mesianik di Indonesia 5

 


n Melkisedek.” 

 

Pada Gambar 3.4 di bawah menunjukkan bahwa Salib itu yaitu  lambang dari 

huruf Taw dalam alphabet Ibrani. Tanda salib ini sudah ada sejak 2 ribu tahun sebelum 

Masehi. Huruf ini berevolusi sampai pada masa Ibrani modern saat ini sudah tidak 

dikenal lagi secara umum. 

 

Gambar 3.8 Tanda Salib yaitu  bagian dari huruf Ibrani kuno. Sumber: ancient-

hebrew.org  

Menolak Tanda Salib yaitu  menolak Nasrani sebab  tanda ini hadir dalam 

peribadatan Nasrani. Tanda ini ada dalam siddur peribadatan Nasrani awal sebelum 

dituliskannya kitab-kitab Nasrani. Saat jemaat Nasrani berdoa, selalu diawali dan 

diakhiri dengan tanda salib, bercuci tangan sebelum memulai ibadah juga memakai 

tanda ini, masuk ke dalam peribadatan ada belasan kali jemaat memakai tanda ini 

sebab  sesuai tradisi, saat menemukan Nama Suci, maka jemaat harus membuat tanda 

salib sambil mengucapkan ‘Maryah’ sebagai tanda menguduskan.73  

                                                          

73 Kitab Marghianeetha, bagian V, Pasal 2-- Penghormatan Salib Tuhan  

Kita menghormati Kemanusiaan Mshikha sebab Keilahian ada dalam Dia; maka, melalui Salib, kita menyembah 

Alaha Juruselamat kita. "Salib" yaitu  nama dari Mshikha, sama sejajar kepada ucapan kita "terbunuh," 

"menyembah," dan bukan rancangan kayu, perak, atau perunggu. Sekarang dasar landasan Mshikhanuth 

(Nasrani) yaitu  pengakuan bahwa Salib itu yaitu  pembaharuan dan keselamatan semestawi diberikan 

kepada semua, dan Salib itu yang kita gunakan yaitu  tanda yang sama dari Tuhan kita yang muncul di langit 

sebelum kedatangan-Nya, seperti yang Dia sendiri telah ramalkan. Oleh sebab  itu, saat , kita memandang 

lambang keselamatan kita ini, kita menerima seolah-olah kita sedang melihat Juruselamat kita terentang di 

Salib bagi pengampunan dosa-dosa kita, dan bagi pembaharuan semua alam ciptaan. Oleh sebab itu kita 

mempersembahkan dengan semangat dan ibadat Qadisha Qurbana, bukan untuk ditujukan kepada perihal 

Salib semata; namun  kepada Dia yang kita gambarkan di atas Salib itu, dan diatas semuanya dipersembahkan 

kepada Alaha, yang memberi  Anak-Nya untuk menjadi Salib [atau, disalibkan] bagi kita, melalui karya salib 

Dia mengerjakan pembaharuan dan penebusan bagi kita, dan melalui-Nya Dia memberi  kehidupan kekal 

yang amat bernilai dalam kerajaan Sorga. "Sebab jika, sementara kita masih menjadi musuh, kita 

diperdamaikan kepada Alaha melalui Anak-Nya; betapa lebih lagi kita akan diselamatkan melalui hidup-Nya." 

 

Lebih jauh lagi, Tanda Salib dalam ajaran Nasrani yaitu  rangkuman dari 

Shahadat atau pengakuan Iman yang paling sederhana. Shahadat Nasrani dimulai 

secara berturun-turut: 

1. Shema Israel,74  

2. Shahadat Mikveh dan Berkat Yeshua, tahun 30 Masehi, 

Dalam Sang Nama, Alaha sang Bapa, Anak-Nya sang Maryah Eashoa 

d’Msheekha dan Sang Roh Suci Terberkati, Terberkati dari kekal hingga 

kekal. Amin. (Aramiak: Alaha Ava, Brah MarYah Eashoa’ Meshiakha, 

w‟Rookha d‟Qoodsha Breeka, Khath Alaha, Breek lalam almeen. Ameen.), 

Mat 18:20 

3. Pengakuan Mar Thoma, tahun 32 M: Mari w’Alahi (Tuhanku dan Alahaku, Yoh 

20:28)75 

4. Pengakuan Iman Rasuli, tahun 70M, penjelasannya bisa dilihat pada Lampiran 8. 

5. Pengakuan Iman dalam pada Igeret Mar Yosip ‘Sha’ar Emet Aish d’Miltha’, th 

100M, lihat Lampiran 9 

6. Pengakuan Iman Nikea, 325M, lihat Lampiran 10 

7. Pengakuan Iman Keuskupan, lihat Lampiran 11  

 

Dari Shahadat Shema Israel sampai ke Shahadat Keuskupan, ada perkembangan bukan 

perubahan. Perkebangan ini disebab kan Pewahyuan Suci yang Tuhan berikan, 

khususnya kepada keuskupan kami sehingga Pengakuan Iman Nikea di abad 4, bisa 

lebih dijelaskan atau diperinci. Dan semua Shahadat ini bisa disimpulkan ke dalam satu 

tanda yaitu, Tanda Salib. 

Tanda salib ini masih dilakukan dan diajarkan oleh Martin Luther di abad 16 

Masehi76, sayang pada penerusnya yang anti tradisi menghilangkan tanda ini dari 

peribadatan dan doa-doa pribadi. Gereja yang menolak Tanda Salib hanyalah gereja 

                                                                                                                                                                                    

Melalui Tanda ini Rasul-rasul (Shlikhim) mengadakan mukjizat-mukjizat, dan menumpangkan tangan bagi 

jabatan Keimamatan (Suksesi Rasuliah), dan semua qadishotim Jemaat lainnya yang melalui ini semua karya 

disempurnakan. Perkara-perkara ini, dit erus sampaikan dari Rasul-rasul, dan diteguhkan oleh semua mereka 

para pengganti rasul-rasul, menegaskan bahwa "pewartaan Salib bagi mereka yang akan binasa yaitu  

kebodohan; namun  bagi kita yang diselamatkan pewartaan ini yaitu  kekuatan dari Alaha."  

 

penganut Sola Scriptura abad 16, sementara para pewaris ajaran Nasrani abad 1 terus 

melestarikannya. Yeshua menjadi kutuk supaya jemaat-Nya bisa diselamatkan. 

 

34. Ajaran KM: Umat Nasrani awal semua sudah terpengaruh Helenisasi. Oleh 

sebab  itu Messianic Judaism berhak untuk merestorasi ajaran kembali ke 

awal. 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Hellenisme yaitu  suatu IDEOLOGI yang dikembangkan oleh Alexander Agung III 

dari Makedonia (356-323 SM), yang bercita-cita “Taklukkan Seluruh Dunia dibawah 

HELLENISME”. Maka Alexander Agung bersama dengan prajuritnya menguasai hampir 

setengah dunia pada zaman itu. Mereka menjajah dunia dengan kekuatan SENJATA dan 

BUDAYA. Mereka mengindoktrinasi siapa saja bahwa Yunani dengan program ideologi 

Hellenisme yaitu  bangsa paling beradab di muka bumi ini, paling maju, paling pintar, 

paling kuat, dan paling berpendidikan dari semua bangsa beradab. Ideologi ini 

diteruskan oleh Kaisar Konstantine dan diteruskan oleh Gereja Byzantium. Supremasi 

Yunani atau klaim arogan bahwa semua rasul memakai Bahasa Yunani dan semua kitab 

PB tertulis pertama kali dalam Bahasa Yunani dihembuskan oleh Byzantium. 

Ideologi ini sempat mereka tawarkan kepada Gereja Rasuliah lain, namun tidak 

semua menerimanya. Terutama Church of The East pemilik Peshitta, kitab suci yang 

berasal dari naskah-naskah Aramaik PB tulisan para rasul yang mereka salin ulang. 

sebab  berada di bawah kekuasaan Kerajaan Persia, maka gereja ini tidak berkontak 

dengan Gereja Rasuliah lainnya. Ini menguntungkan mereka sebab  Gereja Byzantium 

tidak bisa menguasai mereka seperti mereka melakukannya pada wilayah Gereja 

Antiokia di Asia Minor. Wilayah itu jatuh ke tangan Byzantium. Selain itu ada juga gereja 

Etiopia dan Celtic yang jauh dari jangkauan Byzantium. Helenisasi tidak terpengaruh 

pada gereja-gereja ini. 

Messianic Judaism tidak punya hubungan hostoris dengan Nasrani awal. Semoga 

suatu saat semakin banyak dari mereka yang memahami sejarah Nasrani dan ajaran 

semitik yang terus dipelihara sebagian Gereja-gereja Rasuliah. 

 

35. Ajaran KM: Kitab-kitab PB ditulis pertama kali dalam Bahasa Ibrani. 

Perbandingan dengan ajaran Nasrani: 

Ajaran Hebrew Primacy atau keyakinan Bahasa awal kitab suci PB yaitu  Ibrani 

itu Baru dilahirkan di abad 19 oleh komunitas Messianic Judaism. Tidak ada bukti bahwa 

kitab-kitab PB ditulis pertama kali dalam Bahasa Ibrani. Dari Messianic Judaism, 

pemahaman ini mengalir ke Kristen Mesianik di negara kita . Pemahaman Hebrew 

Primacy sengaja diciptakan pada awalnya untuk menarik Yahudi menjadi lebih mudah 

percaya Yeshua itu Mesias mereka.  

Salah satu kitab yang menjadi pegangan Mesianik yaitu  Injil Matius Shem Tov. 

Mereka tidak sadar bahwa penulisnya, Shem Tov ben Isaac ben Shaprut yaitu  seorang 

 

Rabbi Yahudi yang menolak Yeshua sebagai Mesias. Atau sadar, hanya pura-pura saja 

tidak peduli demi menguatkan ajaran mereka yang kekurangan bukti. Tidaklah heran 

ini menyebabkan ayat-ayat di dalamnya yang jelas-jelas mencatat Yeshua yaitu  Sang 

Mesias menjadi hilang. Injil Shem Tov sebenarnya Baru ditulis pada tahun 1380. 

Pengajar Mesnianik acapkali mengambil sumber Papias oleh Eusebius Pamphili, 

Uskup Kaisarea, Palestina, tahun 314 yang menulis demikian dalam yunani:  

 

“MATQAIOS MEN OUN hEBRAIDI DIALEKTWi TA LOGIA SUNETAXATO, 

hHRMHNEUSEN D AUTA hWS HN DUNATOS hEKASTOS”.  

 

Dalam terjemahan Inggrisnya diyakini demikian:”Matthew collected the oracles in the 

hebrew LANGUAGE, and each interpreted them as best he could”. Seharusnya ditulislan 

“Dialect Hebrew” (Dialek Ibrani) bukan ‘Hebrew language’ (Bahasa Ibrani). Dialek Ibrani 

yaitu  aramaik. Dialek dan bahasa yaitu  dua kosakata yang berbeda makna. 

Kitab Ibrani PB lain seperti DuTillet dicatat sekitar tahun 1550. Jauh sekali dari 

abad 1. Uskup Katolik Roma, Jean DuTillet yang menemukan manuscript Injil Matius 

berbahasa Ibrani ini  menulis: 

the Gospel of Matthew in Hebrew, which I would not presume to suggest Matthew 

wrote by divine inspiration in his own language . . . but yet I can affirm is clearly not 

in the Rabbinic style, and is written in a pure form of the language that in no way 

resembles the writings of post-Christian Judaism.77 

Uskup DuTillet sendiri meyakini bahwa manuscript ini bukanlah hasil karya Mar Mattai 

(Matius) di abad 1, jika ada pihak-pihak di abad 21 ini yang meyakininya itu yaitu  

tindakan yang tidak beralasan. Tidak ada satupun uskup Roma Katolik yang meyakini 

bahwa injil Matius dan kitab-kitab PB ditulis dalam bahasa Ibrani. 

Selain Injil Matius Shem Tov dan DuTillet, berikutnya yaitu  Injil Matius 

Munster. Naskah Injil ini ditemukan oleh Sebastian Munster sekitar tahun 1550. 

Disinyalir injil ini diterimanya dari seorang Yahudi yang menerjemahkannya sendiri 

dari naskah Yunani untuk pemakaian pribadi. Sebabstian Munster berkeyakinan 

Lutheran atau Reform, suatu denominasi Protestan di abad 16. Semua pengajar 

Lutheran meyakini Supremasi Yunani, tidak Ibrani atau Aramaik. Jadi, berpegang pada 

injil Munster untuk meyakini bahwa kitab-kitab PB awal berbahasa Ibrani yaitu  suatu 

langkah yang tidak masuk akal juga seperti upaya menegakkan benang basah. Apalagi 

belakangan diketahui bahwa Munster sendiri tidak puas akan isi naskah ini  dan 

berusaha memperbaikinya.  

 

 

Tabel 3.3 Naskah-naskah Injil Matius Ibrani 

No Nama Injil Penemu/Penulis 

Tahun 

ditemukan 

Tentang Penulis 

Matius Shem 

Tov 

Rabbi Shem Tov ben Isaac ben 

Shaprut  

1380 

Rabbi Yahudi pewaris 

ajaran Farisi, tidak 

meyakini Yeshua 

yaitu  Sang Mesias. 

                                                          

77 Pinchas Lapide, Hebrew in the Church, halaman 58, tahun 1984 

_____________________

Halaman 101 dari 196 

No Nama Injil Penemu/Penulis 

Tahun 

ditemukan 

Tentang Penulis 

2 Matius DuTillet Uskup Jean DuTillet 1550 

 

Uskup Roma Katolik 

di Santo Breauc, 

Perancis. 

 

Matius 

Munster 

Sebastian Munster 1550 

 

Biarawan Gereja 

Lutheran (Gereja 

Reform), penganut 

Sola Scriptura 

Protestanisme. 

 

 

Selain ketiga injil Ibrani di atas, sampai saat ini sama sekali tidak ditemukan 

adanya naskah-naskah tua PB berbahasa Ibrani. Andaikata ketiga naskah di atas 

membuktikan bahwa injil Matius dituliskan di awal dalam bahawa Ibrani, bukan 

berarti semua kitab dalam PB dicatat dalam bahasa Ibrani juga. Sama sekali tidak 

ada bukti. 

Berbeda dengan umat Nasrani, kami meyakini bahwa Injil dan banyak surat lain 

ditulis dalam bahasa Aramaik. Bahasa Ibrani di abad 1 hanya dipakai dalam peribadatan 

sinagoga, dulu ini yaitu  bahasa yang mati suri, hampir punah. Baru di abad 20, paska 

berdirinya Negara Israel, mereka bersatu menyakini bahwa sejak abad 1, bahasa 

mereka selalu bahasa Ibrani. Secara tradisi, Nasrani meyakini bahwa kitab-kitab PB 

awal ditulis dalam bahasa Aramaik, terutama keempat injil. Mar Eshai Shimun, Yang 

Mulia Patriakh Church of The East menyatakan bahwa:  

 

“ Dengan mengacu .... keaslian teks Peshitta , sebagai Patriakh dan Kepala 

Kudus Apostolik dan Katolik Gereja Timur , kami ingin menegaskan, 

bahwa Gereja Timur menerima sendiri dari tangan Rasul diberkati dalam 

bahasa Aram asli, bahasa yang digunakan oleh Tuhan kita Yeshua Mshikha 

sendiri , dan bahwa Peshitta yaitu  teks dari Gereja Timur yang telah 

turun dari zaman Alkitab tanpa ada perubahan atau revisi". 

 

Kembali untuk menegaskan kebenaran Peshitta, Patriakh Roma Katolik, Maximus 

(Vatican II) menyatakan dengan jelas bahwa: 

 

"Meshikha, bagaimanapun berbicara dengan dalam bahasa sezaman-Nya . 

Dia melayangkan korban pertama dari Ekaristi dalam bahasa Aram, 

bahasa yang dimengerti oleh semua orang yang mendengar-Nya . Para 

Rasul dan Murid melakukan hal yang sama dan tidak pernah dalam 

bahasa lain …"78 

 

Yang menjadi saksi penulisan kitab yaitu  para pemimpin Gereja Rasuliah, bukan 

pemimpin Messianic Judaism Modern dan bukan pula pemimpin Kristen Mesianik. 

Mengapa? Ya sebab  para pemimpin Gereja Rasuliahlah yang menulis, menerjemahkan, 

                                                          

 

menyalin ulang, dan mengkanon pertama kali, serta memelihara kitab-kitab Nasrani. 

Jika kedua ajaran yang berbeda sumber dan berbeda usia ini dindingkan ditemukan 

adanya perbedaan, itu merupakan hal yang wajar. 

 

 

36. Ajaran KM: Ada banyak kata Ibrani dalam kitab-kitab PB seperti: ABBA, 

MARANATHA, RABUNI, TALITAKUM, EPHATA, HOSANA, ELI ELI LAMA SABAKHTANI 

79 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Mirip bukan berarti sama. Bahasa Ibrani dan Aramaik itu yaitu  dua bahasa yang 

berbeda. Para Rasul dan Maran Yeshua yaitu  orang-orang yang mayoritas berasal dari 

Galilea dengan bahasa Aramaik dialek Galilea. 

Tabel 3.4 Kata aramaik dalam kitab-kitab PB 

No Kata Aramaik Arti Ayat  

1 Talitha koum 

 

Kata 'ţlîthâ' yaitu  bentuk feminim 

dari 'ţlê', artinya 'muda'. 'Qûm' 

yaitu  kata erja 'bangunlah'  

 

Mark 5:41 

2 Ephphatha 

Bentuk pasif imperatif kata kerja 

'pthaħ', artinya 'membuka' 

Mark 7:34 

3 Abba Bapa  

 

Mark 14:36; Rom 

8:15; Gal 4:6.  

 

4 Raca kosong, bodoh, kepala kosong  

 

Mat 5:22 

 

5 Mammon Mammon 

Luke 16:9-13; 2 

Clement 6 

6 Rabboni Guru 

John 20:16; Mark   

10:51 

7 Maranatha Maran datanglah 

Didache 10; 1 

Corinthians 16:22 

8 Eli Eli lema sabachthani mengutip baris pertama Maz 22  

 

Mat 27:46; Mark   

15:34 

 

No Nama Orang Arti Ayat  

9 Bartholomew 

 

Mungkin 'anak pembajak' atau 

'anak alur'  

 

Mat 10:3  

10 Simon bar-Jona  Simon putra Yonah  

 

Mat 16:17  

 

                                                

No Nama Orang Arti Ayat  

11 Simon bar-Jochanan  Simon putra Yuchnan Yoh 1:42  

12 Barabbas Putra Bapa Mat 27:16  

13 Bartimaeus 

Mungkin 'anak haram' atau 'anak 

pelacur' 

Mark  10:46  

14 Barsabbas Putra Shabbat Kis 1:23  

15 

Yosip yang disebut 

Barnabah  

Putra nubuatan atau Putra Nabi  Kis 4:36  

16 Boanerges Putra halilintar Mar 3:17 

17 Keipha Pilar/batu Yoh 1:42; 1 Kor 1:12 

18 

 

Tabitha 

 

Ţvîthâ' artinya 'gazelle'. Kis 9:36 

No Nama Lokasi Arti Ayat  

19 Gethsemane 

'Gath-Šmânê', artinya 'pemerasan 

minyak' atau 'oil vat' (berkenaan 

dengan olive oil).  

Mat 26:36; Mark   

14:32 

20 Golgotha tempat tengkorak 

Mark   15:22; John 

19:17 

21 Akeldama Ladang darah Kis 1:19 

 

Untuk berdiskusi secara langsung perihal kata-kata Aramaik dalam kitab-kitab 

PB bisa ikuti forum Peshitta.org/forum yang diasuh oleh Shamasha Paul Younan dari 

Assyrian Church of The East.  

 

37. Ajaran KM: Wanita tidak masalah menjadi gembala. 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Semua pemimpin Nasrani di abad 1 yaitu  kaum Pria. Jenjang Shamasha 

(Deacon) ke atas yaitu  posisi yang ditempati oleh kaum Adam. Sementara Tahbisan 

Minor bisa diisi oleh kaum Hawa. Tradisi kepemimpinan pria pada komunitas Nasrani 

ini mengikuti tradisi agama Judaism sebab  Nasrani lahir dari rahim Yahudi.  

Seiring waktu berjalan, ada kepergerakan  di dalam Judaism dan Nasrani sehingga 

melahirkan cabang-cabang yang membuka jalan bagi kepemimpinan Wanita. Salah satu 

Gereja Rasuliah yang melakukan ini yaitu  Anglican. Sementara di dalam Judaism, 

selain sekte Orthodox Judaism memberi  kesempatan wanita menjadi pemimpin.  

Nasrani di negara kita  mengembalikan tradisi ke format awal, Gembala atau uskup 

yaitu  jabatan khusus untuk kaum pria. Namun demikian, wanita bisa saja menjadi 

pemimpin ibadah di dalam Biara Wanita. Tentu saja, sebab tidak seorang priapun 

diperbolehkan memasuki area ini . 

  

38. Ajaran KM: Ibadah hari Minggu yaitu  ibadah penghormatan Dewa Matahari.  

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Peribadatan di hari minggu sudah dimulai kaum Nasrani khususnya kaum goyim 

sejak abad 1, ini tercatat di dalam Kisah Para Rasul 20:7. Saat peribadatan Shabbat 

dilaksanakan biasanya tempat ibadah itu penuh sesak oleh Yehudim Nasrani. Mereka 

kehabisan roti perjamuan sampai ibadah selesai. sebab  itulah mereka memulai ibadah 

lagi sesudah  Shabbat Sabtu berakhir. Ibadah dimulai di malam Sabtu atau Minggu pagi. 

Ini sudah jatuh pada hari Minggu atau hari pertama sebab  waktu dalam Judaism 

dimulai saat matahari terbenam.  

Siddur (Liturgi) Nasrani pertama yang dibuat yaitu  Siddur Mar Yakub (Saint 

James Divine Liturgy). Siddur ini bisa dipakai untuk peribadatan Sabtu dan Minggu. 

Peribadatan di hari minggu lalu dikenang sebagai peringatan kebangkitan Maran 

Yeshua. Hari Minggu kemudian disebut sebagai Hari Maran. 

Mulai di abad 4, sesudah  Gereja Rasuliah Roma mengganti Shabbat Sabtu menjadi 

Minggu, mulailah polemik ini. Gereja Rasuliah lain terus meyakini bahwa Shabbat 

yaitu  Sabtu, namun fokus pada peribadatan di hari Minggu untuk peringatan 

kebangkitan Maran. Tindakan Roma Katolik yang menyimpang ini lalu ditafsirkan lagi 

sebagai suatu cara mereka melakukan peribadatan kepada Dewa Matahari oleh pihak 

Anti Katolik Roma. 

Nasrani di negara kita  tetap melestarikan peribadatan Shabbat Sabtu dan Minggu. 

Namun sebab  saat ini masih dalam masa perintisan maka fokus saat ini yaitu  

Shabbatnya terlebih dahulu. Perayaan Minggu dilaksanakan mulai Tutup 

Shabbat/Havdallah, dan bisa sampai jam 10 pagi Minggu. 

 

39. Ajaran KM: TRITUNGGAL itu SALAH 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Nasrani megajarkan bahwa Tuhan (Aram: Alaha) itu SATU, Dia yaitu  Maryah 

Alaha, Sang Pencipta. Semua rasul dan para murid yang diutus dalam ladang-ladang 

penginjilan memahami Alaha yang satu ini dalam nuansa pengajaran semitik (Aramiak-

Ibrani). Alaha yang satu ini, bisa dibedakan menjadi 3 aspek (aramaik: qnume), yaitu 

Sang Bapa, Sang Putra, dan Sang Bunda Roh Kudus. Ketiga aspek ini berperan dalam 

penciptaan. Alaha itu satu, dengan 3 aspek bukan 3 pribadi. Sebab kata ‘pribadi’ tidak 

bisa dilekatkan pada Tuhan, hanya kepada manusia. Ketigannya ini disebut sebagai 

Tlithayutha.  

Sang Bapa yaitu  sumber segalanya, Sang Putra yaitu  Sang Sabda (Aram: 

Miltha) yang memulai penciptaan, sementara Sang Bunda Roh yaitu  Yang 

Menghidupkan. Ketiganya hanya aspek dari Keilahian (Aram: Alahota) yang bekerja 

bersamaan. Saat selesai penciptaan, Tuhan yang Maha Segalanya, tidak bisa hadir secara 

langsung ke bumi. Mengapa? sebab  Dia yaitu  Api Yang Menghanguskan (Aramaik: 

Aisha dMiltha, Ibrani 12:29). Oleh sebab  itu, Sang Putralah yang datang ke bumi dan 

 

berkontak dengan banyak manusia dari banyak suku bangsa, salah satunya yaitu  

Mosha, dari Israel. Dia memperkenalkan Nama-Nya YHWH (baca: Maryah). Sang Miltha 

bisa berwujud apa saja saat Dia berkontak dengan manusia, dari referensi Tanakh, bisa 

dilihat bahwa Dia sempat menjadi Imam Besar Melkisedek yang menjumpai Avraham, 

Sempat menjadi Semak Duri Terbakar tapi tidak hangus, sempat menjadi Tiang Awan 

dan Tiang Api, dan lainnya bahkan dalam wujud Teofani menjadi Malakh (Malaikat). 

Dialah Sang Putra.  

Sang Bunda Roh Kudus yaitu  aspek Feminim Alaha. Dalam Bahasa Ibrani, kata 

‘Ruach’ dan Bahasa Aramaik kata ‘Rukha’ (negara kita : Roh) itu bergender Feminim. Saat 

diterjemahkan ke dalam Yunani, gendernya berubah. Sama seperti Sang Bapa bukan 

berarti Tuhan itu berjenis kelamin seperti dewa pagan atau manusia, demikian juga 

Sang Roh, bukanlah Dewi Pagan atau wanita. Ini hanya ungkapan saja, bahwa Bapa dan 

Bunda beserta Putra yaitu  Konsep keluarga yang datang dari Sorga. Keluarga yaitu  

sebuah lembaga yang dibentuk di sorga dan diturunkan kepada manusia. Lebih jauh, 

kata ‘Shakinah’ berasal dari kata ibrani ‘Shakan’ itu artinya yaitu  Hadirat Tuhan. Itu 

juga yaitu  Tuhan dalam gender Feminim, itulah Sang Roh Kudus yang tercatat di 

dalam Tanakh. Di dalam Surat Kisah Rasul Thomas tercatat jelas bahwa sosok ini 

disebut sebagai BUNDA ROH KUDUS.80 Frasa ‘El Shaddai’ dalam Bahasa Ibrani, arti 

harafiahnya yaitu  ‘Tuhan Payudara’. Ini yaitu  frasa yang bermakna bahwa Tuhan itu 

pemelihara seperti seorang bunda yang menyusui si anak. Frasa ini menampilkan sosok 

kelembutan Tuhan. Perhatikan bedanya dengan karakter Sang Bapa yang tegas, 

menghukum yang salah, bahkan membunuh musuh untuk menjaga anak-Nya. Itulah 

peran Sang Bapa yang maskulin. Sekali lagi, ketiganya bukan tiga Pribadi, hanya tiga 

aspek saja. Ketiganya bukan manusia yang memiliki alat kelamin, itu hanya Gambaran 

karakter saja. Tuhan sebenarnya ya hanya itu-itu saja. Dia tidak berubah dari dahulu, 

sekarang, dan selamanya. Inilah Sang Tlithayutha itu. 

Di saat kitab-kitab PB diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lain, barulah 

muncul istilah ‘trinity’ (eng) atau ‘Trinitas’ (negara kita ). Saat proses penerjemahan, ada 

banyak kata semitik (Aramaik-Ibrani) yang tidak tepat diterjemahkan, maklum saja 

memang demikianlah tantangannya dalam penerjemahan. Oleh sebab  itu sama sekali 

tindakan yang kurang bijak, mencoba memahami kitab terjemahan tanpa memahami 

tradisi semitik Nasrani. Nasrani lahir dari Rahim Judaism, lahir di alam semitik bukan 

Helenis, bukan Inggris, bukan Jawa, dan lain-lain. Pahamilah kitab suci Nasrani dengan 

pola pikir kembali ke akar semitik (aramaik dan Ibrani).  

Jika memakai pola pikir Helenis yang biasa dengan penyembahan dewa-dewi, 

maka akan berefek pada pemahaman Tuhan yang terdiri dari 3 (tiga) pribadi. Ini tentu 

saja berbeda pemahaman dengan pola pikir semitik yang dengan tegas mengajar bahwa 

Tuhan itu satu. Satu ya satu bukan tiga. Helenisme akan menekankan pada angka 3, 

sementara semitik akan menekankan 1-nya. Tuhannya sama, hanya dari mana 

pendekatan itu diambil, maka akan menimbulkan pengajaran yang berbeda penekanan.  

                                                          

 

40. Ajaran KM: Yeshua dan para murid-Nya berbahasa Ibrani. 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Kendati nama Yeshua itu yaitu  nama Ibrani, bukan berarti Dia berbahasa 

Ibrani, demikian juga dengan murid-murid-Nya. Tidak ada tradisi Judaism, nama dan 

bahasa sehari-hari itu haruslah sama. Sama saja dengan tradisi orang negara kita  yang 

tinggal diperkotaan, banyak yang memberi nama anak mereka ke-Barat-Baratan, tapi 

tetap saja si anak tidak berbahasa Inggris, namun  berbahasa negara kita  seperti ibu 

bapaknya. Yeshua juga demikian, Dia sesuai tradisi bernama Ibrani, namun berbahasa 

sehari-hari Aramaik. Setali tiga uang dengan Maran Yeshua, para murid-Nya juga 

demikian. Mereka semua berbahasa sehari-hari Aramaik Dielek Galilea, sebab  

kebanyakan dari sana.  

Pengajaran Yeshua dan para murid berbahasa Ibrani berasal dari Messinic 

Jewish yang juga terpengaruh dari adanya kebangkitan negara Israel di abad 20. Pada 

suatu kesempatan, PM Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa bahasa Yeshua 

yaitu  Ibrani, hal ini dibantah oleh Paus Francis yang menjelaskan bahwa bahasa-Nya 

saat itu yaitu  Aramaik. Perbedaan pendapat ini menjadi sorotan media masa saat 

keduanya bertemu Mei 2014 yang lalu. 

 

 

Gambar 3.5 PM Israel dan Paus Francis Roma Katolik. Sumber: washingtonpost.com  

 

Sebagai gereja yang berdiri di abad 1, Gereja-gereja Rasuliah bisa memahami 

dengan jelas dan cukup detail apa yang terjadi pada Yeshua, sebab  gereja rasuliah 

yaitu  saksi matanya. Saat itu negara Israel belum ada, komunitas Mesianic Jewish 

belum ada, apalagi Kristen Mesianik. Jadi, sumber referensi yang paling kuat untuk 

mengetahui bahasa apa yang dipakai oleh Yeshua sehari-hari tentunya yaitu  gereja 

rasuliah sendiri yang terus eksis sampai abad 21 ini.  

Selain dari sumber pengajaran Gereja Rasuliah, fakta bahwa Yeshua dan 

Yehudim di abad 1 berbahasa Aramaik, bisa didapatkan dari para sejarawan yang 

menyatakan pendapat bahwa Aramaik dialek Galilea yaitu  bahasa sehari-hari Yeshua  

dan para murid-Nya. Pada waktu itu, Aramaik yaitu  bahasa lingua frangka untuk 

yehudim.81  

 

 

41. Ajaran KM: Kristen Mesianik mengaku sebagai penerus Umat Nasrani atau 

Jemaat Perdana.  

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Jemaat Nasrani sejak abad 1 selalu dipimpin oleh Uskup (Imam Tertahbis), 

bukan oleh pendeta. Nasrani tidak puya hubungan dengan kependetaan. Jemaat Nasrani 

selalu diajarkan untuk tunduk pada Uskup sebagai perwakilan Maran Yeshua, bukan 

kepada pendeta atau Rabbi-Rabbi yahudi Mesianik. Kepemimpinan Nasrani bisa 

bertahan sebab  melestarikan tradisi qadishot Semikha HaSliakhanuth (Pentahbisan), 

tidak hanya sekedar doa plus tumpang tangan dalam peribadatan tanpa siddur (liturgy) 

asing untuk mengangkat seorang pemimpin komunitas. Kepemimpinan Sanhendrin 

Nasrani selalu berbentuk kolegial keuskupan yang berisi uskup-uskup yang ditahbiskan 

dengan ritual Semikha HaSlikanuth bukan sinode kumpulan pendeta. Jemaat Nasrani 

diajarkan untuk tidak melakukan Torah Sinai (LAI: Hukum Taurat), bukan malah ikut-

ikutan melakukannya seperti kaum Yehudim. Jemaat Nasrani beribadah dengan siddur 

peribadatan kuno, misalnya Siddur Mar Yakub HaTzadiq (St James Divine Liturgi) yang 

dibuat th 50M, bukan siddur buatan lokal oleh pendeta lokal atau adaptasi dari 

peribadatan Messianic Jewish. Jemaat Nasrani yaitu  komunitas yang kaya akan Tradisi 

(Oral Torah), bukan yang menolak tradisi (Sola Scriptura) dan mengadopsi tradisi 

Farisi.  

Seorang pendeta bukan berarti mereka yaitu  orang yang jahat, banyak pendeta 

baik dengan tulus melayani Tuhan Ini bukan masalah pribadi, ini murni masalah 

pengajaran saja. Banyak pendeta yang tidak memahami sejarah akibat berada dalam 

sistem pendidikan agama yang keliru. Mereka dididik untuk langsung membaca kitab 

suci tanpa memahami tradisi, tanpa memahami latar belakang sejarahnya. 

Nama ‘Nasrani’ sendiri tidak pernah dipatenkan, sehingga siapapun bisa saja 

mencatut nama kuno ini dan mengklaim diri sebagai bagian umat kuno Yeshua. 

Faktanya sekarang, ada benar-benar umat Nasrani yang sekuat tenaga melestarikan 

ajaran kuno dan ada yang membuat ajaran anyar. Intinya yaitu  Kristen Mesianik itu 

bukanlah Nasrani kuno. 

 

 

PERBADINGAN KRISTEN MESIANIK –GEREJA RASULIAH- GNI 

Adapun perbadingan ringkas antara komunitas Kristen Mesianik, Gereja 

Rasuliah pada umumnya, dan Gereja Nasrani negara kita  bisa terlihat jelas pada tabel di 

bawah ini: 

 

 

Tabel 3.5 Perbandingan Kristen Mesianik-Gereja Rasuliah-GNI 

No Ajaran Kristen Mesianik Gereja Rasuliah (GR) Nasrani di negara kita  (GNI) 

1 Mulai berdiri 

Dimulai tahun 

2000-an (abad 21) 

Dimulai abad 1 

Dimulai 2013 lalu masuk ke 

dalam Tahbisan abad 1 

2 Penulis Kitab Bukan 

Ya, semua penulis kitab 

yaitu  bagian dari GR. 

GR yaitu  pemilik 

kepusatakaan 

besar/Museum. 

Bukan, hanya sebagai 

pewaris naskah kitab GR yg 

sebagian disimpan di 

Museum keuskupan di 

Australia. 

Pembuat 

tradisi 

 

Ya, tradisi sendiri 

atau modifikasi 

tradisi Farisi 

 

Ya, Tradisi Nasrani 

kendati ada 

penyimpangan seiring 

waktu berjalan 

Bukan, hanya sebagai 

pewaris Tradisi Nasrani 

bercorak  

Pelestari 

tradisi Nasrani 

  

Tidak 

Ya, disesuaikan dengan 

budaya lokal 

Ya, disesuaikan dengan 

budaya lokal 

Kanon Kitab 

Suci 

Bukan pelaku 

Kanon. Ikut kanon 

66 kitab Protestan 

Pembuat Kanon Kitab 

Suci, setiap GR berhak 

menentukan Kanon 

masing-masing 

 

Bukan pelaku Kanon, hanya 

menjadi pewaris dan tidak 

membatasi jumlah Kitab 

 

Penganut Sola 

Sciptura abad 

16 

Mengakui 

Sangat Menolak sebagai 

pewaris tradisi 

Sangat Menolak sebagai 

pewaris tradisi 

 

 

Torah yang 

diakui 

sekarang 

 

Ada yang meyakini 

Torah Sinai, ada 

yang menolaknya 

Torah Mesias Torah Mesias 

Dewan 

Sanhendrin 

Memiliki Sinode 

terpisah-pisah dan 

tidak ada 

kesepakatan akan 

Torah yang 

dijalankan 

Sanhendrin yaitu  

dewan Keuskupan 

Sanhendrin yaitu  Dewan 

Kesukupan di Australia, 

kedepannya sesudah  jumlah 

jemaat banyak aka nada 

Sanhendrin di negara kita  

Hubungan 

sejarah 

dengan 

Nasrani awal 

Tidak ada 

Terhubung dengan rantai 

tahbisan 

Terhubung dengan 

Tahbisan Petrus, Mar 

Thoma, dan Mar Addai 

10 

Peran 

kenabian 

Tidak ada  

Jarang, menekankan ke 

tradisi 

Di negara kita  belum punya 

nabi, masih dalam tahapp 

pembelajaran. Peran 

kenabian/mistika masih 

mengacu kepada para 

mistikis di Australia 

11 

Pemimpin 

Wanita 

Ok Mayoritas tidak 

 

Tidak, melestarikan tradisi 

Judaism dan Nasrani awal 

  

No Ajaran Kristen Mesianik Gereja Rasuliah (GR) Nasrani di negara kita  (GNI) 

12 

Pemimpin 

Pendeta 

Ya 

Dilarang. Dipimpin 

Imam/uskup 

 

Dilarang. Dipimpin 

Imam/uskup 

 

13 

Sifat 

kepemimpinan 

Diangkat dan bisa 

mengangkat diri 

sendiri menjadi 

pemimpin 

Hanya diangkat, tidak 

bisa memimpin tanpa 

ditahbiskan oleh Imam 

Tertahbis 

 

Hanya diangkat, tidak bisa 

memimpin tanpa 

ditahbiskan oleh Imam 

Tertahbis 

14 Imam 

Setiap jemaat dan 

pelayan Tuhan 

termasuk pendeta 

yaitu  imam 

Imam diangkat dari 

jemaat oleh Uskup yang 

ada 

Imam diangkat dari jemaat 

oleh Uskup yang ada 

15 

Keimamatan 

Melkisedek 

Tidak diajarkan 

sama sekali, hanya 

percaya bahwa 

Yeshua yaitu  

Imam Besarnya. Di 

bawah-Ny ada 

banyak pendeta 

Sejak abad 1 sudah 

merumuskan jenjang 

keimamatan Melkisedek 

sbg pengganti 

keimamatan Lewi 

Di negara kita  sudah 

dipimpin oleh Uskup, 

jenjang tertinggi 

keimamatan Melkisedek. 

Beliau dibantu oleh 

beberapa Shamasha 

(deacon) di Medan, 

Tarutung, Jakarta, Bekasi, 

Jogyakarta, Surabaya, dan 

Madiun. 

16 

Messianic 

Jewish 

Sebagai kiblat 

pengajaran selain 

penafsiran sendiri 

Tidak ada hubungan Tidak ada hubungan 

17 Helenisme Menolak 

Gereja Byzantium yaitu  

sumbernya, namun tidak 

semua terkena imbasnya 

 

Menolak 

18 

Teologi 

Pengganti 

 

Menolak 

Banyak GR yang 

mengakuinya juga 

Menolak 

19 Anti Allah Ya Tidak Tidak 

20 

Menyebut 

'Yahweh' 

Mayoritas Ya, 

mengajarkan 

jemaat 

menyebutnya 

secara langsung 

Tidak Tidak 

21 

Sumber 

pendidikan 

STT yang berasal 

dari 

perkembangan 

pendidikan Era 

Skolastik abad 15 

Pemuridan dan seminari 

abad 1 

 

Pemuridan dan seminari St 

Basel. Seminari berasal dari 

sistem pendidikan abad 1 

Nasrani 

 

22 

Hari 

peribadatan 

Sabtu dan Minggu, 

ada yang anti 

Minggu 

 

Sabtu dan Minggu 

Baru di hari Sabtu, semoga 

tahun depan bisa memulai 

peribadatan Hari Minggu 

 

No Ajaran Kristen Mesianik Gereja Rasuliah (GR) Nasrani di negara kita  (GNI) 

23 Shabbat Sabtu   

 

Mayoritas mengakui 

Sabtu 

 

Sabtu 

24 

Siddur untuk 

Shabbat 

(Liturgi ibadah)  

Buat sendiri hasil 

adopsi dari 

Messianic Jewish 

Melestarikan semua 

siddur kuno 

Melestarikan siddur uskup 

Yerusalem I, Mar Yakub 

HaTzadiq 

25 Doa Harian 

Ada yang 

mengikuti Doa 

harian 3x sehari 

mengikuti 

Shemoneh Esrei 

Judaism 

7x sehari, tidak 

diwajibkan. Siddur 

berasal dari Gereja Syria 

Antiokia dan diadopsi 

sesuai tradisi Gereja 

Rasuliah masing-masing 

 

7x sehari, tidak diwajibkan. 

Siddur berasal dari Gereja 

Syria Antiokia yang 

diadaptasi dari beberapa 

tradisi Gereja Rasuliah 

lainnya 

 

26 

Perayaan Natal 

25 Desember 

Anti Natal 25 

Desember 

Mayoritas merayakan 

Natal 25 Desember 

 

25 Desember merayakan 

Perayaan Terang (masa 

Miriam mengandung), ini 

bukan perayaan kelahiran 

Yeshua 

 

27 Perayaan Ester Anti Easter 

Mayoritas merayakan 

Easter 

Tidak merayakan Easter 

tapi Pesakh Nasrani 

28 Babtisan 

Selam, ada yang 

ditambah Baptis 

Pembaharuan 

Baptisan Air 

(diselam/dituang), 

Baptisan Roh Kudus 

(diolesi minyak) 

Baptisan Air 

(diselam/dituang), Baptisan 

Roh Kudus (diolesi minyak) 

29 

Tumpang 

tangan 

Dilakukan 

pemimpin kepada 

orang sesuai 

dorongan hatinya 

Bagian dari Ritual 

Pentahbisan 'Semikha 

HaSlikanuth' untuk 

melakukan estafet 

otoritas 

 

Bagian dari Ritual 

Pentahbisan 'Semikha 

HaSlikanuth' untuk 

melakukan estafet otoritas 

30 Sunat jasmani 

Ada yang 

mengharuskan, 

ada yang tidak 

Menolak sunat jasmani 

sejak konsili Yerusalem 

50 M sbg bagian dari 

halakha 

Menolak sunat jasmani 

sejak konsili Yerusalem 50 

M sbg bagian dari halakha 

31 Biara 

Tidak ada, tidak 

pernah diajarkan 

peruntukannya 

Ada dan banyak 

Ada, masih mengikuti biara 

di Keuskupan Australia 

  

Untuk mempelajari Sejarah Tahbisan GNI dan hal-hal yang berkaitan dengan 

tahbisan lebih jauh, silahkan membaca Lampiran 11 SUKSESI RASULIAH: TAHBISAN, 

AJARAN RASULIAH, DAN GEREJA RASULIAH, karya Uskup Mar Nicholas Lumbantoruan. 

 

 

Dari uraian sejarah berdiri, asal-muasal ajaran, tokoh-tokoh pengajar, sampai 

perbandingan ajaran antara Kristen Mesianik dan Gereja Nasrani negara kita  maka bisa 

diambil kesimpulan bahwa kedua komunitas ini memiliki ajaran yang sangat-jauh 

berbeda. Ujung pangkal ajarannya juga berbeda kendati sama-sama mengklaim sebagai 

penganut ajaran Nasrani awal. 

Sementara jika pengajaran Kristen Mesianik dibandingkan dengan pengajaran 

Gereja Rasuliah (yang berdiri pada abad 1 Masehi) pada umumnya juga jauh berbeda, 

terutama sebab  Kristen Mesianik tidak mewarisi Tradisi, namun memeluk ajaran Sola 

Scriptura abad 16 yang digagas oleh Martin Luther.   

sesudah  membaca keseluruhan isi artikel  ini, ada baiknya para pembaca tidak 

terlalu cepat menentukan pilihan apakah isi artikel  ini benar atau salah. Dan jangan juga 

cepat memutuskan mana komunitas yang mewakili ajaran awal Nasrani. Silahkan 

periksa sejarah, baik itu sejarah perpergerakan  _____________________dengan bertanya 

kepada tokoh-tokohnya yang saat ini banyak menjadi gembala, maupun kepada tokoh 

sentralnya, madam nyonya  Ema  Tan langsung. Lalu pelajarilah sejarah penyebaran agama Nasrani 

sejak abad 1, terutama abad 1 sampai 3 sebelum sah berdirinya sistem kepatriakhan 

Gereja Rasuliah yang menularkan virus Helenisme ke dalam Gereja Rasuliah lainnya dan 

gereja-gereja non rasuliah. Yang terakhir yaitu  pelajarilah sejarah dari sudut netral, 

yaitu dari tulisan para sejarawan. 

Kunci penting dalam mengetahui apakah ajaran yang kita pegang itu benar 

atau salah, yaitu  sejarah. Janganlah ini menjadi momok. Nasrani bukan agama 

kemarin sore, Nasrani yaitu  agama yang berusia 21 abad. Dalam perjalanan waktu ada 

_____________________

Halaman 113 dari 196 

banyak hal yang membuat ajaran ini bias. Mau tidak mau kita harus memahami sejarah 

dengan baik.  

Tidak semua sejarah yang dituliskan di dalam internet yaitu  benar sesuai fakta, 

paling tidak kita harus berusaha mencerna catatatan sejarah dari berbagai pihak. Lalu 

dengan sikap kritis dan meminta pimpinan Tuhan kita bisa menyimpulkan untuk 

memilih cerita sejarah yang mana yang harus dipegang. 

Mengapa tidak cukup menguji suatu ajaran hanya dengan Kitab Suci saja? 

Pertama, terjemahan Kitab suci saat ini sangat beragam, untuk mengetahui Naskah 

aslinya belum tentu kita semua paham bahasa awalnya dengan baik. Kedua, kalaupun 

kita paham bahasa aslinya, masih ada banyak hal dalam Kitab Suci yang tidak tercatat 

dengan DETAIL. Contohnya yaitu  Baptisan, bagaimana ritualnya, selam atau percik, 

anak mengapa ikut dibaptis, bagaimana seorang yang sakit kritis berbaring di rumah 

sakit bisa dibaptis, dan lain-lain. Kristen yang bukan berasal dari Gereja Rasuliah tidak 

akan paham bahwa semua kitab suci yang dipegang itu berasal dari tradisi. Jadi, 

pakailah Kitab Suci sebagai referensi berikutnya selain sejarah. Dengan belajar sejarah, 

kita akan paham penyebaran ajaran Nasrani, tradisi-tradisi Nasrani, makna tersirat di 

balik ayat-ayat kitab suci, siapa penulis kitab-kitab dan hubungannya dengan Gereja 

Rasuliah, dan tentu saja sejarah Kanonisasi kitab suci. Kitab Suci tidak turun dari langit! 

Setiap kitab punya sejarah, mengapa itu bisa ada dan terpelihara. Apabila, kita fokus 

pada ayat-ayat kitab suci saja, maka pemahaman kita perihal ajaran Nasrani awal 

sangatlah minim, bahkan bisa bias. Kitab suci bukanlah novel yang jika tidak dipahami 

isinya, bisa ditebak-tebak artinya. Periksalah setiap ayat dalam kitab suci sesuai 

konteksnya.  

Tidak ada paksaan sedikitpun untuk memahami sejarah yang sudah sangat 

panjang. Tidak ada paksaan sedikitpun untuk memicu rasa penasaran terhadap ajaran 

kuno nasrani. Semua terpulang kepada pembaca. Bacalah apa yang ingin dibaca, 

renungkan, pegang dengan baik, Imani, lalu berbuatlah kebaikan bagi semua orang. 

Percuma memiliki banyak pengetahuan sejarah dan kitab-kitab tanpa memiliki 

moralitas yang baik.  


SEFER DIDASKALIA PASAL V (Terjemahan Uskup Mar 

Nicholas) 

 

Ajaran Penghakiman  

1 Oleh sebab  itu ini perlu bagimu, wahai uskup, apabila kamu berkotbah, untuk 

bersaksi dan menegaskan mengenai penghakiman seperti dsebutkan dalam Injil.  

2 Sebab bagimulah juga Maran berkata: Dan engkau, anak manusia, Aku telah 

menetapkan seorang penilik bagi umat Israel; supaya engkau mendengar sabda 

dari mulut-Ku, dan memberi  peringatan dan memberitakan hal itu sebagaimana 

dari-Ku. 

3 Dan saat  Aku berkata kepada orang fasik: orang fasik pasti akan mati, dan 

engkau tidak memberitahukan dan mengatakan bahwa orang fasik harus 

meninggalkan kejahatannya: orang fasik itu akan mati sebab  kesAlahannya, dan 

pada tanganmu Aku akan menuntut balas darahnya.  

4 namun  jika engkau memperingatkan orang fasik dari jalan hidupnya yang berdosa, 

dan dia tidak perduli, orang fasik itu akan mati sebab  kesAlahannya, dan engkau 

akan menyelamatkan jiwamu.  

5 Oleh sebab  kepadamu juga, ditanggungkan pertanggungjawaban kesAlahan 

mereka perihal dosa ketidaktahuan mereka, apakah engkau memberitahukan dan 

bersaksi; dan mereka yang hidup tidak disiplin dan tanpa teguran secara terbuka?  

6 Sebaliknya sekarang kita berbicara dan mengulangi perkara-perkara ini 

seringkali, kita tidak tercela; sebab  melalui banyak pengajaran dan mendengar hal 

itu terjadi bahwa seorang laki-laki tahu malu, dan berbuat baik dan menghindari 

kejahatan.  

7 Sebab Maran juga mengatakan dalam Torah: Dengarlah, hai orang Israel; dan 

hingga hari ini mereka tak mendengar.  

8 Dan dalam Injil juga Dia sering menyatakan dan mengatakan; Setiap orang 

bertelinga hendaklah mendengar, biarlah dia mendengar.  

9 Tapi bahkan bukan mereka tak mendengar yang berpikir mereka mendengar; 

sebab mereka melemparkan diri mereka sendiri dengan cepat kedalam kehancuran 

bida’a yang mengerikan: kepada dia yang sabda penghukuman ditujukan.  

10 Sebab kita tak percaya, saudara-saudara, bahwa saat  seorang laki-laki (sekali) 

turun ke dalam air ia akan melakukan lagi perbuatan-perbuatan keji dan kotor dari 

orang penyembaha berhala durhaka. Sebab ini terwujud dan diketahui semua 

_____________________

Halaman 117 dari 196 

orang, bahwa barang siapa yang berbuat jahat sesudah  pembaptisan, sama sudah 

dikutuk kedalam Api Gehenna.  

11 Dan sungguh kita berpikir bahwa memang orang-orang penyembah berhala juga 

akan menghujat dalam hal ini, kita tidak bergaul dengan mereka dan tidak terus 

berhubungan dengan mereka.  

12 Tapi melalui kepalsuan penyembahan berhala saudara-saudara kita mencapai 

kebenaran; dalam Injil Dia bersabda demikian: Berbahagialah kamu saat  mereka 

akan mencela engkau, dan dianiaya, dan berbicara melawanmu dengan setiap 

perkataan jahat demi Aku.  

13 Tapi bersukacitalah dan bergembiralah kamu, sebab upahmu besar di sorga. 

sebab  begitu jugalah nenek moyang mereka menganiaya para nabi.  

14 Jika mereka memfitnah dengan fitnah palsu kepada seseorang, berkatilah dia, 

bahkan jika ia dicobai; sebab Alkitab telah berkata: Orang tidak tergoda, jika ia tidak 

menyetujuinya. 

15 Tapi jika seorang laki-laki dihukum sebab  melakukan perbuatan jahat, ia bukan 

seorang Mshikhani tapi pembohong, dan ia memegang rasa takut akan Maran dalam 

kemunafikan.  

16 Oleh sebab  itu orang-orang ini, saat  mereka telah ditangkap dan dihukum 

oleh kebenaran secara terbuka, biarlah uskup yang tanpa pelanggaran dan tanpa 

kemunafikan menghindari dirinya. 

17 namun  jika uskup sendiri tidak punya hati nurani yang bersih, dan menerima 

orang-orang itu demi uang, atau demi hadiah yang ia terima, dan memberi  

peluang bagi orang fasik berbuat dosa-dosa, dan membuat ia menderita dan tetap 

tinggal dalam Jemaat. 

18 Uskup ini  telah mencemari jemaatnya dan Alaha; ya, dan dengan umat 

juga, dan dengan banyak penerima yang masih muda dalam pikiran mereka, atau 

dengan para pendengar; dan para pemuda dan pemudi di samping itu ia hancurkan 

bersama dengan dia. 

19 sebab  dengan alasan kekotoran dari orang fasik, saat  mereka telah melihat 

satu di tengah – tengah mereka juga akan ragu-ragu dalam jiwa mereka, dan akan 

meniru dia, dan diri mereka sendiri juga akan tersandung dan mengalami penyakit 

yang sama, dan akan binasa dengan dia. 

20 Tapi jika dia yang berdosa melihat uskup dan diakon bersih dari cela, dan 

seluruh kawanan menjadi murni, pertama-tama dari semua ia tidak akan berani 

masuk kedalam jemaat, sebab  ia ditegur oleh hati nuraninya; namun  jika itu terjadi 

ia yaitu  berani, dan masuk kedalam Kehilla dengan kesombongannya, dan ia 

ditegur dan dimarahi oleh uskup, dan melihat semua umat tidak menemukan 

pelanggaran dalam salah satu dari mereka, baik pada uskup maupun dalam orang-

orang yang bersamanya. 

_____________________

Halaman 118 dari 196 

21 Kemudian ia akan masuk kebingungan, dan akan keluar diam-diam, malu besar, 

menangis dan jiwanya menyesal; dan dengan demikianlah kawanan tetap murni.  

22 Selain itu, saat  ia pergi keluar dia akan bertobat dari dosanya dan berduka dan 

berkeluh kesah di hadapan Alaha, dan akan ada harapan baginya.  

23 Dan seluruh kawanan itu sendiri juga, saat  melihat dia akan menangis dan air 

mata manusia mengalir, takut, mengetahui dan memahami bahwa setiap orang 

yang berbuat dosa akan binasa. 

24 Oleh sebab  itu, wahai uskup, berjuanglah untuk menjadi murni dalam 

perbuatan-perbuatanmu. Dan kenalilah tempatmu, bahwa engkau sudah ditetapkan 

menjadi rupa Alaha Mahakuasa, dan memegang tempat Alaha Mahakuasa; dan 

duduklah dalam Kehilla dan mengajar sebagai orang yang memiliki kuasa untuk 

menghakimi mereka bahwa dosa tidak diperkenankan dalam rumah Alaha 

Mahakuasa. Sebab bagimu para uskup dikatakan dalam Injil: Apa yang engkau ikat 

di bumi, akan terikat di surga. 

_____________________

Halaman 119 dari 196 

LAMPIRAN 2 

SEJARAH GEREJA NASRANI negara kita  (GNI) 

 

(1) Tahun 2006, bapak H. Toruan di Jakarta mulai belajar dalam Assembly of Jerusalem 

(AoJ), satu komunitas gereja yang mengklaim suksesi rasuliahnya dari Shliakh Mar 

Keipha, Shliakh Mar Thoma dan Mebaqqer Mar Ya’aqub ha-Tzadik saudara Maran. 

Gereja ini mengklaim suksesinya berasal dari kedua rasul ini  dan satu uskup. Pada 

waktu itu Patriakhnya ke-70; Patriakh Katolikos Rabban Mar Michai Isagelos Kazak 

Yaza ke-XII keturunan dari keluarga Miriam dan etnis Burma. 

Dalam misi pengembangan gereja ini ke seluruh dunia, bapak H.Toruan diangkat 

menjadi Pelayan Awam untuk wilayah negara kita  dibawah seorang mentor Rabban yang 

berkedudukan di Tennesse (USA). Selama tujuh tahun beliau ini dengan setia dan 

tunduk dibawah bimbingan mentornya dan membela komunitas keagamaan ini. 

Mulai tahun 2006, Bapak H.Toruan melayani beberapa keluarga saja termasuk 

Keluarga pak J Rombe. 

Tahun 2008 Patriakh gereja ini wafat dan digantikan dengan orang yang tak satu 

visi dengan Patriakh sebelumnya, ia lebih berhaluan Yudaisme Mesianik yang rasis – 

anti-Kristen dan menafsirkan berseberangan dengan ajaran-ajaran Patriakh 

sebelumnya, mereka mulai menekankan supremasi Yudaisme sebagai yang unggul, 

teologi keilahian Maryah Yahushuah dipandang hanya sebagai “rabi agung” dan 

keilahian-Nya tercipta sebagai ha-Panim Elohim (teofani ilahiah) saja, sama persis 

dengan pengajaran sekte bidat Ebinotisme abad ke-2 M. 

sesudah  melalui korespondensi dan perdebatan teologis yang berkepanjangan akhirnya, 

bapak H.Toruan mengundurkan diri dari kelompok keagamaan ini dan tak bersedia lagi 

mendukung dan membantu mereka di negara kita . 

(2) Thn 2009/2010 mulailah pengembangan keanggotaan lagi, Keluarga pak Prasodjo 

Wibowo masuk, lalu diikuti oleh Keluarga pak Andreas di Madiun yang membawa 

beberapa keluarga di sana. 

(3) Thn 2011, Imadam nyonya  Ema  Tan, pembawa pergerakan  _____________________dari Belanda 

bergabung sampai sekarang dengan kepemimpinan bapak H. Toruan.  

(4) Tahun 2013, Shamasha H.Toruan mengundurkan diri dari AoJ disebab kan adanya 

penyimpangan besar dalam pengajaran. Persoalan teologis ini dicermati oleh pihak 

pimpinan di Amerika dan Iran sehingga mereka menyusun strategi “adu domba” dengan 

menerima kelompok-kelompok tertentu yang tadinya dibawah asuhan bapak H.Toruan 

sehingga semakin memperuncing dan terjadinya gesekan diantara anggota. Melihat 

indikasi buruk ini bapak H.Toruan menyatakan secara tertulis mundur dari AoJ dan 

diterima oleh pihak pimpinan di luar negeri. Masalah selesai dan selamat tinggal AoJ 

selamanya. Adanya berita miring tentang Shamasha H. Toruan dipecat dari AoJ yaitu  

suatu fitnah yang dikembangkan oleh mereka yang tidak menyukai pelayanan beliau di 

negara kita . 

_____________________

Halaman 120 dari 196 

(5) Pada 13 Maret 2013, Shamasha H. Toruan bertemu dengan pak Etes Boreel, bu 

Sihombing, dan bu Iin, untuk pertama kali dan beribadah bersama. Tanggal bertepatan 

dengan hari kelahiran Shamasha H. Toruan dan ditetapkan sebagai terbentuknya Gereja 

Nasrani negara kita  (GNI). 

(6) Pertengahan Th 2013, putus kontaknya pelayanan bapak H Toruan dengan AoJ, 

berbarengan dengan berpisahnya keanggotaan di Jogyakarta dan Gunung Kidul sebab  

berbeda Visi Pelayanan. Di sisi lain ada jiwa-jiwa lain bergabung baik dari Jogyakarta, 

Manado, Malang, dan Kalimantan. 

(7) Tahun 2013, bapak H.Toruan diterima oleh Gereja Ortodoks Katolik berhaluan 

Oriental dan Katolik Barat di Queensland – Australia pada Gereja Ortodoks Katolik 

Independen, dibawah pimpinan Primat Metropolitan Uskup Agung Mar John Reginal 

Cuffe, D.D., CKC., dan memulai pemuridan langsung dibawah pengawasan beliau. 

Keuskupan Agung Gereja Ortodoks Katolik Australia merupakan lembaga gerejawi 

resmi terdaftar dan diakui pemerintah Australia dengan pusat Katedral fisiknya: St 

Cecelia’s Church di Jalan Raya D’Aguilar Highway 443 King Street, Moodlu – Caboolture 

– Queensland – Australia. Memiliki properti lahan ratusan hektar yang di atasnya ada 

bangunan Biara the Confraternity the Christ of King (CKC), Gereja Katedral St. Michael, 

sekolah umum St. Michael College, dan Museum Purbakala yang banyak artifaknya 

berasal dari donasi William Ainger Wigram82 seorang misionaris yang bekerja di Timur 

Tengah yang diutus Gereja Anglikan dan pemerintah Kerajaan Inggris dan berteman 

baik dengan J.S.M. Ward, dan juga ada lahan cukup luas sekali bagi Ranch kuda, dan 

belum lagi properti dan hutan lindung yang dikelola oleh St. Cecilia, dan milik properti 

di wilayah lain dengan berbagai bidang usaha yang dikelola Gereja. 

(8) Pada pertengahan 2014, Pelayanan GNI dibuka di kota Medan, Sumatera Utara. 

(9) Pada Desember 2014, bapak Hotman Toruan, dibaptis ulang sekalipun sebelumnya 

telah dibaptis dalam Gereja Ortodoks Yunani di negara kita  menurut baptisan 

rasuli.Gereja Katolik Ortodoks Zaman Baru Australia tidak mengakui BAPTISAN 

ini  dengan alasan mata rantai tahbisan Suksesi Rasuli Shliakh Mar Andreas 

tidak jelas dalam sejarah gereja ini, sekalipun menyebutkan dari salah seorang 

dibawah keuskupan Heraklea juga tidak ada catatan langsung yaitu  murid Mar 

Andreas. Kemudian adanya keberatan susunan daftar silsilah para uskup yang tidak 

harmonis sejak awal dengan mengklaim tahbisan Suksesi Rasuli Andreas ditempatkan 

pada kedudukan pertama, kemudian Mar Stacys (murid 70), Onesimus murid Mar Saul 

dan juga nama Polikarpus yang yaitu  murid Shliakh Mar Yokhanan yang berarti 

adanya Multi Tahbisan Suksesi Rasuli, namun  kenyataannya yang diklaim hanya dari Mar 

Andreas. Ini sungguh membingungkan sama dengan dengan klaim kepatriakhan gereja 

Ortodoks Yunani Yerusalem yang langsung menempatkan uskup Mark  us sebagai 

generasi ke-16 sesudah  Uskup-uskup Yahudi pada hal uskup Mark  us tidak memilki 

tahbisan suksesi rasuli langsung dari Uskup Mar Ya’aqub ha-Tzadik tapi mengklaim 

sendiri tanpa ada bukti otentik! Peristiwa yang sama dengan Kepatriakhan 

Byzantium Ortodoks Baru ada sesudah  400 tahun lebih yang dengan mendadak 

mengklaim suksesi rasuli dari Rasul Andreas, pada hal tidak ada catatan sejarah 

                                                          

yang jelas bahwa Rasul Andreas mentahbiskan para uskup pengganti dirinya. 

Maka tanggal 12 Desember 2014 bapak H.Toruan harus dibaptis ulang. Dengan 

demikian, Baptisan dan Krisma yang berasal dari Gereja Ortodoks Yunani di 

negara kita  dinyatakan INVALID dan harus dibaptis ulang dalam Suksesi Rasuli 

Gereja Katolik Ortodoks Zaman Baru. Ini yaitu  hak prerogatif yurisdiksi gerejawi 

ini untuk tidak mengakui atau mengakui pihak gerejawi lainnya tak punya hak campur 

tangan internal persfektifnya sekalipun dipandangan Gereja-gereja lain mengakui, tapi 

Gereja ini tidak. 

Kemudian, tahbisan suksesi rasuli dari Assembly of Jerusalem (AoJ) yang didapatkan 

sebelumnya dari garis silisilah Shimon Keipha, Mar Ya’aqub haTzadik dan Mar Thoma 

dilihat INVALID, Mutlak Kosong dan Batal (“absolutely null and utterly void”), sebab  

tidak memenuhi kriteri Tahbisan Suksesi Rasuli yang sah berdasarkan: 

FORM, MATTER, INTENT, dan MINISTER. 

Tahbisan Suksesi Rasuli dari Gereja – gereja lain tidak otomatis diakui VALID, pada 

umumnya harus ditahbiskan ulang kembali dari mulai tingkat Minor Orders hingga 

Mayor Orders. 

(10) Pada Perayaan St. Nicholas, tanggal 6 Desember 2014 ditahbiskan ulang dari 

mulai tingkat Minor Orders sampai Mayor Orders sebanyak Sembilan Jenjang Hierarki 

Keimamatan selama dua minggu melelahkan. Pada jenjang terakhir dikonsekrasi 

sebagai Uskup dengan Tahbisan Sah menurut semua persyaratan konsensus Rasuli 

yang sudah berlangsung selama 2000 tahun hingga kini. 

Fr. Nicholas H.Toruan ditahbiskan dan dikonsekrasi oleh: 

–The Most Rev. Ev dr Suradi Metropolitan Mar John Reginal Cuffe (Konsekrator Utama) 

–Bishop Rt.Rev. Bishop Brian Baden (Asisten Konsekrator I), 

–Rt.Rev. Bishop John Guy (Asisten Konsekrator II). 

Dan disaksikan dua Qashisha (Presbiter) lainnya; Rev. Fr. John Cuffe (junior), Rev. Fr. 

James, dan seorang Archadeacon Fr. George, dll. 

Organisasi Gereja Katolik Ortodoks Independen ini yaitu  organisasi gereja internasional 

yang telah memiliki puluhan Uskup di seluruh dunia, dan beberapa Uskup Agung. 

Khusus dibawah jurisdiksi kepemimpinan Ev dr Suradi Metropolitan Mar John Reginal 

Cuffe, Uskup Nicholas H.Toruan yaitu  Uskup ke-7 sebagai Uskup Gereja Katolik 

Ortodoks Zaman Baru Australia dan diperbantukan untuk misi di negara kita  dengan 

nama Yurisdiksi Gereja Nasrani negara kita  (Keuskupan Gereja Nasrani Ortodoks Katolik 

Rasuli Kudus negara kita ). 

(11) Tahun 2015, Uskup Mar Nicholas H. Toruan terus memuridkan lebih banyak lagi 

jiwa-jiwa yang haus pengajaran kuno Nasrani yang satu, kudus, ortodoks, katolik dan 

rasuliah bagi menyambut Kedatangan Kedua Kali Maran kita Yeshua Mshikha bar Alaha. 

Maranatha! The Rt. Rev. Uskup Mar Nicholas H.Toruan, CKC, diberikan mandat dan 

otoritas penuh mentahbiskan para pelayan bagi keimamatan di negara kita . Juga menjadi 

Dean of the Saint Basil Theological College perwakilan negara kita , suatu lembaga 

pendidikan pelatihan Imam dari mulai program Sertifikat, Diploma, S-1, S-2, dan S-3. 

_____________________

Halaman 122 dari 196 

Kini beliau sedang menjalani proses penyelesaian program matrikulasi S.T.L yang 

segera sesudah  itu dilanjutkan pada program Doktoral. 

Dengan demikian kami sampaikan kepada publik jika ada orang-orang tertentu yang 

mencoba menelikung dan mengatasnamakan Gereja Nasrani negara kita  atau atas nama 

Uskup Nicholas dengan mengadakan pemuridan tanpa ada ijin resmi tertulis dan bukan 

pelayan tertahbis yang diakui Uskup di negara kita  dan Australia, maka oknum-oknum 

ini  bukan bagian Keuskupan Gereja Nasrani ini. 

(12) Pada 20 April 2015, Website GNI (www.nasraninegara kita .org) mulai launching 

dan bisa diakses oleh banyak jiwa. Keberadaan website ini menopang pewartaan, 

pemuridan, dan seminari pengajaran kuno Nasrani yang satu, kudus, ortodoks, katolik 

dan rasuliah bagi menyambut Kedatangan Kedua Kali Maran kita Yeshua Mshikha bar 

Alaha. Maranatha!