di dalam alkitab 8

 


an ke kemuliaan) (2Kor.3:18). 

 Paling penting sebagai orang pilihan-Nya yaitu  kesediaan “mematikan keinginan daging” dan 

ingin lebih menuruti kehendak Roh! Tentunya ada “jeritan daging” dalam proses ini, sebab daging akan 

menderita; namun bila seseorang lebih mendengarkan suara Roh, maka Roh Adopsi yang bekerja dalam 

dirinya akan memberikan penghiburan, khususnya penghiburan yang muncul sebab  mengetahui 

tujuan proses transformasi tersebut – mencapai kemuliaan yang kekal! 

 Seorang anak yang diadopsi “orang tua baru” tentu akan mengalami perbedaan peraturan. Bila 

sebelumnya berada dalam “peraturan orang tua lama,” yang memberi kebebasan daging, tidak terdidik, 

berkata kotor dsb, tentunya agak sukar mengubah kelakuan yang sudah menjadi kebiasaan tersebut. 

namun , sebab  merasakan atmosfir keluarga Pengadopsi yang mengasihi dirinya lebih nyaman, lebih 

terjamin sehingga ada “penerimaan diri,” maka hal-hal tersebut akan membuatnya lebih bahagia (Istilah 

bahasa Jawa: di-wong-ke). Suasana batin demikian inilah yang membuatnya rela menuruti peraturan baru. 

Demikian juga bagi orang percaya yang rela menurut kehendak Roh, sukacita Roh Kudus memberikan 

kekuatan dalam menuruti kehendak Bapa! 

  

 

MENERIMA PEMIMPIN KEMULIAAN 

 Tabut Perjanjian yang menerima Tutup Grafirat harus memiliki ukuran yang sama dalam 

panjang dan lebarnya, seperti dituliskan dalam Kel.25:10, 17 “Haruslah mereka membuat tabut dari kayu 

penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya. 

Juga engkau harus membuat tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya dan 

satu setengah hasta lebarnya.” 

 Panjang Tabut maupun Tutup Pendamaian sama, yakni dua setengah hasta panjangnya atau 5 

dibagi 2. Seperti telah diterangkan dalam ilmu angka, bahwa 5 yaitu  Angka Penebusan, yang terjadi 

oleh sebab  Anugerah Allah Bapa kepada umat , Yesus Kristus, yang membayar harga tebusan dengan 

mati di atas Kayu Salib, yang dilambangkan oleh 5 Kayu Palang pengikat Papan-papan dinding Kemah 

Suci (Lihat Bab-X). 

 Lebar Tabut maupun Tutup Pendamaian sama, yakni satu setengah hasta; Itu yaitu  angka 3 yang 

dibagi 2. Seperti telah diterangkan angka 3 menunjuk kepada Tritunggal Allah dan juga pribadi ketiga 

dari Allah, yakni Roh Kudus. 

 Angka 2 yaitu  angka yang menunjuk kepada pribadi kedua dari Allah Tritunggal, yaitu Yesus 

Kristus. Dua setengah atau 5/2 menunjuk kepada Penebusan oleh Anugerah yang dinyatakan di atas kayu 

  

Salib, telah dilakukan oleh Yesus, Anak Allah, agar terjadi perdamaian antara Allah dan umat . Satu 

setengah atau 3/2 menunjuk kepada Pengorbanan Allah Tritunggal tatkala harus melakukan pemulihan 

atas umat  berdosa, setelah mereka mau diinsafkan Roh Kudus. Tawaran Allah dalam Penebusan 

mengandung Resiko Pengorbanan Allah dalam melaksanakan tawaran tersebut!  

Tabut yang menerima Tutup Pendamaian, lambang Gereja yang menerima Yesus 

sebagai Pendamai, harus sama dengan Dia dalam hal kerelaan menderita sebab  

kebenaran. Bersedia menerima pimpinan Roh Kudus, Roh Adopsi, yang membawa 

kepada Kemuliaan meskipun harus mengalami derita Salib, supaya akhirnya 

dipermuliakan sama seperti Dia. 

1Pet.4:14 “Berbahagialah kamu, jika kamu dinista sebab  nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada 

padamu.” 

 Itulah sebabnya, walaupun diri-Nya yaitu  Allah sepenuh, namun Yesus rela menjadi umat  

sejati agar dapat menjadi teladan sempurna dalam hal ketaatan. Ketaatan total diwujudkan dalam 

kesediaan roh, jiwa dan tubuh untuk mengikuti kehendak Bapa. Dan hal ini hanya mungkin terjadi 

jika  jiwa seseorang (pikiran, perasaan dan kehendaknya) mau tunduk kepada kehendak-Nya, sebab 

letak penentangan terjadi dalam jiwa! 

 Saat Yesus menjelma menjadi umat , Dia belum pernah menyandang daging umat . sebab  

itu “daging Yesus” dikatakan Alkitab “serupa dengan daging yang dikuasai dosa sebab  dosa” (Roma 

8:3). Artinya, “daging Yesus” sama dengan daging umat  yang berdosa, hanya saja Dia tidak pernah 

berdosa. Halnya sama seperti “daging Adam” sebelum jatuh ke dalam dosa. Sebab itu, Yesus disebut 

“Adam yang akhir” (1Kor.15:45). 

 Sewaktu berinkarnasi, Yesus belum teruji dalam ketaatan dengan tubuh daging. Itulah sebabnya 

Allah Bapa mengijinkan Setan untuk mencobai. namun  faktanya, Dia berhasil menolak semua godaan 

yang ditawarkan, bahkan juga tatkala harus menderita “Penderitaan Salib,” Yesus rela memikul 

semuanya. Haleluyah! Dan memang jalur yang dipilih Allah untuk menyempurnakan setiap orang 

percaya yaitu  melalui “Anugerah Penderitaan” (Flp.1:29). Ketetapan ini telah dilakukan Bapa terhadap 

Yesus, yang mau dijadikan Pemimpin bagi orang percaya untuk dapat taat sepenuh. 

Ibr.2:10 “Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah -- yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan --, 

yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin 

mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.” 

Mempelai Kristus dilambangkan oleh Tabut, yang memiliki ukuran sama dengan 

Tutup Pendamaian, yaitu  orang-orang pilihan yang rela menderita sebab  

kebenaran, sebab menerima Yesus bukan hanya sebagai Penyelamat dari dosa, namun  

juga sebagai Pemimpin yang membawa kepada kemuliaan kekal. 

Catatan: Sayang, banyak orang percaya hanya mau menerima Yesus sebagai Penyelamat (nama Yesus 

berarti “Penyelamat”), namun mereka menolak Dia sebagai “Pemimpin” atau Tuan/Tuhan dalam praktek 

hidupnya. Itulah sebabnya, Tuhan Yesus berkata demikian: “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, 

Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” (Luk.6:46). 

 

 Orang pilihan-Nya yang menjadikan Yesus itu Tuhan dan Kristus, seperti yang telah ditetapkan 

Bapa (Kis.2:36), seperti halnya dengan Tabut yang berada tepat di bawah Tutup Pendamaian, maka 

mereka akan memperoleh berkat Anugerah-Nya yang akan kita bahas berikut ini. Sebab itu Tuhan 

melambangkan Gereja-Nya sebagai “Tubuh” yang berada di bawah kontrol Kepala, dan sebagai 

“Mempelai wanita ” yang harus tunduk kepada Mempelai Laki-laki. 

MENERIMA PERLINDUNGAN TUHAN 

 Setelah diperintahkan membuat Tabut, maka Musa diperintahkan juga untuk membuat “Tutup 

Pendamaian,” dan keterangannya diberikan dalam ayat-ayat berikut ini.  

Kel.25:17-21 “Juga engkau harus membuat tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya 

dan satu setengah hasta lebarnya. Dan haruslah kaubuat dua kerub dari emas, kaubuatlah itu dari emas 

tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu. Buatlah satu kerub pada ujung sebelah sini dan satu kerub 

pada ujung sebelah sana; seiras dengan tutup pendamaian itu kamu buatlah kerub itu di atas kedua ujungnya. 

 

 

Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas, sedang sayap-sayapnya menudungi 

tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing-masing; kepada tutup pendamaian itulah 

harus menghadap muka kerub-kerub itu. Haruslah kauletakkan tutup pendamaian itu di atas tabut dan dalam 

tabut itu engkau harus menaruh loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu.” 

 Dalam bahasa Inggris, Tutup Pendamaian disebut “Mercy Seat,” dan Kappôreth dalam bahasa 

Ibrani; dari kata “kâphar.” Kata kâphar berarti menutupi atau memakal (dengan ter), seperti yang 

dilakukan Nuh saat membuat bahtera (Kej.6:14), sehingga kayu-kayu yang telah dikerjakan menjadi 

bahtera tidak bocor; sebab kebocoran dapat menenggelamkan bahtera dan mematikan penumpangnya. 

 Kata ini juga berarti: menebus, memperbaiki kesalahan, mendamaikan, membatalkan; dan dipakai 

Tuhan dalam urusan mengatasi kuasa dosa. sebab  itu, kata inilah yang dipergunakan dalam perayaan 

Israel keenam, yang dikenal dengan “Hari Raya Pendamaian” atau Yom Kippur (kippur yaitu  kata 

jamak dari kaphar). Sebab, pada hari itulah sang Imam Besar akan masuk ke dalam Ruangan Maha Kudus 

dan memercikkan darah di atas Tutup Pendamaian, untuk membatalkan segala dosa para imam dan 

seluruh umat Israel dan menguduskan tempat maha kudus, Kemah Pertemuan dan Mezbah.  

 Inilah saat yang paling mendebarkan hati seluruh umat-Nya, sebab mereka menunggu apa yang 

akan terjadi dengan Imam Besar, yang hanya diperbolehkan masuk sekali saja setahun ke tempat dimana 

Allah bertakhta tsb (Kel.25:8, 22). Bila Allah tidak berkenan, maka konsekuensinya ditandai dengan 

kematian sang Imam Besar. 

 Namun, bila persembahan darah itu memperkenankan hati Tuhan, maka keluarlah cahaya 

kemuliaan dari Ruang Maha Kudus menembus tenda Kemah Suci, sehingga umat-Nya yang menyaksikan 

di luar bersorak sorai! Cahaya itulah yang disebut “Shekinah Glory” (Catatan: Hal ini tidak tertulis dalam 

Alkitab).  

Im.16:14-16a “Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke 

atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit 

dari darah itu dengan jarinya tujuh kali. 15 Lalu ia harus menyembelih domba jantan yang akan menjadi 

korban penghapus dosa bagi bangsa itu dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir, lalu  

haruslah diperbuatnya dengan darah itu seperti yang diperbuatnya dengan darah lembu jantan, yakni ia harus 

memercikkannya ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu. 16a Dengan demikian 

ia mengadakan pendamaian bagi tempat kudus itu sebab  segala kenajisan orang Israel dan sebab  segala 

pelanggaran mereka, apa pun juga dosa mereka.” 

 Pelanggaran atau Dosa akan memberikan peluang kepada oknum dosa, yakni setan untuk bekerja. 

“Satan” dalam bahasa Ibrani, yang berarti pelawan, pasti menimbulkan berbagai malapetaka, bahkan akan 

berujung kepada puncaknya, yaitu kebinasaan atau perpisahan total dari Allah (baik secara jasmani 

maupun rohani). 

 Dalam Hari Raya Pendamaian, darah lembu jantan dipakai  untuk pendamaian Imam Besar 

sendiri dan keluarganya (Im.16:11), sedangkan darah domba jantan bagi bangsa Israel (Im.16:15), maka 

dalam Perjanjian Baru darah Yesus diperuntukkan bagi semua orang percaya yang mau dihapus dosanya 

dan ditutupi dari serangan setan, sehingga maut tidak berkuasa atas mereka, seperti dijanjikan ini. 

Wah.20:6 “Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang 

kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, namun  mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan 

mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.” 

Seperti halnya dengan dua kerub mengembangkan sayapnya ke atas menundungi 

Tutup Pendamaian, demikianlah halnya dengan perlindungan Tuhan atas Gereja-Nya 

(dilambangkan dengan Tabut Perjanjian), dengan syarat mereka mau berada 

dibawah otoritas Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja, yang dilambangkan oleh Tabut 

yang berada di bawah Tutup Pendamaian. 

 

MENERIMA KEHADIRAN ALLAH 

  

 Bila Tabut dan Tutup Pendamaian diselesaikan dengan benar menurut perintah-Nya, lalu  

diisi dengan loh hukum, maka Tuhan menjanjikan untuk hadir dalam Kemah Suci, seperti difirmankan 

ini. 

Kel.25:21-22 “Haruslah kauletakkan tutup pendamaian itu di atas tabut dan dalam tabut itu engkau harus menaruh 

loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu. Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari 

atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan 

engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel." 

 Memang pada akhirnya Tuhan menyuruh meletakkan tiga benda ini, loh hukum, buli-buli berisi 

manna dan tongkat Harun, namun sebenarnya yang paling utama yaitu  loh hukum. Sedangkan “Buli-

buli berisi Manna” itu hanya sebagai peringatan bagi Israel bahwa Tuhan sudah memelihara mereka 

selama 40 tahun dalam perjalanan di padang gurun; dan “Tongkat Harun” pun diletakkan di sana sebagai 

peringatan agar umat-Nya tidak lagi berdebat tentang hak Tuhan dalam memilih para pelayan-Nya. 

Namun yang terpenting, sebenarnya Tabut Perjanjian itu dibuat untuk tempat menaruh loh hukum! 

 Itulah sebabnya, tatkala Bait Allah kedua didirikan, yakni Bait Suci yang dibangun oleh raja 

Salomo, maka firman Tuhan mengatakan demikian: “Dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain dari 

kedua loh batu yang diletakkan Musa ke dalamnya di gunung Horeb, yakni loh-loh batu bertuliskan 

perjanjian yang diadakan TUHAN dengan orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari tanah 

Mesir” (1Raj.8:9). 

Hal ini melambangkan, bila Kerajaan Sorga sudah ditegakkan di bumi, yaitu Kerajaan 

1000 tahun Damai, maka tidak akan ada lagi perdebatan, sebab Tuhan Yesus akan 

memerintah sepenuhnya di bumi. Dan yang terpenting, hukum Tuhan, Firman-Nya, 

harus ada dalam hati setiap penduduk bumi! 

Ingat, hanya jika  Firman-Nya disimpan dalam hati umat-Nya (yang dilambangkan dengan 

loh batu dalam Tabut), maka Allah akan hadir/bertemu dan berbicara lagi! Dan inilah cara Tuhan 

sepanjang masa, yang telah dilakukan-Nya. Seperti halnya dengan Wahyu-Nya yang diberikan kepada 

para nabi secara progressif, demikian juga dengan Iluminasi-Nya dianugerahkan secara progressif! 

sebab  itu, yang paling penting bagi umat-Nya yang merindukan persekutuan dengan Tuhan yang 

semakin menanjak, sejak mulai menjadi Orang Percaya (yang dilambangkan dengan tindakan 

melangkah masuk melalui Pintu Gerbang), sampai mencapai persekutuan yang sempurna sebagai 

Mempelai Kristus (yang dilambangkan dengan Tabut yang ditutup dengan Tutup Pendamaian), yaitu  

Mendengarkan Firman-Nya, seperti pesan-Nya yang sering diulang-ulangi dalam Alkitab: “Dengarlah, 

hai orang Israel!” 

Tuhan Yesus, Sang Firman itu sendiri mengatakan demikian: “Barangsiapa memiliki  telinga 

untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! 

Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan kepada kamu yang 

mendengarkan (And to you who hear; TBI: dan di samping itu), akan ditambahi lagi kepadamu. sebab  

siapa yang memiliki , kepadanya akan diberi, namun  siapa yang tidak memiliki , apa pun juga yang 

ada padanya akan diambil dari padanya." (Mark.4:23-25).    

Marilah kita belajar untuk mendengarkan dengan baik, dengan cara menyimpan 

Firman-Nya dan melakukannya, maka Tuhan pasti akan berbicara lagi tentang hal-hal 

baru atau yang akan datang! Sehingga kita menjadi orang pilihan-Nya yang semakin 

mengenal Tuhan dengan benar. Haleluyah! 

XVII. TABUT MEMBAWA BERKAT 

 Sudah diterangkan, bahwa Tabut Perjanjian dengan Tutup Pendamaian merupakan bayangan dari 

Persekutuan antara Gereja Tuhan dengan Tuhan Yesus Kristus. Persekutuan tsb juga dilambangkan 

dengan hubungan antara Tubuh dan Kepala, dan juga antara Mempelai wanita  dengan Mempelai 

laki-laki. 

 Dalam Bab-XVI, diterangkan bahwa Tutup Pendamaian dengan kedua kerub yang sedang 

mengembangkan sayap, yaitu  lambang dari Perlindungan Tuhan atas Gereja-Nya, dengan syarat 

Gereja-Nya tunduk kepada Yesus sebagai Kepala! Orang-orang Yahudi, sebagai umat pilihan-Nya, justru 

  

menolak Dia. Hal itulah yang dikeluhkan Yesus atas penduduk Yerusalem, yang menolak diri-Nya 

sebagai Tuhan dan Kristus! 

Mat.23:37-38 “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang 

yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam 

mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, namun  kamu tidak mau. Lihatlah rumahmu ini akan 

ditinggalkan dan menjadi sunyi.” 

 Ucapan nubuat di atas telah menjadi kenyataan 40 tahun lalu , tatkala tentara Roma 

meruntuhkan Bait Allah pada tahun 70 Masehi. Bila firman nubuat yang negatif itu digenapi, terlebih 

nubuat-nubuat yang baik, sebab Tuhan yaitu  Allah yang baik. Dan itulah yang akan dilakukan Tuhan 

bila bangsa Israel kelak bertobat.  

 Dalam Perjanjian Lama, pada saat Israel menggunakan Tabut Perjanjian dengan benar menurut 

peraturan yang telah ditetapkan-Nya, maka mereka memperoleh berkat-berkat dari Tuhan! Demikian pula 

bila ada orang-orang pilihan-Nya, yang telah disalut dengan kemuliaan ilahi, seperti halnya dengan kayu 

sittim yang disalut emas dan dijadikan Tabut, maka persekutuan mereka dengan Kepala Gereja akan 

menjadi berkat bagi umat Tuhan yang berada dalam pimpinan-Nya. Marilah kita melihat sejarah 

perjalanan umat Israel, seperti yang tertulis dalam Alkitab, yang menjadi model rohani bagi Gereja-Nya 

masa kini. 

 

 

PENUNTUN WAKTU BERGERAK ATAU BERDIAM 

 Begitu Kemah Suci ditegakkan pada tanggal satu bulan pertama tahun kedua, dari saat umat Israel 

keluar dari Mesir (Kel.40:2, 17), maka kehadiran Allah dinyatakan secara fisik dengan awan pada siang 

hari, dan api pada malam hari. Sejak itu, maka waktu keberangkatan maupun berdiamnya mereka 

ditentukan oleh awan tsb, seperti tertulis ini. 

Kel.40:34-38 “Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci, 35 

sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan 

kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci. 36 Apabila awan itu naik dari atas Kemah Suci, berangkatlah 

orang Israel dari setiap tempat mereka berkemah. 37 namun  jika awan itu tidak naik, maka mereka pun tidak 

berangkat sampai hari awan itu naik. 38 Sebab awan TUHAN itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari, 

dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka 

berkemah.” 

 Betapa pentingnya waktu yang tepat untuk bergerak maupun diam, sebab bila tidak,  seringkali 

dapat menimbulkan masalah yang tidak terduga, seperti kita lihat dalam praktek terjadinya kecelakaan di 

jalan raya dll. Demikian halnya bila orang pilihan-Nya menjaga persekutuan dengan Tuhan secara intim, 

maka dalam perjalanan hidupnya akan terhindar dari berbagai macam malapetaka, sebab selalu bersama 

Tuhan dalam pergerakan!  

 Dan seperti kita ketahui, bahwa Tuhan yang kita sembah yaitu  “Tuhan semesta alam” – “The 

Lord of Host.” Hal itu berarti, di mana Tuhan berada, di situ pasukan malaikat-Nya juga ada, dan mereka 

siap menjaga dan meluputkan orang-orang pilihan-Nya dari segala macam malapetaka! Bacalah secara 

lengkap Mazmur pasal 91. Penulis tuliskan di sini beberapa ayat saja. 

Maz.91:1-2, 9-10 Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang 

Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang 

kupercayai." 9. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat 

perteduhanmu, 10.malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada 

kemahmu. 

Orang-orang pilihan-Nya yang bersekutu erat dengan Tuhan, bagaikan kayu sittim 

yang diproses menjadi Tabut, akan menjadi Penuntun bagi orang-orang percaya 

untuk mengikuti pergerakan Tuhan dalam waktu-Nya (Kairos-Nya), sehingga 

senantiasa bersama dengan Tuhan semesta alam, yang akan melindungi dari segala 

bentuk malapetaka dari si jahat! 

  

 

 Persekutuan dengan Yesus sebagai "Tuhan Semesta Alam" memiliki  dampak bukan hanya 

bersifat defensif, yakni melindungi dari segala bentuk serangan si jahat, namun juga dalam bentuk agresif, 

sehingga terjadi terobosan-terobosan yang ajaib. Persekutuan sebagai Tubuh Kristus maupun sebagai 

Mempelai Kristus, oleh Paulus dalam surat-suratnya ditulis dengan ungkapan "di dalam Kristus," seperti 

dinyatakan dalam ayat ini. 

2Kor.2:14 “namun  syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. 

Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.” 

 Paulus yakin, bahwa bila orang pilihan-Nya tetap berada di dalam Kristus, maka dapat dipastikan 

bahwa kemenangannyapun akan dialami senantiasa! Mengapa? Sebab, bila mempercayai Allah sebagai 

"Yang Mahakuasa" mustahil akan mengalami kekalahan. sebab  itu, bila ada orang percaya mengalami 

kemenangan lalu  kekalahan, maka letak kesalahannya pastilah sebab  mereka tidak selalu berada di 

dalam Kristus! 

A. Kemenangan menghadapi aliran dunia yang dahsyat. 

 Sadar atau tidak sadar, fakta berkata kata  bahwa kejahatan umat  semakin hari bukannya 

semakin surut, namun  semakin menanjak. Hal inipun sudah dinyatakan Allah kepada Abraham, tatkala 

disampaikan firman nubuat kapan umat keturunannya keluar dari negeri Mesir, tempat mereka 

diperbudak, yang sebenarnya juga merujuk kepada saat Gereja-Nya keluar dari dunia, yakni saat Tuhan 

Yesus datang di udara menjemput Mempelai-Nya. 

Kej.15:13-16 Firman TUHAN kepada Abram: "Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi 

orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan 

dianiaya, empat ratus tahun lamanya. namun  bangsa yang akan memperbudak mereka, akan Kuhukum, dan 

sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak. namun  engkau akan pergi 

kepada nenek moyangmu dengan sejahtera; engkau akan dikuburkan pada waktu telah putih rambutmu. 

namun  keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu 

belum genap (penuh)." 

 Seperti dinyatakan dalam firman nubuat di atas, bahwa waktu Israel dikeluarkan dari Mesir yaitu  

tatkala kejahatan orang Amori telah mencapai takaran yang penuh. Demikian juga dengan saat keluarnya 

Gereja dari dunia -- yang dikenal dengan istilah "Rapture" atau Pengangkatan -- terjadi saat kejahatan 

umat  di bumi memuncak menjelang kedatangan-Nya, sebagaimana juga dinyatakan firman nubuat 

ini. 

Wah.22:10-11 Lalu ia berkata kepadaku: "Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab 

waktunya sudah dekat. Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang 

cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa 

yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!" 

 Bukankah hal ini sudah menjadi kenyataan yang tak dapat disangkal, bahwa tingkat kejahatan 

umat  semakin menanjak? Sebab itu, Allah yang ingin agar semua umat-Nya diselamatkan telah 

memberikan tanda-tanda peringatan sebagai sinyal, bahwa kedatangan-Nya akan terjadi tidak lama lagi! 

Bahkan, tanda-tanda seperti yang terjadi di Mesir dahulu, misalnya tulah belalang yang tertulis dalam 

kitab Keluaran pasal 10 ayat 1 – 20, akhir-akhir ini juga terjadi di banyak tempat. 

 Kemenangan Gereja-Nya atas kejahatan, yang melanda seluruh dunia, hanya akan dialami oleh 

mereka yang hidup “di dalam Kristus.” Meskipun dunia berada dalam kejahatan dan kecemaran yang 

memuncak, namun Gereja-Nya tetap akan berdiri dalam kebenaran dan kekudusan. Dan letak 

kemenangan itu sebab  ada persekutuan yang erat dengan Tuhan Yesus, sebagai Kepala Gereja dan 

Mempelai laki-laki kita. Haleluyah!   

B. Tuntunan Ajaib dalam menghadapi aliran dunia yang jahat. 

 Hal-hal yang dialami umat Israel dalam perjalanan dari Mesir menuju Tanah Perjanjian yaitu  

“blue-print” atau “cetak-biru,” dari pengalaman sejarah Israel yang bermuatan nubuat untuk Gereja 

Tuhan. Gereja yaitu  orang-orang percaya, yang dipanggil keluar dari sistem dunia (Mesir lambang 

dunia) untuk menuju Sorga atau “Yerusalem sorgawi” (Ibr.12:22). Sedangkan pengalaman Israel 

menyeberangi sungai Yordan untuk masuk Tanah Perjanjian, merupakan gambaran pengalaman orang-

orang percaya y.a.d. untuk masuk Kerajaan Tuhan di sorga, seperti dirindukan Paulus ini.  

 

 

2Tim.4:18 “Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga 

aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin. 

 Perhatikan baik-baik ucapan rasul Paulus di atas! Ada “usaha yang jahat” oleh Iblis, roh-roh 

jahat dan para pengikutnya yang yaitu  orang-orang duniawi, yang harus kita hadapi atau seberangi agar 

dapat masuk dalam Kerajaan-Nya! Itulah yang dilambangkan dalam pengalaman Israel saat 

menyeberangi sungai Yordan! 

 Sebagai orang yang percaya Allah dan Firman-Nya, seharusnya kita tidak perlu takut terhadap 

segala “usaha jahat,” sebab  Allah berjanji melindungi, seperti dinyatakan sebelum Yesus berpisah dari 

murid-murid-Nya dan naik ke sorga. 

Mat.28:18-20 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di 

bumi. sebab  itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan 

Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. 

Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." 

Jaminan Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja, bahwa Dialah yang empunya segala 

Kuasa di sorga dan di bumi, serta kesediaan-Nya untuk Menyertai Gereja-Nya sampai 

kepada akhir zaman, seharusnya cukup untuk menenangkan hati kita menghadapi 

segala macam usaha jahat. Haleluyah! 

          Pesan Tuhan Yesus tsb sejajar dengan janji Tuhan, yang dikatakan Yosua kepada umat Israel saat 

mereka akan menyeberangi sungai Yordan yang sedang meluap airnya, seperti tertulis di bawah ini. 

Yos.3:10-17 Lagi kata Yosua: "Dari hal inilah akan kamu ketahui, bahwa Allah yang hidup ada di tengah-tengah 

kamu dan bahwa sungguh-sungguh akan dihalau-Nya orang Kanaan, orang Het, orang Hewi, orang Feris, 

orang Girgasi, orang Amori dan orang Yebus itu dari depan kamu: 11 sesungguhnya, Tabut perjanjian Tuhan 

semesta bumi berjalan menyeberang di depan kamu, masuk ke sungai Yordan. 12 Maka sekarang, pilihlah 

dua belas orang dari suku-suku Israel, seorang dari tiap-tiap suku. 13 Segera sesudah kaki para imam 

pengangkat tabut TUHAN, Tuhan semesta bumi, berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai 

Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan." 14 saat  

bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi sungai Yordan, para imam 

pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan bangsa itu. 15 Segera sesudah para pengangkat tabut itu 

sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi 

sungai itu -- sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai -- 16 maka 

berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, 

kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama 

sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho. 17 namun  para imam pengangkat tabut 

perjanjian TUHAN itu tetap berdiri di tanah yang kering, di tengah-tengah sungai Yordan, sedang seluruh 

bangsa Israel menyeberang di tanah yang kering, sampai seluruh bangsa itu selesai menyeberangi sungai 

Yordan. 

 Janji “Allah yang hidup ada di tengah-tengah kamu……akan menghalau orang Kanaan …” 

seharusnya sudah cukup kuat menjamin kemenangan Israel! Untuk berkata kata  kehadiran-Nya yang 

pasti, maka Tuhan memakai Tabut Perjanjian yang dipikul para imam dan berjalan di depan mereka 

sebagai penuntun. Dan terjadilah saat kaki para imam tsb dijejakkan ke sungai Yordan, maka sungai tsb 

terbelah sehingga umat Israel seluruhnya menyeberangi, walaupun saat itu disebutkan airnya meluap! 

 Tuntunan perjalanan yang menyebabkan “Allah hidup di tengah-tengah mereka” diperoleh umat 

Israel saat mereka mengikuti dibelakang Tabut Perjanjian dengan aturan yang diberikan Yosua ini: 

“Segera sesudah kamu melihat tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, yang diangkat para imam, yang 

memang suku Lewi, maka kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya -- hanya antara 

kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya -- 

maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu 

lalui dahulu." Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan 

melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu" (Yos.3:3b-5). 

 Para imam pengangkut Tabut yaitu  bayangan para Pelayanan Tuhan, yang menjunjung tinggi 

persekutuan Tuhan dengan Gereja-Nya. Umat Tuhan yang ingin mengalami keajaiban sehingga mampu 

melintasi aliran dunia yang jahat, harus mengikuti aturan penting ini, yakni  memprioritaskan  

persekutuan dengan Tuhan lebih dari segala kepentingan-kepentingan lain. Ada dua hal penting dalam 

menjalani persekutuan yang benar. 

 

 (1).Persekutuan berdasarkan korban Yesus! 

 Hal ini dilambangkan dalam perintah, agar umat-Nya berjarak 2000 hasta dari imam pengangkut 

Tabut. Angka 2000 mengingatkan kita akan peristiwa sangat besar 2000 tahun yang lalu, yakni saat Allah 

berinkarnasi menjadi umat  Yesus dan mengorbankan diri-Nya di atas kayu salib untuk menebus dosa 

umat .  

 Ingat, bahwa Firman Nubuat khususnya menjadi sangat relevan bagi umat Tuhan yang hidup pada 

akhir zaman, seperti dinyatakan oleh Paulus dalam 1Kor.10:11 “Semuanya ini telah menimpa mereka 

(bangsa Israel) sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada 

waktu, di mana zaman akhir telah tiba.” Gereja Tuhan pada akhir zaman harus selalu mengingat 2000 

tahun yang lalu Yesus tersalib agar kita hidup berkemenangan. 

 

 (2).Persekutuan dalam kesucian! 

 Perintah Tuhan demikian bunyinya: "Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan 

perbuatan yang ajaib di antara kamu." Jelas, bahwa masing-masing pribadi yang ingin mengalami 

keajaiban sehingga mampu melintasi sungai Yordan, memiliki  kewajiban “menguduskan diri!” 

Mengapa? Sebab aliran jahat yang akan menimpa seluruh bumi yaitu  aliran kenajisan, seperti 

yang telah nyata terjadi dewasa ini, bahkan sudah dinubuatkan juga dalam kitab Wahyu 18:1-2 lalu  

dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia memiliki  kekuasaan besar dan 

bumi menjadi terang oleh kemuliaannya. Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah 

rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan 

tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang 

dibenci.” 

 Dan sungai Yordan yaitu  lambang dari hal tersebut! Nama “Yordan” berarti “yang 

menurunkan (derajat)” atau “the descender.” Sungai ini menerima airnya dari gunung Hermon, tempat 

tinggi dimana Tuhan Yesus pernah berubah rupa dan terlihat bersama Musa dan Elia, namun terus 

mengalir turun ke Danau Galilea, lalu  ke Laut Mati, yang letaknya 422 meter di bawah 

permukaan laut! Suatu penampungan air terendah di dunia! Itulah bayangan dari aliran kenajisan yang 

meluap di akhir zaman, yang menenggelamkan umat  dalam kehinaan terparah dalam sejarah umat  

oleh sebab dosa yang memuncak dan menyebabkan kematian rohani serta berakhir kepada kematian 

kekal!  

 Kenajisan dimulai sebab umat  menolak Yesus, Sang Kebenaran, dan tidak memuliakan Dia 

sebagai Allah, seperti dinyatakan dalam Roma 1:23-24 “Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang 

tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan umat  yang fana, burung-burung, binatang-binatang 

yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. sebab  itu Allah menyerahkan mereka 

kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.” 

 Perhatikan, kenajisan berawal dari ketidak-patuhan umat  terhadap Kebenaran yang 

dicanangkan Allah Pencipta! Hal ini diawali oleh sikap menolak firman, yang berkata kata : “Pada 

mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kej.1:1). Akibatnya, Allah menyerahkan mereka kepada 

keinginan hati akan kenajisan. 

Gereja Tuhan pada akhir zaman dimampukan Tuhan menyeberangi aliran dunia yang 

meluap dalam kenajisan, sebab  mau mengikuti Pimpinan Gereja yang berfokus 

kepada Persekutuan dengan Yesus, Allah yang harus disembah, sebab hidup dalam 

kasih Kristus oleh mata iman, yang tertuju pada salib-Nya dan taat dalam kehidupan 

yang kudus! 

 

 

 Tahukah anda, bahwa kegagalan umat  dalam mencapai hidup kekal disebabkan satu hal ini: 

Memakai atau bersandar kepada akal budinya sendiri dan bukannya percaya serta mentaati Firman-

Nya! Semua ini terjadi sebab  Adam memakan buah dari pohon pengetahuan baik dan jahat! Kej.2:16-17. 

Sejak itu, benteng “sok tahu” alias “sombong” melingkupi hidup umat  yang berdosa. Apalagi tatkala 

mereka semakin berhasil dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan hasil karya duniawi yang  

semakin “wah,” maka semakin kuatlah benteng tsb, sehingga mereka tidak mau menaklukkan diri kepada 

pikiran Kristus! 

 Teguran Tuhan diberikan melalui firman-Nya ini: “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap 

hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri” (Ams.3:5). Yang jelas diminta Tuhan 

yaitu  percaya dan tidak memakai akal budi sendiri! sebab  itu Allah sangat menentang mereka yang 

sombong, yang pikirannya tidak mau tunduk kepada pernyataan firman-Nya, seperti dikatakan Yakobus 

dalam Yak.4:6b sebab  itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, namun  memberikan 

anugerah kepada (T.B: mengasihani) orang yang rendah hati."   

 Dalam hal fisik, benteng pikiran tsb dapat disejajarkan dengan benteng kota Yerikho. Dan tugas 

pertama, yang dibebankan kepada Yosua serta umat Israel yang dipimpinnya, yaitu  meruntuhkan 

benteng tsb lebih dahulu sebelum mereka menaklukkan seluruh bangsa Kanani untuk memperoleh tanah 

perjanjian, yang dijanjikan Allah kepada bapak Abraham.  

 Kalau menurut perhitungan umat , seharusnya Israel memerangi dahulu musuh yang kurang 

kuat, dan bila menang lalu  dilanjutkan secara bertingkat terhadap musuh yang lebih kuat. Bukankah 

strategi semacam itu dilakukan oleh semua pelatih-pelatih olah-raga di dunia? namun , strategi Tuhan 

sangat berbeda! Israel justru dihadapkan dengan musuh yang memiliki benteng terkuat di tanah 

perjanjian, raja Yerikho! 

 

 

PIKIRAN IMAN BUKAN PIKIRAN DUNIAWI 

 Anda ingin tahu, apakah anda masih lebih duniawi atau sorgawi? Mudah! Testingnya apakah 

tingkat kekuatiran dan ketakutan anda sudah banyak menurun atau bahkan bertambah? Sebab salah satu 

model orang percaya yang menerima taburan Firman, yaitu  tanah (hati) dengan “Semak duri,” sehingga 

pertumbuhan rohaninya tidak maximal, “buahnya tidak matang” kata Tuhan (Luk.8:14). 

 Dan sumber kekuatiran umat  yaitu  soal nyawanya, sandang dan pangan, yang semuanya 

bermuara kepada berhala Mammon! Pikiran duniawi berkata: “Uang segala-galanya”! Mereka tidak 

peduli dengan kondisi nyawanya dalam kekekalan! sebab  itu, Tuhan katakan orang-orang semacam itu: 

“Bodoh!” (Luk.12:13-21). 

 Awal dari perubahan seseorang menjadi umat  Sorgawi disebabkan sebab  pikirannya 

diubahkan, seperti dinyatakan dalam surat Roma 8:5 “Sebab mereka yang hidup menurut daging, 

memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari 

Roh.” Halnya serupa dengan kayu sittim, yang dipilih Tuhan menjadi alat paling suci, Tabut Perjanjian, 

sebab  disalut dengan emas – lambang dari kemuliaan ilahi, Roh Kudus, dan ditempatkan dalam Ruangan 

Mahakudus, tempat Allah hadir!  

 Jadi, untuk berubah dari umat  Duniawi ke umat  Sorgawi, jelas tidak mungkin dilakukan 

dengan kekuatan umat wi (daging), namun  harus melalui kekuatan sorgawi, dari atas. Dan yaitu  

kehendak Bapa untuk setiap orang percaya yang lahir dari pada-Nya memiliki karakter seperti Diri-Nya, 

itulah sebabnya mereka diberi “Anugerah dari atas,” yang menjadikan mereka anak sulung, seperti 

dinyatakan dalam Yak.1:17-18 “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, 

datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan 

sebab  pertukaran. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya 

kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.” 

 Pemberian-Nya yaitu  Firman dan Roh Kudus, yang berkuasa mengubah pikiran hina menjadi 

pikiran mulia, asalkan mau menyerahkan tubuhnya terlebih dahulu. Mengapa demikian? Sebab selama 

masih hidup, maka roh dan jiwa kita bermukim dalam tubuh yang fana ini. Seperti halnya seorang dokter 

bedah yang mau menempatkan suatu alat, misalnya alat pacu jantung atau sten bagi pembuluh darah 

jantung, maka pasien harus menyerahkan tubuhnya untuk dibius, dibedah, lalu  barulah benda 

penolong hidup itu dapat ditaruh. Demikianlah halnya bila orang percaya mau diubahkan sifatnya oleh 

Roh Penolong, mereka harus menyerahkan tubuhnya lebih dahulu baik dalam doa, puji-pujian dan 

penyembahan, maupun dalam mengkonsumsi Firman-Nya dan melakukan pekerjaan Tuhan.   

 Ingatlah, bahwa jiwa atau hati umat  yang berdosa pada umumnya cenderung kepada hal-hal 

yang tidak baik, bahkan kejahatan (Kej.6:5), seperti dikatakan oleh Tuhan Yesus: “sebab  dari hati 

timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat” 

(Mat.15:19). Perhatikan, bahwa isi hati akan mempengaruhi pikiran, dan inilah awal dari segala 

perbuatan-perbuatan berikutnya, perbuatan baik atau perbuatan jahat. 

Penyerahan tubuh yang kudus kepada Allah Roh Kudus perlu dilakukan dahulu untuk 

menghasilkan perubahan-perubahan yang baik dalam roh, lalu  disusul 

perubahan dalam jiwa – pikiran, perasaan dan kehendak – sehingga akhirnya memiliki 

sifat sorgawi. 

 Untuk memiliki pikiran yang benar, maka perlu pikiran kita diarahkan kepada Kebenaran, yaitu 

Firman Tuhan, yang akan menghasilkan iman (Ro.10:17), sehingga pikiran kita menjadi Pikiran Iman! 

Sebab itu, awasilah pikiran anda supaya tidak melambung tinggi diluar batas kebenaran, seperti 

dianjurkan Paulus ini. 

Rom.12:3 “Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara 

kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, namun  

hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang 

dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.” 

 Berhati-hatilah bila anda ingin mencapai cita-cita yang tinggi, agar pikiranmu tidak melebihi 

ukuran imanmu! Sebab itu, bila ingin menanjak dalam kemampuan, tingkatkan lebih dahulu iman 

anda melalui persekutuan dengan Kristus dalam doa dan firman. 

 Bangsa Israel tidak hanya menyeberangi sungai Yordan, namun  mereka dipimpin Tuhan untuk 

menaklukkan Yerikho, kota berbenteng kuat. namun  sebelum menjadi kenyataan, maka Tuhan 

memberikan dahulu Firman Nubuat yang berisi kepastian kemenangan. 

Yos.6:1-2 Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu sebab  orang Israel; tidak 

ada orang keluar atau masuk. Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Ketahuilah, Aku telah serahkan ke 

tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa.” 

 Dalam Alkitab terjemahan bahasa negara kita  tidak dituliskan kata “telah” yang seharusnya 

demikian! Dengan pernyataan itu berarti, dalam perencanaan Allah Yang Mahakuasa, pasti Tuhan akan 

melaksanakan apa yang difirmankan-Nya!  

Marilah kita bersekutu dengan Tuhan Yesus, Sang Firman, seperti kayu sittim yang 

tersalut emas menjadi Tabut, yang diletakkan dan menempel di bawah Tutup 

Pendamaian. Ini berarti Yesus, Sang Firman, harus kita junjung tinggi (Flp.2:16) dalam 

hidup ini, agar Dia berbicara dan memberikan kemenangan. 

Kel.25:21-22 “Haruslah kauletakkan tutup pendamaian itu di atas tabut dan dalam tabut itu engkau harus 

menaruh loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu. Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan 

dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara 

dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada 

orang Israel." 

 Ingat, bahwa kemenangan Yesus saat Dia dicobai Iblis diperoleh sebab selalu keluar dari mulut-

Nya: “Ada tertulis……” Sebab itu, punyailah Pikiran Iman dan ucapkanlah Firman Nubuat -Nya yang 

amat berkuasa. Haleluyah! 

PERGUNAKANLAH SENJATA ALLAH 

 Sebenarnya semua orang percaya sudah dianugerahi dengan senjata Allah, Firman dan Roh 

Kudus. Namun persoalannya justru terletak dalam pemakaiannya, dipakai  atau tidak dalam 

menghadapi hambatan-hambatan selama perjalanan imannya. Dahulu Musa dibekali “tongkat Allah” di 

tangannya, sehingga mampu membelah laut Merah dan mengalahkan Amalek (Kel.4:20; 17:9).  

 Demikian pula waktu umat Israel akan merobohkan benteng Yerikho, selain memberikan Firman 

Nubuat “Aku telah serahkan ke tanganmu Yerikho ……,” maka perbekalan ini harus dipakai : 

“Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; 

demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya, dan tujuh orang imam harus membawa tujuh 

sangkakala tanduk domba di depan tabut. namun  pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus 

mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala. Apabila sangkakala tanduk domba itu 

panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak 

dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, 

masing-masing langsung ke depan" (Yos.6:3-5). 

 Alat yang dipakai yaitu  “Sangkakala tanduk domba dan Tabut.” Sangkakala harus ditiup dan 

Tabut harus dipikul. Sangkakala tanduk domba yang ditiup terus menerus (ay.9, 13) selama enam hari 

mengelilingi tanpa suara umat  (Yos.6:9-10) yaitu  lambang Firman/Berita Penebusan oleh Anak 

Domba Allah yang dikumandangkan terus dalam urapan kuasa Roh tanpa suara pendapat umat ; 

sebab “domba” merujuk kepada Yesus sebagai Anak Domba Allah, yang dikorbankan bagi penebusan 

umat , sedangkan tanduk yaitu  lambang dari kuasa. 

 Prosesi yang harus dilakukan yaitu  ketujuh orang imam meniup sangkakalanya dan Tabut 

Perjanjian mengikut mereka. Dan kita telah menerangkan, bahwa Tabut dengan Tutup Pendamaian yaitu  

lambang dari persekutuan antara Jemaat/Gereja dengan Kristus sebagai mempelai. Jadi, Persekutuan 

Gereja-Nya dengan Tuhan Yesus jangan menyimpang dari Berita Salib Kristus, dan tidak boleh 

dicampur dengan suara/pendapat umat ! 

1Kor.1:18 “Sebab pemberitaan tentang salib memang yaitu  kebodohan bagi mereka yang akan binasa, namun  

bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu yaitu  kekuatan/kuasa Allah.” 

 Sekarang, Gereja Tuhan tidak lagi memakai benda-benda apapun, sebab semuanya itu hanyalah 

bayangan saja, namun  beribadah dengan disertai kehadiran pribadi Allah sendiri, Firman dan Roh Kudus! 

Sebab dengan itulah mereka mampu meruntuhkan benteng-benteng, yakni pikiran daging, yang selalu 

berorientasi kepada hal-hal duniawi, dengan mempergunakan pedang Roh, Firman Allah, disertai 

persekutuan dengan Kristus dalam ketaatan sepenuh. 

2Kor.10:3-6 “Memang kami masih hidup di dunia, namun  kami tidak berjuang secara duniawi, sebab  senjata kami 

dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, 

yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan 

merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan umat  untuk menentang pengenalan akan 

Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, dan kami siap sedia juga untuk 

menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.” 

 Keangkuhan umat  dimulai di taman Eden, saat ular itu membujuk Hawa dengan mengatakan: 

“Sekali-kali kamu tidak akan mati, namun  Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya 

matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."  

 Ciptaan mau menjadi sama dengan Sang Pencipta; itulah kesombongan umat ! Hal ini tidak 

mengherankan, sebab hal serupa juga dikatakan Lucifer jauh sebelum umat  diciptakan, seperti 

diungkap dalam Yes.14:14 “Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang 

Mahatinggi!” 

Benteng atau kubu yang perlu diruntuhkan dalam kehidupan orang percaya yaitu  

keangkuhan diri! Inilah yang membuat umat  justru menjadi musuh Tuhan dan 

tidak dapat menerima anugerah-Nya, sebab  Allah hanya memberikan anugerah 

kepada orang yang rendah hatinya! Yak.4:6; 1Pet.5:5.  

 

PERSEKUTUAN MEMBAWA PENGENALAN   

 Tahukah anda, apa yang menjadi misi utama dari roh-roh jahat? Seperti diterangkan dalam 

2Kor.10:3-6 diatas: menentang pengenalan akan Allah! Dan untuk mengenal Allah paling jelas yaitu  

melalui Berita Injil! Sebab itu, Paulus berkata kata  dalam 2Kor.4:3-4 “Jika Injil yang kami beritakan 

masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak 

 

_________ 64 

percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya 

Injil tentang kemuliaan Kristus, yang yaitu  gambaran Allah.” 

 Itulah sebabnya, Iblis memakai umat  sebagai kaki-tangannya untuk menghalangi pemberitaan 

Injil. Dan hal tsb telah terjadi di belahan dunia ini, baik melalui kelompok-kelompok tertentu, bahkan 

juga pemerintahan tertentu di dunia. 

 Memang Allah dapat dikenal dengan beberapa cara. Antara lain dari alam yang diciptakan-Nya, 

bahwa diri-Nya yaitu  Pencipta yang berhikmat. 

Rom.1:19-20 “sebab  apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah 

telah berkata kata nya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya 

yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, 

sehingga mereka tidak dapat berdalih.” 

 Namun, faktanya? Mereka tidak memuliakan dan menyembah kepada Allah Pencipta namun  justru 

kepada ciptaan-Nya (penyembahan kepada umat  idolanya, matahari, bulan, bintang, binatang-binatang 

tertentu dsb), bahkan pekerjaan tangan mereka sendiri (patung, lukisan dsb). Mengapa? Sebab mereka 

picik dan tidak mau mengenal Allah melalui Injil! 

 Sebab itu, pribadi Allah kedua, Tuhan Yesus, diutus untuk menjelma menjadi umat  agar 

mereka dapat melihat kemuliaan-Nya, seperti dinyatakan dalam Yoh.1:14 ini: “Firman itu telah menjadi 

daging (Grika: Sarx = flesh, daging. TB: umat ), dan diam di antara kita, dan kita telah melihat 

kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih 

karunia dan kebenaran.” 

 Kata “sarx” atau daging, yaitu  sesuatu yang dapat dilihat dan diraba tangan. Dan ini sebaliknya 

dari roh dan jiwa, yang tidak dapat dilihat ataupun diraba. Jadi, Allah yang yaitu  roh dan tidak kelihatan 

dengan mata jasmani merelakan diri-Nya menjadi umat , hanya untuk berkata kata  siapa Allah itu. 

Sebab itu, Yesus berkata kepada Filipus: “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” 

(Yoh.14:9). 

 Sekarang, Tuhan Yesus sudah berada di sorga, namun Firman-Nya yang yaitu  roh (Yoh.6:63) 

tetap berada di tengah-tengah kita. Dahulu di Israel, Firman dinyatakan dalam daging, sekarang Firman 

dinyatakan dalam hidup orang percaya; sebab itu, Yohanes diberi inspirasi untuk menulis kebenaran ini: 

“Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, 

yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup -- itulah 

yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang 

kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan 

Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami” (1Yoh.1:1-2). 

 Firman Hidup, yang dahulu dinyatakan dalam kehidupan Yesus semasa menjadi umat , 

sekarang “Firman ditulis oleh pelayanan hamba Tuhan, ditulis bukan dengan tinta, namun  dengan Roh 

dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu dalam hati 

umat ” (2Kor.3:3). Tujuannya, agar para penerima Firman saat mendengarkan Berita Injil itu “beroleh 

persekutuan” seperti dikatakan dalam 1Yoh.1:3 “Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar 

itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan 

persekutuan kami yaitu  persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.” 

 Seperti samgkakala tanduk domba diikuti Tabut, begitulah Berita Penebusan dalam kuasa Roh 

harus diikuti dengan persekutuan yang intim dalam Firman, sebab hal inilah yang akan memberikan 

kekuatan untuk meruntuhkan benteng-benteng pikiran yang menentang akan pengenalan Allah! 

  Dan bila ini dilakukan terus menerus (Israel berkeliling 6x dalam 6 hari), maka bila takaran Roh 

penuh (hari ke-7 mereka berkeliling 7x), mereka harus bersorak kuat-kuat sementara sangkakala ditiup 

terus menerus! Hasilnya, tembok Yerikho yang kokoh itu roboh! 

Orang-orang pilihan, yang terbilang Gereja, harus menjaga persekutuan dengan 

Kristus dalam ketaatan sepenuh, agar menjadi teladan sehingga Jemaat mampu 

merobohkan benteng pikiran daging saat mendengar Berita Penebusan yang diurapi 

Roh, dan lalu  bersorak-sorai mendeklarasikan kemenangan-Nya! 

XIX. MEMBAWA UMAT KE TEMPAT PERHENTIAN 

 Tabut yang biasanya diusung suku Kehat (orang Lewi – Bil.4:5, 15), saat merobohkan tembok 

paling kuat justru dipikul oleh imam-imam dan menjadi penentu kemenangan dalam menaklukkan kota 

dan raja Yerikho (Yos.6:6). Begitu juga dalam perjalanan Gereja Tuhan di padang gurun dunia ini, Tabut 

 

_________ 65 

dan Tutup Pendamaian yang merupakan bayangan dari persekutuan dengan Tuhan Yesus, yaitu  

penentu kemenangan dan harus didukung penuh oleh para Pemimpin jemaat. 

 Hal ini dilakukan para rasul, tatkala ada keluhan jemaat tentang pembagian kebutuhan bagi janda-

janda diabaikan. Maka mereka menanggapi dengan melakukan pembagian tugas pelayanan, yang 

jasmaniah atau diakonia dengan pelayanan rohani. Dan solusinya, menempatkan yang prioritas harus 

diutamakan: “Kami tidak merasa puas, sebab  kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. 

sebab  itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh 

Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat 

memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman" (Kis.6:2b-4). 

Agar supaya para Pemimpin Jemaat dapat memprioritaskan persekutuan jemaat 

dengan Tuhan, supaya mengalami kemenangan, maka diperlukan kerjasama dalam 

pelayanan sosial oleh Jemaat, yang merindukan kemenangan bersama. 

Rasul Pauluspun berkata kata , betapa pentingnya semua jemaat Tuhan memiliki persekutuan 

pribadi dengan Kristus supaya mengalami kepastian kemenangan.  

2Kor.2:14 “namun  syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan 

perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.” 

 Ingat, bahwa kunci kemenangan berada dalam penempatan kedudukan kita di hadapan Allah! 

Apakah anda berada “di dalam Kristus” atau “di luar Kristus”! Anda dapat berada “selalu di dalam 

Kristus” bila mau bersekutu menjadi Tubuh-Nya, sebab tubuh secara otomatis berada di bawah kepala! 

Ini berarti, jadilah jemaat Tuhan yang selalu mentaati perintah-perintah Tuhan Yesus, Sang Kepala 

Gereja, dan dapat saling bekerja-sama dengan semua anggota tubuh-Nya, atau dengan istilah lain: 

saling mengasihi!  

 Namun perlu diingat, bahwa kemenangan tanpa mencapai tujuan yang benar yaitu  kegagalan 

hidup! Seperti umat Israel sebelum mereka masuk ke tanah perjanjian, telah mengalami kemenangan-

kemenangan dalam peperangan, namun  akhirnya mereka tidak masuk dalam negeri yang dijanjikan. 

 Sebab itu, Allah yang penuh dengan hikmat, menuntun umat-Nya dengan pertolongan Tabut 

Perjanjian yang menuntun mereka dari tempat ke tempat. Dimulai dari selesainya Kemah Suci dan Tabut 

di Sinai, maka derap maju ke tujuan semakin jelas diarahkan. Dalam hal ini, Tabut Perjanjian 

dipergunakan sebagai penentu arah tujuan dalam perjalanan umat Israel selama di padang gurun, dengan 

berhenti – berangkat – berhenti dst (Baca Bil.9:15-23).  

 

 

ALAMI PERHENTIAN DEMI PERHENTIAN 

 Perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke Tanah Perjanjian membutuhkan waktu 40 tahun! Tahukah 

anda, mengapa diperlukan begitu panjang waktunya? sebab  mereka gagal mempercayai kemampuan 

Allah, yang akan mengalahkan musuh-musuh mereka; khususnya saat mereka menghadapi musuh yang 

bertubuh besar-besar. Hal ini secara lengkap dituliskan dalam kitab Bilangan pasal ke-14.  

 Akibatnya, dari sekian banyak orang terhitung pada saat awal, yang berjumlah 603.550 orang 

(berusia 20 tahun ke atas dan sanggup berperang), hanyalah dua orang saja yang diijinkan Tuhan masuk, 

yakni Yosua dan Kaleb.  

 Ke-40 tahun perjalanan Israel melambangkan perjalanan Gereja selama 40x50 tahun Yobel; sebab 

satu tahun Yobel yaitu  50 tahun. Dan anggota Gereja Tuhan yang akan mengalami penggenapan janji-

janji-Nya, serupa Yosua dan Kaleb, yaitu  mereka yang taat sepenuh kepada firman-Nya, sebab  

mengikuti perjalanan Tabut Tuhan. 

 

_________ 66 

Bil.10:33 “Lalu berangkatlah mereka dari gunung TUHAN dan berjalan tiga hari perjalanan jauhnya, sedang tabut 

perjanjian TUHAN berangkat di depan mereka dan berjalan tiga hari perjalanan jauhnya untuk mencari 

tempat perhentian bagi mereka.” 

 Tahukah anda, bahwa kerinduan Tuhan terbesar yaitu  bersekutu dengan umat yang taat kepada-

Nya? Paulus dengan ilham Roh berkata kata  kerinduan Tuhan ini: “Allah, yang memanggil kamu kepada 

persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, yaitu  setia” (1Kor.1:9). Namun untuk 

bersekutu dengan Allah Yang Mahakudus dibutuhkan kekudusan; sebab itu Petrus menuliskan maksud 

Tuhan dalam 1Pet.1:15-16 “namun  hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama 

seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku 

kudus.” 

Jadi, Maksud Tuhan memanggil umat  dengan Berita Injil yaitu , agar mereka 

menjadi Kudus. Dan hal ini terlaksana oleh pengorbanan darah-Nya. namun  Tujuan-

Nya yaitu  Persekutuan dengan Diri-Nya, yang membuahkan perhentian! 

Mengapa umat  tidak dapat mengalami perhentian dalam hatinya? Jawaban Tuhan: “Dosa 

penyebabnya!” sebab  itu, barangsiapa yang percaya Yesus yaitu  Allah yang menjadi umat , dan 

mengorbankan diri-Nya untuk membayar dosa-dosa umat  supaya dikuduskan, maka mereka akan 

mengalami perhentian. Rasul Paulus, yang diberi inspirasi Roh menuliskan kebenaran ini kepada orang-

orang Yahudi, agar mereka tidak meragukan bahwa Messias yang mereka nantikan itu sebenarnya harus 

menderita dulu untuk menguduskan umat-Nya, barulah lalu  mereka akan mengalami perhentian 

(Bd.Luk.24:26) 

Ibr.4:2 “sebab  kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, namun  firman 

pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, sebab  tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman (not being 

mixed with faith) dengan mereka yang mendengarnya.” mula keluar dari Mesir, mereka menghadapi musuh yang sangat kuat, raja Firaon, 

seorang raja dunia! Namun, mereka diminta hanya percaya, sebab Allahlah yang menghadapi sepenuhnya 

dengan menurunkan bala-bala. Begitu juga saat mereka dikejar tentara Firaon sedangkan laut di depan 

mereka, maka firman-Nya mengatakan: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari 

TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak 

akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan 

diam saja" (Kel.14:13-14). 

 Berdiam sebab Israel tidak mampu melawan Firaon dan tentaranya. namun , pada saat menghadapi 

raksasa-raksasa, Tuhan meminta merekalah yang menaklukkannya! Apa yang tak mampu kita lakukan? 

Menguduskan roh dari cengkeraman Iblis, sebab  adanya dosa. Nah, bila dosa-dosa diakui maka Allah 

menguduskan roh kita, sehingga memperoleh perhentian roh. Namun, untuk perhentian jiwa, kita diminta 

mematikan keinginan-keinginan dengan iman, bahwa Dia menyertai kita dengan Roh Kudus. Roma 8:13 

berbunyi: “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; namun  jika oleh Roh kamu 

mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.” 

Iman kepada Yesus, yang sudah mengalahkan Iblis di kayu salib membuat roh kita 

tenang/berhenti. namun , iman dengan Yesus yang diam bersama kita oleh Roh-Nya, 

akan memampukan kita mengalahkan keinginan-keinginan daging (bayangan 

raksasa!), sehingga jiwa kita mengalami perhentian. Haleluyah!  

 

 





Ibr.4:6 “Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yang 

kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk sebab  ketidaktaatan mereka.” 

 Saat Israel mula-