kaum 

ilmiawan, khususnya ahli teologi. L: seorang 

biarawan Dominikan dengan bintang pada 

dadanya dan artikel  dalam tangannya; P: 28 

Januari

SANTO THOMAS BECKET (1118-29 

Desember 1170)

Thomas Becket dilahirkan pada tahun 1118 di 

London, Inggris. sesudah  kedua orangtuanya 

meninggal dunia, ia pergi 

untuk bekerja di sebuah 

kantor. Sebagai seorang 

pemuda, ia suka pergi 

berburu dan melakukan 

kegiatan olah raga lainnya. 

saat  usianya sekitar 

duapuluh empat tahun, 

Thomas mendapatkan 

pekerjaan di Keuskupan 

Agung Canterbury. Ia mulai 

tertarik untuk menjadi 

seorang imam. Thomas 

seorang pemuda yang 

tampan, amat cerdas dan pandai bergaul. Sebentar 

saja, ia telah menjadi kesayangan Raja Henry II 

sendiri. Orang mengatakan bahwa raja dan Thomas 

memiliki hanya satu hati dan satu pikiran - seperti 

layaknya sepasang sahabat kental. saat  Thomas 

907

berusia tigapuluh enam tahun, Raja Henry 

menjadikannya ketua parlemen.

Sebagai ketua parlemen Inggris, Thomas 

memiliki rumah yang besar dan hidup dalam 

kemewahan. Namun demikian, ia sungguh murah 

hati kepada orang-orang miskin. Ia seorang yang 

cepat marah, tapi ia melakukan banyak matiraga 

juga secara diam-diam. Ia melewatkan berjam-jam 

lamanya dalam doa, bahkan seringkali hingga larut 

malam. 

saat  Uskup Agung Canterbury wafat, raja 

menghendaki paus memberikan jabatan ini  

kepada Thomas. Itu berarti bahwa Thomas harus 

ditahbiskan menjadi seorang imam. namun , Thomas 

mengatakan secara terus terang kepada raja bahwa 

ia tidak ingin menjadi Uskup Agung Canterbury. Ia 

sadar sepenuhnya bahwa jabatan itu akan 

menempatkannya dalam konflik langsung dengan 

Raja Henry II. Thomas tahu bahwa ia akan harus 

membela Gereja dan bahwa itu berarti masalah. 

“Kasih baginda kepadaku akan berubah menjadi 

kebencian,” demikian ia memperingatkan Henry. 

Raja tidak peduli, dan Thomas ditahbiskan menjadi 

iman dan kemudian menjadi uskup pada tahun 

1162. Pada mulanya, segala sesuatu berjalan lancar 

seperti sedia kala. Namun demikian, segera saja raja 

mulai menuntut uang yang dirasa Thomas tidak 

pada tempatnya dirampas dari Gereja. Raja semakin 

dan semakin geram terhadap mantan sahabatnya. 

Akhirnya, ia mulai memperlakukan Thomas dengan 

buruk. Sesaat, Thomas tergoda untuk sedikit 

mengalah. namun  kemudian ia mulai sadar akan 

betapa besar keinginan Raja Henry untuk 

mengendalikan Gereja. Thomas sungguh menyesal 

bahwa ia bahkan pernah berpikiran untuk mengalah 

kepada raja. Ia mohon ampun atas kelemahannya 

908

itu dengan bermatiraga, dan kemudian ia menjadi 

lebih tegas dari sebelumnya.

Suatu hari, raja teramat murka. “Tak adakah 

seorang pun yang dapat mengenyahkan uskup 

agung ini dari hadapanku?” Beberapa perwiranya 

menganggapi hal ini secara serius. Mereka 

bermufakat untuk menghabisi uskup agung. Mereka 

menyerang Thomas di katedralnya sendiri. Dalam 

sakrat maut, bapa uskup mengatakan, “Demi nama 

Yesus dan demi membela Gereja, aku bersedia 

mati.” Hari itu tanggal 29 Desember 1170. Segenap 

umat Kristiani di seluruh penjuru dunia terkejut 

ngeri atas perbuatan yang begitu keji itu. Paus 

Alexander III menegur raja bahwa ia secara pribadi 

bertanggung jawab atas pembunuhan uskup agung. 

Mukjizat-mukjizat mulai terjadi di makam Uskup 

Agung Thomas. Ia dimaklumkan sebagai santo oleh 

paus yang sama pada tahun 1173.

P: 29 Desember

THOMAS GARNET SJ (1575-1608)

Salah seorang martir yang meninggal sebagai 

saksi iman di Inggris.

P: 29 Desember

SANTO THOMAS 

MORE (1477-6 

Juli 1535)

Thomas More 

yaitu  seorang 

pengacara dan penulis 

yang terkenal. Ia 

dilahirkan di London 

pada tahun 1477. 

909

Ayahnya seorang pengacara dan juga hakim. 

Thomas amat berterima kasih kepada ayahnya oleh 

sebab  ia penuh kasih sayang, namun tidak 

memanjakannya.

Isteri pertama Thomas, Jane Colt, meninggal 

dalam usia muda. More ditinggal sendirian bersama 

keempat anak mereka yang masih kecil. Thomas 

menikah lagi dengan seorang janda, seorang wanita 

sederhana yang bahkan tidak dapat membaca dan 

menulis. Suaminya berusaha mengajarinya dengan 

sabar. Thomas menjadikan kehidupan rumah 

tangganya menyenangkan bagi seluruh anggota 

keluarga, sebab ia seorang yang amat 

menyenangkan. Pada waktu makan, salah seorang 

anak akan membacakan Kitab Suci. Kemudian 

mereka bercakap-cakap dan bersendau gurau. St. 

Thomas kerap mengundang para tetangga yang 

miskin untuk bersantap bersama mereka. Ia 

senantiasa membantu mereka yang miskin selama ia 

mampu. St. Thomas suka menggembirakan hati 

para tamunya dengan kejutan-kejutan 

menyenangkan. Ia bahkan memelihara beberapa 

ekor monyet lucu di rumahnya. 

Sedikit saja yang dapat membayangkan 

betapa mendalam kehidupan rohaninya. St. Thomas 

berdoa beberapa jam lamanya tengah malam dan 

juga melakukan mati raga. Ia sungguh sadar bahwa 

menjadi seorang Kristen sejati membutuhkan 

rahmat serta pertolongan dari Tuhan. Thomas 

menduduki berbagai jabatan penting dalam 

pemerintahan. Selama tiga tahun, ia menjabat 

sebagai penasehat negara, istilah lain bagi perdana 

menteri. Henry VIII biasa melingkarkan tangannya 

ke pundak Thomas sebagai tanda kasih kepadanya. 

Namun demikian, meskipun orang kudus kita ini 

seorang pejabat negara yang sangat setia, ia 

910

menempatkan kesetiaannya kepada Tuhan di atas 

segala-galanya. saat  raja mencoba membuatnya 

melanggar hukum Tuhan, Thomas menolak. Henry 

ingin menceraikan isterinya agar dapat menikah 

dengan seorang wanita lain. namun , Bapa Suci tidak 

dapat memberi ijin seperti itu, sebab  hal demikian 

melanggar hukum Tuhan. Raja Henry seorang yang 

keras kepala, akhirnya ia meninggalkan Gereja. Ia 

menghendaki semua orang menghormatinya sebagai 

kepala Gereja di Inggris. Thomas tidak dapat 

melakukan hal demikian. Ia memilih untuk tetap 

setia kepada iman Katolik dan kepada Tuhan. sebab  

itu, St. Thomas dijatuhi hukuman mati. St. Thomas 

mengampuni para hakim. Ia bahkan mengatakan 

berharap untuk berjumpa dengan mereka di surga. 

Dan ia sungguh bermaksud demikian.

Di tempat pelaksanaan hukuman mati, di 

mana ia akan digantung, St. Thomas mencium pipi 

algojo. Kemudian ia bergurau, mengatakan bahwa 

janggutnya janganlah sampai terpotong sebab 

janggutnya itu tidak bersalah. St. Thomas wafat 

sebagai martir pada hari Selasa, tanggal 6 Juli 1535, 

dalam usia lima puluh tujuh tahun. Bersama 

sahabatnya, Uskup Yohanes Fisher, Sir Thomas More 

dinyatakan kudus oleh Paus Pius XI pada tahun 

1935.

Thomas Moore (1478-1535), ayah, 

negarawan, sastrawan dan martir kebebasan 

hati nurani terhadap kesewenang-wenangan 

pemerintah Inggris; P: 22 Juni

“Tidak suatu pun terjadi jika  bukan kehendak Tuhan.  

Dan  aku  sungguh  yakin  bahwa  segala  yang  terjadi,  

sungguh  pun  buruk  tampaknya,  yaitu   sungguh  benar 

yang terbaik.” ~ St. Thomas More         

911

SANTO THOMAS, RASUL († 72)

Thomas yaitu  salah satu dari keduabelas 

rasul Yesus. Namanya dalam bahasa Syria berarti 

“kembar”. St. Thomas sangat mengasihi Yesus, 

meskipun pada mulanya ia kurang percaya. saat  

Yesus harus pergi menghadapi bahaya mati dibunuh 

oleh para musuh-Nya, para murid yang lain 

berusaha mencegah kepergian-Nya. namun , St. 

Thomas berkata kepada mereka, “Marilah kita pergi 

juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.”

saat  Yesus ditangkap, Thomas kehilangan 

keberaniannya. Ia melarikan diri bersama para rasul 

yang lain. Hatinya hancur oleh rasa duka atas 

wafatnya Kristus yang dikasihinya. Kemudian, pada 

hari Minggu Paskah, Yesus menampakkan diri 

kepada para rasul-Nya sesudah  Ia bangkit dari antara 

orang mati. Waktu itu Thomas tidak bersama 

mereka. Begitu ia datang, para rasul yang lain 

menceritakan padanya dengan penuh sukacita, 

“Kami telah melihat Tuhan!” Mereka pikir Thomas 

akan ikut bergembira bersama mereka. namun , 

Thomas tidak percaya. “Sebelum aku melihat bekas 

912

paku pada tangan-Nya,” demikian katanya, “dan 

sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas 

paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam 

lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” 

Delapan hari kemudian, Yesus kembali 

menampakkan diri kepada para rasul. Kali ini, 

Thomas juga ada bersama mereka. Yesus 

memanggilnya dan memintanya untuk mencucukkan 

jarinya ke dalam luka di tangan-Nya dan luka di 

lambung-Nya. St. Thomas yang malang! Ia jatuh 

tersungkur di kaki Gurunya sambil berseru, “Ya 

Tuhanku dan Allahku!” Kemudian kata Yesus, 

“sebab  engkau telah melihat Aku, maka engkau 

percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, 

namun percaya.” Sesudah hari raya Pentakosta, 

Thomas menjadi kuat serta teguh dalam iman dan 

kepercayaannya kepada Yesus. Menurut tradisi, St. 

Thomas pergi mewartakan Injil hingga ke India. 

sesudah  mempertobatkan banyak orang, ia wafat 

sebagai martir di sana.

Thomas († 72), Rasul dan martir; A: kembar 

(H); B: Tom, Tommy; L: seorang Rasul yang 

menyentuh luka-luka Yesus; P: 3 Juli.  

SANTO THOMAS dari VILLANOVA (1488-

1555)

Thomas 

dilahirkan di Spanyol 

pada tahun 1488. Dari 

orangtuanya yang baik 

hati, ia belajar 

bermurahhati kepada 

mereka yang miskin. Ia 

pandai di sekolah dan 

sesudah  menamatkan 

pendidikannya, ia 

913

menjadi seorang dosen filsafat. Kemudian ia 

menggabungkan diri dengan Ordo Agustinian. 

sesudah  ditahbiskan sebagai imam, kepada Thomas 

dipercayakan banyak tanggung jawab yang penting. 

Akhirnya, ia diangkat sebagai Uskup Agung Valencia. 

Para imam berusaha meyakinkannya untuk 

mengganti jubah usangnya yang penuh tambalan 

dengan jubah yang lebih pantas. namun , St Thomas 

mengatakan kepada mereka bahwa jubah usang 

tidak ada hubungannya dengan tugas kewajibannya. 

Ia memenuhi kebutuhan rohani umatnya dengan 

baik. Setiap hari ia memberi makan ratusan fakir 

miskin. saat  menerima sejumlah besar uang untuk 

membeli perabot bagi kediamannya, St Thomas 

memberikannya kepada rumah sakit, katanya, “Apa 

gunanya perabot bagi seorang biarawan miskin 

seperti aku?” Tak heran ia dijuluki “bapa kaum 

miskin”!

St Thomas menaruh belas kasihan kepada 

para pendosa pada masa kebanyakan orang tidak 

bersikap demikian Sekali peristiwa, saat  ia 

berusaha mendorong seorang untuk berubah dari 

cara hidup dosa, laki-laki itu dengan marah 

menghinanya dan meninggalkan ruangan dengan 

kasar. “Ini salahku,” kata uskup agung yang rendah 

hati itu. “Aku berbicara kepadanya dengan agak 

sedikit terlalu keras.” Tak pernah ia mengijinkan 

siapapun juga mengkritik orang yang tidak berada di 

sana. “Pastilah ia punya alasan tepat melakukan apa 

yang ia lakukan,” demikian biasa dikatakannya. 

“Aku, seorang di antaranya, yang percaya akan hal 

itu.” Sebelum wafatnya, St Thomas dari Villanova 

membagi-bagikan segala yang ia miliki kepada fakir 

miskin. Ia bahkan memerintahkan agar tempat 

tidurnya dikirimkan ke penjara agar dapat 

dipergunakan para tahanan. St Thomas wafat pada 

914

tahun 1555. Ia dimaklumkan kudus oleh Paus 

Alexander VII pada tahun 1658.

L: seorang uskup memegang domba dan 

dikelilingi oleh pengemis-pengemis; P: 22 

September

TILO, TIL atau TILLON († 702)

Pada masa mudanya dijual sebagai budak-

belian, namun  kemudian ditebus oleh Santo Eligius. 

Lalu ia menjadi tukang mas, biarawan dan abbas di 

Belgia. Menjelang akhir hidupnya ia mengundurkan 

diri untuk hidup bertapa.

P: 7 Januari

SANTO TIMOTIUS († 97)

Selain menjadi orang kudus dan uskup pada 

masa Gereja Perdana, St. Timotius dan St. Titus 

memiliki sesuatu yang istimewa. 

Mereka berdua menerima karunia 

iman melalui pewartaan St. Paulus. 

Timotius dilahirkan di Listra 

di Asia Kecil. Ibunya yaitu  seorang 

Yahudi dan ayahnya bukan. saat  

St. Paulus datang untuk 

mewartakan Injil di Listra, Timotius, 

ibu serta neneknya, semuanya 

menjadi pengikut Kristus. Beberapa 

tahun kemudian, Paulus kembali lagi 

ke Listra dan bertemu dengan 

Timotius yang sudah tumbuh 

dewasa. Paulus merasa bahwa 

Timotius dipanggil oleh Tuhan untuk 

915

menjadi seorang pewarta Injil. Paulus mengajaknya 

bergabung dengannya untuk mewartakan Injil. 

Jadi demikianlah, Timotius meninggalkan 

rumah dan keluarganya untuk mengikuti Paulus. 

Segera juga ia mengalami penderitaan sama seperti 

yang dialami oleh Paulus. Mereka berdua merasakan 

sukacita yang besar dalam mewartakan Sabda 

Tuhan kepada banyak orang. Timotius yaitu  murid 

kesayangan rasul besar ini, sudah seperti anaknya 

sendiri. Timotius pergi kemana pun Paulus pergi, 

hingga ia menjadi Uskup Efesus. Timotius tinggal di 

Efesus untuk menggembalakan jemaat-Nya. Sama 

seperti St. Paulus, Timotius juga wafat sebagai 

martir. 

Timotius († 97), uskup dan martir; A: yang 

menghormati Tuhan;   B: Tim; L: pentung; P: 

26 Januari

BEATO TIMOTIUS GIACCARDO 

(13 Juni 1896-24 Januari 1948)

Yosef Giaccardo dilahirkan pada tanggal 13 

Juni 1896 di Narzole, Italia. Kedua orangtuanya 

yaitu  petani yang giat 

bekerja. Yosef mewarisi 

kebiasaan-kebiasaan 

baik mereka, termasuk 

mencintai iman Katolik 

mereka. Yosef berdoa 

kepada Yesus dalam 

Sakramen Ekaristi dan 

kepada Bunda Maria. 

Ada padanya sebuah 

patung kecil Bunda 

Maria di atas sebuah rak 

di kamarnya. Yosef 

916

menjadi putera altar yang setia melayani dalam Misa 

Kudus. Demikianlah ia bertemu dengan seorang 

imam muda yang datang membantu di Gereja St 

Bernardus. Imam muda ini hendak mendirikan suatu 

ordo religius baru yang mengagumkan, yakni Serikat 

St Paulus. Nama imam muda ini ialah Yakobus 

Alberione. Yosef amat mengasihinya, sebaliknya 

sang imam juga amat terkesan pada Yosef. Ia 

membimbing Yosef dalam kehidupan rohani. Di 

kemudian hari, Yosef masuk seminari di Alba. Pada 

tahun 1917, saat  masih seorang seminaris, Yosef 

memohon ijin pada bapa uskup untuk meninggalkan 

seminari. Ia ingin menggabungkan diri pada ordo 

baru yang dibentuk P Alberione. Dengan berat hati 

bapa uskup mengijinkan Yosef meninggalkan 

seminari dan menggabungkan diri dalam Serikat St 

Paulus.

Yosef mengucapkan kaulnya pada tahun 

1920. Ia memilih nama Timotius sesuai nama murid 

yang paling dikasihi St Paulus. Timotius Giaccardo 

ditahbiskan dua tahun kemudian sebagai imam 

pertama dalam kongregasi baru P Alberione. Ordo ini 

baru saja didirikan pada tahun 1914. Panggilan 

khusus P Giaccardo sebagai seorang imam Pauline 

yaitu  menjadi seorang rasul media. Ia menulis, 

mengedit, mencetak dan menyebarluaskan Sabda 

Allah. Ia melakukan banyak tugas tanggung-jawab 

dengan gagah berani dan penuh kerendahan hati. 

Sebagian orang tidak paham akan karya kerasulan 

Serikat St Paulus dan Puteri-puteri St Paulus. Mereka 

heran bagaimana para imam, para biarawan dan 

biarawati dapat menjadi penerbit. Bagaimana 

mereka dapat mempergunakan media sebagai 

sarana untuk mewartakan Kabar Gembira? P 

Giaccardo membantu orang memahami panggilan 

mengagumkan kaum religius Pauline. Ia yaitu  juga 

917

seorang guru besar bagi para imam dan kaum 

religius yang terpanggil pada karya kerasulan baru 

ini. Ia melayani Tuhan di Italia utara dan di Roma. Ia 

menjadi rekan terdekat P Alberione. Sesungguhnya P 

Alberione menyebut B Timotius sebagai “yang paling 

setia dari yang setia”. namun  Timotius tidak menjadi 

penerus Pendiri Pauline sebagaimana diharapkan P 

Alberione. Timotius sakit parah sebab  leukemia. Ia 

wafat pada tanggal 24 Januari 1948. Ia 

dimaklumkan “beato” oleh Paus Yohanes Paulus II 

pada tanggal 22 Oktober 1990.

TIONGKOK

Akhir abad yang lalu beberapa Negara Barat 

memperoleh banyak keuntungan di Tiongkok. 

Sebab, negeri yang luas itu secara politik dan militer 

lemah. Beberapa kolonialis Barat memanfaatkan 

tindakan yang tidak terpuji seperti pengrusakan dan 

pembunuhan, yang dilakukan olehgerombolan dan 

dinas rahasia terhadap tenaga-tenaga dan milik 

gerejani. Huru-hara serupa ini dipakai sebagai dalih 

memeras keuntungan finansiil dan ekonomi. Hal ini 

menumbuhkan benih kebencian penduduk setempat 

terhadap orang asing dan juga terhadap orang 

Kristen. Sebab, orang Kristen dipandang berpihak 

pada kepentingan mereka. Tahun 1899 di propinsi 

Shantung terjadi pemberontakan Sarekat I Ho 

Ch’uan (yaitu petinju atau ‘boxer’). Pemberontakan 

yang kemudian dikenal sebagai perang boxer itu 

didukung oleh para mandarin dan Ibu Kaisar Kwang-

hsue.

Banyak orang Kristen - yang buta akan 

kelicikan permainan-permainan politis -  menjadi 

korban, baik di kota besar maupun di pedesaan. 

Mereka dianiaya sebab  mengaku Kristen. Selain itu 

918

orang Kristen dituduh kurang memiliki  jiwa 

patriotic. Penganiayaan menjalar ke seluruh 

Tiongkok Utara, Manchuria dan Mongolia Dalam. 

Jumlah korban cukup besar: lima uskup, 28 imam 

praja dan biarawan, dua bruder, sembilan suster, 

tujuh remaja dan seorang anak yang baru berumur 

sembilan tahun  dan 30.000 orang Kristen awam. Di 

antara mereka banyak yang dinyatakan kudus; 

antara lain uskup-uskup Pietro Grassi OFM, 

Ferdinand Hamer CICM, Fransiskus Fogolla, Anton 

Fabbosali OFM (P: 5 Juli). 

SANTO TITUS (abad ke-1)

Titus yaitu  seorang bukan Yahudi dan tidak 

percaya kepada Tuhan. Ia pun juga menjadi murid 

St. Paulus. Titus seorang yang murah hati dan giat 

bekerja. Dengan penuh sukacita ia mewartakan 

Kabar Gembira bersama dengan Paulus dalam 

perjalanan kerasulan mereka dan juga pada Konsili 

Yerusalem (49). Oleh sebab  Titus seorang yang 

dapat dipercaya, Paulus tanpa ragu mengutusnya 

dalam banyak “misi” kepada komunitas-komunitas 

Kristiani. Titus membantu umat memperteguh iman 

mereka kepada Yesus. Ia juga mampu memulihkan 

perdamaian jika  terjadi perselisihan di antara 

jemaat Kristiani. Titus dianugerahi karunia istimewa 

sebagai pembawa damai. Paulus amat menghargai 

karunia yang dimiliki Titus ini dan mengenalinya 

sebagai karya Roh Kudus. Paulus akan mengirim 

Titus untuk mengatasi persoalan-persoalan yang 

timbul. saat  Titus ada di antara  suatu kelompok 

jemaat Kristiani, orang-orang yang bersalah akan 

menyesali perbuatan mereka. Mereka akan 

memohon pengampunan dan berusaha memperbaiki 

apa yang telah mereka lakukan. saat  damai telah 

919

tercapai, Titus akan kembali serta melaporkan hasil 

baiknya kepada Paulus. Hal ini mendatangkan 

sukacita bagi Paulus dan jemaat Kristiani yang lain. 

St. Paulus mengangkat Titus sebagai Uskup di Pulau 

Kreta, di mana ia tinggal hingga akhir hayatnya, dan 

di sinilah ia menerima Surat Paulus seperti yang 

tertulis dalam Al Kitab Perjanjian Baru.

Titus (abad ke-1), murid Santo Paulus dan 

uskup pulau Kreta (Yunani); P: 26 Januari

TOBIAS (abad ke-8 SM)

Kedua Tobias, ayah dan anak dengan setia 

menjalankan Hukum Taurat dalam pengasingan 

bangsa Israel di Ninive. Mereka rajin membantu 

rakyat jelata, menguburkan mayat yang tak terawatt 

dan tetap percaya pada Tuhan dalam segala 

percobaan (lihat. Kitab Tobit).

Tobias (abad ke-8 SM); A: Tuhan itu baik; B: 

Tobi, Tobia, Tobit; P: 13 September

SANTO THORFINN († 8 Januari 1285)

 Kisah hidup St. Thorfinn diketahui lama 

sesudah wafatnya. Ia wafat pada tahun 1285 di 

sebuah biara di Belgia. Lima puluh tahun kemudian, 

kuburnya secara tak sengaja dibongkar sebab  suatu 

pekerjaan bangunan. Semua orang dikejutkan oleh 

bau harum yang kuat yang berasal dari peti 

matinya. Pemimpin biarabiara mulai menyelidiki hal 

ini . Ia mendapatkan seorang biarawan tua, 

Walter de Muda, yang mengenal Thorfinn. 

Sesungguhnya, Pastor Walter, yang begitu terkesan 

oleh kelemahlembutan dan keteguhan iman 

Thorfinn, telah menulis sebuah puisi tentangnya. 

Walter menaruh puisinya itu dalam kubur Thorfinn. 

Para biarawan pergi mencari puisi ini . Mereka 

920

menemukan perkamen yang tampak baru dan baik 

keadannya seperti saat diletakkan di sana. 

Para biarawan merasa bahwa ini merupakan 

tanda bahwa Tuhan menghendaki agar Thorfinn 

dikenang serta dihormati. Orang mulai mohon 

bantuan doanya dan mukjizat-mukjizat pun terjadi. 

Pastor Walter diminta untuk menuliskan apa saja 

yang dapat diingatnya tentang Thorfinn. Ia menulis 

bahwa Thorfinn datang dari Norwegia. Sebagai 

imam, kemungkinan ia melayani di katedral. 

Tampaknya Thorfinn menandatangani suatu 

dokumen penting semasa ia bertugas di katedral. Ia 

juga menjadi saksi atas Perjanjian Tonsberg pada 

tahun 1277. Perjanjian ini  yaitu  perjanjian 

antara Raja Magnus VI dengan uskup agung untuk 

membebaskan Gereja dari campur tangan negara. 

namun , beberapa tahun kemudian, Raja Eric 

meyangkal perjanjian ini . Ia melawan uskup 

agung serta mereka semua yang mendukungnya. 

Uskup agung diusir, demikian juga Thorfinn, yang 

saat itu yaitu  Uskup Hamar, Norwegia. 

Thorfinn memulai perjalanan yang berat ke 

Flanders. Kapalnya bahkan karam dalam perjalanan. 

Pada akhirnya, ia tiba dan tinggal di biara di mana 

akhirnya ia kemudian wafat. Ia mengunjungi Roma, 

namun  kembali dalam keadaan sakit parah. Thorfinn 

tidak punya banyak, namun  ia membagikan sedikit 

barang miliknya di antara para anggota keluarga dan 

kelompok amal kasih. Kemudian ia wafat pada 

tanggal 8 Januari tahun 1285. Umat Katolik di 

Hamar, Norwegia, masih menghormati St. Thorfinn 

dan merayakan pestanya.

TORLAK THORKALSSON (1133-1193)

921

sesudah  menyelesaikan pendidikannya di luar 

negeri dan kembali ke negaranya, warga  

Islandia heran, mengapa imam muda ini menolak 

menikah dengan seorang janda kaya. Ia justru 

membangun rumah pastoran yang menjadi tempat 

tinggal bersama beberapa imam yang tidak 

menikah. Torlak dipilih menjadi uskup dan 

memperbaharui iman umatnya. Ia menjebol banyak 

adapt kekafiran, khususnya dalam bidang 

perkawinan. Memang, banyak umat yang 

menentang, namun  Torlak didukug oleh Santo Eistein 

dari Norwegia.

P: 23 Desember

BEATO TORELLO (1202-1282)

Torello dilahirkan pada tahun 1202 di Poppi, 

Italia. Hidupnya semasa kanak-kanak di desa biasa-

biasa saja. namun , sesudah  ayahnya meninggal dunia, 

Torello mulai mengubah seluruh cara hidupnya. Ia 

bergaul dengan teman-teman yang suka mabuk. 

Mereka bukannya bekerja, malahan berkeliaran di 

kota sepanjang hari. Torello menyukai teman-teman 

barunya ini dan berusaha keras mendapatkan 

pengakuan mereka.

Suatu hari, saat  ia sedang bermain 

olahraga di tempat terbuka, seekor ayam jago 

terbang turun dari tempatnya bertengger dan 

mendarat di lengan Torello. Si jago lalu berkokok 

tiga kali; kokok yang panjang dan lantang. Torello 

terdiam kelu. Ia pergi dan tak hendak melanjutkan 

permainannya. Ia tidak dapat tidak berpikir bahwa 

apa yang dilakukan si ayam jago bukanlah suatu 

kebetulan belaka. Ia diperingatkan, dengan cara 

yang sama seperti St Petrus dulu diperingatkan. 

922

Cara hidup Torello yang tak bertanggung jawab akan 

menghantarnya jauh dari Yesus. 

Sesaat  itu juga Torello berniat mengubah 

hidupnya. Ia pergi menemui Abbas San Fedele yang 

membantunya menyambut Sakramen Tobat dengan 

baik. Lalu Torello pergi ke suatu daerah hutan yang 

tenang dan memilih sebuah tempat dekat sebuah 

pohon besar. Ia melewatkan delapan hari lamanya 

dalam doa. Di akhir doa, ia memutuskan hendak 

menjadi seorang pertapa. Ia pulang ke Poppi dan 

menjual segala harta miliknya. Ia menyisakan bagi 

dirinya hanya cukup uang untuk membeli sepetak 

tanah dekat pohon besar yang ditemukannya di 

hutan. Di sebelah pohon besar ia mendirikan sebuah 

gubuk di mana ia menghabiskan sepanjang sisa 

masa hidupnya. Ia menanam sayur-mayur untuk 

makanannya dan mengambil air dari sungai. Ia 

berdoa dan mengamalkan mati raga, yang paling 

berat yaitu  tidur hanya tiga jam saja dalam 

semalam. 

Torello merasa bahwa menjadi seorang 

pertapa yaitu  panggilan hidup yang Tuhan 

kehendaki baginya. Demikianlah ia melewatkan 

hidupnya dalam damai. Semasa ia masih hidup, 

sedikit saja orang yang tahu mengenai hidupnya 

sebagai seorang pertapa. Hanya seorang sahabat 

tahu akan kehidupan Torello yang tersembunyi di 

hutan. Torello wafat dalam usia delapanpuluh tahun 

sesudah melewatkan lebih dari limapuluh tahun 

hidup sebagai pertapa. Beato Torello wafat pada 

tahun 1282.

SANTO TURIBIUS dari MONGROVEJO 

(1538-23 Maret 1606)

923

Turibius dilahirkan pada tahun 1538 di Leon, 

Spanyol. Ia menjadi seorang professor di sebuah 

universitas dan kemudian menjadi seorang hakim 

yang terkenal. Ia yaitu  seorang Kristiani yang baik, 

terkenal sebagai seorang yang jujur dan bijak. Suatu 

hal luar biasa yang terjadi atasnya mengubah 

seluruh hidupnya. Turibius diminta untuk menjadi 

Uskup Agung Lima, Peru. Pertama-tama, ia bukanlah 

seorang imam. Kedua, Peru terletak jauh di Amerika 

Selatan. Ini terjadi sebab  Lima membutuhkan 

seorang uskup agung. Banyak orang dalam Gereja 

yakin bahwa Turibius memiliki kualitas untuk posisi 

terpercaya macam itu. Turibius memohon dengan 

sangat agar dibebaskan dari kehormatan ini . 

namun , saat  ia menyadari 

kondisi penduduk pribumi 

Peru yang amat 

mengenaskan, ia tak dapat 

menolak. Ia ingin menolong 

mereka dan membawa 

mereka kepada iman. 

Akhirnya, St Turibius 

ditahbiskan dan berangkat 

ke Peru.

Sebagai seorang 

uskup agung, St Turibius 

mengunjungi segenap 

pelosok negeri. Ia 

melakukan perjalanan di atas bukit-bukit bersalju 

dengan kaki telanjang. Ia berjalan di atas pasir 

pantai yang panas. Ia mendirikan gereja-gereja dan 

rumah-rumah sakit. Ia memulai sekolah pertama di 

Amerika Latin untuk pendidikan calon imam. Sekolah 

yang demikian dinamakan seminari. Ia belajar 

berbagai bahasa setempat yang berbeda-beda. Ia 

menghendaki umat dapat mendengarkan homili 

924

pada waktu Misa dan mengaku dosa dalam bahasa 

ibu mereka. Ia melindungi penduduk pribumi yang 

kerap kali diperlakukan dengan keji oleh para 

penjajah. St Turibius mencintai rakyat Peru. Ia 

menghabiskan sepanjang sisa hidupnya sebagai 

seorang imam dan uskup bagi mereka. Ia wafat 

pada tanggal 23 Maret 1606 dalam usia enampuluh 

delapan tahun. St Turibius dimaklumkan sebagai 

santo oleh Paus Benediktus XIII pada tahun 1726.

P: 23 Maret

SANTO TUTILO († 915)

Tutilo hidup di akhir abad kesembilan dan 

awal abad kesepuluh. Ia mendapatkan pendidikan di 

Biara Benediktine Saint-Gall. Dua teman sekelasnya 

telah digelari “beato”. Ketiga orang ini menjadi 

biarawan di biara di mana mereka mengenyam 

pendidikan.

St Tutilo yaitu  seorang dengan banyak 

bakat. Ia seorang penyair, pelukis potret, pematung, 

orator dan arsitek. Ia juga seorang ahli mesin. 

Bakatnya yang terutama yaitu  musik. Ia dapat 

memainkan semua alat musik yang dipergunakan 

para biarawan untuk liturgi mereka. Ia dan 

temannya, B. Notker, menggubah lagu-lagu 

tanggapan liturgi. Hanya tiga puisi dan satu 

nyanyian tersisa dari seluruh karya Tutilo. namun  

lukisan dan patung-patungnya masih dapat 

ditemukan sekarang di beberapa kota di Eropa. 

Lukisan-lukisan dan patung-patungnya 

diidentifikasikan sebagai karyanya sebab  ia 

senantiasa menandai karyanya dengan sebuah 

motto.

Akan namun , Tutilo tidak dimaklumkan 

sebagai seorang kudus sebab  bakat-bakatnya yang 

925

banyak itu. Ia seorang rendah hati yang ingin hidup 

hanya untuk Tuhan. Ia memuliakan Tuhan dengan 

cara-cara yang ia tahu: dengan melukis, membuat 

patung dan menggubah musik. Tutilo dimaklumkan 

sebagai seorang kudus sebab ia melewatkan 

hidupnya dengan memuji dan mengasihi Allah. St 

Tutilo wafat pada tahun 915.

U

SANTO UBALDUS († 16 Mei 1160)

St Ubaldus hidup pada abad keduabelas di 

Italia. Ia seorang anak yatim piatu yang dibesarkan 

oleh pamannya, seorang 

uskup. Ubaldus memperoleh 

pendidikan yang baik. sesudah  

tamat sekolah, meski 

berkesempatan untuk 

menikah, ia memilih menjadi 

seorang imam. Di kemudian 

hari, ia ditahbiskan sebagai 

Uskup Gubbio, tempat 

kelahirannya. 

St Ubaldus terkenal 

sebab  kelamahlembutan dan 

kesabarannya. Suatu saat , 

misalnya, seorang pekerja 

sedang memperbaiki tembok kota. Ia memicu  

kebun anggur uskup rusak parah. Bapa uskup 

dengan halus menunjukkan kesalahannya. namun , 

pekerja ini malahan berang. Mungkin saja ia bahkan 

926

tidak mengenali uskup. Ia mendorong bapa uskup 

begitu keras hingga uskup jatuh terjerembab ke 

dalam semen basah; sekujur tubuhnya berlumuran 

semen. Uskup bangkit, membersihkan diri dan 

masuk ke dalam rumahnya. Beberapa orang yang 

menyaksikan semua peristiwa ini menuntut agar 

sang pekerja dihadapkan ke pengadilan. Uskup 

Ubaldus muncul di depan pengadilan dan 

mendapatkan pembebasan bagi sang pekerja.

Uskup yang kudus ini cinta damai dan ia 

memiliki keberanian untuk mempertahankannya. 

Suatu kali, saat  penduduk Gubbio saling berkelahi 

di jalanan, uskup melemparkan diri di antara kedua 

masa yang sedang marah. Ia tampak tak takut akan 

kibasan pedang dan timpukan batu-batu. 

Sekonyong-konyong, uskup jatuh tergeletak di 

tanah. Sesaat  itu juga orang-orang berhenti 

berkelahi. Mereka menyangka bapa uskup tewas 

terbunuh. namun  Uskup Ubaldus bangkit. Ia 

memperlihatkan kepada mereka bahwa ia sama 

sekali tidak cedera. Penduduk bersyukur kepada 

Tuhan. Mereka berhenti berkelahi dan pulang ke 

umah. Di lain waktu, Kaisar Frederick Barbarossa 

sedang dalam perjalanan untuk menyerang Gubbio. 

St Ubaldus tidak menanti kaisar beserta bala 

tentaranya tiba. Ia malahan datang menyongsong 

kaisar dan berbincang dengannya. Tak seorang pun 

tahu apa yang dikatakannya. Yang mereka tahu 

ialah bahwa bapa uskup berhasil meyakinkan kaisar 

untuk meninggalkan Gubbio.

Uskup Ubaldus menderita banyak penyakit 

fisik. Namun demikian, ia tidak pernah 

membicarakannya. Pada hari Minggu Paskah tahun 

1160, ia bangkit untuk melayani Misa. Ia 

menyampaikan homili yang indah dan memberkati 

umatnya. Lalu, ia kembali tidur dan tak pernah 

927

dapat bangun kembali. Ia wafat pada tanggal 16 Mei 

1160. Penduduk berbondong-bondong datang untuk 

menyampaikan hormat mereka. Mereka menangis 

dan berdoa memohon kiranya St Ubaldus 

memelihara mereka dari surga.

SANTO UDO (abad ke-8)

Abbas ini membangun biara di Metten 

(Jerman) dan memimpin biara berdasar  

semboyan Santo Benediktus: Ora et Labora – Berdoa 

dan bekerja. Ia di hormati sebagai santo pelindung 

para pembuka hutan.

L: kampak penebang pohon; P: 3 Oktober

UGANDA (1886)

Pada tahun 1879 misionaris Katolik pertama 

sampai di istana raja Uganda di tepi danau Viktoria 

(Afrika Timur). Mereka sangat dimusuhi pedagang 

budak belian Arab dan kepala-kepala suku. Sebab, 

misionaris itu menentang penjualan orang dan 

poligami. Raja secara bergantian mencari untung 

dari pedagang Arab maupun para misionaris, 

khususnya dengan harapan susaha  adapt kafir dapat 

tetap lestari. Sebab, menurut adapt ini raja berhak 

menuntut apa saja dari rakyat: milik, anak-anak, 

bahkan kehidupan mereka.

Tahun 1885 tiga anak lelaki Anglikan disiksa 

dengan kejam dan dibakar sedikit demi sedikit. 

Merekalah martir pertama. Tak lama kemudian Yosef 

Mukasa Balikuddembe – kepala suku yang muda 

usia dan merangkap kepala urusan istana – 

dipenggal. Sebab, Yosef telah mencela raja yang 

membunuh seorang uskup Anglikan, menegurnya 

sebab  menyalahgunakan putera-putera istana 

928

untuk homoseksualitas, dan juga sebab  Yoses 

sendiri sering mengajar agama. Sebelum dibunuh, 

Yosesf menitipkan pesan kepada algojonya: 

“Kawanku, katakana kepada Sri Baginda, bahwa 

Baginda menghukum saya dengan tidak adil. Akan 

namun  saya telah memaafkannya. Semoga Baginda 

sempat bertobat; sebab kalau tidak, saya akan 

menjadi penuntutnya di hadapan takhta ilahi.” 

Sesudah peristiwa itu (1885), banyak orang – 

khususnya para pelayan istana – diam-diam minta 

dibaptis.

Raja Muanga (1884-1888; 1898-1900) makin 

harimmakin semena-mena menggunakan pemuda-

pemuda istana demi memuaskan nafsu seksualnya. 

Akan namun  pengganti Yosef Mukasa, yaitu Karolus 

Luanga, menjaga agar putera-putera Kristen selalu 

menolak permintaan raja yang tidak senonoh itu. 

sebab  hasutan orang Arab, maka raja makin 

membenci Injil yang menguatkan para pelayannya. 

Namun iman anak-anak justru semakin kuat dan tak 

tergoyahkan oleh bujukan bahkan ancaman raja 

sekalipun. Tanggal 25 Mei 1886 raja sangat jengkel 

sebab  tidak satupun kuda Nil-kuda Nil ysng 

diburunya berhasil ditangkap. Sewaktu pulang ia 

mendapati hamper semua pelayan sedang mengikuti 

pelajaran agama. Ia sangat marah, kemudian 

menusuk leher Dionis Subugwao dengan tombaknya. 

Semua orang Kristen di istana ditangkap. Malam hari 

itu juga Karolus Luanga membaptis lima penuda 

dalam tahanan.

Pagi hari berikutnya, raja mengumpulkan 

semua kepala suku dan mengeluh bujang-bujang 

istana tidak tunduk kepadanya dan sudah rusak; 

maksudnya mereka berdoa, belajar agama dan tidak 

mau diajak berdosa. Para kepala suku setuju mereka 

pantas dibunuh. Walaupun beberapa pejabat tinggi 

929

menawarkan kesempatan bagi pemuda-pemuda  

untuk melarikan diri, namun mereka menjawab: 

“Kami bukan penakut!” Lalu raja mengumpulkan 

semua pemuda di pendapa istana. Kepada yang 

mengaku Kristen dia bertanya, apakah mereka 

benar-benar tetap mau memihak Kristus. Mereka 

serempak menjawab: “Ya, Baginda!” Kemudian 

mereka diikat dan disekap dalam penjara. Selang 

beberapa hari mereka dihukum mati dan dibawa ke 

Namugongo untuk dibakar hidup-hidup. Beberapa 

diantara mereka sebelumnya sudah dihabisi 

nyawanya dengan kejam, sesuai dengan adapt dan 

kepercayaan orang Uganda

Selain 22 martir Katolik yang dinyatakan 

kudus (1964), 12 martir Anglikan juga mati sebagai 

saksi iman sebab  sama-sama mengaku percaya 

pada Kristus. Diantara mereka pantas dicatat: 

Karolus Luanga (25 tahun, kepala para pemuda 

istana yang membaptis para pemuda dan 

menguatkan mereka yang akan dibakar secara 

pelan-pelan); Kizito (14 tahun, anak angkat seorang 

bangsawan tinggi yang mati dibakar); Mukasa 

Kiriwawannu (20 tahun, seorang calon permandian); 

Mbaga Tuzinde (17 tahun, keponakan kepala algojo 

yang dipukul sampai mati, lalu mayatnya dibakar); 

Adolf Mukasa Ludigo (24 tahun, putera raja Mwenge 

yang dirampas oleh tentara Uganda). Saat 

pelaksanaan hukuman mati, para algojo heran, 

sebab, biasanya para terhukum menjerit dan minta 

kasihan serta mengutuk para penyiksa mereka. 

namun  tidaklah demikian dengan pemuda-pemuda 

yang baru menjadi Kristen ini. Walaupun begitu 

muda, mereka menyongsong maut dengan sangat 

tenang, berdoa dan saling menguatkan dalam iman. 

Darah mereka menyuburkan negeri Uganda, yang 

dalam kurun waktu satu abad menumbuhkan lima 

930

juta orang Kristen. Di gereja Namugongo, Paus 

Paulus VI berseru (1969): “ Saudara-saudara Afrika, 

kinilah kamu diutus menjadi misionaris di benua ini!”

P: 3 Juni

SANTO UGUZO atau LUSIO (akhir abad ke-

13)

Gembala upahan yang miskin di Swiss ini 

menghadiahkan segala apa yang dapat disimpannya 

kepada orang-orang miskin dan Gereja. Akibatnya, 

majikannya marah dan menuduhnya pencuri, Uguzo-

pun dipecat. Kemudian Uguzo bekerja di tempat lain. 

Tuan baru yang diikutinya cepat menjadi kaya, 

sehingga bekas majikan Uguzo menjadi iri dan 

membunuhnya. Uguzo dihormati sebagai santo 

pelindung peternak.

P: 12 Juli

ULFIA (995)

Seorang pertapa wanita di Perancis.

P: 31 Januari

ULRICH atau ULRIKUS (890-973)

Uskup dan teman kaisar ini mendirikan 

tembok batu alam untuk melindungi kota Augsburg 

(Jerman) dari serangan bangsa Hun yang kemudian 

berhasil dipatahkan oleh tentaranya. Ia mengadakan 

perjalanan keliling untuk berkotbah dan menegakkan 

keadilan> Ulrich membangun katedral dan membuka 

seminari. Ia mendukung pendirian biara-biara dan 

menjaga agar semangat rohani tidak luntur dalam 

masa sulit itu. Ulrich juga mendirikan banyak gereja 

931

dan kapel di pedalaman, susaha  umat dapat 

beribadat dengan baik.

B: Uli (♂); Rike, Ulrike (♀); P: 4 Juli

UNI atau UNNO (936)

yaitu  seorang uskup Hamburg yang menjadi 

misionaris di Denmark dan Swedia.

P: 17 September

BEATO PAUS URBANUS II (1035-1099)

Biarawan Perancis dan paus yang berusaha 

menghilangkan skisma (adanya dua paus) ini 

mengikuti jejak dan semangat Santo Gregorius VII, 

yaitu memperjuangkan susaha  paus (dan bukan 

kaisar atau raja) yang mengangkat uskup dan 

pimpinan biara. Pada sinode di Clermont in 

menyerukan, susaha  para bangsawan Kristen 

membebaskan Tanah Suci Palestina dari pendudukan 

Arab dan membantu Kaisar Konstantinopel melawan 

serbuan ganas suku-suku Turki.

A: orang kota, orang yang sopan dan berbudi 

luhur; P: 29 Juli

BEATO PAUS URBANUS 

V (1310-1370)

Nama Beato Urbanus 

sebelum ia diangkat menjadi 

paus yaitu  William de 

Grimoard. Ia dilahirkan di 

Perancis pada tahun 1310 

dan menjadi seorang 

932

biarawan Benediktin. sesudah  diberi kepercayaan 

untuk memegang banyak jabatan tinggi, ia diangkat 

menjadi paus. Pada waktu itu, paus tinggal di kota 

Avignon di Perancis. Urbanus bertekad untuk pergi 

ke Roma, sebab disanalah seharusnya seorang paus 

tinggal. Paus yaitu  Uskup Roma dan Urbanus tahu 

bahwa tempatnya yaitu  di Roma. Ada banyak 

hambatan serta kesulitan. Umat di Perancis 

berkeberatan atas kepergiannya, namun  Urbanus 

melakukan apa yang dianggapnya benar.

Penduduk kota Roma amat bersukacita atas 

kembalinya paus. Terutama sekali mereka 

bersukacita sebab seorang kudus seperti Urbanus V 

ada di tengah-tengah mereka. Urbanus segera mulai 

memperbaiki gereja-gereja besar di Roma. Ia 

menolong para miskin papa serta mendorong 

umatnya untuk hidup taat dan saleh kembali. Kaisar 

Charles V menaruh rasa hormat yang besar kepada 

Bapa Suci. Namun, Urbanus harus menghadapi 

berbagai macam persoalan yang berat. Salah 

satunya yaitu , ia semakin sering sakit dan 

tubuhnya semakin lama semakin lemah. Banyak dari 

para kardinalnya yang terus-menerus mendesaknya 

agar kembali ke Avignon. Jadi, pada akhirnya ia 

menyerah. Sementara ia bersiap-siap untuk 

meninggalkan Roma, penduduk kota memohonnya 

dengan sangat untuk tetap tinggal. Urbanus merasa 

amat sedih, namun  ia pergi juga. Tiga bulan 

kemudian St. Urbanus wafat, yaitu pada tahun 1370.

Meninggalkan Roma bukanlah tindakan yang 

benar, sebab  sebagai uskup kota Roma, ia harus 

berada di sana. Selain dari kelemahannya itu, 

Urbanus yaitu  seorang yang amat baik serta 

kudus. Ia banyak berkarya bagi Gereja, bagi 

sekolah-sekolah serta perguruan tinggi, dan bagi 

933

orang banyak. Ia disebut “suatu terang dunia dan 

jalan kebenaran”

SANTA URSULA dari KOLN (sebelum abad 

ke-4)

Sampai kini di gereja Santa Ursula dapat 

dilihat batu pahat dari abad ke-4 yang menyatakan, 

bahwa ditempat itu beberapa gadis mati sebagai 

martir – Sejak abad ke-8 diceritakan, bahwa suatu 

saat Santa Ursula bersama 10 kawannya (antara 

lain: Santa Aurelia, Santa Kordula dan Santa 

Kumera) akan berlayar dari Inggris ke Roma. namun  

kapal mereka terjerat oleh angina taufan dan hanyut 

ke muara sungai Rhein. Mereka berlayar terus ke 

hulu sampai di Koln dan ditangkap oleh orang-orang 

kafir yang sedang menyerbu kota ini. Mereka 

dibunuh sebab  mengaku Kristen dan membela 

keperawanan mereka.

A: beruang kecil betina; B: Ulla, Uschi; L: 

wanita muda dengan matol luas, panah dan 

daun palma; P: 21 Oktober

URSUS dan VIKTOR († 302)

Tentara-tentara Legio Thebais (oran-orang 

Mesir) ini melarikan diri sebab  dipaksa murtad. 

namun  mereka tertangkap lagi. sebab  tidak mau 

menyembah berhala, mereka dipenggal di Solothurn 

(Swiss).

A: Ursus = beruang; Viktor = pemenang; P: 30 

September

934

V

VALENCIENNES (1794)

Sebelas suster Ursulin ini tidak mau 

mengangkat sumpah yang bertentangan dengan hati 

nurani mereka. sebab  juga tidak bersedia 

melepaskan pendidikan anak-anak dari corak 

Kristen, mereka diadili dan divonis hukuman mati. 

Sambil memadahkan lagu ‘Magnificat’ dan ‘Te Deum’ 

mereka di penggal oleh kakitangan pemerintah yang 

anti-gereja di Valenciennes (Perancis)

VALENTINUS (abad ke-4)

Imam dan uskup Terni (dekat Roma) ini mati 

sebagai martir. Pesta Santo Valentin dijadikan “hari 

kekasih”: orang yang dilanda cinta saling mengirimi 

salam dan hadiah kecil.

A: yang kuat, yang berkuasa (L); B: Valens; P: 

14 Februari

VALERIA (abad ke-8)

935

Wanita kafir ini bertunangan dengan Stephan, 

bangsawan Kristen. saat  dibaptis, Valeria berjanji 

akan hidup murni sebagai perawan untuk 

selamanya. Hal ini membuat Stephan menjadi 

jengkel dan kemudian membunuhnya.

P: 9 Desember

VENANSIUS FORTUNATUS (535-600)

Ialah penyair istana dan petualang sampai 

saat pertemuannya dengan Santo Radegundis. 

Kemudian ia bertobat, menjadi imam dan uskup 

Poltiers (Perancis). Ia tetap menggubah sajak yang 

bermutu seperti a.l: “Vexilla Regis Prodeunt” yang 

dihadiahkan kepada Radegundis.

A: pemburu yang beruntung (L); P: 14 

Desember

SANTA VERENA (350)

Wanita dari Mesir ini mengikuti Legiun 

Thebais ke suatu garnisun baru di Swiss. Hingga 

akhir hidupnya ia berbuat amal dan bermatiraga. Ia 

dihormati sebagai santa pelindung para pelayan 

wanita  di pastoran. 

P: 1 September

VERONIKA (abad ke-1)

saat  Jesus masih tinggal di tengah-tengah 

para Rasul dan menjelajahi tanah Palestina untuk 

mewartakan kebaikan ilahi, banyak orang selalu 

mengikutiNya. Di antara mereka ada beberapa 

wanita yang mengurusi makan dan keperluan lain 

bagi Jesus dan murid-muridNya. Para wanita itu 

tetap menyertai Jesus, bahkan sampai perjalanan 

936

terakhir, yaitu jalan salib menyusuri lorong-lorong 

Yerusalem ke bukit Golgota. Kitab Suci mengatakan 

bahwa mereka berdiri dari kejauhan menyaksikan 

Jesus disalibkan. (Mrk. 15,40-41).

Di jalan-jalan sempit Yerusalem orang saling 

berdesakan. Beberapa serdadu mendorong massa 

yang berjubel itu ke pinggir membuat jalan. Seorang 

pemuda memanggul papan bertuliskan: “Jesus dari 

Nazareth – Raja orang Yahudi”. Di belakangnya 

tentara-tentara mendorong Jesus yang berjalan 

terbungkuk-bungkuk menahan kayu silang yang 

terlampau berat. Tiga kali Jesus terjatuh. Para 

wanita yang mengikutiNya dari jauh menutup mata, 

hati iba. Tiba-tiba seorang diantara mereka 

menerobos barisan pengawal dan mendekati Jesus 

tanpa menghiraukan cemooh dan teriakan orang 

banyak.

Dengan saputangannya ia mengusap wajah 

Jesus yang telah bersimbah peluh dan berlumuran 

darah. Tak sepatah katapun terluncur dari mulutNya, 

namun  mataNya menyorotkan tanda terimakasih. 

Sekali lagi jesus menatap sejuk wanita itu lalu 

meneruskan perjalananNya. Dikisahkan, pada 

saputangan Veronika, nama wanita itu, tertera 

gambar wajah Jesus. Laporan histories tentang 

kejadian ini tidak ada, namun sangat mengena di 

hati banyak orang Kristen berabad-abad lamanya. 

Bagaimanapun juga, kebaikan hati orang yang 

membantu sesame dalam penderitaan akan semakin 

menyerupai kebaikan hati Jesus.

Veronika (abad ke-1), menurut kisah kuno 

yaitu  wanita yang sudah 12 tahun sakit leleh 

darah dan sembuh sesaat  sebab  menjamah 

jubah Jesus (Mrk. 5,25-34); B: Ika, Vera, Vero; 

L: kain dengan wajah Jesus; P: 4 Februari

937

VERONIKA YULIANI (1660-1727)

Suster pembimbing novis dalam biara 

Kapusin di Italia ini dikaruniai rahmat yang 

berlimpah (antara lain penglihatan, nubuat, 

stigmata).

P: 10 Juli

VIETNAM

Sejak abad ke-16 perkembangan agama 

Katolik cukup subur di seputar Annam, Cochinchina 

dan Tonkin. Kehidupan iman umat tidak diganggu, 

kecuali serangan local yang membawa korban 

seperti a.l. dua imam praja yaitu Emanuel Trien 

(1797) dan Yoanes Dat (1798) yang mati dipenggal. 

Akan namun  pada abad ke-19 kesetiaan umat 

Vietnam terhadap Jesus betul-betul diuji oleh 

serentetan badai gelombang penganiayaan yang 

berat. Banyak berguguran saksi iman di seluruh 

negeri itu. Puluhan ribu orang Kristen mati sebagai 

saksi iman antara tahun 1833-1862.

Beberapa uskup (misionaris) ditangkap, 

disiksa dan dibunuh a.l. Ignasius Delgado OP (1838) 

mati kelaparan dan kepayahan; Dominik Henares OP 

(1838) bersama seorang katekis yang setia, yaitu 

Fraz Chien mati dipenggal; Uskup Yoanes Karolus 

Corney (1837) dikunci dalam kandang bambu untuk 

dipertontonkan kepada warga warga  dan 

disiksa selama tiga bulan sebelum sebilah pedang 

memisahkan kepalanya; Andreas Trong – seorang 

tentara,  - Peter Thi (1839) dan seorang petani 

bernama Antonius Dieh (1838) dihabisi nyawanya 

sebab  ketahuan menjamu seorang misionaris.

Petrus Dumoulin-Borie – imam misionaris – 

menerima kabar, bahwa ia diangkat menjadi uskup, 

sewaktu meringkuk dalam penjara. Bersama dua 

938

imamnya, yaitu Peter Choa dan Vinsen Diem, beliau 

menunggu giliran pelaksanaan hukuman mati 

(1838). Puluhan tahun umat dicekam kegelisahan 

dan ketakutan yang silih berganti. Dan walaupun 

uskup Pigneaumembantu Nguyen ke jenjang 

mahkota kekaisaran, namun puteranya yaituMinh-

Menh dan penggantinya – Thu-Duc – melancarkan 

penganiayaan terhadap umat Kristen sampai tahun 

1887.

Mikael Ho-Dinh-Hy – seorang Mandarin dan 

pejabat tinggi pemerintah – dipenggal di hue (1857) 

sebab  melindungi dan membimbing umat yang 

tercerai-berai. Pada tahun 1860, seorang kapten 

pasuka kaisar, yaitu Yosef Thi dibunuh. Yosef Khang 

(1861) dicambuk sampai mati lemas di Travi, sebab  

ingin membebaskan uskup Hieronimus Hermosilla. 

Pada tahunitu juga uskup Stefan Cuenot – yang 

ditahbiskan uskup di Singapura (1833) – meninggal 

dalam penjara (1861); sedangkan pastor Teofanes 

Verard disiksa dengan kejam hingga menemui 

ajalnya.

Di Saigon Pater Paul Hank dan seorang imam 

baru Paul Loe dibunuh pula sebab  kecintaan mereka 

akan Jesus Kristus. Kaum muda pun tidak kalah 

tabah dalam menyongsong maut pada jaman 

penganiayaan itu; Pada tahun 1859, Peter Tuam dan 

Peter Thae diinjak-injak gajah sampai tubuh mereka 

lumat. Teman mereka yang lebih muda, yaitu Paul 

Bao, Dominik Duyet dan Dominikus nink dicekik para 

algojo di penjara Nam-Dinh. Umat Katolik Vietnam 

berkali-kali diuji keseteiaan mereka akan Jesus 

Kristus dalam kobaran api pembantaian, susaha  

kehidupan iman mereka bagaikan emas yang 

disepuh bagi Tuhan. Sekarangpun banyak diantara 

saudara-saudara seiman kita di sana menderita 

sebab  mempertahankan iman mereka.

939

Pesta bersama: 11 Juli dan 19 Nopember 

VIGILIUS († 405)

Belajar di Athena dan dipilih menjadi uskup 

Triento (Italia). Vigilius berhasil mentobatkan 

banyak orang kafir dan akhirnya mati dirajam oleh 

orang pedalaman.

A: yang berjaga (L); P: 26 Juni

VIKTOR

yaitu  nama kehormatan bagi beberapa 

martir yang menurut berbagai tradisi setempat 

dianggap mati sebagai saksi iman pada abad ke-3/4. 

Arti nama ini yaitu  ‘pemenang’. Di antara mereka 

yang terkenal yaitu  Viktor dari Marseilles 

(Perancis), yang mentobatkan ketiga penjaganya 

menjadi Kristen dan kemudian bersama-sama 

mereka menjalani hukuman mati.

P: 21 Juli

VIKTRICIUS (330-407)

Sesudah menjadi Kristen, perwira ini 

meninggalkan dinas ketentaraan yang dirasa tak 

layak bagi orang yang bertekad mengabdi Kristus. 

Oleh sebab  itu, ia didera sampai pingsan dan 

hamper mati. Sebagai uskup Rouen (Perancis), ia 

berkarya bagaikan misionaris dan banyak 

mengadakan konsultasi dengan uskup lain, 

940

khususnya dengan temannya Santo Martinus dan 

Santo Paulinus dari Nola.

A: menang (L); P: 26 Juni

VINSENS (304)

yaitu  diakon uskup Valerus dari Saragossa 

(Spanyol). Konon ia dibakar hidup-hidup di atas 

pemanggangan. Ia dihormati sebagai santo 

pelindung penenun dan penebang kayu.

P: 22 Januari

SANTO VINSENSIUS dari SARAGOSSA 

(† 304)

Vinsensius wafat dimartir di Spanyol pada 

tahun 304, yaitu tahun yang sama St. Agnes wafat 

dimartir di Roma. Mereka berdua 

merupakan korban dari 

penganiayaan kejam yang 

dilakukan oleh Kaisar Dacian. 

Vinsensius dibesarkan di 

Saragossa, Spanyol. Ia menerima 

pendidikan dari Uskup St. Valerius. 

Bapa Uskup melantik Vinsensius 

sebagai diakon. Meskipun 

Vinsensius masih muda, St. 

Valerius mengenali bakat-

bakatnya dan kebaikan hatinya. 

Uskup Valerius memintanya untuk 

941

mewartakan dan mengajarkan tentang Yesus dan 

Gereja.

Kaisar Dacian menangkap baik Valerius 

maupun Vinsensius. Ia memenjarakan mereka untuk 

jangka waktu yang lama. namun , keduanya tidak 

membiarkan diri berputus asa. Mereka berdua tetap 

setia kepada Yesus. Kemudian, kaisar mengirim 

Uskup Valerius ke pembuangan, namun  Diakon 

Vinsensius diperintahkannya agar disiksa dengan 

kejam. Vinsensius mohon kekuatan dari Roh Kudus. 

Ia ingin tetap setia kepada Yesus tak peduli betapa 

dahsyat derita yang akan menimpanya. Tuhan 

mengabulkan permohonannya dengan memberikan 

kekuatan yang ia minta. Diakon Vinsensius tetap 

merasakan kedamaian selama menjalani segala 

macam siksaan yang dikenakan kepadanya. saat  

aniaya telah berakhir, ia dikembalikan ke penjara di 

mana ia mempertobatkan penjaga penjara. Pada 

akhirnya, kaisar menyerah dan mengijinkan orang 

mengunjungi Vinsensius. Umat Kristiani datang dan 

merawat luka-lukanya. Mereka berusaha sebaik 

mungkin agar Vinsensius merasa nyaman. Tak lama 

kemudian Vinsensius wafat.

SANTO VISENSIUS de PAUL 

(1581-27 September 1660)

Vinsensius, putera 

seorang petani Perancis 

yang miskin, dilahirkan 

pada tahun 1581. Kelak, 

saat  dewasa dan menjadi 

terkenal, ia suka sekali 

bercerita bagaimana ia 

merawat babi-babi 

peliharaan ayahnya. sebab  

942

ia seorang anak yang cerdas, ayahnya mengirim 

Vinsensius untuk bersekolah. sesudah  menamatkan 

sekolahnya, Vinsensius menjadi seorang imam.

Awalnya, Vinsesius diberi jabatan penting 

sebagai guru anak-anak orang kaya, dan ia hidup 

dengan cukup nyaman. Hingga suatu hari, ia 

dipanggil untuk memberikan sakramen terakhir 

kepada seorang petani miskin yang sedang 

menghadapi ajal. Di hadapan banyak orang, petani 

ini  menyatakan betapa buruknya pengakuan-

pengakuan dosa yang ia buat di masa silam. 

Sekonyong-konyong Pastor Vinsensius sadar akan 

mendesaknya kebutuhan kaum miskin papa Perancis 

akan pertolongan rohani. saat  ia mulai berkhotbah 

kepada mereka, orang berduyun-duyun datang 

untuk mengaku dosa. Pada akhirnya Pastor 

Vinsensius memutuskan untuk membentuk suatu 

kongregasi imam yang secara khusus bekerja di 

antara pada fakir miskin (dikenal dengan nama 

Kongregasi Misi atau Lazaris).

Tindakan belas kasih St. Vinsensius de Paul 

demikianlah banyak sehingga rasanya tidaklah 

mungkin bagi seseorang untuk melakukan segala hal 

yang telah ia lakukan. Ia memberikan perhatian 

kepada para narapidana yang bekerja pada kapal-

kapal pelayaran. Ia bersama dengan St. Louise de 

Marillac mendirikan Kongregasi Suster-suster Puteri 

Kasih, PK. Ia mendirikan rumah-rumah sakit serta 

wisma-wisma bagi anak-anak yatim piatu serta 

orang-orang lanjut usia. Ia mengumpulkan sejumlah 

besar uang untuk disumbangkan ke daerah-daerah 

miskin, mengirimkan para misionaris ke berbagai 

negara, serta membeli kembali para tawanan dari 

kaum Mohammedans. Meskipun ia demikian murah 

hati, namun demikian, dengan rendah hati ia 

mengakui bahwa sifat dasarnya tidaklah demikian. 

943

“Jika bukan sebab  kasih karunia Tuhan, aku ini 

seorang yang keras, kasar serta mudah marah,” 

katanya. Vinsensius de Paul wafat di Paris pada 

tanggal 27 September 1660. Ia dinyatakan kudus 

pada tahun 1737 oleh Paus Klemens XII.

Vinsensius de Paul (1581-1660), imam dan 

pendiri Kongregasi Misi dan Kongregasi Suter-

suster; lahir di Pouy dan meninggal di Paris; 

pelindung lembaga dan karya amal; A: yang 

menang(L); P: 27 September

“Tidaklah cukup bagiku untuk mengasihi  Tuhan jika aku 

tidak mengasihi sesamaku …Aku ini milik Tuhan dan milik  

kaum miskin.” St. Vinsensius de Paul

VINSENSA GEROSA (1784-1847)

Ibu rumah tangga ini baru pada umur 40 

tahun tertarik pada biara. Sekalipun demikian ia 

menjadi pembesar yang sangat berhasil.

P: 4 Juni

SANTO VINCENTIUS FERRER OP 

(1350-1419)

St. Vincentius Ferrer yaitu  seorang 

pahlawan Kristen yang amat mengagumkan. Ia 

dilahirkan di Valencia, 

Spanyol pada tahun 

1350. Ia berdevosi 

secara khusus kepada 

Santa Perawan Maria. 

jika  orang berbicara 

tentang Bunda Maria, ia 

merasa sangat bahagia. 

saat  berusia tujuh 

belas tahun, Vincentius 

944

masuk Ordo Santo Dominikus. Ia seorang yang 

sangat pandai dan berhasil baik dalam studinya. 

Vincentius juga seorang yang tampan, namun  ia tidak 

pernah sombong ataupun tinggi hati atas semua 

kelebihan yang dimilikinya. 

Pada mulanya, Pastor Vincentius mengajar di 

berbagai perguruan tinggi. Kemudian ia menjadi 

seorang pengkhotbah yang termashyur. Ordo Santo 

Dominikus disebut juga Ordo Para Pengkhotbah. 

Selama dua puluh tahun, Pastor Vincentius 

berkhotbah di seluruh Spanyol dan Perancis. 

Meskipun pada masa itu belum ada mikrofon, 

suaranya yang lantang dapat terdengar hingga jauh. 

Banyak orang bertobat hanya dengan mendengarkan 

khotbahnya. Bahkan seorang rabi terkenal, Paulus 

dari Burgos, menjadi seorang Katolik pula. Paulus 

kemudian menjadi seorang imam dan akhirnya 

Uskup Cartagena, Spanyol. Banyak orang Katolik 

sangat terkesan dengan khotbah-khotbah dan 

teladan kekudusan Vinsentius, sehingga mereka 

menjadi lebih saleh. Umat Katolik yang dulunya 

tidak mengamalkan iman mereka, sekarang 

berubah. Mereka menjadi taat dan saleh sepanjang 

hidup mereka.

St. Vincentius mengandalkan Tuhan. Ia juga 

minta bantuan doa dan matiraga dari banyak orang 

demi keberhasilan khotbah-khotbahnya. Ia sadar 

bahwa bukanlah kata-katanya ataupun bakat-

bakatnya yang memenangkan hati banyak orang. 

Oleh sebab itulah, ia selalu berdoa sebelum 

berkhotbah. Namun demikian, dikisahkan bahwa 

suatu saat , ia tahu bahwa seseorang yang amat 

penting akan mendengarkan khotbahnya. Ia bekerja 

lebih keras dari biasanya untuk mempersiapkan 

khotbahnya, sehingga ia tidak sempat lagi berdoa. 

Khotbah ini , yang telah dipersiapkannya 

945

dengan amat seksama, ternyata tidak terlalu 

mengesankan sang bangsawan. Tuhan membiarkan 

hal itu terjadi untuk mengajarkan kepada Vincentius 

agar tidak mengandalkan diri sendiri. Di kemudian 

hari, bangsawan yang sama datang lagi untuk 

mendengarkan khotbah Pastor Vincentius. namun , 

kali ini Pastor Vincentius tidak mengetahuinya. 

Seperti biasa, ia berdoa serta mengandalkan segala 

sesuatunya kepada Tuhan. Sang bangsawan 

mendengarkan khotbahnya dan sungguh sangat 

terkesan dengan apa yang telah ia dengar. saat  

Vincentius diberitahu menganai hal ini , ia 

berkata: “Dalam khotbah pertama, Vincentius-lah 

yang berbicara. Dalam khotbah kedua, Yesus 

Kristus-lah yang berbicara.” St. Vincentius wafat 

pada tahun 1419. Ia dinyatakan kudus oleh Paus 

Nikolas V pada tahun 1455.

L: matahari dengan huruf JHS; P: 5 April

VINSENSIUS PALOTTI (1795-1850)

Pastor paroki di Roma ini dhujani fitnahan 

oleh imam-imam lain, namun  ia diam saja. Untuk 

memajukan karya kerasulan dan amal, ia mendirikan 

kongregasi imam dan suster.

P: 22 Januari

VINSENS LIEM OP († 1773)

Imam Vietnam pertama yang menjadi saksi 

imam untuk Kristus.

VINSENSO MARIA STRAMBI CP (1768-1824)

Provinsial Kongregasi Pasionis ini terkenal 

sebagai pengkotbah dan bapa rohani yang sangat 

946

saleh. saat  Kaisar Napoleon I berkuasa, uskup ini 

dibuang sebab  tidak mau bersumpah setia padanya.

P: 24 September

VINSENT KAUN (1626)

Penduduk Seoul (Korea) ini menjadi tawanan 

perang dan diangkut ke Jepang, tempat ia menjadi 

Kristen dan masuk Serikat Jesus. Ia berkarya 

sebagai katekis di Tiongkok dan Jepang sampai 

akhirnya mati dibakar hidup-hidup di Nagasaki.

P: 20 Juli

VIRGILIUS († 784)

Biarawan dan abbas Irlandia ini diangkat 

menjadi uskup Salzburg (Austria). Ia mengajarkan, 

bahwa bumi ini bulat; dan sebagai konsekwensinya, 

orang-orang di dua tempat di muka bumi yang 

dihubungkan oleh garis tengah bumi berdiri dengan 

posisi kaki saling berlawanan (antipodes; Yun). 

Misalnya, orang-orang di Jawa berdiri terbalik 

dengan orang-orang di sekitar Karibia (sebelah Utara 

Amerika Tengah). Ajaran ini ditentang oleh banyak 

orang, bahkan dicap bidaah oleh santo Bonifasius. 

Sebagai misionaris ia sangat giat.

P: 24 September atau 27 Nopember

VITALIS († 730)

yaitu  murid dan pengganti Santo Rupertus 

sebagai uskup Salzburg (Austria) yang berkarya di 

pegunungan Alpen.

A: yang hidup (L); P: 20 Oktober

947

VITUS († 304)

Martir di Sisilia (Italia) ini dihormati sebagai 

santo pelindung orang sakit epilepsy (atau ‘tarian 

Vitus’), sebab  – katanya – ia pernah 

menyembuhkan orang yang terkena penyakit itu.

P: 15 Juni

VLADIMIR (995-1015)

Santa Olga membujuk putera mahkota 

Vladimir susaha  minta dibaptis. Dan ia mencari istri 

(Anna) di Konstantinopel bagi cucunya. Vladimir 

yang sampai saat ini bertindak kejam dan jahat (a.l. 

membunuh dua adiknya), berubah sikapnya dan 

berbuat baik. Ia mendatangkan biarawan Yunani ke 

kerajaan Kiev (Rusia Selatan), agar mengkristenkan 

penduduknya. Dua puteranya, Boris (atau Romanus) 

dan Gleb (atau David) dibunuh sebagai martir pada 

waktu terjadi reaksi kaum kafir. 

P: 15 Juni

948

W

WALBURGA (710-779)

yaitu  adik wanita  Santo Wilibald dan 

Santo Wunibald († 761). Mereka mengikuti Santo 

Bonifasius dari Inggris ke Jerman untuk menjalankan 

penginjilan. Wilibald menjadi uskup dan Walburga 

menjabat abbas di dua biara, yaitu biara pria (yang 

didirikan Santo Wunibald) dan biara wanita di 

Heidenbeim. Biara itu kemudian menjadi pusat 

kebudayaan, pendidikan serta karya amal.

P: 25 Februari

WALTER (abad ke-12)

949

Bekas perwira ini menjadi biarawan di 

Himerod (Jerman) dan sangat menghormati Santa 

Maria. Ia dikaruniai Tuhan rahmat mengerjakan 

mukjijat.

P: 22 Januari

SANTA WALTRUDIS († 688)

Waltrudis dilahirkan di Belgia pada abad 

ketujuh. Ibunya (Santa Bertilia; P. bersama: 11 

Mei), ayahnya (Santo Walbertus) serta saudarinya 

(Santa Adelgunda (P: 30 Januari), semuanya telah 

dinyatakan kudus pula. Waltrudis tumbuh menjadi 

seorang gadis remaja yang cantik