• coklatx.blogspot.com

    www.coklatx.blogspot.com

  • berasx.blogspot.com

    www.berasx.blogspot.com

  • kacangx.blogspot.com

    www.kacangx.blogspot.com

perjanjian lama 1

 


Otoritas Perjanjian Lama 

 Untuk mempelajari kitab Perjanjian Lama kita tidak bisa 

mempelajarinya dari perspektif sastra dan menghargainya 

sebagai karya sastra. sebab  Perjanjian Lama yaitu  penyataan 

diri Allah yang memiliki otoritas dari Allah. Kitab Perjanjian Lama 

yaitu  tulisan yang diilhamkan Allah yang memiliki otoritas 

sebagai perkataan Allah (II Tim. 3:16). Keotoritasan Kitab 

Perjanjian Lama ini diakui oleh Yesus dan murid-murid-Nya. 

Dimana Kristus sering mengutip kitab-kitab Perjanjian Lama 

sebagai dasar pengajaran-Nya (mis. Mat. 4:1-11). Paulus juga 

sering mengutip kitab Perjanjian Lama dalam pengajarannya. 

Dalam empat suratnya yang utama, yaitu Surat Roma, 1 dan 2 

Korintus, Galatia tampak jelas bahwa Paulus berpegang pada 

Perjanjian Lama. Ia engutip Perjanjian Lama lebih dari 90 kali 

dan sebagian besar kutipan ini  terdapat dalam surat-surat 

itu. 

 

Penulisan Kitab Perjanjian Lama 

 Penulisan Kitab Perjanjian Lama kemungkinan dimulai 

pada zaman Musa, kira-kira tahun 1500 BC. Dan diakhiri pada 

zaman sesudah  pembuangan, yaitu kira-kira tahun 400 BC. Oleh 

sebab  itu, penulisan kitab Perjanjian Lama ditulis kira-kira 1000 

 

tahun. Penulisannya pun berasal dari berbagai tempat dengan 

latar belakang yang berbeda-beda. Mereka juga memiliki 

pekerjaan yang berbeda dan hidup dalam zaman yang berbeda.  

Bahasa yang digunakan untuk menulis kitab Perjanjian Lama, 

yaitu bahasa Ibrani dan Aram. Kedua bahasa ini merupakan 

anggota rumpun bahasa yang disebut bahasa Semit. Suatu 

nama yang berasal dari Sem, anak laki-laki Nuh. Orang Semit 

aslinya berasal dari Jazirah Arab. Mereka migrasi ke 

Mesopotamia, Siria, Palestina dan bagian-bagian Afrika. 


LATAR BELAKANG KITAB PL 

 

 Untuk mengetahui latar belakang Kitab Perjanjian Lama 

secara menyeluruh maka kita perlu memperhatikan beberapa 

hal, di antaranya:  

 

Sejarah Perjanjian Lama 

 Sejarah Perjanjian Lama ini sangat berkaitan dengan 

keadaan pada zaman itu. Khususnya kerajaan-kerajaan atau 

bangsa-bangsa yang berkuasa saat itu. Untuk dapat mengetahui 

dengan lebih jelas maka perhatikanlah peta berikut ini: 

 

Catatan: Peta pada zaman Abraham dalam kitab Kejadian.  

Dimana pada waktu itu yang berkuasa di daerah Timur Tengah 

yaitu Orang Het, Orang Babel dan Orang Mesir. 

 

 

Catatan: Peta diatas menjelaskan tentang peristiwa Bangsa 

Israel kembali ke Kanaan sesudah  diperbudak di Mesir.  Dalam 

kitab Kejadian dijelaskan Yusuf di dijual dan akhirnya menjadi 

penguasa di Mesir.  Lalu orang Israel dibawa Yusuf ke Mesir,  

Namun sesudah  Yusuf mati, orang Israel diperbudak di Mesir.  

Tuhan mengutus Musa membawa bangsa Israel kembali ke 

tanah Kanaan.  Tanah yang diberikan Tuhan kepada bangsa 

Israel sesuai janji Tuhan kepada Abraham. 


Catatan: Bangsa Israel dibawah kepemimpinan Musa kembali Ke 

Tanah Kanaan, sesudah  Musa mati.  Musa digantikan Yosua.  

Yosua yang membawa bangsa Israel menguasai tanah Kanaan, 

dan membaginya kepada kedua belas suku Israel sehingga 

bangsa Israel menetap di tanah Kanaan. 


Catatan:  sesudah  bangsa Israel menetap di Tanah Kanaan, 

bangsa Israel masih dipimpin Yosua.  Lalu Yosua mati digantikan 

hakim-hakim, pada zaman Samuel bangsa Israel minta raja.   

Raja pertama bernama Saul. Lalu Saul digantikan Daud dan 

daud digantikan Salomo.  sesudah  Salomo mati, kerajaan Israel 

pecah jadu dua yaitu Kerajaan Selatan atau Yehuda ibu kota 

Yerusalem, dan kerajaan Utara atau kerajaan Israel ibu kota 

Samaria. Pada zaman itu muncul banyak nabi.  Dibawah peta 

para nabi. 

 

 

sebab  kejahatannya, kerajaan Utara dengan ibu kota Samaria 

dibuang ke Asyur. 

 

 

sebab  kejahatannya, kerajaan Yehuda dibuang ke Babel. 

 

Dunia Perjanjian Lama 

 Dunia Perjanjian Lama sebenarnya berada pada daerah 

Timur Dekat Kuno yang sekarang dikenal sebagai Timur Tengah. 

Dimana kisah-kisah yang dicatat dalam kitab Perjanjian Lama 

beraada di lingkungan Timur Tengah yang meliputi kawasan 

Mesopotamia di Timur, Asia Kecil di Utara, Siro Palestina dan 

Mesir di Barat dan Semenanjung Arabia di Selatan.  

1. Kawasan sabit yang subur. Daerah ini meliputi lembah dan 

delta sungai Nil, dataran sempit sepanjang pantai Laut 

Tengah daerah Palestina dan lembah sungai Tigris dan Efrat. 

Daerah ini merupakan daerah pertanian sebab  dialiri aliran 

air sungai. 

 

Sabit yang subur  


2. Mesopotamia. Nama Mesopotamia berarti 'negeri di antara 

sungai-sungai', yaitu sungai Tigris dan sungai Efrat. 

Mesopotamia merupakan negeri asal orang-orang Israel 

sebab  para leluhur Ibrani tinggal di daerah Haran di Padan-

Aram antara sungai Tigris dan Efrat. 


 

3. Asia Kecil. Daerah Asia Kecil terletak di Barat Laut 

kawasan sabit yang subur. Daerah ini terdiri dari 

pegunungan dan perbukitan. Walaupun begitu, daerah 

ini merupakan jembatan yang menghubungkan Asia 

Tengah dengan Eropa.  

 

 

4. Siro Palestina. Daerah ini merupakan daratan yang 

menjadi jembatan antara benua Afrika dan Asia. Daerah 

ini sangat subur khususnya di sepanjang pesisi Laut 

Tengah. Bagian Utara Siro Palestina meliputi negara 

Siria dan Libanon sekarang. Sedang bagian Selatan 

meliputi bangsa Israel dan sebagian dan sebagian 

Yordania. 

 

 

5. Mesir. Mesir terletak di sebelah Barat Daya Palestina 

daerah ini subur sebab dialiri sungai Nil. Kerajaan Mesir 

ini memiliki hubungan yang erat dengan sejarah Israel 

sebab bangsa Israel pernah dijajah selama 350 tahun. 

 


Palestina 

 Pada awal abad ke-XII sM, bangsa-bangsa Laut yang 

berasal dari sekitar pulau Kreta atau Yunani mencoba menyerbu 

Mesir. sebab  gagal sebagian dari mereka termasuk yang 

dikenal sebagai orang Filistin mendarat di pantasi Palestina 


 

bagian Selatan. Dalam abad ke-V sM, Herodotus (bapak sejarah) 

menyebut daerah ini sebagai Siria Filistin (en te Palaistine Surie, 

Herodotus 1105). Kemudian kata Yunani Palaistina muncul 

dalam bahasa Latin sebagai Palestina. Tanah itu biasa disebut 

juga sebagai tanah Kanaan, diambil dari penduduknya yang 

utama. Tanah itu dikenal sebagai tanah Perjanjian, yaitu 

perjanjian yang diadakan Allah dengan Abraham (Kej. 17:7-8). 

sesudah  pendudukan Israel, tanah itu disebut negeri Israel (I Sam. 

13:19). 

 Tanah Palestina panjangnya kira-kira 242 km dan Dan ke 

Bersyeba (Utara-Selatan) dan lebarnya 160 km dari Laut Tengah 

ke sungai Yordan (Timur - Barat). Negeri Palestina terbagi dalam 

empat daerah utama yang membujur dari Utara ke Selatan, yaitu 

dataran pantai, daerah perbukitan tengah, cela Yordan dan 

dataran tinggi trans Yordania. Wilayahnya terbagi atas: daerah 

Galilea di Utara, Samaria di daerah Tengah - Utara Palestina, 

Yehuda di bagian Selatan-Tengah Palestina, dataran Negev 

(padang rumput kering) di Selatan, dan semenanjung Sinai yang 

membentuk perintang besar antara Palestina dan Mesir. 

KANONISASI KITAB PL 

 

 

 Sebenarnya kata "kanon" tidak ada dalam Alkitab, namun 

akar kata kanon terdapat dalam I Raj. 14:15, Ayub 14:15, yaitu 

dari kata "qaneh", artinya gelagah. Gelagah ini biasanya 

digunakan sebagai alat pengukur. Sehingga Kanonisasi Kitab 

Perjanjian Lama menunjuk pada kitab-kitab yang diilhamkan 

Allah memiliki otoritas tertinggi untuk iman dan praktek 

keagamaan bagi masyarakat Ibrani, selanjutnya menjadi ukuran 

atau standar yang dipakai untuk menilai kitab-kitab sejarah, 

tradisi dan ajaran agama yang ditulis belakangan. 

 

Proses Pembentukan Kanon PL 

 Memang tidak ada informasi yang jelas tentang proses 

pembentukan Kanon Kitab Perjanjian Lama, namun secara garis 

besar, proses pembentukan kanon kitab Perjanjian Lama dapat 

dijelaskan sebagai berikut: 

1. "Ucapan yang berotoritas". Pada mulanya penyataan Allah 

kepada umat Ibrani dalam kebanyakan kasus disampaikan 

dengan lisan. Misalnya: perkataan "beginilah firman Tuhan 

dan dengarlah firman Tuhan" (Ul. 5:1; Yeh. 5:5). Ucapan-

uacapan yang berwenang ini diteruskan kepada generasi-

generasi berikutnya sebagai "Firman Tuhan" dalam bentuk 

tradisi lisan (bnd. Yes. 48:17). 

2. Dokumen-dokumen tertulis yang resmi. Suatu perkataan, 

ucapan yang berotoritas yang diilhamkan oleh Allah dicatat 

dan dipelihara untuk masyarakat Ibrani dalam bentuk tulisan 

(Kel. 34:3-4). 

3. Mengumpulkan dokumen-dokumen. Proses pengumpulan 

kitab Perjanjian Lama memerlukan waktu yang lama. Hal ini 

disebabkan sebab  proses penulisan kitab Perjanjian Lama 

yang dilakukan kira-kira 1000 tahun dan ditulis diberbagai 

tempat yang berbeda. 

4. Menyortir dokumen-dokumen tertulis dan menetapkan kanon. 

Kira-kira ada empat periode penting dalam sejarah Perjanjian 

Lama ketika penyortiran dokumen-dokumen dan penetapan 

sebuah kanon yaitu  penting sekali bagi keagamaan 

masyarakat Ibrani: a). Selama pengalaman di Sinai sesudah 

peristiwa keluaran; b). Selama perlihan dari teokrasi ke 

monarki di Israel; c). Pada masa keruntuhan Yerusalem dan 

sesuadah itu pembuangan ke Babel, dan; d). Sebagai bagian 

dari pembaharuan di bawah pimpinan Ezra (ahli kitab), 

Nehemia (gubernur), pada masa pasca pembuangan di 

Yerusalem. 

 

Kriteria Penyaringan Kanon 

 Ada beberapa kriteria yang dipakai dalam proses 

penyaringan guna menetapkan kanon Perjanijian Lama, yaitu: 

1. Sifat ilham ilahi yang hakiki dan otoritas yang dapat dikenal 

oleh para pemimpin keagamaan masyarakat Ibrani melalui 

penerangan oleh Roh kudus. Misalnya, penyataan langsung 

dari Roh Allah dalam kasus Musa dan ketujuh puluh nabi  

dalam Bil. 11:16-30, dan penggenapan perkataan ilahi, 

seperti dalam Yer. 28:9; 44:28). 

2. Siapa penulisnya merupakan satu faktor penting dalam 

menilai kitab-kitab untuk kanonitas. Pada umumnya, orang-

orang yang menulis kitab-kitab yang terhimpun dalam kanon 

Ibrani menduduki jabatan kepemimpinan yang ditunjuk oleh 

Allah seperti pemberian hukum, nabi, raja dan imam. 

3. Isi tiap-tiap kitab diteliti sehubungan dengan konsistensi 

internal dan pengajarannya dan kesatuan menyeluruh dari 

tema dan berita dengan pengalaman perjanjian yang tersurat 

dalam kitab-kitab lain yang diakui sebagai "firman Tuhan". 

4. pemakaian  dokumen-dokumen atau kitab-kitab tertentu oleh 

masyarakat Ibrani tidak dapat diragukan lagi telah 

mempengaruhi penyaringan kanon. Kitab-kitab yang dibaca, 

dipelajari, disalin dan ditaati oleh umat Israel selanjutnya 

diakui sebagai kanon. 

 Pada hakekatnya, kita harus menerima bahwa Roh Kudus 

yang sama mengilhami penulis-penulis manusia untuk menulis 

kitab-kitab itu, juga telah membimbing para pemimpin Ibrani 

selama proses penyaringan kanon. 


 

Pembagian Kitab Perjanjian Lama 

                  

 Dalam Yudaisme, Alkitab Ibrani dikenal dengan sebutan 

''tanakh", di dalamnya mencerminkan tiga bagian dari Perjanjian 

Lama, yaitu: 'T' untuk Torah atau Taurat, 'N' untuk Nebiim atau 

nabi-nabi, dan 'K' untuk ketubim atau tulisan-tulisan. 

Pengelompokkan ini telah ada sejak abad ke-II sM. Hal ini 

dijelaskan dalam prolog Ben Sirakh dan Talmud Babelonia (Baba 

Bahtra 14b - 15a) serta tokokh-tokoh Yahudi dan Kristen selama 

empat abad pertama sesudah Kristus, yaitu Philo, Yosefus, 

Melito, Tertulianus, Origenes, Eusebius, Hieronimus dan 

Agustinus. 

 Kitab Suci umat Ibrani hanya berjumlah 24 kitab bukan 39 

kitab. Hal ini disebab kan dalam Kitab Suci umat Ibrani, kitab 

Samuel, Raja-raja, Tawarikh, Ezra - Nehemia dianggap satu 

kitab. sedang  12 kitab nabi kecil dipandang sebagai kitab 

kedua belas Nabi yang menyatu. Di bawah ini akan dijelaskan 

pembagian kanon Perjanjian Lama Yahudi dan Kristen: 

TANAK KATOLIK ROMA 

DAN ORTODOKS 

PROTESTAN 

Torah Pentateukh Pentateukh 

1. Bereshith 

(Kejadian) 

2. Shemoth 

(Keluaran) 

3. Wayiqra 

(Imamat) 

4. Bemidbar 

1. Kejadian 

2. Keluaran 

3. Imamat 

4. Bilangan 

5. Ulangan 

1. Kejadian 

2. Keluaran 

3. Imamat 

4. Bilangan 

5. Ulangan 

(Bilangan) 

5. Debarim 

(Ulangan) 

Nevi'im (Nabi 

Awal) 

6. Yosua 

7. Shofetim 

(Hakim-hakim 

8. Samuel 

9. Melakim (Raj-

raja) 

10. Yesaya 

11. Yeremia 

12. Yehezkiel 

13. Tereasar (Dua 

belas) 

Hosea 

Yoel 

Amos 

Obaja 

Yunus 

Mikha 

Nahum  

Habakuk 

Zefanya 

Hagai 

Zakharia 

Maleakhi 

Sejarah 

6. Yosua 

7. Hakim-hakim 

8. Rut 

9 - 10. I & II 

Samuel 

11-12. I & II Raja-

raja 

13-14. I & II 

Tawarikh 

15-16. Ezra dan 

Nehemia 

17. Tobit 

18. Yudit 

19. Ester, 

termasuk  

tambahan 

pada kitab 

Ester   

 

Syair dan 

Kebijaksanaan 

20. Ayub 

21. Mazmur 

22. Amsal 

23. Pengkhotbah 

24. Kidung Agung 

25. Kebijaksaan 

Salomo 

26. Eklesiastikus  

(Kebijaksanaan 

Sejarah 

9. Yosua 

10. Hakim-hakim 

11. Rut 

12.   I & II Samuel 

13.   I & II Raja-

raja 

14.   I & II 

Tawarikh 

15 - 16. Ezra dan  

Nehemia 

17. Ester 

 

 

 

 

Syair dan Hikmat 

18. Ayub 

19. Mazmur 

20. Amsal 

21. Pengkhotbah 

22. Kidung Agung 

 

 

Yesus bin 

Sirakh)  

Ketu'bim 

14. Tehilim 

(Mazmur) 

15. Ayub 

16. Mishle (Amsal) 

17. Rut 

18. Shir Hashirim 

(Kidung Agung) 

19. Kohelet 

(Pengkhotbah) 

20. Ekah 

(Ratapan) 

21. Ester 

22. Daniel 

23. Ezra-Nehemia 

24. Dibre Hayamin 

(Tawarikh) 

Nabi-nabi 

27. Yesaya  

28. Yeremia 

29. Ratapan 

30. Barukh, 

termasuk surat  

nabi Yeremia 

31. Yehezkiel 

32. Daniel termasuk  

tambahan pada 

kitab Daniel, 

Susana, Lagu 

Pujian Ketiga 

Pemuda, Dewa 

Bel dan Naga. 

33. Hosea 

34. Yoel 

35. Amos 

36. Obaja 

37. Yunus 

38. Mikha 

39. Nahum 

40. Habakuk 

41. Zefanya 

42. Hagai 

43. Zakharia 

44. Maleakhi 

45. I Makabe 

46. II Makabe 

Nabi-nabi 

23. Yesaya 

24. Yeremia 

25. Ratapan 

26. Yehezkiel 

27. Daniel 

28. Hosea 

29. Yoel 

30. Amos 

31. Obaja 

32. Yunus 

33. Mikha 

34. Nahum 

35. Habakuk 

36. Zefanya 

37. Hagai 

38. Zakharia 

39. Maleakhi 

  


Introduksi Kitab-Kitab Perjanjian Lama 

(Kitab-kitab Pentateukh) 

 

 Para rabi Yahudi dalam Septuaginta menyebut lima kitab 

pertama Perjanjian Lama dengan sebutan "Penta - Teuchos" 

(Pentateukh) atau lima jilid kitab". sedang  dalam frase Ibrani 

"lima kitab" itu disebut "mashab chomeshi torah" artinya "lima 

per-lima jilid Torah" yang terdiri atas lima bagian. Pemahaman ini 

penting mengingat banyak pakar Alkitab yang tidak mengakui 

kesatuan Pentateukh). 

 Pentateukh juga diindikasikan sebagai Torah sebab  

berjanra hukum, perintah, peraturan dan petunjuk yang 

diintruksikan Tuhan melalui Musa kepada umat Israel. Kata 

Torah berasal dari akar kata 'yarah', artinya 'mengarah atau 

membidik ke arah' yang tepat. Seluruh Pentateukh ditulis oleh 

Musa. Kecuali mungkin bagian terakhir kitab Ulangan yang 

mengisahkan kematian Musa.     

 Pentateukh merupakan basis seluruh penjelasan akan 

kedatangan Mesias yang diurapi Allah dan diutus di kalangan 

bangsa Israel. Sebagai umat pilihan Allah, Israel boleh dikatakan: 

"Penjaga Perjanjian Lama, sebagai penerima perjanjian dan 

sebagai kanal Mesias (The Channel of Messiah, Rm. 3:2; 9:1-5). 

Intisari Kitab Pentateukh, yaitu: 


KEJADIAN Permulaan  Pemilihan Bangsa 

KELUARAN Penebusan Penebusan 

Bangsa 

IMAMAT Kekudusan Pengudusan 

Bangsa 

BILANGAN Pengembaraan Pengarahan 

Bangsa 

ULANGAN Pengulangan Pengajaran 

Bangsa 

 

Kitab Kejadian 

1. Judul Kitab 

Ada beberapa judul yang biasa dipakai untuk menyebut kitab 

Kejadian, di antaranya: 

   Tanakh menyebutnya b'eresyith "pada mulanya". 

   Talmud menyebutnya Book of Creation of the World 

   "Kejadian" diambil dari Genesos dari Septuaginta 

menunjuk pada "awal terjadinya segala sesuatu di langit 

dan di bumi". 

2. Tahun Penulisan 

Kitab ini ditulis oleh Musa dalam perjalanan bangsa Israel dari 

tanah Mesir ke tanah perjanjian, yaitu antara th. 1450 - 1410 

sM. 

3. Tema 


Tema kitab Kejadian yaitu  berkat dan kutuk. Artinya setiap 

orang Israel yang taat akan menerima berkat dari Allah, namun  

bagi mereka yang tidak taat akan menerima hukuman dari 

Allah. Hal ini nyata dalam kehidupan Adam dan Hawa, 

bahkan Nuh. 

4. Tujuan 

Tujuan penulisan kitab Kejadian yaitu  untuk memberi  

survei hostoris singkat tentang wahyu Allah sejak awal 

penciptaan hingga orang Israel dibawa ke Mesir untuk 

dibentuk menjadi bangsa yang Theokrasi.  

5. Tokoh Penting 

Adam dan Hawa, Nuh, Abraham dan Sara, Ishak, Yakub 

yang kemudian disebut Israel dan Musa sebagai mediator 

umat-Nya.  

6. Ide Kunci 

Pada mulanya: Kejadian bukan hanya sekedar asal mula, 

(beginning) namun juga merupakan kitab "semua asal mula 

atau asal usul segala sesuatu". Dimana dalam kitab ini 

diceritakan asal usul semua yang ada: penciptaan alam 

semesta, penciptaan manusia, kejatuhan manusia dalam 

dosa, janji penyelamatan Allah, dll.   

7. Garis Besar 

a. Riwayat manusia dan keturunannya (psl 1-11). 

   Penciptaan manusia pertama: Adam 

   Kejatuhan manusia pertama: Hawa 

26 

 

   Kematian manusia pertama: Habel 

   Hukuman manusia pertama: Air bah 

   Penyebaran manusia pertama: Menara Babel 

b. Riwayat manusia dan kovanan-Nya (psl. 12-36). 

   Bapak leluhur: Abraham, Ishak dan Yakub. 

   Berkat kovenan: Tanah, bangsa, nama 

c. Riwayat Manusia dan kekuasaannya (psl. 37-50). 

   Kerajaan Mesir di bawah pemerintahan Firaun 

   Keselamatan Mesir di bawah pemerintahan Yusuf 

8. Pasal dan Ayat Mas 

Pasal penting dalam ayat ini, yaitu: 

Pasal 12, sedang  ayat penting dalam kitab Kejadian 

yaitu  3:15; 12:3. 

 

Kitab Keluaran 

1. Judul 

Ada beberapa sebutan untuk menyebut kitab Keluaran, di 

antaranya: 

   Tanakh menyebutnya me'elleh shemoth, artinya inilah 

nama-nama", diambil dari kata pertama kitab Keluaran. 

   Septuaginta menyebutnya exodus, artinya "keluar" (exit) 

atau "keluaran" atau "berangkat pergi" (departure).   

 

 

 

2. Tujuan 

   memberi  penjelasan mengenai kehidupan bangsa 

Israel di Mesir dan peristiwa keluarnya bangsa Israel dari 

tanah Mesir. 

   memberi  penjelasan mengenai pertolongan Tuhan 

kepada bangsa Israel.  

3. Tema 

   Tema kitab Keluaran, yaitu Penebusan. Penebusan ini 

nyata pada saat: pertama: tulah kesepuluh. Dimana 

malaikat maut melewati rumah orang Ibrani sebab  

adanya percikan darah domba di ambang pintu, sehigga 

semua anak sulung orang Ibrani tidak mati. Kedua, 

pembebasan dari perudakan di Mesir. Dimana sesudah  

hampir 400 tahun bangsa Israel diperbudak di Mesir, 

mereka dibebaskan untuk kembali, dibawa ke tanah 

perjanjian.    

4. Tokoh Penting 

Tokoh penting dalam kitab Keluaran, yaitu Musa. Musa 

(Mosheh) artinya "diangkat dari air". Musa merupakan anak 

laki-laki orang Ibrani. sebab  takut dibunuh orang Mesir, 

ibunya menghanyutkannya ke sungai Nil. Akhirnya ia 

ditemukan oleh putri Firaun dan diangkat sebagai anak. 

sesudah  dewasa ia dipanggil untuk membawa bangsa Israel 

keluar dari tanah Mesir ke tanah Kanaan. Panggilah itu nyata 

dari penglihatan akan semak yang menyala-nyala. Kemusian 

28 

 

jadilah Musa pemimpin bangsa Israel dan membawa mereka 

keluar dari tanah Mesir.       

5. Peristiwa penting 

Ada beberapa peristiwa penting terjadi pada saat bangsa 

Israel keluar dari Mesir. Salah satunya: peristiwa musa 

menerima hukum-hukum Taurat di gunung Sinai (Kel. 19:4-7). 

Penerimaan hukum Taurat ini penting sebab hukum Taurat 

merupakan pedoman bagi kehidupan bangsa Israel pada 

zaman itu. Baik itu dalam ibadah, kehidupan sehari-hari 

maupun dalam peradilan.    

6. Pasal dan Ayat Mas 

Pasal penting dalam kitab ini, yaitu psl 12 - 14 yang mencatat 

penebusan Israel dari perbudakan dalam penggenapan janji 

Allah. Ayat-ayat pentingnya, yaitu 6:6; 19:5-6.   

7. Garis Besar 

a. Penebusan dari Mesir (psl. 1 - 18) 

   Dalam perbudakan / perhambaan (psl. 1 - 11) 

   Keluar dari perbudakan / penebusan (psl. 12 - 14) 

   Perjalanan ke Sinai / peribadahan (psl. 15-18) 

b. Penyataan Allah (psl. 19 - 40) 

   Pemberian hukum (psl. 19 - 40) 

   Pendirian tabernakel (psl. 25 - 31) 

   Palanggaran hukum (psl. 32-34) 

   Pembangunan tabernakel (psl. 35 - 40) 


Kitab Imamat 

1. Judul  

Ada beberapa sebutan untuk kitab Imamat, yaitu: 

   Tanakh menamainya we'yiqra, artinya 'and he called' atau 

dan ia telah memanggil'. 

   Talmud menyebutnya torat kohanim (Law of the Priest) 

artinya 'hukum dan imam'. 

   Septuaginta memberi judul Levitikon dari ungkapan 

Levitical Biblion, diterjemahkan: "Kitab Imamat Orang 

Lewi" atau singkatnya: 'Kitab Imamat'.  

2. Tujuan 

Kitab Imamat ditulis dengan tujuan untuk mendidik bangsa 

Israel: 

   Bagaimana menyembah dan berjalan bersama Allah. 

   Bagaimana bangsa Israel telah memenuhi panggilan 

Allah sebagai suatu banga para imam.  

3. Tema 

Tema utama kitab Imamat yaitu  Kekudusan. Hal ini nyata 

dalam pasal 11:45 yang berisi perintah supaya bangsa Israel 

hidup dalam kekudusan sebab Allah yaitu  kudus. Hal ini 

penting sebab  Allah yang kudus hanya dapat dihampiri 

dalam kekudusan.   

4. Pasal dan ayat mas 

Pasal penting dalam kitab ini, yaitu pasal 16 yang berkaitan 

dengan "Hari Pendamaian" (yom kippur / the day of 

30 

 

Atonement) yang menjadi hari terpenting dalam kalender 

Ibrani sebab  hari itu merupakan satu-satunya hari dimana 

imam besar diperbolehkan masuk di dalam ruang mahakudus 

untuk mempersembahkan korban penebusan bagi umat. 

"sebab  pada hari itu harus diadakan pendamaian bagi kalian 

untuk mentahirkan kalian. Kalian akan ditahirkan dari segala 

dosa kalian di hadapan Tuhan" (Ibr. 16:30).   

5. Garis Besar 

a. Hukum persembahan (psl. 1 - 17) 

   Hukum pengorbanan (1 - 7) 

   Hukum para imam (psl. 8 - 10) 

   Hukum pentahiran (psl. 11 - 15) 

   Hukum pendamaian (psl. 16-17)  

b. Hukum Pengudusan (psl. 18 - 27) 

   Pengudusan bagi umat Allah (psl. 18-20) 

   Pengudusan bagi kaum Lewi (psl. 21 - 22) 

   Pengudusan bagi tata ibadah (psl. 23 - 24) 

   Pengudusan dalam tanah Kanaan (psl. 25 - 26) 

   Pengudusan melalui nazar (psl. 27 

 

Kitab Bilangan 

1. Judul 

Ada beberapa sebutan untuk kitab Bilangan, yaitu: 

   Tanakh menamainya bemidvar, in the wilderness, artinya 

(di gurun) atau 'wayedaver, and 'he spoke' (dan ia 

berkata). 

   Septuaginta menyebutnya arithmoi, numbers yang oleh 

Vulgata diterjemahkan Numeri atau bilangan.  

2. Periode penulisan 

Kitab Bilangan ini ditulis antara tahun 1450 - 1410 sM. 

3. Tujuan 

Tujuan kitab Bilangan, yaitu: 

   Untuk mengajar kita bahwa Tuhan tidak pernah 

membiarkan dan meninggalkan umat-Nya walau umat-

Nya sering memberontak kepada-Nya. 

   Peringatan bagi kita bahwa saat menghadapi pencobaan 

dan persoalan iman dapat menjadi lemah. 

4. Tema 

Tema utama kitab Bilangan yaitu : Pemeliharaan Allah yang 

tak putus-putusnya terhadap umat-Nya. Memang judul kitab 

ini diambil dari menghitung bilangan orang Israel, namun 

sebenarnya kitab ini lebih menjelaskan tentang 

pengemabaraan bangsa Israel di padang gurun selama 

hampir 40 tahun. Dimana Allah terus memenuhi kebutuhan 

mereka, sekalipun umat terus menerus memberontak dan 

melanggar hukum-hukum-Nya. Allah menyediakan mereka 

air, manna dan makanan permintaan ketika mereka 

32 

 

bersungut-sungut dan memberontak melawan Allah, dengan 

sabar Ia menangani masalah mereka.   

5. Pasal dan Ayat Mas 

Pasal penting dalam kitab ini, yaitu pasal 14. Pasal ini 

menjelaskan tentang titik balik bangsa yang sedang krisis, 

dimana mereka telah menerima laporan buruk dari kedua-

belas mata-mata, kecuali Yosua dan Kaleb, bangsa Israel 

menolak masuk untuk menaklukkan tanah Kanaan, tanah 

perjanjian.   

6. Tokoh Kunci 

Tokoh-tokoh penting dalam kitab Bilangan, yaitu: Musa, 

Harun, Yosua, Kaleb dan Balak.   

7. Garis Besar 

a. Persiapan generasi lama di Sinai ((psl. 1 - 10) 

   Posisi dan sensus umat (psl. 1 - 4) 

   Perintah Allah dan pengudusan umat (psl. 5 - 9) 

   `Perjalanan ziarah ke tanah perjanjian (9 - 10)  

b. Kegagalan Generasi Lama di Moab (psl. 11 - 25) 

   Ketidak-puasan di sepanjang perjanan (11 - 12) 

   Ketidak-percayaan di Kadesy-Barnea (psl. 13 - 14) 

   Kedisiplinan dari Tuhan (psl. 15 25). 

c. Persiapan generasi baru (psl. 26 - 36) 

   Pengaturan ulang bangsa Israel (psl. 26 - 27) 

   Peraturan persembahan dan nazar (psl. 28 - 30) 

   Pembagian wilayah tanah perjanjian (psl. 31 - 36)  


 

Kitab Ulangan  

1. Judul 

Ada beberapa sebutan untuk kitab Ulangan ini, yaitu: 

   Tanakh menamainya: elleb baddevarim atau devarim, 

artinya "inilah preambul pidato... ". Kaum Yahudi juga 

menyebut mishnebat torah, repetition / copy of the law, 

artinya "pengulangan atau salinan hukum". 

   Septuaginta memberi judul: to deuteronomion touto, pada 

versi Inggris, deuteronomy disalah-artikan sebagai 

'pemberian hukum ke dua' (second law-giving), yang 

seharusnya diterjemahkan 'salinan hukum ini'. 

   Ulangan, mempunyai arti yang lebih akurat, artinya hukum 

yang sama ditinjau, dikembangkan dan diulang dari 

hukum yang aslinya diberikan di Sinai.  

2. Tujuan 

   Untuk menegaskan akan  kebutuhan hakiki bagi anak-

anak untuk mengasihi dan menaati Allah. 

   Untuk mengingatkan kembali kepada kita tentang hukum-

hukum Allah dan penyertaan-Nya kepada orang percaya.   

3. Tema 

Tema kitab ini, yaitu awasilah dirimu agar tidak alpa. Dimana 

sesudah  mengembara 40 tahun di padang gurun, umat Israel 

segera masuk tanah perjanjian. Sebelum mereka masuk, 

mereka perlu diingatkan kembali tentang semua hal yang 

telah Allah kerjakan bagi mereka dan tentang hukum Allah 

yang kudus dan hakiki bagi mereka agar dapat menjaga 

keadaan mereka di tempat itu dan berfungsi sebagai umat 

Allah yang kudus dan imamat yang rajani (Ul. 4:18).  

4. Pasal dan Ayat Penting 

Pasal kunci dalam kitab ini, yaitu: psl. 27 yang menjelaskan 

inagurasi kovenan Israel dan psl. 28-30 menjelaskan janji 

mengenai Israel di masa dekat, yaitu berkat bagi mereka 

yang taat dan laknat bagi mereka yang tidak taat. 

Ayat kunci dalam kitab inni, yaitu: psl. 6:4-5. Ayat-ayat ini 

merupakan kunci iman kaum Yahudi hingga saat ini. 

Sehingga perlu terus dihafalkan dan dilafalkan seumur hidup, 

agar mereka tidak menyembah ilah-ilah lain. Referensi 

pendukungnya: 10:12-13; 30:19-20.  

5. Garis Besar 

a. Pengulangan pidato Musa (psl. 1) 

b. Sejarah bangsa Israel sebagai peringatan (psl. 2 - 4) 

c. Anjuran percaya satu Tuhan dan ajaran mengasihi Allah 

(psl. 5 - 11) 

d. Norma tata ibadah dan nazar umat percaya (psl. 12 - 26) 

e. Peringatan: berkat dan kutuk (psl. 27 - 28) 

f. Ajakan untuk mereformasi kovenan dan hidup bagi Tuhan 

(psl. 29 - 30) 

g. Nyanyian Musa serta pelantikan Yosua (psl. 31 - 32) 


Introduksi Kitab-Kitab Perjanjian Lama 

Kitab - Kitab Sejarah 

 

 sesudah  mempelajari kitab Pentateukh, sekarang kita akan 

memepelajari kitab-kitab sejarah yang menjelaskan tentang 

kehidupan umat Allah sejak menduduki tanah perjanjian sampai 

mereka dideportasi dan kehilangan tanah pusaka leluhur mereka. 

Secara lebih terinci kitab-kitab itu menceritakan: kisah tentang 

penaklukkan dan pendudukan Kanaan, kepemimpinan hakim-

hakim, berdirinya pemerintahan raja-raja, pecahnya Israel 

menjadi kerajaan Utara dan Selatan, jatuhnya kerajaan Utara 

kepada Aram, kerajaan Selatan dideportasi ke Babilon dan 

kembalinya Yerusalem di bawah pimpinan Ezra dan Nehemia. 

 Kitab-kitab ini mempersiapkan kita untuk kedatangan 

Kristus, Sang Mesias. Hal ini dijelaskan dalam diagram berikut 

ini: 

Kitab Sejarah Peristiwa Persiapan Mesianik 

 

Yosua  

Hakim-Hakim 

Rut 

 

Pendudukan tanah 

Penindasan Bangsa 

Theokrasi: 

Mencakup periode 

ketika Israel dipimpin 

Allah (1405-1043 sM)  

 

I Samuel 

II Samuel 

I Raja-raja 1-10 

I Raja-raja 11-22 

II Raja-raja 1-17 

Stabilitasi bangsa  

Ekspansi bangsa 

Pemulihan bangsa 

Perpecahan bangsa 

Kemerosotan 

Kerajaan Utara 

Monarki: 

Menelusuri monarki 

Israel dari berdirinya 

hingga 

kehancurannya (586 

sM) 

36 

 

II Raja-raja 18-25 

I Tawarikh 

II Tawarikh 

 

Deportasi 

Kerajaan Selatan  

Persiapan Bait Suci 

Penghancuran Bait 

Suci 

Ezra 

Nehemia 

Ester 

Rekonstruksi Bait 

Suci 

Rekonstruksi Kota 

Suci 

Perlindungan Israel 

 

Reformasi: 

Menjabarkan 

pulangnya 

.................. sesudah  

70 tahun 

pengasingan (605-

536) 

     

Kitab Yosua 

1. Judul 

Tidak seperti kitab Pentateukh, kitab Yosua ini mengambil 

nama tokoh utamanya, yaitu Yosua, anak Nun, abdi Musa 

sebagai judul kitab. Memang dalam kitab ini diceritakan 

bagaimana Yosua memimpin bangsa Israel masuk ke tanah 

Kanaan. 

2. Tokoh Yosua 

Yosua bin Nun dari suku Yusuf (separuh keturunan Efraim) 

yang lahir di Mesir. Pada waktu bangsa Israel keluar dari 

tanah Mesir, ia masih sangat muda (Kel. 33:11). Nama asli 

Yosua sebenarnya yaitu  Hosea (Bil. 13:8; Ul. 32:44) yang 

berarti "keselamatan". Namun, selama pengembaraan di 

padang belantara Musa mengubah namanya menjadi 

Yehoshua (disingkat Yosua) artinya "Yahwe keselamatan 

atau selamat Yahwe" (Bil. 13:16). Hal ini mengantisipasi 


 

nubuatan dan peringatan bagi Yosua dan Kaleb dan para 

pengintai lainnya bahwa jika  mereka mengalahkan musuh 

dan merebut tanah itu, semuanya yaitu  pertolongan Tuhan, 

bukan sebab  kemampuan sama sekali. 

Yosua dipilih Musa menjadi pembantu pribadinya dan hadir di 

Gunung waktu Musa menerima Taurat (Kel. 24:13, dst.). Ia 

menjadi penjaga kemah pertemuan ketika Musa bertemu 

dengan Allah (Kel. 33:11). Yosua diberi tanggung jawab untuk 

memimpin bala tentara Israel waktu mengalahkan bangsa 

Amalek dan Rafidim (Kel. 17:9). Kemudian ia menjadi salah 

satu pengintai tanah Kanaan (Bil. 13:8). Akhirnya ia diangkat 

menjadi pemimpin bangsa Israel menggantikan Musa (Ul. 

31:14-15). Yosua yaitu  salah satu perancang strategi 

terbaik dalam sejarah. Walau begitu, keberhasilan bangsa 

Israel menaklukkan tanah Kanaan sebenarnya berasal dari 

YESHUA panglima perang yang sesungguhnya, Juru selamat 

satu-satunya. Jadi Tuhan sendirilah yang membawa 

kemenangan bagi Israel dan mengalahkan musuh-musuh 

Israel serta memberi  tanah itu kepada mereka.     

3. Penulis dan Tahun Penulisan 

Sebenarnya tidak ada bukti yang menjelaskan siapa penulis 

kitab Yosua. Dalam psl. 8:32 dijelaskan bahwa pada masa 

kehidupan Yosua ada kegiatan-kegiatan tulis menulis di 

antara umat Israel. Oleh sebab  itu, sangat memungkinkan 

jika  kitab Yosua merupakan catatan sejarah pada zaman 


itu. Dan kemungkinan ditulis oleh Yosua sendiri. sedang  

tahun penulisannya, sebab  ditulis pada zaman kehidupan 

Yosua maka tahun penulisannya, yaitu: 1400-1370 sM.   

4. Tujuan  

Tujan Kitab yosua, yaitu menunjukkan kesetiaan Allah 

terhadap kovenan-Nya (bnd. Kej. 15:18; Yos. 1:2-6; 21:43-

45). Peristiwa-peristiwa yang dicatat dalam kitab Yosua 

merupakan yang terpilih untuk menyatakan campur tangan 

Allah secara khusus demi umat-Nya untuk melawan segala 

macam rintangan yang hebat. Penggenapan janji-janji Allah 

yang terbukti pada kelahiran Ishak melalui Abraham dan Sara 

dan dalam pemilihan tanah serta kota-kota perlindungannya 

yaitu  pekerjaan Allah yang tak seorang pun dapat 

melakukan sekuat apapun orang itu (lih. Rom. 4). 

5. Tema 

Tema kitab Yosua yaitu  pendudukan, penaklukkan dan 

pembagian tanah perjanjian. Tema ini sesuai dengan isi kitab 

Yosuam, dimana dalam bab ini diceritakan bagaimana Israel 

masuk ke tanah Kanaan. Mereka berhasil kembali merebut 

tanah perjanjian yang telah dijanjikan kepada mereka sejak 

zaman Abraham. sesudah  semua dapat direbut kembali maka 

tanah ini  dibagi sesuai perintah Tuhan kepada ke-12 

suku Israel.  

 

 

39 

 

6. Garis Besar 

a. Penyerbuan Kanaan (psl. 1-5) 

   Pengangkatan Yosua (psl. 1) 

   Perintah Yosua kepada Israel  

   Penghancuran Yerikho (psl. 2) 

   Penyerangan Yordan (psl. 3 

   Peringatan dan pentahiran Israel (psl. 4-5) 

b. Penaklukkan Kanaan (psl. 1) 

   Persyaratan kemenangan (psl. 5) 

   Penyerbuan di pusat ( psl. 6-8) 

   Penyerbuan di Selatan (psl. 9-19) 

   Penyerbuan di Utara (psl. 11) 

   Peninjauan kemenangan (psl. 12)  

c. Pembagian Kanaan (ps. 13-31) 

   Untuk Ruben, Gad, Manaseh (psl. 13) 

   Untuk Yehuda dan Kaleb (psl. 14-15) 

   Untuk sembilan suku, Efraim (psl. 16-18) 

   Untuk Yosua (psl. 19) 

   Untuk kubu-kubu perlindungan (psl. 20) 

   Untuk kota-kota kaum Lewi (psl. 21) 

d. Penutup (psl. 22-24) 

   Pertikaian mezbah (psl. 22) 

   Pidato Yosua (psl. 23) 

   Pesan terakhir Yosua (psl. 24) 


 

 

Kitab Hakim-hakim 

1. Judul 

Judul kitab ini diambil dari gelar yang dianugerahkan kepada 

para pemimmpin bangsa yang diangkat Tuhan untuk 

memerintah bangsa Israel antara zaman Yosua hingga 

zaman monarkhi. Shophetim (pada hakim, penguasa, 

pembebas atau penyelamat) bertugas memperhatikan 

kerohanian bangsa yang diatur sesuai hukum-hukum Tuhan. 

Seorang hakim tidak hanya memelihara hukum keadilan dan 

menyelesaikan pertikaian, melainkan juga membebaskan 

mereka dari penindasan musuh. Judul kitab ini diekspresikan 

paling indah, sebagai berikut: "Maka Tuhan membangkitkan 

hakim-hakim yang melepaskan mereka dari tangan para 

penjarah mereka (2:16).     

2. Penulis 

Sulit untuk menentukan siapa penulis kitab Hakim-hakim 

sebab tidak ada informasi yang jelas. Namun menurut tradisi 

orang Yahudi penulis kitab Hakim-hakim yaitu  Samuel hal 

ini didasarkan pada kehidupan Samuel yang sering mencatat 

peristiwa dan tokoh penting dalam kehidupan bangsa Israel 

pada waktu itu (bnd. 1 Taw. 29:29). 

3. Tahun Penulisan 

sebab  ditulis oleh Samuel, kemungkinan besar tahun 

penulisannya antara tahun 1050-1000 sM.  

41 

 

4. Tujuan 

Tujuan kitab Hakim-hakim, yaitu: 

   Untuk memperingatkan bangsa Israel bahwa ketaata akan 

membawa berkat, sebaliknya ketidak-taatan akan 

mengundang disiplin dan hukuman Allah. 

   Mengingatkan bangsa Israel bahwa ketika umat Allah 

berbalik kepada Tuhan, berseru kepada-Nya dan 

bertobat, Allah yang setia panjang sabar dan penuh belas 

kasihan, meresponinya dengan penyelamatan. 

5. Tema  

Tema-tema kitab Hakim-hakim, yaitu kegagalan bangsa 

Israel. Nuansa kegagalan ini nampak jika kita 

membandingkan antara kitab Yosua dan Hakim-hakim. 

Dimana Israel berangkat dari pekik kemenangan dan ratap 

kegagalan, dari kebebasan ke penindasan, dari kemajuan ke 

kemerosotan. 

Memang secara historikal, kitab ini menjembatani jenjang 

antara zaman Yosua dan zaman Samuel dan mengawali 

bentuk monarkhi di bawah kepemimpinan raja Daud. Namun 

kitab ini mencatat tujuh siklus pelanggaran - penindasan - 

permohonan - pembebasan. Dari ketidak-taatan pertama 

(sejak zaman Adam), sejarah memaparkan pola kehidupan 

manusia berdosa sampai ke periode Hakim-hakim, dimana 

setiap pelanggaran hukum (2:11-13) senantiasa diikuti oleh 

penghukuman melalui tangan musuh (2:14-15), sehingga 


terhimpit dan terhukum untuk berteriak minta tolong agar 

Tuhan melepaskan mereka dari malapetaka itu (2:15), dan 

sebab  kesetiaan Allah kepada kovenan-Nya, Tuhan 

mengangkat Hakim-hakim untuk melepaskan mereka dari 

hukuman (2:16). Itu sebabnya kitab ini juga melangsir 

kebutuhan sebuah monarkhi di Israel. Ketika setiap 

melakukan setiap apa yang benar menurut pandangan sendiri 

(21:15), maka itulah pertanda betapa bangsa ini 

membutuhkan kepemimpinan seorang raja yang adil. 

Secara doktrinal, kitab Hakim-hakim menarik perhatian kita 

kepada sejumlah kebenaran esensial, yaitu peringatan Tuhan 

supaya orang Israel hidup dalam kehendak-Nya da juga 

providensia-Nya yang terjadi dalam kehidupan bangsa Israel.     

6. Tokoh Kunci 

Tokoh-tokoh penting dalam kitab Hakim-hakim, yaitu: Barak, 

Debora, Gideon, Yefta, Simson. Kendati nama Debora lebih 

mengemuka, namun yang tercantum dalam deretan orang 

beriman justru Barak (Ibr. 11:32). 

7. Garis Besar 

a. Kemerosotan Hakim-hakim (psl. 1-2) 

   Kondisi politik (psl. 1-2) 

   Kondisi rohani (psl. 2) 

b. Penugasan Hakim-hakim (psl. 3-16) 

   Pembebasan dari Mesopotamia oleh Otniel (psl. 3) 

   Pembebasan dari Moab dan Elihud 

   Pembebasan dari Filistin oleh Samgar 

   Pembebasan dari Kanaan oleh Debora (psl. 4-5) 

   Pembebasan dari Midian oleh Gideon (psl. 6-8) 

   Pelayanan dan perilaku Abimelek (psl. 9) 

   Pelayanan hakim Tola ( psl. 10) 

   Pelayanan hakim Yair 

   Pembebasan dari Amon oleh Yefta (psl. 11-12) 

   Pelayanan hakim Ebzan 

   Pelayanan hakim Elon 

   Pelayanan hakim Abdon 

   Pembebasan dari Filistin oleh Simson (13-16)) 

c. Kemurtadan Hakim-hakim (psl. 17-21) 

   Mikha dan migrasi suku Dan (psl. 17-18) 

   Memerangi Benyamin (psl. 19-21) 

 

Kitab Rut 

1. Judul 

Nama kitab ini diambil dari salah satu tokoh utamanya, yaitu 

Rut. Rut yaitu  seorang muda dari Moab. Ia yaitu  menanti 

Naomi. Ia merupakan nenek buyut Daud dan salah satu 

wanita yang masuk dalam silsilah Mesias (Mat. 1:5). 

2. Penulis 

Seperti penulis kitab Hakim-hakim, penulis kitab ini juga tidak 

jelas. Namun tradisi Yahudi menunjuk Samuel sebagai 

44 

 

penulisnya. Walaupun demikian, sebenarnya pendapat 

ini  tidak memiliki alasan yang kuat sebab penulis kitab 

Rut menyebut Daud, sedang  Samuel sudah meninggal 

sebelum Daud naik takhta (4:17, 22). 

3. Periode penulisan 

Kalau kitab Rut ditulis oleh Samuel maka kemungkinan besar 

kitab ini ditulis sekitar tahun 1000 sM. 

4. Tujuan 

   Untuk menunjukkan pada orang Yahudi kerinduan Allah 

untuk menyelamatkan bangsa-bangsa non-Yahudi. 

   Untuk menunjukkan pada orang Yahudi bahwa di tengah-

tengah masa kemurtadan orang Israel, ternyata masih 

ada orang yang saleh. 

5. Tema 

Tema kitab Rut yaitu  keselamatan bangsa-bangsa. Hal ini 

sesuai dengan isi kitab ini sendiri yang menceritakan 

bagaimana Allah menyelamatkan Rut, orang Moab. 

Walaupun Rut bukan seorang Yahudi namun  ia memiliki iman 

dan ketaatan yang biasa kepada Allah (lih. 1:16). Ia memiliki 

loyalitas, integritas dan cinta murni dalam dalam kelemahan 

masa hakim-hakim. Rut yaitu  seorang figur iman dan 

ketaatan di tengah-tengah kemurtadan umat Allah. Rut telah 

membuktikan betapa Allah tetap setia pada kovenan-Nya.   

6. Kanonisasi Kitab 

Kitab Rut yaitu  kitab penting yang harus dibaca pada hari 

raya Pentakosta (penuaian gandum), sebagai pertanda 

pentingnya tradisi Yahudi dalam narasi ini, sehingga Tanakh 

menempatkan kitab Rut di posisi Ketubim (kitab-kitab sakral / 

puisi), sedang  Talmud menempatkannya sebelum kitab 

Mazmur. Versi Inggris dan Indonesia mengikuti pembagian 

Septuaginta, menempatkan kitab ini sesudah  kitab Hakim-

hakim sebab terindikasi ada latar belakang sejarah. Tradisi ini 

diikuti oleh Vulgata dan didukung oleh veri-versi Perjanjian 

Lama masa kini.   

7. Garis besar dan kerangka kitab 

Garis besar kitab Rut, yaitu: 

   Pasal I   Keputusan dan iman Rut 

   Pasal II  Hak dan kewajiban Rut 

   Pasal III  Permohonan Rut 

   Pasal IV  Berkat dan silsilah Rut 

Kerangka kitab: 

1:1-15  Introduksi 

1:6-18  Episode I: Kembalinya Naomi dan keputusan Rut 

1:19-22  Interlude: Pulang ke Betlehem 

2:1-17  Episode II: Perencanaan Naomi bagi Rut dan 

Boas 

2:18-22  Interlude: Percakapan antara mertua dan menantu 

3:1-15  Episode III: Pelaksanaan rencana Naomi 

3:16-18  Interlude: Percakapan antara Naomi dan Rut 

46 

 

4:1-12  Episode IV: Kekuatan hukum penebusan Boas 

atas Rut 

4:13-17  Inklusio 

4:18-20  Konfirmasi Mesianik: Silsilah Daud, leluhur Yesus. 

 

I dan II Samuel 

1. Judul 

Dalam Tanakh, kitab I & II Samuel digabung menjadi satu 

kitab. Kedua kitab ini menuliskan sejarah periode awal 

kerajaan Israel. Pada awalnya I Samuel mengisahkan tentang 

bagaimana munculnya tokoh Samuel sebagai nabi, imam, 

dan Hakim, yang kemudian digeser oleh Saul sebagai raja 

pertama. sedang  II Samuel mempersiapkan 

pemerintahan Daud. 

Dalam naskah aslinya, kitab Samuel ini hanya satu kitab 

namun  kemudian dibagi menjadi dua oleh para penerjemah 

Septuaginta (LXX). Kemudia pembagian diikuti oleh Jerome 

(Vulgata) dan versi-versi modern. Judul kitab ini bervarisi dari 

waktu ke waktu, yaitu: kitab kerajaan (LXX), kitab Raja-raja 

(Vulgata), dan Samuel (tradisi Ibrani dan sebagian besar 

versi-versi modern).        

2. Penulis 

Identitas penulis tidak jelas diketahui, namun Talmud Yahudi 

menyebut Samuel sebagai penulisnya. Meskipun judulnya 

diambil dari nama tokohnya, hal itu bukan berarti ia menulis 

semua kitab Samuel, sebab kematiannya tercatat dalam I 

Samuel 25:1. Bukti internal menyebutkan bahwa Samuel 

memang menulis sebuah kitab (I Sam. 10:25). I Tawarikh 

29:29 menunjuk Natan dan Gad sebagai penulis peristiwa-

peristiwa yang tercatat dalam kitab Samuel. Rupanya ia 

menulis sesudah masa pemerintahan Salomo, sebab I Sam. 

27:6 menunjukkan bahwa kerajaan sudah terbagi dua.       

3. Periode Penulisan 

Kalau memang kitab Samuel ditulis oleh Samuel, Natan dan 

Gad maka kemungkinan periode penulisannya sekitar tahun 

390 sM, sebab mereka hidup pada zaman itu.  

4. Tujuan  

   memberi  penjelasan mengenai keberadaan bangsa 

Israel yang hidup dalam masa peralihan, yaitu dari sistem 

Theokrasi menjadi sistem Monarkhi. 

   Mencatat asal usul dinasti Daud. 

   memberi  penjelasan akan kegagalan bangsa Israel 

sebagai pelajaran bagi generasi penerus supaya tidak lagi 

melakukan kegagalan yang sama seperti pendahulunya.  

5. Tema dan Inti Berita 

Tema kitab I & II Samuel, yaitu dosa dapat menggeroti 

kemenangan menjadi kemalangan. Hal ini nyata dari isi kitab I 

& II Samuel. Dimana kegagalan pemimpin dan bangsa untuk 

menaati firman Tuhan menyebabkan mereka harus 

menghadapi penderitaan dan kemalangan. 

Kitab Samuel diawali dengan kelahiran Samuel sebagai hasil 

pergumulan doa ibunya. Kata Shemuel berarti 'didengar Allah' 

atau 'namanya Allah'. Samuel yaitu  hamba Allah yang saleh 

yang memimpin bangsa Israel sebagai nabi, imam dan hakim. 

Namun kesalehannya tidak cukup mempengaruhi anak-

anaknya adan bangsa Israel untuk setia kepada Allah. Ia 

tidak berhasil mempimpin bangsa Israel untuk tetap bertahan 

pada pemerintahan Theokrasi. Bangsa Israel menolak sistem 

Theokrasi dan meminta seorang raja. Kemudian Allah 

memerintahakan Samuel mengurapi Saul sebagai raja 

pertama. sebab  ketidak-taatannya, Saul ditolak sebagai raja. 

Sekali lagi Allah mengutus Samuel mengurapi Daud, seorang 

yang berkenan di hati Allah sebagai ganti Saul. 

Kitab ini menelusuri masa transisi bangsa Israel dari masa 

pemerintahan hakim hingga masa penguasaan raja dan dari 

masa Theokrasi menjadi masa Monarkhi. Bani Israel tidak 

menghendaki Allah menguasai hidup mereka, sebab mereka 

lebih suka melakukan apa yang baik menurut pandangannya 

sendiri. Pada intinya, akar dosa manusia sejak mulanya 

yaitu  melawan pemerintahan Allah sebagai raja atas 

mereka.   

6. Garis Besar 

Garis besar kitab I Samuel 

a. Samuel, hakim terakhir (psl. 1-8) 

   Panggilan Samuel (psl. 1-3) 

 

   Pengutusan Samuel (psl. 4-7) 

   Prihatin Samuel (psl. 8) 

b. Saul, raja pertama (psl. 9-15) 

   Pemilihan atas Saul (psl. 9-12) 

   Penolakan atas Saul (psl. 13-15) 

c. Daud, raja pilihan (psl. 16-31) 

   Daud sebagai gembala, diurapi (psl. 16) 

   Daud mengalahkan Goliat, disambut Saul (psl. 17) 

   Daud sahabat Yonatan, ditolak Saul (psl. 18-19) 

   Daud sebagai pelarian, diburu Saul (psl. 20-26) 

   Daud dilindungi Yonatan (20) 

   Daud dilindungi Ahimelek, Akhis (psl. 21) 

   Daud dilindungi pasukannya (psl. 22-26) 

   Daud mencari perlindungan Filistin (psl. 27-31) 

   Saul mencari petenung di Endor (psl. 28) 

   Daud diusir dari Filistin (psl. 29) 

   Daud menghancurkan bangsa Amalek (30) 

   Saul mangkat (31) 

Garis besar kitab II Samuel: 

a. Kemenangan Daud (psl. 1-10) 

   Perayaan raja (psl. 1-5) 

   Persatuan kerajaan (psl. 5-6) 

   Perjanjian kerajaan (psl. 7) 

   Perjuangan raja (psl. 8-10) 

 

 

b. Pelanggaran Daud (psl. 11) 

   Perzinahan 

   Pembunuhan  

c. Permasalahan Daud (psl. 12-24) 

   Urusan keluarga (psl. 12-13) 

   Urusan kerajaan (psl. 13-24) 

 

Kitab Raja-raja 

1. Judul 

Aslinya kitab I & II Raja-raja merupakan satu kitab saja sama 

seperti kitab Samuel dan kitab Tawarikh. Biasa disebut "Raja-

raja" (Ibrani: Melechim). Judul ini sebenarnya sesuai dengan 

isinya sebab kitab ini menelusuri sejarah raja-raja Israel dan 

Yehudan dari masa Salomo sampai masa pembuangan di 

Babel. 

2. Penulis 

Penulis kitab Raja-raja ini tidak jelas. Ada yang mengatakan 

Yehezkiel, Ezra dan lain-lain. Orang Yahudi mengakui 

Yeremia sebagai penulis semua kitab Raja-raja kecuali 

bagian terakhir kitab II Raja-raja sebab Yeremia mati di Mesir, 

bukan di Babilon (Yer. 43:6-7).  

3. Periode Penulisan 

Dibebaskannya Yehoakin dari penjara yaitu  peristiwa 

terakhir yang tercatat dalam II Raja-raja. Hal itu terjadi pada 

tahun ke-37 masa pemerintahannya dan kira-kira terjadi pada 

 

 

tahun 560 sM. Kitab ini tidak mungkin ditulis sepulangnya 

kaum Yahudi dari masa pembuangan di Babel (538 sM), 

sebab  penulisannya tidak menyebutkan hal itu. Oleh sebab  

itu, kemungkinan kitab ini ditulis antara tahun 560-538 sM. 

4. Tujuan. 

Tujuan penulisan kitab ini, yaitu: 

   Sebagai catatan sejarah tentang kerajaan-kerajaan 

bangsa Israel yang terpecah belah. 

   Sebagai peringatan bahwa ketidak-taatan akan 

mendatangkan bencana. 

5. Tema dan Inti Berita 

Tema kitab ini, yaitu: Ketidak-taatan membawa kehancuran 

bagi kerajaan. Hal ini sesuai dengan isi kitab ini, yaitu 

dijelaskan tentang ketidak-taatan bangsa Israel. Hal ini 

dimulai sejak zama raja Salomo. Pertama-tama Salomo hidup 

taat pada Tuhan, namun pada masa tuanya ia mulai menjauh 

dari Tuhan sebab  pengaruh para istrinya. Akibatnya kerajaan 

terpecah menjadi dua, yaitu Kerajaan Utara dan Kerajaan 

Selatan. Walaupun mereka mengalami perpecahan, namun 

raja-raja Israel dan Yehuda tetap melakukan hal-hal yang 

tidak berkenan di hadapan Tuhan. Sehingga akhirnga kedua 

kerajaan itu ditaklukkan dan diasingkan oleh kerajaan lain. 

Kerajaan Utara dan Israel jatuh ke tangan bangsa Asiria pada 

tahun 722 sM. sedang  kerajaan Selatan atau Yehuda 

jatuh ke tangan bangsa Babilonia pada tahun 586 sM. Dalam 


 

situasi seperti itu sebenarnya para nabi terus 

memperingatkan bangsanya bahwa Allah tidak akan 

menghukum mereka jika mereka bertobat. Jadi kitab Raja-

raja ini mengajarkan bahwa ketidak-setiaan dan melanggar 

titah Allah pastilah mendapatkan ganjaran Allah dan jatuhnya 

kerajaan. Kedua kerajaan runtuk sebab  kegagalan raja-raja 

untuk memerintah dengan adil serta tidak mengindahkan 

kebenaran Allah.    

6. Garis Besar 

Di bawah ini akan dijelaskan garis besar kitab I Raja-raja, 

yaitu: 

a. Kesatuan Kerajaan: 40 tahun (psl. 1-11) 

   Takhta raja Salomo (1-2) 

   Himat raja Salomo (3-4) 

   Bait Suci didirikan raja Salomo (5-8) 

   Kejayaan raja Salomo (psl. 9-10) 

   Kejatuhan raja Salomo (11) 

b. Kerajaan terpecah: 80 tahun (psl. 12-22) 

   Penyebab pecahnya kerajaan (12) 

   Pemerintahan Yerobeam di Israel (13) 

  Dosa raja 

  Peringatan nabi Allah 

  Dosa nabi Allah 

  Penghakiman atas raja 

   Pemerintahan Yerobeam di Yehuda (14) 

 

 

   Pemerintahan dua raja di Yehuda: Abiyam dan Asa 

(15) 

   Pemerintahan 5 raja di Israel (16): Nadab, Baasha, 

Ela, Zimri, Omri. 

   Pemerintahan Ahab di Israel (17-22) 

  Dosa Ahab: penyembahan berhala 

  Pelayanan nabi Elia di Karmel 

 Perang api dengan Baal 

 Pembantaian nabi-nabi Baal 

 Pelarian nabi Elia 

  Perang melawan Siria  

  Dosa Ahab 

 Perampasan tanah Nabot 

 Pembunuhan pemilik tanah 

  Kematian Ahab yang memalukan 

   Pemerintahan Yehosafat di Yehuda 

   Pemerintahan Ahasia di Israel 

Garis besar kitab II Raja-raja: 

a. Bubarnya kerajaan Israel (psl. 1-17) 

   Pemerintahan Ahazia di Israel (psl. 1) 

   Pemerintahan Yoram di Israel (2-8) 

  Terangkatnya nabi Elia 

  Ekspedisi raja Yoram 

  Pelayanan nabi Elia 

   Pemerintahan Ahazia di Yehuda 

 

 

   Pemerintahan Yehu di Israel (psl. 9-10) 

   Pemerintahan Atalya, Yehoas di Yehuda (psl. 11-12 

   Pemerintahan Yoas di Israel (13) 

   Pemerintahan Amasia di Yehuda (14) 

   Pemerintahan Yerobeam II di Israel 

   Pemerintahan Azaria di Yehuda (psl. 15) 

   Pemerintahan Zakharia, Salum di Israel 

   Pemerintahan Menahem, Pekhanya di Israel 

   Pemerintahan Yotam, Ahas di Yehuda 

   Pemerintahan Ahaz di Yehuda (psl. 16) 

   Pemerintahan Hosea di Israel (17) 

  Penurunan kerajaan di Israel 

  Perzinahan rohani Israel 

  Pembubaran kerajaan Israel  

b. Bertahannya kerajaan Yehuda (psl. 18-25) 

   Pemerintahan Hizkia (psl. 18-20) 

   Pemerintahan Manasye, Amon (21) 

   Pemerintahan Yosia (psl. 22) 

   Pemerintahan Yoahas (psl. 23) 

   Pemerintahan Yoyakim, Yoyakin (psl. 24) 

   Pemeritahan Zedekia (psl. 25) 

  Kehancuran Bait Allah 

  Deportasi ketiga ke Babel 

   Pembebasan raja Yoyakin di Babel  


 

Kitab Tawarikh 

1. Judul 

Hingga tahun 180 sM, kedua kitab Tawarikh ini masih 

menyatu dengan judul Ibraninya: "Riwayat hari ini" (the words 

/ affairs of the days) yaitu tawarikh Israel dari Adam hingga 

pengasingan di Babel dan dekrit Koresy yang mengijinkan 

kaum Yahudi pulang ke negerinya. Kitab ini terkadang disebut 

"miniatur Perjanjian Lama". 

Septuaginta membagi kitab Tawarikh menjadi dua bagian, 

dengan judul "Yang Terhapus" (of things omitted), ini merujuk 

pada hal-hal yang terhapus dari kitab Samuel dan kitab Raja-

raja. Judul Tawarikh (Chronicorum) berasal dari Jerome 

dalam Vulgata (385) -405, yaitu Chronicorum Liber. Yang 

dimaksudkan yaitu  "Tawarikh Sejarah Suci" (The 

Chronicles of the whole of sacred history).   

2. Penulis 

Penulis kitab Tawarikh tidak jelas, namun tradisi Yahudi 

merujuk pada Ezra sebagai penulisnya. Ada konsistensi cara 

penulisan dalam seluruh kitab ini walaupun terindikasi 

beberapa beberapa sumber digunakan untuk menyusunnya, 

sehingga disimpulkan hanya seorang editor yang telah 

menyusun kitan ini sebagai produk finalnya. Dari beragam 

sumber termasuk catatan para nabi, Samuel (I Taw. 29:29), 

Yesaya (II Taw. 32:32) dan lainnya (II Taw. 9:29; 12:15; 

 

 

20:34; 33:19), secara khusus menyebut kitab ini sebagai 

"kirab raja-raja Yehuda dan Israel" (II Taw. 16:11; 25:26). Isi 

kitabnya menunjuk penulisnya dari golongan imam sebab  

fokusnya yang kuat terhadap Bait Allah, imamat dan garis 

teokratis Daud dan kerajaan Selatan yaitu Yehuda. Bahwa 

Ezra yaitu  penulis kitab ini juga didukung oleh tema umum 

kitab Ezra - Nehemia yang berisi pembangunan dan inagurasi 

Bait Allah.  

3. Periode Penulisan 

Kalau kitab ini ditulis oleh Ezra maka kemungkinan besar 

ditulis sekitar tahun 450 - 425 sM.  

4. Tujuan 

Tujuan kitab Tawarikh, yaitu: 

   Untuk mengingatkan kaum remnan yang pulang dari 

pengasingan bahwa mereka berasal dari keturunan raja 

Daud dan bahwa mereka yaitu  umat pilihan Allah. 

   Untuk mengajar bahwa masa purbakala sarat dengan 

pelaharan bagi masa kini mereka. Bidat, berhala, kawin 

campur dengan bangsa lain, serta kurangnya persatuan 

yaitu  kelanjutan penyebab kehancuran mereka. 

5. Tema dan Inti Berita Kitab 

Tema kitab ini, yaitu Allah setia dengan Kovenan-Nya". 

Walaupun bangsa Israel sering memberontak kepada Al