mesianik di Indonesia 4

  

                               


                         

61 Tidak ada dasar Alkitab dan Tradisi serta Wahyu yang mengijinkan seorang awam membaptis orang 

lain, kecuali Imam Tertahbis. Contoh, Yohanes Pembaptis yaitu  keturunan Imam Harun anak Imam 

Zakaria dan dia dipilih Alaha untuk mempersiapkan jalan Tuhan (Matius 3:1-3). Demikian juga Para Rasul  

Baptis air dan pemateraian yaitu  dua qadishotim yang berbeda dan 

dilaksanakan berurutan dalam ritual inisiasi seseorang menjadi jemaat Nasrani. Dalam 

inisiasi ini, seorang jemaat menjalani empat buah qadishotim (aramaik: qadasha). 

Keempat ritual qadoshotim ini tidak dituliskan detail di dalam Kitab Suci dan juga 

tentunya tidak ada di dalam materi pengajaran STT. Ini hanya ada di dalam oral Torah 

Nasrani, diajarkan di dalam seminari-seminari Gereja-gereja Rasuliah dari dulu sampai 

sekarang. Keempat ritual ini memiliki siddur masing-masing. 

Yang pertama, Ritual Pengakuan Dosa. Seseorang yang berniat untuk benar-

benar menjadi jemaat, tidak hanya mengucapkan doa saja. Dia harus mengatakan 

keinginannya bertobat meninggalkan kehidupan lamanya di hadapan Wakil Tuhan di 

bumi, dia harus mengakui dosa-dosanya kepada Sang Imam. Dalam ritual ini Imam akan 

memberi  wejangan dan menyatakan bahwa Tuhan telah menghapuskan dosanya.  

Sefer Limudah 4:14 Akuilah dosa-dosamu dalam jemaat, dan janganlah 

melakukan ibadahmu dengan hati nurani yang jahat. Inilah jalan hidup. 

 

Gambar 3.1 Pengakuan Dosa di hadapan Jemaat. Sumber: foto koleksi penulis 

 

Yang kedua, Ritual Baptisan Air. Ritual baptis air ini bermula dari kaum Eseni, 

sering disebut juga pentahiran. Kaum Eseni yaitu  kaum keturunan Imam Besar Zadok 

yang biasanya melakukan pentahiran dua kali sehari dengan membenamkan tubuh ke 

dalam air. Mereka melakukan hal ini  berkenaan dengan pekerjaan mereka sebagai 

imam-imam yang setiap hari menjadi saksi pemotongan kurban. Pakaian dan badan 

mereka amis oleh darah binatang, sehingga mereka harus mentahirkan diri. Dengan 

kata lain, pentahiran ini sama saja seperti mandi di zaman modern ini. Semua orang 

Yahudi yang percaya pada kemesiasan Yeshua harus dibaptis air. sesudah  itu mereka 

bisa disebut sebagai bagian dari jemaat Yahudi sekte Nasrani. Mengikuti hal ini, goyim 

yang percaya juga ikut dibaptis air.  

                                                                                                                                                                                    

membaptis bersama Maran Yeshua (Yohanes 4:1-2) dan Kitab Para Rasul banyak menyinggung ini bahwa 

Filipus seorang Diakon hanya bisa membaptis dengan AIR tapi tidak tumpang tangan dengan peminyakan 

urapan dan pemeteraian kudus (Kisah 8:12-17). Gereja-gereja Rasuliah sudah 2000 tahun tidak pernah 

mengijinkan kaum awam tanpa suksesi rasuliah boleh membaptis. Perubahan ini terjadi saat abad ke-16 

dalam Reformasi Protestantisme merombak (reform) segala aspek ajaran-ajaran rasuliah menjadi Ajaran-

ajaran individual. (Theologumenons = private opinions). 

 

 

 

Gambar 3.2 Ritual Mikveh di sungai daerah Brastagi, Sumatera Utara oleh Uskup Mar 

Nicholas. Sumber: foto koleksi GNI 

 

Yang ketiga, Ritual Baptisan Api (Mshikna atau pemeteraian atau Baptisan 

Roh Kudus). Tanda seseorang itu milik Tuhan yaitu  jika di dahi mereka memiliki 

tanda materai. Ritual ini melibatkan adanya minyak yang dioleskan di dahi mereka yang 

dibaptis. Pengolesan atau pemeteraian ini membuat seseorang itu resmi mendapat  

julukan Mshikhanim atau Kristen, yang artinya pengikut Meshikha (Yang Diurapi). Sang 

Mesias diurapi, demikian juga para pengikut-Nya diurapi atau dioleskan minyak. 

Bagaimana cara membuat minyak ini ? Apa saja bahan-bahannya? Bagaimana cara 

mengoleskannya? Bagaimana cara menyimpan sisanya? Itu semua tidak ada di dalam 

Kitab Suci, hanya ada di dalam Tradisi Nasrani.  

Yang keempat, Ritual Qurbana Qadisha (Perjamuan Suci). Di dalam ajaran 12 

rasul Sefer Limudah semua telah ditetapkan bahwa orang yang belum dibaptis, tidak 

boleh menerima Perjamuan Suci.  

Sefer Limudah 9:5 Dan jangan ijinkan satu orangpun makan atau minum 

Ucapan Syukurmu tapi kecuali yang telah di-mikveh kedalam sang 

Nama Maran. Sebab perihal kebenaran Maran telah mengatakan hal ini, 

“Jangan berikan perkara yang kudus kepada anjing-anjing” 

Ritual ini yaitu  ritual yang sangat penting dan inti dari ibadah Nasrani. Saking 

pentingnya ajaran ini, saat Maran Yeshua menjelaskannya pertama kali kepada 

khalayak Yehudim, banyak dari mereka yang menolak dan pergi. Momen Perjamuan 

Suci yaitu  momen di mana jemaat menyatu dengan Tubuh dan Darah Meshikha. 

Bagaimana cara membuat rotinya? Bagaimana cara mempersiapkannya di altar? 

Bagaimana cara menyuapi ke dalam mulut jemaat? Bagaimana menyimpan sisanya? 

Bagaimana memilih anggur yang baik? Semua itu tidak ada di dalam Kitab yang ditulis 

para pemimpin Nasrani. Inofrmasi ini terlalu banyak untuk dituliskan ke dalam kitab 

tertentu, ini hanya ada di dalam tradisi (Oral Torah).   

Ritual-ritual di atas bersama qadosha lainnya telah dirangkum atau 

dilembagakan oleh para rasul di abad 1 Masehi. Lalu diwariskan kepada para uskup 

yang ditahbiskan di semua Gereja Rasuliah untuk menggantikan posisi 12 rasul dan 70 

murid. sebab  satu dan lain hal, memang harus diakui adanya perbedaan dalam ritual-

ritual penting ini, namun demikian, itu semua yaitu  perbedaan minor. Semua uskup di 

Gereja Rasuliah memahami adanya urut-urutan ritual dalam proses entenisasi 

seseorang kepada Sang Mshikha Yeshua. Tidak ada dari mereka yang membaptis 

dengan cara baru seperti menyelam seseorang dengan cara mengucapkan Nama 

‘Yahweh’.  

Jenis baptisan air di dalam ajaran Nasrani ada 2 (dua) jenis, yaitu selam dan 

tuang. Dalam ritual, air yang dipakai haruslah air yang mengalir, oleh sebab  itu dua 

jenis baptisan ini bisa dianggap sah. Baptis tuang biasanya dilakukan pada daerah yang 

kekurangan air atau terhadap orang yang sedang terbaring sakit. Tidak mungkin orang 

sekarat yang mau bertobat harus diselam, bisa-bisa mempercepat kematiannya bukan? 

Salah satu kitab yang bisa dijadikan referensi Baptisan Nasrani yaitu  Sefer Limudah.  

Sefer Limudah 7:1 Dan tentang penyelaman, demikianlah kamu 

menyelamkan diri sesudah  mendaraskan semua aturan-aturan ini. 

Menyelamlah dalam Nama sang Bapa dan sang Anak dan sang Roh Kudus, 

dalam air mengalir [hidup]. 7:2 Dan jikalau tidak ada air mengalir [hidup], 

mikveh dalam air lain. Dan jika tidak bisa menyelam dalam air dingin, 

maka dalam air hangat pun boleh. 7:3 Dan jika tidak ada, tuangkanlah air 

tiga kali pada kepada, dalam Nama sang Bapa dan sang Anak dan sang 

Roh Kudus. 

Tradisi Baptis atau Materai dengan Nama Yahweh oleh seorang pendeta yaitu  

suatu tradisi anyar abad 21 yang terjadi di negara kita . Ini yaitu  tradisi yang asing di 

mata jemaat Nasrani kuno. 

 

9. Ajaran KM: Nama ‘Yahweh’ harus dimasyurkan, semua jemaat Nasrani harus 

berani mengucapkannya, harus berani menuliskannya. 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Yeshua tidak pernah menyebut nama ‘Yahweh’. Para rasul tidak pernah 

menyebutkan nama ‘Yahweh’ Jemaat Nasrani sejak abad 1, tidak pernah 

diajarkan mengucap Nama ‘Yahweh’. Sang Nama Kudus יהוה tidak pernah diucapkan 

demikian. Jemaat di dalam peribadatan mengucapkan nama ‘Maryah’ saat membaca 

tetragrammaton (ditambah tradisi membuat Tanda Salib). Hanya Imam Tertahbis atau 

jajaran keimamatan saja yang diizinkan mengucapkan Sang Nama di hadapan Altar 

dengan memakai Siddur Peribadatan Kuno Nasrani. Cara memasyurkan Sang Nama bagi 

umat Nasrani yaitu  dengan melestarikan ajaran Nasrani semitik dari abad ke abad. 

Dengan demikian makin banyak orang yang akan masuk ke dalam Perjanjian Baru dan 

diselamatkan.   

10. Ajaran KM: Bapa-bapa Gereja seperti Origen dan Jerome menyatakan adanya 

Nama Yahweh dalam Septuaginta dan naskah-naskah PB yunani.62 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Tidak ada 1-pun Bapa-bapa Gereja Rasuliah yang mengajarkan atau menyatakan 

bahwa ada nama ‘Yahweh’, baik di dalam Septuaginta apalagi di dalam Kitab-kitab PB. 

Origen (185-232) yaitu  seorang Imam (Presbiter) dari Gereja Coptic Alexandria, lalu 

Jerome (342-420) yang ditahbiskan menjadi Imam (Presbitter) di Gereja Syria Ortodoks 

Antiokia. Kedua Gereja Rasuliah ini, Coptic (dari rasul Mar Markus) dan Syria (dari 

Rasul Mar Keipha/Petrus) yaitu  Gereja Purba yang besar yang terus melestarikan 

ajaran kerasuliahan yang mengizinkan Nama ‘Allah’ tercatat dalam Kitab terjemahan 

dan siddur peribadatan mereka. Mereka sama sekali tidak mengajarkan nama ‘Yahweh’ 

sebagai nama Tuhan yang harus disebut-sebut.  

Gereja Nasrani negara kita  masih memiliki rantai tahbisan dari Gereja Syria 

Ortodoks. Keuskupan GNI di Australia yaitu  Putri dari Gereja Syria Ortodoks, oleh 

sebab  itu, kami juga mewariskan ajaran mereka dan tidak pernah mendapat ajaran ada 

Bapa Gereja Syria yang menyebut nama ‘Yahweh’ atau mengajarkan nama ‘Yahweh’ ada 

di dalam naskah PB. 

Gereja-gereja Kristen _____________________dan komunitas-komunitas Messianic 

Judaism Modern di seluruh dunia tidak punya benang merah keterkaitan dengan Gereja 

Coptic dan Syira Ortodoks. Mencatut dua nama besar Imam Gereja Rasuliah untuk 

mendukung ajaran modern Mesianik yaitu  tindakan yang tidak terpuji. 

 

11. Ajaran KM: “…jika Anda sudah diberi pengertian tentang siapakah Yahweh, 

dan siapakah Allah yang yaitu  Nama dewa zaman Pra Islam dan juga telah 

dijadikan Tuhannya umat Islam, namun  Anda menolak Yahweh, maka Firman 

Tuhan dalam kitab Ibrani 10:26 akan berlaku bagi Anda…” 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Ibrani 10:26 “Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh 

pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk 

menghapus dosa itu.” 

Secara tradisi GNI meyakini bahwa Kitab Ibrani yaitu  salinan pengajaran-

pengajaran Mar Shaul kepada orang-orang Yahudi saat dia mendekam di dalam dipenjara. 

Kemungkinan lain, kitab ini ditulis oleh Mar Yakub HaTzadiq yang menerima banyak input 

ajaran dari kaum Esseni Messianic Kuno. 

Kitab Ibrani dan khususnya ayat Ibrani 10:26 sama sekali tidak ada hubungan dengan 

Nama ‘Yahweh’ yang didengung-dengungkan oleh peganut Sacred Name Movement di abad 

20. Kitab Ibrani disinyalir ditulis oleh Mar Shaul berupa kumpulan pengajaran kepada jemaat 

                                                          

Nasrani awal yang berdarah Yehudim. Sejak abad 1 Masehi para rasul dan 70 Murid 

termasuk Mar Shaul berpencar dalam ladang-ladang penginjilan dan mendirikan Gereja-

gereja Rasuliah, mereka tidak pernah mengajarkan nama ‘Yahweh’. Nama asing ini tidak 

pernah dicatatkan di dalam siddur dan kitab-kitab.  

Pada pasal 10, penulis kitab ini menyinggung Torah Sinai (LAI: Hukum Taurat) yang 

mengharuskan adanya penyembelihan kurban-kurban (ayat 1), lalu darah kurban hewan 

ini  tidak mungkin bisa menghapus dosa manusia (ayat 4), maka harus ada Kurban 

Yeshua (ayat 12) untuk menghapus dosa manusia. Darah-Nya yaitu  Darah Perjanjian. 

Kemudian, penulis menyinggung tentang keimamatan (ayat 21), lalu menyinggung 

peribadatan (ayat 25), kedua ayat ini menjelaskan adanya jemaat Gereja Rasuliah yang 

dipimpin oleh Imam Besar Yeshua dan tentunya imam-imam di bawah-Nya, lalu beribadah 

kepada Tuhan melalui imam-imam ini  sesuai siddur Nasrani yang telah ditetapkan di 

abad 1 Masehi, contohnya siddur Mar Yakub HaTzadiq. Jemaat Nasrani tidak pernah 

beribadah dengan memakai  siddur Messianic Judaism Modern. Jemaat Nasrani tidak 

akan bisa beribadah tanpa bimbingan Imam-imam. 

Berikutnya penulis menyinggung perihal hukuman bagi yang berdosa (ayat 26), 

kemudian siapa yang dimaksudkan penulis bagi mereka yang ‘menganggap najis Darah 

Perjanjian’ (ayat 29). Ini menjelaskan bahwa yang dimaksudkan orang yang berdosa dan 

bagi dosanya tidak ada korban lagi yaitu  mereka yang sudah masuk ke dalam bilangan 

jemaat Nasrani lalu murtad keluar. Ini menceritakan mereka yang sudah dibaptis oleh para 

rasul (imam-imam Tertahbis) dan memakan Perjamuan Suci (termasuk minum Darah 

Perjanjian), lalu keluar dari jemaat. Bagi merekalah tidak ada lagi kurban penghapusan dosa.  

Jadi ayat Ibrani 10:26, bukan tentang hukuman bagi mereka yang menolak Nama 

‘Yahweh’, melainkan bagi mereka yang murtad dari jemaat Nasrani. Penafsiran ayat Ibrani 

yang keluar dari konteks ini yaitu  sebab  memang para pengajar Kristen Mesianik tidak 

punya hubungan dengan kaum Nasrani kuno, sehingga mereka tidak memahami Tradisi 

Nasrani di balik ayat-ayat kitab suci termasuk kitab Ibrani ini. Tradisi terlebih dahulu ada, 

barulah ada kitab suci.  

 

12. Ajaran KM: Menurut ayat Rom 8:11, jika seseoang menolak Nama ‘Yahweh’ 

maka dia tidak akan dibangkitkan. 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

 

Rom 8: 11 (Dukhrana Bible Research-Peshitta Lamsa-LAI)   ܘ ܘܶܚܗ ݁ܕܗ 

ܽ

ܶܘܐܢ ܪ

ܐܺܩܝܶܡܗ ܠܶܝܽܫܘܥ  ܢ ݁ܕ  ܘ ܡ  ܐ ݁ܒ݂ܟܽܘܢ ܗ 

ܳ

ܐ ܳܥܡܪ ܝ݂ܬ ܺܡܝ݂ܬܶ ܢ ܶܝܽܫܘܥ ܡܺܫܝܳܚܐ ܶܡܢ ݁ܒܶ

 

ܐܺܩܝܡ ܠܳܡܪ ܢ ݁ܕ  ܡ 

ܐ ݁ܒ݂ܟܽܘܢ

ܳ

ܘܶܚܗ ݁ܕܳܥܡܪ

ܽ

ܐ ܢ ܶܚܐ ܶܡܽܛܠ ܪ ܝ݁ܟܽܘܢ ܺܡܝ݂ܬܶ

 

݂ܓܪ ܐ ܳܐ݂ܦ ܠ݂ܦ  ܝ݂ܬ ܺܡܝ݂ܬܶ  And if the ܡܺܫܝܳܚܐ ܶܡܢ ݁ܒܶ

Spirit of Him who raised our LORD Jesus Christ from the dead dwells within 

you, so he who raised Jesus Christ from the dead will also quicken your 

mortal bodies by his Spirit that dwells within you. Dan jika Roh Dia, yang 

telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu,  

maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, 

akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam 

di dalam kamu. 

Surat kiriman (Igeret) Roma yaitu  hasil karya Uskup Mar Shaul (Paulus). Mar Shaul 

ditahbiskan menjadi uskup oleh para uskup (penatua) di Antiokia, hal ini tercatat di dalam 

Kis 13:1-3. Di abad 1 Masehi jabatan Imam dan Uskup (Presbitter dan Bishop) masih belum 

dibedakan. Jabatan ini memiliki hak untuk menahbiskan murid menjadi uskup. Atau bisa 

dibilang, uskup menahbiskan uskup. sebab  itu, Mar Shaul bisa melantik Mar Timotius 

menjadi uskup di Efesus tahun 65 Masehi dan melantik Mar Linus juga untuk menjadi uskup 

di Roma. Semua jemaat Nasrani selalu dipimpin oleh uskup, demikian juga dengan jemaat di 

Roma. Di kota inilah jemaat berkembang dan akhirnya menjadi suatu kepatriakan besar 

yang dipimpin oleh Paus. Paus yaitu  nama administrisi, orang yang menjabatnya yaitu  

seorang uskup juga. Paus (Bishop) memimpin Gereja Katolik Roma sampai di abad 21 ini. 

Surat Roma memang ditujukan awalnya khusus untuk jemaat Gereja Rasuliah di 

Roma, namun saat kitab-kitab Nasrani mulai dikanon oleh masing-masing Gereja Rasuliah, 

Igeret ini dijadikan salah satu kitab pedoman pengajaran yang mendukung Pernyataan-

pernyataan Yeshua di Injil. Jadi, posisi Igeret ada di bawah Injil. Surat Kiriman Roma ini 

sekarang dipegang oleh semua Gereja Rasuliah di bumi ini yang terus melestarikan 

Pentahbisan uskup-uskup sebagai pewaris ajaran Nasrani dan sebagai Wakil Tuhan di bumi. 

Jutaan uskup yang sudah wafat dan masih hidup saat ini, termasuk uskup Gereja 

Nasrani negara kita  tidak pernah mengajarkan ayat Roma 8:11 ini berkenaan dengan Nama 

‘Yahweh’. Tidak ada satupun nama ‘Yahweh’ di dalam Igeret ini. Tidak pernah ada pesan 

tentang nama ‘Yahweh’ di dalam Igeret lainnya. 

Ajaran kebangkitan dalam Nasrani yaitu  setiap manusia yang wafat akan 

meninggalkan tubuh duniawinya (tanah kembali ke tanah), dan mengambil ‘Tubuh Yang 

Baru’. Tubuh inilah yang dibangkitkan dan memasuki alam roh.  

 

13. Ajaran KM: Tidak mau menyebut ‘Yahweh’, maka stoplah menyebut 

‘Haleluyah’, sebutlah ‘Haleluallah’. 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Penganut Judaism dan Nasrani yang keluar dari Rahim agama Yahudi ini tidak 

pernah melarang orang untuk menyebutkan ‘Halleluyah’. Semua orang boleh menyebut 

dua kata yang disambung menjadi satu ini. Menyembah Maryah Allah dengan menyebut 

‘Haleluyah’ sama sekali tidak melanggar UU di republik ini, tidak melanggar Halakah, 

tidak melanggar Torah Mshikha. Sekalipun ada satu agama yang mematenkan kata 

‘Haleluyah’ untuk menjadi milik mereka, hal ini  tidak bisa menghentikan 

seseorang menyebutkannya.  

  

 

PERBANDINGAN AJARAN PERIHAL NAMA ALLAH 

14. Ajaran KM: ‘Allah’ itu berasal dari nama Dewa Pagan63, janganlah diucapkan 

sebab  melanggar perintah Tuhan di Kel 23:13.  

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Baik Judaism dan Nasrani memperbolehkan umatnya untuk mengganti kata 

‘Eloah’ (ibrani) menjadi kata ‘Allah’ (Arab). Kata yaitu  suatu sarana atau wadah 

untuk mentrasportasikan suatu makna. Jadi yang terpenting yaitu  makna di 

dalam wadah kata ini , bukan wadahnya yang harus diributkan.  

Ayat Keluaran 23:13 itu yaitu  perintah Tuhan untuk bangsa Israel bukan 

kepada pendeta dan umat goyim yang dipimpinnya. Lalu maknanyapun bukan berarti 

nama sesembahan agama lain tidak boleh diucapkan. Perhatikan bahwa kata ‘El’, ‘Baal’, 

‘Kosher’, dan kata ‘Shamayim’ yaitu  kata-kata Ibrani yang diserap dari bahasa lain yang 

merupakan nama-nama dewa Kanaan. El bahkan merupakan nama dewa tertinggi 

bangsa Kanaan.64 Hampir semua gereja di negara kita  pernah menyanyikan lagu dengan 

judul ‘El Shaddai’. Mereka tidak pernah menyembah dewa Kanaan. 

Kitab Keluaran yaitu  1 dari 5 kitab Mosha yang berisi tentang proses keluarnya 

bangsa Israel dari tanah penjajah Mesir dengan pertolongan Tuhan. sesudah  Tuhan 

membawa keluar bangsa ini, di tengah gurun Sinai, Tuhan mengikatkan diri-Nya dengan 

12 suku Israel ini dalam suatu perjanjian. Perjanjian ini disebut juga Perjanjian Sinai. 

Lalu sebab  bangsa Israel tidak bisa memegang isi perjanjian ini maka umat Nasrani 

meyakini bahwa perjanjian ini batal, bangsa Israel dibuang ke Ashur, 720 SM dan 

bangsa Yehuda di buang ke Babilon pada 586 SM. Mereka dibuang sebab  mereka 

menyembah berhala Kanaan. Jadi perintah-perintah Tuhan pada kitab Keluaran-

Imamat-bilangan-ulangan itu diperuntukkan khusus untuk bangsa Israel, sekali lagi 

bukan kepada Gereja di abad 21. Kita harus paham cara membaca kitab sesuai 

konteksnya, jangan dicabut ke luar konteks.  

 

15. Ajaran KM: Menyebut ‘Allah’ maka sudah pasti doanya sampai kepada ‘Allah 

swt’ sesembahan umat Muslim.  

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Kata ‘Eloah’ (ibrani) bisa diganti dengan ‘Allah’ atau kata apapun sesuai dengan 

bahasa yang berlaku pada suatu negara. Pewaris ajaran Nasrani yang bermukim di 

timur tengah seperti Gereja Ortodoks Syria dan Church of The East yang mengucapkan 

‘Allah’, tidak pernah bermaksud untuk menyembah atau berdoa kepada sesembahan 

muslim. Para Imam Tertahbis di Gereja Rasuliah ini tidak pernah mewarisi pengajaran 

                                                          

Anti-Allah, mereka juga tidak pernah mendapat  wahyu ilahi untuk melarang Jemaat 

Nasrani untuk mengucapkannya. 

 

16. Ajaran KM: Umat Nasrani tidak menyebut ‘Allah’ tapi ‘Elohim’. 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Umat Nasrani Yehudim awal di abad 1 memang tidak menyebut ‘Allah’ 

melainkan ܗܐ  dibaca ‘Alaha’ (Aramaik timur) atau ‘Aloho’ (Aramaik barat). Di dalam ܐܠ

sinagoge, text Ibrani yang mereka baca yaitu  ָה֫לכא  ַּ ‘Eloah’ atau ִהְּיד  ַּ ‘Elohim’. Mereka 

tidak berbahasa Arab, jadi kata ‘Allah’ itu asing bagi mereka. Asing, tapi mereka tidak 

anti seperti halnya penganut Islamologi ajaran dr Suradi. Umat Nasrani di Timur 

Tengah mengucapkan nama ini dalam peribadatan mereka, khususnya sejak abad 7 

dimana Bahasa Arab mendominasi Bahasa Aramaik yang mereka gunakan. Perhatikan 

contoh seorang jemaat Church of The East yang menuliskan ‘God Bless You’ dalam 

bahasa arab di bawah ini: 

 

Gambar 3.3 Jemaat Church of The East menulis kata “Allah’. Sumber: Facebook 

 

Gereja ini sudah ada sejak abad 1, sejak Mar Addai-Mar Mari menginjil ke daerah Edessa 

lalu menyingkir ke Mesapotamia bertemu dengan komunitas Gereja Rasuliah lain di 

bawah pimpinan Mar Thoma. Jadi, tidak benar adanya pengajaran yang mencatut nama 

Nasrani yang anti menyebut nama ‘Allah’. 

 

17. Ajaran KM: LAI salah menerjemahkan dengan memasukkan nama ‘Allah’ 

sebab  penerjemahnya dahulu yaitu  seorang Muslim.  

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Semua terjemahan harus mengikuti aturan baku tata bahasa ke mana suatu 

naskah itu diterjemahkan. Apakah para penerjemah LAI punya kompetensi Bahasa 

Ibrani, Yunani, dan negara kita ? Silahkan bertanya pada mereka untuk klarifikasi hal ini. 

Jemaat Nasrani negara kita  memilih tetap melestarikan kata ‘Alaha’ (Aramaik) untuk 

penerjemahan ke dalam Bahasa negara kita . Aramaik yaitu  bahasa kuno yang menjadi 

bahasa sehari-hari Maran Yeshua dan para rasul. Hanya Mar Shaul (Paulus) saja yang 

lancar memakai  Bahasa Yunani di antara 12 rasul awal. Ada beberapa istilah 

Aramaik yang terus dipertahankan oleh penerjemah GNI dalam menulis siddur atau 

barisan ayat-ayat Peshitta. Hal ini disebab kan kandungan makna dalam kata Aramaik 

ini  jika diterjemahkan bisa menjadi bias. Tidak adanya kata ‘Allah’ di dalam siddur 

dan artikel -buka materi seminari St Basil bukan berarti GNI yaitu  penganut Islamologi 

Anti Allah yang dipelopori oleh Alm dr Suradi. 

 

18. Ajaran KM: Nama ‘Allah’ atau ‘ALLAH’ atau ‘allah’ itu bukan berasal dari ‘Al-

Ilah’ (Generic Name) namun itu yaitu  Nama Pribadi dari sesembahan umat 

Muslim, jadi umat Kristen tidak boleh menyebutnya. 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Pertama, asal-usul kata ‘Allah’ itu dari ‘Al-Ilah’ atau bukan yaitu  debatable. 

Kedua, jemaat Gereja Rasuliah di Arab tidak memusingkannya. Kenapa? sebab  kata 

‘Allah’ yang mereka cantumkan dalam siddur dan kitab terjemahan mereka sudah 

berbeda makna dengan definisi kata ‘Allah’ pada awalnya. Kembali lagi, suatu kata 

hanyalah wadah transportasi makna di dalamnya, jadi yang penting yaitu  kandungan 

makna di dalamya bukan si wadah atau kulitnya.  

Tentu saja, makna kata ‘Allah’ bagi umat Muslim dan bagi jemaat Gereja Rasuliah 

itu sangat berbeda. Ajaran kedua sosok ini berbeda. Kandungan, isi, ajaran dari sosok 

‘Allah’ bagi pewaris ajaran Nasrani ini mutlak berbeda kandungan ajaran dalam agama 

Islam yang baru muncul di abad 7 Masehi. Persamaan kata, tidak otomatis menyamakan 

kandungan maknanya.  

Dalam konteks ilmu bahasa, suatu kata bisa berganti makna sesudah  kata 

ini  diucapkan pada rentang waktu yang cukup lama, apalagi kalau kata ini  

beralih ke daerah lain dan digunakan dengan tujuan berbeda. Perubahan makna kata 

dipelajari sejak kita duduk di bangku Sekolah Dasar, adapun aneka macam perubahan 

makna ini  antara lain:  

  Generalisasi, perubahan makna menjadi lebih luas dari sebelumnya. 

  Spesialisasi, perubahan makna menjadi lebih sempit dari sebelumnya. 

  Sinestesia, makna menjadi tertukar, 

 

  Asosiasi, perubahan makna kata sebab  memiliki persamaan sifat. 

  Peyorasi, perubahan makna kata menjadi buruh dari sebelumnya. 

  Amelia, perubahan makna kata menjadi lebih baik dari sebelumnya. 

Jadi, kalau dilihat dari ilmu bahasa EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) Bahasa negara kita  

kita di atas, maka kata ‘Allah’ yang dipakai oleh jemaat Nasrani di Arab mengalami 

perubahan kata ‘Amelia’. Kata ini  yang dulunya dipakai untuk penyembahan kaum 

non Nasrani, diserap dan dijadikan kata dengan kandungan ajaran yang berbeda 

sehingga artinya menjadi lebih baik.  

Kosakata Bahasa negara kita  sendiri menyerap beberapa kata yang dahulunya 

bermakna Nama Dewa suatu agama kuno. Misalnya antara lain: ‘Surya’, yaitu  nama 

Dewa Matahari bangsa India Kuno, ini berubah makna menjadi sinonim dari kata 

‘matahari’. Lalu kata ‘Hyang’ yang merupakan nama lain dari Dewa Siwa agama Hindu 

(Sang Hyang Widi Wasa atau Tuhan Yang Maha Kuasa)65, nama ini diserap dan menjadi 

kata ‘sembahyang’. Arti kata ‘sembahyang’ bukan lagi menyebah Dewa Siwa agama 

Hindu, melainkan beribadah sesuai kepercayaan masing-masing. Dewi ‘Sri’ yaitu  nama 

dewi kesuburan di Pulau Jawa. Nama ini banyak diadopsi oleh wanita-wanita Jawa. 

Tentunya mereka bukan bermaksud untuk menyerupai atau menyembah dewi ini 

dengan menamai anak mereka dengan nama yang sama.  

 

 

Gambar 3.4 Patung Dewi Sri (Sridevi atau Nyai Pohaci Sanghyang Asri). Dewi kesuburan 

di Tanah Jawa dan Sunda. Sumber: Wikipedia. 

 

Perubahan makna kata ini yaitu  hal yang wajar terjadi pada peradaban umat 

manusia. Umat Israel juga mengalami hal ini saat mereka menyerap kata ‘El’ untuk 

mereka tuliskan ke dalam siddur dan kitab suci Tanakh, padahal kata ‘El’ ini  

 

yaitu  Nama Dewa Tertinggi dari orang Kanaan Kuno. Tentu saja, mereka mengganti 

makna dari kata ini. Ajaran ‘El’ bangsa Israel itu berbeda dengan ajaran ‘El’ bangsa 

Kanaan. ‘El’ yaitu  Sang Bapa sementara ‘Asherah’ yaitu  Sang Bunda dari semua dewa 

Kanaan. Seperti yang tertulis dalam prasasti Ugaritik.66 

Iman Nasrani tidak pernah bertentangan dengan sejarah. Iman Nasrani yaitu  

penyembahan kepada Sang ‘El’ Maryah yang memiliki kandungan ajaran awal bercorak 

semitik abad 1 Masehi. Ini bukanlah penyembahan kepada sesembahan agama lain yang 

memiliki ajaran yang berbeda. Nasrani dan Islam yaitu  dua agama yang berbeda. 

Kendati memiliki nama atau kata sesembahan yang sama, bukan berarti ajarannya 

sama.  

 

19. Ajaran KM: Tuhan ada dibelakang pemerintah Malaysia saat MA mereka 

memutuskan umat Kristen dilarang memakai nama ‘Allah’.  

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Tuhan tidak plin-plan, kalau Dia tidak mempermasalah umat Nasrani di Arab 

mengucapkan ‘Allah’ dalam peribadatan pada abad awal sampai sekarang, maka Dia 

juga tidak mendorong MA Malaysia untuk melarang umat Kristen mengucapkan kata ini. 

 

  

20. Ajaran KM: Doa kepada ‘Allah’ akan salah alamat dan tidak sampai. 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Tuhan itu maha tahu, sebelum manusia mengucapkan doa untuk kebutuhannya, 

Tuhan sudah paham. Bahkan sebelum si manusia itu dilahirkan, Tuhan sudah tahu 

detail kebutuhannya, Dia merancangkan kebaikan untuk manusia yang Dia ciptakan. 

Doa yaitu  sarana manusia memiliki hubungan intim dengan Tuhan yang bisa disebut 

dengan banyak nama. 

 

21. Ajaran KM: Tidak ada kata ‘Allah’ di dalam Kitab Suci Nasrani, jadi jangan 

diucapkan.  

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Nama ‘Yahweh’ dan nama ‘Allah’ memang tidak pernah ada di dalam Kitab Suci 

Nasrani, baik yang berbahasa awal Aramaik ataupun Yunani. Kedua nama ini asing, 

tidak ada.  

Setiap gereja memiliki halakha-nya masing-masing. Kalau Kristen Mesianik yang 

lahir di abad 21 ini memiliki tradisi tidak mengucapkan nama ‘Allah’ itu kami hormati, 

silahkan terus pertahankan. Tradisi Nasrani yang kami pegang sejak abad 1 berbeda. 

Kitab suci dalam PB ditulis dari tradisi-tradisi Nasrani oleh Gereja Rasuliah. 

Kitab Suci tadinya dituliskan hanya untuk jemaat Gereja Rasuliah saja, misalnya Igeret 

Roma, ini yaitu  tulisan Mar Shaul untuk jemaat Gereja Rasuliah yang kemudian 

dipimpin oleh Uskup Mar Linus, murid Mar Shaul dan Mar Clementinus, murid Mar 

Keipha. Lalu Kitab Wahyu, ditulis oleh Mar Yuchnan (Yohanes) untuk Gereja-gereja 

Rasuliah di Asia Minor. Gereja-gereja ini lalu dinaungi oleh Gereja Ortodoks Syria 

kemudian caplok ke dalam wilayah Gereja Byzantium. Kitab-kitab di abad 2 dan 

seterusnya dituliskan juga yaitu  kitab yang diperuntukkan kepada jemaat Gereja 

Rasuliah, bukan untuk umat Hindu, Budha, Islam, dan juga bukan untuk gereja non 

rasuliah di abad 21 ini.  

Seiring waktu berjalan, kitab suci Gereja Rasuliah ini menyebar terutama sejak 

dimulainya ajaran Sola Scriptura (hanya berpedoman pada Kitab Suci). Semua tidak 

mau tunduk pada Imam Tertahbis, semua mengaku bahwa masing-masing yaitu  

jemaat dan sekaligus imam. Semua orang tidak lagi berada di dalam kesatuan jemaat 

gereja pewaris ajaran para rasul. Mereka berbondong-bondong untuk memiliki, 

membaca, dan yang mengherankan yaitu  berani menafsirkan ayat-ayat kitab suci 

tanpa memahami tradisi. Dari era inilah muncul terjemahan kitab yang beraneka 

macam bahasa. Dan dalam Bahasa Arab, kata ‘Allah’ itu ada.  

Umat Nasrani tidak mempermasalahkan bahwa kitab Nasrani ini menyebar dan 

dikomersilkan, uang masuk ke kantong penerjemah dan pihak percetakan. Tidak 

menjadi masalah. Dan saat ada terjemahan yang mencantumkan kata ‘Allah’ juga 

tidak masalah. Saat ini jemaat Gereja Rasuliah yang bermukim di Arab juga 

 

memakai  bahasa Arab yang di dalamya tentu ada kata ‘Allah’. Ini tidak menjadi 

persoalan. 

 

PERBANDINGAN AJARAN PERIHAL NAMA MESIAS 

22. Ajaran KM: Nama ‘Yeshua’ tidak bisa diganti-ganti. Tidak boleh diganti dengan 

‘Jesus’ atau ‘Yesus’, tidak ada manusia yang namanya mau diganti-ganti. 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Nama Mesias disebutkan beragam dalam jemaat Nasrani yang tersebar ke 

banyak negara dengan bahasa-bahasa yang berbeda. Di Mesopotamia disebut ‘Eashoo’ 

dan ‘Eashoa’, di Roma dan Konstantinopel disebut ‘Iesous’, di Arab disebut ‘Isa’, dan 

lain-lain. Nama-nama ini telah dituliskan ke dalam siddur Nasrani dari abad ke abad. 

Perubahan nama akibat perbedaan bahasa ini sering disebut sebagai ‘transliterasi’. 

Transliterasi ini yaitu  hal wajar dalam sudut pandang bahasa. Transliterasi bisa 

terjadi sebab  bahasa dan logat di dunia ini tidak ada yang sempurna. Semua ada 

kelebihan dan kekurangannya. Nama Ibrani ‘Yeshua’ menjadi ‘Iesous’ akibat di dalam 

kosakata Yunani tidak ada huruf ‘Y’ lalu akhiran ‘a’ hanya untuk nama wanita. Jika nama 

‘Yeshua’ dipertahankan maka mereka akan menganggap Sang Mesias ini yaitu  wanita 

atau kewanita-wanitaan.  

Di negara kita , jemaat Nasrani dididik untuk melestarikan nama Ibrani-Nya: 

‘Yeshua’. Keuskupan GNI di Australian yang biasa memakai  Bahasa Inggris, mereka 

menyebutnya, ‘Jesus’. Nama transliterasi bisa berbeda, namun ajaran-Nya jangan. 

Jemaat Gereja Nasrani negara kita  tidak diajarkan merasa paling benar sebab  

menyebutkan nama Ibraninya, dan tidak memandang rendah mereka yang 

mengucapkannya sesuai rasa budaya masing-masing di negara kita . Yang penting bukan 

nama asli atau translasinya, yang penting yaitu  ajaran-Nya yang membuat moralitas 

kita menjadi baik. 

 

23. Ajaran KM: Nama ‘Jesus’ itu berasal dari nama Dewa ‘Zeus’.  

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Para imam Nasrani tidak pernah mengajarkan nama ‘Jesus’ berasal dari nama 

dewa tertinggi Yunani ‘Zeus’. ‘Jesus’ itu berasal dari ‘Iesous’ yang ditranslasikan dari 

‘Yeshua’. Akhiran ‘a’ dalam budaya Bahasa Yunani biasanya digunakan untuk nama 

wanita, sehingga menyebut nama ‘Iesua’ akan membuat mereka menjadi canggung. 

Itulah sebabnya mereka menyebutnya dengan ‘Iesous’, mereka tidak memiliki 

perbendaharaan huruf ‘Y’. Perubahan nama ini tidak akan disertai perubahan ajaran 

kalau saja ajaran tradisi dan kitab suci Nasrani terus wariskan dari abad ke abad.  

 

 

24. Ajaran KM: Nama Mesias itu ‘Yeshua’ atau ‘Yahshua’  

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Jemaat Nasrani tidak pernah memperdebatkan Nama Mesias. Namun nama 

‘Yahshua’ tidak pernah kami pakai selama 21 abad ini.  

 

PERBANDINGAN AJARAN PERIHAL HUKUM TAURAT 

25. Ajaran KM: Sunat yaitu  kewajiban.  

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Sunat yaitu  tradisi dari pewaris ajaran Farisi. Ritual sunat yaitu  bagian dari 

tradisi dalam Torah Sinai (LAI: Hukum Taurat) yang ditarik kebelakang lagi dipegag 

oleh keturunan Avraham. Sunat dalam agama Yahudi bukanlah sunat dengan mantri 

atau dengan dokter. Ritual sunat Yahudi meliputi keterlibatan mohel (si penyunat), dua 

orang tua yang disunat, kursi kosong Eliyahu, kakek dari yang disunat, dan lain-lain. 

Ritual ini berjalan sesuai siddur.  

Bagi umat Nasrani Goyim (Kristen), sunat tidaklah dibebankan. Ini sudah 

merupakan keputusan Konsili Yerusalem th 50M yang dipimpin oleh Uskup Mar Yakub 

HaTzadiq dan Uskup Mar Keipha (Petrus). Semua pemimpin Nasrani awal, yaitu 12 

rasul (minus Yudas Iskaryot) ditambah 70 murid menghadiri konsili pertama ini  

sebelum mereka berrpencar untuk mendirikan Gereja-gereja Rasuliah. Cerita tentang 

konsili besar ini sekilas tercatat di dalam kitab Kisah Para Rasul pasal 15. Ada 

perbedaan ajaran yang meruncing di antara jemaat. Kelompok Ebionit yang 

menekankan bahwa goyim Nasrani harus disunat sesuai ritual Yahudi, kelompok ini 

melawan Mar Shaul (Paulus) dan lainnya. Ebionit dinyatakan salah, lalu secara bertahap 

mereka keluar dari Nasrani di abad 2 dan punah. Punahnya mereka bukan berarti 

ajarannya juga punah.  

Kaum Ebionit yaitu  mereka yang meyakini Yeshua sebagai Sang Mesias namun 

tidak meyakini keilahian-Nya juga. Ajaran mereka sempat mempengaruhi Uskup Gereja 

Coptic Alexandria sebelum pada akhirnya diekskomunikasi atau dikucilkan. Pengajaran 

mereka dicontek oleh penggagas ajaran Saksi Yehova, Churles Taze Rushell di abad 19. 

Ajaran ini juga berkembang dengan baik di negara kita  sekarang. 

Kembali ke konsili Yerusalem dan sunat, sejak abad 1 sampai 21 ini umat 

Nasrani mematuhi hasil konsili ini . Tidak perlu sunat jasmani untuk menjadi 

jemaat Nasrani. Jika sunat untuk alasan medis, itu lain masalah. GNI hanya mewariskan 

dan berusaha melestarikan keputusan Konsili Yerusalem yang masih dipimpin oleh 

para rasul Yahudi. 

 

  

26. Ajaran KM: Rabbi-rabbi Messianic Judaism yaitu  pewaris ajaran Nasrani 

sebab  Yeshua dan mereka yaitu  sama-sama Yahudi.  

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Sejarah membuktikan bahwa ajaran Maran Yeshua diwariskan kepada Gereja-

gereja Rasuliah, bukan kepada komunitas Messianic Judaism Modern. Ketidakpahaman 

sejarah bisa membuat seseorang salah persepsi dan akhirnya salah ikut pengajaran. 

Messianic Judaism tidak mewarisi tradisi Nasrani namun  malah mewarisi tradisi Farisi. 

Gereja Rasuliah sudah ada sejak abad 1 sampai abad 21 kini, sementara MJ Baru muncul 

di abad 19, lihat Gambar 2.9. 

 

27. Ajaran KM: Umat Kristen harus merayakan 7 hari raya Yahudi. 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Perayaan di dalam Torah Sinai berbeda dengan perayaan yang ada di dalam 

Torah Mesias (Gal 6:2). Mengapa demikian? sebab  Moedim (7 perayaan Yahudi) yaitu  

bagian dari Torah Sinai dan Torah Sinai hanyalah bayangan67 tentang Mesias Yeshua 

yang telah datang pada masa Perjanjian Baru. Semua perayaan pada PB terfokus pada 

diri Yeshua. Perayaan paling utama yaitu  Pesakh. Macam-macam perayaan Nasrani di 

negara kita  bisa dibaca pada Lampiran 7. Jemaat Nasrani tidak lagi merayakan Moedim 

seperti layaknya kaum Yahudi termasuk Messianic Jewish merayakannya. 

Kami jemaat Nasrani Katolik Orthodoks Kuno Satu Rasuliah (GNI) merayakan 

perayaan Pesakh melebihi kaum Yahudi sendiri di mana Pesakh ini  dirayakan 

setiap saat yang kami sebut sebagai Qurbana Qadisha (Perjamuan Suci). Perayaan 

Savuot, setiap saat dilayangkan dalam Doa Epiklesis atau Shekinah dalam ibadah. 

Perayaan Roti Tak Beragi ada di dalam bahan Perjamuan Suci, yaitu Roti Tidak Beragi, 

Perayaan Buah Sulung sebagai Hari Kebangkitan Maran yang dirayakan tiap hari 

pertama atau Yom Rishon (Minggu).Yom Kipurim dirayakan setiap saat di depan altar, 

di mana imam memberi  absolusi pengakuan dosa. Perayaan Sukkot, dirayakan 

setiap saat di mana kami manunggal (bersukka) dengan Tubuh dan Darah Yeshua. 

Perayaan Peniupan Terompet atau Shofar selalu dilakukan setiap saat kami 

menghadap Kiblat Timur dengan konsep Maranatha dalam memulai ibadah. Ketujuh 

perayaan dalam perintah Torah yaitu  bayangan dari apa yang terjadi di dalam Torah 

haMashiakh seperti yang leluhur iman kami lakukan di atas sejak abad pertama. 

                                                          

 

Gambar 3.6 Peniupan sofar untuk memulai ibadah. Sumber: koleksi foto GNI. 

Di daerah lain, penanda waktu untuk memulai ibadah bisa memakai  alat 

music sesuai budaya lokal, misalnya Gong di India, atau lonceng di Eropa. Jika jemaat 

Nasrani berkembang di daerah Sunda, maka bisa saja sofar digantikan dengan angklung, 

di Sumbar meniup Bansi, di Maluku diganti Tahuri, dan yang lainnya.  

Jadi, jemaat Nasrani merayakan 7 Moedim dengan cara yang berbeda, dengan 

cara sesuai Torah Mshikha. Perayaan Moedim Nasrani selalu dipimpin oleh imam, 

sementara perayaan Moedim Judaism dipimpin rabbi Yahudi.  

 

28. Ajaran KM: Umat Kristen harus melakukan dan mengajar Hukum Taurat 

(HaTorah). 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Umat Kristen atau Nasrani dididik untuk melakukan dan tuduk pada Torah 

Mesias (LAI: Hukum Kristus, Gal 6:2) bukan Torah Sinai (LAI: Hukum Taurat). Di dalam 

masa Perjanjian Baru ini, melakukan Torah Sinai yaitu  hal yang bisa mematikan 

iman.  

Rom 4:14 (LAI) Sebab jika mereka yang mengharapkannya dari hukum 

Taurat, menerima bagian yang dijanjikan Allah, maka sia-sialah iman 

dan batallah janji itu. 

 

Bahkan umat Yahudi sendiri tidak bisa melakukan Torah Sinai apa adanya. 

Mereka melakukan pendekatan Torah Musa ini akibat hancurnya Bait Suci Yerusalem II 

di tangan Jendral Titus pada tahun 70 Masehi. sebab  peribadatan Yahudi berpusat 

pada bagunan ini , maka mereka berkumpul pada Konsili Yavne di tahun 90 

Masehi untuk merumuskan peribadatan yang baru. Hasilnya mereka merubah 

peribadatan dari peribadatan Bait Suci yang dipimpin oleh imam-imam Lewi, diganti 

dengan peribadatan Sinagoga yang dipimpin oleh para Rabbi. Kurban digantikan 

dengan pertobatan, doa harian, dan sedekah. Mereka mulai menuliskan tradisi lisan,  

lalu mereka sebut sebagai Talmud. Adanya Talmud diharapkan supaya ajaran Judaism 

bisa Lestari sampai ke abad modern. Dengan demikian HaTorah yang mereka lakukan 

tidaklah penuh, sampai Sang Mesias yang mereka nantikan datang untuk membangun 

Bait Suci III Yerusalem. Demikian yang diyakini kaum Farisi Judaism ini. 

Melakukan Hukum Taurat apa adanya di zaman modern di negara kita  yaitu  hal 

yang tidak mungkin. Mengapa? Ada 3 komponen penting yang harus ada untuk 

menjalankan Torah ini, yaitu Bangunan Bait Suci, Dewan Sanhendrin, dan keimamatan. 

Bait Suci sebagai tempat ritual pengampunan dosa dan pusat pelayanan. Dewan 

Sanhendrin bertugas sebagai dewan pengadil, supaya semua berjalan tertib dan ada 

hukuman yang jelas. Lalu ada keimamatan sebagai wakil Tuhan di bumi. Nah apakah 

ketiganya ada? Tidak. Apakah hukum rajam bisa dilakukan di negara kita ? Tentu saja bagi 

yang coba-coba melakukan bagian dari Torah Sinai ini akan masuk penjara. Apakah ada 

yang tunduk pada keturunan Lewi di sini? Tidak ada juga. Jadi memang suatu hal yang 

mustahil melakukannya. Sedangkan kalau mau melakukan Hukum Taurat seperti yang 

dilakukan oleh kaum Yahudi, itu artinya jelas-jelas mengunyah dan memakan ragi 

Farisi.  

 

Mat 16:6 (LAI) Yesus berkata kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan 

waspyaitu  terhadap ragi orang Farisi dan Saduki." 

 

Berbeda dengan Torah Sinai, Torah Mesias bisa dilakukan di manapun, bahkan di 

negara kita ! Haleluyah 3x! Ketiga komponen di atas ada di dalam Gereja Rasuliah. Bait 

Suci digantikan dengan Altar/Mezbah sebagai tempat kurban Tubuh dan Darah (Roti 

dan Anggur) diletakkan, lalu ada Dewan Sanhendrin sebagai pengadil, yaitu Dewan 

Keuskupan yang berisi beberapa uskup yang bertindak sebagai penentu stadar moral 

yang tertuang dalam kanon (Halakah). Lalu ada keimamatan Melkisedek (pengganti 

Keimamatan Lewi), yaitu para uskup dan juga semua pelayan yang ditahbiskan dari 

jenjang minor sampai mayor, perhatikan Gambar 2.4. Di dalam Torah Mesias, tidak ada 

hukuman rajam, yang ada yaitu  ritual pengampunan. Ritual pengampunan dosa yaitu  

bagian dari qadishotim (sakramen-sakramen) yang ada. Ritual ini dilakukan oleh jemaat 

di dalam ibadah, sebelum dilaksanakan Qurbana Qadisha (Perjamuan Suci), dengan 

maju ke depan, membisikan dosanya kepada Imam dan menerima pengampunan. 

Secara tidak disadari oleh para pendeta Mesianik yang mengajarkan Torah Sinai, 

mereka telah melanggar Torah Musa ini sendiri seperti terlihat pada tabel di bawah: 

 

Tabel 3. 1 Melanggar Torah Sinai secara tidak sadar 

No Pengajaran Pendeta Mesianik Pelanggaranpada Torah Sinai sendiri 

1 Gentile mengajar Torah Sinai  

 

Tradisi (Oral Torah) Judaism. Pengajar 

haruslah tetap kaum Yehudim. 

 

 

No Pengajaran Pendeta Mesianik Pelanggaranpada Torah Sinai sendiri 

 

Wanita menjadi pemimpin 

(Gembala). 

 

Tradisi (Oral Torah) Judaism, 

kepemimpinan selalu pada kaum pria. 

Sekte-sekte Judaism yang mengizinkan 

pemimpin wanita yaitu Reform dan 

Conservative Judaism. Mereka sering 

bertikai dengan pewaris ajaran Farisi ketat, 

Orthodox Judaiasm. 

  

Pendeta memipin 

ibadah/perayaan Moedim 

Judaism.  

 

Tradisi (Oral Torah) Judaism, pemimpin 

ibadah Moedim haruslah Rabbi Yahudi. 

Goyim bisa ikut tapi taati aturan, sebagai 

tamu atau pendatang. 

 

 

Tanpa disunat bisa merayakan 

Moedim. 

 

Written Torah: Imamat 12:2 dan Kel 12:48.  

 

Meyakini sunat dengan 

dokter/mantri yaitu  Brit 

milah. 

 

Tradisi (Oral Torah) Judaism perihal Brit 

milah. 

 

Goyim melayangkan Birkat 

Kohanim (Berkat Keimamatan) 

 

WrittenTorah: Bil 6:22-27 

 

Melakukan kurban Roti dan 

Anggur sebagai ritual 

pengampunan dosa. 

 

Written Torah: Imamat 14:13, kurban selalu 

hewan. 

 

Beribadah tanpa menghadap 

Kiblat Yerusalem. 

 

Tradisi (Oral Torah) Judaism, ibadah selalu 

menghadap Yerusalem.  

Meyakini ajaran Sola Scriptura 

(Hanya Kitab) 

Tradisi (Oral Torah) Judaism, harus selalu 

dipegang dan diwariskan. Hanya kaum 

Saduki saja yang menolak tradisi.  

 

 

Kalau diperhatikan sejujurnya, dalam pengamatan kami, jemaat Mesianik di 

negara kita  sedang mencampur-aduk Torah Sinai dengan pemahaman mereka sendiri. 

Sehingga apa yang mereka lakukan itu bukan lagi Torah Musa, tapi modifikasinya. Hal 

ini bisa terjadi sebab  mereka tidak punya dewan Sanhendrin yang bertugas sebagai 

dewan pengadil jemaat. Jadi, melanggar atau tidak, itu tidak jadi masalah.  

 

29. Ajaran KM: Beribadah dengan berpakaian Yahudi sebab  Yeshua itu Yahudi.  

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Pakaian dalam peribadatan haruslah sopan sesuai dengan budaya masing-

masing. Dalam penyebaran injil, para rasul Yehudim, tidak pernah mengajarkan goyim 

Kristen awal berbusana seperti ala Yahudi. Dalam Igeretnya Mar Shaul menjelaskan: 

“Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah Torah Sinai, aku menjadi seperti orang 

yang tidak hidup di bawah Torah Sinai…”68 Jadi tidak pernah ada goyim di Mesopotamia, 

di Asia Minor, di Celtic, di Etiopia, di Mesir, di Roma pada abad pertama berpakaian 

Yahudim. Semua uskup di kota-kota ini  memberi kebebasan umat Nasrani untuk 

berpakai sesuai budaya masing-masing. 

Demikian juga di negara kita , Uskup Mar Nicholas memberi kebebasan, ada yang 

memakai peci, ada blangkon, ada penutup kepala biasa, dan ada juga yang memakai 

kippah. Dalam busana, baik pria dan wanita berpakaian sopan. Wanita memakai 

kerudung putih. 

 

Gambar 3.7 Pakaian sesuai budaya masing-masing dalam peribadatan Nasrani. Sumber: 

Koleksi foto pribadi 

 

30. Ajaran KM: Ajaran Perjanjian Baru menghapus Perjanjian Lama itu tidak 

memiliki dasar scriptural melainkan pada asumsi anti-semitis.69 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Para pemimpin Nasrani atau Para pendiri Gereja Rasuliah mengajarkan bahwa 

umat Nasrani (Kristen) harus menghidupi Perjanjian Yang Diperbaharui (PB), ini tidak 

ada hubungannya dengan pergerakan  anti-semitik70 yang dihembuskan kuat pada abad 4 

                                                          

70 Istilah “Perjanjian Baru” disebutkan oleh Maran Yeshua pertama kali, dan diteguhkan melalui Korban di 

Salib dalam diri-Nya sendiri yang diperintahkan untuk dirayakan selalu; “… Perbuatlah ini mengingat akan 

Aku…” (Lukas 22:19-20). Jadi ini tidak ada kait mengait dengan Anti-Semitisme dan menggantikan istilah 

Perjanjian Lama. Istilah “Perjanjian Lama” sebenarnya tidak dikenal zaman Para Rasul, kecuali Kitab Torah, 

Nabi-nabi dan kemudian Ketuvim sehingga disebut Kitab TANAKH oleh kaum Yahudi. Orang Kristen Goyim yang 

pertama memakai istilah Perjanjian lama dan Perjanjian Baru yaitu  Tertullianus abad ke-2 M., (Latin: vetus 

testamentum dan novum testamentum), dalam tilisannya artikel  3 - Melawan Marsion, pasal 14). Bagi Nasrani 

lebih suka menyebut PL sebagai Tanakh. 

 

oleh Gereja Helenis. Pengajaran ini bukan hanya berlandaskan Scripture (Kitab), namun 

juga berdasarkan Tradisi (Masora). Tradisi dan Kitab suci tidak bisa dipisahkan.  

Menurut Kitab Suci, Perjanjian Sinai (PL) yaitu  perjanjian yang diabaikan oleh 

umat Israel dan Yehuda dengan berulang kali melakukan penyembahan berhala. Mereka 

dibuang Tuhan dan mati di pembuangan. Yang tersisa yaitu  anak-cucu keturunan 

mereka.  

1. Perjanjian Sinai (PL) dibuat antara Tuhan dan 12 suku Israel di Sinai (1500 SM), 

baca di Im 26:9 dan Im 26:25. 

2. Kutuk akan menjadi hadiah bagi mereka yang melanggar isi perjanjian, baca di Ul 

27:26. 

3. Bukan Tuhan yang mau membatalkan Perjanjian Sinai, di ayat Im 26:44 dan Yos 

23:16. 

Im 26:44 (LAI) Namun demikian, apabila mereka ada di negeri musuh 

mereka, Aku tidak akan menolak mereka dan tidak akan muak melihat 

mereka, sehingga Aku membinasakan mereka dan membatalkan 

perjanjian-Ku dengan mereka, sebab Akulah TUHAN, Allah mereka.  

4. Israel dan Yehuda melanggar isi perjanjian, tercatat di ayat Yer 11:10 dan Yer 22:9 

5. Tuhan membuang mereka ke tanah pembuangan untuk mati di sana, lalu Dia 

memegang janji-Nya untuk terus mengikatkan diri dengan Perjanjian, maka jadilah 

Perjanjian yang Diperbaharui (PB), Yer 31:31-32. 

6. Perjanjian Sinai sudah usang, harus ditinggalkan, masuk ke Perjanjian Yg 

Diperbaharui, Ibr 8:13. 

Menurut Tradisi, pemimpin Nasrani awal meneguhkan bahwa umat percaya 

harus meninggalkan Perjanjian Sinai. Ini ditegaskan pada Konsili 1 Yerusalem yang 

dihadiri semua pemimpin awal Nasrani. Mereka yaitu  pemimpin Gereja Rasuliah, 

mereka bukan pemimpin Messanic Jewish dan bukan pemimpin Kristen Mesianik. Hasil 

keputusan mereka, menyatakan adanya Torah yang berbeda yang harus dijalankan oleh 

umat percaya non yahudi. Torah yang dimaksud yaitu  Torah Meshikha (LAI: Hukum 

Kristus), oleh sebab  itu sesudah  konsili ini  berakhir, Mar Shaul menuliskan surat 

ke jemaat Gereja Rasuliah di Galatia, bahwa mereka tidak perlu harus mengikuti Torah 

Sinai yang terdapat di dalam Perjanjian Sinai (Gal 6:2). Para rasul keturunan Israel 

termasuk Mar Shaul sendiri mengikuti Torah Meshikha (1 Kor 9:21).  

Menurut Tradisi, umat Nasrani keturunan Israel, bisa tetap melakukan Torah 

Sinai, namun dalam kerangka PB, tidak lagi PL. Kedatangan Yeshua menggenapi Torah 

Sinai ini . Tercatat juga dalam Kitab Kis 22:12; 24:14; 25:8.  

Dalam Tradisi, Torah Mshikha  memiliki perayaan yang berbeda dengan 

perayaan di dalam Torah Sinai, memiliki siddur (liturgi) peribadatan yang berbeda, 

memiliki doa-doa yang berbeda, memiliki kiblat doa yang berbeda, memiliki halakha 

yang sedikit banyak berbeda, memiliki Shahadat yang berbeda (lebih luas, tidak 

 

bertentangan dengan Torah Sinai), memiliki keimamatan dan jenjang keimamatan yang 

berbeda, memiliki ritual-ritual (qadishotim) berbeda, dll.  

Jadi, baik mengacu pada Kitab dan pada Tradisi Suci (written dan oral Torah), 

Perjanjian Lama dengan Torah Sinai di dalamnya sudah tidak dilakukan lagi di dalam PB 

yang memiliki Torah Meshika. Inilah ketetapan Nasrani abad 1 yang terus dipelihara 

oleh pewarisnya sampai ke abad 21 ini. Tidak dilakukan dalam hal ini bukan berarti 

harus dihapuskan dalam kitab suci. Tentu tidak, semua masih ada. 

 

31. Ajaran KM: Yeshua melakukan Torah Sinai, dan mengajarkan di Mat 5: 19 

kepada semua pengikut-Nya untuk mentaati Torah Sinai juga. 

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Mat 5 (LAI dan Dukhrana Bible Research), ayat (17) Janganlah kamu 

menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau 

kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan 

untuk menggenapinya.   ܶܝܐ ܘ ܢ݂ܒܺ ܐ ܳܢܽܡܘܳܣܐ ܐ 

ܶ

ܐܫܪ ܝ݂ܬ ݁ܕܶ ܐ݂ܬܺ ܘܢ ݁ܕܶ

ܽ

ܣ݁ܒܪ ܳܳܠ ݁ܬ 

 ܀

ܶ

ܶܠ ܐܡ  ܐ ܶܐܳܳܠ ݁ܕܶ

ܶ

ܐܫܪ ܝ݂ܬ ݁ܕܶ  ܳܳܠ ܶܐ݂ܬܺ

(18) sebab  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap 

langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari 

hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.  ܳܡܐ ܥ݂ܕ  ܪ ݈ܐܳܢܐ ܠ݂ܟܽܘܢ ݁ܕ  ܝܪ ܳܐܡ  ܺܡܝܢ ݁ܓܶ ܐ 

ܠ ܶܢܗܶܘܐ ܳܡܐ ݁ܕ݂ܟܽ ܪ ܶܡܢ ܳܢܽܡܘܳܣܐ ܥ݂ܕ  ݂ܕ ܶܣܪܳܛܐ ܳܳܠ ܶܢܥ݁ܒ  ܘ ܚ  ܐ ܐ  ܐܪܳܥܐ ܽܝܘ݂ܕ ܚ݂ܕܳ ܳܝܐ ܘ  ܘܢ ܫܡ 

ܽ

 ݁ܕܶܢܥ݁ܒܪ

(19) sebab  itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat 

sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang 

lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan 

Sorga; namun  siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-

perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam 

Kerajaan Sorga.   ܟܠ ܡܢ ܕܢܫܪܐ ܗܟܝܠ ܚܕ ܡܢ ܦܘܩܕܢܐ ܗܠܝܢ ܙܥܘܪܐ ܘܢܠܦ ܗܟܢܐ ܠܒܢܝܢܫܐ

 ܒܨܝܪܐ ܢܬܩܪܐ ܒܡܠܟܘܬܐ ܕܫܡܝܐ ܟܠ ܕܝܢ ܕܢܥܒܕ ܘܢܠܦ ܗܢܐ ܪܒܐ ܢܬܩܪܐ ܒܡܠܟܘܬܐ ܕܫܡܝܐ

Torah Sinai (LAI: Hukum Taurat) yaitu  pengajaran di dalam Perjanjian Sinai, 

bukan di dalam Perjanjian Baru. Torah Sinai hanya BAYANGAN di masa lampau yang 

digenapi di masa kedatangan Yeshua.  

Ibrani 10:1 (LAI) Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja 

dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan 

itu sendiri. sebab  itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-

menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin 

menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya. 

Sedangkan masa Perjanjian Baru itu dimulai saat Yeshua mengajar, lebih 

tepatnya saat Yeshua disalibkan dan tirai Ruang Maha Kudus robek. Jadi ajaran Yeshua 

bukanlah Torah Sinai/Mosha yang hanya BAYANGAN, melainkan Dia mulai 

mengajarkan Torah Msikha yang merupakan PENGGENAPAN. Ayat Mat 5:19 di atas 

 

mengajar bahwa Written Torah Sinai jangan dihapuskan, jangan dihapuskan 1 titik pun 

di dalamnya.  

Torah Sinai terbagi dua, tradisi dan kitab. Kitab di zaman Yeshua terbagi ke 

dalam 5 kitab Mosha dan Nabi-nabi, baru sesudah  konsili Yafne th 90 M ada kanonisasi 

Tanakh. Lalu apakah Maran Yeshua melakukan Torah Sinai baik sesuai tradisi dan kitab-

kitab di atas? Perhantikan tabel di bawah. 

 

Tabel 3.2 Perbandingan Ajaran Yeshua dan Ajaran Mosha 

No Ajaran Yeshua (Torah Mshikha ) Ajaran Mosha (Torah Sinai) 

 

Bekerja di Shabbat (menyembuhkan dan  

berjalan jauh) 

 

Tidak boleh bekerja, hanya para imam Lewi yg 

bekerja di Shabbat di dalam Bait Suci. 

2 Kasihilan musuhmu 

Kasihilah tetanggamu (suku lain dalam 12 suku 

Israel) 

3 Jangan membunuh 

 

Kalau melanggar Torah Sinai, perintah tertentu 

harus dibunuh, bisa dibakar atau dirajam 

 

Mengingini wanita dengan mata saja 

sudah berzinah 

Berzinah artinya pria dan wanita belum menikah 

tapi berhubungan badan. 

Jadilah terang dunia, berkat bagi bangsa-

bangsa. 

Tidak ada perintah ini dalam Torah Mosha. 

6 Berdoa Bapa Kami (Tefila dMaran).  Para rabbi merangkum Doa Harian Semoneh Esrei. 

7 Puasa tidak boleh ketahuan orang lain. Tidak ada ajaran seperti ini. 

 

Memberi sedekah tidak boleh dikatehui 

orang lain. 

 

Tidak ada ajaran seperti ini. 

9 Jangan bersumpah. Jujur saja. Bersumpah. 

10 

 

Mengajar suatu saat kiblat peribadatan 

berpindah dari Yerusalem. 

 

Kiblat peribadatan selalu Yerusalem. 

11 

 

Mengajarkan makan Daging dan minum 

Darah-Nya. 

 

Tidak ada ajaran demikian. 

12 

 

Mengorbankan diri untuk menebus jiwa 

manusia. 

 

Mengorbankan binatang untuk menebus jiwa orang 

yang bersalah. 

13 

 

Menahbiskan para rasul dan 70 Murid 

menjadi imam-imam. 

 

Keimamatan selalu dipegang oleh Suku Lewi. 

 

 

Ada saatnya, seorang anak kecil dididik jangan banyak keluar rumah, namun di 

saat dewasa aturan itu berubah dengan sendiri sebab  itu hanyalah PANDUAN hidup 

sampai dia dewasa. Demikianlah dengan Torah Sinai, itu yaitu  pengajaran sampai Sang 

Mesias datang, lalu stop! Mulailah melakukan Torah Mshikha. Stop bukan berarti Torah 

Sinai harus dihapuskan. Tidak boleh ada yang dihapuskan, inti pesan dalam Torah Sinai 

itu masuk ke dalam Torah Mshikha sehingga kedua Torah ini sebenarnya yaitu  satu-

kesatuan.  

Gal 3:24 (Peshitta Lamsa- Dukhrana Bible Research-LAI) 

The law then was our pathfinder to bring us to Christ that we might be 

justified by faith.ܢܡܘܣܐ ܗܟܝܠ ܬܪܐܐ ܗܘܐ ܠܢ ܠܘܬ ܡܫܝܚܐ ܕܡܢ ܗܝܡܢܘܬܐ ܢܙܕܕܩ. Jadi 

hukum Taurat yaitu  penuntun bagi kita sampai Kristus datang, 

supaya kita dibenarkan sebab  iman. 

Jadi, sesudah  Sang Mesias datang, Torah yang berlaku bukanlah Torah Bayangan lagi, 

melainkan Torah Meshikha. Ajaran Meshikha ini tidak semua tercatat di dalam 4 injil, 

namun masih banyak yang tidak tercatat, pengajaran ini  diingat oleh 12 rasul dan 

70 Murid-Nya. Mereka lalu mewariskannya dalam Tradisi Nasrani kepada para uskup 

penerus kepemimpinan Nasrani. 

 

32. Ajaran KM: Para rasul bukanlah Imam-imam Melkisedek.  

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

Maran Yeshua menahbiskan 12 rasul dan 70 murid menjadi imam-imam dalam 

keimamatan Melkisedek. Mereka yaitu  para imam, bukan pendeta. Jabatan ‘pendeta’ 

tidak pernah eksis di dalam komunitas Nasrani sejak awal sampai sekarang. Para imam 

tertahbis ada di dalam peribadatan Nasrani sebagai pelayan untuk menggantikan posisi 

keimamatan Lewi-Harun yang berhenti di masa Yohanes Pembaptis.71 Para imam ini 

berada di bawah Sang Imam Besar (Kohen HaGadol) Melkisedek, yaitu Maran Yeshua.72 

Para rasul dan 70 murid melakukan peribadatan dengan memakai  siddur Nasrani. 

Dengan melakukan siddur kuno ini, semua harus menjadi imam, tidak boleh Rabbi atau 

pengajar atau lainnya. Siddur peribadatan ini memang tidak diperjualbelikan di toko 

artikel , jadi jarang ada orang yang memahaminya. 

 

PERBADINGAN AJARAN LAINNYA 

33. Ajaran KM: Anti Salib sebab salib yaitu  lambang kutuk.  

Perbandingan dengan ajaran Gereja Nasrani negara kita : 

                                                          

71 Luk 16:16 terjemahan GNI: “Torah Sinai dan kitab para nabi berlaku SAMPAI kepada zaman Yohanes…” 

72 Ibrani 5:10 LAI: “dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peratura