. Hafsa bint Umar.
6. Zainab bint Jahsh
7. Juwairiyya bint al-Harith
8. Omm Habiba
9. Safi ya bint Huaya
10. Maimuna bint al-Harith
11. Fatima (briefl y)
12. Ramlah, putri Abu Sufyan [51]
13. Asma of Saba
14. Zainab al-Khozayma
15. Habla
16. Asma bint al-Nu’man
112
Budak² Sex Muhammad
17. Maria Koptik
18. Rayhana bint Zayd
[50] Muhammad dan istri²nya. - Persian Journal, September 7, 2005.
[51] Ramlah bint Abu Sufyan, anak perempuan Abu Sufyan. Dia menikah dengan Nabi Muhammad setahun
sesudah Hijrah. Suami pertamanya yaitu Ubayd-Allah bin Jahsh, saudara laki Zaynab binti Jahsh.
Ubayd-Allah bin Jahsh yaitu satu diantara orang² pertama yang memeluk Islam. Pasutri Ubayd dan
Ramlah hijrah ke Abyssinia (Ethiopia) agar bisa hidup aman. Di sana Ramlah melahirkan putrinya yakni
Habibiah binti Ubayd-Allah. Di sana pula suaminya bertobat meninggalkan Islam dan balik kembali
memeluk agamanya yang dulu yakni Kristen, yang yaitu agama warga Abyssinia.
CATATAN TAMBAHAN
- KUTIPAN DARI FORUM -
Re: artikel : Kehidupan Rahasia Nabi Muhammad
by Adadeh (Penerjemah) » Tue Feb 23, 2010
SEBAGAI tambahan keterangan tentang skandal Muhammad dan Zainab, silakan baca
keterangan dari ahli Islam penafsir Qur'an tentang bagaimana Muhammad (mertua)
JATUH CINTA pada Zainab (menantu) sesudah melihat Zainab telanjang di kamarnya:
ICU wrote: Masalah yang seharusnya dipertanyakan juga oleh para Muslim dan non-
Muslim yaitu :
MENGAPA ALLAH SWT [atau MUHAMMAD] NGOTOT MENIKAHKAN
ZAYNAB DENGAN ZAID DI Quran 33:36 (padahal Zaynab sudah tidak
bersedia), SEDANGKAN DI Quran 33:37 ALLAH SWT [atau MUHAMMAD]
MALAHAN MENCERAIKAN ZAYNAB DENGAN ZAID AGAR MUHAMMAD
BISA MENIKAHI ZAYNAB?!
MENGAPA BERBEDA SATU AYAT SAJA, ZAINAB HARUS BERTUKAR SUAMI DENGAN
SECEPAT ITU? DI Q 33:36 ZAINAB HARUS NGESEX DENGAN ZAID, SEDANGKAN DI Q
33:37 ZAINAB HARUS NGESEX DENGAN MERTUANYA SENDIRI YAKNI MUHAMMAD!!
113
ATURAN ILLAHI APAAN NEEEHHH?????
Q 33:36
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang
mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi
mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah
dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.
Silakan telaah asbabun-nuzul (latar belakang peristiwa, sejarah, kejadian dari ayat
Qur'an) Q 33:36 di tafsir Jalalaini: [klik-link-disini]
And it is not [fitting] for any believing man or believing woman, when God and His Messenger have
decided on a matter, to have (read takūna or yakūna) a choice in their matter, in contravention of the
decision of God and His Messenger. This [verse] was revealed regarding ‘Abd Allāh b. Jahsh and his sister
Zaynab, whose hand the Prophet had asked for in marriage, but meaning on behalf of Zayd b. Hāritha.
They were loathe to this [proposal] when they found out [that it was on the latter’s behalf], for they had
thought that the Prophet (s) wanted to marry her himself. But afterwards they consented because of the
[following part of the] verse: And whoever disobeys God and His Messenger has certainly strayed into
manifest error. Thus the Prophet (s) gave her in marriage to Zayd. Then on one occasion he [the Prophet]
caught sight of her and felt love for her, whereafter [when he realised that] Zayd lost his affection for her
and so said to the Prophet (s), ‘I want to part with her’. But the Prophet said to him, ‘Retain your wife for
yourself’, as God, exalted be He, says:
Terjemahannya:
Dan tidak baik bagi Muslim atau Muslimah, saat Allah dan RasulNya telah menetapkan
keputusan, untuk menentang keputusan Allah dan RasulNya. Ayat ini dinyatakan
berhubungan dengan ‘Abd Allāh b. Jahsh dan saudara perempuannya Zaynab, yang
mana Nabi telah meminang Zaynab bagi Zayd b. Hāritha. Mereka ( ‘Abd Allāh
b. Jahsh dan Zaynab) benci atas pinangan ini sebab tadinya mereka mengira Nabilah
yang akan menikahi Zaynab. Tapi kemudian mereka tunduk menyerah sebab ayat
berikut: Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah
sesat, sesat yang nyata. Dengan demikian, Nabi memberikan Zaynab untuk dinikahi
Zayd. Lalu di suatu kejadian, Nabi melihat diri Zainab dan jatuh cinta
padanya, sesudah itu Zayd tidak berselera lagi terhadap Zaynab dan berkata pada Nabi:
'Aku ingin menceraikannya.' Tapi Nabi berkata pada Zayd: 'Pertahankan istrimu bagimu,'
sedangkan Allah berkata:
==============
Hanya gara2 Nabi JATUH CINTA pada menantunya sendiri, Allah
SWT, pencipta seluruh jagad raya ini, menurunkan firman
pembenaran agar sang Nabi boleh halal ngesex dengan
menantunya!?!
Subhanallah, allahuakbar!
==============
114
Q 33:37
Dan (ingatlah), saat kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat
kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: "Tahanlah terus istrimu
dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa
yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah
yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka saat Zaid telah mengakhiri keperluan
terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada
keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka,
apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan
yaitu ketetapan Allah itu pasti terjadi.
Berikut tafsir Q 33:37 dari Jalalaini : [Klik-Link-Disini]
And when (idh is dependent because of [an implied preceding] udhkur, ‘mention [when]’) you said to him
to whom God had shown favour, by [guiding him to] Islam, and to whom you [too] had shown favour: by
manumitting him — this was Zayd b. Hāritha, who had been a prisoner of war before [the coming of] Islam
(in the period of al-jāhiliyya). The Messenger of God (s) purchased him before his call to prophethood, and
then manumitted him and adopted him as his son — ‘Retain your wife for yourself and fear God’, before
divorcing her. But you had hidden in your heart what God was to disclose, [what] He was to manifest of
your love for her and of [the fact] that should Zayd part with her you would marry her, and you feared
people, would say, ‘He has married his son’s wife!’, though God is worthier that you should fear Him, in
all things, so take her in marriage and do not be concerned with what people say. Zayd subsequently
divorced her and her [obligatory] waiting period was completed. God, exalted be He, says: So when Zayd
had fulfilled whatever need he had of her, We joined her in marriage to you — the Prophet consummated
his marriage with her without [the customary] permission [from her legal guardian] and gratified the
Muslims with [a feast of] bread and meat — so that there may not be any restriction for the believers in
respect of the wives of their adopted sons, when the latter have fulfilled whatever wish they have of them.
And God’s commandment, that which He has decreed, is bound to be realised.
Terjemahannya:
Dan saat kau (Muhammad) katakan padanya (pada Zayd) yang diperkenan Allah,
dengan membimbing Zayd pada Islam dan kau (Muhammad) sendiri berkenan
kepadanya dengan memerdekakannya - yang dimaksud yaitu Zayd b. Hāritha, yang
dulu yaitu tawanan perang sebelum jaman Islam (di masa Jahiliyah). Nabi membelinya
sebelum dia jadi nabi, dan memerdekakannya dan mengangkatnya jadi putranya -
'Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah' sebelum menceraikan Zaynab.
Tapi kau (Muhammad) telah menyembunyikan dalam hatimu
sesuatu yang akan diungkapkan Allah, dan Dia akan
mengumumkan cintamu (Muhammad) pada Zaynab dan fakta
bahwa jika Zayd menceraikan Zaynab, maka kau akan menikahi
Zaynab, dan kau takut orang2 akan berkata, 'Dia menikahi istri
anaknya sendiri!', meskipun Allah harus lebih kau takuti di atas segalanya, maka
nikahi Zaynab dan tak usah khawatir apa kata orang. Zayd akhirnya menceraikan Zaynab
115
dan masa iddah Zaynab lalu berakhir. Allah berkata: Maka saat Zaid telah mengakhiri
keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia - Nabi
ngesex dengan Zaynab tanpa ijin dari wali Zaynab dan merayakan ini bersama umat
Muslim dengan roti dan daging - sesudah itu tiada larangan bagi umat Muslim untuk
menikahi istri dari anak2 angkat mereka, sesudah anak2 angkat mereka menceraikan istri2
mereka. Ini yaitu ketetapan Allah yang harus terjadi.
Apa sih pesan moral dari Q 33:36 dan Q 33:37 yang sangat kontradiktif itu? Mengapa
satu wanita harus berganti suami menikahi dua pria dalam waktu yg sangat singkat,
lengkap dengan pembenaran ayat2 Qur'an segala? Apakah wajar bagi mertua untuk
jatuh cinta dan berahi terhadap menantunya sendiri? Muhammad itu jatuh cinta pada
Zaynab saat Zaynab masih jadi istri Zayd. Gimana jika babehmu jatuh cinta dan berahi
terhadap istrimu? Apakah lalu kamu akan menceraikan istrimu agar babehmu
bisa/boleh halal ngesex dengan istrimu sendiri?
Rusaaaakkk.... Mantaaab!
116
Bab 13
MUHAMMAD SANG PERAMPOK
DALAM artikel nya, Shukran… Bin Laden (Terimakasih… Bin Laden), al-Qimni menjelaskan
beberapa keterangan terperinci mengenai Jihad Islam. Menurut dia, Islam “membagi
dunia dalam dua bagian:
1. Dar al-Islam [52], yang berarti yaitu daerah negara² Islam yang damai dan aman;
2. Dar al-Harb [53], yang yaitu semua negara² di dunia yang halal untuk diserang
tentara Muslim di saat ada kesempatan baik untuk melakukannya. (al-Qimni 2004: 190)
Kewajiban berjihad dimulai sesudah Muhammad dan umatnya hijrah dari Mekah ke
Medina. Catatan sejarah menjelaskan Muhammad dan Banu Hasyim (dari Mekah)
bersekutu dengan suku² Aws dan Khazraj (dari Medina). Di Medina ada banyak
warga Yahudi yang memiliki kepandaian membuat persenjataan perang. Selain itu,
Medina merupakan kota yang strategis, sebab letaknya diantara Mekah dan Syria
(kalifah Quraish dari Mekah seringkali pergi ke Syria untuk berdagang dan membeli
barang² kebutuhan hidup).
sesudah hijrah, Muslim mulai menyerang kafilah² Mekah dan juga berbagai suku Arab
lainnya. Penyerangan dilakukan secara terus-menerus. Serangan pertama dilakukan oleh
Abd Allah ibn Jahsh [54] di Nakhla, dimana dia melanggar aturan perang di bulan² suci
warga Arab. Ketua kafilah Mekah dibunuh, hartanya dirampok, dan pedagang
lainnya ditawan. Serangan dan perampokan terus dilakukan di seluruh Jazirah Arabia
sampai kemudian berkembang menjadi serangan Islam terhadap negara² kafir lainnya di
berbagai pelosok dunia. Dalam semua peperangan, tentara Muslim selalu menjadi pihak
penyerang, kecuali dalam dua peperangan: (1) Perang Uhud, dan (2) Perang
Khandaq/Parit [55] (Ibid: 190,191).
Osama bin Zayd (anak Zayd ibn Haritha, bekas anak angkat Muhammad) memimpin
penyerangan terhadap tentara Romawi sebab “terorisme merupakan salah satu pilar
penting Islam dan sebagai jalan mencapai kemenangan” (ibid: 192). saat Osama bin
Zayd sedang mempersiapkan tentaranya untuk menyerang tanah Romawi, Nabi
memerintahkannya “untuk menyerang musuh dalam kegelapan subuh, untuk
membunuh dan membakar mereka, dan kembali pulang membawa barang² jarahan.”
(al-Qimni 2004: 191-192, juga lihat Ibn Habib di al-Mahabir, hal. 117, Ibn Kathir in al-
Bedaiah wa al-Nihaiah hal. 139, 143, Ibn Said al-Nas in ‘Auion al-Atharig, hal. 145, al-
Suhili in Rawd Alanif, hal. 24, Ibn Hisham, hal. 245, dan al-Tabari di Tarikh al-Rusul wa al-
Milook, hal. 156). Untuk mempertegas pesannya, al-Qimni mengutip hadis di mana Nabi
berkata:
117
“Aku telah diberi kemenangan melalui teror ... Aku telah dikirim dengan pedang di
tangan²ku sehingga tiada satu pun yang layak disembah kecuali Allâh ... Nafkahku di
bawah ujung tombakku ... Aku telah diperintahkan untuk memerangi semua orang
sampai mereka bersaksi tiada Tuhan selain Allâh dan Muhammad yaitu Rasul Allâh.”
(Ibid).
Qur’an juga menyampaikan pesan yang sama melalui ayat² berikut:
Qur’an, Sura al-Ahzab (33), ayat 26
Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu
golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia
memasukkan rasa takut dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan
sebahagian yang lain kamu tawan.
versi bahasa Inggrisnya:
And those of the People of the Book who aided them - Allah did take them down from their strongholds
and cast terror into their hearts. (So that) some ye slew, and some ye made prisoners
Qur’an, Sura Ali-Imran (3), ayat 151
Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka
mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan
keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk
tempat tinggal orang-orang yang lalim.
versi bahasa Inggrisnya:
Soon shall We cast terror into the hearts of the Unbelievers, for that they joined companions with Allah,
for which He had sent no authority: their abode will be the Fire: And evil is the home of the wrongdoers!
Qur’an, Sura al-Maidah (5), ayat 33
Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya
dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau
dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri
(tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di
dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,
versi bahasa Inggrisnya:
The punishment of those who wage war against Allah and His Messenger, and strive with might and main
for mischief through the land is: execution, or crucifi xion, or the cutting off of hands and feet from
opposite sides, or exile from the land: that is their disgrace in this world, and a heavy punishment is theirs
in the Hereafter,
Menurut Sayyid al-Qimni “Tentara Islam menyerang dan meneror suku² Arab di Jazirah
Arabia untuk memaksa mereka bergabung di bawah negara Islam baru." (al-Qimni
1996:235). Al-Qimni menjelaskan panjang lebar bagaimana cara Muhammad melakukan
terorisme terhadap suku² Arab dan Yahudi melalui pedangnya untuk membentuk
negara Islam baru. "Suku Arab Bani Salim yang besar lari dari tempat tinggal mereka
begitu mendengar kedatangan tentara Muslim. Mereka bersembunyi di belakang rumah
dan ternak mereka. Tentara Muslim tinggal di rumah² mereka selama tiga hari sebelum
118
kembali ke Yathrib dengan barang rampokan yang banyak jumlahnya." (Ibid).
Nabi Muhammad selalu mendapat jatah jarahan sebanyak 1/5 (Qur’an, Sura al-Anfaal,
ayat 41). Sebenarnya ide tentang banyaknya jatah jarahan Muhammad ditetapkan
pertamakali oleh paman Muhammad Abd Allah ibn Jahsh [56] sesudah dia menyerang
kafilah Mekah di perampokan Nakhla. Dalam penyerangan ini, dia melanggar aturan
larangan berperang di bulan² suci dan merampok hartabenda pedagang Mekah.
Peristiwa ini merupakan perampokan pertama yang berhasil dilakukan pihak Muslim
atas kafir. Abd Allah saat itu berkata, ‘Seperlima semua barang jarahan yang kita rampas
yaitu milik Rasul Allâh dan sisanya dibagi-bagikan diantara kita semua.’ Wahyu Qur’an
tentang jatah jarahan bagi Nabi datang sesudah paman Nabi menetapkan aturan itu.”
(Ibid: 236, Qur’an, Sura al-Anfaal, ayat 41).
sesudah Perampokan Badr, “Tampak jelas bagi warga Arab bahwa perilaku umat
Muslim telah berubah. Umat Muslim sekarang melakukan penyerangan militer terus-
menerus untuk memotong semua persekutuan dengan Mekah, mengganggu jalur
dagangnya, dan menyerang berbagai suku di tanah tempat tinggal mereka, sehingga
mereka tidak berani lagi bersekutu dengan pihak Mekah, dan memaksa mereka tunduk
di bawah negara Islam.” (Ibid:238).
Dalam tafsirnya akan ayat² Qur’an (al-Baqarah 191, 193, al-Nisa 76, 89, 91, al-Touba 12,
14, 29, and al-Anfaal 39) Khalil Abdul-Karim menulis:
Ayat² ini menyatakan perintah serius untuk membunuhi suku² yang menolak percaya
agama yang dikhotbahkan Muhammad ... Dan juga ada ahadis yang dikatakan Nabi,
yang isinya membenarkan dengan jelas sekali atas perintah bunuh terhadap siapapun
yang menolak Islam. Muhammad berkata, “Aku telah diperintahkan untuk memerangi
orang² sampai mereka bersaksi tiada Tuhan selain Allâh dan Muhammad yaitu Rasul
Allâh. Jika mereka mengatakan itu, maka selamatlah harta dan darahnya dariku.” Hadis
ini menerangkan bahwa orang yang menolak mengatakan Syahadah [57], akan
kehilangan perlindungan terhadap harta dan darahnya. Dengan demikian, membunuh
orang yang menolak menyatakan Syahadah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim
tanpa perkecuali. Pesan Muhammad terhadap semua suku yaitu : ‘Terima Islam, maka
kau akan selamat.’ Suku atau orang manapun yang menolak tawaran ini akan
mengalami serangan fisik, dan harta, wanita, dan anak² mereka akan dirampas Muslim.
(Abdul-Karim 1999: 42-44).
sesudah berhasil dalam Perampokan Badr, ayat² baru Qur’an mulai membatalkan ayat²
lama Qur’an yang memberikan kebebasan beragama bagi siapapun. Selama tigabelas
tahun Muhammad berdakwah Islam di Mekah dan dia hanya punya 70 pengikut. Selama
masa ini, Qur’an menyatakan “tiada kewajiban untuk memeluk Islam.” Akan namun ,
sesudah kemenangan di Bar, Muhammad berubah 180° dan mulai mewajibkan siapapun
untuk memeluk Islam. Qur’an melarang kebebasan beragama dan Islam yaitu satu²nya
agama yang diterima Allâh. Siapapun yang menolak Islam akan dibunuh, dan harta
bendanya, ternaknya, wanita dan anak²nya akan dibagi-bagikan diantara tentara
119
Muslim. Akan namun ada perkecualian aturan terhadap Para Akhli Kitab (umat
Yahudi dan Kristen).
Bagi umat Yahudi dan Kristen, Qur’an mengatakan sebagai berikut:
Qur’an, Sura At-Touba (9), ayat 29
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari
kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan
Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-
orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan
patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.
Islam menuntut sikap tunduk total dari umat Yahudi dan Kristen. Pada saat itu, umat
Yahudi dianggap sebagai ancaman besar bagi Islam sebab “mereka punya artikel surgawi
dan aturan ibadah dan ini membuat mereka menyangkal kenabian Rasul Allâh yang
mengaku agamanya, Islam, berasal dari sumber yang sama dengan agama Yahudi.
sebab nya, keberadaan umat Yahudi di Arabia merupakan ancaman permanen pada
negara baru Islam dan ideologi Islam.” (Ibid: 243). Dengan begitu, “orang² Yahudi harus
diusir dari Yathrib dan dicabut dari akarnya. Hal ini harus dilakukan segera dan tanpa
kompromi.” (Ibid). sesudah itu terjadilah pembantaian dan pengusiran warga
Yahudi dari Medina. Umat Kristen juga akan mengalami pembataian yang sama, jika saja
mereka kebetulan juga tinggal di Medina. Qur’an mengatakan bahwa umat Kristen
yaitu sama dengan umat Yahudi sebab mereka berteman satu sama lain dan mereka
pun menolak kenabian Muhammad.
Qur’an al-Ma’idah (5), ayat 51
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan
Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka yaitu pemimpin bagi
sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi
pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya
Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.
Qur’an al-Taubah (9), ayat 30
Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putra Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al
Masih itu putra Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka
meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka;
bagaimana mereka sampai berpaling?
Tapi bagi seluruh suku Arab dan kemudian seluruh dunia, Qur’an menyatakan:
Qur’an al-Taubah (9), ayat 5
Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di
mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan
intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan mendirikan salat dan
menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
120
Seperti yang telah disebutkan terlebih dahulu, Q 9:5 ini dikenal sebagai Ayat Pedang.
Satu ayat ini membatalkan 123 ayat² Qur’an lainnya. Semua ayat² terdahulu yang
berbicara tentang perdamaian dan kebebasan beragama dibatalkan dan tidak berlaku
lagi sebab Q 9:5. Saat ini, banyak umat Muslim yang mengatakan bahwa Islam yaitu
agama damai, dengan mengutip ayat² yang telah dibatalkan:
Qur’an, Sura al-Baqarah (2), ayat 256
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang
benar daripada jalan yang sesat. sebab itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut
dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali
yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.
Qur’an, Sura an-Nisaa’ (4), ayat 80
Barang siapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah. Dan barang
siapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi
pemelihara bagi mereka.
Qur’an, Sura al-‘Ankabuut (29), ayat 46
Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling
baik, kecuali dengan orang-orang lalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah
beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan
kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu yaitu satu; dan kami hanya kepada-Nya
berserah diri".
Qur’an, Sura al-Ali-Imran (3), ayat 20
Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah:
"Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang
mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada
orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam?" Jika mereka masuk Islam,
sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka
kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat
akan hamba-hamba-Nya.
Berikut yaitu daftar ayat² Qur’an yang telah dibatalkan oleh Ayat Pedang Q 9:5:
Surah 5: 99
Surah 2:62
Surah 2:109
Surah 5:13
Surah 6:70
Surah 8:61
Surah 2:83
Surah 2:139
121
Surah 2:191
Surah 2:192
Surah 3:28
Surah 4:63
Surah 4:80
Surah 4:81
Surah 4:84
Surah 4:90
Surah 5:2
Surah 6: 66; 104; 106- 108; 112; 135; 158
Surah 7:183; 199
Surah 10: 41, 46, 99, 108, 109
Surah 11: 121
Surah 13: 40
Surah 15: 3, 85, 88, 94
Surah 16: 82, 125, 127
Surah 17: 54
Surah 19: 84
Surah 20: 130, 135
Surah 22: 68
Surah 23: 54, 96
Surah 24: 54
Surah 28: 55
Surah 30: 60
Surah 32: 30
Surah 33:48
Surah 34: 25
Surah 39: 15
Surah 41: 34
Surah 42: 6, 15, 48
Surah 43: 83, 89
Surah 44: 59
Surah 45: 14
Surah 46: 35
Surah 50: 39
Surah 52: 48
Surah 53: 29
Surah 58: 8-9, 11
Surah 73: 10
Surah 76: 8
Surah 86: 17
Surah 88: 22- 24
Surah 109: 6
122
** (tambahan keterangan: Silakan periksa sendiri ayat² yang dibatalkan dan yang membatalkan di website
Islam: http://www.thequran.com/Abrogations.asp ... 6,51,66,71)
Sebagian Muslim dan ahli Islam jaman sekarang mencoba menunjukkan bahwa Islam
yaitu agama damai, penuh kasih, sabar, toleran, dan mengakui kebebasan beragama.
Akan namun , semua ayat² lembut di atas dinyatakan Muhammad di Mekah saat dia
masih lemah dan hanya punya sedikit pengikut (sekitar 70 orang saja). Ayat² yang
melarang kebebasan beragama dan menyatakan hanya Islam saja yang diterima Allâh
dikenal sebagai ayat² Medina. Berikut yaitu beberapa contoh ayat² Medina yang
menyatakan Islam yaitu satu²nya agama yang diterima Allâh:
Qur’an, Sura al-Ali-Imran (3), ayat 19
Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-
orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka,
sebab kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-
ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
Qur’an, Sura al-Ali-Imran (3), ayat 83
Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-
lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun
terpaksa dan hanya kepada Allah lah mereka dikembalikan.
Qur’an, Sura al-Ali-Imran (3), ayat 85
Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima
(agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
Qur’an, Sura al-Anfaal (8), ayat 39
Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata
untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha
Melihat apa yang mereka kerjakan.
Qur’an, Sura al-Taubah (9), ayat 5(Ayat al-Sayf atau Ayat Pedang)
Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di
mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan
intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan mendirikan salat dan
menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
* (tambahan keterangan: Silakan periksa tafsir Ibn Kathir akan Q 9:5 di SINI)
123
Perampokan Badr
Muhammad dan pengikutnya melakukan banyak peperangan dan yang paling terkenal
diantaranya yaitu Perampokan Badr dan Perang Uhud. Di Badr, Muslim mengalahkan
orang² Mekah; sedangkan di Uhud, orang² Mekahlah yang mengalahkan Muslim. Dalam
usaha penyerangan di Badr, awalnya Muhammad dan pengikutnya gagal mencegat
kalifah Abu Sufyan, pemimpin warga Mekah, dalam perjalan dagangnya ke al-Sham
atau Syria (Ibid: 1996: 154, juga mengutip dari al-Halabi, al-Sira, hal. 374). Para Muslim
ingin menyerang kafilah dagang Mekah untuk merampas harta benda mereka. Akan
namun , Muhammad dan para Muslim salah perhitungan sehingga kelompok kafilah telah
terlanjur berlalu (Ibid). Abu Sufyan dan kafilahnya tiba di al-Sham dengan selamat.
Peta penyergapan kafilah Mekah oleh perampok Muslim di Perampokan Badr.
Muhammad tidak menyerah dan menunggu Abu Sufyan dan kafilahnya kembali pulang
ke Mekah. saat warga Mekah tahu bahwa Muhammad dan para Muslim keluar
124
dari Medina untuk mencoba merampok kafilah mereka, mereka keluar dari Mekah
untuk membantu Abu Sufyan. Tapi Abu Sufyan juga telah mengetahui bahwa
Muhammad ingin menyerangnya dalam perjalanan pulang kembali ke Mekah. Dia
berhasil mengelabui Muhammad dengan mencari jalur perjalanan lain untuk
menghindari pertikaian dengan pihak Muslim. saat pasukan Mekah mengetahui
bahwa Abu Sufyan mampu menghindari serangan, mereka mengambil keputusan
“untuk merayakan keselamatan harta mereka dan menegakkan kehormatan mereka.”
(Ibidi: 175).
Akan namun , Muhammad yang telah terkecoh dua kali oleh Abu Sufyan berkeputusan
untuk menyerang pasukan Mekah. Jumlah pasukan Muslim yaitu 300 orang,
sedangkan pasukan Mekah yaitu 1000 orang. Pasukan Muslim tidak akan mampu
mengalahkan pasukan Mekah jika berhadapan langsung. sebab itulah mereka
merencanakan serangan mendadak. Di lain pihak, pasukan Mekah tidak mengira Muslim
akan menyerang mereka, sehingga mereka mulai minum² dan menari. saat pasukan
Muslim menyerang mereka, pasukan Mekah sudah sangat mabok dan tidak siap
bersenjata. Menurut al Sira al-Halabiyah, “Orang² Quraish Mekah berdiri dengan sangat
terkejut, sesudah perayaan mereka berubah drastis dari memukul tambur, bernyanyi,
dan minum anggur, menjadi pertumpahan darah dan perang.” (Ibid: 180, quoting al-
Halabi, alsirah, p.395).
Dengan keadaan seperti itu maka jelaslah alasan sebenarnya kekalahan pasukan Mekah
dan kemenangan Muslim sudahlah jelas. Meskipun demikian, para penulis sejarah
Muslim menuliskan bahwa kemenangan pasukan Muslim yaitu sebab para malaikat
membantu mereka berperang. Tabari menuliskan, “Abu Imamat berkata pada putranya,
‘Wahai, putraku, di saat peristiwa Badr, saat salah satu dari kami menodongkan
pedang ke kafir, kepala kafir itu jatuh bergulir dari tubuhnya bahkan sebelum pedang
menyentuhnya.” (Ibid: 208, mengutip al-Tabari, hal. 453). Ibn Abbas menyatakan, “Saat
sorang Muslim mengejar seorang kafir, dia mendengar lecutan cambuk di atas
kepalanya dan suara yang berkata, ‘Maju terus, Haizum’ (Haizum yaitu kudanya si
Jibril). saat kafir melihat ke muka, dia terjatuh ke tanah. Lalu kami lihat hidungnya
berdarah sebab terpotong oleh lecutan cambuk. Dia tampak jadi hijau. Muslim Ansar
datang dan melaporkan hal ini pada Rasul Allâh. Sang Nabi berkata, ‘Kau mengatakan
yang sebenarnya. Itu yaitu bantuan dari surga yang ketiga.’ ” (Ibid, mengutip dari al-
Bihaqi, hal. 51-52).
Ibn al-Rawandi bertanya, “Kemanakah para malaikat itu di Perang Uhud saat Nabi
bersembunyi diantara mayat² dan tiada seorang pun yang datang membantunya?”
(Ibid: 211, mengutip dari Ibrahim Biuomi dalam Islamic Philosophy (Filosofi Islam), hal.
83).
125
Perang Uhud
Kemenangan Badr membuat Muslim jadi penuh percaya diri dan mereka jadi berani
melakukan berbagai penyerangan ke banyak suku² Arab dan Yahudi. Qur’an
menegaskan bahwa Allâh berperang bersama mereka dan mengirimkan malaikat²nya
untuk membantu Muslim memerangi musuh. Banyak ayat² Qur’an yang menjelaskan
jumlah besar malaikat yang bergabung bersama Muslim di Perampokan Badr untuk
mengalahkan pasukan Mekah.
Gunung Uhud, letaknya dekat Medina.
Qur’an, Sura al-Ali-Imran, ayat 124
(Ingatlah), saat kamu mengatakan kepada orang mukmin: "Apakah tidak cukup bagi
kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?"
Qur’an, Sura al-A'raaf, ayat 9
(Ingatlah), saat kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-
Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan
seribu malaikat yang datang berturut-turut".
Akan namun , di Perang Uhud pihak Muslimlah yang kalah telak dan Muhammad sendiri
terluka parah. Dalam Qur’an tercantum janji bahwa Allâh akan membantu pasukan
Muslim dengan 3000 sampai 5000 tentara malaikat dalam Perang Uhud.
126
Qur’an, Sura al-Ali-Imran,
(124) (Ingatlah), saat kamu mengatakan kepada orang mukmin: "Apakah tidak cukup
bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari
langit)?"
(125) ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu
dengan sesaat itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang
memakai tanda.
(151)
Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka
mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan
keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk
tempat tinggal orang-orang yang lalim.
Sayangnya, janji² ini tidak dipenuhi Allâh, dan pasukan Muslim kalah telak. Menurut Ibn
Kathir, al-Halabi, dan al-Bihaqi, kekalahan Uhud yaitu sebab pasukan Muslim
meninggalkan tempat penjagaannya dan berlari untuk mendapatkan para wanita Mekah
yang cantik jelita. Para wanita Mekah memang saat itu ikut dalam pasukan Mekah ke
Uhud, dekat Medinah. “Aku bersumpah demi Allâh bahwa aku melihat wanita² kaya
Mekah berlari dan menaiki gunung dan perhiasan dan kaki mereka tampak sebab
mereka mengangkat baju² mereka sehingga kaki² mereka terlihat jelas. Para tentara
Muslim yang berada bersama Abd Allah bin Zubiar bersahutan satu sama lain, ‘Mari kita
kejar jarahan perang, dan mari kita tangkap wanita² Mekah itu.’ sesudah itu, para tentara
Muslim lari mengejar kaki² wanita Mekah dan harta jarahan, dan meninggalkan posisi
pertahanan mereka." (Ibid: 259, mengutip dari Al-Halabi hal. 502, Ibn Kathir, hal. 23, dan
al-Bihaqi hal. 229).
Taktik mundur pasukan Mekah dan wanita² Mekah yang menunjukkan hiasan dan
kaki² mereka yang indah yaitu jebakan yang mereka lakukan pada pasukan Muslim.
(Ibid: 260). warga Mekah tahu sekali psikologi tentara Muslim. Kebanyakan
Muslim memang bergabung bersama Muhammad demi mendapatkan kekayaan dan
wanita. sebab itulah, pasukan Mekah memperdaya mereka dengan berpura-pura kalah
dan membiarkan para wanita Mekah berlarian dari medan perang. sesudah pasukan
Muslim meninggalkan posisi bertahannya dan berlarian mengejar para wanita Mekah,
maka pasukan Mekah yang bersembunyi dan dipimpin oleh Khalid bin al-Walid (yang
saat itu masih kafir) dan Ikrima bin Abu Jahal menyergap Muslim “yang sedang sibuk
merampok dan menjarah” (Ibid). Serangan mendadak pasukan Mekah menyebabkan
pasukan Muslim kebingungan, sehingga mereka tanpa sadar malahan saling bacok satu
sama lain (Ibid, mengutip dari al-Halabi, hal. 205). Tentara Khalid mulai membunuhi
pasukan Muslim. sesudah pertarungan menjadi sulit, pasukan Muslim lari meninggalkan
Muhammad, dan mendaki gunung untuk menyelamatkan diri. sesudah ditinggal
sendirian begitu saja, maka Muhammad tak punya pilihan lain kecuali lari
menyelamatkan nyawanya.
127
saat sedang dikejar pasukan Mekah, Muhammad terjatuh dalam sebuah parit kecil
dan dia mulai berteriak-teriak, “Tolong aku di sini, wahai Muslim, datanglah ke sini,
wahai Muslim. Akulah Rasul Allâh.” Tapi tak ada seorang Muslim pun yang datang
menolongnya, sedangkan panah² pasukan Mekah menghujaninya dari berbagai arah.”
(Ibid:261). Kejadian ini ditulis pula oleh al-Tabari sebagai berikut: “saat Naabi
diserang, para sahabatnya lari meninggalkannya. Sebagian dari mereka berlari balik ke
Medina dan sebagian lain mendaki bebatuan di puncak gunung. Sementara itu, sang
Nabi terus berteriak, ‘Datang padaku, budak² Allâh, kemari dan tolonglah aku wahai
budak² Allâh” (Ibid). Dalam saat kritis seperti itu, Nabi Muslim terluka para oleh
serangan pasukan Mekah.
‘Atuba ibn Nafi ’a berhasil mencapai Muhammad dan memukul kepala Muhammad.
Sedangkan Abd Allâh ibn Syihab memukul jidat Nabi sampai mengakibatkan luka
lebar. Ibn Qimah al-Harithi memukul patah hidung dan bahu Nabi. Lalu dia juga
menghajar Nabi dengan senjatanya sampai masuk ke dalam pipi Nabi nan suci. Selama
mengalami penghajaran ini, Rasul Allâh menjerit-jerit minta tolong. Lalu Rasul Allâh
terjatuh ke dalam parit saat ibn Qimah menyerangnya untuk kedua kali dan
memukul pundaknya kuat².
Akan namun dua lapis baju perang Nabi rupanya melindunginya dari pukulan itu, tapi dia
terus mengeluh sakit selama sebulan sesudah Perang Uhud... Dalam saat kritis itu,
pejuang Muslim pemberani Abu Diganah melihat Rasul Allâh dalam keadaan kritis dan
berlari menemuinya dan menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Nabi untuk
melindunginya. Panah² pasukan Mekah menghujam tubuhnya sehingga dia mati
terbunuh. Di saat yang sama, para sahabat Nabi kembali menemui Nabi dan
mengeluarkan dia dari parit dan menyelamatkan diri naik ke gunung lagi.
sesudah itu, pasukan Mekah datang ke tempat di mana Muhammad tadi tergeletak.
saat mereka melihat Musa’ad ibn Umiar, mereka mengira Musa’ad yaitu Nabi. Ibn
Qimah mengira Musa’ad yaitu Muhammad, maka dia membunuhnya. Lalu Ibn Qimah
berlari dengan kudanya ke arah pasukan pagan sambil berteriak riang gembira, “Aku
telah membunuh Muhammad” (Ibid: 261-263, mengutip Al-Halabiya, hal. 505, 513, al-
Tabari, hal. 519-520, Ibn Kathir, hal. 56, al-Suhaili, hal. 153, dan al-Bihaqi, hal. 238).
Teriakan Ibn Qimah yang mengira dia telah membunuh Muhammad disebut para
sejarawan Muslim sebagai ‘Teriakan Setan’ (Ibid: 263). Akan namun , al-Qimni
berpendapat bahwa teriakan itu justru telah menyelamatkan Muslim dan Nabi mereka.
(Ibid). Perang Uhud berakhir dengan kekalahan Muhammad dan tentaranya. Pihak
Mekah mengakhiri perang sebab mengira Muhammad telah mati. Meskipun banyak
Muslim terbunuh dan lebih banyak lagi ditangkap sebagai tawanan, tapi kematian
Hamzah, paman Muhammad, merupakan kehilangan terbesar bagi pihak Muslim saat
itu. Menurut al-Bihaqi, Usman (yang nantinya jadi Kalifah ke-3) dan beberapa temannya
kabur melarikan diri “ke tempat yang bernama al-Shiqrah yang jauhnya 70 mil dari
Medina. Mereka kembali ke Medina sesudah mendengar Nabi kembali ke
128
Yathrib/Median bersama tentara Muslim yang masih hidup. Usman dan teman²nya
kembali dari tempat persembunyian mereka sesudah tiga hari.” (Ibid: 272, mengutip dari
al-Bihaqi, hal. 310).
BOX INFO:
Ibn Ishaq dan Tabari menulis Muhammad memanggil ("summon" atau "call") Muslim
untuk minta tolong. Tulisan Ibn Ishaq & Tabari tidak persis sama seperti keterangan dari
al-Halabiya, al-Suhaili, dan al-Bihaqi, tapi pesannya tetap sama: Muhammad memang
berteriak-teriak memanggil Muslim yang melarikan diri untuk BERSEDIA MATI BAGI
KESELAMATAN MUHAMMAD. Nabi Sejati bersedia mati bagi keselamatan umatnya,
tapi Nabi Palsu malah menuntut umatnya untuk mati bagi keselamatannya sendiri.
Banyak banget keterangan tentang perang Uhud di Tabari dan Ibn Ishaq.
Muhammad ditinggal sendirian menghadapi keroyokan tentara Mekah Quraish.
Nyawanya sedang terancam berat, dan dia mengalami serangan² fisik yang serius.
Tentunya dia tidak bisa hanya berbicara dengan nada biasa saja untuk minta tolong.
Berikut dari Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allâh, 1 halaman tentang peristiwa Uhud ini :
Tentara Muslim melarikan diri dan pihak musuh banyak membantai mereka. Ini
merupakan hari pencobaan dan ujian di mana Allâh menganugerahkan sahid, sampai
pihak musuh berhasil mencapai Rasul yang kena hajar batu hingga dia jatuh dan sebuah
giginya hancur, wajahnya dan bibirnya terluka. Yang melukai sang Nabi yaitu 'Utba bin
Abû Waqqâs.
Humayd al-Tawil mengatakan padaku dari Anas bin Mâlik: Gigi seri Nabi patah di hari
Uhud dan wajahnya terluka. Darah mulai mengucur ke mukanya dan dia mulai
membasuh darahnya sambil berkata, 'Bagaimana orang² yang menodai wajah Nabi
mereka dengan darah bisa mendapat nikmat saat dia (Nabi umat Muslim)
memanggil-manggil mereka kepada Allâh?'
*(maksudnya yaitu : Muhammad marah pada umat Muslim yang membiarkan saja
Nabi mereka terluka sampai berdarah dan babak belur di wajah, padahal dia sudah
berteriak-teriak memanggil Muslim untuk kembali melindunginya. Umat Muslim
pengecut kayak gini kok berharap dapat nikmat Allah, begitu maksud Muhammad.)
Maka Allâh mewahyukan ayat berkenaan dengan hal ini: 'Tak ada sedikit pun campur
tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima tobat mereka, atau mengazab
mereka, sebab sesungguhnya mereka itu orang-orang yang lalim.' → Qur'an, Sura al Ali-
Imran, ayat 128.
Hassân bin Thâbit tentang 'Utba:
129
saat Allâh membalas orang² akan perbuatan mereka
Dan sang Rahmâh menghukum mereka
Semoga Tuhanku menghinamu, 'Utayba bin Mâlik,
Dan memberimu hukuman mematikan sebelum kau mati.
Kau julurkan tanganmu dengan niat jahat terhadap Nabi,
Kau membuat mulutnya berdarah. Semoga tanganmu dipotong!
Lupakah kau akan Allâh dan tempat ke mana kau akan pergi
Saat kematian menjemputmu!
Menurut apa yang dikatakan al-Husayn bin 'Abdu'l-Rahmân bin 'Amr bin Sa'd bin
Mu'âdh padaku dengan ijin dari Mahmúd bin 'Amr, saat musuh menyerangnya, sang
Rasul berkata, 'Siapa yang bersedia menjual nyawanya bagi kami?' (→
maksudnya yaitu : MUHAMMAD MEMINTA MUSLIM UNTUK RELA MATI BAGINYA & ALLAH! Tentunya
ini dilakukannya dengan suara yang keras agar Muslim yang melarikan diri mendengar suaranya.) Lalu
Ziyâd bin al-Sakan datang bersama lima Muslim Ansor (Medina). (Sumber lain
mengatakan yang datang yaitu 'Umâra bin Yazid bin al-Sakan.) Mereka berperang
membela Rasul dari serangan musuh, sampai semua terbunuh kecuali Ziyâd (atau
'Umâra) yang terus bertempur sampai dia dilumpuhkan. Pada saat ini, sejumlah Muslim
kembali dan mengusir musuh yang menyerang Rasul. Sang Rasul memerintahkan
mereka untuk membawa orang itu (Ziyâd (atau 'Umâra)) padanya dan menempatkan
kakinya sebagai penunjang kepalanya dan dia mati dengan wajah di atas kaki Rasul.
Berikut dari Tabari, tentang peristiwa yang sama di Uhud:
Abû Ja'fa (al-Tabari) berkata: saat tentara Muslim diserang dari belakang sehingga
melarikan diri, tentara pagan membunuhi banyak tentara Muslim. saat bencana ini
terjadi di pihak Muslim, mereka menderita dalam tiga keadaan; sebagian dibunuh,
sebagian terluka, dan sebagian lagi melarikan diri. Yang melarikan diri merasa sangat
lelah sebab peperangan sehingga mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan. Gigi seri
Rasul Allâh patah, bibirnya terbelah, dan pipinya dan jida dekat akar rambut terluka. Ibn
Qami'ah berdiri di sebelah kirinya sambil menggenggam pedang. Orang yang melukai
Nabi yaitu 'Utbah bin Abi Waqqâs.
Menurut Ibn Bashshâr - Ibn Abi 'Adi - Humayd - Anas b. Mâlik: Di hari Uhud, gigi seri
Rasul Allâh patah dan kepalanya terluka. Darah mulai mengucur ke wajahnya, dan dia
terus membasuhnya sambil berkata, "'Bagaimana orang² yang menodai wajah Nabi
mereka dengan darah bisa mendapat nikmat saat dia (Nabi umat Muslim)
memanggil-manggil mereka kepada Allâh?' Allâh menurunkan wahyu mengenai kejadian
ini, "Tak ada sedikit pun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah
menerima tobat mereka, atau mengazab mereka, sebab sesungguhnya mereka itu
orang-orang yang lalim." → Qur'an, Sura al-Ali-Imran, ayat 128.
Abû Ja'fa (al-Tabari) berkata: saat pihak musuh mengeroyoknya, Rasul Allâh berkata,
"Siapa yang bersedia menjual nyawanya bagi kami?"
130
Menurut Ibn Humayd - Salamah - Muhammad bin Ishâq - al-Husayn bin 'Abd al-Rahmân
bin 'Amr bin Sa'd bin Mu'âdh - Mahmûd bin 'Amr bin Yazid bin al-Sakan: saat Ziyâd bin
al-Sakan datang bersama lima Muslim Ansâr (sumber lain mengatakan yang datang
yaitu 'Umârah bin Ziyâd bin al-Sakan), mereka lalu bertempur untuk melindungi Rasul
Allâh. Satu per satu terbunuh di hadapan Rasul sampai tinggal seorang yakni Ziyâd.
Berikut dari Tabari tentang kejadian yang sama di Uhud:
Menurut Muhammad bin al-Husayn - Ahmad bin al-Mufaddal - Asbât - al-Suddi: Ibn
Qami'ah al-Harithi, salah seorang dari Banu al-Hârith bin 'Abd Manât bin Kinânah,
datang dan melempar batu pada Rasul Allâh, mematahkan hidungnya dan gigi serinya,
melukai mukanya dan mengejutkannya. Para sahabatnya tercerai-berai dan
meninggalkannya, sebagian dari mereka kembali ke Medina dan sebagian lagi mendaki
bebatuan gunung Uhud, dan berdiri di sana. Sang Rasul mulai berteriak-teriak
memanggil kembali tentaranya, "Datanglah padaku, budak² Allâh!
Datanglah padaku, budak² Allâh!" Tiga puluh orang mengepungnya
dan bergerak maju, tapi Talhah dan Sahl bin Hunayf tetap bertahan pada posisinya.
Talhah melindungi Nabi dari belakang dan tangannya terluka kena panah, sehingga
tangannya lumpuh.
PERTEMPURAN BANI QURAIZA
Seperti disebutkan bab sebelumnya bahwa alasan utama pembantaian suku Yahudi dari
bani Quraiza yaitu menyingkirkan Yahudi dari suku terakhir di Madinah. Muhammad
menuduh mereka bahwa mereka melanggar perjanjian dengan dia dan berencana
membuka pasukan mereka untuk bersekutu dengan suku-suku Mekkah melawan
Muslim di Pertempuran.
Al-Qimni, membuktikan bahwa orang-orang Yahudi tidak bersalah dari tuduhan
ini . Sebenarnya Muhammad-lah yang harus disalahkan sebab melanggar
perjanjian ini . Untuk lebih jelasnya silahkan lihat sub-bab sebelumnya.
Pada bagian akhir artikel ini, kita akan melihat bagaimana induk artikel Islam
menggambarkan pembantaian terjadi.
Sang Nabi berkata "jika ada orang yang mendengar dan mematuhi, seharusnya tidak
melakukan doa Asr [59] kecuali bani Quraiza (Ibid: 391, mengutip dari al-Tabari al-Tarikh
p. Tarikh al-Tabari hal 591). Al-Bihaqi menceritakan bahwa "Nabi pergi keluar dan
melewati beberapa orang Bani Qurizah dan bertanya kepada mereka: apakah ada orang
melewati kamu?” Mereka berkata: “Dahia al-Kalib [60] melewati jalan ini dengan
mengendarai kuda yang indah.” Sang Nabi membalas: ”Itu bukan Dahia namun malaikat
Jibril, damai ada padanya, dikirim ke bani Quraiza untuk mengguncang mereka dan
131
menimbulkan ketakutan dalam hati mereka” "(Ibid, mengutip dari al-Bihaqi, al-Dalail p.
Dalail al-hal 9). Ibnu Katsir, al-Tabari, dan Al-Baihaqi, menuturkan dialog antara antara
sang Nabi dan dan orang-orang Yahudi Bani Qurizah takut, berasama-sama mengikuti,
sebagai berikut:
Muhammad: Oh saudara monyet dan babi.
Orang-orang Yahudi yang gemetar menjawab: Oh Abu Al-Qasim, [61] engkau bukan
orang jahat! (Ibid, 392, mengutip dari Ibnu Katsir, al-Bedayia p. al-Bedayia hal 120).
[59] ‘The third prayer of the day.
[60] Dahia al-Kalib was a very handsome young Muslim man. The Prophet claimed that whenever the
Angel Gabriel appeared to him he appeared in the form of this handsome young man.
[61] Father of Abu al-Qasim. The Prophet was called by that title because he had a son by that name.
Nabi berseru kepada mereka: Oh saudara monyet. Apakah Allah mengecewakanmu dan
mengirim padamu kutukan-Nya?
Orang Quraiza memahami pesan dan menjawab dalam ketakutan: Oh Abi al-Qasim,
engkau bukan orang bodoh (Ibid, mengutip dari al-Bihaqi, al-Tarikh hal 582).
Orang-orang Yahudi Quraiza terus memohon kepada Muhammad dan meminta padanya
untuk mengirimkan mereka satu dari sekutu mereka. Seorang pria dengan nama Abi
Libabah bin Abd al-Nuziar al-Awasi. saat Abi Libabah masuk dalam pasukan mereka,
pria-pria bangkit, wanita-wanita menangis dan anak-anak juga berteriak kepadanya.
saat dia melihat mereka, dia menemukan kesalehan daripada mereka. Mereka
berkata kepadanya: oh Abi Libabah, apakah engkau pikir kami seharusnya pergi keluar
untuk mempertimbangkan Muhammad? Dia berkata: ya. Kemudian dia menggerakkan
tangannya (jari) melintasi lehernya, yang berarti pembunuhan! Lalu ketua mereka, Ka'ab
bin Asaad berkata kepada rakyatnya. Mari kita mengikuti Muhammad dan percaya
kepadanya. Mereka menjawab: Kami tidak akan meninggalkan perjanjian Taurat
selamanya. Dia berkata kepada mereka: kalau begitu mari kita bunuh anak-anak kita dan
perempuan dan pergi ke Muhammad. Mereka berkata: Akankah kita membunuh anak-
anak dan wanita yang tidak berbahaya ini? Apa gunanya hidup sesudah kematian
mereka? (Ibid: 393-394, mengutip dari al-Tabari hal 583).
Akhirnya orang Bani Quraiza memutuskan untuk pergi keluar dan bertemu Muhammad,
berharap bahwa suku-suku Medinian akan mengetengahkan mereka dengan sang nabi
dan meminta dia untuk mengirim mereka dengan wanita dan anak-anak mereka keluar
dari Yathrib seperti dia lakukan sebelumnya dengan dua suku Yahudi lainnya. Begitu
pria-pria Yahudi muncul dalam pasukan mereka, sang nabi menyuruh anak buahnya
untuk mengikat mereka dengan tali dan mereka berbaris memanjang (Ibid: 394,
mengutip dari al-Tabari, al-Tarikh hlm.583). Lalu sang nabi meminta anak buahnya untuk
menggali berbagai saluran di dalam kota (Ibid). sesudah begitu banyak pembelaan dari
pemimpin suku Medinian, al-Khariq, dan al-Awas, Muhammad sepakat bahwa Sa’ad bin
132
Mu’aaz harus menentukan nasib orang-orang Yahudi (Ibid, mengutip dari al-Tabari hlm.
586).
Al-Tabari meriwayatkan bahwa Sa'ad bin Mu'aaz sedang sekarat. Selama pengepungan
dari kota dengan serangan anak panah meyerang tangannya dan menyebabkan terputus
salah satu sarafnya. Sang nabi berusaha menyembuhkanya dengan memanaskan paku
dan membakar sarafnya. Dalam prakteknya, Muhammad berpikir bahwa pendarahan
akan berhenti. Namun, membakar paku malahan memperburuk luka dan menyebabkan
saraf membengkak. saat nabi mengulangi perlakuan yang sama saraf meledak (Ibid:
395). Dalam keadaan sekarat itu Sa’ad menangis kepada nabi.
saat Muhammad melihatnya, ia memerintahkan orang Yahudi untuk berdiri agar
mereka kuasai. saat Sa’ad diletakkan ke bawah oleh yang membawanya, sang nabi
meminta dia untuk menjadi hakim pada mereka. Dia berkata, saya menghukum mereka
bahwa laki-laki harus dihukum mati, kekayaan mereka dibagi, dan wanita mereka dibagi-
bagikan sebagai jawari di kalangan umat Islam. Sang nabi berkata kepadanya:
“Kamu telah menjatuhkan hukuman pada mereka dengan penilaian Allah yang telah
diberikan kepadamu dari surga tingkat ketujuh.” "(Ibid: 395, mengutip al-Tabari, al-
Tarikh hal 586, penekanan pada yang asli).
Pembantaian mengerikan itu digambarkan oleh al-Tabari sebagai berikut:
Mereka membawa terlebih dulu musuh Allah, Huaya bin Akhatab [62], sementara
tangannya diikat ke lehernya dengan tali. saat Huaya melihat Rasulallah, ia berkata
kepadanya: “Aku bersumpah demi Allah, saya tidak pernah menyalahkan diri sendiri,
sebab kebencianmu.” Kemudian, Huaya berpaling kepada orang-orang dan berkata:
“wahai orang-orang yang tidak ada ketakutan dari penghakiman dan kitab Allah, itu
yaitu suatu kehormatan yang ditulis oleh Allah kepada anak-anak Israel untuk mati
sebagai martir.” Kemudian, ia duduk dan lehernya dipenggal ... Ali bin Thalib dan al-
Zibiar terus memukul leher mereka ... Diasumsikan bahwa darah mereka mencapai batu
minyak yang berada di pasar (Ibid: 396, mengutip dari al-Tabari, al-'Tarikh hlm. 588-
589).
[62] He is the father of Safi ya bint Huaya whom the Prophet killed her husband, brother, and father and
took her as his wife. For more detail see the last chapter, The Scandalous Marriages of Muhammad.
Narator tentang sira, berbeda dalam jumlah orang-orang Yahudi yang terbunuh pada
hari itu. Beberapa orang mengatakan 600, ada yang 700, 800, 900 (bid: 396). Al-Qimni
menyatakan, “dan kami belajar melalui warisan budaya kami sesuatu yang baru terjadi
dalam pembatantaian itu. Pembantaian itu tidak hanya terjadi pada laki-laki, namun
termasuk bocah laki-laki juga” (Ibid: 398 merujuk pada al-Tabari. Hlm.591). Lalu korban-
korban ini dikubur dalam lubang yang besar yang telah digali oleh muslim.
Menurut narator tentang sira, Allah menghargai Sa’ad bin Mu’aaz sebab keputusannya
yang tepat dan kematiannya sesudah pembantaian itu tejadi. Sang malaikat Jibril datang
133
kepada nabi ditengah malam dan mengatakan kepadanya bahwa saat Sa’ad bin
Mu’aaz meninggal, takhta Allah terguncang dalam kehormatanya. Selain itu,
pemakamannya dihadiri oleh 70000 malaikat (Ibid: 397, mengutip dari al-Bihaqi hlm.28-
29). Sedangkan jumlah barang rampasan yang dihitung oleh Sa’ad yaitu 1500 pedang,
300 baju besi, 1000 tombak, 1500 perisai, dan banyak unta dan sapi.
Mengenai wanita, jumlah mereka lebih besar dari pria muslim. Oleh sebab itu, setiap
orang muslim mendapat bagiannya dari perempuan Yahudi, sisanya dijual sebagai
budak kepada orang Nagid. Muhammad mengambil Rayhana binti Umaro. Ibnu Katsir
meriwayatkan bahwa, “sang nabi berkata kepada Rayhana bahwa ia akan
membebaskannya dari perbudakan jika menikahinya. Bagaimanapun, Rahyana memilih
untuk tetap tinggal dalam perbudakan, yang ia percaya lebih dapat ia tahan dari pada
menikah dengan Muhammad yang telah membunuh bapak dan saudara2nya. Dia
menolak untuk menerima Islam dan memutuskan untuk tetap hidup sebagai orang
Yahudi dan menjadi budak seumur hidupnya" (Ibid: 401, mengutip Ibnu Katsir, al-
Bedaya, hlm.128 and al-Tabari, al-Tarikh, hlm.592).
PRIA & WANITA YANG DIBUNUH sebab MENGKRITIK MUHAMMAD:
1. Asma Binti Marwan, dari Bani Umayyah Ibn Zayd:
Asma yaitu istri Yazid Ibn Zaid Ibn al-Khatmi Hisn. Dia dahulu mengkritik Islam,
menghina nabi dan mengajak orang-orang untuk melawan Muhammad. Dia menyusun
ayat-ayat yang mengkritik sang nabi. Muhammad mengirim Umar bin Adi untuk pergi
dan membunuhnya. Umar datang padanya di malam hari dan memasuki rumahnya
saat anak-anak Asma sedang tertidur disekitar Asma. Ada satu anaknya yang sedang
dia susui (netek). Kemudian Umar mencari-cari Asma dengan tangannya sebab dia
buta, dan memisahkan anak itu dari Asma (ibunya). Umar menusukkan pedangnya di
dada Asma sampai menembus ke punggungnya. Lalu pagi harinya, Umar memberikan
kabar ini kepada nabi di al-madinah.
Kemudian Rasullah berkata kepadanya: “Apakah engkau membunuh putri Marwan?".
Umar menjawab: “Ya, apakah ada sesuatu yang lebih baik untuk saya lakukan?”
Muhammad: “Tidak! Dua kambing akan dipersembahkan untuk merayakannya”
Kata-kata ini yang terlebih dahulu terdengar dari rasulallah. Rasulallah memanggilnya
Umar “albasir” (yang melihat). (Ibn Sa`d’s Kitab al-Tabaqat al-Kobara, volume 2, hlm.
31).
2. Abu Afak :
Seorang pria sangat tua (konon 120 tahun) telah dibunuh sebab ia mengecam
Muhammad. Perbuatan ini dilakukan oleh Salem bin Umar atas perintah nabi,
yangmeminta: ”Siapa yang akan berurusan dengan bajingan ini untuk saya?"
Pembunuhan untuk orang tua yang meniru penyair wanita, Asma binti Marwan, untuk
menulis ayat tidak hormat tentang Nabi, dan dia juga dibunuh.
134
3. Abdullah Ibnu Sa'ad bin Abi Sarh:
Muhammad seperti yang telah tertulis diturunkan ayat-ayat untuknya. Salah satu
penulisnya yaitu `Abdullah ibnu Sa’ad bin Abi Sarh. Seperti Sarh menulis turunnya
wahyu yang disampaikan Muhammad, ia sering membuat saran untuk meningkatkan
kemampuan berbahasa mereka. Muhammad sering setuju dan mengikuti perubahan
yang dibuat oleh Sarh. Pada akhirnya Sarh meninggalkan Islam, sebab ia mengetahui
bahwa wahyu-wahyu itu bukan berasal dari Allah, jika sekiranya boleh diubah-ubah.
Kemudian, sesudah penaklukan Mekkah, Muhammad menginginkan kematian Sarh.
Seseorang dari al-Ansar telah bersumpah untuk membunuh Ibn Abi Sarh [sudah
disebutkan Abdullah] jika dia melihatnya. Usman yang saudara angkat dia (Ibn Abi Sarh)
datang dan menengahi dia dengan nabi. Ansari menunggu sinyal dari nabi untuk
membunuhnya. Usman menengahi dan dia [Muhammad] membiarkan dia pergi.
Kemudian Rasul Allah berkata kepada Ansari, "Mengapa engkau tidak memenuhi
sumpahmu?
Dia (Ansar) berkata: “o Rasul Allah!, aku telah menyiapkan pedang ditanganku, dan
menunggu signal anda untuk membunuhnya.” Sang nabi berkata: ”signal akan
melanggar iman. Membuat signal bukan ciri khas nabi.” (Ibnu Sa'ad dalam Kitab al-
Tabaqat al-Kobara. hlm 174)
4. Kinanah al- Rabi :
Yang menjadi penjaga dari warisan Banu Nadir, telah dibawa kepada Rasul yang
menanyakannya. Dia menyangkal bahwa dia menolak mengatakan di mana warisan itu
berada. Seorang Yahudi datang (Tabari mengatakan "dibawa"), kepada Rasul dan
berkata bahwa ia telah melihat Kinana berkeliling sebuah reruntuhan setiap pagi. saat
rasul berkata kepada Kinana, "Apakah kamu tahu bahwa jika kita menemukanmu
memiliki warisan itu aku akan membunuhmu?” Dia berkata, "Ya”.
Kemudian Rasul memerintahkan bahwa reruntuhan itu harus digali dan beberapa harta
karun itu ditemukan. saat ia (rasul) bertanya kepadanya (Kinanah) tentang sisanya, dia
menolak untuk memberitahukannya, jadi rasul memerintahkan al-Zubayr Al-Awwam,
"siksa dia sampai engkau menggali apa yang dia ketahui." Jadi dia (Zubayr) menyalakan
sebuah api dengan bara api dan baja di dadanya (Kinanah) hingga ia hampir mati.
Kemudian Rasul mengirimkan dia untuk Muhammad bin Maslama dan dia memukul
kepalanya (Ibn Ishaq, Sirat Rasulallah 'Biografi Rasulullah', hal 37).
5. Abdullah Khatal dari B. Taym b. Ghalib :
Dia pernah menjadi muslim dan diutus Rasulullah untuk mengumpulkan zakat bersama
seorang Anshar dengan dibantu seorang bekas budak yang telah merdeka untuk
melayaninya. (Dia yaitu Muslim). saat mereka berhenti, ia memerintahkan budaknya
untuk membunuh seekor kambing untuk dirinya dan menyiapkan beberapa makanan,
dan bergegas untuk tidur. saat ia bangun, orang yang disuruhnya belum melakukan
apa-apa, sehingga ia menyerang dan membunuh budak itu dan murtad.
135
Dia memiliki dua peyanyi wanita, Fartana dan temannya yang digunakan untuk
menyanyikan lagu-lagu kritikan atau kecaman terhadap rasul, sehingga ia
memerintahkan agar mereka dibunuh dengan dia. Khatal diperintahkan untuk dibunuh,
bukan sebab dia membunuh budak laki-lakinya, seorang Muslim, namun sebab ia
murtad. Hukum Islam tidak memperbolehkan seorang pria muslim untuk dihukum mati
sebab membunuh seorang budak, yang Yahudi, Kristen, atau apapun yang non-Muslim.
Pada hari penaklukan, Rasulullah memasuki Mekah, menggunakan penutup kepala.
saat Rasulullah melepas penutup kepalanya, seseorang datang dan berkata,
“Ibn Khatal sedang memanjat dinding Kabah”. Rasullalah berkata, “Bunuh dia!” Ibn
Khatal akhirnya dibunuh di Kabah. Nabi memerintahkan kedua gadis budak untuk
dibunuh sebab menyanyi lagu-lagu yang berisi kritikan tentang dia.
(Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua. Muhammad bin Yasar bin Ishaq.
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, hal.54–55)
(Sahih Bukhari, volume 5 nomor 582 : Dikisahkan oleh Anas bin Malik)
6. Seorang wanita sundal dari Hadramaut:
Kematian Muhammad dirayakan dengan sukacita oleh 26 wanita bangsawan di
Hadramaut, sebuah kota di Yaman. Sejarawan Muslim menyebut mereka "wanita sundal
dari Hadramaut."
Perayaan ini diriwayatkan oleh Ibnu Habib al-Baghdadi dalam artikel nya Kitab al-
Muhabbar : "Ada di Hadramaut 6 wanita, dari Kinda dan Hadramaut, yang
menginginkan kematian Nabi Allah, sebab itu mereka [saat mendengar berita]
dicelup tangan mereka dengan henna dan bermain pada rebana. Bagi mereka, keluar
dari pelacuran di Hadramaut melakukan hal yang sama sehingga sekitar 20 perempuan
ameh bergabung dengan 6 wanita ini . Namun, Ibn Habib bertentangan
pernyataannya bahwa perempuan 'sundal' saat ia menggambarkan mereka sebagai
"Dua orang nenek, satu ibu, dan tujuh gadis muda. Tiga dari dua belas milik Ashraf
("kelas bangsawan") dan empat dari suku Kindah, sebuah suku kerajaan yang diberikan
Yaman dengan raja-rajanya.“
Dua pemimpin Muslim menulis surat kepada Khalifah Abu Bakar dan melaporkan acara
itu. saat berita itu sampai kepada khalifah terlebih dulu, Abu Bakar, ia menulis pesan
kembali bahwa tangan perempuan itu harus dipotong. Mengikuti perintah khalifah, 26
wanita dihukum secara mengerikan dan bahwa dengan tangan mereka dipotong.
*Phao [editor]: catatan tambahan.
Selain daftar-daftar pembunuhan oleh perintah Muhammad, masih banyak daftar-
daftar lain yang belum diceritakan di artikel ini.
Al-Nadr ibnu ol-Hareth yaitu lelaki yang berkata bahwa kisah2 Muhammad hanyalah
dongeng2 kuno. saat Muhammad menguasai Mekkah, dia memerintahkan untuk
memenggal kepala al-Nadr (Ibnu Ishaq, “Sirat Rasullallah” 308).
Ocba ibnu abi Moayt, sebelum kehilangan kepalanya berseru, “siapakah yang akan
memelihara gadis kecilku?” Muhammad menjawab, “Api Neraka”. Dan lelaki itu
dipenggal kepalanya (bnu Ishaq, 308).
Kab ibnu al-Ashraf yaitu seorang anak dari wanita Yahudi dari keluarga Banu Nadir.
sesudah perang Badar, dia pergi ke Mekkah untuk membangkitkan semangat orang2 di
sana. Dia menyusun syair2, mengajak orang terus berperang melawan sang nabi.
Muhammad berdoa di depan umum, ‘Alloh lepaskan aku dari Kab, sebab ayat2 (puisi2)-
nya, dan hasutannya.’ Maka beberapa orang muslim berpura-pura (taqqiya)
menjadi teman Kab, membawa dia jauh dari perlindungan di rumahnya, dan kemudian
membunuhnya. saat mereka memberikan potongan kepala Kab kepada sang nabi,
nabi lantas memuji perbuatan baik mereka (Al-Bukhari 4-52-270, 5-59-369, 3-45-607)
(Dawud 19-4436) (Ibnu Ishaq 364-368) (Ibnu Sa’d 1:37).
Pagi hari sesudah membunuh Kab, nabi menyatakan , “Bunuhlah setiap Yahudi yang
jatuh ke dalam kekuasaan kalian.” Maka salah satu pengikutnya pergi dan membunuh
seorang pedagang Yahudi bernama Ibnu Sunayna yang memiliki hubungan yang baik
dengan orang2 Muslim (Ibnu Ishaq 369) (At tabari 3, hlm 97 jilid 7) (Dawud 19-2996).
Pasukan yang lain diutus untuk membunuh Yosayrbin Rezam, seorang Yahudi lain dari
Medinah yang telah melarikan diri ke Khaybar. saat Refaa bin Qays menyampaikan
pidato anti muslim dalam sukunya, nabi memerintahkan Abdullah bin Abi adrad
membawa kembali kepala Refaa bin Qays. Pertama-tama pembunuh menembak dengan
anak panah dari jarak tertentu, dan kemudian memukul dia dengan sebuah kapak dan
memotong kepalanya, dan memberikannya kepada nabi (Dashti, hlm 100).
Keterangan lainnya tentang daftar pembunuhan oleh muhammad: klik-disini
Fletemier, Curt. 1956. The Son and The Moon. Sonrise Enterprise (phone 0888-161-3377). cmfa@yahoo.com
:
Mungkin cara terbaik untuk mengakhiri artikel ini yaitu mengutip paragraf
penutup Muhammad Asghar dalam artikel nya, MUHAMMAD & ISLAM: Cerita Yang Tidak
Diberitahu Sebelumnya, Apa pun penyebab kematiannya (Muhammad), kepergiannya
mengakhiri periode tirani yang panjang. Kematiannya membebaskan istrinya dari
perbudakannya; Ini juga membuat ketenangan kepada orang-orang kafir yang dipaksa
meninggalkan iman leluhur mereka dan juga menghilangkan bayang-bayang pedang di
mana-mana dari kepala orang Yahudi.
Pada kelanjutannya, dia mewariskan satu set doktrin agama, yang telah mempengaruhi
kehidupan sejumlah besar pengikutnya, bahkan sesudah kematiannya 1400 tahun yang
lalu. Sementara beberapa ajaran-ajarannya telah terbukti berperan dalam
melumpuhkan kehidupan banyak pengikutnya sendiri, menciptakan perpecahan dan
kebencian diantara mereka sendiri. Allahu Akbar,dasarnya yaitu teriakan perang Islam,
ternyata masih banyak umat Islam terlibat dalam pertempuran, kerusuhan antar agama
dan konflik sektarian menjadi binatang buas; yang diklaim mendapat dukungan dari
malaikat untuk melawan kafir.
Pembunuhan orang Yahudi oleh Muhammad dan ajaran kebencian terhadap mereka
(5:54), sampai hari ini masih menghasilkan keinginan yang berapi-api di sebagian besar
Muslim untuk menghapusan semua orang Yahudi dari muka bumi dan panggilan untuk
membunuh orang kafir kapanpun dan di manapun mereka berada ditemukan (59:5)
yaitu sumber inspirasi utama bagi banyak pengikutnya untuk terlibat sendiri dalam
pembunuhan semua Hindu dunia. Ajarannya berperang, seperti Bernard Lewis katakan
dalam artikel nya, "Krisis Islam," dianggap oleh banyak umat Islam menjadi kewajiban bagi
muslim untuk "menghancurkan seluruh dunia sebelum rancangan keimanan mereka
tentang kebangkitan khalifah Islam dapat direalisasikan.
Referensi
www.indonesia.faithfreedom.org/forum
Admin islamexpose.blogspot.com
Ditulis pada tahun 2006 oleh Dr. A. A. Ahmed ISBN: 1-4259-0577-2 (e) ISBN: 1-4259-0571-4 (sc) Dicetak oleh Author House 1663 Liberty Drive, Suite 200 Bloomington, Indiana 47403 United States of America. phone (800) 839-8640 www.AuthorHouse.com Dr. A. A. Ahmed lahir di Sudan dan meraih gelar Ph.D di bidang Filosofi dari Universitas Bombay, India. Dia punya lima gelar akademis - Sarjana S1 bidang Komunikasi, Master (S2) dan Ph.D (S3) di bidang Filosofi dari India, dan Sarjana S1 dan Sarjana S2 di bidang Penelaahan Filosofi dan Agama dari Canada. Dia adalah peneliti masalah Muslimah dalam dunia Islam, dan telah bertobat dengan meninggalkan Islam Kesaksian Dr. A.A. Ahmed Tinggalkan Islam Aku meninggalkan Islam karena saudara perempuanku. Dia menolak dimadu oleh suaminya. Hal ini membuka mataku lebar². Faktor lain yang mendorongku meninggalkan Islam adalah penindasan terhadap wanita dan pembunuhan orang² tak berdosa di Sudan Selatan atas nama Jihad. Aku telah menulis sebuah buku yang menunjukkan kekejaman Islam terhadap wanita, Judulnya adalah Intisar: A Story of a Muslim Girl (bisa didapatkan di Amazon.com)
Sangat jarang ditemukan buku di sekolah² atau perpustakaan umum yang membicarakan sejarah Muhammad. Kebanyakan buku² Islam saat ini hanya membicarakan tentang agama Muhammad, sang pendiri Islam. Di buku ini aku menjelaskan tentang sejarah Muhammad – kehidupannya, peperangannya, dan ajaran²nya. Sumber keteranganku berasal dari “Ibu dari Segala Sumber Literatur Islam,”[1] juga tulisan² para pemikir Mesir Muslim liberal yakni Sayyid Mahamoud AlQimmi, dan tulisan² dari beberapa penulis Muslim dan non-Muslim modern. Keterangan “Ibu dari Segala Sumber Literatur Islam” dikenal dalam istilah Arab sebagai “Al-Maskut Anho” yang berarti keterangan yang seharusnya tidak boleh diketahui oleh Muslim dan kafir. Sangat sedikit ulama atau ahli Islam dari Universitas Al-Azhar Al-Sharif yang membaca keterangan² ini dan mereka bahkan tidak membicarakannya satu sama yang lain. Akan tetapi, para penulis Muslim Mesir modern seperti Sayyid Mahamoud al-Qimmi , *Faraj Foda , dan Nasr Hamid Abu Zayd membahayakan diri mereka sendiri dengan membuka buku² ini dan menyatakan pada umum keterangan tentang Muhammad yang tak pernah mereka dengar sebelumnya. Karena alasan inilah maka Faraj Foda ditembak mati di depan kantornya di Kairo, Nasr Hamid Abu Zayd melarikan diri meninggalkan Mesir untuk menghindari hukuman mati, dan Sayyid Mahmoud al-Qimmi dipaksa mengganti tulisan²nya. Sayangnya, sebelum dunia luar dapat membaca tulisan² mereka, para penulis ini dibungkam melalui pembunuhan, teror, dan ancaman mati, dan tulisan² mereka dilarang diedarkan di dunia Muslim. Selain itu, buku² mereka juga tidak pernah diterjemahkan dalam bahasa Inggris atau bahasa Barat lainnya. Faraj Foda atau sering juga ditulis Farag Fouda; salah satu bukunya yaitu Al-aqiqah al-Ghaybah, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Kebenaran Yang Hilang: Sisi Kelam Praktik Politik dan Kekuasaan dalam Sejarah Kaum Muslim.” Diterbitkan oleh Yayasan Wakaf Paramadina bekerjasama dengan Dian Rakyat (cetakan II, 2008).

