DOA BAPA KAMI DALAM ARAMAIK84
ܫܡܝܐ ܐܒܘܢ ܬܩܕܫ ܕܒ ܫܡܟ ܢ
Awun d'w'shamaya netkadash shmak.
ܟܘܬܟ ܬܐܬܐ ܠ ܗܘܐ ܡ ܢܟ ܢ ܢܐ ܨܒܝ ܟ ܫܡܝܐ ܐܝ ܐ ܐܦ ܕܒ ܐܪܥ ܒ
Titeh malkutak nehweh tzewianak aikana d'w'shamaya aph b'araa.
ܢ ܠ ܚܡܐ ܗܒ ܢ ܠ ܢ ܩ ܢܐ ܕܣܘܢ ܝܘܡ
Haw lan l'akhma d'suwnkanan yawmana.
ܒܘܩ ܢ ܘܫ ܢ ܠ ܢܐ ܚܘܒܝ ܟ ܢ ܕܐܦ ܐܝ ܢ ܢ ܚ ܒܩ ܢ ܫ ܒܝ ܚܝ ܠ
W'ashawuk kab khawbain aikana d'aph khanan w'wakan l'khayawin.
ܐܠ ܢ ܘ ܠ ܐ ܬܥ ܢܣܝܘܢ ܢ ܦܨܢ ܐܐܠ ܠ ܫܐ ܡ ܛܠ ܒܝ ܠܟ ܡ ܟܘܬܐ ܗܝ ܕܕܝ ܠ ܐܠ ܡ ܒܘܚܬܐ ܘܚܝ ܠܡ ܘܬܫ ܥ ܠ
ܢ ܠܡܝ ܥ
W'la talan l'nesiuna ela patzan men bisha metul d'dilak hi malkuta w'khayla
w'teshbuwkhta l'alam almin.
84 Shamsha Pau Yonan, Peshitta New Testament in Aramaic/English Interlinear format, Mattai 6:9-17
_____________________
Halaman 140 dari 196
LAMPIRAN 6
SIDDUR DOA HARIAN JAM 18.00
Tefilo d’Ramsho/ Ma’ariv
(Jam 6, Petang)
(ܕܫܘܪܝܐ ܨܠܘܬܐ)
(Berdiri, Kiblat Timur, dan Tanda Salib
PEMIMPIN:
[]אB’Shemאha’Av,א[]אha’Ben,א[]אve’Ruakh ha-Kodesh. Maryah Alaha Ehad. Amin
SHEMA
(Dengarlah Umat Alaha)
PEMIMPIN: Maran kita Yeshua Mshikha berkata: Sh'ma Yisrael, Maryah Alahon, Maryah Ehad.
Kasihilah Maryah , Alahamu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan
segenap kekuatanmu. Itulah perintah yang terutama. Dan perintah yang kedua, yang sama dengan itu,
ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua perintah inilah tergantung
seluruh perintah Torah dan Kitab Para Nabi."
UMAT: Apa yang Kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah
engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau
duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila
engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu
menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada
pintu gerbangmu.
PEMIMPIN: Maran kitaא bersabda,א “Jikalauא kamuאmengasihiאAku,א kamuא akanאmenurutiא Perintah-
perintah-Ku.”
BERSAMA: +Amin.
PEMIMPIN: Kemuliaan bagi Dikau; dan semoga anugerah dan welas asih-Nya tercurah atas kita
selama-lamanya. Amin
BERSAMA: Kudus, Kudus, Kudus, Maryah ʼAlâhâאMahaאKuasa,אlangitאdanאbumiאdipenuhiאdenganא
kemuliaan-Nya, Hosana di tempat yang Maha Tinggi.
UMAT: Terberkatilah Dia yang datang dalam Nama Maryah , kemuliaan bagi-Nya di tempat yang
Maha Tinggi.
_____________________
Halaman 141 dari 196
TRISUCI
(Kidung Malaikat Serafim, Yesaya 6:3)
PEMIMPIN: KuduslahאEngkau,אYaאʼAlâhâ.
(Berlutut dan sentuhlah lantai dengan kepala, kemudian berdiri dan buatlah Tanda Salib.
Lakukanlah setiap kali menyebut Kuduslah Engkau …..)
BERSAMA:
Qaddiśā alāhā /אʼAlâhâאMahaאKudus,
Qaddiśā hailsānā / Sang Kuasa Maha Kudus,
Qaddiśā lā māyōsā / Sang Baqa Maha Kudus,
Disalibkan demi kami, Maran Yeshua Mshikha bar Alaha esrāhamאalain. 3 x (Ucapkan saat sujud
sesudah Qadisha…)
PEMIMPIN: Maran, kasihanilah kami.
UMAT: Maran, bermurah hatilah dan kasihanilah kami; Maran, terimalah doa-doa dan ibadat kami
dan kasihanilah kami.
PEMIMPIN: Kemuliaan bagi Dikau, ya ʼAlâhâ
UMAT: Kemuliaan bagi Dikau, ya Pencipta; Kemuliaan bagi Dikau, ya Mshikha, Raja yang berbelas
kasih pada orang berdosa, hamba-Mu. BarekhMar. (Indo: Terberkatilah Tuhan).
MENADAHKAN TANGAN
TEFILA D’MARAN
(Mar Mattai 6:9-13; Mar Lukas 2:2-4)
PEMIMPIN: Bapa kami, yang ada di Sorga,
UMAT: Dikuduskanlah Nama-Mu. Datanglah Kerajaan-Mu; Jadilah kehendak-Mu di bumi,
sebagaimana hal itu di sorga. Berilah kami hari ini rezeki sehari-hari kami: dan ampunilah
pelanggaran-pelanggaran kami sebagaimana kami mengampuni mereka yang bersalah terhadap kami.
Janganlah masukkan kami kedalam pencobaan, tapi lepaskanlah kami dari dia si jahat;
PEMIMPIN: Sebab Engkaulah yang empunya Kerajaan, Kuasa dan kemuliaan selama-lamanya.
+Amin.
(Berdiri tegak dan tangan kanan di dada sebagai pernyataan Ikrar, dan akhiri dengan Tanda
Salib)
PENGAKUAN IMAN RASULI
SEMUA:
Aku percaya pada Alaha, sang Bapa Maha Kuasa, Pencipta Langit dan Bumi, Dan pada Yeshua
Mshikha,
Putra-Nya satu-satunya, Maran kita, yang dikandung melalui sang Ruakh ha-Kodesh, dilahirkan dari
sang Perawan Miriyam, menderita sengsara dibawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati
dan dikuburkan. Dia turun kedalam Sheol. Pada hari ketiga Dia bangkit dari mati, Dia naik ke Sorga
_____________________
Halaman 142 dari 196
dan duduk di sebelah kanan Alaha, sang Bapa Maha Kuasa. Dari sana Dia akan datang untuk
menghakimi orang hidup (rohaniah) dan yang mati.
Aku percaya kepada Ruakh ha-Kodesh, Jemaat katolik, persekutuan dari orang-orang kudus,
pengampunan dosa-dosa, kebangkitan tubuh, dan hidup kekal. + AMIN
PEMIMPIN: Ya Engkau yang telah datang ke bumi untuk memperlihatkan pada kami Jalan
Keselamatan, Engkau yang menderita sengsara demi kami dan mengajari kami bagaimana mengikuti
jejak Kaki-Mu, condongkanlah telinga-Mu mendengar teriak kami minta tolong. Banyak zaman dan
penitisan menuntun kami masuk hingga pada jam ini, tapi sebagaimana kami sekarang berdiri
dipenghujung zaman
lainnya kami mengaku Engkau sebagai Juruselamat dan Raja kami. Berilah kami anugerah-Mu untuk
keinginan mengakhiri perjalanan-perjalanan bumiah kami ini dan tariklah kami semakin dekat
kepada-Mu. Tolonglah kami memanfaatkan Qodaasha (sakramen-sakramen), yang Engkau telah
sediakan bagi tugas itu, dan untuk menuntun orang-orang lain sepanjang napak tilas jalan yang sama.
Tapi diatas itu semua anugerahkanlah kami keberanian dan ketekunan untuk terus berjalan di Jalan
Keselamatan hingga tugas kami berakhir, sehingga dengan itu Engkau sendiri memanggil kami dan
kami tidak perlu lagi kembali kepada kehidupan bumiah kami. Dengarlah dan bantulah kami, ya
Engkau yang Hidup dan memerintah dengan sang Bapa dan sang Roh Kudus, Tlitayutha Ehad dalam
Kemanunggalan dan Alaha selama-lamanya.
Kami memuji Dikau, ya Bunda Kudus (Ruakh ha-Kodesh) saat Senja, matahari tenggelam untuk
beristirahat, dan Dikau membentangkan selimut malam gelap-Mu atas seluruh bumi, membawa
keheningan dan Damai. Lihatlah, dalam keheningan malam gelap kami mendengar Roh Alaha bersabda
kepada jiwa-jiwa kami malam ini ya Bunda kami berdoa pada-Mu.
(Dalam pembacaan Mazmur, biasanya umat duduk kecuali pembaca yang mendaraskan Tehillim)
PENGIDUNG:
TEHILLIM PETANG
(Mazmur 27, 141, 142, 119: 105-112, 117 dan Perayaan khusus Mazmur 51)
Maryah yaitu terangku dan keselamatanku; kepada siapakah aku takut? Maryah yaitu kekuatan
hidupku; pada siapakah aku harus gemetar? Saat orang-orang jahat bahkan musuh-musuhku dan para
lawanku, mendatangi aku untuk memakan dagingku, mereka tersandung dan jatuh. Meskipun
segerombolan musuh mengelilingi aku, hatiku tidak akan ciut: sekalipun timbul peperangan melawan
aku, dalam hal itu aku tetap percaya.
Satu hal telah kuminta kepada Maryah , itulah yang kuingini; aku bisa berdiam dalam rumah Maryah
seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Maryah , dan menikmati bait-Nya.
Sebab dalam masa bahaya Dia menyembunyikan aku di dalam pondok-Nya: Ia menyembunyikan aku
dalam tempat rahasia kemah-Nya; Dia mengangkat aku di atas batu karang.
Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuh-musuhku di sekeliling aku; dalam kemah-Nya
aku mau mempersembahkan korban-korban sukacita; aku hendak bernyanyi dan bermazmur bagi
Maryah . Dengarlah, Maryah , seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawabalah aku.
Hatiku mengikuti sabda-Mu,א“carilahאwajah-Ku”maka wajah-Mu aku cari, ya Maryah .
Janganlah sembunyikan wajah-Mu daripadaku; janganlah menolak hamba-Mu ini dalam murka;
Engkaulah pertolonganku, jangan membuang aku dan janganlah meninggalkan aku.
Maran kasihanilah (Kyrie Elieson), mereka yang berseru kepada-Mu, ya Maran; dengarkanlah
hamba! Perhatikanlah seruan hamba dan jawablah hamba.
_____________________
Halaman 143 dari 196
Semoga doaku menjadi seperti dupa dalam pandangan-Mu, tanganku terangkat menjadi seperti
korban petang. Ya Maran, tempatkanlah penjaga di mulutku, pengawal di depan pintu bibirku,
sehingga hatiku tidak berbalik kepada yang jahat dan menuruti perbuatan salah yang jahat.
Semoga hamba tidak duduk semeja dengan orang jahat. Semoga orang saleh mengajari hamba,
semoga ia membimbingku kepada yang benar, tapi minyak orang jahat tidak akan mengurapi
kepalaku, doaku menghalangi perbuatan jahat mereka. Saat hakim-hakim mereka dilemparkan ke
tempat-tempat berbatu keras, mereka akan mendengar ucapan-ucapanku; sebab mereka orang baik.
Tulang-tulang mereka berserakan di mulut kubur seperti bajak menggerus tanah. Hamba angkat
mataku kepada-Mu, ya Maran-ku. Hamba letakkan kepercayaanku dalam Engkau, jangan tinggalkan
jiwaku merana.
Jauhkanlah hamba dari tangan orang sombong yang memasang jerat padaku. Biarlah orang jahat jatuh
dalam perangkap mereka sendiri, saat hamba melintas tidak dicelakai.
Saat jiwaku dalam kesusahan, hamba berseru kepada Maran dengan suaraku; dengan sepenuh hati
hamba menaikkan permohonanku. Hamba mencurahkan kesengsaraanku di hadapan-Nya, hamba
menceritakan pada-Nya semua kesusahanku. Saat rohku meliputi diriku, kemudian Engkau tahu
jalanku.
Mereka menyembunyikan jerat bagiku di jalan yang kulalui. Hamba berjalan dengan memandang
lurus ke depan, tapi tidak ada satu orangpun mengenal hamba; tidak ada satupun yang mengacuhkan
jiwaku. Hamba berseru kepada-Mu, ya Maran! Hamba berkata, Engkaulah tempat pengungsianku
dan bagianku di negeri jiwa yang hidup.
Dengarkanlah permohonanku; sebab hamba dalam kesusahan. Lepaskanlah hamba dari para
penganiayaku, sebab mereka lebih kuat dari hamba. Keluarkanlah hamba dari penjara kesusahan ini
sehingga hamba bisa memuji Nama-Mu. Orang benar menantikanku sebab Dikau menjawab doa-
doaku.
Sabda-Mu yaitu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Hamba berjanji dan memastikan untuk
menjalankan Mitzvot kudus-Mu.jadikanlah aku rendah hati, ya Maran. Berikanlah hamba hidup
menurut sabda-Mu. Ya Maran, berkenanlah Dikau dengan ucapan-ucapan bibir hamba dan ajarilah
hamba mitzvoth-Mu.
Hidupku selalu dalam tangan-Mu, hamba tidak melupakan Mitzvot-Mu. Orang Fasik memasang
perangkap terhadapku, tapi hamba tidak menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Hamba menghargai
kesaksian-kesaksian-Mu. Sungguh semua itu merupakan kesukaan hatiku. Condongkanlah hatiku
untuk memelihara perintah-perintah-Mu, dalam kebenaran, selamanya.
Pujilah Maran, wahai seluruh bangsa. Pujilah Dia, wahai semua umat. Agunglah kebaikan-Nya bagi
kita. Sungguh, kebaikan Maran yaitu selama-lamanya.
PEMIMPIN: Bagi-Mulah layak pujian dikumandangkan, ya Alaha. BarekhMar.
`EQBO
UMAT: Ya Maran, dengarlah doa-doa kami dengan rahmat dan jawablah doa-doa kami dengan belas
kasih-Mu. Terimalah ya Alaha, dan berkenanlah dalam penyembahan dan doa-doa kami dan
bermurah hatilah kepada kami. Marilah kita berdiri tegak (Stomen kalos), Tuhan kasihanilah kami
(Yun: Kyrie eleison).
_____________________
Halaman 144 dari 196
QOLO – PERSEMBAHAN DUPA
(Jika ada Imam Mempersembahkan dupa)
PEMIMPIN: Maran, semoga doa-doa kami menjadi seperti dupa harum di hadirat-Mu.
Perkenankanlah membubung naik tinggi seperti persembahan wewangian. Sebagaimana Engkau
berkenan pada persembahan dupa, menerima ibadah kami, doa-doa, permohonan dan pujian yang
layak, dan kabulkanlah doa-doa kami ya Maran. BarekhMar.
TEGAK BERDIRI
SHLOM LEKH BTHOOLTO MIRIYAM – TUKHNUNTHA
(SALAM MIRYAM)
(Mar Lukas 1:36, 48)
PEMIMPIN: Salam Miriyam, penuh rahmat,
UMAT: Maran sertamu. Terberkatilah engkau diantara wanita, dan terberkatilah buah rahimmu,
Maran kita, Yeshua. Miriyam Kudus, Bunda Mshikha, doakanlah kami orang berdosa ini, sekarang
dan selalu, dan hingga waktu kami mati. +Amin.
BERSAMA: Kami menghormatimu ya Marta Miriyam; engkau penuh rahmat dan Maran sertamu.
Terberkatilah engkau diantara semua wanita dan terberkatilah Buah Rahimmu yang kudus, Yeshua
Mshikha. Marta Miriyam yang kudus, Bunda Mshikha, doakanlah kami orang yang berdosa ini,
sekarang dan selalu, dan waktu kami mati.
Terhormatlah engkau ya Marta Miriyam yang kudus, Bunda Belas Kasih, kepadamu kami mengadu,
anak - anak keturunan Hawa yang malang, kepadamu kami curahkan keluh kesah, dukacita dan
kesulitan hidup kami.
Hadapkanlah wajahmu kepada kami, kiranya mata belas kasihanmu turut serta menyampaikan doa -
doa keluh kesah kami kepada sang Bapa.
Dan sesudah ini, atas keterasingan kami, sudilah kiranya memperlihatkan kepada kami Putra
terkasihmu, Yeshua. Ya engkau yang terpuji, ya engkau yang penuh belas kasih, Ya Marta Miriyam
sang Perawan Kudus. +Amin
DOA SYAFAAT ORANG KUDUS
PEMIMPIN: Wahaiאha’Tzadikimאdanאha’Qadoshim!אSebagaimanaאzamanאairאbah,אsaatאorangאbenarא
Nuh melindungi segala mahluk yang masuk dalam bahtera bersamanya, turut sertakanlah doa
syafaatmu melindungi kami dari terpaan gelombang dan kekacauan yang melingkupi dunia.
DOA SYAFAAT ORANG KUDUS PELINDUNG
PEMIMPIN: …….א (Sebutkan nama Orang Kudus yang dirayakan pada pekan ini dan nama
pelindung Jemaat/Paroki … )!
Pertolonganmu telah menakjubkan mahluk-mahluk sorgawi. Nama muliamu terpuji di bumi diantara
kami. Perbuatan-perbuatan baikmu diperhitungkan layak oleh Maran Yeshua Mshikha, dan Dia
_____________________
Halaman 145 dari 196
memuji dan mengingat akan kenanganmu. Semoga doa-doamu menjadi tempat pengungsian bagi
kami.
(Semua berlutut saat mendaraskan Doa Teshuva, sambil tangan sedakap di dada)
DOA TESHUVA
PEMIMPIN: Kami mengaku kepada Alaha Maha Kuasa, Bunda Welas Asih (Ruakh ha-Kodesh) dan
Mshikha sang Raja, bahwa kami sungguh seringkali telah gagal dalam Perjalanan dan tersandung
jatuh di jalan, namun kami mengenal Bapa kami penuh kasih yang adil dan murah hati, dan percaya
dalam kasih yang melampaui semua pemikiran, kami pasrahkan jiwa dengan semua kesAlahan-
kesAlahanאkamiאdihadapanאMiskanאd’Ketana-Mu Alaha kami.
Ya Alaha, pengasih orang yang tak bercacat cela dan benar, anugerahkanlah kami kesempurnaan
dalam hati kami.
Lepaskanlah kami dari semua yang jahat dan pikiran yang dengki.
Ya Maran, bukalah pintu kasih karunia-Mu, sebagaimana Engkau berikan kepada si Pencuri.
Terimalah pertobatan kami sebagaimana Engkau menerima pertobatan si Pemungut Cukai dan
Perempuan Berdosa.
Ya Maran, Dikau penuh rahmat dan senang dengan mereka yang bertobat kepada-Mu dalam
pertobatan sebagaimana halnya dengan murah hatinya Dikau mengampuni Shimon Keepa yang
datang kepada-Mu sesudah ia menyangkali Engkau. Maran sucikanlah kami dari dosa-dosa dan
kebodohan kami.
Ya Maran! Kami, orang berdosa, orang yang malang pada saat penghakiman-Mu terakhir yang adil.
Saat kitab kehidupan dibuka dan dosa-dosa kami dibacakan, semoga anugerahmu menguatkan kami
dan semoga rahmat-Mu berpihak pada kami.
Semoga dosa-dosa kami diampuni. Ya Maran!
Kami mengakui dosa-dosa kami, kasihanilah kami orang berdosa ini.
UMAT: Wahai Maryah , El-Shaddai, Alaha para bapa leluhur iman kami, Abraham, Ishak, dan
Ya’aqub,א danא keturunan orang benar mereka, Engkau telah menciptakan langit dan bumi dalam
susunan sempurna, yang mengendalikan samudera raya hanya dengan sepatah kata saja, yang
memeteraikan kedalamannya melalui Nama yang sangat mulia dan ilham-agungMu; yang semua
kuasa – kuasa gemetar di hadirat-Mu, sebab anak-anak manusia tidak bisa tahan menatap gemilang
kemuliaan-Mu, dan jika bukan sebab kasih karunia-Mu yang besar itu, api panas murka-Mu
melawan orang jahat tidak akan bisa dipadamkan, sebab kasih karunia-Mu yang pasti itu tidak bisa
diukur atau diduga oleh siapapun.85
Sebab Engkau yaitu Maryah El - Elyon, penuh dengan kasih sayang, pengampunan, dan penuh
kasih karunia, dan Engkau selalu menyediakan kebutuhan bagi anak-anak manusia pada saat mereka
membutuhkan.
85 Lihat Kitab Doa Manasseh
_____________________
Halaman 146 dari 196
Oleh sebab itu, wahai Maryah , Alaha dari kaum orang benar, Engkau tidak menuntut tebusan dosa
bagiאparaאorangאbenar,אsepertiאAbraham,אIshak,אdanאYa’aqubאyangאtidakאberdosaאmelawan-Mu, namun
Engkau menuntut pertobatan bagiku, yang yaitu orang berdosa.
Dosa-dosaku melebihi banyaknya dari pada pasir di lautan.
Kelakuanku tidak menurut Torah dan perbuatanku yang tidak baik itu semakin berkembang, wahai
Maryah , dan akibatnya aku tidak layak menatap langit lagi disebab kan begitu besarnya
pelanggaran-pelanggaranku.
Aku terbungkuk seperti besi bengkok; sehingga aku tidak mampu mengangkat kepalaku, sebab aku
telah memancing amarah-Mu dan melakukan apa yang jahat di depan mata-Mu, ini semua berdampak
menjadi rintangan dan dosa-dosa yang berlipat kali ganda.
Aku sekarang sujud menyembah di hadapan-Mu, berharap akan kasih karunia-Mu.
Sebab aku telah berdosa, wahi Maryah , aku berdosa, dan aku mengakui pelanggaran-pelanggaranku
menentang Torah. Dengan tulus hati aku memohon kepada-Mu semoga Engkau mengampuni aku;
wahai Maryah , ampunilah aku!
Jangan hancurkan aku oleh sebab aku tidak menghormati Torah-Mu! Jangan lemparkan aku kedua
kalinya ke dalam perut Gehinnom selamanya.
Sebab Engkau, wahai Maryah yaitu Alaha dari semua mereka yang memperlihatkan pertobatan.
Semoga Engkau memperlihatkan kasih karunia-Mu kepadaku.
Sebab meskipun aku tidak berharga diantara anak-anak manusia, Engkaulah yang akan
menyelamatkan aku oleh kasih karunia-Mu yang besar itu. Dan aku akan memuji Engkau terus
menerus sepanjang masa hari-hari hidupku.
Sebab semua penghuni Surga menyanyikan kidungan pujian kepada-Mu. Dan Engkaulah yang
empunya kemuliaan selama-lamanya. Amin.
(Semua umat berdiri tegak dan menadahkan tangan dalam Doa Syafaat)
DOA SYAFAAT BAGI TUBUH WAFAT ORANG BERIMAN
PEMIMPIN: Ya Maran! Semoga Engkau mengingat jiwa orang beriman yang telah wafat yang telah
menerima penebusan melalui Tubuh dan Darah-Mu. Ya Maran Yeshua Mshikha, saat Engkau datang
dalam kemuliaan bersama dengan para jajaran malaikat, semoga jiwa-jiwa yang wafat berdiri di
hadapan-Mu sembari memuji: Maryah rahem `a lay noo `adarayn. (Maran Yahweh kasihanilah kami
dan tolonglah kami)
(Semua umat berdiri tegak dan menadahkan tangan dalam Doa Syafaat)
O`OOTHO MAR YA`QUB
UMAT: Ya Maran! Perkenankanlah kami ambil bagian dalam kenangan Bunda-Mu, Para Nabi, Para
Rasul, Para Martir, dan semua Orang Kudus. Melalui doa-doa mereka, lindungilah kami yang masih
hidup di bumi ini dan semoga rahmat-Mu menyucikan orang beriman yang wafat mendahului kami.
(Saat menaikkan permohonan pribadi bisa sujud, berlutut atau berdiri, sambil tangan menadah
meminta ke atas)
_____________________
Halaman 147 dari 196
PERMOHONAN PRIBADI ………………
SEMUA: Maran Yeshua Mshikha, janganlah tutup pintu kasih karunia-Mu di hadapan kami. Maran,
kami mengaku bahwa kami yaitu orang-orang berdosa, kasihanilah kami. Ya Maran, oleh sebab
kasih-Mu menjadikan Engkau turun dari tempat-Mu demi kami melalui kematian-Mu, kematian kami
telah dihapuskan; kasihanilah kami.
(Semua berdiri tegak)
MARANATHA
PEMIMPIN: Kami berdoa semoga Kedatangan Mshikha dipercepat sebab kami tahu Tuhan Datang.
Datanglah segera Maran Yeshua, sebab seluruh umat manusia membutuhkan pertolonganmu dan
sungguh memerlukan-Mu; Maranatha, Maran Datang. +Amin
(Setiap pendarasan Kemuliaan, semua berdiri)
KEMULIAAN
SEMUA: Kemuliaan bagi Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Sebagaimana pada mulanya, sekarang,
dan selalu, serta sepanjang masa selama-lamanya. Amin.
PENUTUP
Menyapa Kanan dan Kiri
Shalom aleikhem b’shem ha-Mashiakh …… Shalom aleikhem b’shem ha-Mashiakh
_____________________
Halaman 148 dari 196
LAMPIRAN 7
HARI-HARI RAYA GEREJA NASRANI negara kita
Tahun gereja berisi sejumlah Perayaan Mayor dan Minor. Perayaan Mayor yaitu
perayaan yang kami lakukan disebabkan adanya Mandat Yeshua. Sementara Perayaan
Minor, kami laksanakan sesuai Tradisi Suci Gereja.
Perayaan Mayor di GNI meliputi Pesakh dan Seder (Lukas 22:19-22):
1. Perayaan Seder (Sebelum Penyaliban).
Kami merayakan Pesta Perjamuan Makan Anak Domba, jatuh pada 13 Nisan
(malam Rabu, 14 Nisan), pada bulan April. Untuk perayaan ini kami
berpatokan pada hari bukan tanggal sebagai penyesuaian hari peristiwa
terjadinya di awal.
2. Perayaan Pesakh (Penyaliban Maran)
Kami merayakan Pesakh yang jatuh pada tanggal 14 Nisan (Rabu), jatuh pada
bulan April.Perayaan ini didahului dengan puasa selama 46 hari.
Tanggal
Nama
Perayaan Penjelasan
25 Desember HARI MSHIKHA
Masa Konsepsi untuk Kelahiran Mshikha, Festival Bunda Ilahi,
Hannukha Perjanjian Baru, Pergantian Musim
06 Januari Epiphani Kedatangan Orang-orang Bijak
25 Januari Mar Saul Pertobatan Mar Saul
01 Februari Mar Ignatius Martir dari Mar Ignatius
02 Februari Bunda Miriam Perayaan Penyucian
04 Februari Maras Serapha Wafatnya Maras Serapha
22 Februari
Kursi Mar
Keipha di
Antiokia
Pendirian Gereja Antiokia oleh Mar Keipha tahun 35 M
13 Maret Ulang Tahun GNI
Perayaan berdirinya GNI di negara kita yg bertepatan dengan kelahiran
Mar Nicholas H Toruan.
25 Maret Bunda Miriam Perayaan Kabar Baik
2 Pekan
sebelum
Kebangkitan
Pekan Sengsara Perenungan Sengsara Mshikha
Pekan sebelum
Kebangkitan
Pekan Daun
Palem
Gerbang Kemenangan Mshikha kedalam Yerusalem
Rabu sebelum
Kebangkitan
Rabu
Pembasuhan
Bukan Perayaan tapi mengenang Perjamuan Terakhir, Gethsemani,
Pengkhianatan dan Penangkapan.
_____________________
Halaman 149 dari 196
Tanggal
Nama
Perayaan Penjelasan
Rabu–Sabtu
sebelum
Kebangkitan
Rabu – Sabtu
Hening
Bukan Perayaan tapi mengenang Penyaliban Mshikha dan Kematian
Pekan sebelum
Kebangkitan
KEBANGKITAN
Bukan Perayaan tapi mengenang karya Mshikha bagi Manusia
diseberang Kuburan
Hari Mshikha Kebangkitan Mshikha
1 Mei Hari Kenaikan Awal Hari Bulan Bunda Kita
40 hari sesudah
Kebangkitan
Savu’ot Kenaikan Mshikha
7 Pekan
sesudah
Kebangkitan
Pekan Tlitayutha Turun Ruakh ha-Kodesh pada Perayaan Sav’uot
8 Pekan
sesudah
Kebangkitan
BAPA ILAHI Tlitayutha Kudus
24 Juni Rev. Bapa Sepuh Kebapaan Alaha
02 Juli Festival Damai Wafat Rev. Bapa Sepuh
Pekan terdekat
04 Agustus
Bunda Miriam Doa bagi Damai pada peringatan mulai Perang Dunia I
15 Agustus
Mar Yokhanan
ha-Mikveh
Bunda Miriam Terangkat kedalam Sorga
29 Agustus
Festival Kasih
Ilahi
Pemenggalan Mar Yokhanan ha-Mikveh
14 September
atau Sebelum
Pekan
Semua Jiwa
Pengenangan Kasih Alaha sebagaimana diperlihatkan dalam
Sifat/Kodrat
Pekan sebelum
Semua Orang-
orang Suci
Semua Orang
Suci
Pengenangan bagi mereka yang wafat diseberang tudung maut
Pekan sebelum
Semua Para
Malaikat
MIKHAEL &
SEMUA
MALAIKAT
Penghormatan semua Orang-orang Suci
29 September
atau Pekan
berikut
Hari Perayaan
Mar Francis
Semua Hirarki Surgawi
4 Oktober
MSHIKHA Sang
RAJA
St. Francis dari Assisi
Pekan Akhir
dalam Oktober
Perayaan
Maranatha
Cecelia
Kedatangan Mshikha Kedua
22 Nopember
Pekan
Maranatha
Perayaan St. Cecelia, Miriam sang Bunda Suci & Martir
Minggu
Keempat
sebelum
Perayaan
Mshikha
Perawan Miriam Awal Maranatha
8 Desember Pesta Konsepsi Tak Bernoda
_____________________
Halaman 150 dari 196
LAMPIRAN 8
SHAHADAT (PENGAKUAN IMAN) RASULI TAHUN 70 MASEHI
1. Aku percaya pada Alaha sang Bapa Mahakuasa [Mar Keipha], Pencipta
Langit dan Bumi [Mar Yokhanan],
2. Dan pada Yeshua Mshikha, Anak Tunggal-Nya, Maran Kita [Mar Yakub],
3. Dia yang dikandung oleh Roh Kudus,86
4. Dilahirkan dari Perawan Miriam; [Mar Andreos]
5. Menderita sengsara dibawah Pemerintahan Pontius,
6. Disalibkan, mati dan dikuburkan; [Mar Filipus]
7. Dia turun kedalam Alam Maut.
8. Pada hari ketiga Dia bangkit kembali dari orang mati. [Mar Thoma]
9. Dia naik ke Sorga;
10. Dan duduk di sebelah kanan Alaha sang Bapa Mahakuasa; [Mar
Tulmay]
11. Dari sana Dia akan datang untuk menghakimi orang masih hidup dan
yang mati. [Mar Mattai]
12. Aku percaya pada Roh Kudus; Jemaat Katolik Kudus; [Mar Yakub bar
Alpheus] Persekutuan Orang-orang Kudus; Pengampunan dosa-dosa
[Mar Simon Zeolotes]; Kebangkitan tubuh. [Mar Yudas – saudara Mar
Yakub]. Dan hidup kekal. Amin. [Mar Matthias]
Meskipun penjelasan singkat pada Shahadat Para Rasul ini membuat jadi jelas bahwa
shahadat dituliskan pada waktu itu saat Gnostikisme merupakan ancaman teologis
utama terhadap Mshikhanuth Ortodoks (Kekristenan). Sementara itu ada banyak
variasi ajaran-ajaran Gnostik yang boleh jadi diketemukan bermanfaat, harus dikatakan
bahwa Gnostikisme dalam beberapa hal menggambarkan keliru terhadap Pesan
Mshikha, dan paling penting dari perihal ini gnostik menyangkali realitas Inkarnasi
(Penjelmaan).
86 Ini, Shahadat terawal, membuat jelas perbedaan antara konsepsi sang Anak Ilahi melalui sang Roh
Kudus sebelum semua dunia-dunia dan Kelahiran-Nya dari Perawan Miriam di Palestina 2000 tahun yang
lalu; sementara itu Shahadat Nikea Terkemudian tidak menyebutkannya. Ini mendukung sudut pandang
bahwa Gereja awal mengetahui sang Roh Kudus yaitu jenis kelamin Perempuan atau Aspek Bunda dari
sang Keilahian (Alahotha), tapi pengetahuan itu berangsur-angsur menghilang dari Barat selama
beberapa abad kemudian.
_____________________
Halaman 151 dari 196
LAMPIRAN 9
SHAHADAT SESUAI Sha’ar Emet Aish d’Miltha
Igeret Mar Yosip (Surat Abad Pertama)
Sha’ar Emet Aish d’Miltha
Catatan Pengantar: Igeret Yosip yaitu Surat Kiriman Pendek dalam Sefer
Avkadmonim disusun oleh Mar Yosip, Uskup Jemaat Yerusalem di Persia, sekitar tahun
100 M., dalam dialek Aramaik yang unik kepada Jemaat Yerusalem. Igeret (Epistle)
mulai dengan frasa kata “Sha’ar Emet Aish d’Miltha”, yang artinya “Gerbang Api
Kebenaran sang Sabda”, dan diiringi dengan ayat tunggal dari Sh’ma. Igeret ini
seringkali dirujuk sebagai “Sha’ar Emet”.
Sha’ar Emet Aish d’Miltha
“Dengarlah wahai, Israel! Maryah Alaha kita. Maryah itu yaitu Ehad.”
Sang Sabda Adonai datang kepadaku menyuruh menuliskan hal ini kepada kalian,
saudara-saudara terkasihku yang berada di padang gurun. Aku sudah diberitahu
mengenai keadaan buruk yang menimpamu diantara orang-orang sesat yang mengikuti
ajaran-ajaran dari dia imam palsu yang sesat. Dia tak bisa mencelakaimu yang
mematuhi perkataan-perkataan dari guru kebenaran (haTzadik), orang benar yang
dipilih oleh Alaha untuk duduk di atas Tahta Ya’aqub.
Perlulah bagi talmidim Yeshua tetap berpegang teguh pada Jalan Hidup (haMargam
M’sheekha) dan jangan pernah mengijinkan keraguan masuk dalam hati atau pikiran
sebab mereka mendengar laporan palsu dari mereka yang mengikuti dia si imam
jahat (Ibrani: הרשע הכהן; ha-kōhēn hā-rāš’ā). Dengan rasa percaya diri talmidim harus
menyerukan Iman kepada Yeshua yaitu benar dan sempurna, yang mana sang Alahota
telah mengutus ke dalam dunia melalui Maryah Yeshua, yang mana Ya’aqub telah
pertahankan. Oleh sebab itu, “talmidim (murid-murid) harus berpegang teguh dalam
Iman kepada Yeshua yang hanya didapatkan dalam Jemaat Yerusalem, yang merupakan
kepunyaan-Nya selama-lamanya.”
Inilah seorang talmid yang kumandangkan dengan gagah berani dan percaya diri setiap
hari tentang pengajaran:
Shahadat Sefasha Nasrani:
1. Aku menyatakan diriku sendiri untuk menjadi hamba-Maryah Alaha.
2. Aku menyatakan diriku sendiri untuk menjadi orang yang menyembah Dia dan
Yeshua Mshikha yang yaitu Maryah Alaha satu-satunya.
_____________________
Halaman 152 dari 196
3. Aku menyatakan diriku sendiri untuk menjadi orang yang menjaga Iman Maha
Kudus kami dari setiap serangan musuhnya.
4. Aku menyatakan tekadku untuk menjadi teguh berpegang pada keyakinan Alaha
Ehad yang dikenal melalui sang Bapa, Anak dan Roh Kudus, Tiga Qnumeh dalam
Satu Alahota Maha Tinggi.
5. Aku menyatakan keyakinanku pada sang Anak Alaha, Yeshua Mshikha, satu-
satunya Anak Alaha.
6. Aku menyatakan keyakinanku pada nubuat Mosha dan kebenaran Torah
diberikan melalui dia.
7. Aku menyatakan keyakinanku pada Sabda tertulis Alaha Kitab Suci diberikan
kepada Mosha dan Para Nabi dan Injil Yeshua Mshikha bar Alaha.
8. Aku menyatakan keyakinanku pada sang Api dari Sabda Alaha.
9. Aku menyatakan dengan tegas tidak mengijinkan Api yang dipercayakan
kepadaku sebagai hamba Alaha menjadi padam selama ada nafas dalam tubuhku.
10. Aku menyatakan penolakanku terhadap mereka yang melanggar hak milik atas
semua yang kudus di Tanah Suci.
11. Aku menyatakan bahwa tradisi-tradisi dan ajaran-ajaran yang diberikan kepada
kami melalui Dua Belas Terpilih akan terus berada dalam hatiku dan pada
bibirku, sebab mereka yang memberi kepada kami, melalui Maran Yeshua:
Mikveh, pengakuan dosa kepada Alaha dan terhadap sesama manusia, ajaran dari
Dua Belas Rasul, penatalayanan suci, pengurapan dengan minyak suci Maryah ,
yang berkumpul bersama untuk memecahkan Roti Kudus sang Kehadiran,
menegakkan Salib di depan mataku dan di hadapan orang-orang, bantuan dan
doa dengan urapan minyak bagi mereka yang jatuh sakit, dan ketaatan dan
pengabdian kepada sang Sabda Api Alaha.
12. Aku menyatakan keyakinanku pada kehidupan yang penuh dengan shalom, dan
aku tidak akan mengangkat pedang melawan saudaraku. Aku menyatakan
keyakinanku pada Wahyu Alaha melalui para hamba-Nya para malaikat dan roh
– roh bagi kebaikan seluruh umat manusia dan dalam rangka kemajuan kepada
Terang Besar Alaha.
13. Aku menyatakan keyakinanku dalam menjalankan Torah yang diberikan kepada
Mosha dan disahkan melalui pemeteraian dalam darah sang Anak Domba.
14. Aku menyatakan dengan tegas bahwa aku menghormati dan membela Kursi
Mosha dan Tahta Ya’aqub dan Kehadiran Penghulu Malaikat Mikha-El melalui
kelanjutan dari Dua Belas Rasul Kudus yang terus menerus ada dengan kami.
Amin.
_____________________
Halaman 153 dari 196
LAMPIRAN 10
SHAHADAT KEUSKUPAN ORTHODOX CATHOLIC CHURCH
DIBANDINGKAN SHAHADAT LAINNYA
Keyakinan Kami dibandingkan dengan Shahadat-Shahadat Kuno
Shahadat
Rasuliah
Th 70M
Shahadat Nikea
Th 325M
Shahadat
Kesukupan
Orthodox Catholic
Church Kami
Catatan
Aku percaya
pada Alaha
sang Bapa
Mahakuasa,
Pencipta
Langit dan
Bumi, Dan
pada Yeshua
Mshikha,
Putra
Tunggal-Nya,
Tuhan kita.
Dia yang
dikandung
oleh Ruakh
ha-Kodesh,
Kami percaya pada satu
Alaha, sang Bapa
Mahakuasa, Pencipta
Langit dan Bumi, dan
segala sesuatu yang
kelihatan dan yang tak
kelihatan, dan pada satu
Maran Yeshua Mshikha,
Anak Tunggal Alaha yang
diperanakkan,
diperanakkan dari Bapa-
Nya sebelum semua dunia,
Alaha dari Alaha, terang
dari Terang, Alaha sejati
dari Alaha
sejati,diperanakkan,buka
n diciptakan; yang ada
dari satu hakikat dengan
sang Bapa, melalui Dia
segala sesuatu diciptakan:
Kami percaya pada
Satu Keilahian Tak
Berwujud, Tak
Terbatas, Kekal dan
mencakup Semua; Dia
yang sebelum semua
Waktu, Menjelma
langsung sebagai sang
Tlithayutha dari
Hakikat Ehad, agar
Alaha bisa berkarya
dalam Ciptaan: yang
pada Mulanya sang
Ehad menjadi Dua,
Bapa dan Bunda, dan
dari
Mereka Diperanakka
n sang
Anak melalui Dia
diciptakan Waktu dan
Ruang dan semua
Ciptaan, lima belas
Alam keberadaan1:
dan saat itu
Menjelmakan
langsung, Alaha
berdiam dalam Alam-
alam tertinggi ini.
1Lima belas Alam:
yakni tiga Alam
mahluk – mahluk
berdosa: Fisik, Astral
(tempat tinggal para
mahluk gaib), dan
Alam-alam Roh; Tiga
Alam Sempurna
jiwa-jiwa manusia;
Mulia, Terberkati
dan Suci
Sepenuhnya, Orang-
orang Kudus: dan
Sembilan Alam
Malaikat; yakni Para
Malaikat, Para
Penghulu Malaikat,
Tahta-tahta, Kuasa-
kuasa, Para
Pangeran, Daya
Kekuatan, Kebajikan,
Kherubim dan
Seraphim;
Kami percaya bahwa
tiap jiwa yaitu abadi
dan berisi dalam jiwa
itu sendiri suatu
Percikan Api Ilahi,
yang bersumber dari
Alaha dan akhirnya
2 sang Penguji umat
manusia dan Para
Malaikat, biasanya
dikenal sebagai
Setan, bersama
dengan antek-
anteknya.
_____________________
Halaman 154 dari 196
akan kembali kepada
Alaha. Bahwa tiap
Percikan Ilahi turun
melalui semua Alam-
alam Lebih Tinggi
hingga jiwa itu
menjadi tenggelam
dalam benda pada
Alam Fisik. Bahwa
melalui hidup fisik tak
terbilang jiwa itu
berkembang hingga
jiwa tidak lagi
membutuhkan
kembali kepada Alam
Fisik: yang kemudian
jiwa itu, melintas naik
ke atas melalui semua
Alam-alam Para Orang
Kudus dan Para
Malaikat kembali
bersekutu kembali
dengan Alaha. Bahwa
dalam proses ini jiwa
dicobai, diuji dan
diperdayai oleh
mereka yang Alaha
tugaskan
melaksanakan tugas-
tugas itu2, hingga jiwa
belajar untuk berbalik
dari yang jahat dan
hingga jiwa itu
akhirnya kembali dari
mana jiwa itu datang.
Dilahirkan
dari Perawan
Miriam;
Menderita
dibawah
pemerintaha
n Pontius
Pilatus,
disalibkan,
mati dan
dikuburkan;
Dia yang demi kita
manusia dan demi
Keselamatan kita turun
dari Sorga, dan menjelma
melalui sang Ruakh ha-
Kodes dari Perawan
Miriam, dan menjadi
Manusia; dan juga
disalibkan demi kita
dibawah pemerintahan
Pontius Pilatus.
Kami percaya pada
Anak Ilahi yang secara
berkala turun melalui
semua Alam-alam
kepada Fisik, agar Dia
bisa menolong
saudara-saudari-Nya
yang rendah hati, dan
membawa kepada
masing-masing alam
wahyu lebih tinggi
tentang Kebenaran.
Dia yang terakhir
turun ke dunia
ini3 sebagai Maran
Yeshua Mshikha
3Dia turun ke dunia
ini dari dahulu kala
dan Dia terus
menerus turun
kepada banyak dunia
lain yang mana kita
tidak tahu apapun.
_____________________
Halaman 155 dari 196
Kita, Dia yang yaitu
Alaha dan Manusia:
dilahirkan dari
seorang Perawan, Dia
dicobai, menderita
dan Mati di kayu Salib,
sehingga dengan
demikian Dia bisa
menebus demi kita
bagi orang benar
untuk Keselamatan.
Dia turun
kedalam
alam maut.
Pada hari
ketiga Dia
bangkit lagi
dari antara
orang mati,
Dia naik ke
Sorga; Dan
duduk di
sebelah
kanan Alaha
sang Bapa
Mahakuasa;
Dari sana Dia
akan datang
untuk
menghakimi
orang hidup
dan mati.
Dia menderita dan
dikuburkan: dan pada hari
ketiga Dia bangkit
kembali, menurut Kitab
Suci: dan naik ke Sorga.
Dan duduk di sebelah
kanan sang Bapa; dan Dia
akan datang kembali
dengan kemuliaan, untuk
menghakimi baik orang
yang hidup dan mati, Dia
Empunya Kerajaan yang
tidak ada akhir.
Kami percaya bahwa
Dia turun kedalam
tempat-tempat
terdalam dari Alam
Maut4, kemudian
kembali ke bumi
hidup sesudah Tiga
Hari, bahkan Badan
Ragawi-Nya bangkit
dari Mati. Dia
memberi kepada
Para Rasul-Nya sang
Roh Kudus, dan
menganugerahkan
pada mereka dan para
pengganti mereka
wewenang untuk
mengampuni dosa-
dosa, yang yaitu
kunci bagi
Keselamatan kita. Dia
naik ke Sorga, kembali
sekali lagi kepada
Tahta Maha Tinggi.
Dari sana Dia akan
datang kembali
sebagaimana Dia telah
janjikan, untuk
memerintah sebagai
Raja atas semua bumi,
membawa wahyu
lebih tinggi kepada
ras umat manusia, dan
menghantar kepada
Zaman yang akan
Datang.
4 Mshikha melintasi
lewat Alam Para
mahluk Gaib (the
Astral Plane) menuju
Alam Roh (the Spirit
Plane) di mana Dia
meninggalkan
Pencuri Bertobat
dalam Firdaus.
Kemudian Dia turun
ke bagian terdalam
Neraka, sebelum
kembali sekali lagi;
melintasi bagian
demi bagian hingga
mencapai kembali
Firdaus. Pada tiap
bagian Dia
memboyong naik ke
atas rombongan roh-
roh tertawan,
sebelum kembali ke
bumi pada Minggu
Pagi.
Aku percaya
pada Ruakh
Dan kami percaya pada
Ruakh ha-Kodesh, sang
Penguasa dan Pemberi
Kami percaya bahwa
Rukha d’Kudsha
yaitu Bunda Ilahi,
5Rohaniawan dan
Pakar Mistik
menerima ilham
_____________________
Halaman 156 dari 196
ha-Kodesh;. Hidup, Dia yang keluar
dari sang Bapa; Dia yang
bersama dengan sang
Bapa dan sang Putra
disembah dan dimuliakan,
Dia yang berbicara melalui
para nabi:
Dia yang dengan sang
Bapa dan sang Anak
yaitu Sumber dari
semua Hidup. Bahwa
Dia (femina) yang
turun atas Para Rasul
pada masa Perayaan
Savu’oth melanjutkan
untuk membimbing
dan menuntun para
pengganti
mereka5melalui
sepanjang Zaman dan
terus mengilhami
Jemaat dalam dunia
masa kini, menuntun
kita, anak-anak-Nya,
dalam Jalan
Keselamatan.
utama mereka untuk
menuntun berasal
dari sang Bunda
Ilahi.
Jemaat
Katolik
Kudus;
Persekutuan
Para Orang
Kudus;
Dan pada satu Jemaat
Rasuli dan Katolik, Satu
Kudus.
Kami percaya pada
Satu Jemaat Rasuli
keseluruhan – dunia
yang didirikan oleh
Mshikha dan pada
Iman Katolik
Ortodoks, yang
mewujudkan semua
Ajaran-ajaran-Nya,
bersama dengan
mereka Para Rasul-
Nya, Para Martir, Para
Orang Kudus dan Para
Pakar
Mistik6sepanjang
Zaman, sebagaimana
disusun dalam
Shahadat ini.
6Khususnya
termasuk Perjanjian
Lama dan Baru,
Karya-karya Mar
Terese dari Avila dan
karya-karya tulis
Yokhannan dan
Jessie Ward
Pengampuna
n dosa-dosa;
kebangkitan
badan. Dan
hidup kekal.
Amin
Kami mengakui satu
Mikveh bagi pengampunan
dosa-dosa, dan kami
menantikan Kebangkitan
orang yang mati, dan yang
hidup dari dunia yang
akan datang. Amin.
Kami percaya bahwa
Mshikha membayar
demi kita orang saleh
bagi Keselamatan
melalui Sengsara-Nya
dan melalui
ketakziman
memakai Tujuh
Qadishothim Jemaat-
Nya7, kita
dianugerahkan
pengampunan dosa.
Dan demikianlah
7Yakni Mikveh
Kudus, Pengakuan
Dosa dan Pelepasan,
Peneguhan/Mshikhn
a, Qurbana Kudus,
Pernikahan Kudus,
Peminyakan Kudus
dan Tahbisan Kudus
(Semikha).
_____________________
Halaman 157 dari 196
membayar hidup
masa lalu kita (tabur
tuai-karma),
mempelajari semua
pelajaran dari bumi
dan mengikuti Jejak-
jejak kaki-Nya,
melalui pelayanan
kepada Alaha dan
sesama kita manusia,
untuk mendapat
kebenaran di akhir
hidup fana kita dan
bergabung dengan
jajaran Orang-orang
Kudus Alaha. Amin.
Sebagaimana perbandingan ini disusun, ini akan terlihat terlepas dari bagian tentang
jiwa fana, tiap aspek dicakup dalam Shahadat-Shahadat dan juga dalam ajaran-ajaran
kami sendiri. Kami tidak mengabaikan poin utama, dan ajaran-ajaran kami sendiri
jelas lebih rinci. Catatan-catatan tambahan pada kolum akhir dimaksudkan untuk
menyediakan informasi lebih lanjut tentang poin-poin besar utama.
Kami melihat aspek-aspek berbeda dari ajaran-ajaran kami sendiri dalam pasal lainnya.
Di sini tujuan pokok yaitu untuk menyediakan perbandingan dengan Shahadat-
Shahadat tradisional, dan yang secara kebetulan mengindikasikan bahwa ajaran-ajaran
kami sendiri lebih rinci, ajaran-ajaran ini jelas dilandaskan pada Tradisi-tradisi Jemaat
Rasuli Asli Mshikhanuth Awal (Nasrani Katolik Ortodoks Awal).
Ini merupakan keberadaan dari otoritas Rasuliah pada Jemaat Awal, yang
memungkinkan bagi perkembangan kerohaniannya dan kerohanian akhir yang
bertahan hidup. Ini merupakan Otoritas Rasuliah yang normalnya sebagai Sumber (atau
klaim sumber) dari kebanyakan guru-guru terkemudian, baik itu Ortodoks dan
Heterodoks.[3] Ini masih vital bagi Gereja Katolik Ortodoks masa kini dan oleh sebab
itu kami akan dedikasikan pasal berikutnya untuk melihat pokok ulasan ini .
[3] Kata “Ortodoks” berarti “iman benar” dan “heterodoks” berarti “berbeda dari iman.” Kedua kata Inggris
ini berasal dari bahasa Yunani aslinya. (kata “heterodox”, artinya; campuran benar dan salah, yakni bida’a
dan orangnya disebut ‘bidat’).
_____________________
Halaman 158 dari 196
LAMPIRAN 11
SUKSESI RASULIAH: TAHBISAN, AJARAN RASULIAH, DAN
GEREJA RASULIAH
Persfektif Timur dan Barat
Oleh, the Rt.Rev. Bishop Nicholas H.L.Toruan, CKC
GEREJA NASRANI negara kita
KEUSKUPAN GEREJA NASRANI ORTODOKS KATOLIK INDEPENDEN
negara kita
“Oleh sebab itu, kamu harus mentahbiskan bagi dirimu sendiri Uskup-uskup
dan Diakon-diakon yang pantas bagi Maran, ((dari antara)) para laki-laki yang
lembut hatinya, dan bukan pecinta uang, dan jujur dan sudah terbukti; sebab
mereka juga akan melakukan tugas nabi-nabi dan para rabbi bagimu.”
(Sefer Limuda/Didakhe 15:1).
Bab I - SUKSESI RASULIAH
Suksesi Rasuliah sudah ada sejak zaman Para Rasul itu sendiri di mana Bapa mengutus sang
Anak (Yeshua Msheekha),87 kemudian Dia mengutus Para Rasul-Nya,88 selanjutnya Para
Rasul mengutus Para Pengganti mereka,89 begitulahאseterusnya…
87 Beshora Yokhanan 5:36-37
_____________________
Halaman 159 dari 196
Perlawanan terhadap doktrin Suksesi Rasuliah barulah muncul sejak Zaman Reformasi
Protestantisme abad ke-16 yang sampai sekarang baru berusia 400 tahun. Sementara doktrin
Suksesi Rasuliah sudah berusia 2000 tahun.
Uskup Mar Ignatius (107 M), pengganti ke-3 Uskup Jemaat Syria Ortodoks, sesudah Mar
Shimon Keipha dan Mar Evodius. Beliau mengatakan dengan tegas:
"Sebab saat kamu mematuhi Uskup seperti dikiaskan ia yaitu Eashoa
Msheekha,אkamu…אhidupא tidakאhanyaאmenurutאcaraאmanusia,א namun אmenurutא
cara Eashoa Msheekha, yang demi kita, menderita, wafat, supaya kamu dapat
percaya akan kematian-Nya…א Olehא sebab א itu,א yaitu א penting,א untukא
bertindak jangan sampai tanpa [persetujuan] Uskup. Bahkan tunduklah kepada
Para Imam (Zakanim) sebagaimana kepada Shlikhim Eashoa Msheekha. Ia
yaitu pengharapan kita, dan jika kita hidup dalam kesatuan dengan-Nya
sekarang, kita akan mencapai hidup kekal. Mereka juga yang yaitu Shamasha
א… harusא memuaskanא semuaא orang.א Sebabא merekaא tidakא hanyaא melayaniא
makanan dan minuman, namun melayani Jemaat Maran. Barang siapa ada di
dalam tempat kudus, yaitu murni, sedangkan ia yang berada di luar tempat
kudus yaitu tidak murni. Artinya: mereka yang melakukan apapun tanpa
Uskup, Imam dan Diakon tidak mempunyai hati nurani yang jernih." –
(Surat Mar Ignatius kepada jemaat di Trallia 2:7)
"Jauhkan dirimu dari perpecahan sebagai sumber dari segala kesulitan/
kejahatan. Kamu semua harus tunduk pada Uskup sama seperti Eashoa
Msheekha kepada Alaha sang Bapa. Tunduk juga kepada Para Imam seperti
kamu kepada Para Rasul; dan hormatilah para Diakon seperti kamu
menghormatiאmitzvothאMaranא.…אKamuאharusאmenganggapאQurbanaאsebagaiא
yang sah, jika dirayakan oleh Uskup atau oleh seseorang yang diberinya
kuasa. Di mana Uskup berada, biarlah kumpulan umat berada, seperti di
mana Eashoa Msheekha berada, di sanalah ada Jemaat Semestawi.
Tanpa pengawasan dari Uskup, tidak ada mikveh ataupun perayaan
Qurbana diperbolehkan….” -- (Surat Mar Ignatius kepada Jemaat
Rasuliah di Smyrna 8).
Bukti Alkitabiah yang paling jelas menyebutkan adanya Uskup (LAI menterjemahkan,
“Penilik”א dariא kataא bahasaא Inggrisא “Overseers”)א yangא berasalא dariא kataא Ibraniא “Mebaqqer”א
yang memiliki latar belakang sejarah dari kaum Esseni Yahad Qumran:
"Kata USKUP / PENILIK (Ibrani: Mebaqqer) berasal dari Tradisi Yahudi aslinya. Dalam
Dokumen Damaskus, dipublik

