an ke kemuliaan) (2Kor.3:18).
Paling penting sebagai orang pilihan-Nya yaitu kesediaan “mematikan keinginan daging” dan
ingin lebih menuruti kehendak Roh! Tentunya ada “jeritan daging” dalam proses ini, sebab daging akan
menderita; namun bila seseorang lebih mendengarkan suara Roh, maka Roh Adopsi yang bekerja dalam
dirinya akan memberikan penghiburan, khususnya penghiburan yang muncul sebab mengetahui
tujuan proses transformasi tersebut – mencapai kemuliaan yang kekal!
Seorang anak yang diadopsi “orang tua baru” tentu akan mengalami perbedaan peraturan. Bila
sebelumnya berada dalam “peraturan orang tua lama,” yang memberi kebebasan daging, tidak terdidik,
berkata kotor dsb, tentunya agak sukar mengubah kelakuan yang sudah menjadi kebiasaan tersebut.
namun , sebab merasakan atmosfir keluarga Pengadopsi yang mengasihi dirinya lebih nyaman, lebih
terjamin sehingga ada “penerimaan diri,” maka hal-hal tersebut akan membuatnya lebih bahagia (Istilah
bahasa Jawa: di-wong-ke). Suasana batin demikian inilah yang membuatnya rela menuruti peraturan baru.
Demikian juga bagi orang percaya yang rela menurut kehendak Roh, sukacita Roh Kudus memberikan
kekuatan dalam menuruti kehendak Bapa!
MENERIMA PEMIMPIN KEMULIAAN
Tabut Perjanjian yang menerima Tutup Grafirat harus memiliki ukuran yang sama dalam
panjang dan lebarnya, seperti dituliskan dalam Kel.25:10, 17 “Haruslah mereka membuat tabut dari kayu
penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.
Juga engkau harus membuat tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya dan
satu setengah hasta lebarnya.”
Panjang Tabut maupun Tutup Pendamaian sama, yakni dua setengah hasta panjangnya atau 5
dibagi 2. Seperti telah diterangkan dalam ilmu angka, bahwa 5 yaitu Angka Penebusan, yang terjadi
oleh sebab Anugerah Allah Bapa kepada umat , Yesus Kristus, yang membayar harga tebusan dengan
mati di atas Kayu Salib, yang dilambangkan oleh 5 Kayu Palang pengikat Papan-papan dinding Kemah
Suci (Lihat Bab-X).
Lebar Tabut maupun Tutup Pendamaian sama, yakni satu setengah hasta; Itu yaitu angka 3 yang
dibagi 2. Seperti telah diterangkan angka 3 menunjuk kepada Tritunggal Allah dan juga pribadi ketiga
dari Allah, yakni Roh Kudus.
Angka 2 yaitu angka yang menunjuk kepada pribadi kedua dari Allah Tritunggal, yaitu Yesus
Kristus. Dua setengah atau 5/2 menunjuk kepada Penebusan oleh Anugerah yang dinyatakan di atas kayu
Salib, telah dilakukan oleh Yesus, Anak Allah, agar terjadi perdamaian antara Allah dan umat . Satu
setengah atau 3/2 menunjuk kepada Pengorbanan Allah Tritunggal tatkala harus melakukan pemulihan
atas umat berdosa, setelah mereka mau diinsafkan Roh Kudus. Tawaran Allah dalam Penebusan
mengandung Resiko Pengorbanan Allah dalam melaksanakan tawaran tersebut!
Tabut yang menerima Tutup Pendamaian, lambang Gereja yang menerima Yesus
sebagai Pendamai, harus sama dengan Dia dalam hal kerelaan menderita sebab
kebenaran. Bersedia menerima pimpinan Roh Kudus, Roh Adopsi, yang membawa
kepada Kemuliaan meskipun harus mengalami derita Salib, supaya akhirnya
dipermuliakan sama seperti Dia.
1Pet.4:14 “Berbahagialah kamu, jika kamu dinista sebab nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada
padamu.”
Itulah sebabnya, walaupun diri-Nya yaitu Allah sepenuh, namun Yesus rela menjadi umat
sejati agar dapat menjadi teladan sempurna dalam hal ketaatan. Ketaatan total diwujudkan dalam
kesediaan roh, jiwa dan tubuh untuk mengikuti kehendak Bapa. Dan hal ini hanya mungkin terjadi
jika jiwa seseorang (pikiran, perasaan dan kehendaknya) mau tunduk kepada kehendak-Nya, sebab
letak penentangan terjadi dalam jiwa!
Saat Yesus menjelma menjadi umat , Dia belum pernah menyandang daging umat . sebab
itu “daging Yesus” dikatakan Alkitab “serupa dengan daging yang dikuasai dosa sebab dosa” (Roma
8:3). Artinya, “daging Yesus” sama dengan daging umat yang berdosa, hanya saja Dia tidak pernah
berdosa. Halnya sama seperti “daging Adam” sebelum jatuh ke dalam dosa. Sebab itu, Yesus disebut
“Adam yang akhir” (1Kor.15:45).
Sewaktu berinkarnasi, Yesus belum teruji dalam ketaatan dengan tubuh daging. Itulah sebabnya
Allah Bapa mengijinkan Setan untuk mencobai. namun faktanya, Dia berhasil menolak semua godaan
yang ditawarkan, bahkan juga tatkala harus menderita “Penderitaan Salib,” Yesus rela memikul
semuanya. Haleluyah! Dan memang jalur yang dipilih Allah untuk menyempurnakan setiap orang
percaya yaitu melalui “Anugerah Penderitaan” (Flp.1:29). Ketetapan ini telah dilakukan Bapa terhadap
Yesus, yang mau dijadikan Pemimpin bagi orang percaya untuk dapat taat sepenuh.
Ibr.2:10 “Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah -- yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan --,
yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin
mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.”
Mempelai Kristus dilambangkan oleh Tabut, yang memiliki ukuran sama dengan
Tutup Pendamaian, yaitu orang-orang pilihan yang rela menderita sebab
kebenaran, sebab menerima Yesus bukan hanya sebagai Penyelamat dari dosa, namun
juga sebagai Pemimpin yang membawa kepada kemuliaan kekal.
Catatan: Sayang, banyak orang percaya hanya mau menerima Yesus sebagai Penyelamat (nama Yesus
berarti “Penyelamat”), namun mereka menolak Dia sebagai “Pemimpin” atau Tuan/Tuhan dalam praktek
hidupnya. Itulah sebabnya, Tuhan Yesus berkata demikian: “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan,
Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” (Luk.6:46).
Orang pilihan-Nya yang menjadikan Yesus itu Tuhan dan Kristus, seperti yang telah ditetapkan
Bapa (Kis.2:36), seperti halnya dengan Tabut yang berada tepat di bawah Tutup Pendamaian, maka
mereka akan memperoleh berkat Anugerah-Nya yang akan kita bahas berikut ini. Sebab itu Tuhan
melambangkan Gereja-Nya sebagai “Tubuh” yang berada di bawah kontrol Kepala, dan sebagai
“Mempelai wanita ” yang harus tunduk kepada Mempelai Laki-laki.
MENERIMA PERLINDUNGAN TUHAN
Setelah diperintahkan membuat Tabut, maka Musa diperintahkan juga untuk membuat “Tutup
Pendamaian,” dan keterangannya diberikan dalam ayat-ayat berikut ini.
Kel.25:17-21 “Juga engkau harus membuat tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya
dan satu setengah hasta lebarnya. Dan haruslah kaubuat dua kerub dari emas, kaubuatlah itu dari emas
tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu. Buatlah satu kerub pada ujung sebelah sini dan satu kerub
pada ujung sebelah sana; seiras dengan tutup pendamaian itu kamu buatlah kerub itu di atas kedua ujungnya.
Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas, sedang sayap-sayapnya menudungi
tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing-masing; kepada tutup pendamaian itulah
harus menghadap muka kerub-kerub itu. Haruslah kauletakkan tutup pendamaian itu di atas tabut dan dalam
tabut itu engkau harus menaruh loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu.”
Dalam bahasa Inggris, Tutup Pendamaian disebut “Mercy Seat,” dan Kappôreth dalam bahasa
Ibrani; dari kata “kâphar.” Kata kâphar berarti menutupi atau memakal (dengan ter), seperti yang
dilakukan Nuh saat membuat bahtera (Kej.6:14), sehingga kayu-kayu yang telah dikerjakan menjadi
bahtera tidak bocor; sebab kebocoran dapat menenggelamkan bahtera dan mematikan penumpangnya.
Kata ini juga berarti: menebus, memperbaiki kesalahan, mendamaikan, membatalkan; dan dipakai
Tuhan dalam urusan mengatasi kuasa dosa. sebab itu, kata inilah yang dipergunakan dalam perayaan
Israel keenam, yang dikenal dengan “Hari Raya Pendamaian” atau Yom Kippur (kippur yaitu kata
jamak dari kaphar). Sebab, pada hari itulah sang Imam Besar akan masuk ke dalam Ruangan Maha Kudus
dan memercikkan darah di atas Tutup Pendamaian, untuk membatalkan segala dosa para imam dan
seluruh umat Israel dan menguduskan tempat maha kudus, Kemah Pertemuan dan Mezbah.
Inilah saat yang paling mendebarkan hati seluruh umat-Nya, sebab mereka menunggu apa yang
akan terjadi dengan Imam Besar, yang hanya diperbolehkan masuk sekali saja setahun ke tempat dimana
Allah bertakhta tsb (Kel.25:8, 22). Bila Allah tidak berkenan, maka konsekuensinya ditandai dengan
kematian sang Imam Besar.
Namun, bila persembahan darah itu memperkenankan hati Tuhan, maka keluarlah cahaya
kemuliaan dari Ruang Maha Kudus menembus tenda Kemah Suci, sehingga umat-Nya yang menyaksikan
di luar bersorak sorai! Cahaya itulah yang disebut “Shekinah Glory” (Catatan: Hal ini tidak tertulis dalam
Alkitab).
Im.16:14-16a “Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke
atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit
dari darah itu dengan jarinya tujuh kali. 15 Lalu ia harus menyembelih domba jantan yang akan menjadi
korban penghapus dosa bagi bangsa itu dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir, lalu
haruslah diperbuatnya dengan darah itu seperti yang diperbuatnya dengan darah lembu jantan, yakni ia harus
memercikkannya ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu. 16a Dengan demikian
ia mengadakan pendamaian bagi tempat kudus itu sebab segala kenajisan orang Israel dan sebab segala
pelanggaran mereka, apa pun juga dosa mereka.”
Pelanggaran atau Dosa akan memberikan peluang kepada oknum dosa, yakni setan untuk bekerja.
“Satan” dalam bahasa Ibrani, yang berarti pelawan, pasti menimbulkan berbagai malapetaka, bahkan akan
berujung kepada puncaknya, yaitu kebinasaan atau perpisahan total dari Allah (baik secara jasmani
maupun rohani).
Dalam Hari Raya Pendamaian, darah lembu jantan dipakai untuk pendamaian Imam Besar
sendiri dan keluarganya (Im.16:11), sedangkan darah domba jantan bagi bangsa Israel (Im.16:15), maka
dalam Perjanjian Baru darah Yesus diperuntukkan bagi semua orang percaya yang mau dihapus dosanya
dan ditutupi dari serangan setan, sehingga maut tidak berkuasa atas mereka, seperti dijanjikan ini.
Wah.20:6 “Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang
kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, namun mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan
mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.”
Seperti halnya dengan dua kerub mengembangkan sayapnya ke atas menundungi
Tutup Pendamaian, demikianlah halnya dengan perlindungan Tuhan atas Gereja-Nya
(dilambangkan dengan Tabut Perjanjian), dengan syarat mereka mau berada
dibawah otoritas Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja, yang dilambangkan oleh Tabut
yang berada di bawah Tutup Pendamaian.
MENERIMA KEHADIRAN ALLAH
Bila Tabut dan Tutup Pendamaian diselesaikan dengan benar menurut perintah-Nya, lalu
diisi dengan loh hukum, maka Tuhan menjanjikan untuk hadir dalam Kemah Suci, seperti difirmankan
ini.
Kel.25:21-22 “Haruslah kauletakkan tutup pendamaian itu di atas tabut dan dalam tabut itu engkau harus menaruh
loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu. Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari
atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan
engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel."
Memang pada akhirnya Tuhan menyuruh meletakkan tiga benda ini, loh hukum, buli-buli berisi
manna dan tongkat Harun, namun sebenarnya yang paling utama yaitu loh hukum. Sedangkan “Buli-
buli berisi Manna” itu hanya sebagai peringatan bagi Israel bahwa Tuhan sudah memelihara mereka
selama 40 tahun dalam perjalanan di padang gurun; dan “Tongkat Harun” pun diletakkan di sana sebagai
peringatan agar umat-Nya tidak lagi berdebat tentang hak Tuhan dalam memilih para pelayan-Nya.
Namun yang terpenting, sebenarnya Tabut Perjanjian itu dibuat untuk tempat menaruh loh hukum!
Itulah sebabnya, tatkala Bait Allah kedua didirikan, yakni Bait Suci yang dibangun oleh raja
Salomo, maka firman Tuhan mengatakan demikian: “Dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain dari
kedua loh batu yang diletakkan Musa ke dalamnya di gunung Horeb, yakni loh-loh batu bertuliskan
perjanjian yang diadakan TUHAN dengan orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari tanah
Mesir” (1Raj.8:9).
Hal ini melambangkan, bila Kerajaan Sorga sudah ditegakkan di bumi, yaitu Kerajaan
1000 tahun Damai, maka tidak akan ada lagi perdebatan, sebab Tuhan Yesus akan
memerintah sepenuhnya di bumi. Dan yang terpenting, hukum Tuhan, Firman-Nya,
harus ada dalam hati setiap penduduk bumi!
Ingat, hanya jika Firman-Nya disimpan dalam hati umat-Nya (yang dilambangkan dengan
loh batu dalam Tabut), maka Allah akan hadir/bertemu dan berbicara lagi! Dan inilah cara Tuhan
sepanjang masa, yang telah dilakukan-Nya. Seperti halnya dengan Wahyu-Nya yang diberikan kepada
para nabi secara progressif, demikian juga dengan Iluminasi-Nya dianugerahkan secara progressif!
sebab itu, yang paling penting bagi umat-Nya yang merindukan persekutuan dengan Tuhan yang
semakin menanjak, sejak mulai menjadi Orang Percaya (yang dilambangkan dengan tindakan
melangkah masuk melalui Pintu Gerbang), sampai mencapai persekutuan yang sempurna sebagai
Mempelai Kristus (yang dilambangkan dengan Tabut yang ditutup dengan Tutup Pendamaian), yaitu
Mendengarkan Firman-Nya, seperti pesan-Nya yang sering diulang-ulangi dalam Alkitab: “Dengarlah,
hai orang Israel!”
Tuhan Yesus, Sang Firman itu sendiri mengatakan demikian: “Barangsiapa memiliki telinga
untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar!
Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan kepada kamu yang
mendengarkan (And to you who hear; TBI: dan di samping itu), akan ditambahi lagi kepadamu. sebab
siapa yang memiliki , kepadanya akan diberi, namun siapa yang tidak memiliki , apa pun juga yang
ada padanya akan diambil dari padanya." (Mark.4:23-25).
Marilah kita belajar untuk mendengarkan dengan baik, dengan cara menyimpan
Firman-Nya dan melakukannya, maka Tuhan pasti akan berbicara lagi tentang hal-hal
baru atau yang akan datang! Sehingga kita menjadi orang pilihan-Nya yang semakin
mengenal Tuhan dengan benar. Haleluyah!
XVII. TABUT MEMBAWA BERKAT
Sudah diterangkan, bahwa Tabut Perjanjian dengan Tutup Pendamaian merupakan bayangan dari
Persekutuan antara Gereja Tuhan dengan Tuhan Yesus Kristus. Persekutuan tsb juga dilambangkan
dengan hubungan antara Tubuh dan Kepala, dan juga antara Mempelai wanita dengan Mempelai
laki-laki.
Dalam Bab-XVI, diterangkan bahwa Tutup Pendamaian dengan kedua kerub yang sedang
mengembangkan sayap, yaitu lambang dari Perlindungan Tuhan atas Gereja-Nya, dengan syarat
Gereja-Nya tunduk kepada Yesus sebagai Kepala! Orang-orang Yahudi, sebagai umat pilihan-Nya, justru
menolak Dia. Hal itulah yang dikeluhkan Yesus atas penduduk Yerusalem, yang menolak diri-Nya
sebagai Tuhan dan Kristus!
Mat.23:37-38 “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang
yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam
mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, namun kamu tidak mau. Lihatlah rumahmu ini akan
ditinggalkan dan menjadi sunyi.”
Ucapan nubuat di atas telah menjadi kenyataan 40 tahun lalu , tatkala tentara Roma
meruntuhkan Bait Allah pada tahun 70 Masehi. Bila firman nubuat yang negatif itu digenapi, terlebih
nubuat-nubuat yang baik, sebab Tuhan yaitu Allah yang baik. Dan itulah yang akan dilakukan Tuhan
bila bangsa Israel kelak bertobat.
Dalam Perjanjian Lama, pada saat Israel menggunakan Tabut Perjanjian dengan benar menurut
peraturan yang telah ditetapkan-Nya, maka mereka memperoleh berkat-berkat dari Tuhan! Demikian pula
bila ada orang-orang pilihan-Nya, yang telah disalut dengan kemuliaan ilahi, seperti halnya dengan kayu
sittim yang disalut emas dan dijadikan Tabut, maka persekutuan mereka dengan Kepala Gereja akan
menjadi berkat bagi umat Tuhan yang berada dalam pimpinan-Nya. Marilah kita melihat sejarah
perjalanan umat Israel, seperti yang tertulis dalam Alkitab, yang menjadi model rohani bagi Gereja-Nya
masa kini.
PENUNTUN WAKTU BERGERAK ATAU BERDIAM
Begitu Kemah Suci ditegakkan pada tanggal satu bulan pertama tahun kedua, dari saat umat Israel
keluar dari Mesir (Kel.40:2, 17), maka kehadiran Allah dinyatakan secara fisik dengan awan pada siang
hari, dan api pada malam hari. Sejak itu, maka waktu keberangkatan maupun berdiamnya mereka
ditentukan oleh awan tsb, seperti tertulis ini.
Kel.40:34-38 “Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci, 35
sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan
kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci. 36 Apabila awan itu naik dari atas Kemah Suci, berangkatlah
orang Israel dari setiap tempat mereka berkemah. 37 namun jika awan itu tidak naik, maka mereka pun tidak
berangkat sampai hari awan itu naik. 38 Sebab awan TUHAN itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari,
dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka
berkemah.”
Betapa pentingnya waktu yang tepat untuk bergerak maupun diam, sebab bila tidak, seringkali
dapat menimbulkan masalah yang tidak terduga, seperti kita lihat dalam praktek terjadinya kecelakaan di
jalan raya dll. Demikian halnya bila orang pilihan-Nya menjaga persekutuan dengan Tuhan secara intim,
maka dalam perjalanan hidupnya akan terhindar dari berbagai macam malapetaka, sebab selalu bersama
Tuhan dalam pergerakan!
Dan seperti kita ketahui, bahwa Tuhan yang kita sembah yaitu “Tuhan semesta alam” – “The
Lord of Host.” Hal itu berarti, di mana Tuhan berada, di situ pasukan malaikat-Nya juga ada, dan mereka
siap menjaga dan meluputkan orang-orang pilihan-Nya dari segala macam malapetaka! Bacalah secara
lengkap Mazmur pasal 91. Penulis tuliskan di sini beberapa ayat saja.
Maz.91:1-2, 9-10 Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang
Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang
kupercayai." 9. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat
perteduhanmu, 10.malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada
kemahmu.
Orang-orang pilihan-Nya yang bersekutu erat dengan Tuhan, bagaikan kayu sittim
yang diproses menjadi Tabut, akan menjadi Penuntun bagi orang-orang percaya
untuk mengikuti pergerakan Tuhan dalam waktu-Nya (Kairos-Nya), sehingga
senantiasa bersama dengan Tuhan semesta alam, yang akan melindungi dari segala
bentuk malapetaka dari si jahat!
Persekutuan dengan Yesus sebagai "Tuhan Semesta Alam" memiliki dampak bukan hanya
bersifat defensif, yakni melindungi dari segala bentuk serangan si jahat, namun juga dalam bentuk agresif,
sehingga terjadi terobosan-terobosan yang ajaib. Persekutuan sebagai Tubuh Kristus maupun sebagai
Mempelai Kristus, oleh Paulus dalam surat-suratnya ditulis dengan ungkapan "di dalam Kristus," seperti
dinyatakan dalam ayat ini.
2Kor.2:14 “namun syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya.
Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.”
Paulus yakin, bahwa bila orang pilihan-Nya tetap berada di dalam Kristus, maka dapat dipastikan
bahwa kemenangannyapun akan dialami senantiasa! Mengapa? Sebab, bila mempercayai Allah sebagai
"Yang Mahakuasa" mustahil akan mengalami kekalahan. sebab itu, bila ada orang percaya mengalami
kemenangan lalu kekalahan, maka letak kesalahannya pastilah sebab mereka tidak selalu berada di
dalam Kristus!
A. Kemenangan menghadapi aliran dunia yang dahsyat.
Sadar atau tidak sadar, fakta berkata kata bahwa kejahatan umat semakin hari bukannya
semakin surut, namun semakin menanjak. Hal inipun sudah dinyatakan Allah kepada Abraham, tatkala
disampaikan firman nubuat kapan umat keturunannya keluar dari negeri Mesir, tempat mereka
diperbudak, yang sebenarnya juga merujuk kepada saat Gereja-Nya keluar dari dunia, yakni saat Tuhan
Yesus datang di udara menjemput Mempelai-Nya.
Kej.15:13-16 Firman TUHAN kepada Abram: "Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi
orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan
dianiaya, empat ratus tahun lamanya. namun bangsa yang akan memperbudak mereka, akan Kuhukum, dan
sesudah itu mereka akan keluar dengan membawa harta benda yang banyak. namun engkau akan pergi
kepada nenek moyangmu dengan sejahtera; engkau akan dikuburkan pada waktu telah putih rambutmu.
namun keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu
belum genap (penuh)."
Seperti dinyatakan dalam firman nubuat di atas, bahwa waktu Israel dikeluarkan dari Mesir yaitu
tatkala kejahatan orang Amori telah mencapai takaran yang penuh. Demikian juga dengan saat keluarnya
Gereja dari dunia -- yang dikenal dengan istilah "Rapture" atau Pengangkatan -- terjadi saat kejahatan
umat di bumi memuncak menjelang kedatangan-Nya, sebagaimana juga dinyatakan firman nubuat
ini.
Wah.22:10-11 Lalu ia berkata kepadaku: "Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab
waktunya sudah dekat. Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang
cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa
yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!"
Bukankah hal ini sudah menjadi kenyataan yang tak dapat disangkal, bahwa tingkat kejahatan
umat semakin menanjak? Sebab itu, Allah yang ingin agar semua umat-Nya diselamatkan telah
memberikan tanda-tanda peringatan sebagai sinyal, bahwa kedatangan-Nya akan terjadi tidak lama lagi!
Bahkan, tanda-tanda seperti yang terjadi di Mesir dahulu, misalnya tulah belalang yang tertulis dalam
kitab Keluaran pasal 10 ayat 1 – 20, akhir-akhir ini juga terjadi di banyak tempat.
Kemenangan Gereja-Nya atas kejahatan, yang melanda seluruh dunia, hanya akan dialami oleh
mereka yang hidup “di dalam Kristus.” Meskipun dunia berada dalam kejahatan dan kecemaran yang
memuncak, namun Gereja-Nya tetap akan berdiri dalam kebenaran dan kekudusan. Dan letak
kemenangan itu sebab ada persekutuan yang erat dengan Tuhan Yesus, sebagai Kepala Gereja dan
Mempelai laki-laki kita. Haleluyah!
B. Tuntunan Ajaib dalam menghadapi aliran dunia yang jahat.
Hal-hal yang dialami umat Israel dalam perjalanan dari Mesir menuju Tanah Perjanjian yaitu
“blue-print” atau “cetak-biru,” dari pengalaman sejarah Israel yang bermuatan nubuat untuk Gereja
Tuhan. Gereja yaitu orang-orang percaya, yang dipanggil keluar dari sistem dunia (Mesir lambang
dunia) untuk menuju Sorga atau “Yerusalem sorgawi” (Ibr.12:22). Sedangkan pengalaman Israel
menyeberangi sungai Yordan untuk masuk Tanah Perjanjian, merupakan gambaran pengalaman orang-
orang percaya y.a.d. untuk masuk Kerajaan Tuhan di sorga, seperti dirindukan Paulus ini.
2Tim.4:18 “Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga
aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.
Perhatikan baik-baik ucapan rasul Paulus di atas! Ada “usaha yang jahat” oleh Iblis, roh-roh
jahat dan para pengikutnya yang yaitu orang-orang duniawi, yang harus kita hadapi atau seberangi agar
dapat masuk dalam Kerajaan-Nya! Itulah yang dilambangkan dalam pengalaman Israel saat
menyeberangi sungai Yordan!
Sebagai orang yang percaya Allah dan Firman-Nya, seharusnya kita tidak perlu takut terhadap
segala “usaha jahat,” sebab Allah berjanji melindungi, seperti dinyatakan sebelum Yesus berpisah dari
murid-murid-Nya dan naik ke sorga.
Mat.28:18-20 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di
bumi. sebab itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan
Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Jaminan Tuhan Yesus sebagai Kepala Gereja, bahwa Dialah yang empunya segala
Kuasa di sorga dan di bumi, serta kesediaan-Nya untuk Menyertai Gereja-Nya sampai
kepada akhir zaman, seharusnya cukup untuk menenangkan hati kita menghadapi
segala macam usaha jahat. Haleluyah!
Pesan Tuhan Yesus tsb sejajar dengan janji Tuhan, yang dikatakan Yosua kepada umat Israel saat
mereka akan menyeberangi sungai Yordan yang sedang meluap airnya, seperti tertulis di bawah ini.
Yos.3:10-17 Lagi kata Yosua: "Dari hal inilah akan kamu ketahui, bahwa Allah yang hidup ada di tengah-tengah
kamu dan bahwa sungguh-sungguh akan dihalau-Nya orang Kanaan, orang Het, orang Hewi, orang Feris,
orang Girgasi, orang Amori dan orang Yebus itu dari depan kamu: 11 sesungguhnya, Tabut perjanjian Tuhan
semesta bumi berjalan menyeberang di depan kamu, masuk ke sungai Yordan. 12 Maka sekarang, pilihlah
dua belas orang dari suku-suku Israel, seorang dari tiap-tiap suku. 13 Segera sesudah kaki para imam
pengangkat tabut TUHAN, Tuhan semesta bumi, berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai
Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan." 14 saat
bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi sungai Yordan, para imam
pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan bangsa itu. 15 Segera sesudah para pengangkat tabut itu
sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi
sungai itu -- sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai -- 16 maka
berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam,
kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama
sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho. 17 namun para imam pengangkat tabut
perjanjian TUHAN itu tetap berdiri di tanah yang kering, di tengah-tengah sungai Yordan, sedang seluruh
bangsa Israel menyeberang di tanah yang kering, sampai seluruh bangsa itu selesai menyeberangi sungai
Yordan.
Janji “Allah yang hidup ada di tengah-tengah kamu……akan menghalau orang Kanaan …”
seharusnya sudah cukup kuat menjamin kemenangan Israel! Untuk berkata kata kehadiran-Nya yang
pasti, maka Tuhan memakai Tabut Perjanjian yang dipikul para imam dan berjalan di depan mereka
sebagai penuntun. Dan terjadilah saat kaki para imam tsb dijejakkan ke sungai Yordan, maka sungai tsb
terbelah sehingga umat Israel seluruhnya menyeberangi, walaupun saat itu disebutkan airnya meluap!
Tuntunan perjalanan yang menyebabkan “Allah hidup di tengah-tengah mereka” diperoleh umat
Israel saat mereka mengikuti dibelakang Tabut Perjanjian dengan aturan yang diberikan Yosua ini:
“Segera sesudah kamu melihat tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, yang diangkat para imam, yang
memang suku Lewi, maka kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya -- hanya antara
kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya --
maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu
lalui dahulu." Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan
melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu" (Yos.3:3b-5).
Para imam pengangkut Tabut yaitu bayangan para Pelayanan Tuhan, yang menjunjung tinggi
persekutuan Tuhan dengan Gereja-Nya. Umat Tuhan yang ingin mengalami keajaiban sehingga mampu
melintasi aliran dunia yang jahat, harus mengikuti aturan penting ini, yakni memprioritaskan
persekutuan dengan Tuhan lebih dari segala kepentingan-kepentingan lain. Ada dua hal penting dalam
menjalani persekutuan yang benar.
(1).Persekutuan berdasarkan korban Yesus!
Hal ini dilambangkan dalam perintah, agar umat-Nya berjarak 2000 hasta dari imam pengangkut
Tabut. Angka 2000 mengingatkan kita akan peristiwa sangat besar 2000 tahun yang lalu, yakni saat Allah
berinkarnasi menjadi umat Yesus dan mengorbankan diri-Nya di atas kayu salib untuk menebus dosa
umat .
Ingat, bahwa Firman Nubuat khususnya menjadi sangat relevan bagi umat Tuhan yang hidup pada
akhir zaman, seperti dinyatakan oleh Paulus dalam 1Kor.10:11 “Semuanya ini telah menimpa mereka
(bangsa Israel) sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada
waktu, di mana zaman akhir telah tiba.” Gereja Tuhan pada akhir zaman harus selalu mengingat 2000
tahun yang lalu Yesus tersalib agar kita hidup berkemenangan.
(2).Persekutuan dalam kesucian!
Perintah Tuhan demikian bunyinya: "Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan
perbuatan yang ajaib di antara kamu." Jelas, bahwa masing-masing pribadi yang ingin mengalami
keajaiban sehingga mampu melintasi sungai Yordan, memiliki kewajiban “menguduskan diri!”
Mengapa? Sebab aliran jahat yang akan menimpa seluruh bumi yaitu aliran kenajisan, seperti
yang telah nyata terjadi dewasa ini, bahkan sudah dinubuatkan juga dalam kitab Wahyu 18:1-2 lalu
dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia memiliki kekuasaan besar dan
bumi menjadi terang oleh kemuliaannya. Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah
rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan
tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang
dibenci.”
Dan sungai Yordan yaitu lambang dari hal tersebut! Nama “Yordan” berarti “yang
menurunkan (derajat)” atau “the descender.” Sungai ini menerima airnya dari gunung Hermon, tempat
tinggi dimana Tuhan Yesus pernah berubah rupa dan terlihat bersama Musa dan Elia, namun terus
mengalir turun ke Danau Galilea, lalu ke Laut Mati, yang letaknya 422 meter di bawah
permukaan laut! Suatu penampungan air terendah di dunia! Itulah bayangan dari aliran kenajisan yang
meluap di akhir zaman, yang menenggelamkan umat dalam kehinaan terparah dalam sejarah umat
oleh sebab dosa yang memuncak dan menyebabkan kematian rohani serta berakhir kepada kematian
kekal!
Kenajisan dimulai sebab umat menolak Yesus, Sang Kebenaran, dan tidak memuliakan Dia
sebagai Allah, seperti dinyatakan dalam Roma 1:23-24 “Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang
tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan umat yang fana, burung-burung, binatang-binatang
yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. sebab itu Allah menyerahkan mereka
kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.”
Perhatikan, kenajisan berawal dari ketidak-patuhan umat terhadap Kebenaran yang
dicanangkan Allah Pencipta! Hal ini diawali oleh sikap menolak firman, yang berkata kata : “Pada
mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kej.1:1). Akibatnya, Allah menyerahkan mereka kepada
keinginan hati akan kenajisan.
Gereja Tuhan pada akhir zaman dimampukan Tuhan menyeberangi aliran dunia yang
meluap dalam kenajisan, sebab mau mengikuti Pimpinan Gereja yang berfokus
kepada Persekutuan dengan Yesus, Allah yang harus disembah, sebab hidup dalam
kasih Kristus oleh mata iman, yang tertuju pada salib-Nya dan taat dalam kehidupan
yang kudus!
Tahukah anda, bahwa kegagalan umat dalam mencapai hidup kekal disebabkan satu hal ini:
Memakai atau bersandar kepada akal budinya sendiri dan bukannya percaya serta mentaati Firman-
Nya! Semua ini terjadi sebab Adam memakan buah dari pohon pengetahuan baik dan jahat! Kej.2:16-17.
Sejak itu, benteng “sok tahu” alias “sombong” melingkupi hidup umat yang berdosa. Apalagi tatkala
mereka semakin berhasil dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan hasil karya duniawi yang
semakin “wah,” maka semakin kuatlah benteng tsb, sehingga mereka tidak mau menaklukkan diri kepada
pikiran Kristus!
Teguran Tuhan diberikan melalui firman-Nya ini: “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap
hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri” (Ams.3:5). Yang jelas diminta Tuhan
yaitu percaya dan tidak memakai akal budi sendiri! sebab itu Allah sangat menentang mereka yang
sombong, yang pikirannya tidak mau tunduk kepada pernyataan firman-Nya, seperti dikatakan Yakobus
dalam Yak.4:6b sebab itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, namun memberikan
anugerah kepada (T.B: mengasihani) orang yang rendah hati."
Dalam hal fisik, benteng pikiran tsb dapat disejajarkan dengan benteng kota Yerikho. Dan tugas
pertama, yang dibebankan kepada Yosua serta umat Israel yang dipimpinnya, yaitu meruntuhkan
benteng tsb lebih dahulu sebelum mereka menaklukkan seluruh bangsa Kanani untuk memperoleh tanah
perjanjian, yang dijanjikan Allah kepada bapak Abraham.
Kalau menurut perhitungan umat , seharusnya Israel memerangi dahulu musuh yang kurang
kuat, dan bila menang lalu dilanjutkan secara bertingkat terhadap musuh yang lebih kuat. Bukankah
strategi semacam itu dilakukan oleh semua pelatih-pelatih olah-raga di dunia? namun , strategi Tuhan
sangat berbeda! Israel justru dihadapkan dengan musuh yang memiliki benteng terkuat di tanah
perjanjian, raja Yerikho!
PIKIRAN IMAN BUKAN PIKIRAN DUNIAWI
Anda ingin tahu, apakah anda masih lebih duniawi atau sorgawi? Mudah! Testingnya apakah
tingkat kekuatiran dan ketakutan anda sudah banyak menurun atau bahkan bertambah? Sebab salah satu
model orang percaya yang menerima taburan Firman, yaitu tanah (hati) dengan “Semak duri,” sehingga
pertumbuhan rohaninya tidak maximal, “buahnya tidak matang” kata Tuhan (Luk.8:14).
Dan sumber kekuatiran umat yaitu soal nyawanya, sandang dan pangan, yang semuanya
bermuara kepada berhala Mammon! Pikiran duniawi berkata: “Uang segala-galanya”! Mereka tidak
peduli dengan kondisi nyawanya dalam kekekalan! sebab itu, Tuhan katakan orang-orang semacam itu:
“Bodoh!” (Luk.12:13-21).
Awal dari perubahan seseorang menjadi umat Sorgawi disebabkan sebab pikirannya
diubahkan, seperti dinyatakan dalam surat Roma 8:5 “Sebab mereka yang hidup menurut daging,
memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari
Roh.” Halnya serupa dengan kayu sittim, yang dipilih Tuhan menjadi alat paling suci, Tabut Perjanjian,
sebab disalut dengan emas – lambang dari kemuliaan ilahi, Roh Kudus, dan ditempatkan dalam Ruangan
Mahakudus, tempat Allah hadir!
Jadi, untuk berubah dari umat Duniawi ke umat Sorgawi, jelas tidak mungkin dilakukan
dengan kekuatan umat wi (daging), namun harus melalui kekuatan sorgawi, dari atas. Dan yaitu
kehendak Bapa untuk setiap orang percaya yang lahir dari pada-Nya memiliki karakter seperti Diri-Nya,
itulah sebabnya mereka diberi “Anugerah dari atas,” yang menjadikan mereka anak sulung, seperti
dinyatakan dalam Yak.1:17-18 “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna,
datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan
sebab pertukaran. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya
kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.”
Pemberian-Nya yaitu Firman dan Roh Kudus, yang berkuasa mengubah pikiran hina menjadi
pikiran mulia, asalkan mau menyerahkan tubuhnya terlebih dahulu. Mengapa demikian? Sebab selama
masih hidup, maka roh dan jiwa kita bermukim dalam tubuh yang fana ini. Seperti halnya seorang dokter
bedah yang mau menempatkan suatu alat, misalnya alat pacu jantung atau sten bagi pembuluh darah
jantung, maka pasien harus menyerahkan tubuhnya untuk dibius, dibedah, lalu barulah benda
penolong hidup itu dapat ditaruh. Demikianlah halnya bila orang percaya mau diubahkan sifatnya oleh
Roh Penolong, mereka harus menyerahkan tubuhnya lebih dahulu baik dalam doa, puji-pujian dan
penyembahan, maupun dalam mengkonsumsi Firman-Nya dan melakukan pekerjaan Tuhan.
Ingatlah, bahwa jiwa atau hati umat yang berdosa pada umumnya cenderung kepada hal-hal
yang tidak baik, bahkan kejahatan (Kej.6:5), seperti dikatakan oleh Tuhan Yesus: “sebab dari hati
timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat”
(Mat.15:19). Perhatikan, bahwa isi hati akan mempengaruhi pikiran, dan inilah awal dari segala
perbuatan-perbuatan berikutnya, perbuatan baik atau perbuatan jahat.
Penyerahan tubuh yang kudus kepada Allah Roh Kudus perlu dilakukan dahulu untuk
menghasilkan perubahan-perubahan yang baik dalam roh, lalu disusul
perubahan dalam jiwa – pikiran, perasaan dan kehendak – sehingga akhirnya memiliki
sifat sorgawi.
Untuk memiliki pikiran yang benar, maka perlu pikiran kita diarahkan kepada Kebenaran, yaitu
Firman Tuhan, yang akan menghasilkan iman (Ro.10:17), sehingga pikiran kita menjadi Pikiran Iman!
Sebab itu, awasilah pikiran anda supaya tidak melambung tinggi diluar batas kebenaran, seperti
dianjurkan Paulus ini.
Rom.12:3 “Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara
kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, namun
hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang
dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.”
Berhati-hatilah bila anda ingin mencapai cita-cita yang tinggi, agar pikiranmu tidak melebihi
ukuran imanmu! Sebab itu, bila ingin menanjak dalam kemampuan, tingkatkan lebih dahulu iman
anda melalui persekutuan dengan Kristus dalam doa dan firman.
Bangsa Israel tidak hanya menyeberangi sungai Yordan, namun mereka dipimpin Tuhan untuk
menaklukkan Yerikho, kota berbenteng kuat. namun sebelum menjadi kenyataan, maka Tuhan
memberikan dahulu Firman Nubuat yang berisi kepastian kemenangan.
Yos.6:1-2 Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu sebab orang Israel; tidak
ada orang keluar atau masuk. Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Ketahuilah, Aku telah serahkan ke
tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa.”
Dalam Alkitab terjemahan bahasa negara kita tidak dituliskan kata “telah” yang seharusnya
demikian! Dengan pernyataan itu berarti, dalam perencanaan Allah Yang Mahakuasa, pasti Tuhan akan
melaksanakan apa yang difirmankan-Nya!
Marilah kita bersekutu dengan Tuhan Yesus, Sang Firman, seperti kayu sittim yang
tersalut emas menjadi Tabut, yang diletakkan dan menempel di bawah Tutup
Pendamaian. Ini berarti Yesus, Sang Firman, harus kita junjung tinggi (Flp.2:16) dalam
hidup ini, agar Dia berbicara dan memberikan kemenangan.
Kel.25:21-22 “Haruslah kauletakkan tutup pendamaian itu di atas tabut dan dalam tabut itu engkau harus
menaruh loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu. Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan
dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara
dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada
orang Israel."
Ingat, bahwa kemenangan Yesus saat Dia dicobai Iblis diperoleh sebab selalu keluar dari mulut-
Nya: “Ada tertulis……” Sebab itu, punyailah Pikiran Iman dan ucapkanlah Firman Nubuat -Nya yang
amat berkuasa. Haleluyah!
PERGUNAKANLAH SENJATA ALLAH
Sebenarnya semua orang percaya sudah dianugerahi dengan senjata Allah, Firman dan Roh
Kudus. Namun persoalannya justru terletak dalam pemakaiannya, dipakai atau tidak dalam
menghadapi hambatan-hambatan selama perjalanan imannya. Dahulu Musa dibekali “tongkat Allah” di
tangannya, sehingga mampu membelah laut Merah dan mengalahkan Amalek (Kel.4:20; 17:9).
Demikian pula waktu umat Israel akan merobohkan benteng Yerikho, selain memberikan Firman
Nubuat “Aku telah serahkan ke tanganmu Yerikho ……,” maka perbekalan ini harus dipakai :
“Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja;
demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya, dan tujuh orang imam harus membawa tujuh
sangkakala tanduk domba di depan tabut. namun pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus
mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala. Apabila sangkakala tanduk domba itu
panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak
dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya,
masing-masing langsung ke depan" (Yos.6:3-5).
Alat yang dipakai yaitu “Sangkakala tanduk domba dan Tabut.” Sangkakala harus ditiup dan
Tabut harus dipikul. Sangkakala tanduk domba yang ditiup terus menerus (ay.9, 13) selama enam hari
mengelilingi tanpa suara umat (Yos.6:9-10) yaitu lambang Firman/Berita Penebusan oleh Anak
Domba Allah yang dikumandangkan terus dalam urapan kuasa Roh tanpa suara pendapat umat ;
sebab “domba” merujuk kepada Yesus sebagai Anak Domba Allah, yang dikorbankan bagi penebusan
umat , sedangkan tanduk yaitu lambang dari kuasa.
Prosesi yang harus dilakukan yaitu ketujuh orang imam meniup sangkakalanya dan Tabut
Perjanjian mengikut mereka. Dan kita telah menerangkan, bahwa Tabut dengan Tutup Pendamaian yaitu
lambang dari persekutuan antara Jemaat/Gereja dengan Kristus sebagai mempelai. Jadi, Persekutuan
Gereja-Nya dengan Tuhan Yesus jangan menyimpang dari Berita Salib Kristus, dan tidak boleh
dicampur dengan suara/pendapat umat !
1Kor.1:18 “Sebab pemberitaan tentang salib memang yaitu kebodohan bagi mereka yang akan binasa, namun
bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu yaitu kekuatan/kuasa Allah.”
Sekarang, Gereja Tuhan tidak lagi memakai benda-benda apapun, sebab semuanya itu hanyalah
bayangan saja, namun beribadah dengan disertai kehadiran pribadi Allah sendiri, Firman dan Roh Kudus!
Sebab dengan itulah mereka mampu meruntuhkan benteng-benteng, yakni pikiran daging, yang selalu
berorientasi kepada hal-hal duniawi, dengan mempergunakan pedang Roh, Firman Allah, disertai
persekutuan dengan Kristus dalam ketaatan sepenuh.
2Kor.10:3-6 “Memang kami masih hidup di dunia, namun kami tidak berjuang secara duniawi, sebab senjata kami
dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah,
yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan
merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan umat untuk menentang pengenalan akan
Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, dan kami siap sedia juga untuk
menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.”
Keangkuhan umat dimulai di taman Eden, saat ular itu membujuk Hawa dengan mengatakan:
“Sekali-kali kamu tidak akan mati, namun Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya
matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
Ciptaan mau menjadi sama dengan Sang Pencipta; itulah kesombongan umat ! Hal ini tidak
mengherankan, sebab hal serupa juga dikatakan Lucifer jauh sebelum umat diciptakan, seperti
diungkap dalam Yes.14:14 “Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang
Mahatinggi!”
Benteng atau kubu yang perlu diruntuhkan dalam kehidupan orang percaya yaitu
keangkuhan diri! Inilah yang membuat umat justru menjadi musuh Tuhan dan
tidak dapat menerima anugerah-Nya, sebab Allah hanya memberikan anugerah
kepada orang yang rendah hatinya! Yak.4:6; 1Pet.5:5.
PERSEKUTUAN MEMBAWA PENGENALAN
Tahukah anda, apa yang menjadi misi utama dari roh-roh jahat? Seperti diterangkan dalam
2Kor.10:3-6 diatas: menentang pengenalan akan Allah! Dan untuk mengenal Allah paling jelas yaitu
melalui Berita Injil! Sebab itu, Paulus berkata kata dalam 2Kor.4:3-4 “Jika Injil yang kami beritakan
masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak
_________ 64
percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya
Injil tentang kemuliaan Kristus, yang yaitu gambaran Allah.”
Itulah sebabnya, Iblis memakai umat sebagai kaki-tangannya untuk menghalangi pemberitaan
Injil. Dan hal tsb telah terjadi di belahan dunia ini, baik melalui kelompok-kelompok tertentu, bahkan
juga pemerintahan tertentu di dunia.
Memang Allah dapat dikenal dengan beberapa cara. Antara lain dari alam yang diciptakan-Nya,
bahwa diri-Nya yaitu Pencipta yang berhikmat.
Rom.1:19-20 “sebab apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah
telah berkata kata nya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya
yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan,
sehingga mereka tidak dapat berdalih.”
Namun, faktanya? Mereka tidak memuliakan dan menyembah kepada Allah Pencipta namun justru
kepada ciptaan-Nya (penyembahan kepada umat idolanya, matahari, bulan, bintang, binatang-binatang
tertentu dsb), bahkan pekerjaan tangan mereka sendiri (patung, lukisan dsb). Mengapa? Sebab mereka
picik dan tidak mau mengenal Allah melalui Injil!
Sebab itu, pribadi Allah kedua, Tuhan Yesus, diutus untuk menjelma menjadi umat agar
mereka dapat melihat kemuliaan-Nya, seperti dinyatakan dalam Yoh.1:14 ini: “Firman itu telah menjadi
daging (Grika: Sarx = flesh, daging. TB: umat ), dan diam di antara kita, dan kita telah melihat
kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih
karunia dan kebenaran.”
Kata “sarx” atau daging, yaitu sesuatu yang dapat dilihat dan diraba tangan. Dan ini sebaliknya
dari roh dan jiwa, yang tidak dapat dilihat ataupun diraba. Jadi, Allah yang yaitu roh dan tidak kelihatan
dengan mata jasmani merelakan diri-Nya menjadi umat , hanya untuk berkata kata siapa Allah itu.
Sebab itu, Yesus berkata kepada Filipus: “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa”
(Yoh.14:9).
Sekarang, Tuhan Yesus sudah berada di sorga, namun Firman-Nya yang yaitu roh (Yoh.6:63)
tetap berada di tengah-tengah kita. Dahulu di Israel, Firman dinyatakan dalam daging, sekarang Firman
dinyatakan dalam hidup orang percaya; sebab itu, Yohanes diberi inspirasi untuk menulis kebenaran ini:
“Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami,
yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup -- itulah
yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang
kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan
Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami” (1Yoh.1:1-2).
Firman Hidup, yang dahulu dinyatakan dalam kehidupan Yesus semasa menjadi umat ,
sekarang “Firman ditulis oleh pelayanan hamba Tuhan, ditulis bukan dengan tinta, namun dengan Roh
dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu dalam hati
umat ” (2Kor.3:3). Tujuannya, agar para penerima Firman saat mendengarkan Berita Injil itu “beroleh
persekutuan” seperti dikatakan dalam 1Yoh.1:3 “Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar
itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan
persekutuan kami yaitu persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.”
Seperti samgkakala tanduk domba diikuti Tabut, begitulah Berita Penebusan dalam kuasa Roh
harus diikuti dengan persekutuan yang intim dalam Firman, sebab hal inilah yang akan memberikan
kekuatan untuk meruntuhkan benteng-benteng pikiran yang menentang akan pengenalan Allah!
Dan bila ini dilakukan terus menerus (Israel berkeliling 6x dalam 6 hari), maka bila takaran Roh
penuh (hari ke-7 mereka berkeliling 7x), mereka harus bersorak kuat-kuat sementara sangkakala ditiup
terus menerus! Hasilnya, tembok Yerikho yang kokoh itu roboh!
Orang-orang pilihan, yang terbilang Gereja, harus menjaga persekutuan dengan
Kristus dalam ketaatan sepenuh, agar menjadi teladan sehingga Jemaat mampu
merobohkan benteng pikiran daging saat mendengar Berita Penebusan yang diurapi
Roh, dan lalu bersorak-sorai mendeklarasikan kemenangan-Nya!
XIX. MEMBAWA UMAT KE TEMPAT PERHENTIAN
Tabut yang biasanya diusung suku Kehat (orang Lewi – Bil.4:5, 15), saat merobohkan tembok
paling kuat justru dipikul oleh imam-imam dan menjadi penentu kemenangan dalam menaklukkan kota
dan raja Yerikho (Yos.6:6). Begitu juga dalam perjalanan Gereja Tuhan di padang gurun dunia ini, Tabut
_________ 65
dan Tutup Pendamaian yang merupakan bayangan dari persekutuan dengan Tuhan Yesus, yaitu
penentu kemenangan dan harus didukung penuh oleh para Pemimpin jemaat.
Hal ini dilakukan para rasul, tatkala ada keluhan jemaat tentang pembagian kebutuhan bagi janda-
janda diabaikan. Maka mereka menanggapi dengan melakukan pembagian tugas pelayanan, yang
jasmaniah atau diakonia dengan pelayanan rohani. Dan solusinya, menempatkan yang prioritas harus
diutamakan: “Kami tidak merasa puas, sebab kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja.
sebab itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh
Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat
memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman" (Kis.6:2b-4).
Agar supaya para Pemimpin Jemaat dapat memprioritaskan persekutuan jemaat
dengan Tuhan, supaya mengalami kemenangan, maka diperlukan kerjasama dalam
pelayanan sosial oleh Jemaat, yang merindukan kemenangan bersama.
Rasul Pauluspun berkata kata , betapa pentingnya semua jemaat Tuhan memiliki persekutuan
pribadi dengan Kristus supaya mengalami kepastian kemenangan.
2Kor.2:14 “namun syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan
perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.”
Ingat, bahwa kunci kemenangan berada dalam penempatan kedudukan kita di hadapan Allah!
Apakah anda berada “di dalam Kristus” atau “di luar Kristus”! Anda dapat berada “selalu di dalam
Kristus” bila mau bersekutu menjadi Tubuh-Nya, sebab tubuh secara otomatis berada di bawah kepala!
Ini berarti, jadilah jemaat Tuhan yang selalu mentaati perintah-perintah Tuhan Yesus, Sang Kepala
Gereja, dan dapat saling bekerja-sama dengan semua anggota tubuh-Nya, atau dengan istilah lain:
saling mengasihi!
Namun perlu diingat, bahwa kemenangan tanpa mencapai tujuan yang benar yaitu kegagalan
hidup! Seperti umat Israel sebelum mereka masuk ke tanah perjanjian, telah mengalami kemenangan-
kemenangan dalam peperangan, namun akhirnya mereka tidak masuk dalam negeri yang dijanjikan.
Sebab itu, Allah yang penuh dengan hikmat, menuntun umat-Nya dengan pertolongan Tabut
Perjanjian yang menuntun mereka dari tempat ke tempat. Dimulai dari selesainya Kemah Suci dan Tabut
di Sinai, maka derap maju ke tujuan semakin jelas diarahkan. Dalam hal ini, Tabut Perjanjian
dipergunakan sebagai penentu arah tujuan dalam perjalanan umat Israel selama di padang gurun, dengan
berhenti – berangkat – berhenti dst (Baca Bil.9:15-23).
ALAMI PERHENTIAN DEMI PERHENTIAN
Perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke Tanah Perjanjian membutuhkan waktu 40 tahun! Tahukah
anda, mengapa diperlukan begitu panjang waktunya? sebab mereka gagal mempercayai kemampuan
Allah, yang akan mengalahkan musuh-musuh mereka; khususnya saat mereka menghadapi musuh yang
bertubuh besar-besar. Hal ini secara lengkap dituliskan dalam kitab Bilangan pasal ke-14.
Akibatnya, dari sekian banyak orang terhitung pada saat awal, yang berjumlah 603.550 orang
(berusia 20 tahun ke atas dan sanggup berperang), hanyalah dua orang saja yang diijinkan Tuhan masuk,
yakni Yosua dan Kaleb.
Ke-40 tahun perjalanan Israel melambangkan perjalanan Gereja selama 40x50 tahun Yobel; sebab
satu tahun Yobel yaitu 50 tahun. Dan anggota Gereja Tuhan yang akan mengalami penggenapan janji-
janji-Nya, serupa Yosua dan Kaleb, yaitu mereka yang taat sepenuh kepada firman-Nya, sebab
mengikuti perjalanan Tabut Tuhan.
_________ 66
Bil.10:33 “Lalu berangkatlah mereka dari gunung TUHAN dan berjalan tiga hari perjalanan jauhnya, sedang tabut
perjanjian TUHAN berangkat di depan mereka dan berjalan tiga hari perjalanan jauhnya untuk mencari
tempat perhentian bagi mereka.”
Tahukah anda, bahwa kerinduan Tuhan terbesar yaitu bersekutu dengan umat yang taat kepada-
Nya? Paulus dengan ilham Roh berkata kata kerinduan Tuhan ini: “Allah, yang memanggil kamu kepada
persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, yaitu setia” (1Kor.1:9). Namun untuk
bersekutu dengan Allah Yang Mahakudus dibutuhkan kekudusan; sebab itu Petrus menuliskan maksud
Tuhan dalam 1Pet.1:15-16 “namun hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama
seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku
kudus.”
Jadi, Maksud Tuhan memanggil umat dengan Berita Injil yaitu , agar mereka
menjadi Kudus. Dan hal ini terlaksana oleh pengorbanan darah-Nya. namun Tujuan-
Nya yaitu Persekutuan dengan Diri-Nya, yang membuahkan perhentian!
Mengapa umat tidak dapat mengalami perhentian dalam hatinya? Jawaban Tuhan: “Dosa
penyebabnya!” sebab itu, barangsiapa yang percaya Yesus yaitu Allah yang menjadi umat , dan
mengorbankan diri-Nya untuk membayar dosa-dosa umat supaya dikuduskan, maka mereka akan
mengalami perhentian. Rasul Paulus, yang diberi inspirasi Roh menuliskan kebenaran ini kepada orang-
orang Yahudi, agar mereka tidak meragukan bahwa Messias yang mereka nantikan itu sebenarnya harus
menderita dulu untuk menguduskan umat-Nya, barulah lalu mereka akan mengalami perhentian
(Bd.Luk.24:26)
Ibr.4:2 “sebab kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, namun firman
pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, sebab tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman (not being
mixed with faith) dengan mereka yang mendengarnya.” mula keluar dari Mesir, mereka menghadapi musuh yang sangat kuat, raja Firaon,
seorang raja dunia! Namun, mereka diminta hanya percaya, sebab Allahlah yang menghadapi sepenuhnya
dengan menurunkan bala-bala. Begitu juga saat mereka dikejar tentara Firaon sedangkan laut di depan
mereka, maka firman-Nya mengatakan: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari
TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak
akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan
diam saja" (Kel.14:13-14).
Berdiam sebab Israel tidak mampu melawan Firaon dan tentaranya. namun , pada saat menghadapi
raksasa-raksasa, Tuhan meminta merekalah yang menaklukkannya! Apa yang tak mampu kita lakukan?
Menguduskan roh dari cengkeraman Iblis, sebab adanya dosa. Nah, bila dosa-dosa diakui maka Allah
menguduskan roh kita, sehingga memperoleh perhentian roh. Namun, untuk perhentian jiwa, kita diminta
mematikan keinginan-keinginan dengan iman, bahwa Dia menyertai kita dengan Roh Kudus. Roma 8:13
berbunyi: “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; namun jika oleh Roh kamu
mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.”
Iman kepada Yesus, yang sudah mengalahkan Iblis di kayu salib membuat roh kita
tenang/berhenti. namun , iman dengan Yesus yang diam bersama kita oleh Roh-Nya,
akan memampukan kita mengalahkan keinginan-keinginan daging (bayangan
raksasa!), sehingga jiwa kita mengalami perhentian. Haleluyah!
Ibr.4:6 “Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yang
kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk sebab ketidaktaatan mereka.”
Saat Israel mula-

