kehidupan muhammad 5

 


. Hafsa bint Umar. 

6. Zainab bint Jahsh 

7. Juwairiyya bint al-Harith 

8. Omm Habiba 

9. Safi ya bint Huaya 

10. Maimuna bint al-Harith 

11. Fatima (briefl y) 

12. Ramlah, putri Abu Sufyan [51] 

13. Asma of Saba 

14. Zainab al-Khozayma 

15. Habla 

16. Asma bint al-Nu’man 

 112 

 

Budak² Sex Muhammad 

17. Maria Koptik 

18. Rayhana bint Zayd 

 

[50] Muhammad dan istri²nya. - Persian Journal, September 7, 2005. 

[51] Ramlah bint Abu Sufyan, anak perempuan Abu Sufyan. Dia menikah dengan Nabi Muhammad setahun 

sesudah  Hijrah. Suami pertamanya yaitu  Ubayd-Allah bin Jahsh, saudara laki Zaynab binti Jahsh. 

Ubayd-Allah bin Jahsh yaitu  satu diantara orang² pertama yang memeluk Islam. Pasutri Ubayd dan 

Ramlah hijrah ke Abyssinia (Ethiopia) agar bisa hidup aman. Di sana Ramlah melahirkan putrinya yakni 

Habibiah binti Ubayd-Allah. Di sana pula suaminya bertobat  meninggalkan Islam dan balik kembali 

memeluk agamanya yang dulu yakni Kristen, yang yaitu  agama warga  Abyssinia. 

 

 

 

 

 

 

CATATAN TAMBAHAN  

- KUTIPAN DARI FORUM - 

 

 

Re: artikel : Kehidupan Rahasia Nabi Muhammad 

by Adadeh (Penerjemah) » Tue Feb 23, 2010 

 

 

SEBAGAI tambahan keterangan tentang skandal Muhammad dan Zainab, silakan baca 

keterangan dari ahli Islam penafsir Qur'an tentang bagaimana Muhammad (mertua) 

JATUH CINTA pada Zainab (menantu) sesudah  melihat Zainab telanjang di kamarnya: 

 

 

ICU wrote: Masalah yang seharusnya dipertanyakan juga oleh para Muslim dan non-

Muslim yaitu : 

MENGAPA ALLAH SWT [atau MUHAMMAD] NGOTOT MENIKAHKAN 

ZAYNAB DENGAN ZAID DI Quran 33:36 (padahal Zaynab sudah tidak 

bersedia), SEDANGKAN DI Quran 33:37 ALLAH SWT [atau MUHAMMAD] 

MALAHAN MENCERAIKAN ZAYNAB DENGAN ZAID AGAR MUHAMMAD 

BISA MENIKAHI ZAYNAB?! 

 

 

MENGAPA BERBEDA SATU AYAT SAJA, ZAINAB HARUS BERTUKAR SUAMI DENGAN 

SECEPAT ITU? DI Q 33:36 ZAINAB HARUS NGESEX DENGAN ZAID, SEDANGKAN DI Q 

33:37 ZAINAB HARUS NGESEX DENGAN MERTUANYA SENDIRI YAKNI MUHAMMAD!!  

 113 

ATURAN ILLAHI APAAN NEEEHHH????? 

 

Q 33:36 

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang 

mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi 

mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah 

dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. 

 

Silakan telaah asbabun-nuzul (latar belakang peristiwa, sejarah, kejadian dari ayat 

Qur'an) Q 33:36 di tafsir Jalalaini:  [klik-link-disini] 

And it is not [fitting] for any believing man or believing woman, when God and His Messenger have 

decided on a matter, to have (read takūna or yakūna) a choice in their matter, in contravention of the 

decision of God and His Messenger. This [verse] was revealed regarding ‘Abd Allāh b. Jahsh and his sister 

Zaynab, whose hand the Prophet had asked for in marriage, but meaning on behalf of Zayd b. Hāritha. 

They were loathe to this [proposal] when they found out [that it was on the latter’s behalf], for they had 

thought that the Prophet (s) wanted to marry her himself. But afterwards they consented because of the 

[following part of the] verse: And whoever disobeys God and His Messenger has certainly strayed into 

manifest error. Thus the Prophet (s) gave her in marriage to Zayd. Then on one occasion he [the Prophet] 

caught sight of her and felt love for her, whereafter [when he realised that] Zayd lost his affection for her 

and so said to the Prophet (s), ‘I want to part with her’. But the Prophet said to him, ‘Retain your wife for 

yourself’, as God, exalted be He, says: 

 

Terjemahannya: 

Dan tidak baik bagi Muslim atau Muslimah, saat Allah dan RasulNya telah menetapkan 

keputusan, untuk menentang keputusan Allah dan RasulNya. Ayat ini dinyatakan 

berhubungan dengan ‘Abd Allāh b. Jahsh dan saudara perempuannya Zaynab, yang 

mana Nabi telah meminang Zaynab bagi Zayd b. Hāritha. Mereka ( ‘Abd Allāh 

b. Jahsh dan Zaynab) benci atas pinangan ini sebab  tadinya mereka mengira Nabilah 

yang akan menikahi Zaynab. Tapi kemudian mereka tunduk menyerah sebab  ayat 

berikut: Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah 

sesat, sesat yang nyata. Dengan demikian, Nabi memberikan Zaynab untuk dinikahi 

Zayd. Lalu di suatu kejadian, Nabi melihat diri Zainab dan jatuh cinta 

padanya, sesudah  itu Zayd tidak berselera lagi terhadap Zaynab dan berkata pada Nabi: 

'Aku ingin menceraikannya.' Tapi Nabi berkata pada Zayd: 'Pertahankan istrimu bagimu,' 

sedangkan Allah berkata:  

 

============== 

Hanya gara2 Nabi JATUH CINTA pada menantunya sendiri, Allah 

SWT, pencipta seluruh jagad raya ini, menurunkan firman 

pembenaran agar sang Nabi boleh halal ngesex dengan 

menantunya!?!  

Subhanallah, allahuakbar!  

============== 

 114 

 

Q 33:37 

Dan (ingatlah), saat  kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat 

kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: "Tahanlah terus istrimu 

dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa 

yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah 

yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka saat  Zaid telah mengakhiri keperluan 

terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada 

keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, 

apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan 

yaitu  ketetapan Allah itu pasti terjadi. 

 

 

Berikut tafsir Q 33:37 dari Jalalaini : [Klik-Link-Disini] 

And when (idh is dependent because of [an implied preceding] udhkur, ‘mention [when]’) you said to him 

to whom God had shown favour, by [guiding him to] Islam, and to whom you [too] had shown favour: by 

manumitting him — this was Zayd b. Hāritha, who had been a prisoner of war before [the coming of] Islam 

(in the period of al-jāhiliyya). The Messenger of God (s) purchased him before his call to prophethood, and 

then manumitted him and adopted him as his son — ‘Retain your wife for yourself and fear God’, before 

divorcing her. But you had hidden in your heart what God was to disclose, [what] He was to manifest of 

your love for her and of [the fact] that should Zayd part with her you would marry her, and you feared 

people, would say, ‘He has married his son’s wife!’, though God is worthier that you should fear Him, in 

all things, so take her in marriage and do not be concerned with what people say. Zayd subsequently 

divorced her and her [obligatory] waiting period was completed. God, exalted be He, says: So when Zayd 

had fulfilled whatever need he had of her, We joined her in marriage to you — the Prophet consummated 

his marriage with her without [the customary] permission [from her legal guardian] and gratified the 

Muslims with [a feast of] bread and meat — so that there may not be any restriction for the believers in 

respect of the wives of their adopted sons, when the latter have fulfilled whatever wish they have of them. 

And God’s commandment, that which He has decreed, is bound to be realised. 

 

Terjemahannya: 

Dan saat  kau (Muhammad) katakan padanya (pada Zayd) yang diperkenan Allah, 

dengan membimbing Zayd pada Islam dan kau (Muhammad) sendiri berkenan 

kepadanya dengan memerdekakannya - yang dimaksud yaitu  Zayd b. Hāritha, yang 

dulu yaitu  tawanan perang sebelum jaman Islam (di masa Jahiliyah). Nabi membelinya 

sebelum dia jadi nabi, dan memerdekakannya dan mengangkatnya jadi putranya - 

'Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah' sebelum menceraikan Zaynab. 

Tapi kau (Muhammad) telah menyembunyikan dalam hatimu 

sesuatu yang akan diungkapkan Allah, dan Dia akan 

mengumumkan cintamu (Muhammad) pada Zaynab dan fakta 

bahwa jika Zayd menceraikan Zaynab, maka kau akan menikahi 

Zaynab, dan kau takut orang2 akan berkata, 'Dia menikahi istri 

anaknya sendiri!', meskipun Allah harus lebih kau takuti di atas segalanya, maka 

nikahi Zaynab dan tak usah khawatir apa kata orang. Zayd akhirnya menceraikan Zaynab 

 115 

dan masa iddah Zaynab lalu berakhir. Allah berkata: Maka saat  Zaid telah mengakhiri 

keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia - Nabi 

ngesex dengan Zaynab tanpa ijin dari wali Zaynab dan merayakan ini bersama umat 

Muslim dengan roti dan daging - sesudah  itu tiada larangan bagi umat Muslim untuk 

menikahi istri dari anak2 angkat mereka, sesudah  anak2 angkat mereka menceraikan istri2 

mereka. Ini yaitu  ketetapan Allah yang harus terjadi.  

 

Apa sih pesan moral dari Q 33:36 dan Q 33:37 yang sangat kontradiktif itu? Mengapa 

satu wanita harus berganti suami menikahi dua pria dalam waktu yg sangat singkat, 

lengkap dengan pembenaran ayat2 Qur'an segala? Apakah wajar bagi mertua untuk 

jatuh cinta dan berahi terhadap menantunya sendiri? Muhammad itu jatuh cinta pada 

Zaynab saat Zaynab masih jadi istri Zayd. Gimana jika babehmu jatuh cinta dan berahi 

terhadap istrimu? Apakah lalu kamu akan menceraikan istrimu agar babehmu 

bisa/boleh halal ngesex dengan istrimu sendiri? 

 

Rusaaaakkk.... Mantaaab!  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 116 

Bab 13 

MUHAMMAD SANG PERAMPOK 

 

 

DALAM artikel nya, Shukran… Bin Laden (Terimakasih… Bin Laden), al-Qimni menjelaskan 

beberapa keterangan terperinci mengenai Jihad Islam. Menurut dia, Islam “membagi 

dunia dalam dua bagian: 

1. Dar al-Islam [52], yang berarti yaitu  daerah negara² Islam yang damai dan aman; 

2. Dar al-Harb [53], yang yaitu  semua negara² di dunia yang halal untuk diserang 

tentara Muslim di saat ada kesempatan baik untuk melakukannya. (al-Qimni 2004: 190)  

 

Kewajiban berjihad dimulai sesudah  Muhammad dan umatnya hijrah dari Mekah ke 

Medina. Catatan sejarah menjelaskan Muhammad dan Banu Hasyim (dari Mekah) 

bersekutu dengan suku² Aws dan Khazraj (dari Medina). Di Medina ada banyak 

warga  Yahudi yang memiliki kepandaian membuat persenjataan perang. Selain itu, 

Medina merupakan kota yang strategis, sebab  letaknya diantara Mekah dan Syria 

(kalifah Quraish dari Mekah seringkali pergi ke Syria untuk berdagang dan membeli 

barang² kebutuhan hidup).  

 

sesudah  hijrah, Muslim mulai menyerang kafilah² Mekah dan juga berbagai suku Arab 

lainnya. Penyerangan dilakukan secara terus-menerus. Serangan pertama dilakukan oleh 

Abd Allah ibn Jahsh [54] di Nakhla, dimana dia melanggar aturan perang di bulan² suci 

warga  Arab. Ketua kafilah Mekah dibunuh, hartanya dirampok, dan pedagang 

lainnya ditawan. Serangan dan perampokan terus dilakukan di seluruh Jazirah Arabia 

sampai kemudian berkembang menjadi serangan Islam terhadap negara² kafir lainnya di 

berbagai pelosok dunia. Dalam semua peperangan, tentara Muslim selalu menjadi pihak 

penyerang, kecuali dalam dua peperangan: (1) Perang Uhud, dan (2) Perang 

Khandaq/Parit [55] (Ibid: 190,191).  

 

Osama bin Zayd (anak Zayd ibn Haritha, bekas anak angkat Muhammad) memimpin 

penyerangan terhadap tentara Romawi sebab  “terorisme merupakan salah satu pilar 

penting Islam dan sebagai jalan mencapai kemenangan” (ibid: 192). saat  Osama bin 

Zayd sedang mempersiapkan tentaranya untuk menyerang tanah Romawi, Nabi 

memerintahkannya “untuk menyerang musuh dalam kegelapan subuh, untuk 

membunuh dan membakar mereka, dan kembali pulang membawa barang² jarahan.” 

(al-Qimni 2004: 191-192, juga lihat Ibn Habib di al-Mahabir, hal. 117, Ibn Kathir in al-

Bedaiah wa al-Nihaiah hal. 139, 143, Ibn Said al-Nas in ‘Auion al-Atharig, hal. 145, al-

Suhili in Rawd Alanif, hal. 24, Ibn Hisham, hal. 245, dan al-Tabari di Tarikh al-Rusul wa al-

Milook, hal. 156). Untuk mempertegas pesannya, al-Qimni mengutip hadis di mana Nabi 

berkata: 

 117 

“Aku telah diberi kemenangan melalui teror ... Aku telah dikirim dengan pedang di 

tangan²ku sehingga tiada satu pun yang layak disembah kecuali Allâh ... Nafkahku di 

bawah ujung tombakku ... Aku telah diperintahkan untuk memerangi semua orang 

sampai mereka bersaksi tiada Tuhan selain Allâh dan Muhammad yaitu  Rasul Allâh.” 

(Ibid).  

 

Qur’an juga menyampaikan pesan yang sama melalui ayat² berikut: 

 

Qur’an, Sura al-Ahzab (33), ayat 26 

Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu 

golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia 

memasukkan rasa takut dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan 

sebahagian yang lain kamu tawan. 

versi bahasa Inggrisnya: 

And those of the People of the Book who aided them - Allah did take them down from their strongholds 

and cast terror into their hearts. (So that) some ye slew, and some ye made prisoners  

 

Qur’an, Sura Ali-Imran (3), ayat 151 

Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka 

mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan 

keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk 

tempat tinggal orang-orang yang lalim. 

versi bahasa Inggrisnya: 

Soon shall We cast terror into the hearts of the Unbelievers, for that they joined companions with Allah, 

for which He had sent no authority: their abode will be the Fire: And evil is the home of the wrongdoers!  

 

Qur’an, Sura al-Maidah (5), ayat 33 

Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya 

dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau 

dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri 

(tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di 

dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar, 

versi bahasa Inggrisnya: 

The punishment of those who wage war against Allah and His Messenger, and strive with might and main 

for mischief through the land is: execution, or crucifi xion, or the cutting off of hands and feet from 

opposite sides, or exile from the land: that is their disgrace in this world, and a heavy punishment is theirs 

in the Hereafter, 

 

Menurut Sayyid al-Qimni “Tentara Islam menyerang dan meneror suku² Arab di Jazirah 

Arabia untuk memaksa mereka bergabung di bawah negara Islam baru." (al-Qimni 

1996:235). Al-Qimni menjelaskan panjang lebar bagaimana cara Muhammad melakukan 

terorisme terhadap suku² Arab dan Yahudi melalui pedangnya untuk membentuk 

negara Islam baru. "Suku Arab Bani Salim yang besar lari dari tempat tinggal mereka 

begitu mendengar kedatangan tentara Muslim. Mereka bersembunyi di belakang rumah 

dan ternak mereka. Tentara Muslim tinggal di rumah² mereka selama tiga hari sebelum 

 118 

kembali ke Yathrib dengan barang rampokan yang banyak jumlahnya." (Ibid).  

 

Nabi Muhammad selalu mendapat jatah jarahan sebanyak 1/5 (Qur’an, Sura al-Anfaal, 

ayat 41). Sebenarnya ide tentang banyaknya jatah jarahan Muhammad ditetapkan 

pertamakali oleh paman Muhammad Abd Allah ibn Jahsh [56] sesudah  dia menyerang 

kafilah Mekah di perampokan Nakhla. Dalam penyerangan ini, dia melanggar aturan 

larangan berperang di bulan² suci dan merampok hartabenda pedagang Mekah. 

Peristiwa ini merupakan perampokan pertama yang berhasil dilakukan pihak Muslim 

atas kafir. Abd Allah saat itu berkata, ‘Seperlima semua barang jarahan yang kita rampas 

yaitu  milik Rasul Allâh dan sisanya dibagi-bagikan diantara kita semua.’ Wahyu Qur’an 

tentang jatah jarahan bagi Nabi datang sesudah  paman Nabi menetapkan aturan itu.” 

(Ibid: 236, Qur’an, Sura al-Anfaal, ayat 41). 

 

sesudah  Perampokan Badr, “Tampak jelas bagi warga  Arab bahwa perilaku umat 

Muslim telah berubah. Umat Muslim sekarang melakukan penyerangan militer terus-

menerus untuk memotong semua persekutuan dengan Mekah, mengganggu jalur 

dagangnya, dan menyerang berbagai suku di tanah tempat tinggal mereka, sehingga 

mereka tidak berani lagi bersekutu dengan pihak Mekah, dan memaksa mereka tunduk 

di bawah negara Islam.” (Ibid:238).  

 

Dalam tafsirnya akan ayat² Qur’an (al-Baqarah 191, 193, al-Nisa 76, 89, 91, al-Touba 12, 

14, 29, and al-Anfaal 39) Khalil Abdul-Karim menulis: 

Ayat² ini menyatakan perintah serius untuk membunuhi suku² yang menolak percaya 

agama yang dikhotbahkan Muhammad ... Dan juga ada ahadis yang dikatakan Nabi, 

yang isinya membenarkan dengan jelas sekali atas perintah bunuh terhadap siapapun 

yang menolak Islam. Muhammad berkata, “Aku telah diperintahkan untuk memerangi 

orang² sampai mereka bersaksi tiada Tuhan selain Allâh dan Muhammad yaitu  Rasul 

Allâh. Jika mereka mengatakan itu, maka selamatlah harta dan darahnya dariku.” Hadis 

ini menerangkan bahwa orang yang menolak mengatakan Syahadah [57], akan 

kehilangan perlindungan terhadap harta dan darahnya. Dengan demikian, membunuh 

orang yang menolak menyatakan Syahadah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim 

tanpa perkecuali. Pesan Muhammad terhadap semua suku yaitu : ‘Terima Islam, maka 

kau akan selamat.’ Suku atau orang manapun yang menolak tawaran ini akan 

mengalami serangan fisik, dan harta, wanita, dan anak² mereka akan dirampas Muslim. 

(Abdul-Karim 1999: 42-44).  

 

sesudah  berhasil dalam Perampokan Badr, ayat² baru Qur’an mulai membatalkan ayat² 

lama Qur’an yang memberikan kebebasan beragama bagi siapapun. Selama tigabelas 

tahun Muhammad berdakwah Islam di Mekah dan dia hanya punya 70 pengikut. Selama 

masa ini, Qur’an menyatakan “tiada kewajiban untuk memeluk Islam.” Akan namun , 

sesudah  kemenangan di Bar, Muhammad berubah 180° dan mulai mewajibkan siapapun 

untuk memeluk Islam. Qur’an melarang kebebasan beragama dan Islam yaitu  satu²nya 

agama yang diterima Allâh. Siapapun yang menolak Islam akan dibunuh, dan harta 

bendanya, ternaknya, wanita dan anak²nya akan dibagi-bagikan diantara tentara 

 119 

Muslim. Akan namun  ada perkecualian aturan terhadap Para Akhli Kitab (umat 

Yahudi dan Kristen).  

 

Bagi umat Yahudi dan Kristen, Qur’an mengatakan sebagai berikut: 

Qur’an, Sura At-Touba (9), ayat 29 

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari 

kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan 

Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-

orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan 

patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. 

 

Islam menuntut sikap tunduk total dari umat Yahudi dan Kristen. Pada saat itu, umat 

Yahudi dianggap sebagai ancaman besar bagi Islam sebab  “mereka punya artikel  surgawi 

dan aturan ibadah dan ini membuat mereka menyangkal kenabian Rasul Allâh yang 

mengaku agamanya, Islam, berasal dari sumber yang sama dengan agama Yahudi. 

sebab nya, keberadaan umat Yahudi di Arabia merupakan ancaman permanen pada 

negara baru Islam dan ideologi Islam.” (Ibid: 243). Dengan begitu, “orang² Yahudi harus 

diusir dari Yathrib dan dicabut dari akarnya. Hal ini harus dilakukan segera dan tanpa 

kompromi.” (Ibid). sesudah  itu terjadilah pembantaian dan pengusiran warga  

Yahudi dari Medina. Umat Kristen juga akan mengalami pembataian yang sama, jika saja 

mereka kebetulan juga tinggal di Medina. Qur’an mengatakan bahwa umat Kristen 

yaitu  sama dengan umat Yahudi sebab  mereka berteman satu sama lain dan mereka 

pun menolak kenabian Muhammad.  

 

Qur’an al-Ma’idah (5), ayat 51 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan 

Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka yaitu  pemimpin bagi 

sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi 

pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya 

Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim. 

 

Qur’an al-Taubah (9), ayat 30 

Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putra Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al 

Masih itu putra Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka 

meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; 

bagaimana mereka sampai berpaling? 

 

Tapi bagi seluruh suku Arab dan kemudian seluruh dunia, Qur’an menyatakan: 

Qur’an al-Taubah (9), ayat 5 

Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di 

mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan 

intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan mendirikan salat dan 

menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. 

Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 

 120 

 

Seperti yang telah disebutkan terlebih dahulu, Q 9:5 ini dikenal sebagai Ayat Pedang. 

Satu ayat ini membatalkan 123 ayat² Qur’an lainnya. Semua ayat² terdahulu yang 

berbicara tentang perdamaian dan kebebasan beragama dibatalkan dan tidak berlaku 

lagi sebab  Q 9:5. Saat ini, banyak umat Muslim yang mengatakan bahwa Islam yaitu  

agama damai, dengan mengutip ayat² yang telah dibatalkan:  

 

Qur’an, Sura al-Baqarah (2), ayat 256 

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang 

benar daripada jalan yang sesat. sebab  itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut 

dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali 

yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha 

Mengetahui. 

 

Qur’an, Sura an-Nisaa’ (4), ayat 80 

Barang siapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah. Dan barang 

siapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi 

pemelihara bagi mereka. 

 

Qur’an, Sura al-‘Ankabuut (29), ayat 46 

Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling 

baik, kecuali dengan orang-orang lalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah 

beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan 

kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu yaitu  satu; dan kami hanya kepada-Nya 

berserah diri". 

 

Qur’an, Sura al-Ali-Imran (3), ayat 20 

Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: 

"Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang 

mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada 

orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam?" Jika mereka masuk Islam, 

sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka 

kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat 

akan hamba-hamba-Nya. 

 

Berikut yaitu  daftar ayat² Qur’an yang telah dibatalkan oleh Ayat Pedang Q 9:5: 

Surah 5: 99 

Surah 2:62 

Surah 2:109 

Surah 5:13 

Surah 6:70 

Surah 8:61 

Surah 2:83 

Surah 2:139 

 121 

Surah 2:191 

Surah 2:192 

Surah 3:28 

Surah 4:63 

Surah 4:80 

Surah 4:81 

Surah 4:84 

Surah 4:90 

Surah 5:2 

Surah 6: 66; 104; 106- 108; 112; 135; 158 

Surah 7:183; 199 

Surah 10: 41, 46, 99, 108, 109 

Surah 11: 121 

Surah 13: 40 

Surah 15: 3, 85, 88, 94 

Surah 16: 82, 125, 127 

Surah 17: 54 

Surah 19: 84 

Surah 20: 130, 135 

Surah 22: 68 

Surah 23: 54, 96 

Surah 24: 54 

Surah 28: 55 

Surah 30: 60 

Surah 32: 30 

Surah 33:48 

Surah 34: 25 

Surah 39: 15 

Surah 41: 34 

Surah 42: 6, 15, 48 

Surah 43: 83, 89 

Surah 44: 59 

Surah 45: 14 

Surah 46: 35 

Surah 50: 39 

Surah 52: 48 

Surah 53: 29 

Surah 58: 8-9, 11 

Surah 73: 10 

Surah 76: 8 

Surah 86: 17 

Surah 88: 22- 24 

Surah 109: 6 

 

 122 

** (tambahan keterangan: Silakan periksa sendiri ayat² yang dibatalkan dan yang membatalkan di website 

Islam: http://www.thequran.com/Abrogations.asp ... 6,51,66,71) 

 

Sebagian Muslim dan ahli Islam jaman sekarang mencoba menunjukkan bahwa Islam 

yaitu  agama damai, penuh kasih, sabar, toleran, dan mengakui kebebasan beragama. 

Akan namun , semua ayat² lembut di atas dinyatakan Muhammad di Mekah saat dia 

masih lemah dan hanya punya sedikit pengikut (sekitar 70 orang saja). Ayat² yang 

melarang kebebasan beragama dan menyatakan hanya Islam saja yang diterima Allâh 

dikenal sebagai ayat² Medina. Berikut yaitu  beberapa contoh ayat² Medina yang 

menyatakan Islam yaitu  satu²nya agama yang diterima Allâh: 

 

Qur’an, Sura al-Ali-Imran (3), ayat 19 

Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-

orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, 

sebab  kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-

ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. 

 

Qur’an, Sura al-Ali-Imran (3), ayat 83 

Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-

lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun 

terpaksa dan hanya kepada Allah lah mereka dikembalikan. 

 

Qur’an, Sura al-Ali-Imran (3), ayat 85 

Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima 

(agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. 

 

Qur’an, Sura al-Anfaal (8), ayat 39 

Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata 

untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha 

Melihat apa yang mereka kerjakan. 

 

Qur’an, Sura al-Taubah (9), ayat 5(Ayat al-Sayf atau Ayat Pedang) 

Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di 

mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan 

intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan mendirikan salat dan 

menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. 

Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 

 

* (tambahan keterangan: Silakan periksa tafsir Ibn Kathir akan Q 9:5 di SINI) 

 

 

 

 

 

 123 

 

 

Perampokan Badr 

 

Muhammad dan pengikutnya melakukan banyak peperangan dan yang paling terkenal 

diantaranya yaitu  Perampokan Badr dan Perang Uhud. Di Badr, Muslim mengalahkan 

orang² Mekah; sedangkan di Uhud, orang² Mekahlah yang mengalahkan Muslim. Dalam 

usaha penyerangan di Badr, awalnya Muhammad dan pengikutnya gagal mencegat 

kalifah Abu Sufyan, pemimpin warga  Mekah, dalam perjalan dagangnya ke al-Sham 

atau Syria (Ibid: 1996: 154, juga mengutip dari al-Halabi, al-Sira, hal. 374). Para Muslim 

ingin menyerang kafilah dagang Mekah untuk merampas harta benda mereka. Akan 

namun , Muhammad dan para Muslim salah perhitungan sehingga kelompok kafilah telah 

terlanjur berlalu (Ibid). Abu Sufyan dan kafilahnya tiba di al-Sham dengan selamat.  

 

 

Peta penyergapan kafilah Mekah oleh perampok Muslim di Perampokan Badr. 

 

Muhammad tidak menyerah dan menunggu Abu Sufyan dan kafilahnya kembali pulang 

ke Mekah. saat  warga  Mekah tahu bahwa Muhammad dan para Muslim keluar 

 124 

dari Medina untuk mencoba merampok kafilah mereka, mereka keluar dari Mekah 

untuk membantu Abu Sufyan. Tapi Abu Sufyan juga telah mengetahui bahwa 

Muhammad ingin menyerangnya dalam perjalanan pulang kembali ke Mekah. Dia 

berhasil mengelabui Muhammad dengan mencari jalur perjalanan lain untuk 

menghindari pertikaian dengan pihak Muslim. saat  pasukan Mekah mengetahui 

bahwa Abu Sufyan mampu menghindari serangan, mereka mengambil keputusan 

“untuk merayakan keselamatan harta mereka dan menegakkan kehormatan mereka.” 

(Ibidi: 175).  

 

Akan namun , Muhammad yang telah terkecoh dua kali oleh Abu Sufyan berkeputusan 

untuk menyerang pasukan Mekah. Jumlah pasukan Muslim yaitu  300 orang, 

sedangkan pasukan Mekah yaitu  1000 orang. Pasukan Muslim tidak akan mampu 

mengalahkan pasukan Mekah jika berhadapan langsung. sebab  itulah mereka 

merencanakan serangan mendadak. Di lain pihak, pasukan Mekah tidak mengira Muslim 

akan menyerang mereka, sehingga mereka mulai minum² dan menari. saat  pasukan 

Muslim menyerang mereka, pasukan Mekah sudah sangat mabok dan tidak siap 

bersenjata. Menurut al Sira al-Halabiyah, “Orang² Quraish Mekah berdiri dengan sangat 

terkejut, sesudah  perayaan mereka berubah drastis dari memukul tambur, bernyanyi, 

dan minum anggur, menjadi pertumpahan darah dan perang.” (Ibid: 180, quoting al-

Halabi, alsirah, p.395). 

 

Dengan keadaan seperti itu maka jelaslah alasan sebenarnya kekalahan pasukan Mekah 

dan kemenangan Muslim sudahlah jelas. Meskipun demikian, para penulis sejarah 

Muslim menuliskan bahwa kemenangan pasukan Muslim yaitu  sebab  para malaikat 

membantu mereka berperang. Tabari menuliskan, “Abu Imamat berkata pada putranya, 

‘Wahai, putraku, di saat peristiwa Badr, saat  salah satu dari kami menodongkan 

pedang ke kafir, kepala kafir itu jatuh bergulir dari tubuhnya bahkan sebelum pedang 

menyentuhnya.” (Ibid: 208, mengutip al-Tabari, hal. 453). Ibn Abbas menyatakan, “Saat 

sorang Muslim mengejar seorang kafir, dia mendengar lecutan cambuk di atas 

kepalanya dan suara yang berkata, ‘Maju terus, Haizum’ (Haizum yaitu  kudanya si 

Jibril). saat  kafir melihat ke muka, dia terjatuh ke tanah. Lalu kami lihat hidungnya 

berdarah sebab  terpotong oleh lecutan cambuk. Dia tampak jadi hijau. Muslim Ansar 

datang dan melaporkan hal ini pada Rasul Allâh. Sang Nabi berkata, ‘Kau mengatakan 

yang sebenarnya. Itu yaitu  bantuan dari surga yang ketiga.’ ” (Ibid, mengutip dari al-

Bihaqi, hal. 51-52).  

 

Ibn al-Rawandi bertanya, “Kemanakah para malaikat itu di Perang Uhud saat  Nabi 

bersembunyi diantara mayat² dan tiada seorang pun yang datang membantunya?” 

(Ibid: 211, mengutip dari Ibrahim Biuomi dalam Islamic Philosophy (Filosofi Islam), hal. 

83).  

 

 

 

 125 

Perang Uhud 

 

Kemenangan Badr membuat Muslim jadi penuh percaya diri dan mereka jadi berani 

melakukan berbagai penyerangan ke banyak suku² Arab dan Yahudi. Qur’an 

menegaskan bahwa Allâh berperang bersama mereka dan mengirimkan malaikat²nya 

untuk membantu Muslim memerangi musuh. Banyak ayat² Qur’an yang menjelaskan 

jumlah besar malaikat yang bergabung bersama Muslim di Perampokan Badr untuk 

mengalahkan pasukan Mekah.  

 

 

Gunung Uhud, letaknya dekat Medina. 

 

Qur’an, Sura al-Ali-Imran, ayat 124 

(Ingatlah), saat  kamu mengatakan kepada orang mukmin: "Apakah tidak cukup bagi 

kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?" 

 

Qur’an, Sura al-A'raaf, ayat 9 

(Ingatlah), saat  kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-

Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan 

seribu malaikat yang datang berturut-turut". 

 

Akan namun , di Perang Uhud pihak Muslimlah yang kalah telak dan Muhammad sendiri 

terluka parah. Dalam Qur’an tercantum janji bahwa Allâh akan membantu pasukan 

Muslim dengan 3000 sampai 5000 tentara malaikat dalam Perang Uhud.  

 126 

 

Qur’an, Sura al-Ali-Imran,  

(124) (Ingatlah), saat  kamu mengatakan kepada orang mukmin: "Apakah tidak cukup 

bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari 

langit)?" 

(125) ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu 

dengan sesaat  itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang 

memakai tanda. 

(151)  

Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka 

mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan 

keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk 

tempat tinggal orang-orang yang lalim. 

 

Sayangnya, janji² ini tidak dipenuhi Allâh, dan pasukan Muslim kalah telak. Menurut Ibn 

Kathir, al-Halabi, dan al-Bihaqi, kekalahan Uhud yaitu  sebab  pasukan Muslim 

meninggalkan tempat penjagaannya dan berlari untuk mendapatkan para wanita Mekah 

yang cantik jelita. Para wanita Mekah memang saat itu ikut dalam pasukan Mekah ke 

Uhud, dekat Medinah. “Aku bersumpah demi Allâh bahwa aku melihat wanita² kaya 

Mekah berlari dan menaiki gunung dan perhiasan dan kaki mereka tampak sebab  

mereka mengangkat baju² mereka sehingga kaki² mereka terlihat jelas. Para tentara 

Muslim yang berada bersama Abd Allah bin Zubiar bersahutan satu sama lain, ‘Mari kita 

kejar jarahan perang, dan mari kita tangkap wanita² Mekah itu.’ sesudah  itu, para tentara 

Muslim lari mengejar kaki² wanita Mekah dan harta jarahan, dan meninggalkan posisi 

pertahanan mereka." (Ibid: 259, mengutip dari Al-Halabi hal. 502, Ibn Kathir, hal. 23, dan 

al-Bihaqi hal. 229).  

 

Taktik mundur pasukan Mekah dan wanita² Mekah yang menunjukkan hiasan dan 

kaki² mereka yang indah yaitu  jebakan yang mereka lakukan pada pasukan Muslim. 

(Ibid: 260). warga  Mekah tahu sekali psikologi tentara Muslim. Kebanyakan 

Muslim memang bergabung bersama Muhammad demi mendapatkan kekayaan dan 

wanita. sebab  itulah, pasukan Mekah memperdaya mereka dengan berpura-pura kalah 

dan membiarkan para wanita Mekah berlarian dari medan perang. sesudah  pasukan 

Muslim meninggalkan posisi bertahannya dan berlarian mengejar para wanita Mekah, 

maka pasukan Mekah yang bersembunyi dan dipimpin oleh Khalid bin al-Walid (yang 

saat itu masih kafir) dan Ikrima bin Abu Jahal menyergap Muslim “yang sedang sibuk 

merampok dan menjarah” (Ibid). Serangan mendadak pasukan Mekah menyebabkan 

pasukan Muslim kebingungan, sehingga mereka tanpa sadar malahan saling bacok satu 

sama lain (Ibid, mengutip dari al-Halabi, hal. 205). Tentara Khalid mulai membunuhi 

pasukan Muslim. sesudah  pertarungan menjadi sulit, pasukan Muslim lari meninggalkan 

Muhammad, dan mendaki gunung untuk menyelamatkan diri. sesudah  ditinggal 

sendirian begitu saja, maka Muhammad tak punya pilihan lain kecuali lari 

menyelamatkan nyawanya.  

 

 127 

saat  sedang dikejar pasukan Mekah, Muhammad terjatuh dalam sebuah parit kecil 

dan dia mulai berteriak-teriak, “Tolong aku di sini, wahai Muslim, datanglah ke sini, 

wahai Muslim. Akulah Rasul Allâh.” Tapi tak ada seorang Muslim pun yang datang 

menolongnya, sedangkan panah² pasukan Mekah menghujaninya dari berbagai arah.” 

(Ibid:261). Kejadian ini ditulis pula oleh al-Tabari sebagai berikut: “saat  Naabi 

diserang, para sahabatnya lari meninggalkannya. Sebagian dari mereka berlari balik ke 

Medina dan sebagian lain mendaki bebatuan di puncak gunung. Sementara itu, sang 

Nabi terus berteriak, ‘Datang padaku, budak² Allâh, kemari dan tolonglah aku wahai 

budak² Allâh” (Ibid). Dalam saat kritis seperti itu, Nabi Muslim terluka para oleh 

serangan pasukan Mekah.  

 

‘Atuba ibn Nafi ’a berhasil mencapai Muhammad dan memukul kepala Muhammad. 

Sedangkan Abd Allâh ibn Syihab memukul jidat Nabi sampai mengakibatkan luka 

lebar. Ibn Qimah al-Harithi memukul patah hidung dan bahu Nabi. Lalu dia juga 

menghajar Nabi dengan senjatanya sampai masuk ke dalam pipi Nabi nan suci. Selama 

mengalami penghajaran ini, Rasul Allâh menjerit-jerit minta tolong. Lalu Rasul Allâh 

terjatuh ke dalam parit saat  ibn Qimah menyerangnya untuk kedua kali dan 

memukul pundaknya kuat².  

 

Akan namun  dua lapis baju perang Nabi rupanya melindunginya dari pukulan itu, tapi dia 

terus mengeluh sakit selama sebulan sesudah  Perang Uhud... Dalam saat kritis itu, 

pejuang Muslim pemberani Abu Diganah melihat Rasul Allâh dalam keadaan kritis dan 

berlari menemuinya dan menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Nabi untuk 

melindunginya. Panah² pasukan Mekah menghujam tubuhnya sehingga dia mati 

terbunuh. Di saat yang sama, para sahabat Nabi kembali menemui Nabi dan 

mengeluarkan dia dari parit dan menyelamatkan diri naik ke gunung lagi.  

 

sesudah  itu, pasukan Mekah datang ke tempat di mana Muhammad tadi tergeletak. 

saat  mereka melihat Musa’ad ibn Umiar, mereka mengira Musa’ad yaitu  Nabi. Ibn 

Qimah mengira Musa’ad yaitu  Muhammad, maka dia membunuhnya. Lalu Ibn Qimah 

berlari dengan kudanya ke arah pasukan pagan sambil berteriak riang gembira, “Aku 

telah membunuh Muhammad” (Ibid: 261-263, mengutip Al-Halabiya, hal. 505, 513, al-

Tabari, hal. 519-520, Ibn Kathir, hal. 56, al-Suhaili, hal. 153, dan al-Bihaqi, hal. 238). 

 

Teriakan Ibn Qimah yang mengira dia telah membunuh Muhammad disebut para 

sejarawan Muslim sebagai ‘Teriakan Setan’ (Ibid: 263). Akan namun , al-Qimni 

berpendapat bahwa teriakan itu justru telah menyelamatkan Muslim dan Nabi mereka. 

(Ibid). Perang Uhud berakhir dengan kekalahan Muhammad dan tentaranya. Pihak 

Mekah mengakhiri perang sebab  mengira Muhammad telah mati. Meskipun banyak 

Muslim terbunuh dan lebih banyak lagi ditangkap sebagai tawanan, tapi kematian 

Hamzah, paman Muhammad, merupakan kehilangan terbesar bagi pihak Muslim saat 

itu. Menurut al-Bihaqi, Usman (yang nantinya jadi Kalifah ke-3) dan beberapa temannya 

kabur melarikan diri “ke tempat yang bernama al-Shiqrah yang jauhnya 70 mil dari 

Medina. Mereka kembali ke Medina sesudah  mendengar Nabi kembali ke 

 128 

Yathrib/Median bersama tentara Muslim yang masih hidup. Usman dan teman²nya 

kembali dari tempat persembunyian mereka sesudah  tiga hari.” (Ibid: 272, mengutip dari 

al-Bihaqi, hal. 310). 

  

 

 

BOX INFO: 

 

Ibn Ishaq dan Tabari menulis Muhammad memanggil ("summon" atau "call") Muslim 

untuk minta tolong. Tulisan Ibn Ishaq & Tabari tidak persis sama seperti keterangan dari 

al-Halabiya, al-Suhaili, dan al-Bihaqi, tapi pesannya tetap sama: Muhammad memang 

berteriak-teriak memanggil Muslim yang melarikan diri untuk BERSEDIA MATI BAGI 

KESELAMATAN MUHAMMAD. Nabi Sejati bersedia mati bagi keselamatan umatnya, 

tapi Nabi Palsu malah menuntut umatnya untuk mati bagi keselamatannya sendiri. 

Banyak banget keterangan tentang perang Uhud di Tabari dan Ibn Ishaq.  

 

Muhammad ditinggal sendirian menghadapi keroyokan tentara Mekah Quraish. 

Nyawanya sedang terancam berat, dan dia mengalami serangan² fisik yang serius. 

Tentunya dia tidak bisa hanya berbicara dengan nada biasa saja untuk minta tolong. 

Berikut dari Ibn Ishaq, Sirat Rasul Allâh, 1 halaman tentang peristiwa Uhud ini : 

 

Tentara Muslim melarikan diri dan pihak musuh banyak membantai mereka. Ini 

merupakan hari pencobaan dan ujian di mana Allâh menganugerahkan sahid, sampai 

pihak musuh berhasil mencapai Rasul yang kena hajar batu hingga dia jatuh dan sebuah 

giginya hancur, wajahnya dan bibirnya terluka. Yang melukai sang Nabi yaitu  'Utba bin 

Abû Waqqâs.  

 

Humayd al-Tawil mengatakan padaku dari Anas bin Mâlik: Gigi seri Nabi patah di hari 

Uhud dan wajahnya terluka. Darah mulai mengucur ke mukanya dan dia mulai 

membasuh darahnya sambil berkata, 'Bagaimana orang² yang menodai wajah Nabi 

mereka dengan darah bisa mendapat nikmat saat  dia (Nabi umat Muslim) 

memanggil-manggil mereka kepada Allâh?'  

*(maksudnya yaitu : Muhammad marah pada umat Muslim yang membiarkan saja 

Nabi mereka terluka sampai berdarah dan babak belur di wajah, padahal dia sudah 

berteriak-teriak memanggil Muslim untuk kembali melindunginya. Umat Muslim 

pengecut kayak gini kok berharap dapat nikmat Allah, begitu maksud Muhammad.)  

 

Maka Allâh mewahyukan ayat berkenaan dengan hal ini: 'Tak ada sedikit pun campur 

tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima tobat mereka, atau mengazab 

mereka, sebab  sesungguhnya mereka itu orang-orang yang lalim.' → Qur'an, Sura al Ali-

Imran, ayat 128. 

 

Hassân bin Thâbit tentang 'Utba: 

 129 

saat  Allâh membalas orang² akan perbuatan mereka 

Dan sang Rahmâh menghukum mereka 

Semoga Tuhanku menghinamu, 'Utayba bin Mâlik, 

Dan memberimu hukuman mematikan sebelum kau mati. 

Kau julurkan tanganmu dengan niat jahat terhadap Nabi, 

Kau membuat mulutnya berdarah. Semoga tanganmu dipotong! 

Lupakah kau akan Allâh dan tempat ke mana kau akan pergi 

Saat kematian menjemputmu! 

 

Menurut apa yang dikatakan al-Husayn bin 'Abdu'l-Rahmân bin 'Amr bin Sa'd bin 

Mu'âdh padaku dengan ijin dari Mahmúd bin 'Amr, saat  musuh menyerangnya, sang 

Rasul berkata, 'Siapa yang bersedia menjual nyawanya bagi kami?' (→ 

maksudnya yaitu : MUHAMMAD MEMINTA MUSLIM UNTUK RELA MATI BAGINYA & ALLAH! Tentunya 

ini dilakukannya dengan suara yang keras agar Muslim yang melarikan diri mendengar suaranya.) Lalu 

Ziyâd bin al-Sakan datang bersama lima Muslim Ansor (Medina). (Sumber lain 

mengatakan yang datang yaitu  'Umâra bin Yazid bin al-Sakan.) Mereka berperang 

membela Rasul dari serangan musuh, sampai semua terbunuh kecuali Ziyâd (atau 

'Umâra) yang terus bertempur sampai dia dilumpuhkan. Pada saat ini, sejumlah Muslim 

kembali dan mengusir musuh yang menyerang Rasul. Sang Rasul memerintahkan 

mereka untuk membawa orang itu (Ziyâd (atau 'Umâra)) padanya dan menempatkan 

kakinya sebagai penunjang kepalanya dan dia mati dengan wajah di atas kaki Rasul.  

 

Berikut dari Tabari, tentang peristiwa yang sama di Uhud: 

Abû Ja'fa (al-Tabari) berkata: saat  tentara Muslim diserang dari belakang sehingga 

melarikan diri, tentara pagan membunuhi banyak tentara Muslim. saat  bencana ini 

terjadi di pihak Muslim, mereka menderita dalam tiga keadaan; sebagian dibunuh, 

sebagian terluka, dan sebagian lagi melarikan diri. Yang melarikan diri merasa sangat 

lelah sebab  peperangan sehingga mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan. Gigi seri 

Rasul Allâh patah, bibirnya terbelah, dan pipinya dan jida dekat akar rambut terluka. Ibn 

Qami'ah berdiri di sebelah kirinya sambil menggenggam pedang. Orang yang melukai 

Nabi yaitu  'Utbah bin Abi Waqqâs.  

 

Menurut Ibn Bashshâr - Ibn Abi 'Adi - Humayd - Anas b. Mâlik: Di hari Uhud, gigi seri 

Rasul Allâh patah dan kepalanya terluka. Darah mulai mengucur ke wajahnya, dan dia 

terus membasuhnya sambil berkata, "'Bagaimana orang² yang menodai wajah Nabi 

mereka dengan darah bisa mendapat nikmat saat  dia (Nabi umat Muslim) 

memanggil-manggil mereka kepada Allâh?' Allâh menurunkan wahyu mengenai kejadian 

ini, "Tak ada sedikit pun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah 

menerima tobat mereka, atau mengazab mereka, sebab  sesungguhnya mereka itu 

orang-orang yang lalim." → Qur'an, Sura al-Ali-Imran, ayat 128.  

 

Abû Ja'fa (al-Tabari) berkata: saat  pihak musuh mengeroyoknya, Rasul Allâh berkata, 

"Siapa yang bersedia menjual nyawanya bagi kami?" 

 130 

 

Menurut Ibn Humayd - Salamah - Muhammad bin Ishâq - al-Husayn bin 'Abd al-Rahmân 

bin 'Amr bin Sa'd bin Mu'âdh - Mahmûd bin 'Amr bin Yazid bin al-Sakan: saat  Ziyâd bin 

al-Sakan datang bersama lima Muslim Ansâr (sumber lain mengatakan yang datang 

yaitu  'Umârah bin Ziyâd bin al-Sakan), mereka lalu bertempur untuk melindungi Rasul 

Allâh. Satu per satu terbunuh di hadapan Rasul sampai tinggal seorang yakni Ziyâd. 

 

Berikut dari Tabari tentang kejadian yang sama di Uhud: 

Menurut Muhammad bin al-Husayn - Ahmad bin al-Mufaddal - Asbât - al-Suddi: Ibn 

Qami'ah al-Harithi, salah seorang dari Banu al-Hârith bin 'Abd Manât bin Kinânah, 

datang dan melempar batu pada Rasul Allâh, mematahkan hidungnya dan gigi serinya, 

melukai mukanya dan mengejutkannya. Para sahabatnya tercerai-berai dan 

meninggalkannya, sebagian dari mereka kembali ke Medina dan sebagian lagi mendaki 

bebatuan gunung Uhud, dan berdiri di sana. Sang Rasul mulai berteriak-teriak 

memanggil kembali tentaranya, "Datanglah padaku, budak² Allâh! 

Datanglah padaku, budak² Allâh!" Tiga puluh orang mengepungnya 

dan bergerak maju, tapi Talhah dan Sahl bin Hunayf tetap bertahan pada posisinya. 

Talhah melindungi Nabi dari belakang dan tangannya terluka kena panah, sehingga 

tangannya lumpuh. 

 

 

 

PERTEMPURAN BANI QURAIZA 

 

Seperti disebutkan bab sebelumnya bahwa alasan utama pembantaian suku Yahudi dari 

bani Quraiza yaitu  menyingkirkan Yahudi dari suku terakhir di Madinah. Muhammad 

menuduh mereka bahwa mereka melanggar perjanjian dengan dia dan berencana 

membuka pasukan mereka untuk bersekutu dengan suku-suku Mekkah melawan 

Muslim di Pertempuran. 

 

Al-Qimni, membuktikan bahwa orang-orang Yahudi tidak bersalah dari tuduhan 

ini . Sebenarnya Muhammad-lah yang harus disalahkan sebab  melanggar 

perjanjian ini . Untuk lebih jelasnya silahkan lihat sub-bab sebelumnya. 

Pada bagian akhir artikel  ini, kita akan melihat bagaimana induk artikel  Islam 

menggambarkan pembantaian terjadi. 

 

Sang Nabi berkata "jika ada orang yang mendengar dan mematuhi, seharusnya tidak 

melakukan doa Asr [59] kecuali bani Quraiza (Ibid: 391, mengutip dari al-Tabari al-Tarikh 

p. Tarikh al-Tabari hal 591). Al-Bihaqi menceritakan bahwa "Nabi pergi keluar dan 

melewati beberapa orang Bani Qurizah dan bertanya kepada mereka: apakah ada orang 

melewati kamu?” Mereka berkata: “Dahia al-Kalib [60] melewati jalan ini dengan 

mengendarai kuda yang indah.” Sang Nabi membalas: ”Itu bukan Dahia namun  malaikat 

Jibril, damai ada padanya, dikirim ke bani Quraiza untuk mengguncang mereka dan 

 131 

menimbulkan ketakutan dalam hati mereka” "(Ibid, mengutip dari al-Bihaqi, al-Dalail p. 

Dalail al-hal 9). Ibnu Katsir, al-Tabari, dan Al-Baihaqi, menuturkan dialog antara antara 

sang Nabi dan dan orang-orang Yahudi Bani Qurizah takut, berasama-sama mengikuti, 

sebagai berikut: 

 

Muhammad: Oh saudara monyet dan babi.  

Orang-orang Yahudi yang gemetar menjawab: Oh Abu Al-Qasim, [61] engkau bukan 

orang jahat! (Ibid, 392, mengutip dari Ibnu Katsir, al-Bedayia p. al-Bedayia hal 120). 

 

[59] ‘The third prayer of the day. 

[60] Dahia al-Kalib was a very handsome young Muslim man. The Prophet claimed that whenever the 

Angel Gabriel appeared to him he appeared in the form of this handsome young man. 

[61] Father of Abu al-Qasim. The Prophet was called by that title because he had a son by that name. 

 

Nabi berseru kepada mereka: Oh saudara monyet. Apakah Allah mengecewakanmu dan 

mengirim padamu kutukan-Nya?  

Orang Quraiza memahami pesan dan menjawab dalam ketakutan: Oh Abi al-Qasim, 

engkau bukan orang bodoh (Ibid, mengutip dari al-Bihaqi, al-Tarikh hal 582). 

 

Orang-orang Yahudi Quraiza terus memohon kepada Muhammad dan meminta padanya 

untuk mengirimkan mereka satu dari sekutu mereka. Seorang pria dengan nama Abi 

Libabah bin Abd al-Nuziar al-Awasi. saat  Abi Libabah masuk dalam pasukan mereka, 

pria-pria bangkit, wanita-wanita menangis dan anak-anak juga berteriak kepadanya.  

 

saat  dia melihat mereka, dia menemukan kesalehan daripada mereka. Mereka 

berkata kepadanya: oh Abi Libabah, apakah engkau pikir kami seharusnya pergi keluar 

untuk mempertimbangkan Muhammad? Dia berkata: ya. Kemudian dia menggerakkan 

tangannya (jari) melintasi lehernya, yang berarti pembunuhan! Lalu ketua mereka, Ka'ab 

bin Asaad berkata kepada rakyatnya. Mari kita mengikuti Muhammad dan percaya 

kepadanya. Mereka menjawab: Kami tidak akan meninggalkan perjanjian Taurat 

selamanya. Dia berkata kepada mereka: kalau begitu mari kita bunuh anak-anak kita dan 

perempuan dan pergi ke Muhammad. Mereka berkata: Akankah kita membunuh anak-

anak dan wanita yang tidak berbahaya ini? Apa gunanya hidup sesudah  kematian 

mereka? (Ibid: 393-394, mengutip dari al-Tabari hal 583). 

 

Akhirnya orang Bani Quraiza memutuskan untuk pergi keluar dan bertemu Muhammad, 

berharap bahwa suku-suku Medinian akan mengetengahkan mereka dengan sang nabi 

dan meminta dia untuk mengirim mereka dengan wanita dan anak-anak mereka keluar 

dari Yathrib seperti dia lakukan sebelumnya dengan dua suku Yahudi lainnya. Begitu 

pria-pria Yahudi muncul dalam pasukan mereka, sang nabi menyuruh anak buahnya 

untuk mengikat mereka dengan tali dan mereka berbaris memanjang (Ibid: 394, 

mengutip dari al-Tabari, al-Tarikh hlm.583). Lalu sang nabi meminta anak buahnya untuk 

menggali berbagai saluran di dalam kota (Ibid). sesudah  begitu banyak pembelaan dari 

pemimpin suku Medinian, al-Khariq, dan al-Awas, Muhammad sepakat bahwa Sa’ad bin 

 132 

Mu’aaz harus menentukan nasib orang-orang Yahudi (Ibid, mengutip dari al-Tabari hlm. 

586). 

 

Al-Tabari meriwayatkan bahwa Sa'ad bin Mu'aaz sedang sekarat. Selama pengepungan 

dari kota dengan serangan anak panah meyerang tangannya dan menyebabkan terputus 

salah satu sarafnya. Sang nabi berusaha menyembuhkanya dengan memanaskan paku 

dan membakar sarafnya. Dalam prakteknya, Muhammad berpikir bahwa pendarahan 

akan berhenti. Namun, membakar paku malahan memperburuk luka dan menyebabkan 

saraf membengkak. saat  nabi mengulangi perlakuan yang sama saraf meledak (Ibid: 

395). Dalam keadaan sekarat itu Sa’ad menangis kepada nabi.  

 

saat  Muhammad melihatnya, ia memerintahkan orang Yahudi untuk berdiri agar 

mereka kuasai. saat  Sa’ad diletakkan ke bawah oleh yang membawanya, sang nabi 

meminta dia untuk menjadi hakim pada mereka. Dia berkata, saya menghukum mereka 

bahwa laki-laki harus dihukum mati, kekayaan mereka dibagi, dan wanita mereka dibagi-

bagikan sebagai jawari di kalangan umat Islam. Sang nabi berkata kepadanya: 

“Kamu telah menjatuhkan hukuman pada mereka dengan penilaian Allah yang telah 

diberikan kepadamu dari surga tingkat ketujuh.” "(Ibid: 395, mengutip al-Tabari, al- 

Tarikh hal 586, penekanan pada yang asli). 

 

Pembantaian mengerikan itu digambarkan oleh al-Tabari sebagai berikut: 

Mereka membawa terlebih dulu musuh Allah, Huaya bin Akhatab [62], sementara 

tangannya diikat ke lehernya dengan tali. saat  Huaya melihat Rasulallah, ia berkata 

kepadanya: “Aku bersumpah demi Allah, saya tidak pernah menyalahkan diri sendiri, 

sebab  kebencianmu.”  Kemudian, Huaya berpaling kepada orang-orang dan berkata: 

“wahai orang-orang yang tidak ada ketakutan dari penghakiman dan kitab Allah, itu 

yaitu  suatu kehormatan yang ditulis oleh Allah kepada anak-anak Israel untuk mati 

sebagai martir.” Kemudian, ia duduk dan lehernya dipenggal ... Ali bin Thalib dan al-

Zibiar terus memukul leher mereka ... Diasumsikan bahwa darah mereka mencapai batu 

minyak yang berada di pasar (Ibid: 396, mengutip dari al-Tabari, al-'Tarikh hlm. 588-

589). 

 

[62] He is the father of Safi ya bint Huaya whom the Prophet killed her husband, brother, and father and 

took her as his wife. For more detail see the last chapter, The Scandalous Marriages of Muhammad.  

 

Narator tentang sira, berbeda dalam jumlah orang-orang Yahudi yang terbunuh pada 

hari itu. Beberapa orang mengatakan 600, ada yang 700, 800, 900 (bid: 396). Al-Qimni 

menyatakan, “dan kami belajar melalui warisan budaya kami sesuatu yang baru terjadi 

dalam pembatantaian itu. Pembantaian itu tidak hanya terjadi pada laki-laki, namun  

termasuk bocah laki-laki juga” (Ibid: 398 merujuk pada al-Tabari. Hlm.591). Lalu korban-

korban ini  dikubur dalam lubang yang besar yang telah digali oleh muslim. 

 

Menurut narator tentang sira, Allah menghargai Sa’ad bin Mu’aaz sebab  keputusannya 

yang tepat dan kematiannya sesudah  pembantaian itu tejadi. Sang malaikat Jibril datang 

 133 

kepada nabi ditengah malam dan mengatakan kepadanya bahwa saat  Sa’ad bin 

Mu’aaz meninggal, takhta Allah terguncang dalam kehormatanya. Selain itu, 

pemakamannya dihadiri oleh 70000 malaikat (Ibid: 397, mengutip dari al-Bihaqi hlm.28-

29). Sedangkan jumlah barang rampasan yang dihitung oleh Sa’ad yaitu  1500 pedang, 

300 baju besi, 1000 tombak, 1500 perisai, dan banyak unta dan sapi.  

 

Mengenai wanita, jumlah mereka lebih besar dari pria muslim. Oleh sebab  itu, setiap 

orang muslim mendapat bagiannya dari perempuan Yahudi, sisanya dijual sebagai 

budak kepada orang Nagid. Muhammad mengambil Rayhana binti Umaro. Ibnu Katsir 

meriwayatkan bahwa, “sang nabi berkata kepada Rayhana bahwa ia akan 

membebaskannya dari perbudakan jika menikahinya. Bagaimanapun, Rahyana memilih 

untuk tetap tinggal dalam perbudakan, yang ia percaya lebih dapat ia tahan dari pada 

menikah dengan Muhammad yang telah membunuh bapak dan saudara2nya. Dia 

menolak untuk menerima Islam dan memutuskan untuk tetap hidup sebagai orang 

Yahudi dan menjadi budak seumur hidupnya" (Ibid: 401, mengutip Ibnu Katsir, al- 

Bedaya, hlm.128 and al-Tabari, al-Tarikh, hlm.592). 

 

 

PRIA & WANITA YANG DIBUNUH sebab  MENGKRITIK MUHAMMAD: 

 

1.  Asma Binti Marwan, dari Bani Umayyah Ibn Zayd: 

Asma yaitu  istri Yazid Ibn Zaid Ibn al-Khatmi Hisn. Dia dahulu mengkritik Islam, 

menghina nabi dan mengajak orang-orang untuk melawan Muhammad. Dia menyusun 

ayat-ayat yang mengkritik sang nabi. Muhammad mengirim Umar bin Adi untuk pergi 

dan membunuhnya. Umar datang padanya di malam hari dan memasuki rumahnya 

saat  anak-anak Asma sedang tertidur disekitar Asma. Ada satu anaknya yang sedang 

dia susui (netek). Kemudian Umar mencari-cari Asma dengan tangannya sebab  dia 

buta, dan memisahkan anak itu dari Asma (ibunya). Umar menusukkan pedangnya di 

dada Asma sampai menembus ke punggungnya. Lalu pagi harinya, Umar memberikan 

kabar ini kepada nabi di al-madinah. 

 

Kemudian Rasullah berkata kepadanya: “Apakah engkau membunuh putri Marwan?". 

Umar menjawab: “Ya, apakah ada sesuatu yang lebih baik untuk saya lakukan?” 

Muhammad: “Tidak! Dua kambing akan dipersembahkan untuk merayakannya” 

Kata-kata ini yang terlebih dahulu terdengar dari rasulallah. Rasulallah memanggilnya 

Umar “albasir” (yang melihat). (Ibn Sa`d’s Kitab al-Tabaqat al-Kobara, volume 2, hlm. 

31). 

 

2.  Abu Afak :  

Seorang pria sangat tua (konon 120 tahun) telah dibunuh sebab  ia mengecam 

Muhammad. Perbuatan ini dilakukan oleh Salem bin Umar atas perintah nabi, 

yangmeminta: ”Siapa yang akan berurusan dengan bajingan ini untuk saya?" 

Pembunuhan untuk orang tua yang meniru penyair wanita, Asma binti Marwan, untuk 

menulis ayat tidak hormat tentang Nabi, dan dia juga dibunuh. 

 134 

 

3.  Abdullah Ibnu Sa'ad bin Abi Sarh: 

Muhammad seperti yang telah tertulis diturunkan ayat-ayat untuknya. Salah satu 

penulisnya yaitu  `Abdullah ibnu Sa’ad bin Abi Sarh. Seperti Sarh menulis turunnya 

wahyu yang disampaikan Muhammad, ia sering membuat saran untuk meningkatkan 

kemampuan berbahasa mereka. Muhammad sering setuju dan mengikuti perubahan 

yang dibuat oleh Sarh. Pada akhirnya Sarh meninggalkan Islam, sebab  ia mengetahui 

bahwa wahyu-wahyu itu bukan berasal dari Allah, jika sekiranya boleh diubah-ubah. 

Kemudian, sesudah  penaklukan Mekkah, Muhammad menginginkan kematian Sarh. 

Seseorang dari al-Ansar telah bersumpah untuk membunuh Ibn Abi Sarh [sudah 

disebutkan Abdullah] jika dia melihatnya. Usman yang saudara angkat dia (Ibn Abi Sarh) 

datang dan menengahi dia dengan nabi. Ansari menunggu sinyal dari nabi untuk 

membunuhnya. Usman menengahi dan dia [Muhammad] membiarkan dia pergi. 

Kemudian Rasul Allah berkata kepada Ansari, "Mengapa engkau tidak memenuhi 

sumpahmu? 

 

Dia (Ansar) berkata: “o Rasul Allah!, aku telah menyiapkan pedang ditanganku, dan 

menunggu signal anda untuk membunuhnya.” Sang nabi berkata: ”signal akan 

melanggar iman. Membuat signal bukan ciri khas nabi.” (Ibnu Sa'ad dalam Kitab al-

Tabaqat al-Kobara. hlm 174) 

 

4. Kinanah al- Rabi :  

Yang menjadi penjaga dari warisan Banu Nadir, telah dibawa kepada Rasul yang 

menanyakannya. Dia menyangkal bahwa dia menolak mengatakan di mana warisan itu 

berada. Seorang Yahudi datang (Tabari mengatakan "dibawa"), kepada Rasul dan 

berkata bahwa ia telah melihat Kinana berkeliling sebuah reruntuhan setiap pagi. saat  

rasul berkata kepada Kinana, "Apakah kamu tahu bahwa jika kita menemukanmu 

memiliki warisan itu aku akan membunuhmu?” Dia berkata, "Ya”.  

 

Kemudian Rasul memerintahkan bahwa reruntuhan itu harus digali dan beberapa harta 

karun itu ditemukan. saat  ia (rasul) bertanya kepadanya (Kinanah) tentang sisanya, dia 

menolak untuk memberitahukannya, jadi rasul memerintahkan al-Zubayr Al-Awwam, 

"siksa dia sampai engkau menggali apa yang dia ketahui." Jadi dia (Zubayr) menyalakan 

sebuah api dengan bara api dan baja di dadanya (Kinanah) hingga ia hampir mati. 

Kemudian Rasul mengirimkan dia untuk Muhammad bin Maslama dan dia memukul 

kepalanya (Ibn Ishaq, Sirat Rasulallah 'Biografi Rasulullah', hal 37). 

 

5. Abdullah Khatal dari B. Taym b. Ghalib : 

Dia pernah menjadi muslim dan diutus Rasulullah untuk mengumpulkan zakat bersama 

seorang Anshar dengan dibantu seorang bekas budak yang telah merdeka untuk 

melayaninya. (Dia yaitu  Muslim). saat  mereka berhenti, ia memerintahkan budaknya 

untuk membunuh seekor kambing untuk dirinya dan menyiapkan beberapa makanan, 

dan bergegas untuk tidur. saat  ia bangun, orang yang disuruhnya belum melakukan 

apa-apa, sehingga ia menyerang dan membunuh budak itu dan murtad. 

 135 

 

Dia memiliki dua peyanyi wanita, Fartana dan temannya yang digunakan untuk 

menyanyikan lagu-lagu kritikan atau kecaman terhadap rasul, sehingga ia 

memerintahkan agar mereka dibunuh dengan dia. Khatal diperintahkan untuk dibunuh, 

bukan sebab  dia membunuh budak laki-lakinya, seorang Muslim, namun  sebab  ia 

murtad. Hukum Islam tidak memperbolehkan seorang pria muslim untuk dihukum mati 

sebab  membunuh seorang budak, yang Yahudi, Kristen, atau apapun yang non-Muslim. 

Pada hari penaklukan, Rasulullah memasuki Mekah, menggunakan penutup kepala.  

 

saat  Rasulullah melepas penutup kepalanya, seseorang datang dan berkata, 

“Ibn Khatal sedang memanjat dinding Kabah”. Rasullalah berkata, “Bunuh dia!” Ibn 

Khatal akhirnya dibunuh di Kabah. Nabi memerintahkan kedua gadis budak untuk 

dibunuh sebab  menyanyi lagu-lagu yang berisi kritikan tentang dia. 

(Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua. Muhammad bin Yasar bin Ishaq. 

Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 3, hal.54–55) 

(Sahih Bukhari, volume 5 nomor 582 : Dikisahkan oleh Anas bin Malik) 

 

6. Seorang wanita sundal dari Hadramaut: 

Kematian Muhammad dirayakan dengan sukacita oleh 26 wanita bangsawan di 

Hadramaut, sebuah kota di Yaman. Sejarawan Muslim menyebut mereka "wanita sundal 

dari Hadramaut." 

 

Perayaan ini diriwayatkan oleh Ibnu Habib al-Baghdadi dalam artikel nya Kitab al-

Muhabbar : "Ada di Hadramaut 6 wanita, dari Kinda dan Hadramaut, yang 

menginginkan kematian Nabi Allah, sebab  itu mereka [saat  mendengar berita] 

dicelup tangan mereka dengan henna dan bermain pada rebana. Bagi mereka, keluar 

dari pelacuran di Hadramaut melakukan hal yang sama sehingga sekitar 20 perempuan 

ameh bergabung dengan 6 wanita ini . Namun, Ibn Habib bertentangan 

pernyataannya bahwa perempuan 'sundal' saat  ia menggambarkan mereka sebagai 

"Dua orang nenek, satu ibu, dan tujuh gadis muda. Tiga dari dua belas milik Ashraf 

("kelas bangsawan") dan empat dari suku Kindah, sebuah suku kerajaan yang diberikan 

Yaman dengan raja-rajanya.“ 

 

Dua pemimpin Muslim menulis surat kepada Khalifah Abu Bakar dan melaporkan acara 

itu. saat  berita itu sampai kepada khalifah terlebih dulu, Abu Bakar, ia menulis pesan 

kembali bahwa tangan perempuan itu harus dipotong. Mengikuti perintah khalifah, 26 

wanita dihukum secara mengerikan dan bahwa dengan tangan mereka dipotong. 

 

*Phao [editor]: catatan tambahan. 

Selain daftar-daftar pembunuhan oleh perintah Muhammad, masih banyak daftar-

daftar lain yang belum diceritakan di artikel  ini. 

 

 

Al-Nadr ibnu ol-Hareth yaitu  lelaki yang berkata bahwa kisah2 Muhammad hanyalah 

dongeng2 kuno. saat  Muhammad menguasai Mekkah, dia memerintahkan untuk 

memenggal kepala al-Nadr (Ibnu Ishaq, “Sirat Rasullallah” 308). 

 

Ocba ibnu abi Moayt, sebelum kehilangan kepalanya berseru, “siapakah yang akan 

memelihara gadis kecilku?” Muhammad menjawab, “Api Neraka”. Dan lelaki itu 

dipenggal kepalanya (bnu Ishaq, 308). 

 

Kab ibnu al-Ashraf yaitu  seorang anak dari wanita Yahudi dari keluarga Banu Nadir. 

sesudah  perang Badar, dia pergi ke Mekkah untuk membangkitkan semangat orang2 di 

sana. Dia menyusun syair2, mengajak orang terus berperang melawan sang nabi. 

Muhammad berdoa di depan umum, ‘Alloh lepaskan aku dari Kab, sebab  ayat2 (puisi2)-

nya, dan hasutannya.’ Maka beberapa orang muslim berpura-pura (taqqiya) 

menjadi teman Kab, membawa dia jauh dari perlindungan di rumahnya, dan kemudian 

membunuhnya. saat  mereka memberikan potongan kepala Kab kepada sang nabi, 

nabi lantas memuji perbuatan baik mereka (Al-Bukhari 4-52-270, 5-59-369, 3-45-607) 

(Dawud 19-4436) (Ibnu Ishaq 364-368) (Ibnu Sa’d 1:37). 

 

Pagi hari sesudah  membunuh Kab, nabi menyatakan , “Bunuhlah setiap Yahudi yang 

jatuh ke dalam kekuasaan kalian.” Maka salah satu pengikutnya pergi dan membunuh 

seorang pedagang Yahudi bernama Ibnu Sunayna yang memiliki hubungan yang baik 

dengan orang2 Muslim (Ibnu Ishaq 369) (At tabari 3, hlm 97 jilid 7) (Dawud 19-2996). 

Pasukan yang lain diutus untuk membunuh Yosayrbin Rezam, seorang Yahudi lain dari 

Medinah yang telah melarikan diri ke Khaybar. saat  Refaa bin Qays menyampaikan 

pidato anti muslim dalam sukunya, nabi memerintahkan Abdullah bin Abi adrad 

membawa kembali kepala Refaa bin Qays. Pertama-tama pembunuh menembak dengan 

anak panah dari jarak tertentu, dan kemudian memukul dia dengan sebuah kapak dan 

memotong kepalanya, dan memberikannya kepada nabi (Dashti, hlm 100). 

 

 

 

 

 

Keterangan lainnya tentang daftar pembunuhan oleh muhammad: klik-disini 

 

Fletemier, Curt. 1956. The Son and The Moon. Sonrise Enterprise (phone 0888-161-3377). cmfa@yahoo.com 

 

 

 

:  

 

Mungkin cara terbaik untuk mengakhiri artikel  ini yaitu  mengutip paragraf 

penutup Muhammad Asghar dalam artikel nya, MUHAMMAD & ISLAM: Cerita Yang Tidak 

Diberitahu Sebelumnya, Apa pun penyebab kematiannya (Muhammad), kepergiannya 

mengakhiri periode tirani yang panjang. Kematiannya membebaskan istrinya dari 

perbudakannya; Ini juga membuat ketenangan kepada orang-orang kafir yang dipaksa 

meninggalkan iman leluhur mereka dan juga menghilangkan bayang-bayang pedang di 

mana-mana dari kepala orang Yahudi. 

 

Pada kelanjutannya, dia mewariskan satu set doktrin agama, yang telah mempengaruhi 

kehidupan sejumlah besar pengikutnya, bahkan sesudah  kematiannya 1400 tahun yang 

lalu. Sementara beberapa ajaran-ajarannya telah terbukti berperan dalam 

melumpuhkan kehidupan banyak pengikutnya sendiri, menciptakan perpecahan dan 

kebencian diantara mereka sendiri. Allahu Akbar,dasarnya yaitu  teriakan perang Islam, 

ternyata masih banyak umat Islam terlibat dalam pertempuran, kerusuhan antar agama 

dan konflik sektarian menjadi binatang buas; yang diklaim mendapat dukungan dari 

malaikat untuk melawan kafir. 

 

Pembunuhan orang Yahudi oleh Muhammad dan ajaran kebencian terhadap mereka 

(5:54), sampai hari ini masih menghasilkan keinginan yang berapi-api di sebagian besar 

Muslim untuk menghapusan semua orang Yahudi dari muka bumi dan panggilan untuk 

membunuh orang kafir kapanpun dan di manapun mereka berada ditemukan (59:5) 

yaitu  sumber inspirasi utama bagi banyak pengikutnya untuk terlibat sendiri dalam 

pembunuhan semua Hindu dunia. Ajarannya berperang, seperti Bernard Lewis katakan 

dalam artikel nya, "Krisis Islam," dianggap oleh banyak umat Islam menjadi kewajiban bagi 

muslim untuk "menghancurkan seluruh dunia sebelum rancangan keimanan mereka 

tentang kebangkitan khalifah Islam dapat direalisasikan. 



Referensi 

www.indonesia.faithfreedom.org/forum 

Admin islamexpose.blogspot.com  

Ditulis pada tahun 2006 oleh  Dr. A. A. Ahmed                                                ISBN: 1-4259-0577-2 (e) ISBN: 1-4259-0571-4 (sc)  Dicetak oleh Author House 1663 Liberty Drive,  Suite 200 Bloomington, Indiana 47403  United States of America.               phone (800) 839-8640  www.AuthorHouse.com Dr. A. A. Ahmed lahir di Sudan dan meraih gelar Ph.D di bidang Filosofi dari Universitas Bombay, India. Dia punya lima gelar akademis - Sarjana S1 bidang Komunikasi, Master (S2) dan Ph.D (S3) di bidang Filosofi dari India, dan Sarjana S1 dan Sarjana S2 di bidang Penelaahan Filosofi dan Agama dari Canada. Dia adalah peneliti masalah Muslimah dalam dunia Islam, dan telah bertobat dengan meninggalkan Islam Kesaksian Dr. A.A. Ahmed Tinggalkan Islam Aku meninggalkan Islam karena saudara perempuanku. Dia menolak dimadu oleh suaminya. Hal ini membuka mataku lebar². Faktor lain yang mendorongku meninggalkan  Islam adalah penindasan terhadap wanita dan pembunuhan orang² tak berdosa di Sudan Selatan atas nama Jihad.  Aku telah menulis sebuah buku yang menunjukkan kekejaman Islam terhadap wanita, Judulnya adalah Intisar: A Story of a Muslim Girl (bisa didapatkan di Amazon.com) 

Sangat jarang ditemukan buku di sekolah² atau perpustakaan umum yang membicarakan sejarah Muhammad. Kebanyakan buku² Islam saat ini hanya membicarakan tentang agama Muhammad, sang pendiri Islam. Di buku ini aku menjelaskan tentang sejarah Muhammad – kehidupannya, peperangannya, dan ajaran²nya. Sumber keteranganku berasal dari “Ibu dari Segala Sumber Literatur Islam,”[1]  juga tulisan² para pemikir Mesir Muslim liberal yakni Sayyid Mahamoud AlQimmi, dan tulisan² dari beberapa penulis Muslim dan non-Muslim modern. Keterangan “Ibu dari Segala Sumber Literatur Islam” dikenal dalam istilah Arab sebagai “Al-Maskut Anho” yang berarti keterangan yang seharusnya tidak boleh diketahui oleh Muslim dan kafir.  Sangat sedikit ulama atau ahli Islam dari Universitas Al-Azhar Al-Sharif yang membaca keterangan² ini dan mereka bahkan tidak membicarakannya satu sama yang lain. Akan tetapi, para penulis Muslim Mesir modern seperti Sayyid Mahamoud al-Qimmi , *Faraj Foda , dan Nasr Hamid Abu Zayd membahayakan diri mereka sendiri dengan membuka buku² ini dan menyatakan pada umum keterangan tentang Muhammad yang tak pernah mereka dengar sebelumnya. Karena alasan inilah maka Faraj Foda ditembak mati di depan kantornya di Kairo, Nasr Hamid Abu Zayd melarikan diri meninggalkan Mesir untuk menghindari hukuman mati, dan Sayyid Mahmoud al-Qimmi dipaksa mengganti tulisan²nya. Sayangnya, sebelum dunia luar dapat membaca tulisan² mereka, para penulis ini dibungkam melalui pembunuhan, teror, dan ancaman mati, dan tulisan² mereka dilarang diedarkan di dunia Muslim. Selain itu, buku² mereka juga tidak pernah diterjemahkan dalam bahasa Inggris atau bahasa Barat lainnya.  Faraj Foda atau sering juga ditulis Farag Fouda; salah satu bukunya yaitu Al-aqiqah al-Ghaybah, telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Kebenaran Yang Hilang: Sisi Kelam Praktik Politik dan Kekuasaan dalam Sejarah Kaum Muslim.” Diterbitkan oleh Yayasan Wakaf Paramadina bekerjasama dengan Dian Rakyat (cetakan II, 2008).